Dimana Tuhan?

Sepasang suami-istri punya dua orang putra nakal yang selalu bikin masalah. Orangtuanya sudah hafal benar, kalau setiap ada yang tidak beres di kampungnya, putra-putra mereka itu pasti terlibat.

Ibu dari kedua anak itu mendengar kalau ada seorang bapak tua yang berhasil mendisiplinkan putra-putra mereka dengan baik; makanya ia meminta bapak tua itu berbicara, menasehati kedua putranya itu. Kakek itu bersedia, dengan pesan agar mereka datang menemuinya satu-per-satu.

Lalu, pagi itu, sang ibu mengirim putra bungsunya terlebih dahulu.
Bapak itu, seorang lelaki besar dengan suara menggelegar, mendudukkan anak laki-laki itu dan menanyainya dengan galak, “Dimana Tuhan?”

Mulut si anak ternganga mendengar pertanyaan itu, namun tak mengeluarkan jawaban apapun. Lelaki tua itu mengulangi lagi pertanyaannya, dengan suara yang lebih keras dan lebih galak lagi, “Dimana Tuhan!!?”

Lagi-lagi anak laki-laki itu terbelalak, melongo tak memberi jawaban.

Tidak mendapat jawaban, lelaki tua itu meninggikan suaranya lagi dan membentak, “DIMANA TUHAN? DIMANA!!?”

Anak laki-laki itu menjerit ketakutan, minggat dari ruangan itu dan langsung berlari pulang, masuk ke dalam almari pakaian, membanting pintunya.

Ketika kakaknya menemuinya di tempat persembunyiannya itu, ia bertanya, “Apa yang terjadi dik?”

Dengan menarik nafas panjang si adik menjawab, “Kali ini kita dalam kesulitan besar kak”, jelasnya,

“Tuhan hilang, dan mereka semua menyangka kitalah yang mencurinya!”

————–

Dari: Beliefnet Religious Jokes, http://www.beliefnet.com/dailyjoke/
Diinterpretasikan oleh Gung Dé.
————–
http://groups.yahoo.com/group/BeCeKa/message/5086

From: Berkas Cahaya Kesadaran

Advertisements

12 thoughts on “Dimana Tuhan?”

  1. Thu Aug 30, 2007 11:29 am http://groups.yahoo.com/group/samaggiphala/message/34235Dear Ika,Saya tidak tahu dimana saya sekarang..saya juga tidak tahu sebelumnya saya dimana..namun, saya tidak peduli lagi nanti saya dimana..Yang pasti..yang tahu adalah:Sekarang saya sedang berjalan, makin tegak, makin pasti, makin nyaman..…tidak terombang ambing lagi seperti perahu tanpa layar dilautan....tidak takut lagi seperti dahulu…Sekarang saya sedang berusaha untuk tidak menyesali apa yang telah terjadi..note:Dhammapada dan Bhagawadgita adalah kombinasi yang membingungkan namun seperti candu..——

  2. Thu Aug 30, 2007 1:13 pm http://groups.yahoo.com/group/samaggiphala/message/34245Jawaban yang manizzz.Dimana kah ‘aku’ ?Mau ke mana ‘aku’ ?Siapakah ‘aku’ ?Selama masih bertanya-tanya, jawabannya semakin ‘membingungkan”.Hanyalah mencari jawaban ‘realita kebenaran’ melalui ‘jendela’.Melangkahlah ke luar ‘jendela’.Berada di ‘jendela’ sepanjang masa adalah hanya memandang ‘kebenaran’ bukan ‘kebenaran’.(“Terinspirasi” atas tulisan Shen Shian tentang Kebebasan)Note:Janganlah melihat Dhamma dari buku/Dhammapada, itu ibarat anda melihat ‘kebenaran’ dari balik ‘jendela’.Mengutip kata Shen Shian ; Telunjuk (Ajaran Kebenaran) dikira Bulan (Kebenaran).Salam,Mira

  3. Thu Aug 30, 2007 2:10 pm http://groups.yahoo.com/group/samaggiphala/message/34259Sebenarnya postingan saya dibawah ini bukan untuk melemparkan pertanyaan ke teman-teman, tapi hanya sekedar reply atas postingan dari rekan Wira,:Dimana Tuhan ? Dimana!!?Dimana benih Buddha anda ?Dimana “kesadaran murni” anda ?Kakek tua itu menanyakan pada si anak dimana Tuhan, tujuannya hanya untuk menyadarkan anak itu saja.Benar Bung Wira … ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s