Gigi keras dan lidah lunak

Alkisah, suatu ketika, Lao Tze muda mendampingi gurunya yang sedang sekarat.

Sambil menangis karena sedih, Lao Tze muda berkata “Guru, mohon tinggalkanlah pelajaran terakhir untukku”.

Sang guru berkata “Lao Tze, cobalah lihat ke mulutku…” lalu sang guru melanjutkan “adakah kau lihat gigiku?”

Lao Tze berkata “Tidak, tidak ada lagi guru”.

“Dan, adakah kau lihat lidahku?”

“Ada guru”

“Kenapa bisa begitu?” tanya sang guru.

“Karena” jawab Lao Tze “Gigi keras dan lidah lunak, guru…”

“Nah…. kurasa sudah kaudapatkan semua dan tidak ada lagi yang dapat kutinggalkan kepadamu” Lalu gurunya meninggal dengan tenang.

“””””””””””””””””””””””””””””””””
Jangan pelihara keangkuhan itu!
Kalau Anda memang istimewa,
diistimewakan atau tidak,
tak akan menambah pun mengurangi
keistimewaan Anda itu.

~anonymous 260207 -03.
“””””””””””””””””””””””””””””””””
http://groups.yahoo.com/group/BeCeKa/message/5003
Kiriman:
willibordus@gmail.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s