Potret Tuhan

Si Soleh, yang disayangi Tuhan, datang menghadap-Nya.

“Tuhanku,” haturnya,

“mengapa paduka memberi Usman foto-Mu yang sama sekali berbeda dengan foto-Mu yang hamba potret langsung tempo hari?”, dalam nada protes.

“Bukan Aku yang memberinya. Dia sendirilah yang memotret-Ku ketika itu”, jawab Tuhan.

“Baiklah, Tuhan-ku…..Tapi kenapa Paduka mempertunjukkan wajah Paduka yang lain kepadanya, sehingga kami sempat bertengkar hebat karenanya?” gugat Soleh.

“Anak-Ku….aku tak pernah memperlihatkan wajah yang lain kepada siapapun. Kamera kalianlah yang berbeda-beda.”

Bali ’00.

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””
Bila Anda bisa membaca “kitab hati” Anda,
Anda tak butuh kitab manapun lagi. ~anonymous 200106. “”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””
http://groups.yahoo.com/group/BeCeKa/message/5194
from: Berkas Cahaya Kesadaran

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s