Benarkah Tuhan Itu Maha Adil???


Pengantar
Setelah Adam dan Hawa dihukum Tuhan, maka putusan aneh ini kemudian berakibat pada kaum manusia hingga kiamat. Pada suatu waktu, tersebutlah 2 orang yaitu si A dan Si B yang hidup di jaman berbeda:

  • A hidup 5000 tahun sebelum tahun 0
  • B hidup di tahun 0
  • Sebelum mereka lahir, sudah ada agama-agama seperti saat ini
  • Mereka wafat sama-sama di usia 60 tahun
  • Hitungan tahun adalah mengikuti waktu Bumi.
  • dan dimisalkan bahwa kiamat semesta terjadi di tahun 100.

Dikisahkan si A dan B, semasa hidupnya, sama-sama melakukan perbuatan-perbuatan apakah itu jahat ataupun baik, yang jika dinilai tuhan, nilainya persis sama. Kemudian, karena pintu Surga/Neraka baru dibuka setelah kiamat, maka si A dan B, ditempatkan di alam kubur (Barzakh):

  • Si A berada di alam kubur selama 5000 tahun + 40 tahun = 5040 tahun
  • Si B berada di alam kubur selama 40 tahun

Kemudian jika:

  • tidak disiksa kubur, maka si B ditidurkan 40 tahun saja sementara si A ditidurkan selama 5040 tahun! Ini jelas tidak Fair bagi si A yang ditidurkan terlalu lama sebelum menikmati buah perbuatannya, atau
  • disiksa kubur, maka si B mengalami siksaan 40 tahun saja sementara si A mengalami siksa kubur selama 5040 tahun. Ini jelas sangat tidak fair bagi si A, atau
  • โ€œjust waitingโ€ saja alias tanpa ada siksa kubur, maka si B hanya menunggu selama 40 tahun saja, sementara si A menderita “batin” menunggu selama 5040 tahun. Ini tidak fair bagi si A.

…dan setelah kiamat, mereka mendapat nikmat surga atau siksa neraka yang tak berkesudahan, namun tetap saja lamanya waktu itu berselisih 5000 tahun (atau 5 hari menurut ukuran Tuhan) karenanya!

Maka bagaimanakah dalil agama yang anda anut dapat menolong Tuhan anda bahwa itu adil? dan selisih 5000 tahun itu adil?!

Ayo..jawaban anda benar-benar sangat dinanti dan dibutuhkan TUHAN anda…



Tanggapan-Tanggapan
From: tawangalun tawangalun@yahoo.com:

Na bung Wirajhana lupa bahwa orang yang menunggu hisab dialam kubur tadi sudah dilakukan relativitas oleh Allah dg perbandingan 1000 tahun didunia eqivalent dg 1 hari diakherat,baca As-Sajdah 32:5.Dan dialam kubur tsb kalau wong soleh tempatnya pasti lebih nyaman dari wong durhaka.Posting saya yang dulu malah sudah saya bilang Pak Zd hilang dimasjidil Haram (pindah alam) selama 3 jam tapi dialam sana baru serasa 3 detik.Waktu hilang Nanung dg ibunya wis lemes gek orang tua 80 th gak bawa duwit,naik taxi sendiri saja gak bisa kok hilang.Kok eloking elok bisa pulang diantar wong kemahtabnya. Tapi baru sebentar uwong tadi ditoleh sudah lenyap.

Shalom,
tawangalun.
——————————–

From: wirajhana eka wirajhana@yahoo.com:

Om tawang,
Tks atas partisipasinya dan juga dalilnya…

kalau 1000 tahun = 1 hari berarti masih ada selisih 5 hari…masih belum adil om buat yang disiksa atau terlalu keenakan buat yang ditidurkan
atau 3 jam = 3 detik juga sama..

ayo rekan2….bantu lah dua jiwa dalam contoh soal dibawah untuk mencicipi rasa bahwa tuhan itu maha adil.
——————————–

From: H. M. Nur Abdurrahman mnur.abdurrahman@yahoo.co.id:

Muammar Qaddhafi:
Ente lupa satu komponen bos, yaitu kadar dosa:, yaitu a dan b sama berat dosanya 5040 gr, jadi semestinya:

A. Dengan siksa kubur:
a mengalami siksa kubur = 5040 : 5040 = 1gr per tahun
b mengalami siksa kubur = 5040 : 40 = 126 gr per tahun

B. Tanpa sikasa kubur:
a mengalami siksa batin = 5040 : 5040 = 1gr batin per tahun
b mengalami siksa batin = 5040 : 40 = 126 gr batin per tahun
——————————–

From: wirajhana eka wirajhana@yahoo.com:

Anda juga lupa bahwa:
126 gr yang dipikul b selama 40 tahun sudah menguntungkan a yang hanya memikul 1 gr pada 40 tahun pertama

Juga tidak adil bagi a karena ia harus menunggu 5000 tahun kemudian baru selesai…walaupun cuma memikul 1 gr.

Atau bayangkan saja ini :
Tangan anda mengangkat sejajar bahu: 1000 gr air selama 1 hari apakah merasa sama “beratnya” dengan membawa 10 gr air selama 100 hari?
——————————–

From: Hudoyo Hupudio hudoyo@cbn.net.id:

Apakah bedanya 5000 tahun dan 1 detik bagi orang yang mati?
Apakah artinya SIKSA kubur bagi orang yang tidak bisa merasakan apa-apa?

Bahwa Tuhan itu “Mahaadil sekaligus Mahapemurah & Mahapengampun” hanya bisa dimengerti oleh orang yang sudah mengalami sendiri ‘perjumpaan dengan Tuhan’. Kalau belum pernah mengalami Tuhan, ungkapan-ungkapan seperti itu paling-paling hanya bisa menjadi kepercayaan atau iman bagi orang yang menganutnya, atau menjadi bahan perdebatan bagi orang yang menolaknya.

Salam,
Hudoyo
——————————–

From: wirajhana eka wirajhana@yahoo.com:

Apabila tidak ada siksa kubur dan tidak ada perbedaan perlakuan bukankah sia2 adanya peraturan yang tertulis yang mengisyaratkan reward dan punishment?

kalau tidak ada perbedaan buat apa berjumpa dengan Maha adil, Mahapemurah, Mahapengampun..bukankah nama2 itu juga menjadi tidak ada artinya…

Salam.
——————————–

HUDOYO:
Reward & punishment perlu buat murid-murid TK.
Memang, nama-nama itu tidak ada artinya buat orang yang telah memasukinya.

Salam
——————————–

From: wirajhana eka wirajhana@yahoo.com:

R dan P ada di semua kalangan bukan saja murid TK….bahkan para profesor dan para maha guru masih memakainya juga untuk kalangan mereka sendiri..dan R dan P tertulis kitab2 dimuka bumi dengan kadarnya masing2…
——————————–

From: Verri DJ verri_dj@component.astra.co.id:

Rekan wirajhana,
Menurutku anda terperangkap dalam konsepsi manusia. Manusia terperangkap akan ruang dan waktu, sedangkan Tuhan tidak. (Timeless & Spaceless).

Konsepsi manusia dalam waktu seperti yang anda bahas adalah ada awal ada akhir, kalau dibikin grafik Cartesius maka dia mendatar grafiknya pada poros x, kalau membicarakan waktu tuhan tuhan, grafiknya melingkar, coba buat titik awal, lalu buat lingkaran dan titik akhirnya dikembalikan lagi, maka titik itu menumpuk pada titik yang sama, itulah salah satu sifat tuhan Yang Awal dan Yang Akhir. Jadi, sangatlah lucu membandingkan putaran dengan garis horisontal, ya tidak nyambung.

Membahas keadilan tuhan dengan keadilan manusia sungguh sangat berbeda, sama saja kita bicara dunia padahal anda mau mengurai langit.

Salam,
Dj
——————————–

From: wirajhana eka :

Dear Verri
Apakah pendapat dari Mas verri ada dalil tertulis dari ajaran yang dipercayai oleh Mas verri?

Mohon bantulah jiwa-jiwa yang bukan tuhan yang sedang terperangkap akan waktu dan mengalami “hukuman” atau “pahala” pada contoh soal.

note:
Saat menggambar garis ada jarak dari a ke b
Saat menggambarkan lingkaran dan dilihat dari “atas/bawah/kanan./kir/360 derajat” maka yang terlihat hanyalah garis a dan b

jadi sekarang bukankah sudah nyambung…
——————————–

From: ttbnice serikat_indonesia@yahoo.com:

Anda bertanya kepada siapa?
Karena bukan begitu yg dipercaya orang KResten. Dalam Kresten tidak ada takar menakar pahala dan dosa. Tidak ada siksa kubur. Semua orang adalah berdosa, dan upah dosa itu hanyalah neraka. Titik.

Jika manusia masih diberi kesempatan untuk masuk sorga, bukanlah hasil ngumpulin pahala, melainkan karena kasih Allah. Ga ada manusia yg mampu masuk sorga berdasarkan kemampuanya sendiri.

Karena semua orang sudah ditebus, pilihannya bukan lagi melalui Allah, tapi justru kepada manusia, apakah anda mau masuk surga?

Jika manusia tidak mau, ya artinya kan masuk neraka adalah pilihan sendiri. Jadi menurut saya mah ini adil.

PS: Jangan seperti muslim2 keblinger ya memahaminya. Pasti mereka bakal ngomong, enak betul ya. Bikin dosa aja banyak2 udah ditebus ini… Apa mereka tidak pernah mempelajari konsekuensi logis?
——————————–

From: wirajhana wirajhana@yahoo.com:

Oke kita pake paham Kristen Dosa sudah ditebus dan mau menerima Yesus. setelah mati apakah langsung masuk Sorga?

kalau Ya…adakah dalil itu di Injil bahwa mati langsung masuk sorga?
Kalau tidak…masih ada selisih 5000 tahun atas realisasi janji..artinya waktu tunggu buat b lebih sedikit.
——————————–

From: ttbnice:

Kenapa lebih terpaku dengan waktu tunggu? Jika anda bertanya kepada orang2 yang baru sadar dari koma, entah itu 2 hari maupun 2 tahun, bagi mereka waktu baru saja kemarin.

Anda tidak bisa menyamakan konsep waktu dan ruang antara orang hidup dan mati. Menurut kepercayaan KResten, hidup setelah mati itu selamanya, artinya hidup 5000 tahun atau bahkan 60000 tahun itu ga ada artinya dibanding triliyunan tahun.
——————————–

From: LD-Bebyelangbotak@yahoo.com:

Kalau dalam kepercayaan Kristen, orang mati itu sama dengan tidur(beristirahat) . Hanya bedanya kalau tidur yg masih hidup itu sering punya mimpi. Sementara tidur yg sudah mati itu sama sekali sudah tidak tau apa-apa lagi.

Bagi yg diselamatkan akan menerima upahnya pada saat kedatangan Yesus yg ke-2 kali nanti dan memperolah hidup yg kekal selama-lamanya.

Bagi yg tidak memperoleh keselamatan akan menerima upah neraka. Dan upah neraka itu bukan dimulai pada saat dia dikubur. Karna Tuhan kami Yesus tidak sekejam itu menyiksa orang di dalam kubur sampai Dia datang misalnya. Tuhan kami Yesus menghukum berdasarkan KASIH, dan BUKAN PENYIKSAAN.

Salam,
LD-Beby.
——————————–

From: wirajhana eka:

Bukankah sama saja masalahnya, ia punya selisih tidur 5000 tahun…karena lahir belakangan…dan tau dari mana anda tidak tahu apa2 lagi kalau tidur..

LUK 16:23
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Kis:2:24
Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

YES 28:18
Perjanjianmu dengan maut itu akan ditiadakan, dan persetujuanmu dengan dunia orang mati itu tidak akan tetap berlaku; apabila cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kamu akan hancur diinjak-injak

Ibrani 11:35
Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.

MZM 49:14
Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka.

YES 38:18
Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepada-Mu, dan maut tidak dapat memuji-muji Engkau; orang-orang yang turun ke liang kubur tidak menanti-nanti akan kesetiaan-Mu.

YEHEZKIEL 31:14
Semuanya ini terjadi supaya segala pohon yang di tepi air jangan meninggikan dirinya dan puncaknya jangan dijulurkan sampai ke langit dan supaya pohon-pohon besar, yaitu semua yang menghisap banyak air, jangan tetap berdiri di dalam kecongkakannya; sebab mereka semuanya telah diserahkan ke dalam maut, ke dalam bumi yang paling bawah, di tengah anak-anak manusia yang telah turun ke liang kubur.

HOSEA 13:!4
Akan Kubebaskankah mereka dari kuasa dunia orang mati, akan Kutebuskah mereka dari pada maut? Di manakah penyakit samparmu, hai maut, di manakah tenaga pembinasamu, hai dunia orang mati? Mata-Ku tertutup bagi belas kasihan.

mzm 6:5
Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati

Hab 2:5
Orang sombong dan khianat dia yang melagak, tetapi ia tidak akan tetap ada; ia mengangakan mulutnya seperti dunia orang mati dan tidak kenyang-kenyang seperti maut, sehingga segala suku bangsa dikumpulkannya dan segala bangsa dihimpunkannya.

Bahkan beberapa dari mereka masih harus menunggu:

wahyu 6:11
….kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.

Ngga ada artinya????
Bukankah itu indikasi yang jelas bahwa menderita sengsara 1 hari jauh lebih beruntung dari pada menderita sengsara 5000 tahun, 6000 tahun atau triliyunan
Nah, bayangkan saja itu dengan 2 orang yang keputusan dosa sama persis dan selisihnya 5/6000 tahun…

maka mana kemahaadilan Tuhan?

Menerima Yesus saja tidak lantas diselamat, masih ada yang harus dilakukan sebelumnya

Baca mat 19:18-21, Mark 10:19-21, luk 18:20-22:

Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.

Jadi jangan mau ditipu penginjil bahwa hanya dengan menerima Yesus sudah ditebus dan terselamatkan…percaya itu adalah sungguh tidak cerdas.

Karena yang berhak masuk surga adalah yang dimateraikan 6 materai dari 7 materai seperti yang tercantum pada wahyu 6-7 dan diringkas pada wahyu 14:3-5 siapa2 saja yang berhak masuk surga:

144 suku israel, orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan (hanya pria), Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi (selama ia hidup), Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu (telah dibunuh menjadi martir oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki), Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela
——————————–

From: Sjahrazad Alamsjah sjahrazad@bataviamall.com:

Kalau membaca ajaran agama, agama apapun secara harafiah, maka jangankan tuhan, ajaran itu banyak yang tidak adil. Kalau dari sisi hakikat batin, berpulang pengertian kita tentang adil itu apa. Karena adil lebih kepada pengertian yang memberikan untung,

Diluar itu tidak adil. Mang Dipo dilahirkan ganteng, si Doel mukenya rada kurang, tentunya disini tuhan ndak adil. Tapi kalo ruhnya mang Dipo ama si Doel dua duanya sama sama ganteng he.. he.. jadi disini tuhan adil.

Waktu melekat kewadag, nah tanpa wadag apakah ada perbedaan waktu dari ruh tadi?

Karena pertanyaannya sendiri yang rancu ๐Ÿ™‚

Tuhan itu apa? Kalau dianggap mahluk, pribadi, memang masih relevan dikaitkan dengan adil atau tidak adil. Kalau itu dianggap sebagai ‘sesuatu’ yang berada diluar nalar manusia maka otomatis pertanyaannya tidak akan relevan lagi. Hanya kita manusia yang mengenal adil atau tidak adil itu.

nuwun,
si Doel
——————————–

From: wirajhana eka:

Tahu dari mana rancu? bisa buktikan?
kalau menjawab artinya tahu yang ditanya..kalau merasa rancu mengapa harus dijawab..?

kalau berada diluar nalar manusia…siapa yang mampu menikmati kitab suci?
kitab suci adalah diluar nalar…pengetahuan anda tentang pilsapat berawal dari membaca kitab suci.. jadi ketika itu adalah diluar nalar maka pilsapat juga tidak relevan..

Jadi apakah anda berkenan sharing bagaimana mengerti bahwa TUHAN MAHA ADIL dari contoh soal yang “hipotesa” tersebut??
——————————–

From: Sjahrazad Alamsjah:
Mau pan sudah, baik ditambah ๐Ÿ™‚
Karena itulah banyak orang berabad abad mempertengkarkan tanpa ujung
apa yang tertulis di buku masing masing. Apalagi kalau sudah dipatok

buku itu ditambah embel embel suci ๐Ÿ™‚
Kalau si Doel melihatnya berbeda. Yang perlu ditemukan terlebih dahulu adalah pengalaman batin, buku hanya sekedar rujukan. Pengalaman batin itu buku yang suci, lepas dari rekayasa fikiran. Semua penamaan, istilah yang ada dibuku bisa dimengerti sesuai perkembangan batin seseorang.
Kalau dibalik berangkat dari dogma, maka pemaknaannya akan menjadi harafiah. Karena itulah muncul pertanyaan anda, tuhan adil atau tidak, waktu umur, siksa kubur dll.

Pertama, tuhan itu diluar nalar, karena itu tidak relevan mengkaitkan adil atau tidak. Kita yang mengerti dan mendambakan kata kata adil itu. Kalau kita mau membicarakan sesuatu tentunya kita harus mengerti bersama dulu apa yang dibicarakan. Nah sebelum bertanya apakah tuhan adil apa tidak, pertanyaan dasarnya adalah tuhan itu apa?

Kedua, ajaran agama berkait dengan alam alam batin. Dimana umur, lahir dan mati itu tidak relevan dengan pengertian kita hidup dalam badan ini. Secara hakikatnya, apakah kita punya umur? Menurut si Doel tidak, karena umur hanya kesepakatan kalender saat sekarang kita didunia Sama halnya secara hakikatnya, apakah kita punya nama? Menurut si Doel tidak, itu kesepakatan didunia biar bisa membedakan satu sama lain ๐Ÿ™‚

Ketiga, si Doel ndak menganut konsep hukuman, dosa, neraka, sorga Konsep yang si Doel anut sederhana, bibit yang ditanam maka buah pasti akan dimakan, itu saja. Jadi ndak ada soal adil atau tidak adil, lha wong kita yang menanam bibit jadi proses apapun harus dilalui.

Jadi sharingnya si Doel, judul pertanyaannya itu sendiri yang sangat rancu.

nuwun,
si Doel



Kesimpulan
Melihat tanggapan-tanggapan di atas maka dengan memakai konsep bahwa hidup hanya 1x saja, sungguh suatu yang sulit membuktikan Tuhan itu maha adil, bukan?

Bayangkan saja misal usia manusia itu 60 tahun, akil balignya di usia 15 tahun, matang dengan agama hingga berusia 35 tahun, Jadi, ada sekitar 25 tahun, sisanya Ia hidup harus berhati-hati dalam tindakannya agar mendapat ganjaran Surga, kemudian matilah Ia dan ratusan ribu tahun kemudian baru ketahuan kiamat..

Jika diasumsikan bahwa kiamat itu terjadi di 1 juta tahun kemudian…

Maka hanya bermodalkan perbuatan 25 tahun s/d 45 tahun dibandingkan dengan 1 juta tahun yang tersisa hingga kiamat, itu hanya bernilai 0.003% โ€“ 0.005% saja! Dan itupun sudah berakibat selama-lamanya mendapat siksa Neraka jahanam atau mendapat nikmat Surgawi.

Sungguh suatu konsep Ketuhanan yang sangat tidak fair, bukan?!


Advertisements

122 thoughts on “Benarkah Tuhan Itu Maha Adil???”

  1. NA,
    lagi dan lagi..dalam komentar tidak memberikan JAWABAN yg dapat menolong tuhanmu..artinya sangat jelas bahwa kamu sendiri tau keadilan TUHANMU cuma omong kosong dan tidak dapat dipertahankan.

    NA:
    Benar untuk orang yg CACAT, JELEK, MISKIN, TERJAJAH, TIDAK LAKU KAWIN, BERPENYAKITAN dan SIAL, sy akan mengatakan untuk tetap bersabar dan bersukur, tetapi Tuhan tidak menciptakan mereka spt itu agar yg normal dan sempurna menjadi bertaqwa seperti tulisan lu.. krn bertaqwa diharuskan bagi semuanya baik yg cacat, normal maupun sempurna.

    Gw:
    kamu mo pidato agar mereka sabar/tidak adalah tidak relevan.

    Tetep aja TIDAK MENJAWAB kenapa tuhan lo membuat jenis2 spt mereka..apa kelebihannya keadaan itu bagi mereka? ngga ada tuh..

    Lantas BUAT APA diciptakan yg spt itu?

    ini makin menunjukan lagi dan lagi bhw teori dan tuduhan bhw tuhanmu adalah pencipta emang kacau balau logikanya.

    NA:
    Trus dengan ajaran budha lu coba apa yg akan kau katakan terhadap mereka yg CACAT, JELEK, MISKIN, TERJAJAH, TIDAK LAKU KAWIN, BERPENYAKITAN dan SIAL, ayo kita adu ajaran mana yg lebih baik dampaknya terhadap mereka.. silahkan dijawab..

    gw:
    Mudah sekali. Kehidupan ini emang nggak terjadi cuma 1x saja. Terlahir kembali telah terjadi TRILIUNAN kali lebih sebelumnya [bukti arkeolog dengan pengukuran radiometrik telah memberikan bukti adanya kebudayaan di bumi jauuuuh sebelum ADAM yg kalian dongengkan sbg manusia pertama ada dan juga cabang ilmu modern: PLR yg membuktikan ada kehidupan sebelumnya] dan kelahiran kembali ini akan berjalan triliunan kali lebih kedepan!

    Buah perbuatan2 sebelum2nya yg mereka lakukan masak! Masaknya buah perbuatan itu teryata cukup menghantarkan mereka terlahir di alam manusia dalam bentuk yg guanteng, jelek, kaya, miskin, sakit2an, sehat, cacat, normal, pandai, bodoh, dst..

    Tugas mereka di setiap kelahiran kembali itu sederhana saja, yaitu:

    TIDAK melakukan ketidakbajikan,
    perbanyak kebajikan dan
    Memperhatikan gerak batin.

    Sesederhana itu koq ajaran Buddhis.

  2. @wira
    ajaran budha lu sederhana? lalu kenapa kesalahannya yg sederhana jg jelas sekali terlihat pada ajarannya lu dan orang budha lainnya ga bs liat ya?? aneh…

    Awalnya dari yg trilyunan kali itu gimana apa adil? jawaban dr ajaran lu pasti 100% TIDAK ADIL, dan hasilnya ajaran budha lu jg sama tidak bisa memberikan keadilan.

    Dan kalo lu bilang tidak ada awalnya bagaimana bisa lu nyebutin bilangan berapa kalinya kelahiran kembali, bodoh sekali menyebut trilyunan untuk menunjukkan bilangan yg tak terbatas, kaya anak TK norak banget..
    bukti arkeolog kog dijadikan patokan mutlak kebenaran payah lu, kl ajaran lu berpatokan pada bukti arkeolog dan hipnotis, maka sekali lg dan lg ajaran lu ga beda ma ajaran darwinisme atau evolusi dan kristen yg mendasarkan kebenaran dari hasil jerih payah manusia semata (yg jelas-jelas bisa berbuat salah)

    Kl lu ga tahu berapa kali lu lahir kembali sebelumnya maka dari mana lu tahu lu sebelumnya pernah dilahirkan? Aneh dan norak…
    dan lagian lahir mati trilyunan kali dibilang sederhana???

    Memang ISLAM yg paling unggul dan jalan yg lurus, xi..xi..xi..

  3. NA,
    panjang lebar komentarmu koq tetep tanpa sanggahan keadilan bagi orang yg tercipta cacat, miskin, sakit2an dll? kenapa? ngga tau jawabannya ya..hehehe..Emang ngga akan ada jawabannya di ajaranmu karena tuhanmu emang omong kosong keberadaannya.

    Panjang lebar berkomentar berlagak telah menemukan kesalahannya, koq ngga ada argumentnya?

    ADA/TIDAK ato bahkan DITEMUKAN/TIDAK awalannya, maka itu TETEP AJA NGGA RELEVAN ato NGGA NGARUH..Karena penyebab mereka yg terlahir cacat/tidak, kaya/tidak, ganteng/tidak, Panjang umur/tidak, dll perbedaannya adalah ditentukan oleh MASAKNYA BUAH PERBUATAN sendiri!

    Itu adalah tolak ukur ketika terlahir kembali di kelahiran berikutnya!

    Trus,
    Tanpa ditunjang kecerdasanmu yg cukup, belum apa2 udah berani2nya meremehkan temuan arkeologis yg umurnya JAUHHHHHHHH lebih tua dari keberadaaan penciptamu sendiri dan memporakporandakan bhw manusia pertama 100% bukan ADAM.

    Hasil ilmu modern yg dilakukan oleh RIBUAN ahli dari latar belakang AJARAN yg BERBEDA [ATHEIS/BUKAN], yang tersebar di > 20 negara, di mana hasil PLRnya malah memporakporandakan tanpa ampun kepercayaan mati 1x tok.

    Kesian deh.

    Btw,
    aksi keunggulan ajaranmu emang ngga ketulungan sih canggihnya ketika menyatakan bumi itu datar dengan langit 7 tumpuk satu diatas yang lainnya dan itupun adanya di atas PUNGGUNG IKAN PAUS.

    O ya, apa sih maksudmu ttg darwinisme? Apakah spt si oon harun yahya katakan yg gegabah mengatakan darwinisme bicara bhw manusia berasal dari kera?

    Silakan.

  4. @Wira j_hana_

    pertama,

    telah terbukti secara meyakinkan, anda sama sekali tidak bisa membuktikan bahwa hipotesa anda layak untuk (bahkan) sekedar dijadikan sebuah hipotesa.

    sebuah hipotesa yg dicipta dari sebuah ketidak logisan dan tidak ada pijakan dalil, tidak layak untuk ditanggapi.
    karena itu bukan sebuah hipotesa, tetapi sekedar igauan aja.

    dan parahnya, karena anda tidak mampu untuk membuktikan kelayakan hipotesa anda sendiri, cara paling mudah untuk mengalihkannya adalah menuduh saya hanya sekedar memaki-maki anda !

    Payah dan sesat !!

    Kedua,

    anda menulis :
    “Buah perbuatan2 sebelum2nya yg mereka lakukan masak! Masaknya buah perbuatan itu teryata cukup menghantarkan mereka terlahir di alam manusia dalam bentuk yg guanteng, jelek, kaya, miskin, sakit2an, sehat, cacat, normal, pandai, bodoh, dst..”

    SAYA :

    Ketika Perbuatan dari kehidupan lampau yg bisa trilyunan kali berpengaruh pada kehidupan sekarang, tentulah diperlukan sebuah system informasi dari data2 amal perbuatan yg dihasilkan dari trilyunan makhluk hidup dari tilyunan kali kehidupan mereka di alam ini.

    Pertanyaan saya :
    1) bagaimana informasi tsb dicatat ?
    2) siapa atau apa yg mencatat ?
    3) dalam bentuk apa dia dicatatat ?
    4) bagaimana mengatur informasi tsb sehingga tidak tertukar pada yg tidak berhak ?
    5) siapa atau apa yg mengatur ?
    6) bagaimana cara informasi yg tercatat itu menemukan kepastian prosesnya ?
    7) siapa atau apa yg menjamin dan menentukan kepastian prosesnya itu ?
    8) mungkinkah dalam perjalanan proses itu ditemukan kesalahan / penyimpangan yg tidak seharusnya ?
    9) kalo ada kesalahan / penyimpangan, siapa atau apa yg harus disalahkan ?

    Dan yg paling penting, bagaimana anda meyakini ada atau tidak adanya system informasi yg seperti itu ?
    bagaimana pembuktian ada atau tidaknya ??

  5. Ketiga,

    Kalo anda bisa menanyakan sesuatu berdasarkan hipotesa yg gak berdasar sama sekali,
    Maka saya juga bisa menanyakan hal serupa sesuai keyakinan anda itu :

    1) Kalo menurut agama anda, kehidupan itu bisa berulang hingga bisa trilyunan kali pada diri seorang individu saja, dan cara mengakhirinya adalah dengan mencapai keadaan nibbana (orang Hindu bilang, tidak bisa tidak harus Moksa)
    Maka akan ada suatu keadaan dimana the last standing man, orang yg paling terakhir hidup, gak menemukan apa2 dan siapa2 lagi sebagai tempat dia beramal kebaikan ataupun keburukan sehingga memungkinkan dia untuk memutus atau melanjutkan rantai reinkarnasinya sendiri.
    Padahal dia belum ingin keluar dari kehidupan dunia (belum punya kesadaran nibbana)
    Dimana letak keadilan dari perancang system reinkarnasi atas kasus seperti ini ???

    2) kalau dalam Islam, keadilan yg memuaskan di mata manusia adalah bila tiap orang membalas serupa dengan yg dilakukan orang lain terhadapnya,
    Sesuai konsep reinkarnasi yg anda yakini, kalo misalnya anda sakit hati karena anak atau istri anda dibunuh orang, bagaimana cara pembunuh itu membayar lunas sakit hati anda, disamping dia harus membayar lunas pula dosa pembunuhan pada korbannya itu sendiri, yaitu anak / istri anda ??
    Bagaimana jika pembunuh tsb keburu sampai kepada keadaan nibbana / moksa atau anda sendiri yg lebih dulu sampai ke keadaan itu, sedangkan anda merasa hutang sakit hati anda belum terbalas, dimanakah letak keadilannya ??

    Yg nomer 1 menanyakan keadilan dari perancang system reinkarnasi
    Yg nomer 2 menayakan keadilan atas pelaku2 dari system reinkarnasi
    Apakah agama anda bisa memuaskan kedua pihak ini dalam hal keadilan ??

  6. SAYA :
    Dengan kata lain, diartikan bahwa awalnya semua orang itu cacat, jelek, pendek umur, miskin, dll yg serba negatif,
    Buah perbuatan2 selanjutnyalah yg membikin ada variasi sehat, tampan, panjang umur, kaya, dll yg serba positif
    Dan kemudian hanya berputar2 seputar masalah itu.

    Jadi dalam Buddha tujuan dari adanya kehidupan ini tidak lain hanyalah mencari sehat, tampan, panjang umur dan kaya saja !
    Tidak lebih dari itu !

    Tujuan yg sangat remeh dalam pandangan Islam !

    Dan pula, dalam konsep reinkanasi tidak membuat orang belajar hidup menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari,
    Karena orang hanya berganti baik dan buruk dalam setiap kehidupan yg dijalaninya saja.
    Itu tandanya mereka gak belajar apa2 dalam kehidupan yg berulang trilyunan kali itu !
    Kasihan mereka gak punya tujuan yg jauh lebih mulia sama sekali !

  7. @wira
    WIRA :
    panjang lebar komentarmu koq tetep tanpa sanggahan keadilan bagi orang yg tercipta cacat, miskin, sakit2an dll? kenapa? ngga tau jawabannya ya..hehehe..

    Saya :
    sudah sy jawab di tulisan awal di artikel ini, contoh sederhana dalam hal sholat bagi orang normal sholat harus berdiri, sedang untuk orang yg cacat kaki tidak ada keharusan ini kan bukti keadilan.

    Kl lu tetap bilang itu ketidak adilan maka lu harus ngakuin jg kl para pegawai kantoran/ pegawai negeri tidak diberi upah dengan adil karena tidak sama besarnya padahal mereka mulai kerja pada jam yg sama dan pulang pada jam yg sama, lu misal punya anak 2 yg satu bayi yg satu sudah remaja lu ga adil krn yg bayi dikasih makan bubur tapi yg remaja dikasih makan nasi. Dan setiap wajib pajak harus dibebani pajak yg sama spy tercipta keadilan.
    Hasilnya kl ajaran budha lu yg dipake yg NORMAL DIANGGAP JADI TIDAK NORMAL.

    Contoh lain :
    lu yg item dan jelek punya anak ganteng, kulit putih kaya bule, mata biru, rambut pirang mirip tetangga bule lu yg ganteng maka sesuai ajaran budha itu krn buah perbuatan sang anak dikehidupan yg lalu..
    Hasilnya kl ajaran budha lu yg dipake yg TIDAK NORMAL DIANGGAP JADI NORMAL.

    ya itu lah kacau balaunya ajaran lu, emang susah ngajarin lu supaya bs mikir bener, pantesan udah trilyunan kali tumimbal lahir ga kecapai-capai juga ke nibana krn masih oon oon jg sampai skrg… (pilih mana lu dibilang gobloknya ga ketulungan krn ga nyampai jg ke nibana atau ajaran tumimbal lahirmu yg salah??)

    btw ilmu modern, ribuan ahli dari berbagai negara, riset dan temuan ilmiah, lu pake untuk nunjukin kehebatan ajaran lu… walah ajaran lu jadi sama aja kaya produk odol,shampo,obat dan buatan manusia lainnya di tv yg juga pake temuan ilmiah, ilmu modern, riset dan ribuan ahli dari berbagai dunia, persis sama semua tekniknya ga ada yg beda… kehebatan ajaran budha lu sama kaya kehebatan odol pepsodent atau shampo clear.. xi..xi..xi.. norak!!!

    Silahkan mencari kebenaran sejati, cari terus jg menyerah di dunia yg sdh kacau balau ini dimana produk sampah yg diiklankan dg sempurna dapat mengalahkan produk yg mujarab.
    Label iso, gelar sarjana, teknik riset tercanggih, temuan modern yg berasal dari barat ternyata saat ini tak mampu menangkal krisis ekonomi yg ada… semua frustasi, jurus andalan telah dikeluarkan, biaya yg besar telah dikucurkan, krisis tak kenal tempat dan waktu, sama dengan malapetaka dan kebahagiaan tak mengenal cacat, sempurna, miskin, kaya, pintar, bodoh dan lainnya.
    silahkan lu ikut gila dg permainan mereka, sy sdh tenang dg ajaran Islamku.

  8. NA dan Binatang,
    Binatang,
    jadi, hanya gara2 ajaran yg lo anut ngga mampu meberikan jawaban, lantas hipotesa di artikel gw cacat, gitu?

    hahahahahaha…

    faktanya adalah selain ajaran lo, bisa tuh memberikan jawaban agar proses hukuman dan pahala itu menjadi adil.

    Hipotesa gw ini cuma alarm sederhana mendeteksi adanya ajaran2 idiot.

    jadi simpen aja ratapan2 anda ya..ngga ngaruh, tau ๐Ÿ™‚

    ttg pertayaan2 1/sd 9,
    Jawabannya bisa lo temukan di sini.

    ttg Pertanyaan lanjutan anda,
    SUDAH triliun, triliun, triliun kali ngga terbilang banyaknya telah berlalunya SESI kehancuran dan terbentuknya semesta ini, Mereka yg mencapai NIBANNA/NIRWANA tidaklah buanyak sekali..sisanya dari mereka HANYA mondar-madir diantara alam bahagia dan sengsara.

    Kenapa?

    Karena tujuan dari ajaran2 yg mampu menjawab pertanyaan ini BUKAN menghindari alam menderita dan mencapai alam bahagia..itu BUKAN TUJUANNYA namun cuma EFEK SAMPINGAN SAJA..karena TUJUAN UTAMANYA adalah mencapai NIBANNA/NIRWANA dengan cara MEMADAMKAN nafsu dan keinginan..

    Sederhana teorinya namun prakteknya justru setengah mampus!

    Pun jika sampe pada contoh esktrim anda dimana tinggal the last standing mahluk [bukan cuma manusia]..maka selama ia ngga bisa memadamkan nafsu dan KEINGINANNYA, Ia akan selalu bolak dan balik di alam bahagia dan menderita..

    Bagaimana agar mendapatkan pengetahuan itu? ya baca lah link di atas.

    jadi,
    jalanya karma dan buahnya itu tidak seperti statement onani anda yaitu hanya “mencari sehat, tampan, panjang umur dan kaya saja!”

    xixixixi…

    makanya daripada sibuk cuap2 ngga mutu cuma menghasilkan stament oon onani di atas mendingan anda baca banyak2 ajaran ini agar tidak lagi berada diposisi bagai katak dalam sumur..

    Btw,
    Surga/neraka yg anda impi2kan di ajaran mu ini bener2 konyol dan kacau balau. Bahkan ketegasan apakah penghuninya sudah ada/belum aja ngga jelas!

    Silakan di periksa di sini dan di sini ๐Ÿ™‚

    NA,
    kalo cara menjawabmu bahwa perbedaan shalat yaitu berdiri/tidak utk yg normal dan cacat maka itu adalah bentuk keadilan..duh..oon kali deh..

    Emangnya 24 jam ini isinya cuma shalat doang? naxixixixi..tuhan anda ini bener2 konyol ya cara pikirnya..xixixi..nabimu aja di dongengkan sampe tawaran..xixixixi

    Temuan arkeologis dan PLR dari RIBUAN AHLI diseantero jagad ini kalo ternyata malah membuktikan kebenaran ajaran NON abrahamic dan mengobrak-abrik ajaran abrahamic..ya jangan marah2 sama gw dong..

    Mestinya lo itu MIKIR gini, “Eh bener juga ya bhw pengetahuan telah membuktikan BUMI itu tidak datar, dunia ini ternyata berusia jutaan taun, manusia pertama adam itu dongeng, banjir nuh itu dongeng, bumi di atas pungung ikan paus itu dongeng..goblok banget ajaran yg gw anut ini ya..tuhan gw pasti cuma bualan, yang bawa ajaran ini dan mengaku2 nabi dengan mengaku dapat wahyu pasti telah MEMBUAL..sialan gw telah ditipu”

    Nah, mestinya kalo lo cerdas gitu lo itu mikir..bukannya malah nyalahin gw!

    Duuuhhh, jaka sembung jeck!

  9. @wira
    sekali lg dan lg contoh sederhana sj lu dah ga mampu liat apalagi yg kompleks…xi..xi..xi..

    Bumi datar, bumi diatas punggung ikan paus kan hanya dongengan dan propaganda dari lu wir, Al-Quran tidak menyatakan seperti demikian, dasar argument lu yg non Al-Quran ga ngaruh dan ga ngefek alias jaka sembung jeck…

    Ngerti arab kagak (sy sampe ketawa baca debat lu sama fean,nerjemahin al-quran aja kaga bisa duh malu-maluin), rujukan Islami pk bahasa inggris, source yg dipake ga kredible, lalu ngecap otentik semua,duuhh jaka sembung lg jeck… hanya orang dungu yg percaya sama lu…

  10. NA,
    Contoh yg kamu berikan itu tidak MEMBANTAH adanya TIDAKADILAN TUHANmu dalam mencipta, itu hanya sekedar saran pada orang2 susah yg tercipta secara tidak adil agar menerima saja ketidakadilan yg diberikan tuhan padanya.

    Membedakan hal sederhana ini saja anda ngga mampu, ya pantas saja kemampuan anda cuma sekedar cuap2 daripada menjawab.

    NA:
    Bumi datar, bumi diatas punggung ikan paus kan hanya dongengan dan propaganda dari lu wir, Al-Quran tidak menyatakan seperti demikian, dasar argument lu yg non Al-Quran ga ngaruh dan ga ngefek alias jaka sembung jeck..

    Gw:
    Ah masa sehhhh, malu ya baca ternyata bumi datar di sebutkan TELAK di ajaranmu sendiri [AQ, tafsir hadis,ulama].
    Utk, Bumi di atas punggung ikan PAUS, bahkan 9 REFERENSI berikut ARABnya [termasuk ucapan nabimu] + translatetannya bersepakat ttg itu..xixixixi…ajaran koq kaya gini seh?..:)

    O ya, tinggal klik link2 yg ada didalam itu dan silakan cross check sendiri..gak ada tipu menipu..tertulis apa adanya ๐Ÿ™‚ hehehehe..

  11. @wira
    sekali lg sebenarnya yg cuma sekedar cuap-cuap kan lu wir, krn kenyataannya lu 100% ga bs njelasin gmn sih spy Tuhan adil.. dan konsep ajaran tumimbal lahir lu yg dipake untuk menjelaskan keadilan knp bentuk dan nasib manusia beragam malah tambah bikin dunia jd kacau balau, morat marit ga karu-karuan…
    Kl emang tumimbal lahir benar benar ada harusnya ada orang negro bisa melahirkan orang bule atau lebih ekstrim lg manusia bisa melahirkan binatang dan binatang bs melahirkan manusia,dan hal tsb haruslah banyak terlihat..

    Sy sudah liat sebentar link yg lu kasih, nih sy ajarin DIKIT lu bahasa arab biar ga kurang ajar..
    arti kata “baarizatan” di artikel lu yg dengan dungunya lu ambil kesimpulan bahwa bumi itu “datar” versi Al-Quran (QS.18:47) berasal dari akar kata (b)-ba (r)-ra (z)-za yg artinya “muncul” (kl ga percaya ketik aja pk google translate/terjemahan) dan kt tsb muncul beberapa kl di Al-Quran spt di QS.79:36 “burrizati” yg diartikan “memperlihatkan” dg jelas kpd yg bs melihat, QS.40:16 “baarizuu” yg diartikan “keluar” dari kubur shg tak ada yg tersembunyi dihadapan Allah, QS.14:21 dan QS.14:48 “barazuu” yg diartikan berkumpul dihadapan Allah.. jd disinilah sebab mengapa tulisan Al-Quran dlm bahasa arab tetap dimunculkan dlm dunia Islam krn suatu kata dr satu bahasa belum tentu dapat menerjemahkan secara tepat dan akurat kata dlm bahasa lain.

    Jd sekali lg argument lu ga ngaruh dan ga ngefek, dan lg lg cuap-cuap lu nerangin ajaran Islam kaya anak umur 3-4 tahun aja… kursus dl geh biar ga norak, aku kasihan sama lu and lebih kasihan lg sama orang-orang yg ngagumin artikel lu… yg nulis oon, yg ngagumin oon kuadrat (pangkat 2)

  12. Na,
    saya tetep ngga liat ada komentarmu yg menjawab keadilan tuhanmu dan juga tidak juga ada komentar bermutu darimu yg mampu membantah keadilan kelahiran berulang.

    ttg baarizatan [ุจูŽุงุฑูุฒูŽุฉู‹], kamu mo goblok2in sapa lagi? buka aja TERJEMAHAN INDONESIA yg diterbitkan DEPAG ada tertulis kalimat:

    [18:47] Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar [baarizatan,ุจูŽุงุฑูุฒูŽุฉู‹] dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.

    kalo kamu ngga percaya terjemahan utk 18:47 adalah DATAR utk “baarizatan” juga BUKA link INI, dari IBN KATHIR yg menulis, “leveled PLAIN” ato di KAMUS webster MULTI BAHASA ini ttg AQ 18:47,tertulis bahasa indonesia dan inggris yg sama yaitu “DATAR” dan “LEVELED PLAIN”

    btw, kata “bisa” dalam bahasa indonesia artinya aja 2, yaitu racun dan dapat.

    Jadi,
    gw emang gak boongin lo..kalo lo MALU ama ajaran lo sendiri dan ngga mo nelen lagi..muntahin aja dan buang ke tong sampah.

    Kalo lo masih mo nelen dan tenggelam dalam ke dogolan yg sama..ya itu sih masalah lo sendiri bukan gw.

  13. @wira
    he..he.. he.. kayanya lu emang bener-bener tulen oon nya, dan kelihatan banget artikel di blog lu ini bkn lu sendiri yg nulis, coba di cek lg diartikel lu ttg bumi datar, bukankah disitu ditulis kaidah untuk menafsirkan ayat Al-Quran :
    1. Pake ayat Al-Quran yg lain…
    Sy dah liatin tuh ke muka lu aya-ayat Al-Quran lainnya yg pake kata yg sama,knp ga mau nerima?? inikan plintat-plintut yg ga ketulungan!!

    Lagian untuk mengerti arti bahasa arab seseorang haruslah mengerti apa itu kata akar dan sekali lg hal itu tertulis jg diartikel lu disana, dgn contoh ka-ta-ba yg bs membentuk kata “kitaab” (kitab/yg ditulis), “kaatib” (penulis), “maktab” (tempat menulis/kantor) dimana seseorang baru akan dapat memahami arti suatu kata secara luas apabila dia memahami kata akar.

    btw kata “bisa” yg lu terangin ga nyambung jeck untuk njelasin kata akar bahasa arab, lg -lg jaka sembung bawa golok….

    Link yg lu kasih hanyalah terjemahan umumnya saja. walah.. repotnya njelasin bahan kuliah ke anak tingkat tk kaya lu..
    Jangan salahin terjemahannya krn terjemahan umum jg ditujukan untuk bahan bacaan anak TK dan SD, malulah kl bikin artikel ilmiah pknya terjemahan umum.

    Trus ttg keadilan Tuhan sdh di jawab sama fean bahwa manusia tidak akan pernah bisa menilai keadilan Tuhan, tetapi bukti Tuhan itu adil ada, banyak orang cacat yg tidak terima dan tidak bersyukur dg keadaanya ttp banyak pula dari mereka yg menerima dan tetap bersyukur… Dan siapa bilang semua orang kaya dan rupawan bersyukur dg keadaanya, banyak pula diantara mereka yg merasa kurang dan tidak bersyukur serta mengalami depresi… sangat picik mata lu kalo tidak bs melihat hal tersebut.
    Pake logika dgn baik jeck.. kl bentuk lahiriyah seperti ketampanan, kesempurnaan tubuh, kepandaian, keburukan, kecacatan dll yg digunakan sebagai bukti tumimbal lahir dan hasil perbuatan dikehidupan yg lalu, harusnya lu bikin kesimpulan dong di artikel from zero to hero ttg kelahiran kembali dalai lama, wow dia pasti orang yg mempunyai tingkat kesucian yg tinggi tp ternyata pas dilahirkan lg mengapa bentuk bayinya tidak lebih lebih bagus dari bayi orang ras eropa yg berkulit putih dan bs bermata biru, orang normal aja pasti ngakui kalo secara fisik orang ras kulit putihlah yg paling rupawan sedang ras orang negro yg paling berantakan sampai-sampai dijadika budak sama orang kulit putih.
    Kl otak lu masih waras hrsnya lu punya pemikiran seperti itu, orang eropa adalah orang-orang yg kehidupan di kehidupan masa lalunya adalah orang-orang yg terbaik prilakunya dan orang suci, sedang orang negro kebalikannya jd pantas kl dijadikan budak.. (atau jangan-jangan biang keladi perbudakan dari ajaran budha ya)
    sekali lg ajara budha lebih mirip dg ajaran kristen, yg satu biang keladi manusia berasal dari kera yg satu biang keladi perbudakan.

  14. NA,
    1 LINK yg gw sampaikan justru BERASAL DARI KALANGAN lo SENDIRI. Mereka ini NGERTI BUANGETTTT bhs ARAB dan menggunakan tafsir IBN kathir utk AQ 18:47

    Nah, ternyata mereka juga menuliskan terjemahan baarizatan [ุจูŽุงุฑูุฒูŽุฉู‹] adalah “leveled PLAIN”.

    BAHKAN terjemahan QURAN dari DEPAG [baca: DEPARTEMEN AGAMA] sendiri menuliskan artinya adalah “DATAR”

    So, yg lo mo goblok2in itu sapa lagi kecuali dirimu sendiri?

    Gw dah ngasi tau secara alus..kalo kata “bisa” aja punya 2 arti, yaitu DAPAT dan juga RACUN..ya tergantung KONTEK lah dalam menuliskannya.

    Ngerti?

    Ya udah deh gini aja sekarang gw demosntrasikan,jika di tulis pake kata MUNCUL,MEMPERLIHATKAN,KELUAR,BERKUMPUL spt saran lo, maka artinya malah jadi KOCAK dan aneh:

    [18:47] Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat

    bumi itu MUNCUL ๐Ÿ™‚
    bumi itu MEMPERLIHATKAN ๐Ÿ™‚
    bumi itu KELUAR ๐Ÿ™‚
    bumi itu BERKUMPUL ๐Ÿ™‚

    dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.

    udah? yg spt ini yang lo MAU PAKSAKAN?

    Kalo Ya, silakan KOMPLAIN ke DEPAG dan bukan ke GW.

    aneh banget lu ini..udah ngamuk2 ngga jelas..eh, salah alamat pula.

    mikir!

  15. @wira
    wir.. wir.. lg.. lg.. dogol lu keluar…
    sekarang coba kl demonya dibalik kata DATAR dipake untuk ngartiin ayat yang lainnya yg tlh sy sebutin, artinya jg jd KOCAK dan aneh kan.
    Sebenarnya bukan AL-QURANnya yg kocak dan aneh tp lu wir yg kocak dan aneh…

    lu yg ngasih link Ibnu Katsir tp lu sendiri ga ngerti apa yg lu kasih, nih aku copas di tafsirnya Ibnu Katsir yg lu kasih di hal 79:

    (and you will see the earth as a leveled plain,)

    “meaning clear and open, with no features that
    anyone may recognize and nothing for anyone to
    hide behind. All creatures will be visible to theirLord, and not one of them will be hidden from Him”

    Mujahid and Qatadah said,(and you will see the earth as a leveled plain),
    “No one will be hidden or absent.”

    Qatadah said,
    “There will be no buildings and no trees.”

    nah Ibnu Katsir sendiri ngga bilang “baarizatan” adalah leveled plain, dia hanya mengartikan seperti yg diberi tanda petik (“), nah.. ngerti ngga?? mikir!!!

    Di link kamus webster yg lu liatin jg kaga ada arti LEVEL dlm bahasa arabnya adalah baarizatan atau (b)-ba (r)-ra (z)-za, tapi kl lu ketik emerged lu akan liat di arti arabicnya ada tulisan “baraza” yg artinya (surface, jut, outcrop, appear, appeared) dan “barraza” yg artinya (display, emerge, excrete, clear, cleared)

    sekali lg kl lu hanya pk patokan terjemahan DEPAG lu hanya kelas tk.. mikir.

    nah kedepan ga usah nulis-nulis ttg Islam kl msh cetek ilmunya, nulis aja ttg ajaran lu yg pondasinya aja ttg tumimbal lahir masih belepotan dan banyak menimbulkan keanehan seperti yg sy tulis diatas, kalo lu bisa kasih jawaban yg baik sy akan hormati lu…

  16. Lg kemana wir…???
    Knp belum di jawab-jawab pertanyaan sederhana saya??? sudah 1 minggu lebih!!! apa emang ga bisa jawab???

    Kl lu ga bisa jawab TERBUKTI SUDAH BAHWA AJARAN TUMIMBAL LAHIR HANYALAH BUALAN GOMBAL, KARENA SANGAT TIDAK COCOK DENGAN HUKUM ALAM DAN LOGIKA BERPIKIR SEHAT MANUSIA.
    Sudah selayaknya ajaran tsb dibuang dan dilupakan karena KEBENARAN yang diajarkan tidak lebih dari sekedar DUSTA dan KEBOHONGAN.
    Dan tetap mempertahankan paham tsb adalah suatu KESESATAN YG NYATA.

    Maka benarlah apa yg tertulis di QS.3:85 “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”

  17. Lg kemana wir…???
    Knp belum di jawab-jawab pertanyaan sederhana saya??? sudah 2 minggu lebih neh skrg!!!

    Kepada para fans atau pengagum-nya wira juga boleh kl mau jawab…
    DIPERSILAHKAN… JAWABLAH, JIKA KALIAN MEMANG TERMASUK ORANG-ORANG YANG BENAR…

  18. Menurut ajaran yang dianut Pak Wirajhana, orang yang lahir miskin, cacat, penyakitan, jelek, dan lain-lain akan dianggap sebagai pelaku kejahatan di kehidupan lampaunya. Dengan demikian, orang-orang yang patut dikasihani seperti itu, justu dilabeli sebagai “belas pelaku kejahatan.” Padahal seandainya kelahiran kembali itu ada (sekali lagi seandainya), mereka tak mengetahui kejahatan apa yang sudah dilakukannya di kehidupan lampau. Lalu di mana letak keadilan ajaran seperti ini? Hanya karena lahir kekurangan dibandingkan orang lain, maka belum apa-apa sudah dilabeli sebagai “pelaku kejahatan”?

    Ajarah seperti ini jelas tidak ada KASIH. Bagaimana menurut pandangan Kristiani. Umat Kristiani menerima dengan iman bahwa Allah adalah KASIH. Ini adalah prinsip yang harus diterima oleh umat Kristiani. Ada banyak penjelasan dari kaum teolog mengenai asal muasal penderitaan manusia. Namun, kuncinya adalah semua itu merupakan MISTERI ILAHI (Mysterion Dei). Manusia dengan pemikirannya yang hanya terbatas (termasuk Pak Wirajhana) jelas sekali tak akan sanggup memahaminya. Ibarat anak TK diberi pelajaran Calculus. Begitu pula asal muasal adanya orang miskin, cacat, dll semuanya adalah misteri ilahi. Diberi penjelasan pun tak akan terbayangkan karena itu adalah MISTERI ILAHI.

    Semua penderitaan itu masuk ke dunia ini karena ada dosa (amartia). Karena Allah itu Kasih maka, Ia mengutus puteraNya yang tunggal agar membebaskan manusia dari belenggu dosa tersebut. Sebenarnya kalau setiap orang mau menerima DIA, maka dengan segera dunia ini akan menjadi seperti surga. Namun yang terjadi manusia justru melempariNya dengan batu dan menyalibkanNya. Sungguh tragis!

    Dalam Kitab Wahyu dijelaskan dengan gamblang sesudah penuaian terakhir dan muncul Yerusalem Baru, maka SEMUA ORANG AKAN BEBAS KELEMAHAN FISIK. TIADA LAGI RATAP TANGIS DAN AIR MATA. Itulah memang yang dikehendaki Tuhan bagi manusia. Semuanya kelak akan bebas dari semua penderitaan itu. Dan Dia akan memerintah sebagai Raja. HALELUYAH. Semua yang percaya katakan YA DAN AMIN!

    Ingatlah saudaraku Wirajhana, penuaian terakhir hampir tiba. Bacalah tanda2 zaman.

    Alexius Sukardi

  19. Dear pak alex dan teman2 pembaca.

    Menurut saya salah satu syarat artikel yang baik adalah artikel yang ada pembandingnya dan pembanding haruslah suatu yang universal dan diakui benar oleh khalayak ramai. Seperti misalnya nalar, akal sehat, logika, dan ilmu pengetahuan (riset, thesis, penelitian, sejarah, dll).

    Dan menurut saya sebagian besar artikel yang ditulis oleh pak wira masuk kedalam kategori tersebut. Pak wira membandingkan ajaran dari masing2 agama dengan logika, akal sehat dan penelitian dengan membawa refrensi2 ilmiah.

    Jika tanggapan yang dibawa langsung membandingkan ajaran yang anda anut dengan ajaran yang dianut pembaca lainnya tanpa melalui pembanding universal yaitu logika, refrensi ilmiah dll maka sama saja kita membahas pepesan kosong yang tidak ada habisnya. Ujung2nya yang kita dapat bukan kebenaran melainkan permusuhan.

    Sebaiknya andapun dalam menanggapi membawa ajaran anda (dengan segala sumber dari ayat kitab suci, sejarah, dll). Dan dibandingkan dengan pembanding seperti yang dimaksud diatas sehingga kami sebagai pembaca baik yang seagama maupun berbeda agama dengan anda dapat menangkap dan mengerti maksud kata2 anda tanpa harus merasa defensif membela agama kami masing2.

    Salam damai.

  20. Buat herwitz :
    Kamu belum paham soal hukum karma ya.. banyak yg salah kaprah soal hukum karma. Dipikirnya kita membunuh, maka akan dibunuh, kita menampar maka akan ditampar. Tidak sekaku itu. Hukum karma hubungannya antara benih dan buah, bukan benih sama benih. Sebab dan akibatnya tidak sama persis, hanya sama karakternya saja. Mungkin permainan catur bisa sedikit memberi gambaran kecil untuk memahami karma..
    Hmm tapi gpp, kyk nya saya ngerti maksud pertanyaan kamu. soal tanpa awal tapi ada akhir itu. Sebelum lanjut, perlu ditegaskan bahwa kita tidak akan memahami nirvana sebelum mencpai kesucian. Jadi mengatakan nirvana itu adalah akhir dari suatu kekekalan adalah premature conclussion

  21. To Wirajhana eka,salam hormat.

    Utk merasakan keadilan sejati dari Tuhan bukan dinilai pada miskin-kaya,jelek-ganteng dll.Semua contoh itu hanyalah keseimbangan dalam penciptaan. Di dalam AQ sudah dinyatakan segala sesuatu itu diciptakan berpasang2an. Apabila salah satunya musnah(tdk ada) maka yg lainnyapun akan musnah(tdk ada).
    Contoh: Apabila MISKIN tdk diciptakan dari mana pembanding KAYA ? Bisakah dikatakan KAYA kalau tidak ada MISKIN?

    Kalau anda merasa ganteng..ganteng dari siapa..kalau tidak ada jelek.

    Itulah namanya keseimbangan.

    Jadi kalau anda mencari dan ingin merasakan keadilan Tuhan. Contoh perbuatannya adalah:
    Ketika anda menjadi orang ganteng janganlah anda hina orang yg jelek tetapi sanjunglah mereka dengan kelebihan mereka,maka sijelek juga akan menyanjung anda dengan kelebihan anda.Itulah keadilan.

    Tidak ada manusia yang sempurna,yang sempurna hanya Tuhan sendiri,oleh kerena itu dikatakan Dia itu Esa.

    Utk jawaban hipotesis anda:
    Apabila anda ingin menghitung adil atau tidaknya Tuhan terhadap manusia yg sudah meninggal yg berbeda masa,maka anda harus mengetahui.. ANGKA BERAPAKAH ANGKA TERAHIR ?

    Utk saudaraku yg seiman:
    Artinya : “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Al-An'am : 108)

    Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya : Allah -ta'ala- MELARANG Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- dan orang-orang yang beriman untuk menghina tuhan-tuhan agama lain. Walaupun didalamnya terdapat kebaikan, akan tetapi itu akan menyebabkan keburukan yang lebih besar, yaitu mereka akan balik menghina Allah yang tidak ada Tuhan yang patut diibadahi selain dari-Nya.

    Jadi dalam Islam, DILARANG untuk menghina sesembahan agama lain beserta agama mereka dan ummat mereka, walaupun mereka menghina agama Islam, Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam-, dan Allah. karena ketika mereka menghina, berarti mereka belum mengetahui. Doakanlah mereka agar mereka diberi pengetahuan akan hal ini. Tanggapilah sebuah hinaan dengan kesabaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s