Anjing!

Apa anjing ini tahu?

Seorang teman saya suatu hari pergi menemui kepala sebuah negera bagian dari sebuah Negara. Ketika ia bersama seorang guru Hindu berjalan di pelataran istana kepresidenan, seekor anjing besar yang berwajah garang menggigit dan merobek cawat dari teman guru Hindu-nya itu. Anjing itu menggonggong keras-keras dan memojokkannya ke dekat tembok.

Sekarang … guru yang punya reputasi mampu menjinakkan harimau-harimau dengan satu kerlingan mata saja itu, tetapi tak mempan bagi anjing-anjing itu, mulai memanggil-manggil teman saya untuk berbuat sesuatu.

“Ah …anjing yang menggonggong tidak akan menggigit”, kata teman saya menenangkannya.

” Ya …saya pun tahu itu, hampir semua orang tahu itu,” sahut guru itu, “tapi apa anjing ini tahu?”

________________________

Disadur oleh Gung Wah dari: “Sufism Sufi Stories as told by Idries Shah ” yang di adopsi dari
http://www.katinkahesselink.net/sufi/

“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””
Bagi kesadaran, kematian tanpa arti. Bagi ketidak-sadaran, kehidupan tanpa arti.
~anonymous 050106.
“”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””

Sumber:
http://groups.yahoo.com/group/BeCeKa/message/9428

Bagaimana dengan anjing yang lain?

“Jangan takut nak, anjing menggonggong tidak menggigit”.Sorang ibu menenangkan anaknya saat ada anjing menggonggong didepannya anak:

“Benar bu, kemarin teman saya digigit anjing itu juga ketika dia sedang tidak menggonggong”.

****

Guru ngaji: “Jangan takut saudara-saudara sama anjing peliharaan tetangga sebelah. Ada peribahasa ‘biarpun anjing menggonggong kafilah tetap berlalu”

jawab para santri:”Pak ustad kami datang ke sini untuk belajar iqra, bukan untuk berdagang”.

****

Nasrudin berteriak: “Awas anjing!!, awas anjing!, tolooooong, toloooong”

Tetangga:”Memangnya anjing kami ke sini lagi, mulah? biasanya dia pasti menggonggong, setiap anda usir”

“Mana bisa dia sekarang menggonggong, dia menggigit sapu tangan saya dan dibawanya pergi”

“Tenang mulah,dia pasti pulang ke rumah, nanti saputangan mulah akan kami cuci sampai hilang najisnya dan kami kembalikan pada mulah!”

“Saya tidak ingin saputangan yang sudah kumal itu!”

“Lalu kenapa mulah teriak minta tolong?”

“Roti sama keju untuk sarapan saya, ada di dalam lipatan saputangan kumal itu”.

****

Seseorang datang kepada guru zen untuk minta nasehat bagaimana mengatasi kelakuan jelek isterinya:

“Mohon guru menasehati saya bagaimana mengatasi kelakuan isteri saya yang sudah keterlaluan, padahal saya sudah tumpahkan sepenuhnya cinta kasih saya”.

Guru Zen: “Apa kamu punya anjing di rumah?

“ya”

“Kalau begitu Jangan kamu memberi pelajaran yang sama tentang cinta kasih dan pelajaran bertabiat baik kepada setiap makhluk”.

Sumber:
http://groups.yahoo.com/group/BeCeKa/message/9438

Berhati-hatilah memarahi Anak-anak!


Ini adalah kisah tragis, dimana sebuah keluarga dalam satu hari kehilangan dua orang anaknya! Seorang anak mati kehabisan darah dan yang satunya mati terlindas mobil.

Sebuah keluarga bahagia dengan 2 orang anak, yang bungsu adalah laki-laki berumur 3 tahun dan yang sulung adalah perempuan berumur 5 tahunan. Keluarga tersebut mempunyai seorang Pembantu/Pengasuh yang bekerja dan tinggal di rumah mereka.

Setiap keluarga didunia ini pasti mempunyai cara-cara tertentu yang menjadi kebiasaan dalam memberikan pengertian kepada anak-anak mereka entah itu dalam hal tindakan, contoh-contoh atau ucapan-ucapan saat memberikan “ancaman” agar menghentikan prilaku-prilaku yang tidak dikehendaki. Untuk keluarga ini, terlontar kata-kata: “Kalau ngompol terus, nanti dipotong tititnya!!”

Mungkin kata-kata tersebut sering terlontar dari mulut seorang pembantu/pengasuh (atau bahkan mungkin orang tuanya) ketika memarahi/menghukum/mengancam anak laki-laki yang masih berumur 3 tahunan.

Suatu ketika, pembantu/pengasuh tersebut pergi sebentar membeli sesuatu dan meninggalkan ke-2 anak majikannya di rumah dan anak lelaki kecil itu ditinggalkan dalam keadaan tertidur.

Ketika si adik mengompol dalam tidurnya, Si kakak seketika mengambil pisau dan memotong titit si adik. Akibatnya darah segera mengucur tidak ada henti dari titit adiknya. Saat si pembantu datang dan mengetahui hal ini maka bukan main shoknya Ia!

Ia segera melaporkan kejadian ini kepada majikannya. Sementara si kakak, karena takut dimarahi, Ia sudah lari bersembunyi.

Ketika siorang tua melihat kondisi si bungsu, dengan darah berhamburan kemana-mana, maka paniklah Ia! Saat itu tidak ada satupun urusan dimukabumi ini yang hendak dilakukannya kecuali segera membawa si bungsu ke rumah sakit! Dengan segera ia mengambil kunci mobil dan mengangkat si Bungsu kedalam mobilnya, menghidupkan mobil dan segera tancap gas untuk dibawa kerumah sakit.

Si kakak yang sangat ketakutan atas perbuatannya, saat itu, justru tengah bersembunyi di kolong mobil….terlindas dan mati seketika itu juga!.

Sungguh …mengenaskan…!!!


***

Cerita ini merupakan kisah nyata, tetangga dari kakak Wyat.

***

Hikmah dari cerita ini adalah hindari berkata-kata kasar, mengancam, menghukum, dan hal-hal negatif di hadapan anak-anak.


—————

Di ubah seperlunya dari email kiriman:
wyat