Bhavisya Purana: Purana Hindu Yang Meramalkan Kedatangan Muhammad..


Konon Muhammad SAW diramalkan di kitab hinduism. Satu-satunya tempat yang memungkinkan adanya kejadian ini HANYALAH di kitab non Sruti, yaitu di: Bhavishya PURANA, selain dari ini tidak ada.

  • Text Sanskrit: [di sini dan di sini[1]]. Untuk TERJEMAHAN DALAM BAHASA INGGRIS:

    [Stephen-Knapp, Sulekha, Astrojyoti, Bhavishyapuran.Blogspot, wikiislam dan HareKrishna]
    VS
    Zakir Naik

    Klaim Zakir Naik ini BUKANLAH IDE ORSINILnya, Klaim ini, Ia CURI dari Abdul Haque Vidyarthi Qadiyanidi (1888-1977), MURID pendiri AHMADIYYA (Mirza Ghulam Ahmad, Nabi terakhir Islam). Klaim ini ada di buku “Mohammad in world scriptures“, Vol III, Ed. ke-2, hal. 1106-1109. [Lihat perbandingan tulisan antara: Zakir Naik vs Abul Haque]

    Umat Islam seluruh dunia telah menganggap Ahmadiyya (dan keIslaman Abdul Haque) 100% sesat dan 100% bukan islam, namun untuk ide klaim seperti ini ternyata mereka tidak dianggap sesat malah disirkulasikan ke berbagai tempat tanpa malu-malu 🙂

    Sementara itu,
    Zakir Naik sendiri tampaknya kebingungan untuk memutuskan apakah Veda itu wahyu Allah SWT atau bukan 🙂

      “Tidak ada tulisan di quran atau di hadis menyebutkan wahyu dikirim ke India. Karena nama veda atau seluruh kitab hindu tidak ditemukan di quran dan hadis, seseorang tidak dapat dengan yakinnya mengatakan bahwa itu bukan wahyu tuhan. Itu mungkin wahyu tuhan atau bukan wahyu tuhan” – Zakir Naik

    Seorang yang mengaku muslim tulen, malah TIDAK MAMPU membuat keputusan sepele: Apakah Veda wahyu Allah SWT atau bukan? 🙂

    Ini bukan hal yang mengherankan, karena Ia juga dikenal luas sebagai orang yang tidak memahami apa yang dibicarakannya sendiri, misal video di bawah, telak ditemukan 25 kesalahan statemennya hanya dalam waktu 5 menitan saja (tentang darwinisme dan evolusi).

    Aksi Zakir naik terhadap sesama Islam pun tidak kalah menarik, diantaranya: mengkafirkan guru-gurunya sendiri (Ahmad Deedat dan Israr Ahmad), juga sumber pembiayaan dakwahnya (dari Saudi arabia) dan bahkan puluhan fatwa bagi dirinya bahwa Zakir Naik Musyrik dan kafir, lihat: di sini

    Di bawah nanti,
    anda akan temukan kutipan sample terjemahan mereka dan juga, saya coba lakukan terjemahan sendiri agar anda dapat membandingkan dan memutuskan sendiri klaim terjemahan manakah yang lebih sesuai: apakah versi muslim atau bukan 🙂

  • Lho Koq Muhammad ada di Kitab Hindu Buddha??
  • Bhavishya Purana: Benarkah Yesus pergi Ke India?
  • Koq..di Purana Hindu bisa muncul Adam, Nuh, Isa, Muhammad sampe Ke Ratu Victoria??!

————-
Prolog “Bhavishya Purana” Pratisarga Parva III 3.3.5-27:

    Suta Gosvami berkata: Dinasti raja Shalivahana, terdapat 10 raja yang pergi ke surga setelah berkuasa lebih dari 500 tahun. Kemudian di bumi secara perlahan lahan terjadilah kemerosotan moral. Saat itu adalah masa pemerintahan raja Bhoja, raja ke-10 di bumi. Ketika ia melihat hukum moral dan tingkah laku merosot, Ia perintahkan Kalidasa dengan membawa 10.000 tentara menalukkan seluruh penjuru negaranya. Ia menyeberang sungai Sindhu menaklukkan gandharas, mlecchas (Kaum barbar, lihat definisi di bawah), shaka, kasmiri, narava dan satha. Ia menghukum mereka dan mengumpulkan sejumlah besar kekayaan. (Note: Terjemahan dari sini)

————-

PratiSarga: Part III:3,3 5-8

mahamadh ithi khayat, shishya-sakha-samniviyath
(nu phasa) mahadev marusthal nivasinam.
(5)
(Mahamada demikian disebutnya, bersama murid-pengikut/temannya
[senjata (Ganesha)] Mahadeva bersemayam di padang pasir)

bhojne mahadevthe snanya-pya panch-gavua samnivithya
chandan-adhi bhirmav-charya tuvach mansa haram (6)
(Mempersembahkan pada Mahadeva memandikannya dengan 5 persembahan untuk memohon
ramuan kayu cendana, dll)

bhojraj ucchav: namaste girijanath-marusthal-nivasine
tripurarsur-nashav bahu-maya pravathiney
(7)
(Raja bhoja berkata: Hormatku yang mulia girija (parvati) yang bersemayam di padang pasir
penghancur Asura[2] Tripura[3], pelindung segala ilusi)

malecha dharma shav sudaya sat-chit-anandaya swarupye,
tva ma hi kinkare vidhii saranaghatham
(8)
mleccha[4] dharma menghasut pemberi persembahan. Pemilik pengetahuan abadi dan kebahagiaan,
pelayanmu mohon perlindunganmu)

(Klik!!) Untuk lihat terjemahaan versi: Abdul Haque/Zakir Naik, SULEKHA, Stephen Knapp/Hare Krishna dan BhavishyaPuran

  • Abul Haque (Ahmadiyyah)/Zakir naik (Salafi):

    “A malecha (belonging to a foreign country and speaking a foreign language) spiritual teacher will appear with his companions. His name will be Mohammad. Raja (Bhoj) after giving this Maha Dev Arab (of angelic disposition) a bath in the Panchgavya and the Ganga water (i.e. purifying him of all sins) offered him the present of his sincere devotion and showing him all reverence said, “I make obeisance to thee. O ye! The pride of mankind, the dweller in Arabia, Ye have collected a great force to kill the Devil and you yourself have been protected from the malecha opponents.”

    (Malecha (adalah sebuah negara asing dan yang berbahasa asing) Pemimpin spiritual akan muncul bersama para pengikutnya. Namanya nanti adalah Mohammad. Raja (bhoj) setelah memberikan Maha deva arab (bentuk malaikat) permandian dengan 5 pesembahan dan air ganga (misal: membersihkan segala dosa) mempersembahkan padanya persembahan dari ketulusan hatinya dan menunjukan seluruh penghormatan berkata, “Aku menyembahmu. Oh! kebanggaan umat manusia, yang bersemayam di Arabia, Engkau telah mengumpulkan kekuatan besar untuk membunuh IBLIS dan engkau sendiri terlindungi dari para musuh Maleccha”)
  • Sulekha:

    popular in here muhamad, with diciples and friends.
    `
    lord of all arts mahadev[shiva], situated in desert!
    king bhoj bathed mahadeva with punch-gavya[ 5 products of cow]
    sandelwood etc,. within his mind.
    bhojraj devotionally said: namaste o’ girijanath [shiva] situated in desert,
    o’ destroyer of tripura-demon with all illusion, thy form of Truth, Consciousness, Bliss, untouched by malecha-dharma, i’am in thy protection.


    (Dikenal di sini Muhammad, bersama murid dan pengikutnya.
    Tuhan segala ilusi Mahadev[Shiva], bersemayam di Padang pasir!
    Raja Bhoj memandikan Mahadeva dengan punch-Gavya [5 produk sapi]
    sandal kayu etc,…didalam pikirannya.
    Raja Bhoj secara khusyuk berkata: Yang terhormat O Girijanath [Shiva] bersemayam di Padang pasir,
    O’ pemusnah Iblis-Tripura dengan segala tipuan, Wujud-Mu adalah Kebenaran, kesadaran, berkat, taktersentuh Malecha-Dharma, Aku dalam perlindunganMu)
  • Stephen-Knapp/HareKrishna:

    ..meets Mahamada [some say this is Mohammed], the preceptor of the mleccha-dharma [religion of the mlecchas], who had arrived with his followers. Thereafter, however, the King went to worship the image of Lord Mahadev, the great god Shiva, situated in the marusthal, desert. King Bhoj bathed the image of Shiva with Ganges water and worshiped him in his mind with panchagavya (the five purificatory elements from the cow, consisting of milk, ghee, yogurt, cow dung, and cow urine), along with sandalwood paste, etc., and offered him, the image of Shiva, sincere prayers and devotion. King Bhoj prayed to Lord Mahadev, “O Girijanath who stays in the marusthal (land of deserts), I offer my prayers to you. You have forced maya [the illusory energy] to destroy Tripurasur [the demon Tripura]; but the mlecchas are now worshiping you. You are pure and sat-chit-anand swaroop [eternal knowledge and bliss]. I am your sevak [servant]. I have come under your protection.”

    (..bertemu Mahamada [beberapa berkata ini adalah Muhammad], Penggagas dari mleeccha-dharma [agama dari mleccha], yang tiba bersama para pengikutnya. Kemudian, namun, raja berdoa pada bentukan Tuhan Mahadev, Tuhan Siwa yang Agung, bersemayam di murusthal, padang pasir. Raja Bhoj memandikan bentukan Siwa dengan air ganga dan melakukan bentuk penghormatan padanya dalam pikirannya dengan panchagavya (5 elemen penyucian dari sapi, terdiri dari susu, keju, yoghurt, tahi sapi, dan kencing sapi), juga ramauan sendal kayu, dst., dan mempersembahkan padanya, bentukan Shiva, dengan doa yang tulis dan khusyuk. Raja Bhoj berdoa pada tuhan Mahadev, “O Girinath yang bersemayam di marusthal (area padang pasir), Ku persembahkan doaku padamu. Engkau memaksa Maya (enegi ilusi] memusnahkan tripurasur [Iblis Tripura]; namun para mleccha sekarang memujamu. Engkau murni dan sat-chit-anand swaroop [Pengetahuan abadi dan berkah]. Aku adalah sevak [pelayan]-Mu. Aku datang mohon perlindunganmu.”)
  • Bhavishyapuran.Blogspot:

    Shri Suta Gosvami said: …along with Mahamada (Muhammad), the preceptor of mleccha-dharma, and his followers to the great god, Lord Shiva, situated in the desert. He bathed Lord Shiva with Ganges water and worshipped him in his mind with pancagavya (milk, ghee, yoghurt, cow dung, and cow urine) and sandalwood paste, etc. After he offered some prayers and pleased him.

    (Shri Suta Gosvami berujar: ..bersama dengan Mahamada (Mohammad), seorang peng-gagas Ajaran mleccha-dharma dan para pengikut Raja menghadap kepada Tuhan yang Maha Besar, Siwa, lokasi di Padang pasir. Raja melakukan Puja dan menyenangkanNya, Ia permandikan Dewa Siwa dengan air suci Gangga dan memujaNya dalam pikiran dengan persembahan pancagavya (susu, ketimun, yoghurt, tahi hewan lembu, dan air kencing lembu) dan ramuan kayu cendana, dll).

PratiSarga: Part III:3,3 9-13

suta uvacha: ithi shurthiya sthav deva shabadh-mah nupayatam,
gath-vaya bhojraj-ney mahakhaleshwar-sthale (9)
malech-shu dhushita bhumi-vahika nam-vishritha
arya dharma hi nav-vathra vahike desh-darunya (10)
(Suta (goswami) berkata: berdiam mendengarkan uraian Deva setelah permohonan
disampaikan: pergilah, Raja Bhoja, ke dataran Mahakhaleswar
malecha mengotori bumi bernama vahika berdatangan
arya dharma menjadi mentah memudar, Navika daerah penuh kekerasan)

vamu-vatra maha-mayi yo-sav dagdho myaa pura
tripuro bali-daithyane proshith punaragath (11)
ayoni sa varo math prasava daithyo-vrudhan
mahamadh ithi khayath, paishacha[5]-kruthi thathpar (12)
nagathvaya thvya bhup paisachae desh-vartake
math prasadhayane bhupal tav shudhii prajayathe (13)
(Muntahan badai Devi Mahamaya pernah menghanguskan
Tripura asura suruhan Iblis-Bali sekarang datang lagi
tak jelas asal usulnya, mendapat berkatku, keturunan iblis-pengacau
Mahamada demikian disebutnya, seperti Iblis perbuatan yang dilakukannya
Tak seharusnya pergi, Raja (bhup), ke tempat seperti Iblis bersemayam
berkat dariku, Raja, mensucikanmu berlimpah)

(Klik!!) Untuk lihat terjemahaan versi: Abdul Haque/Zakir Naik, SULEKHA, Stephen Knapp/Hare Krishna dan BhavishyaPuran

  • Abul Haque (Ahmadiyyah)/Zakir naik (Salafi):
    “The Malecha have spoiled the well-known land of the Arabs. Arya Dharma is not to be found in the country. Before also there appeared a misguided fiend whom I had killed; he has now again appeared being sent by a powerful enemy. To show these enemies the right path and to give them guidance, the well-known Muhammad (pbuh), is busy in bringing the Pishachas to the right path. O Raja, You need not go to the land of the foolish Pishachas, you will be purified through my kindness even where you are.
    (Para palecha memenuhi tanah arab yang termasyur. Arya Dharma tidak dapat ditemukan disana. sebelumnya pernah muncul rekan tersesat yang aku pernah bunuh; sekarang ia muncul lagi yang dikirim oleh musuh kuat. Untuk menunjukan para musuh ini jalan yang benar dan memberikan arahan, Yang telah dikenal sebagai Muhammad, sibuk membawa pishacha kepada jalan yang benar. O raja, engkau tidak perlu pergi ke daerah para Pishacha bodoh. Engkau akan disucikan dengan kemurahanku dimanapun kau berada)
  • Sulekha:

    sooth[narrater] said: after hearing, bhoj’s devotional words, lord [shiva] said: o’bhojraj, thy should proceed to mahakaleshwar,
    this land is polluted by malecha’s ,ayra-dharma has been diminished , no righteousness exists in this horrible land of vahik.
    The mahamayavi (highly illusory) Tripurasur [whom I had burnt ] has again come here by the order of bali-demon,
    He is the one who is increasing the demons and is casteless. He has attained a boon from me,
    and is becoming popular by the name of ‘Mahamad’. He is fast in demoniac actions.

    That is why O King, be not here in this demoniac land. O King,
    you will be purified by my blessings.”

    (Sooth (Periwayat) berkaa: Setelah mendengar, Permohonan khusyuk Bhoja, Tuhan [Shiva] berkata: O’ Raja Bhoja, Anda seharusnya menuju mahakaleshwar,
    Area ini terkontaminasi para Maleccha, arya Dharma menghilang, tidak ada kebajikan di tanah Vahika yang mengerikan ini.
    Sang Mahamayavi (Ilusi maha tinggi): Tripurasur (yang telah aku bakar) kembali datang lagi atas perintah Iblis Bali,
    Ia lah yang memperbanyak para iblis dan yang tak berkasta. Ia mendapatkan berkatKu,
    dan ia menjadi terkenal dengan nama ‘Mahamad’. Ia sangat gesit dalam perbuatan-perbuatan Iblis.

    Itulah mengapa O Raja, Janganlah disini di area keiblisan. O raja,
    Engkau akan disucikan oleh berkah-Ku.”)
  • Stephen-Knapp/HareKrishna:

    Suta Goswami explained: After hearing the king’s prayers and being pleased with him, Lord Shiva said: “Let the King go to Mahakaleshwar (Ujjain) in the land of Vahika, which is now contaminated by mlecchas. O King, the land where you are standing, that is popular by the name of Bahik, has been polluted by the mlecchas. In that terrible country there no longer exists Dharma. There was a mystic demon named Tripura (Tripurasura), whom I have already burnt to ashes once before, he has come again by the order of Bali. He has no origin but he achieved a benediction from me. His name is Mahamada and his deeds are like that of a ghost. Therefore, O king, you should not go to this land of the evil ghost. By my mercy your intelligence will be purified.” [This would seem to indicate that this Mahamada was an incarnation of the demon Tripura.]

    (Suta Goswami menerangkan: Setelah mendengarkan doa Raja dan bergembira padanya, Tuhan Shiva berkata: “Pergilah Raja ke Mahakaleshwar (Ujjain) di area Vahika, sekarang terkontaminasi para Mleccha. O Raja, di tanah tempat kau berdiri, dikenal dengan nama Bahik, telah terkontaminasi oleh para Mlecchas. di daerah yang menyedihkan itu tidak lagi ada Dharma. Adalah Iblis mistik bernama Tripura )tripurasura), yang pernah aku bakar menjadi debu sebelumnya, Ia datang lagi atas perintah Bali. Ia tidak berasal namun memperoleh berkahKu. Namanya adalah Mahamada dan perbuatan-perbuatannya bagaikan setan. Untuk itu, O Raja, engkau seharusnya tidak pergi ke tanah setan iblis. Dengan kasihKu kebijaksanaanmu akan di sucikan.” [Ini tampaknya mengindikasikan bahwa Mahamada ini adalah inkarnasi dari Iblis Tripura.])
  • Bhavishyapuran.Blogspot:

    Suta Goswami said: After hearing the king’s prayers, Lord Shiva said: O king Bhojaraja, you should go to the place called Mahakakshvara, that land is called Vahika and now is being contaminated by the mlecchas. In that terrible country there no longer exists dharma. There was a mystic demon named Tripura(Tripurasura), whom I have already burnt to ashes, he has come again by the order of Bali. He has no origin but he achieved a benediction from me. His name is Mahamada(Muhammad) and his deeds are like that of a ghost. Therefore, O king, you should not go to this land of the evil ghost. By my mercy your intelligence will be purified.

    (Shri Suta Gosvami berujar: Setelah mendengar Doa dari Raja, Lord Shiva berkata: O raja Bhoraja, engkau mesti pergi ke tempat yang bernama Mahakakshvara, tanah itu dinamakan Vahika dan sekarang sedang terkontaminasi oleh Mleecah (untuk artinya: lihat di bawah). Di negara yang kacau balau itu dharma sudah tidak ada lagi. Ada seorang Iblis bernama Tripura (tripurasur). Yang dulu pernah aku bikin menjadi debu. Ia datang kembali atas perintah bali. Ia tidak berasal namun menerima berkat dariku. namanya adalah Mahamada (Muhammad) dan Kelakuannya seperti iblis. Oleh karena itu “O raja, Kamu tidak seharusnya pergi ke tempat Iblis bersemayam. Dengan berkatKu maka pikiranmu akan kembali jernih”)

PratiSarga: Part III:3,3 14-22

thi shruthva nupshav svadesha-napu maragmath
mahamadh toy sdhav sindhu-tira mupaye-yav (14)
(Mendengarkan ini rombongan kemudian kembali menuju negaranya

Mahamadh menghantar hingga tepian sindhu dengan sejumlah perbekalan)

uchav bhupati premane mahamadh-virashad
tva deva maharaja das-tva magath (15)
(berkata pada raja dengan berolok Mahamad berteriak
Dewamu Maharaja pemberiYang pemurah dan penerima)

mamo-chit sabhu jiya-dhatha tatpashya bho nup
ithi shruthya ththa hata para vismaya-magath (16)
(Ia menurutiku setelah persembahanku itu diterima tentunya
Kaget terkejut mendengar yang terjadi dihadapannya)

malech dhanomathi-shasi-tatsaya bhupasaya darutho (17)
(malecha bersenjata melesat menuju raja yang ketakutan

tucha tva kalidas-sthu rusha praah mahamadham
maya-thei nirmithi dhutharya nush-mohan-hethvei (18)
(persegera Kalisada menegur marah pada Mahamadha
sipembuat ilusi untuk membuat bingung)

hanishyami-duravara vahik purusha-dhamum
ityak va sa jidh shrimanava-raja-tathpar (19)
(Kerusakan lebih banyak tak terbendung Masyarakat meluas,
Penguasa pergi ke para pemuka agama)

japthya dush-sah-trayach tah-sahansh juhav sa
bhasmmutva samayavi malech-dev-tva-magath (20)
(doa/japa disampaikan bersamaan dengan persembahan/ritual
Akhirnya menjadi abu, malecha dengan kesaktian devamu Si pemberi dan penerima persembahan)

maybhithashtu tachya-shyaa desh vahii-kamayuuah
guhitva svaguro-bhasm madaheen tva-magatham (21)
(Menyaksikan ini, murid-muridnya meninggalkan daerah vahika.
menyimpan abu guru mereka, penyebab mabuk mereka salahkan)

swapiit tav bhu-ghyot-thro-shrumadh-tathpara
madaheen puro jath thosha trith sayam smurthaum (22)
(…

3 baris sloka di atas, beberapa translasi menuliskanya dengan singkat:
Mereka kubur abu guru mereka dan putuskan tinggal disana. Tempat itu dinamakan madahin)

(Untuk sloka ke-14 s.d ke-22, Abdul Haque TIDAK MEMBUAT TRANSLASINYA maka tentu saja Zakir Naik-pun menjadi TIDAK PUNYA translasinya)

(Klik!!) Untuk lihat terjemahaan versi: SULEKHA, Stephen Knapp/Hare Krishna dan BhavishyaPuran

  • Sulekha:

    Listening to this, King Bhoj returned back to his kingdom.

    Mahamad too acompanied him to the banks of the river Sindhu.
    Affectionately he said to King Bhoj, “Your Lord who is expert in all arts,

    has now become my slave.

    See how he eats my left over food.” King saw all that happened.
    Kalidasa seeing the King engrossed in the illusion created, said to the illusory Mahamad, “O cunning Mahamad, you have constructed an illusion to hypnotize the King.

    I will destroy the wicked bâhik Saying this, the glorious Brahman performed a ceremony of chanting the navârß jap ten thousand times.

    He made offerings of one tenth of those in a sacred fire (hom).

    As a result, the illusionary mlencch transformed into divine ashes.
    Seeing this, his disciples’ fleed to the bahik lands.

    They buried the ashes of their Guru and stayed there itself. That place is named as Madaheen (presently known as Madina)

    (Mendengar ini, Raja Bhoja kembali ke negaranya
    Mahamad menemaninya hingga tepian sungai Sindhu
    Dengan menariknya Ia berkata pada Raja Bhoja, “Tuhanmu pemilih dari segala kesaktian,
    Sekarang menjadi budakku.
    Lihat bagaimana ia makan sisa-sisa makananku.”
    Raja melihat semua apa yang terjadi.
    Kalidasa melihat Raja terpikat dalam ilusi yang diciptakan, berkata pada Muhammad sang ilusionist, “O Mahamad licik, kamu membangun sebuah ilusi untuk menghipnotis Raja.
    Aku akan hancurkan Bahik yang keji yang mengatakan ini, Brahman yang mulia melakukan upacara dan chanting navara Japa 10.000 x
    Ia membuat persembahan 1/10 dari itu kedalam api suci (hom).
    Sebagai hasilnya, sang ilusionist Mlencch berubah menjadi debu kedewaan.
    Melihat ini, para muridnya meninggalkan tanah Bahik
    Mereka mengubur abu guru mereka dan berkehendak tinggal disana. Tempat itu dinamakan sebagai Madaheen (sekarang dikenal sebagai Madina))
  • Stephen-Knapp/HareKrishna:

    So hearing this, the king came back to his country and Mahamada came with them, but only to the bank of the river Sindhu. He was expert in expanding illusion, so he said to the king very pleasingly, “O great king, your god has become my servant. Just see, as he eats my remnants, so I will show you.” The king became surprised when he saw this happening before them. Then in anger Kalidasa, the king’s commander, rebuked Mahamada, “O rascal, you have created an illusion to bewilder the king, I will kill you, you are the lowest…” Then the king left that area.

    (Mendengar ini, raja kembali ke Negaranya dan Mahamada ikut bersama mereka, tapi hanya sampai pinggiran sungai Sindu. Ia adalah seorang yang ahli mengembangkan Ilusi, jadi Ia berkata pada raja dengan sangat menyenangkannya, “O raja besar, tuhanmu akan menjadi pelayanku. Lihat saja, ketika ia makan sisa2 makanku, Aku akan tunjukan padamu.” Raja menjadi terkejut ketika Ia lihat ini terjadi dihadapannya. Kemudian dalam kemarahan Kalidasa, Jendralnya raja memarahi Mahamada, “Hai Bajingan, engkau telah membuat ilusi untuk membingukan raja, Aku akan membunumu, engkau sangatlah rendahan…” Kemudian sang raja meninggalkan arena itu)
  • Bhavishyapuran.Blogspot:

    Hearing this the king came back to his country and Mahamada(Muhammad) came with them to the bank of the river Sindhu. He was expert in expanding illusion, so he said to the king very pleasingly: O great king, your god has become my servant. Just see, as he eats my remnants, so I will show you. The king became surprised when he saw this just before them. Then in anger Kalidasa rebuked Mahamada(Muhammad) “O rascal, you have created an illusion to bewilder the king, I will kill you, you are the lowest…That city is known as their site of pilgrimage, a place which was Madina or free from intoxication.”


    (Mendengar ini, maka raja kembali ke negerinya dan Mahamada (muhammad) bersama yang lainnya sampailah dipinggiran sungai Sindhu. Ia (mahamada) adalah seorang pakar ilusi/khayalan, ia kemudian berkata pada raja dengan sangat menariknya: “O raja besar, tuhan-mu telah menjadi pelayan saya. Lihat saja, setelah Ia makan remah2-ku, Saya akan tunjukan padamu. Sang raja menjadi terkejut ketika melihat ini dihadapan mereka. Kemudian dalam kemarahannya Kalisada menegur: “Hai bajingan, kamu telah ciptakan khayalan untuk membingungkan Raja. Saya akan membunuhmu, Orang yang rendah…Kota itu dikenal sebagai tempat mereka naik haji, sebuah tempat yang dulunya Madina atau bebas dari kemabukan.)

PratiSarga: Part III:3,3 23-24

rathri sa dev-roop-shav bahu-maya-virshad
paisacha deha-marathaya bhojraj hi so trivith(23)
(Disuatu malam sebentukan ilusi deva menyeramkan
bentuk kematian seperti-Iblis meuju Raja Bhoja berkata)

arya-dharmo hei to raja-sarvoutham smurth
ishapraya karinayami paishacha dharma darunbhu (24)
(Arya dharma mu Raja terunggul secara tradisi
Yang Utama perintahkan membuat Dharma seperti-Iblis kejam)

(Klik!!) Untuk lihat terjemahaan versi: Abdul Haque/Zakir Naik, SULEKHA, Stephen Knapp/Hare Krishna dan BhavishyaPuran

  • Abul Haque (Ahmadiyyah)/Zakir naik (Salafi):

    At night, he of the angelic disposition, the shrewd man, in the guise of Pishacha said to Raja Bhoj, “O Raja! Your Arya Dharma has been made to prevail over all religions, but according to the commandments of Ishwar Parmatma, I shall enforce the strong creed of the meat eaters
    .
    (Pada malam hari, dia dari seperti malaikat, orang cerdas, dalam bentuk Pishacha berkata kepada Raja Bhoj, “O Raja! Arya Dharmamu telah dibuat unggul dari seluruh agama, tetapi menurut perintah Ishwar Parmatma, aku harus menegakkan keyakinan kuat dari para pemakan daging.)
  • Sulekha:

    At night, the highly illusionary (Mahamad) who was transformed in devine ashes,

    taking the form of a demon said to King Bhoj, “Your Ârya dharm is the only dharm that is superior of all.

    But by the orders of God, I will create a demoniac religion

    (malamnya (Ilusi kelas tinggi) (Mahamad) Yang telah berubah menjadi abu kedewaan,
    Mengambil rupa sesosok iblis berkata pada raja Bhoja, “Arya Dharmamu satu-satunya dharma yang paling unggul dari semuanya.
    Namun oleh perintah dari TUhan, Aku akan ciptakan sebuah Agama Iblis)
  • Stephen-Knapp/HareKrishna:

    Later, in the form of a ghostly presence, the expert illusionist Mahamada appeared at night in front of King Bhojaraja and said: “O King, your religion is of course known as the best religion among all. Still, by the order of the Lord, I am going to establish a terrible and demoniac religion and enforce a strong creed over the meat-eaters [mlecchas].

    (Belakangan, dalam bentuk kehadiran hantu, ahli ilusi Mahamada muncul di malamnya dihadapan raja Bhoja dan berkata: “O Raja, agamamu telah dikenal sebagai agama terbaik dari yang lainnya. Tapi tetap, atas perintah dari Tuhan, Aku akan mendirikan sebuah agama iblis dan mengerikan dan melaksanakan sebuah keyakinan kuat untuk seluruh pemakan daging [Mleccha].)
  • Bhavishyapuran.Blogspot:

    the expert illusionist Mahamada(Muhammad) appeared at night in front of king Bhojaraja and said: O king, your religion is of course known as the best religion among all. Still I am going to establish a terrible and demoniac religion by the order of the Lord.

    (Pada suatu malam, dalam rupa iblis, Sang Ahli Ilusi dan sihir, Mahamada (muhammad) muncul di hadapan raja Bhojaraja dan berkata: “O raja, agamamu sudah tentu merupakan agama terbaik diantara yang ada. Namun Aku tetap akan mendirikan suatu agama yang mengerikan dan berbau Iblis seperti yang diperintahkan tuhan.)

PratiSarga: Part III:3,3 25-27

linga-chedri shikhaheen shamshu dhaari sa dhushak
yukhalapi sarva bhakshi bhavishyat jano maum (25)
(kulit kelamin dipotong, tidak ada sikha (rambut hanya di ujung kepala), berjanggut, kejam, keras bernyanyi
pakaian minim ribut, makan apapun kelak muncul)

vina kaul cha pashav-thosha bhakshava matha maum
muslanav sanskar kushariv bhavishyat (26)
(tanpa leluhur dan rangkaiannya dibagikan makan dilakukan (tidak dipersembahkan dulu sebelum makan)
Musala penyucian air kelak)

tasman-musal-vanto hi jathiyo dharma dhushika
ithi pishacha-dharma bhavishyaat mayaa kruth (27)
(Demikian musal[6] disebutnya kaum dharma yang rusak
adalah seperti iblis dharma kelak dibentuk)

(Klik!!) Untuk lihat terjemahaan versi: Abdul Haque/Zakir Naik, SULEKHA, Stephen Knapp/Hare Krishna dan BhavishyaPuran

  • Abul Haque (Ahmadiyyah)/Zakir naik (Salafi):

    My followers will be men circumcised, without a tail (on his head), keeping beard, creating a revolution announcing the Aadhaan (the Muslim call for prayer) and will be eating all lawful things. He will eat all sorts of animals except swine. They will not seek purification from the holy shrubs, but will be purified through warfare. On account of their fighting the irreligious nations, they will be known as Musalmaans. I shall be the originator of this religion of the meat-eating nations.”

    (Pengikutku pria yang disunat, tanpa ekor (di kepala), memelihara janggut, menciptakan revolusi memperkenalkan Azan (panggulan untuk sembahyang) dan akan makan apapun yang di halalkan. Mereka akan makan apapun kecuali babi. Mereka tidak mlakukan lewat rumput suci (khusa), namun akan dimurnikan melalui peperangan. Dalam hal mereka melawan kaum yang tidak religi, mereka akan dikenal sebagai kaum Musalmaan. Aku akan menjadi pemula agama dari kaum pemakan daging”)
  • Sulekha:

    they will do genital circumcision , will be without shikhâ (the tuft or lock of hair left on the top of head at tonsure), will have beard, will loudly hum in tune , and will eat every thing (sarvabhakshak). I am of opinion that one should eat everything.
    As the Kushas, their sanskar will be done by MUSAL, hence their musalman sect will pollute all other religions. Such will be my demoniac religion in future”

    (Mereka akan melakukan menyunat kelamin, Akan tanpa shikha (tumpukan atau ikatan rambut tersisa di atas kepala saat di gundul), akan berjanggut, akan dengan kerasnya bersenandung berirama, dan akan makan apapun. Aku dalam pendapat bahwa seseorang seharusnya makan apapun. Dalam penyudian, caranya akan mereka lakukan di MUSAL, Karenanya sekte para Musal akan mengkontaminasi seluruh agama lain. Itulah sesungguhnya akan menjadi agama iblisku di kemudian hari)
  • Stephen-Knapp/HareKrishna:

    My followers will be known by their cut [circumcised] genitals, they will have no shikha [tuft of hair on their head, like Brahmanas], but will have a beard, make noise loudly, and eat all kinds of animals except swine without observing any rituals. They will perform purificatory acts with the musala, and thus be called musalman, and not purify their things with kusha grass [one of the Vedic customs]. Thus, I will be the originator of this adharmic [opposed to Vedic or Aryan Dharma] and demoniac religion of the meat-eating nations.”

    (Para pengukikutku akan dikenali dari disunat kelaminnya, Mereka akan tidak punya Shikha [tumpukan rambut di atas kepala, seperti para bhramana], namun mereka akan punya janggut, mereka akan buat suara gaduh, dan makan seluruh jenis makanan kecuali babi tanpa melakukan ritual apapun. Mereka akan melakukan tindak penyucian dengan musala, dan kemudian mereka disebut musalman, dan tidak menyucikan milik mereka dengan rumput kusha [salah satu kebiasaan vedic]. Kemudian, Aku akan menjadi pendiri dari adharma ini [berlawanan dengan vedic atau arya dharma] dan agama iblis dari para bangsa pemakan daging)
  • Bhavishyapuran.Blogspot:
    The symptoms of my followers will be that they first of all will cut their genitals, have no shikha, but having beard, be wicked, make noise loudly and eat everything. They should eat animals without performing any rituals. This is my opinion. They will perform purificatory act with the musala or a pestle as you purify your things with kusha. Therefore, they will be known as musalman, the corrupters of religion. Thus the demoniac religion will be founded by me.
    (Pengikutku mempunyai cirri-ciri yaitu pertama2 mereka disunat, tidak punya ‘shikkha’, namun berjenggot, keji, senang kegaduhan dan memakan segala. Mereka seharusnya makan binatang apapun tanpa mempersembahannya terlebih dahulu. Ini adalah pendapatku. Mereka melakukan ritual penyucian dengan musala seperti engkau menyucikan segala sesuatunya dengan rumput kusha (Kushala). Karena itu, mereka akan dikenal sebagai kaum musalman. Agama yang terkorupsi. Agama dengan sentuhan Iblis itu merupakan ciptaanku.)

Lanjutan kisah di bawah ini, TIDAK ADA dalam klaim tulisan kaum muslim (Saya kutip dari Bhavishyapuran.blogspot):

    Setelah mendengar semuanya, Sang raja kembali ke istananya dan hantu itu kembali ke tempatnya. Raja bijak itu, Bhojaraj membangun bahasa sansekerta tiga varna – brahmana, kshatriya, vaisya dan shudra. Ia dirikan prakrita-bhasha, bahasa umum untuk pergaulan. Setelah memerintah kerajaannya selama 50 tahun, Ia pergi ke surga. hukum moral yang didirikannya bahkan sangat dihormati para mahluk setengah dewa. Arya-varta, tanah yang diberkati ini berada di antara Vindhyacala dan Himacala atau pegunungan yang dikenal dengan Vindhya dan Himalaya. Kaum Aryan bertempat-tinggal di sana, tetapi varna-sankara bertempat-tinggal di bagian Vindhya yang lebih rendah. Kaum musalman tetap berada di sisi lain sungai Sindhu. Di pulau babara, Tusha dan banyak lainnya juga merupakan pengikut Isamsiha dimana mereka di atur oleh seorang raja atau setengah dewa (Note: Terjemahan dari sini)

Catatan Kaki:

[1] Sanskrit Text Bhavishya Purana: PratiSarga: Part III:3,3 5-27

[↑]

[2] असुर Asura

    1 Roh jahat, Iblis
    2 Nama umum dari lawannya para Dewa

    Dalam perkembangannya “Asura” baik pada Hinduism dan Buddhism mengalami perubahan Makna.

      Hinduism,
      Sebelum jaman Purana, Asura dan Deva itu sama saja dan sama positifnya seperti para deva (misal: penguasa siang disebut Deva, malam disebut Asura. Varuna disebut Asura). Setelah jaman PURANA, terjadi pergeseran makna. Kata asura digunakan untuk mahluk yang bertindak-tanduk NEGATIF. Kualitas mereka lebih rendah dari deva, namun kesaktian mereka sama.

      Sehingga penggunaan kata Asura di seluruh text Purana merujuk pada mahluk sakti bersifat buruk dan kejam.

      Buddhism,
      Terdapat 2 pengertian Asura, yaitu Deva Asura dan Peta Asura. Deva Asura sama dengan Deva, sedangkan Peta asura adalah kelompok mahluk tidak baik. Secara kesaktian baik Peta Asura, Deva asura dan juga deva tidaklah jauh berbeda karena ini merupakan buah latihan mereka sendiri.

      Untuk Deva dan Deva Asura, disebelum abad ke-3 SM, Baik secara kualitas dan kesaktian tidaklah berbeda antara Asura dan Deva adalah sama. Tingkatan Asura sedikit lebih rendah dari Deva. Di setelah abad ke-3 SM, dilakukan pembedaan sehingga terjadi penurunan makna asura yaitu menjadi yang berkonotasi negatif.

    Karena teks-teks di artikel ini adalah teks-teks purana, hindu yang kemunculannya terjadi jauh setelah berakhirnya jaman sruti, maka definisi Asura merujuk pada mahluk sakti berkualitas negatif, sedangkan definisi Deva merujuk pada mahluk sakti berkualitas positif. [↑]

[3] Kehidupan sebelumnya dari Tripurasura
(Bukan dari bhavishya purana)

Tripurasura adalah anak dari pertapa Gritsamad. Suatu hari sang pertapa bersin dan dari ini terciptalah seorang anak yang kemudian di ambil dan dijadikan anaknya sendiri. Pertapa itu mengajari anak itu Ganana Twam, Mantra Ganesha. Dilengkapi dengan mantra ini anak itu melakukan meditasi dengan Intensifnya kepada Tuhan Ganesha yang akhirnya memberkatinya. Ia kemudian diberikan 3 Pura-s dari Emas Perak dan Besi. Sejak ia memiliki 3 pura-s ia dibernama Tripur. Ganesha juga memberkati Tripur menjadi yang paling tangguh, Tiada lagi yang dapat menghancurkannya kecuali Tuhan Shiva. dan setelah di musnahkan Tuhan siwa ia akan memperoleh pembabasan jiwa

Anugerah ini membuat Tripur angkuh dan dia membuat kekacauan di seluruh dunia. Dia taklukan dunia bawah dan kemudian sorga Dia mengalahkan Indra raja sorga. Penyerangan dan penaklukan ini membuat Tuhan Brahma bersembunyi di teratai dan Tuhan Wishnu di Shirsagar Ia taklama kemudian hendak mengambil alih Khailas Parvatnya Tuhan Siwa dengan demikian Ia menjadi raja di tiga dunia . Para Dewa bingung bagaimana untuk mengalahkan Tripurasur . Tuhan Narada kemudian menceritakan kepada mereka bahwa Ia telah diberkati oleh Tuhan Ganesha sendiri dan menjadi sangat sulit untuk menaklukannya. Ia kemudian memberi saran untuk memuja Tuhan Ganesha. Tuhan Ganesha merasa puas dan kemudian membantu para Dewa..

Ia kemudian menyamar sebagai seorang suci dan mengunjungi Tripurasur dan berkata padanya bahwa Ia adalah seorang Brahmin yang tercerahkan dan dapat membuatkannya tiga pesawat yang dapat terbang. Mengendarai ini, Ia akan dapat untuk pergi kemanapun yang ia kehendaki dalam menit. Pesawat terbang ini hanya dihancurkan oleh Siwa. Sebagai balasannya Tuhan Ganesha akan meminta diberikan patung Chintamani yang ada di gunung Kailash. Tuhan Siwa menolak memberikan patung pada untusan Tripurasur. Tripurasur marah dan Ia sendiri pergi untuk mengambil patung tersebut. Peperangan sengit dimulai antara dia dan Tuhan Siwa. Ia menghancurkan semua yang dipunyai Tuhan siwa yang juga mengundurkan diri ke Girikandar.

Tuhan Siwa juga menyadari bahwa Ia tak dapat memusnahkan Tripurasur sebab dia belum menunjukan penghormatan pada Tuhan Ganesh. Dia mengalunkan mantra Shadaakshar untuk memohon pada Ganesh. Yang kemudian dari mulutnya Ganesha muncul Gajanan yang dianugrahkan pada Siwa . Siwa melanjutkan pemujaannya kepada Ganesha sampai akhirnya diberkan cara bagaimana dapat mengalahkan dan membunuh Tripurasur.

Tuhan Siwa mengikuti petunjuk ini dan akhirnya dapat membasmi Tripurasura.

Tempat di mana Tuhan Siwa memuja Tuhan Ganesha, dibuatkan kuil olehNya. Kota yang ada disekeliling kuil ini dinamakan Manipur. Desa Ranjangaon diperkirakan sebagai tempat dimana Tuhan Siwa yang mencari berkat Ganesh dan membasmi Tripurasur. [Note: Lokasi kuil ini: Rajangon (50 km dari Pune, 21 m sebelum Shirur). Kisah ini juga tercantum di website: Tour Maharashtra
————-

Membunuh Tripura Asura adalah jiwa mitologi ini sendiri, sebagaimana disampaikan dalam pujian (dan permohonan/doa) kepada Siva, di Siva Chalisa, sloka no.13 [atau di: iloveindia]:

Tripurasur sang yuddha machayi,
sabahin kripa kari leen bachayi.
Bertempur melawan Tripura asura dan membunuhnya
Engkau berkati semua dan selamatkan para dewa [↑]

[4] म्लेच्छ Mlechha

    1 Seorang barbar, a non arya (seorang yang tidak berbahasa Sanskrit atau tidak sesuai dengan Hindu atau Institusi arya), secara umum berarti orang asing

    2 Orang buangan, paria, terusir dari masyarakat, seorang yang berkelakuan rendah, bodhayana dharmasutra mendefinisikan:

    gomamsa khadako yastu viruddham bahu bhashate |
    sarvacara vihinasya mleccha iti abhidhiyate |
    Pemakan daging sapi, dan pembicaraannya berlawanan dengan shastras (tata aturan, istiadat dan prilaku utama) yang juga tidak mengenal bentuk pelatihan spritual, dinamakan Mlechha.

    3 seorang pendosa, seorang yang keji, biadab atau ras barbar

    dan seterusnya [↑]

[5] Paisachya
Demonical, Infernal
Iblis, jahanam, seperti-iblis

[↑]

[6] Mussalman
Penulis Inggris pada abad ke 19 dan sebelumnya terkadang menggunakan kata Mussulma, Musselman atau Mussulmaun. Variasai bentuk kata ini masih digunakan oleh bahasa-bahasa Indo-eropa. kata-kata ini adalah sama di Turkish, kurdish, persian, french, rusia, spanyol, Itali, Hindi dan Portugis yang mengartikan sebagai ‘Muslim’ [↑]


Ketika Saat Ajal Menjemput!


Suatu saat seorang Thera bernama Tissa tinggal di Savatti. Pada suatu hari, ia menerima seperangkat jubah yang bagus dan merasa sangat senang. Ia bermaksud mengenakan jubah tersebut keesokan harinya. Tetapi pada malam hari ia meninggal dunia.

Karena melekat pada seperangkat jubah yang bagus itu, ia terlahir kembali sebagai seekor kutu yang tinggal di dalam lipatan jubah. Karena tidak ada orang yang mewarisi benda miliknya, diputuskan bahwa seperangkat jubah tersebut akan dibagi bersama oleh bhikkhu-bhikkhu yang lain.

Ketika para bhikkhu sedang bersiap untuk membagi jubah di antara mereka, si kutu sangat marah dan berteriak, “Mereka sedang merusak jubahku!” Teriakan ini didengar oleh Sang Buddha dengan kemampuan pendengaran luar biasa Beliau. Maka Beliau mengirim seseorang untuk menghentikan para bhikkhu, dan memberi petunjuk kepada mereka untuk menyelesaaikan masalah jubah itu setelah tujuh hari. Pada hari ke delapan, seperangkat jubah milik Tissa Thera itu dibagi oleh para bhikkhu.

Kemudian Sang Buddha ditanya oleh para bhikkhu, mengapa Beliau menyuruh mereka menunggu selama tujuh hari sebelum melakukan pembagian jubah Tissa Thera. Kepada mereka, Sang Buddha berkata,

“Murid-murid-Ku, pikiran Tissa melekat pada seperangkat jubah itu pada saat dia meninggal dunia, dan karenanya ia terlahir kembali sebagai seekor kutu yang tinggal dalam lipatan jubah tersebut. Ketika engkau semua bersiap untuk membagi jubah itu, Tissa, si kutu akan merasa sangat membencimu dan ia akan terlahir di alam neraka (niraya). Tetapi sekarang Tissa telah bertumimbal lahir di alam dewa Tusita, dan sebab itu, Aku memperbolehkan engkau mengambil jubah tersebut.”

“Sebenarnya, para bhikkhu, kemelekatan sangatlah berbahaya, seperti karat merusak besi di mana ia terbentuk, begitu pula kemelekatan menghancurkan seseorang dan mengirimnya ke alam neraka (Niraya). Seorang bhikkhu sebaiknya tidak terlalu menuruti kehendak atau melekat dalam pemakaian empat kebutuhan pokok.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 240 berikut :

Bagaikan karat yang timbul dari besi,

bila telah timbul akan menghancurkan besi itu sendiri,

begitu pula perbuatan-perbuatan sendiri yang buruk

akan menjerumuskan pelakunya

ke alam kehidupan yang menyedihkan.

[sumber: Kisah Tissa Terra, Dhammapada, Mala Vagga(Noda-noda)]


Kisah Tissa Thera di atas sungguh merupakan kisah yang mengesankan!

Aku menduga (mungkin lebih tepatnya menuduh!) bahwa Tissa Thera dahulunya bukanlah seorang yang kaya raya! Sebuah baju bagus tidak akan menggerakan seorang seperti Aburizal Bakrie ataupun seorang Bill Gate yang tajir abis itu!

Tidak hanya baju bagus, terkadang baju lama yang biasa-biasa pun dapat menimbulkan rasa sayang yang berlebihan ketika si pemakai merasa nyaman memakainya.

Kemelekatan dan perasaan sayang/menyukai yang berlebihan tidaklah mengenal si kaya atau miskin, berkuasa atau tidak. Buktinya, banyak anggota Dewan terhormat dan pejabat-pejabat negeri ini terkapar di bawah selangkang dan/atau suapan materi yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.

Kemelekatan hanya mengenal nafsu keinginan sebagai satu-satunya sahabat karib. Waktu bukanlah sparing partner untuk uji konsistensi dan komitmen. Lamanya waktu untuk mempertahankan konsistensi dan komitmen adalah relative bagi setiap mahluk.

Saat belum menjadi seorang Bikkhu, Tissa Thera mungkin saja merasa bahwa kesempatannya untuk merubah keberuntungan dan kesejahteraan dalam hal materi adalah sangat kecil terjadi di kehidupannya itu. Saat Ia mengenal Buddha dan ajarannya, mungkin saja Ia melihat bahwa menjadi Bikkhu merupakan sesuatu peluang yang menguntungkan baginya.

Toh, selama ini Ia bukanlah seorang yang berpunya jadi apa lagi yang memberatkannya? Ia mungkin saja berharap bahwa tindakan menjadi Bikkhu paling tidak akan mengamankan posisinya kelak dikelahiran kembali, yaitu ketika gagal mencapai Nirwana maka kelahiran berikutnya tidak lebih buruk lagi daripada menjadi seorang Manusia

Namun kecerobohan pikiran sesaat menjelang ajal menjemput membuatnya malah lahir kembali sebagai seekor kutu!


Pertolongan sang Buddha-lah merupakan faktor terpenting yang menyebabkan si kutu tidak jadi masuk Neraka dan malah terlahir kembali di alam Tusita.

Di alam Tusita, panjangnya usia Dewa adalah 576 juta tahun manusia. Di mana 400 tahun manusia (360 hari) adalah setara dengan 1 hari di alam Dewa Tusita, dan Dewa-dewa itu hidup selama 4000 tahun di alam Tusita. [A.i.214; iv.261; A.i.213; iv.253]

Kita mungkin berkata bahwa 7 (tujuh) hari melakukan komitmen adalah sebentar apabila dibandingkan dengan seumur hidup kita (misal: tujuh puluh tahun) tapi bagi seekor kutu seperti pada kisah di atas, maka 7 (tujuh) hari sudah berarti seumur hidup!

Misalkan si kutu di atas mempunyai karma perbuatan yang mengakibatkan ia selalu terlahir kembali sebagai seekor kutu sebanyak 3600 kali maka itu adalah setara dengan Ia dilahirkan kembali sebagai manusia dengan cukup hanya 1 kali saja!

Nah, bandingkan dengan keuntungannya apabila dilahirkan menjadi Dewa alam Tusita! 7 (tujuh) hari bagi mahluk yang berusia 576 juta tahun adalah setara dengan ± 2800 tahun bagi manusia!

Tissa Thera yang akhirnya terlahir menjadi Dewa di alam Tusita setidaknya sudah ’menghemat’ 8.2 juta kali kelahirannya kembali sebagai manusia atau 29.6 milyar kali kelahirannya kembali lagi sebagai kutu!

Saat ini, Sang Buddha sudah tidak ada lagi di dunia, tidak ada lagi pertolongan yang didapat seperti pada kisah Tissa Thera di atas. Namun demikian ucapan sang Buddha masih terekam utuh sampai dengan saat ini. Jadi, kita tidaklah sepenuhnya ditinggalkan sendirian.

Tissa Thera yang sekarang ada di alam Tusita dan juga Kita masih punya kesempatan! Kita-lah yang dapat menolong diri kita sendiri dengan penuh kewaspadaan menjaga konsistensi pikiran dan perbuatan kita!.

Hitung-hitungan waktu ala ‘glodok’ tersebut di atas tidak menyatakan hal lain kecuali keuntungan waktu relative atas buah perbuatan kita sendiri.

Bukan lamanya waktu yang diperlukan namun waktu yang singkat yang diwaspadai.

Tidak ber-preferensi terhadap apapun untuk waktu sejenak dua jenak adalah suatu hal yang mudah, mempertahankan konsisten berprilaku untuk seumur hidup bukanlah hal yang mudah, namun mewaspadai gerak pikiran sungguhlah suatu hal yang sulit!

Ucapan Sang Buddha di kisah Tissa Thera di atas sudah menjelaskan satu petunjuk penting, yaitu pikiran yang melekat saat ajal menjemput!

Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!