Cape dan Bingung?..Mana Komentar yang Benar?


Beratus-ratus tahun bahkan beribu-ribu tahun ajaran2 agama dibacakan dan/atau diajarkan secara turun temurun. Padahal mereka yang mengajarkan tidaklah mengikuti proses, tidaklah ada di saat ajaran-ajaran itu diturunkan namun demikian banyak orang menjadi pemeluknya dan terdoktrinasi dengan baik mempercayai kebenarannya.

Begitupula dengan jurnal-jurnal sains.

Pembaca awam non bidangnya tidaklah mengikuti proses itu, tidaklah ikut mengumpulkan, tidaklah ikut menghitung namun demikian banyaknya orang yang terdoktrinasi dengan baik dan mempercayai kebenarannya.

Kitab-kitab suci dan juga jurnal-jurnal sains memberikan suatu informasi kepada umum tentang sesuatu kebenaran tertentu

Sebagai contoh adalah menjelaskan bentuk BUMI.

Masing-masing pihak dengan kemampuan terbaiknya berusaha menjelaskan. Penjelasan tersebut disertai dengan rujukan-rujukan tertentu [baik di ajaran agama ataupun jurnal-jurnal sains] dan juga reputasi manusia yang mengemukakan sehingga didapat suatu pernyataan bagaimana bentuk bumi itu, apakah datar ataupun bulatan.

Masing-masing jawaban tersebut dipegang erat oleh para pemeluknya sebagai suatu keping kebenaran mutlak walaupun mereka sendiri TIDAKLAH PERNAH pergi keluar angkasa untuk menyaksikan sendiri bagaimana bentuk Bumi yang sebenarnya.

Jadi, baik agama dan sains, ternyata menggunakan model jualan kecap dan dasar penyelidikan/pembuktian yang kurang lebih sama, yang berasal dari orang-orang dengan kualifikasi khusus dan/atau diakui menurut kesepakatan tertentu.

Para pengguna lanjutan dan pembuat produk yang lebih belakangan selalu punya klaim bahwa produknya adalah KECAP no.1 di DUNIA dan yang lainnya adalah KECAP BUSUK.

***

Akhir-akhir ini, mungkin beberapa dari anda sudah merasa muak, capek dan bingung terhadap komentar-komentar mengenai keimanan dan keagamaan.

Kalo itu karena beda keyakinan sih masih bisa dimaklumi, bahkan sering kali kita merasa kasihan, terheran-heran sambil berkata dalam hati dengan kening berkerut, “kesambet kali niee orang…Kesian amat..deh luu!! “.

Padahal saat yang sama mereka juga berpikir, “Ah…niee orang sesat!!”

Tapi, jika pandangan-pandangan tersebut berasal dari satu Iman/agama yang sama namun ternyata bertolak belakang, maka ini benar-benar membuat bingung!

Komentar-komentar itu terkadang membuat kening berkerut, bikin ngga sreg, sangat membingungkan..padahal pendapat itu datang dari mereka yang mempunyai reputasi terkenal, terhormat dan dianggap sangat mumpuni mengenai keagamaan.

Sebelumnya, hal-hal semacam itu sering ku alami hingga suatu ketika aku membaca sebuah kisah kebingungan yang sama namun kali ini bukan masalah kebingungan satu orang saja namun kebingungan sekelompok masyarakat sebuah kota terhadap beragam doktrin, yang beredar, saling bertentangan satu dengan lainnya, juga pembabarnya meremehkan, menjelek-jelekkan, mencemooh, dan mencela doktrin lainnya sehingga menimbulkan keraguan dan kebingungan dalam masyarakat mengenai mana yang benar dan mana yang bohong di antara itu.

Nah, artikel di bawah ini melukiskan keadaan tersebut dan bagaimana kemudian mereka menyikapinya. Semoga bermanfaat.

    [Pada abad ke-5 SM, di India, terdapat satu negara bernama Kosala dan di negara itu terdapat sebuah kota bernama Kesaputta [Bihar, Uttar Pradesh, India, lihat: peta] tempat tinggal masyarakat suku Kalama. Kota itu kerap dikunjungi berbagai kelompok petapa dan pengelana]

    Pada suatu ketika Sang Buddha yang sedang mengembara di Negara Kosala bersama dengan sejumlah besar Saṅgha para bhikkhu tiba di pemukiman para penduduk Kālāma di Kesaputta. Ketika mengetahui bahwa kota mereka disinggahi Buddha Gotama, penduduk suku Kalama datang menemui Sang Buddha:

    • Beberapa bertukar salam dengan Beliau dan setelah bertegur sapa, duduk di satu sisi;
    • Beberapa dari mereka memberi hormat dan duduk di satu sisi.
    • Beberapa memberikan penghormatan yang tinggi kepada Beliau dan duduk di satu sisi;
    • beberapa tetap diam dan duduk di satu sisi.

    Kemudian, Suku Kalama berkata kepada Sang Buddha:
    “Guru, ada beberapa petapa dan brahmana yang datang ke Kesaputta. Mereka menjelaskan dan menguraikan doktrin-doktrin mereka sendiri, dan menjelekkan, merendahkan, mencaci, serta mencemarkan doktrin yang lain…

    Kemudian beberapa petapa dan brahmana lain datang ke Kesaputta, dan mereka juga menjelaskan dan menguraikan doktrin mereka sendiri, dan menjelekkan, merendahkan, mencaci, serta mencemarkan doktrin yang lain…

    Guru, kami merasa bingung dan ragu. Dari antara petapa-petapa yang baik ini, yang manakah yang berbicara benar dan yang manakah yang berbicara salah?”

    Sang Buddha: “Memang pantas bagi kalian untuk bingung, O suku Kalama, memang pantas bagi kalian untuk ragu. Keraguan telah muncul di dalam diri kalian tentang masalah yang membingungkan.

    Wahai, suku Kalama..Jangan serta merta mengikuti:

    1. Tradisi: lisan/penyampaian berulang [anussavena/itihitihaṃ = tradisi]
    2. Tradisi: turun-temurun [paramparāya]
    3. Tradisi: kabar angin/gossip/kata orang/desas-desus [itikirāya]
    4. Tradisi: kumpulan teks tertulis [piṭakasampadānena]
    5. Penalaran: berdasarkan kesangsian/logika [takkahetu]
    6. Penalaran: berdasarkan makna/tindak-tanduk [nayahetu]
    7. Penalaran: berdasarkan sifatnya atau lewat analogi [kbbi: persamaan/persesuaian 2 hal yang berlainan/ākāraparivitakkena]
    8. Penalaran: berdasarkan spekulasi pandangan yang disetujui/opini yang dianggap beralasan [diṭṭhinijjhānakkhantiyā]
    9. Pembabarnya: tampak meyakinkan [bhabbarūpatāya], atau
    10. Pembabarnya: Petapa yang tidak lain adalah gurunya [samaṇo no garūti]

    Tetapi setelah mengetahui sendiri [attanāva jāneyyātha], bahwa hal-hal ini [dhammā]:

    • tidak bermanfaat [akusalā],
    • tercela [sāvajjā];
    • dihindari para bijaksana [viññugarahitā];
    • jika dilaksanakan/dipraktekkan, menuju pada kerugian dan penderitaan [ahitāya dukkhāya saṃvattantīti]’,

    maka kalian harus meninggalkannya [pajaheyyātha]

    Bagaimana pendapatmu, suku Kalama? Bila keserakahan [lobha], kebencian [dosa] dan kekeliruan tahu [moha] muncul di dalam diri seseorang, apakah hal itu menyebabkan kesejahteraannya [hitāya] atau kerugiannya [ahitāya]?”

    Suku Kalama: “Kerugiannya, Guru.”

    Sang Buddha: “Suku Kalama, orang yang digairahkan, dibanjiri dan tertaklukkan oleh: keserakahan, kebencian dan kekeliruan tahu, pikirannya dikendalikan [pariyādinnacitta] oleh hal-hal itu, akan:

    • menghancurkan kehidupan [pāṇampi hanati],
    • mengambil apa yang tidak diberikan [adinnampi ādiyati],
    • melakukan perilaku seksual dengan istri orang lain [paradārampi gacchati],
    • pembicaraan yang salah [musāpi bhaṇati], dan
    • mendorong orang lain untuk melakukan demikian pula [parampi tathattāya samādapeti].

    Apakah hal itu akan menyebabkan kerugian dan penderitaannya untuk masa yang lama?”

    Suku Kalama: “Ya, Guru.”

    Sang Buddha:“Bagaimana pendapatmu, suku Kalama? Apakah hal-hal itu bermanfaat atau tidak bermanfaat?”

    Suku Kalama: “Tidak bermanfaat, Guru”

    Sang Buddha: “Tercela atau tidak tercela?”

    Suku Kalama: “Tercela, Guru

    Sang Buddha: “Dikecam atau dipuji oleh para bijaksana?”

    Suku Kalama: “Dikecam, Guru.”

    Sang Buddha: “Jika dilaksanakan dan dipraktekkan, apakah hal-hal ini menyebabkan kerugian dan penderitaan atau tidak, atau bagaimana?”

    Suku Kalama: “Jika dilaksanakan dan dipraktekkan, hal-hal ini menuju ke kerugian dan penderitaan. Demikian tampaknya hal ini bagi kami.”

    Sang Buddha: “Untuk alasan inilah, suku Kalama, maka kami mengatakan: Jangan serta merta mengikuti:

    1. Tradisi: lisan/penyampaian berulang [anussavena/itihitihaṃ = tradisi]
    2. Tradisi: turun-temurun [paramparāya]
    3. Tradisi: kabar angin/gossip/kata orang/desas-desus [itikirāya]
    4. Tradisi: kumpulan teks tertulis [piṭakasampadānena]
    5. Penalaran: berdasarkan kesangsian/logika [takkahetu]
    6. Penalaran: berdasarkan makna/tindak-tanduk [nayahetu]
    7. Penalaran: berdasarkan sifatnya atau lewat analogi [kbbi: persamaan/persesuaian 2 hal yang berlainan/ākāraparivitakkena]
    8. Penalaran: berdasarkan spekulasi pandangan yang disetujui/opini yang dianggap beralasan [diṭṭhinijjhānakkhantiyā]
    9. Pembabarnya: tampak meyakinkan [bhabbarūpatāya], atau
    10. Pembabarnya: Petapa yang tidak lain adalah gurunya [samaṇo no garūti]

    Tetapi setelah mengetahui sendiri [attanāva jāneyyātha], bahwa hal-hal ini [dhammā]:

    • bermanfaat,
    • tidak dicela;
    • dipujikan para bijaksana;
    • jika dilaksanakan dan dipraktekkan, menuju kesejahteraan dan kebahagiaan’,

    maka kalian harus menjalankannya. [upasampajja vihareyyātha]

    Bagaimana pendapatmu, suku Kalama? Jika tanpa-keserakahan, tanpa-kebencian dan tanpa-kekeliruan tahu muncul di dalam diri seseorang, apakah itu membawa kesejahteraan atau kerugiannya?”

    Suku Kalama: “Kesejahteraannya, Guru.”

    Sang Buddha: “Suku Kalama, orang yang tanpa keserakahan, tanpa kebencian, tanpa kekeliruan tahu, yang tidak dikuasai oleh keserakahan, kebencian dan kekeliruan tahu, yang pikirannya tidak dikendalikan oleh semua itu, Ia TIDAK AKAN:

    • menghancurkan kehidupan,
    • mengambil apa yang tidak diberikan,
    • melakukan perilaku seksual dengan istri orang lain,
    • pembicaraan yang salah, dan
    • mendorong orang lain untuk melakukan demikian pula.

    Maka apakah hal itu menopang kesejahteraan dan kebahagiaannya untuk masa yang lama?”

    Suku Kalama: “Ya, Guru.”

    Sang Buddha: “Bagaimana pendapatmu, Kalama? Apakah hal-hal itu bermanfaat atau tidak bermanfaat?”

    Suku Kalama: “Bermanfaat, Guru.”

    Sang Buddha: “Tercela atau tidak tercela?”

    Suku Kalama: “Tidak tercela, Guru.”

    Sang Buddha: “Dikecam atau dipuji oleh para bijaksana?”

    Suku Kalama: “Dipuji, Guru.”

    Sang Buddha: “Jika dilaksanakan dan dipraktekkan, apakah hal-hal ini menuju kesejahteraan dan kebahagiaan atau tidak, atau bagaimana?”

    Suku Kalama: “Jika dilaksanakan dan dipraktekkan, hal-hal ini menuju kesejahteraan dan kebahagiaan. Demikian tampaknya hal ini bagi kami.”

    Sang Buddha: “Untuk alasan inilah, suku Kalama, maka kami mengatakan: Jangan serta merta mengikuti:

    1. Tradisi: lisan/penyampaian berulang [anussavena/itihitihaṃ = tradisi]
    2. Tradisi: turun-temurun [paramparāya]
    3. Tradisi: kabar angin/gossip/kata orang/desas-desus [itikirāya]
    4. Tradisi: kumpulan teks tertulis [piṭakasampadānena]
    5. Penalaran: berdasarkan kesangsian/logika [takkahetu]
    6. Penalaran: berdasarkan makna/tindak-tanduk [nayahetu]
    7. Penalaran: berdasarkan sifatnya atau lewat analogi [kbbi: persamaan/persesuaian 2 hal yang berlainan/ākāraparivitakkena]
    8. Penalaran: berdasarkan spekulasi pandangan yang disetujui/opini yang dianggap beralasan [diṭṭhinijjhānakkhantiyā]
    9. Pembabarnya: tampak meyakinkan [bhabbarūpatāya], atau
    10. Pembabarnya: Petapa yang tidak lain adalah gurunya [samaṇo no garūti]

    Tetapi setelah mengetahui sendiri [attanāva jāneyyātha], bahwa hal-hal ini [dhammā]:

    • bermanfaat,
    • tidak dicela;
    • dipujikan para bijaksana;
    • jika dilaksanakan dan dipraktekkan, menuju kesejahteraan dan kebahagiaan’,

    maka kalian harus menjalankannya. Adalah karena alasan inilah maka hal ini dikatakan.

    Maka, suku Kalama, pengikut yang mulia yang meninggalkan ketamakan (vigatābhijjho), meninggalkan itikad buruk (vigatabyāpādo), tanpa kebingungan (asammūḷho), memahami sepenuhnya kemunculan-berlangsung-berakhirnya perasan, awal pemikiran dan persepsi (sampajāno) mengingat jelas hal-hal yang yang telah dilakukan dan dikatakannya (patissato)

    1. Pikiran cinta kasih-nya [metta] dipancarkan ke satu arah kemudian ke: 2 arah, 3 arah dan 4 arah, demikian ke: atas, bawah, bulak-balik, ke mana saja, pada mahluk alam apapun (termasuk dirinya) pikirannya yang disertai cinta kasih dipancarkannya: berlimpah, luhur, tak berbatas, lembut, tanpa halangrintang
    2. Pikiran welas asihnya [Karuṇā]…
    3. Pikiran simpatinya [muditā]…
    4. Pikiran tenang-seimbangnya [upekkhā] dipancarkan ke satu arah kemudian ke: 2 arah, 3 arah dan 4 arah, demikian ke: atas, bawah, bulak-balik, ke mana saja, pada mahluk alam apapun (termasuk dirinya) pikirannya yang tenang-seimbang dipancarkannya: berlimpah, luhur, tak berbatas, lembut, tanpa halangrintang

    Suku Kalama, pengikut yang mulia yang pikirannya bebas dari permusuhan, bebas dari niat jahat, murni dan tidak kotor, maka Ia memenangkan empat jaminan dalam kehidupan ini juga.

    1. Inilah jaminan pertama yang dimenangkannya: ‘Seandainya ada alam lain, dan seandainya perilaku yang baik dan buruk memang memberikan buah dan menghasilkan akibat, maka ada kemungkinan ketika tubuh hancur, setelah kematian, aku akan muncul di tempat yang baik, di suatu alam surgawi.’
    2. Inilah jaminan kedua yang dimenangkannya: ‘Seandainya tidak ada alam lain, dan seandainya tindakan baik dan buruk memang tidak memberikan buah dan menghasilkan akibat, tetap saja di sini, di dalam kehidupan ini juga, aku hidup dengan bahagia, bebas dari rasa permusuhan dan niat jahat.’
    3. Inilah jaminan ketiga yang dimenangkannya: ‘Seandainya kejahatan menimpa si pelaku kejahatan, maka karena aku tidak berniat jahat kepada siapapun, bagaimana mungkin penderitaan menyerangku, orang yang tidak melakukan kejahatan?’
    4. Inilah jaminan keempat yang dimenangkannya: ‘Seandainya kejahatan tidak menimpa pelaku kejahatan, maka di sini juga aku melihat diriku sendiri termurnikan di dalam dua hal [dia tidak melakukan kejahatan dan tidak ada kejahatan yang akan menimpanya]’

    Suku Kalama, pengikut yang mulia yang pikirannya bebas dari permusuhan, bebas dari niat jahat, murni dan tidak kotor, maka Ia memenangkan empat jaminan ini di dalam kehidupan ini juga.”

    Mendengar uraian tersebut, Suku Kalama menjawab dengan kegembiraan:

    “Ya demikianlah (evametaṃ), Yang Terberkati! Ya demikianlah, Yang Sempurna! Pengikut yang mulia yang pikirannya bebas dari permusuhan, bebas dari niat jahat, murni dan tidak kotor, maka Ia memenangkan empat jaminan ini di kehidupan ini juga

    Luar biasa, Guru! … Biarlah Yang Terberkati menerima kami sebagai pengikut awam yang telah pergi untuk berlindung sejak hari ini sampai akhir hayat.”

    [AN 3.65/Kesamutti sutta atau KALAMA SUTTA; Sutta lain yang memiliki isi yang kurang lebih sama di antaranya: AN 3.66/Sāḷha sutta; AN 4.193/Bhaddiya sutta. Pada MAHANIDESA (Tuvaṭakasuttaniddesa) dan CULLA NIDESA (Mettagūmāṇavapucchāniddesa), kata: “anussavena” di ganti kata: “itihitihaṃ” yang artinya kurang lebih sama, namun tidak semua listing saran “jangan serta merta mengikuti” ada]


Artikel tentang ada/tidaknya: kehidupan kembali setelah kematian dan ada/tidaknya akibat dari perbuatan, baca: PAYASI SUTTA


Keselamatan selalu ada di luar Gereja! (3)


Pengantar

Suatu ketika, saya membaca tulisan dengan judul ‘Adakah Keselamatan di Luar Gereja?’ dari seorang yang bernama Eddy TG yang menekankan alasan-alasan mengapa sebaikya pindah keyakinan menjadi Kristen. Target pasar tulisan itu terutama ditujukan pada para penganut non Abrahamik. Kemudian terjadilah tanya-jawab dengannya. Mengingat pentingnya pesan yang terkandung dalam tanya-jawab tersebut, maka itu saya daur ulang dengan sistematika sbb:

SELAMAT MEMBACA!

[Kembali]


BUKTI SEJARAH: Ajaran Kasih VS Pelaksaannya

Pengungkapan Bukti dari Alkitab dan fakta sejarah sengaja saya bagi kedalam beberapa beberapa bagian, untuk berjaga-jaga andaikan saja anda Muak dan dapat mencederai keyakinan anda, maka segera hentikan membaca dan pindahlah ke topik berikutnya yang lebih bersahabat daripada artikel-artikel di bawah ini:

[Kembali]


Catatan yang tertulis di Alkitab

Tuhan itu cemburuan, tidak mengakui kesalahan tapi senang membalas berulang2:

    Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, [Kel. 20:5 ]

Tuhan itu gampang ngamuk:

    sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi. [Ul. 6:15]

    Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.[Ul. 4:24]

Tuhan itu tidak lapanghati, tidak penuh kasih, senang sumpah serapah, pendendam dan suka membalas:

    maka TUHAN tidak akan mau mengampuni orang itu, tetapi murka dan cemburu TUHAN akan menyala atasnya pada waktu itu; segenap sumpah serapah yang tertulis dalam kitab ini akan menghinggapi dia, dan TUHAN akan menghapuskan namanya dari kolong langit. [Ul. 29:20]

    Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: “Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu.[Yos. 24:19]

    TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya. [Nah. 1:2]

    maka TUHAN tidak akan mau mengampuni orang itu, tetapi murka dan cemburu TUHAN akan menyala atasnya pada waktu itu; segenap sumpah serapah yang tertulis dalam kitab ini akan menghinggapi dia, dan TUHAN akan menghapuskan namanya dari kolong langit. [Ul. 29:20]

Murka tuhan reda cukup dengan nyawa-nyawa bangsa lain:

    lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tangkaplah semua orang yang mengepalai bangsa itu dan gantunglah mereka di hadapan TUHAN di tempat terang, supaya murka TUHAN yang bernyala-nyala itu surut dari pada Israel.” [Bil. 25:4]

Murka tuhan cukup diselesaikan dengan membuiat timbunan batu:

    Sesudah itu didirikanlah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. Lalu surutlah murka TUHAN yang bernyala-nyala itu. Oleh sebab itu nama tempat itu sampai sekarang disebutkan lembah Akhor. [Yos. 7:26]

Tuhan menyukai perampok, orang-orang biasa, raja dan untuk berdagang Budak:

    Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel. Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka. [Hak. 2:14]

    Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya. [Hak. 3:8]

Tuhan juga melakukan serah terima orang:

    Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, dan Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin dan bani Amon. [Hak. 10:7]

Tuhan juga Pembunuh tanpa peduli apapun:

    Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu. [2Sa. 6:7]

Tuhan adalah Penghasut:

    Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: “Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.” [2Sa. 24:1]

Tuhan itu Gemesan, senang membakar, senang memukul berulang-ulang, senang menginjak2 dan tidak Penyabar:

    Sebab itu, ketika mendengar hal itu, TUHAN gemas, api menyala menimpa Yakub, bahkan murka bergejolak menimpa Israel, [Mzm. 78:21]

    yang memukul bangsa-bangsa dengan gemas, dengan pukulan yang tidak putus-putusnya; yang menginjak-injak bangsa-bangsa dalam murka dengan tiada henti-hentinya. [Yes. 14:6]

Tuhan itu Panasan, senang membantai dan menumpas:

    Sebab TUHAN murka atas segala bangsa, dan hati-Nya panas atas segenap tentara mereka. Ia telah mengkhususkan mereka untuk ditumpas dan menyerahkan mereka untuk dibantai. [Yes. 34:2]

    Dan apabila sudah diserahkan Tuhan Allahmu akan mereka itu di hadapanmu, dan kamu sudah mengalahkan mereka itu, maka hendaklah kamu membinasakan mereka itu sama sekali, jangan kamu berjanji-janjian dengan mereka itu dan jangan kamu mengasihani mereka itu …[Ul 7:2]

    Tetapi adapun negeri bangsa-bangsa ini yang dikaruniakan Tuhan Allahmu kepadamu akan bahagian pusaka, janganlah kamu hidupi barang sesuatu isinya akan bernafas; melainkan hendaklah kamu menumpas sama sekali segala orang Heti dan Amori dan Kanani dan Ferizi dan Hewi dan Yebuzi, seperti firman Tuhan Allahmu kepadamu …[Ul 20:16,17]

    Maka bani Yehuda pun memerangi Yerusalem, lalu dikalahkannya, dan dibunuhnya segala orang isinya dengan mata pedang, dan ditundukkannya negeri itu …[HAK 1:8]

    Maka ditumpasnya segala sesuatu yang di dalam negeri itu, baik orang laki-laki atau perempuan, baik orang muda atau orang tua sampai segala lembu domba dan keledai pun dengan mata pedang … [YUSAK 6:21]

    Maka berperanglah mereka itu dengan orang Midiani, setuju dengan firman Tuhan yang kepada Musa, dibunuhnya segala orang laki-laki … Maka oleh Bani Israil ditawan akan segala perempuan orang Midiani, dan akan segala anak-anaknya dan segala kendaraannya dan segala binatangnya dan segala harta-bendanyapun dirampasnya. Maka segala kotanya dan tempat kedudukannya dan kubunya dibakar habis dengan api … Maka kata Musa kepada mereka itu: Mengapa maka kamu hidupi segala perempuan ini? … Sebab itu bunuhlah segala yang laki-laki di antara anak-anak itu dan bunuhlah segala perempuan yang sudah tahu bersetubuh dengan orang laki-laki … [Bil 31: 7, 9, 10, 15, 17 ]

Tuhan itu tidak senang bersukur, jijik-an bahkan terhadap milik sendiri:

    Maka menyalalah murka TUHAN terhadap umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik-Nya sendiri. [Mzm. 106:40]

Tuhan itu Bengis bukan Penyayang:

    Sungguh, hari TUHAN datang dengan kebengisan, dengan gemas dan dengan murka yang menyala-nyala, untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memunahkan dari padanya orang-orang yang berdosa. [Yes. 13:9]

Tuhan tidak tahan di Olok-olok hingga Murka:

    Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan. [2Taw. 36:16]

Tuhan itu datang tidak untuk Kedamaian melainkan Pedang, Pertentangan menceraiberaikan keluarga:

    Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. [Luk 12:51]

    Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. [Mat 10:34]

    Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, [Mat 10:35]

    dan musuh (echtroi) orang ialah orang-orang seisi rumahnya.[Mat 10:36]

Tuhan memerintahkan membeli Senjata:

    Kata-Nya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang. [Luk 22:36]

Tuhan atau Roh Kuduslah yang tanpa Ampun:

    Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. [Mat. 12:31]

    Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak. [Mat. 12:32]

    Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” [Mrk. 3:29]

    Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. [Luk. 12:10]

[Kembali]


Tulisan ini merupakan diskusi di thread Swaramuslim

Berdasarkan matthew 10:34 Jesus tidak membawa damai.

10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang (machaira).

Ket : 3162 macaira probably feminine of a presumed derivative of mach – mache 3163; a knife, i.e. dirk; figuratively, war, judicial punishment:- -sword. μαχαιρα (218) a large knife or dagger, short sword. Machaira, adalah senjata yang canggih pada saat itu alias alat pembunuh yang mematikan (padanan di Indonesia: clurit), jadi machaira pada ayat itu konotasinya apa?. Pengertian machaira menurut PB dan PL adalah sama : senjata, alias alat pembunuh. Untuk memotong telinga Matt 26:51 machairan, noun, singular. Bisa dibeli Luke 22:38 machairai, noun, plural.

Yahweh sendiri punya machaira (bacalah septuagint)

Exo 22:24 Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang (machaira), sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim.

Deut 32:41 apabila Aku mengasah pedang-Ku (machairan mou) yang berkilat-kilat, dan tangan-Ku memegang penghukuman, dst…

Deut 32:42 Aku akan memabukkan anak panah-Ku dengan darah, dan pedang-Ku(machairan mou) akan memakan daging:…dst

Silahkan anda check sendiri apa arti “machaira” pada ayat bible lainnya.

Digunakan untuk siapa “machaira” (senjata) itu?

Matt 10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

Matt 10:36 dan musuh (echtroi) orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

Apa yang dipisahkan dengan “machaira”, orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya?, Machaira adalah senjata, digunakan untuk memisahkan ruh dan jasad mereka alias membunuh, sehingga mereka benar-benar terpisah oleh kematian. Tindakan apa yang harus dilakukan terhadap musuh dengan “machaira” ditangan? Apa ayat itu tidak berkonotasi untuk membunuh anggota keluarga sendiri?

Realisasi Matt 10:34, pengikut Jesus diperintah membeli machaira (anda sudah membeli atau belum?)

Luke 22:36 Jawab mereka: “Suatupun tidak.” Kata-Nya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang (machaira).

Luke 22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang

Peter memakai machaira Matt 26:51

Saya punya contoh applikasi Matt 10:34. Saya mau sedikit cerita tentang ajaran kasih Jesus. Kembali ketahun 1994 di Rwanda negeri itu adalah negeri yang paling Christian di benua Africa, buah success evangelical missionary, tapi ditahun itu tanpa ada pihak luar yang mengadu domba dua suku Hutu dan Tutsi saling bantai tidak pandang bulu termasuk para tokoh/pemuka agama juga terlibat/ gereja (Rwanda Christian Churches and Genocide in Rwanda my research indicates that religion was nevertheless an essential element in the Rwandan genocide. Timothy Longman Vassar College

  1. Christian_Church_ Genocide
  2. http://iwpr.net/?p=acr&s=f&o=325838&apc_state=henpacr
  3. Rwanda,backgrcross_genocide
  4. genocide in_rwanda
  5. missionalia/rwanda1.htm
  6. http://findarticles.com/p/articles/mi_m1058/is_8_121/ai_n6003109
  7. http://www.newsfromafrica.org/newsfromafrica/articles/art_10231.html

Fakta: Dinegeri penganut ajaran Jesus yang katanya penuh kasih, dengan melibatkan gereja dan tokoh agama, rakyatnya saling membunuh, mereka melakukannya tanpa dengan alat pembunuh massal, hanya dalam waktu 100 hari atau 3 bulan 800.000-1000. 000 nyawa manusia melayang (lebih dari 10% jumlah penduduk yang kala itu berjumlah 7,7 jt), hampir 10.000 nyawa sehari!!!!!( melebihi kekejaman rekan seiman mereka, Nazi). Bayangkan kalau berat rata-rata penduduk Rwanda/ Burundi yang terbunuh 40 kg, total korban genocide ajaran kasih = 800 ribu X 40 kg = 32 ribu ton/3 bulan melebihi produksi daging sapi nasional 34 ribu ton/tahun http://www.bppt.go.id/index.php?option= com_content&task=view&id=1553&Itemid=30

Ajaran apakah yang memperlakukan manusia lebih kejam dari pada memperlakukan binatang?

Peristiwa itu sepertinya sesuai dengan Matt 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang…….

Bagaimanakah rekonsiliasi mereka?

  1. http://www.nytimes.com/2004/04/07/international/africa/07RWAN.html?ex=1396756800&en=e0838186e9f4832f&ei=5007&partner=USERLAND
  2. http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/africa/3561365.stm
  3. http://www.islamonline.net/English/News/2002-09/24/article42.shtml

Check data ini valid atau tidak.

Korban jiwa jang jatuh karena keterlibatan orang yang mengaku beragama Kristen. Ajaran yang diclaim “kasih”

0-XI terlalu panjang urutannya

Crusades (1095-1291) 1 000 000
Albigensian Crusade (1208-49) 1,000,000
During the Saracen slaughters in Spain 7000 000
Saxons and Scandinavians lost their lives opposing the introduction of Christianity 2 000 000
Holy Wars against the Netherlands, Albigenses, Waldenses, and Huguenots 1,000,000
Spanish Inquisition (1478-1834) 350000
French Wars of Religion 16th century 3 000 000
Thirty Years War 17th century 7 000 000

Total 22 000 000 selama 6 abad, siapakah pelakunya ? Ini melebihi 15 jt selama 14abad.

Penjajahan & perang Abad 18 – 19
Congo Free State (1886-1908): 8 000 000
Annihilation of the American Indian 20.000.000
(untuk genocide American Indian diatas angkanya lebih banyak dari itu, sedang saya pelajari)
Philippines Insurgency (1899-1902): 220 000
Brazil (1900 et seq.): 500 000
Amazonia (1900-12): 250 000
Portuguese Colonies (1900-25): 325 000
French Colonies (1900-40) >200,000
Abyssinian Conquest (1935-41): 400 000
Algeria (1954-62): 537 000
British India 19th century 17 000 000, dll.

Total kira kira 45 000 000 jiwa selama 2 abad , siapakah pelakunya ? lho kok grafiknya meningkat ?

Abad 20

First World War (1914-18): 15 000 000
Second World War (1937-45): 55 000 000
That’s 35,000,000 deaths which can probably be blamed on Hitler to one extent or another.
Mexican Revolution (1910-20): 1 000 000
Spanish Civil War (1936-39) and Franco Regime (1939-75): 365 000 + 100 000
Korean War (1950-53): 2 800 000
First Indochina War (1945-54): 400 000
Second Indochina War (1960-75): 3 500 000
Ethiopia (1962-92): 1 400 000
Rwanda and Burundi (1959-95): 1 350 000
Liberia (1989-97): 150 000
Zaire (Dem. Rep. Congo), Civil War (1997) 250,000
Bosnia and Herzegovina (1992-95): 175 000
Iraq – International embargo (1990-): 350 000
Guatemala (1960-1996): 200 000
Colombia (1946-58): 200 000
Greek Civil War (1943-49): 158 000
Balkan Wars (1912-13): 140 000. dll.

Total kira kira 70 000 000 juta jiwa selama 1 abad , melonjak drastic siapa lagi pelakunya..? Jadi selama adanya Christianity hingga kini tahun sudah 140.000.000 juta jiwa melayang

Bagaimana nantinya di abad 21 ? Apakah itu yang disebut buah ajaran kasih ?

Coba direnungkan

20 abad 140 juta, 14 abad 15 juta

Ajaran yang manakah yang pantas disebut damai ? Perjanjian lama menyebutkan 1,300,000 orang mati atas perintah Jehowa, penduduk dunia saat itu 300,000,000 http://www.census.gov/ipc/www/worldhis.html

Persentasi orang mati diatas, dibanding jumlah penduduk dunia adalah 0.43%. Sekarang Perjanjian Baru total korban jiwa keterlibatan orang mengaku beragama Kristen 140,000,000 penduduk dunia sekarang 6,000,000,000. Persentasi orang mati diatas dibanding jumlah penduduk dunia adalah 2.33%. 0.43 % menjadi 2.33%??? Kok malah meningkat 540 %?

[Kembali]


Penguraian dengan Cara lain

Ini adalah tahun-tahun bersejarah dimana kekejian, kebiadaban dan kesadisan telah dilakukan oleh anak-anak allah dalam ber-ghost-spell:

  1. Abad ke 4 dan ke 5 Kuil-kuil Yahudi di bakar oleh orang Kristen. Jumlah orang yahudi yang terbunuh tidak diketahui. Dalam pertengahan abad ke 4 kuil pertama Yahudi dihancurkan atas perintah Bishop Innocentious dari Dertona di Utara Itali. Juga kuil pertama di dekat sungai Euprath dihancurkan atas perintah Bishop Kallinikon pada tahun 388 [DA454]
  2. Pembantaian kaum pagan:
      Selekas Kekristenan menjadi legal [th 315], maka sejak itu semakin banyak kuil kaum pagan di hancurkan umat nasrani dan para pendeta kaum pagan di bunuhi, misalnya: Kuil Aesculap di Aegaea, kuil Aphrodite di Golgatha, Kuil Aphaka di Lebanon, Kuil Heliopolis. Para pendeta kristen seperti Mark dari Arethusa atau Cyrill dari Heliopolis terkenal sebagai “pembasmi kuil”. Mereka yang kedapatan menyelenggarakan upacara kaum pagan dapat divonis mati pada tahun 356 [DA468]

      Raja kristen Theodosius (408-450), anak2-anaknya bahkan di hukum mati karena mereka tetap bermain dengan patung-patung dewa pagan [DA469]. Menurut pemberitaan kalangan kristen, “Ia mengikuti dengan patuh semua ajaran-ajaran kristiani..”

      Pada Abad ke-6 kaum pagan dinyatakan tidak mempunyai hak apapun.

      Di awal abad ke-4, filsuf Sopatros di hukum mati atas tuntutan otoritas kristen [DA466]

      Filsuf wanita terkenal di dunia, Hypatia dari Alexandria, di mutilasi dengan memakai pecahan beling oleh Kristen2 histeris yang dipimpin oleh pemimpin kristen bernama Peter, di sebuah gereja pada tahun 415. [DO19-25]

  3. Dewan Toledo 694. Orang Yahudi dijadikan budak, harta mereka disita dan anak-anak mereka dibaptis secara paksa. (DA454)
  4. Tahun 782: Kaisar Karl (Charlemagne) tahun 782 memerintahkan 4500 orang Saxon dipenggal kepalanya karena menolak masuk Kristen (DO30)
  5. Tahun 1010: Bishop Limoges (Perancis) pada tahun 1010 memaksa orang Yahudi untuk masuk Kristen. Kalau tidak dibunuh atau diusir (DA453)
  6. Tahun 1095: Perang Salib (1095-1291), Perang Salib pertama : atas perintah Paus Urban II (WW11-41)
  7. Tahun 1096 : Perang Salib pertama – Ribuan orang Yahudi dibunuh di kota Worm – pada tanggal 18/5/1096, Mainz pada tanggal 27/5/1096 (1100 orang) juga orang-orang yahudi di kota – kota Cologne,Moers, Dortmunt, Kerpen, Trier, Metz, Regensburg, Dll.
  8. Tahun 1096: Semlin/Hongaria pada tanggal 24/6/1096 Ribuan orang dibunuh.
  9. Tahun 1096: (Tanggal 9/9/1096 – 26/1096) Nikaia, Xerigordon (dahulu wilayah Turki) Ribuan orang dibunuh (WW25-27)
  10. Sampai bulan Januari 1098 berjumlah keseluruhan dari 40 kota ibukota dan 200 perbentengan ditaklukkan (Jumlah orang yang dibunuh tidak diketahui ) [WW30]
  11. Setelah Tanggal 6/3/1098, Antiocia ditaklukan, antara 10.000 – 60.000 pria-wanita dan anak-anak dibunuh; Tanggal 6/28/1098, 100,000 orang Turki (termasuk wanita dan anak2) di bunuhi. [WW32-35]

    Di sini orang-orang Kristen biadab ini, “Melakukan kejahatan yang lain nya kepada kaum wanita yang ditemukan di dalam tenda tenda milik musuh itu –menusuk kan tombak tombak mereka ke perut wanita-wanita yang berlarian menyelamatkan diri ,” menurut penulis kronik Kristen Fulcher dari Chartres. [EC60]

  12. Tanggal 11/12/1098, Marra (Maraat an-numan), ribuan orang orang telah dibunuh dengan sadisnya . Oleh karena kelaparan yang berikut nya ” mayat-mayat dari musuh itu telah berbau busuk dimakan oleh orang-orang Kristen” berkata penulis kronik Albert Aquensis. [WW36]
  13. Tahun 1099: Jerusalem ditaklukan 15/7/1099. 60.000 orang dibunuh – Yahudi, Muslim , laki-laki, perempuan dan anak-anak. [WW37-40]

    (dilukiskan oleh saksi mata Kengerian begitu dahsyat – Kami harus berjalan didalam genangan darah musuh kami sedalam mata kaki dan setelahnya “dengan rasa gembira dan tangis haru kegembiraan yang meluap, orang-orang kita berjalan beriringan menuju pusara Juru selamat kita, untuk memberikan penghormatan dan rasa syukur lunasnya hutang kita)

    Archbishop Tyre, saksi mata melukiskan peristiwa itu sbb:

      “Mustahil melihat sejumlah besar pembantaian ini tanpa rasa ngeri; Ceceran potongan-potongan dari tubuh manusia dimana-mana, tanah tertutup dengan banjir darah dari yang terbunuh.

      ..Suguhan dari tubuh-tubuh yang tanpa kepala dan bagian bagian tubuh yang berserakan di segala arah membangkitkan kengerian bagi semua yang melihatnya.

      Ditambah lagi dengan menatap tubuh para pemenang kita itu sendiri dengan darah menetes di sekujur tubuh dari bagian atas badan hingga kaki, satu penglihatan yang tidak menyenangkan yang membawa teror kepada semua yang menjumpai mereka.

      Diilaporkan di dalam Bait Allah sendiri ketika sepuluh ribu orang orang kafir dimusnahkan” [TG79]

  14. Tahun 1100: Bahkan sampai musim panas tahun berikutnya diseluruh Palestina udara tercemar oleh bau busuk mayat. Satu Juta orang dibunuh dalam perang salib I. (WW41)
  15. Tahun 1147: Perang Salib kedua – 1147 Ratusan Yahudi dibunuh di Ham, Sully, Carentan dan Rameru di Perancis (WW57)
  16. Tahun 1204 Pertempuran Askalon tanggal 12/08/1204 200,000 orang kafir dibunuh dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus (WW45)
  17. Tahun 1234: 27/5/1234, Sekitar 5000 sampai 11.000 Petani Steding (Jerman) Pria, Wanita dan anak-anak dibunuh karena menolak membayar pajak Gereja yang mencekik leher ( WW223)
  18. Perang Salib ke tiga – Komunitas Yahudi di seluruh Inggris dibasmi (DO 40)
  19. Tahun 1349 – Di lebih 350 kota Jerman semua Yahudi bibunuh, kebanyakan dibakar hidup-hidup (dalam satu tahun ini saja jumlah orang Yahudi yang dibunuh melebihi jumlah orang Kristen yang dibunuh selama penindasan orang Roma terhadap orang Kristen) (DO42)
  20. Tahun 1456: Pertempuran Belgrade 1456, 80.000 orang Turki dibunuh (DO235)
  21. Abad ke 15, Di polandia: 1019 Gereja and 17987 Desa di rampas harta bendanya oleh ksatria-ksatria yang diperintah Gereja ordo tertentu. Jumlah korban tak diketahui [DO30]
  22. Tahun 1492-Ketika Colombus berlayar keliling dunia-Ribuan Orang Yahudi di bunuh atau diusir dari Spanyol – Banyak yang tewas dalam perjalanan. (MM470-476)
  23. Setiap Colombus menginjakan kakinya dinegri asing, ia menancapkan Salib. Membuat deklarasi yang diperlukan -Requerimento- untuk mengklaim tanah bagi bos katoliknya di spanyol. Deklarasi itu berbunyi sbb:
      “I certify to you that, with the help of God, we shall powerfully enter your country and shall make war against you..And shall subject you to the yoke and obedience of the church..and shall do you all mischief that we can, as to the vassals who do not obey and refuse to receive their lord and resist and contradict him” (SH66))

      Terjemahan:

      Aku nyatakan pada kalian bahwa, dengan bantuan dari Tuhan, kami akan dengan penuh kekuatan memasuk negara kalian dan akan berperang terhadap kalian..dan akan dipasangi kuk (diperbudak) dan patuh pada gereja..dan kana kami lakukan padamu segala keganasan yang mampu kami lakukan, berkenaan pada budak yang tidak patuh dan menolak menerima tuhan mereka dan bertahan menolak dan bertentangan dengannya

  24. Di Hispaniola, populasi Indian (Arawak), orang-orang Indian yang ramah itu segera berkabung denngan tewasnya 50.000 orang ketika Colombus datang. Yang selamat menjadi korban perkosaaan, pembunuhan, dan dijadikan budak. (SH204)
  25. Kepala suku Hatuey melarikan diri beserta orang-orangnya tetapi berhasil ditangkap dan dibakar hidup-hidup.
      Ketika dia sedang diikat di kayu, Pastor Fransiscan mendesaknya untuk mengakui Yesus sehingga jiwanya dapat pergi ke ‘Sorga” dari pada ke neraka.

      Hatuey menjawab bahwa jika sorga itu adalah tempat bagi orang-orang Kristen maka dia lebih memilih pergi ke neraka.. [SH70]

      Apa yang terjadi pada Indian suku Arawak itu dilukiskan oleh saksi mata:

      “The Spaniards found pleasure in inventing all kinds of odd cruelties..They built a long gibbet, long enough for the toes to touch the ground to prevent strangling, and hanged thirteen [natives] at a time in honor of Christ Our Saviour and the twelve Apostles…then, straw was wrapped around their torn bodies and they were burned alive.” [SH72]

      Terjemahan:
      orang-orang spanyol menemukan kesenangan dalam menciptakan segala jenis kekejaman aneh..mereka membangun tiang gantungan panjang, cukup sepanjang jari kaki menyentuh tanah menjegah tercekik, dan menggantung 13 orang [penduduk asli] di saat itu untuk menghormati Yesus juru selamat kita dan 12 rasul..kemudian jerami di lilitkan sekeliling tubuh terluka mereka dan mereka di bakar hidup-hidup.

      Or, on another occasion: “The Spaniards cut off the arm of one, the leg or hip of another, and from some their heads at one stroke, like butchers cutting up beef and mutton for market. Six hundred, including the cacique, were thus slain like brute beasts..Vasco [de Balboa] ordered forty of them to be torn to pieces by dogs.” [SH83]

      Terjemahan:
      Atau, pada kejadian lainnya: “orang-orang spanyol, memotong lengan seseorang, kaki atau pinggul orang lainnya, dan beberapa kepala mereka dengan sekali tebas, seperti tukang daging memotong daging sapi dan kambing untuk pasar. 600 termasuk cacique [kepala suku], kemudian dibantai seperti binatang buas.. Vasco [dari Balboa] memerintahkan 40 dari mereka diterkam anjing-anjing hingga menjadi serpihan

      The “island’s population of about eight million people at the time of Columbus’s arrival in 1492 already had declined by a third to a half before the year 1496 was out.”

      Eventually all the island’s natives were exterminated, so the Spaniards were “forced” to import slaves from other caribbean islands, who soon suffered the same fate. Thus “the Caribbean’s millions of native people [were] thereby effectively liquidated in barely a quarter of a century”. [SH72-73]

      Terjemahan:
      Populasi pulau sekitar 8 juta orang saat Kolumbus datang di tahun 1492 telah berkurang menjadi 1/3 hingga 1/2 nya sebelum tahun 1496 berakhir.” Akhirnya seluruh penduduk pribumi pulau di bantai, sehingga orang-orang spanyol menjadi ‘terpaksa’ mengimport budak-budak dari pulau-pulai karibia lainnya, yang segera menderita pada nasib yang sama. Mereka ‘jutaan penduduk pribumi karibia [yang] karenanya dengan efektifnya termusnahkan dalam hampir 1/4 abad

      “In less than the normal lifetime of a single human being, an entire culture of millions of people, thousands of years resident in their homeland, had been exterminated.” [SH75]

      Terjemahan:
      Dalam waktu kurang dari panjang umur normal seorang manusia, seluruh kebudayaan dari jutaan orang, ribuan tahun menghuni kampung halaman, telah dimusnahkan

  26. Abad ke 16 dan 17 Di Irlandia, Pasukan Inggris “menenangkan dan membudayakan” Irlandia, dimana saat itu hanya kaum gaelik “irlandia yang liar”, “Mahluk tak berakal, yang hidup tanpa pengetahuan dan tata cara tentang Tuhan kristen, tuhan yang paling benar dalam memperlakukan barang, ternak, wanita, anak-anak dan apapun”. Satu dari banyak prajurit berhasil diantaranya Humphrey Gilbert, saudara tiri Sir Walter Raleigh, memerintahkan “Kepala mereka [apapun], harus di bunuh siang ini, harus dipotong agar berpisah dari tubuh mereka…dan mesti di baringkan di tanah sejajar”, hasil dari upaya membudayakan Irlandia menyebabkan “teror besar-besaran pada masyarakat ketika mereka melihat kepala dari mayat Ayah, Saudara, anak-anak, tetangga, teman mereka di tanah”. Puluhan ribu dari kaum Gaelik Irlandia menjadi korban penyembelihan [SH99, 225]
  27. Tahun 1634: Dua pertiga penduduk pribumi tewas oleh penyakit cacar yang dibawa oleh pendatang yang hendak “menyelamatkan” mereka dari api neraka itu. Dan ini tentu saja menggembirakan bagi orang Kristen sebagai ‘berkah dari Tuhan”, sehingga Gubernur massachuset menulis pada tahun 1634:
      “For the natives, they are near all dead of smallpox, so as the Lord hath cleared our title to what we posses” [SH109-238]

      Terjemahan:
      Penduduk pribumi, mereka hampir seluruhnya tewas akibat cacar, sehingga Tuhan telah membersihkan kita dari apa yang kita miliki

  28. Tiga juta orang tawanan perang Uni Soviet di bantai di kamp-kamp konsentrasi dalam perang dunia kedua oleh tentara Jerman.
  29. Perlakuan orang-orang Kristen Spanyol mengingatkan pada pelajaran sejarah di SD-SMP. Bagaimana orang-orang Portugis, Spanyol dan Belanda menjajah Indonesia sambil meyebarkan agama penuh kasihnya. Masih ingat kita akan politik tanam paksa dan pajak yang mencekik leher yang diterapkan terhadap penduduk Indonesia.
  30. Perlakuan orang Kristen yang mutakhir yaitu pembasmian orang-orang Islam di Maluku, Poso dan terakhir yang sedang berlangsung adalah tentara sekutu yang membombardir Afganistan yang sebenarnya sudah rata dengan tanah. Jangan dilupakan juga jutaan bayi di Irak yang mati karena embargo Amerika. Juga ratusan ribu penduduk di Bosnia, Chechnya, Kosovo, Moro dll.

Keterangan singkatan di atas:

  • [DA]K.Deschner, Abermals krhte der Hahn, Stuttgart 1962.
  • [DO]K.Deschner, Opus Diaboli, Reinbek 1987.
  • [EC]P.W.Edbury, Crusade and Settlement, Cardiff Univ. Press 1985.
  • [EJ]S.Eidelberg, The Jews and the Crusaders, Madison 1977.
  • [LI]H.C.Lea, The Inquisition of the Middle Ages, New York 1961.
  • [MM]M.Margolis, A.Marx, A History of the Jewish People.
  • [MV]A.Manhattan, The Vatican’s Holocaust, Springfield 1986. See also V.Dedijer, The Yugoslav Auschwitz and the Vatican, Buffalo NY, 1992.
  • [NC]J.T.Noonan, Contraception: A History of its Treatment by the Catholic Theologians and Canonists, Cambridge/Mass., 1992.
  • [S2]Newscast of S2 Aktuell, Germany, 10/10/96, 12:00.
  • [SH]D.Stannard, American Holocaust, Oxford University Press 1992.
  • [SP]German news magazine Der Spiegel, no.49, 12/2/1996.
  • [TA]A True Account of the Most Considerable Occurrences that have Hapned in the Warre Between the English and the Indians in New England, London 1676.
  • [TG]F.Turner, Beyond Geography, New York 1980.
  • [WW]H.Wollschlger: Die bewaffneten Wallfahrten gen Jerusalem, Zrich 1973. (This is in german and what is worse, it is out of print. But it is the best I ever read about crusades and includes a full list of original medieval Christian chroniclers’ writings).
  • [WV]Estimates on the number of executed witches:
    • N.Cohn, Europe’s Inner Demons: An Enquiry Inspired by the Great Witch Hunt, Frogmore 1976, 253.
    • R.H.Robbins, The Encyclopedia of Witchcraft and Demonology, New York 1959, 180.
    • J.B.Russell, Witchcraft in the Middle Ages, Ithaca/NY 1972, 39.
    • H.Zwetsloot, Friedrich Spee und die Hexenprozesse, Trier 1954, 56.

[sumber: WONDERFUL EVENTS THAT TESTIFY TO GOD’S DIVINE GLORY, silakan check siapa tau ada tambahan data. Disamping itu silakan juga lihat link ini untuk mengetahui KEGIRANGAN pemimpin Nasrani saat pembantaian Yahudi oleh Hitler!]

[Kembali]


Berikut ini adalah hasil dari kegiatan misionaris di India:

Thirteen Years of Killings in Tripura by the NLFT
(The National Liberation Front of Tripura)

The Violence in Tripura Continues
In our concern for the violence that takes place daily in India’s Northeast region, here is a sample of the typical but atrocious news that comes out of the region due to the insurgency of the terrorist, militant Christian groups that act in the area. These groups, in their promotion of Christianity, continue to kill thousands of local people in their attempt to ban all Hindu practices and convert everyone into Christians.

Naganland: Baptist Militants Kill Local Political Leader
The Telegraph, Calcutta, Agartala, May 16, 2005
[Though we do not collect these reports like listed below, this shows that such killings still continue on a regular basis.]

A local tribal CPM leader was clubbed to death in Tripura’s Sadar (north) by militants belonging to the Biswamohan faction of the National Liberation Front of Tripura (NLFT) yesterday. Police said Kishore Debbarma, secretary of a CPM local committee had gone to attend a party program at Shanitola yesterday.

After the meeting, Debbarma, accompanied by a few other tribal cadre of the CPM, was having tea at a stall in a market around 5 pm when he was dragged away at gunpoint by a group of NLFT militants. The party leaders and workers were unable to resist the rebels but immediately informed Sidhai police. Within a short while the police and TSR jawans reached Shanitala and launched combing operations.

Around 11pm, Debbarma’s body with multiple head injuries was found at a roadside ditch in the Katabon area. The police said he had been clubbed to death by the militants. Senior CPM leader and the party’s secretariat member, Gautam Das, condemned the killing and held the INPT-NLFT combine responsible for the incident. “The NLFT carried out the killing but it had acted at the behest of the INPT,” Das said.
http://www.telegraphindia.com/1050517/asp/northeast/story_4747409.asp


More Deaths at the Hands of Extremists
September, 2003
1] http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/1089578.stm
Police in the northeastern Indian state of Tripura say a leading Hindu religious leader, who was kidnapped by suspected separatist rebels on Monday, has been found dead. Police say the body of the man, Labh Kumar Jamatia, was discovered in a forest in Dalak village in southern Tripura.

2] http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/953200.stm
Separatist group bans Hindu festivities. The leading separatist group in the north-east Indian state of Tripura has ordered indigenous tribespeople to stay away from celebrations of the Hindu festival Durga Puja. The outlawed National Liberation Front of Tripura warned that any tribal members seen taking part in the festival would be killed.

3] http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/899422.stm
Hindu preacher killed by Tripura rebels. A tribal Hindu spiritual leader has been killed by separatist rebels in the northeastern Indian state of Tripura. Police say about ten guerrillas belonging to the outlawed National Liberation Front of Tripura, the NLFT, broke into a temple near the town of Jirania on Sunday night and shot dead Shanti Tripura, a popular Hindu preacher popularly known as Shanti Kali. The separatist group says it wants to convert all tribespeople in the state to Christianity.

Two killed, three abducted by NLFT in Tripura
Press Trust of India, Agartala,May 1, 2003

Two persons were killed and three others kidnapped by NLFT insurgents in separate incidents in West Tripura district, police on Thursday said. Two collaborators of the banned outfit were kidnapped at gun point by the armed ultras from Jangalia village in the district last night and one of them was later shot dead.

The other collaborator was taken away, the police said, adding the two men were kidnapped as they had expressed their wish to surrender. A search operation has been launched in the area, the police said.

In a separate incident, another group of insurgents of the same outfit raided Tuikhamar village in the district during the day and hacked a person to death, the police said.

Three other persons engaged in laying railway lines were kidnapped from Jirania in the district on Wednesday at gun point, the police said, adding efforts were on to trace them.

Insurgents kill 19 people in Tripura
Wednesday, May 7, 2003 (Agartala):

Suspected insurgents of the banned All Tripura Tiger Force (ATTF) raided Sidhai village of west Tripura district late last night and opened indiscriminate fire. As many as 19 people died on the spot and six others were injured in the attack. The ATTF is said to be a militant group that crossed over from Bangladesh into Tripura. The group is reportedly behind the killings of 17 people in this very village two years ago.

Tripura militants massacre 31 people
Thursday, May 8, 2003 (Agartala):

Thirty-one people including eight children and six women have been killed in Tripura since late Tuesday night in a sudden burst of violence by militant groups. Most of the victims are non-tribals.

Insurgents from the banned National Liberation Front of Tripura (NLFT) raided a market in the West Tripura district and opened indiscriminate fire in which ten people were killed.
Four people including a woman were injured. Police are now conducting search operations in the area.

Earlier, members of the All Tripura Tiger Force raided Satchhari, a border village in West Tripura district and set fire to ten houses before opening fire killing 17 non-tribals.

In another incident, suspected NLFT militants shot dead a couple at Radhanagar village in North Tripura district.

Normal life in Tripura was affected today due to the dawn-to-dusk bandh (strike) called by ruling Left Front and opposition Congress-Indigenous Nationalist Party of Tripura, official sources said. Shops and other business establishments remained closed and flow of vehicles on roads was also thin in the early hours of the day, they said. No untoward incident was reported from any part of the state during the bandh, called in protest of yesterday’s militant attacks in different parts of the state killing 31 non-tribals.

The following is a list of murders by the NLFT terrorist group of Tripura in Northeast India, which aims to establish a “free Tripura for Christ”. It has banned Hindu practices in Tripura. Several Baptist missionaries have been caught with arms and propaganda pamphlets for the NLFT which shows their support for such terrorist organizations. You can find updated figures at the following website:
http://www.satp.org/satporgtp/countries/india/states/tripura/terrorist_outfits/NLFT.HTM

2003

  • April 8: Five persons, including a woman and a child, are killed and eight more injured in an NLFT-attack on a private gathering at Jagabandhpura, Dhalai district.
  • April 7: Chief Minister Manik Sarkar while speaking at a public meeting in Ramchandra Nagar, West Tripura district asks the kin of NLFT and ATTF terrorists to exert pressure on the latter to shun the path of violence.
  • April 5: NLFT- Nayanbasi Jamatiya terrorists abduct a Tripura State Rifles (TSR) personnel from Tufaniamura, Takarjala police station limits, West Tripura district. Police recover dead body of a tribal, killed by NLFT terrorists from Bhati Maidan area, Champahaor police station limits, West Tripura district.
  • April 4: Police personnel camping at Mathulungbari, Killa police station limits, South Tripura district, repulse an attack by NLFT. Four police personnel sustain injuries in the attack. NLFT terrorist arrested from Mathulungbari, Killa police station limits, South Tripura district. Special Police Officer killed and four police personnel are injured in an NLFT laid-ambush at Maithulungbari, South Tripura district. Three NLFT terrorists surrender to Assam Rifles at Bhangmun, North Tripura
  • April 1: NLFT terrorists kill a colleague at Jamaraipara village, Kanchanpur subdivision in North Tripura district.
  • March 31: Dead body of a political activist, abducted by NLFT terrorists, on March 26 is recovered from Ichachara, Champahour, police station-limits, West Tripura. An SF personnel succumbs to injuries at a Hospital in Kolkata. He was injured on March 26 in an NLFT attack while escorting the Additional Director-General of Police (ADGP) Pranay Sahay, in the Barmura Hills, West Tripura district. Three persons, abducted by NLFT terrorists on March 12 return home safely at Raghna, North Tripura district.
  • March 30: Two NLFT terrorists surrender in separate incidents in the West Tripura district.
  • March 29: Five SF personnel and two civilians are killed in an NLFT laid-ambush at Sindukumarpara, Manu police station limits, Dhalai district.
  • March 27: Eight cadres of the BNCT, an NLFT offshoot, surrender in Agartala.
  • March 26: Four NLFT terrorists, including a ‘sergeant’, along with an ATTF terrorist surrender at Narsingarh in the West Tripura district.
  • March 24: A girl child is killed in Dhalai district by NLFT terrorists at Champaicherra village. NLFT terrorists attack Hridaybasti village and set ablaze four huts. A young girl is injured while taking cover from firing by terrorists.
  • March 25: Chief Minister Manik Sarkar alleges that Pakistan’s external intelligence agency, the Inter Services Intelligence (ISI) is providing arms training to terrorists operating in the Northeast region, including NLFT and ATTF in Bangladesh.
  • March 20: Four railway construction workers are abducted by the NLFT from S K Para area, Manu police station-limits, Dhalai district.
  • March 19: A front ranking NLFT terrorist Mangal Debbarma, his four female associates and another accomplice are arrested from a place under Teliamura police station-limits, West Tripura district.
  • March 16: Police arrest an NLFT terrorist from Srirampur and also recover an AK-56 rifle and three magazines from his possession.
  • March 17: Bishwamoni Debbarma, an NLFT ‘commander’ surrenders with a self-loading rifle to the security forces.
  • March 14: Three Borok National Council of Tripura (BNCT) terrorists are arrested from Atharamur hill range, Dhalai district.
  • March 13: NLFT terrorists abduct and kill a local-level CPI-M leader, in Madhuharipara village of Dhalai district.
  • March 1: BNCT terrorists at Asharmbari village, in West Tripura, kill two women activists of the CPI-M.
  • February 26: Five SF personnel and a civilian returning from poll duty are killed in an ambush laid by NLFT terrorists at Snatarampara, West Tripura district. Three more BSF personnel are injured in the attack. NLFT terrorists attack a SF convoy at Gulsingbari, Champahaor police station-limits, West Tripura injuring four SF personnel. NLFT terrorists abduct two CPI-M supporters from Shambhucharanpara, Jirania police station limits, West Tripura district.
  • February 19: NLFT terrorists kill a local level leader of the CPI-M at Kakracherra village, West Tripura.
  • February 17: BNCT terrorists kill a CPI-M supporter at Dukhiapara village, West Tripura.
  • February 15: NLFT terrorists kill a local level leader of the CPI-M at Jaydebpara village, Ampi police station limits, South Tripura district. NLFT terrorists abduct and later kill two CPI-M supporters at Karnasinghpara village, Gandacherra police station limits, Dhalai district.
  • February 11: NLFT terrorists kill a local level CPI-M leader at Arjun Thakurpara village, West Tripura district. A civilian abducted by NLFT is later killed at Kachhima, Amarpur police station limits, West Tripura district. NLFT terrorists kill two terrorists of the rival ATTF at Ekraibari, Kalyanpur police station limits, West Tripura district.
  • February 10: Nayanabashi Jamatiya faction of NLFT issues poll boycott call.
  • February 5: NLFT terrorists kill two Communist Party of India-Marxist (CPI-M) activists in Dhalai district.
  • February 4: NLFT kills CPI-M supporter and his five-year-old grand child at Laksmansardarpara, West Tripura district.
  • February 2: Suspected BNCT terrorists, an NLFT offshoot, abducts 16 artists from Emrapasha in North Tripura district. While four hostages manage to escape near the Bangladesh border, 12 more continue to remain in captivity.
  • January 30: Assam Rifles posted in Tripura deny allegations that its official has linkages with NLFT and that he facilitated transfer of arms and ammunition to them.
  • January 29: Suspected NLFT terrorists abduct three employees of Border Road Task Force from Raishabari in Dhalai. Government enquiry is initiated into alleged nexus in Tripura between an Assam Rifles personnel and NLFT. The officer allegedly facilitated transfer of at least 6,000 rounds of ammunition and a large number of arms to NLFT.
  • January 28: A suspect is arrested in connection with the January 26-massacre of 11 persons by the NLFT in West Tripura district.
  • January 26: 11 persons, including five women, killed by NLFT terrorists at CPM election rally in Mandai village, West Tripura district.
  • January 23: NLFT terrorists kill local level CPI-M leader at Chamanu in Dhalai district.
  • January 22: Ruling CPI-M alleges that Indigenous Nationalist Party of Tripura (INPT) is NLFT’s ‘political front’.
  • January 21: Suspected NLFT terrorists kill a Tripura resident in Lower New Colony, near Laitumkhrah in Meghalaya’s capital Shillong.
  • January 22: At least 10 Northeast-based terrorist outfits, including NLFT, give Republic Day (January 26) ‘boycott call’.
  • January 19: NLFT terrorists kill two suspected CPM activists in West Tripura district.
  • January 15: NLFT terrorists kill tribal activist of the ruling CPM in Ekjancherra area, South Tripura district.
  • January 14: NLFT kills three of a family–a local businessman, his son and daughter in Assam Basti area of North Tripura district. NLFT terrorists abduct and later kill two CPM activists from Akchhapara village, South Tripura district.
  • January 13: Tripura State Rifles personnel arrest eight NLFT terrorists from Kanchanpur in North Tripura district.
  • January 12: NLFT terrorists abduct and later kill a woman at Jamircherra, Dhalai district.
    January 6: Two NLFT terrorists killed in encounter with Tripura State Rifles personnel in Dhoopicherra, Dhalai.
  • January 5: NLFT terrorist killed at Shilpara, Kanchanpur subdivision in North Tripura district.

2002

  • December 31: NLFT terrorists abduct a local-level Communist Party of India-Marxist (CPM) leader from new Bhomracherra, under Natunbazaar police station-limits, West Tripura district.
  • December 30: Three terrorists of the NLFT-Biswamohan Debbarma faction are killed in an internecine clash with the rival Nayanbasi Jamatiya group, in Narayanbari, Takarjala police station-limits, West Tripura district. NLFT-Biswamohan Debbarma and the Jamatiya Hoda faction exchange fire at Arjunthakurpara, Takarjala police station-limits, West Tripura district.
  • December 28: NLFT terrorists abduct six workers from Kathalbari in Tripura’s Dhalai district. An NLFT- Nayanbasi Jamatiya terrorist and a student are killed during a clash with All Tripura Tiger Force (ATTF) terrorists in Uddhav Vaishnabpara, in Khowai subdivision, West Tripura district.
  • December 26: NLFT terrorists kill two civilians, including a woman, in separate incidents in West Tripura and Dhalai districts of Tripura. Three NLFT terrorists are arrested while making an extortion call in R.K. Nagar, under Ranir Bazar police station-limits, Agartala West Tripura district, by a combined force of Tripura police and Tripura State Rifles personnel.
  • December 19: NLFT terrorists abduct three sons of a local level-Communist Party of India-Marxist (CPM) leader in Machhlimukh village, Manu police station-limits, in Tripura’s Dhalai district.
  • December 13: An NLFT terrorist is killed in an encounter in Krishnajay Reang Para village, Tripura’s Dhalai district. Three NLFT terrorists are arrested from a place in Gandacherra sub-division, Dhalai district.
  • December 7: Five NLFT terrorists are arrested from Khumulwung village, West Tripura district.
  • December 5: India asks Bangladesh to hand over two hardcore NLFT terrorists reportedly arrested by Bangladesh Rifles (BDR) on December 1
  • November 27: AnNLFT terrorist surrenders at Takarjala police station, West Tripura district.
  • November 23: NLFT terrorists kill a local level-leader of the Indigenous Nationalist Party of Tripura (INPT) near his residence in the Amabassa area, West Tripura district.
  • November 8: Reports say NLFT terrorists have set free six captives near the India-Bangladesh border in Tripura. Terrorists abducted 11 persons on October 2 from Netaji Para village, North Tripura district. Five more continue to remain in the NLFT’s captivity
  • November 7: NFLT terrorists kill a ruling Communist Party-Marxist (CPM) activist in Champaknaga village of West Tripura.
  • November 6: NLFT terrorists kill a person in Tuibaklai village, South Tripura district.
  • November 4: NLFT terrorists abduct a civilian from Rata Roajapara village, in Tripura’s Dhalai district. Police arrest NLFT terrorist Aranyapaja Jamatia from Ambassa village, Dhalai district. Another NLFT terrorist Nagendra Reang is also nabbed from Raisyabari village of the district.
  • October 21: NLFT terrorists kill two persons, including a security force personnel, in Takarjala, West Tripura district.
  • October 17: Two NLFT terrorists are arrested from Kangrai and Golakpur villages of North Tripura district, in separate raids.
  • October 16: Security forces arrest an NLFT terrorist from Kanchancherra village of Dhalai district, under the National Security Act (NSA), and separately three more NLFT terrorists are arrested in Ampura village, West Tripura.
  • October 11: Media report says the NLFT has warned tribals in Tripura to not intermingle with urban and semi-urban populations during Durga Puja (A 10-day religious festival of Hindus).
  • October 9: NLFT terrorists kill nine security force personnel in an ambush in Raishabari, in Tripura’s Dhalai district.
  • October 4: Four NLFT terrorists, allegedly trained in Bangladesh, surrender to the district authorities in Tripura’s Dhalai district.
  • September 22: A report says NLFT terrorists abducted a villager from Khedacherra village of North Tripura district. But does not mention the date.
  • September 20: Two terrorists of the NLFT- Biswamohan faction and another belonging to the rival NLFT-N are killed in an internecine clash in Ghaniamara area, West Tripura district. Two NLFT terrorists–Rabi Debbarma and Rajesh Debbarma–are arrested from Chikencharra and Chankhola villages respectively, in West Tripura district.
  • September 13: NLFT terrorists allegedly abduct an assistant teacher of the Kanchancherra senior school in Agartala, West Tripura district.
  • September 10: Two NLFT terrorists surrender to Central Reserve Police Force (CRPF) personnel at the latter’s Gamaibar camp in West Tripura district. Police exhume skeletons of three victims abducted and subsequently killed allegedly by NLFT terrorists from Khirodsardarpara village, West Tripura district.
  • September 9: NLFT-N self-styled ‘sergeant’ Maya Darlong surrenders at Kailashahar police station, Agartala.
  • September 7: Tripura Tribal Areas Autonomous District Council (TTAADC) executive committee member Sridam Debbarma is set free in Dhalai district by NLFT terrorists. He had been abducted on May 3, 2002.
  • September 5: Suspected NLFT terrorists kill two Communist Party of India- Marxist (CPM) activists in Bhandarima village, Kanchanpur police station limits, North Tripura district. NLFT terrorists abduct five traders from a local market in Dhumachara village, Manu police station limits, Dhalai district.
  • September 1: Suspected NLFT terrorists abduct an eight-year old boy from Satkard village, Dhalai district.
  • August 25: NLFT terrorists set free three State Health Department officials abducted on July 26 from the Lefunga health camp, Sidhai police station limits, West Tripura.
  • August 24: Police arrest two NLFT terrorists from a hideout in Hirapur village, West Tripura district, in connection with the August 20-massacre of 20 Tripura State Rifles (TSR) personnel.
  • August 22: Bikram Bahadur Jamatia, head priest of the Jamatia Hoda, a tribal ‘Hindu group’ in Tripura, alleges that the NLFT forcibly converted approximately 14,000 tribals in the State to Christianity in the past five years.
  • August 21: The Nayanbasi Jamatiya faction of the NLFT, in a statement by its ‘commander’ Nayanbashi Jamatia alias Nakbar, owns-up the
  • August 20 -Hirapur massacre of 20 TSR personnel.
  • August 20: Suspected NLFT terrorists kill 20 Tripura State Rifles (TSR) personnel in an ambush laid in Hirapur, West Tripura district.
  • August 9: Six NLFT terrorists, three each from the Nayanbasi and Biswamohan factions, and an ATTF terrorist surrender to the Assam Rifles in Agartala.
  • August 7: Suspected NLFT terrorists kill the chief of the Aidankur village council, near Agartala.
  • August 6: NLFT terrorists allegedly kill a local-level Communist Party of India- Marxist (CPI-M) activist at Champawhar village of West Tripura district.
  • August 5: NLFT terrorists allegedly shoot at a moving vehicle and injure two civilians in Shikaribari, Dhalai district, Tripura.
  • August 3: Suspected NLFT terrorists kill four persons–three members of a family in Birshaipara village–and another in Kuchmanipara village.
  • August 2: Four CPI-M activists are allegedly killed by NLFT terrorists in Chandipur, Kanchanpur sub-division, North Tripura.
  • July 31: Reports say NLFT is training its ‘armed women’s wing’ under Lara Darlong in Thouhanthaimaoi, Khagracherri, Bangladesh.
  • July 27: Suspected NLFT terrorists kill one person in North Tripura district.
  • July 26: An NLFT ambush at Debendra Sardarpara in West Tripura district kills six security force personnel escorting a group of Oil and Natural Gas Corporation (ONGC) field staff, a civilian driver and an NLFT terrorist.
  • July 23: Suspected NLFT terrorists kill a surrendered All Tripura Tiger Force (ATTF ) terrorist in Kalyanpur village, Agartala.
  • July 21: Suspected NLFT terrorists abduct five labourers from Jamir Chara in Dhalai district.
  • July 17: Suspected NLFT terrorists kill two Communist Party of India-Marxist (CPI-M) activists in West Tripura and Dhalai districts in separate incidents. A group of suspected NLFT terrorists abduct nine CPI-M activists from Mendi village, South Tripura district.
  • July 13: Suspected NLFT terrorists kill a local-level Tribal Youth Federation (TYF) leader in Burhuria village, South Tripura district. Two other TYF members are also abducted from Lambucherra village in Dhalai district in a separate incident.
  • July 08: Report says the Biswamohan faction of the NLFT in the February issue of Yok (its mouthpiece) declared it would talk to the State government only if ‘sovereignty and independence of the Twipra kingdom’ would be included in the talks agenda.
  • July 06: Three NLFT terrorists surrender with large amount of arms and ammunition in Agartala.
  • July 02: Suspected NLFT-Nayanbasi terrorists kill a woman activist of the CPI-M in Mungiabari, West Tripura district.
  • July 01: Suspected NLFT terrorists kill a women at Ramkrishna Para village in West Tripura district.
  • June 23: Two NLFT terrorists arrested in separate raids–one from Salema village in Dhalai district, and another a hideout at Joykrishnapara village, West Tripura.
  • June 21: An unconfirmed report says NLFT-N terrorists killed nine ATTF cadres in separate attacks at unidentified locations in Bangladesh.
  • June 15: Dilip Debnath, the Desher Katha journalist abducted by suspected NLFT terrorists on June 8 set free.
  • June 12: Two NLFT terrorists surrender in Agartala.
  • June 8 :Suspected NLFT terrorists abduct Dilip Debnath, a journalist of a local daily, Desher Katha, from Chebri in West Tripura district.
  • June 6: NLFT terrorist killed in an encounter at Radhacharanpara in West Tripura district.
  • May 29: Four Tripura State Rifles (TSR) personnel killed and ten others injured in an ambush laid allegedly by NLFT terrorists at Ghagracherra in Tripura’s Dhalai district.
  • May 25: NLFT terrorists kill a terrorist from a rival faction and a civilian, besides abducting two youths in West Tripura district. Three suspected NLFT terrorists, including an `area commander’,arrested in West and South Tripura districts.
  • May 19: Security forces unearth NLFT money racket in West Tripura district and arrested one.
  • May 14: Suspected NLFT cadres abduct three members of a tribal family in Katalutma, Dhalai district. Suspected NLFT terrorist killed at Ompi in south Tripura.
  • May 13: Suspected NLFT terrorists abduct two school students and another in Kamalpur, Dhalai district.
  • May 11: Suspected NLFT terrorists kill a Communist Party of India-Marxist (CPI-M) local-level leader at Ramchandraghat, West Tripura. Two dreaded NLFT terrorists surrender to the Assam Rifles 18th Battalion in Kanchanpur.
  • May 10: Suspected NLFT-N terrorists abduct two persons in Chamubasti, Khowai subdivision of Tripura.
  • May 3: Suspected NLFT terrorists abduct a local leader of the Indigenous Nationalist Party of Tripura (INPT) from Gurudayalpara in West Tripura district. NLFT-N terrorist surrenders at the Border Security Force’s Teliamura camp, West Tripura district
  • April 24: Suspected NLFT terrorists kill four of a family in Nimanjoypara and another in Dayal Sing Para village in West Tripura. Fourth captive in the Amarendranagar abduction episode also found dead.
  • April 23: Suspected NLFT terrorists kill three of the four tribals abducted on April 21from Amarendranagar in the Takarjala area of West Tripura district.
  • April 22: Five persons injured in bomb blast caused by suspected NLFT terrorists at Lalcherra village, West Tripura district.
  • April 18: NLFT terrorist and two others killed in Kuki Chara village, Dhalai district.
  • April 16: NLFT terrorist killed in an encounter in a jungle near Shantirbajar village of South Tripura district.
  • April 12: NLFT terrorists kill two persons in Jirania.
  • April 13: One person killed by suspected NLFT terrorists in West Tripura district.
  • April 7: Five NLFT terrorists- four at Ramchandra Ghat, West Tripura, and one at Manu, Dhalai, killed by ATTF cadres in an internecine clash.
  • April 4: Three NLFT terrorists surrender at Jirania in West Tripura.
  • April 1:One suspected NLFT terrorist arrested from Krishnanagar area of Agartala.
  • March 29 :Two non-tribals, abducted on February 8, rescued from an NLFT hideout. NLFT terrorist arrested elsewhere in the State.
  • February 9 :Benjamin Hrangkhal, a top terrorist of the NLFT-Nayanbasi Jamatiya faction [NLFT-N] killed in an encounter with security forces.
  • February 5 : NLFT terrorists kill six tribals belonging to Gana Mukti Parishad at Paschim Nalicherra in Dhalai district.
  • February 3 :Two NLFT terrorists killed in an encounter at Sibbari in Dhalai district.
  • January 1 :NLFT terrorists kill two tribal youths near Jamthung village.
  • January 28 :Six persons injured in an attack by NLFT terrorists at Panboa in Dhalai district.
  • January 13 :NLFT terrorists kill 16 persons at Singicherra in West Tripura district.

2001

  • December 13 : NLFT terrorists injure five villagers at Dangabari in North Tripura district.
  • November 30 :Two NLFT terrorists killed and 10 more injured at Chunagarh in West Tripura district in a clash with the Border Security Force (BSF).
  • November 24:Three terrorists killed in internecine clashes between NLFT and All Tripura Tiger Force ATTF along the India-Bangladesh border.
  • November 23: NLFT terrorists kill two persons in West Tripura district.
  • September 25: NLFT-N kills two senior workers of the Indigenous People’s Front of Tripura (IPFT) and abducts another, believed to have been killed later, from Takarjala in West Tripura district.
  • September 22: NLFT terrorists kill two leaders of the Tripura Upajati Ganamukti Parishad (TUGP), a tribal wing of the ruling Left Front at Manu village in Dhalai district.
  • September 18: Five NLFT-N terrorists and a civilian killed in internecine conflict between NLFT-N and NLFT at Takarjala in West Tripura district.
  • September 2: NLFT kills six persons of Jamatiya tribe in South Tripura district, including three Communist Party of India-Marxist (CPI-M) leaders. Tripura government decides to formulate special measures to tackle killings of CPI-M leaders by NLFT.
  • August 31: NLFT terrorists kill three ruling CPI-M leaders at Radhacharan Thakurpara in West Tripura district.
  • August 21: Three NLFT terrorists led by an ‘area commander’, Amar Sadhan Jamatia, surrender at Jirania in West Tripura district.
  • August 18: Suspected NLFT terrorists kill Jagadish Debbarma, a CPI-M leader and chairman of Kandaicherra Gaonsabha (village body) in West Tripura district.
  • August 10: Four NLFT terrorists surrender to the Commandant of the 22nd battalion of Assam Rifles at Dulubari camp in Dhalai district.
  • August 8: NLFT terrorists kill local-level CPI-M activist and injure his wife, who later dies, at Jampaijala in West Tripura district. NLFT terrorists also kill another CPI-M leader and chairperson of the Block Development Committee at Jampaijala.
  • August 6: Six employees abducted by NLFT terrorists from two tea gardens in North Tripura district.
  • July 30: Three divisional committee members of CPI-M killed by NLFT terrorists in the Longthoraivally subdivision of Dhalai district
  • July 29: The Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) claims that four of their pracharaks (local leaders) were recently killed by NLFT terrorists at their camps in Bangladesh. They had been abducted by NLFT terrorists from Banabasi Kalyan Ashram at Kanchancherra in Dhalai district, on August 6, 1999.
  • July 1: 11 NLFT terrorists escape from the Udaipur Central prison in Agartala.
  • June 11: Nine terrorists of the Nayanbashi Jamatia faction of the NLFT led by ‘Corporal’ Swapan Debbarma surrender at Agartala.
  • June 4: Three persons and a child killed and four others injured by NLFT terrorists at Kanakchowmuhani in West Tripura district.
  • May 16: 14 people injured in an attack by a group of NLFT terrorists on the Bholagiri Ashram, a Hindu religious place on the outskirts of Agartala.
  • April 1: NLFT ‘foreign secretary’ Joshua Debbarma alias Jogendra and ‘senior commander’ Janabir Debbarma quit the mainstream faction of the outfit along with some cadres, and join the breakaway faction of NLFT led by Nayanbasi Jamatya.
  • March 24: Two security force personnel and three civilians killed in an ambush by suspected NLFT terrorists at Shikaribari in Dhalai district.
  • March 21: 11 persons, including four Border Security Force (BSF) personnel, killed in an ambush by suspected NLFT terrorists in North Tripura district.
  • February 21: NLFT terrorists release nine railway workers abducted on
  • January 7, somewhere near Dhamchara in Dhalai district.
  • February 12: NLFT terrorists kill local-level CPI-M leader in Maharani village, Dhalai district.
  • February 8: 21 Jamatia tribals, earlier taken hostage by NLFT terrorists, on January 29, set free near Nitya Bazar, South Tripura district.
  • February 6: Suspected NLFT terrorists abduct six non-tribals from Dataram village, South Tripura district.
  • January 15: A group of 25 NLFT terrorists assault women and kill a person in Begrambari village.
  • January 8:NLFT terrorists abduct 14 employees of the Indian Railways and two others in separate incidents in North Tripura and Dhalai districts, on January 7 and January 8.

2000

  • December 29: Several persons injured as more than 25 NLFT terrorists loot shops and indulge in violence at a hill market in Ramraibari, South Tripura district.
  • December 26: NLFT terrorists ransack a Buddhist temple in Almara village, South Tripura district, and escape with scriptures and an idol.
  • December 25: NLFT terrorists kill a Jamatiya leader in Dalak village, South Tripura district, for refusing to embrace Christianity
  • December 13: At the 410th Conference of the Jamatia Hoda, tribal leaders resolve not to pay any kind of tax to terrorists in the region.
  • December 5: Suspected NLFT terrorists ransack a Buddhist temple in Almara village, South Tripura district.
  • December 4: NLFT terrorists attack yet another hermitage in Jirania Khola.
  • November 19: 14 persons killed by suspected NLFT terrorists and in the subsequent communal violence in Borahaldi in North Tripura district.
  • October 27: Five civilians, including a child, killed by suspected NLFT terrorists in Debendra Sarkarpara, West Tripura district.
  • October 21: Three civilians killed by suspected NLFT terrorists in Dewanbari, South Tripura district.
  • September 22: Three NLFT terrorists killed in an encounter in Mikrossapara.
  • September 2: Split occurs in NLFT following the expulsion of Jogendra Debbarma, chairman of the political wing. The expelled chairman establishes the Borok National Council of Tripura (BNCT).
  • July 9: NLFT terrorists raid the headquarters of the Mizoram-based Bru Naitonal Liberation Front (BNLF) terrorist outfit in the Jampui Hills across Bangladesh and gun down 70 BNLF cadres, including some top leaders.
  • May 18: NLFT terrorists kill four women and three men, besides injuring five others, in South Tripura district.
  • May 17-20: Terrorists belonging to NLFT and United Bengali Liberation Front (UBLF) gun down 45 persons in separate incidents in West Tripura district.
  • April 20: NLFT terrorists gun down eight people in Laxmipur, North Tripura district.
  • April 15: NLFT terrorists kill 12 people and injure seven others in West Tripura district.
  • March 29: NLFT terrorists gun down a local CPI-M leader in Tulashikhar, West Tripura district.
  • March 19: NLFT terrorists abduct 12 workers of the Oil and Natural Gas Commission (ONGC) from Gulakathalarpara, West Tripua district.
  • March 16: NLFT terrorists gun down a local CPI-M leader and abduct three people in South Tripura district.
  • February 7: Security forces arrest six NLFT terrorists from South Tripura district.
  • January 16: NLFT terrorists gun down a local CPI-M leader in Alutola, South Tripura district.

1999

  • December 25: In repeated clashes between NLFT terrorists and agitated mobs, three persons are killed and 100 houses burnt down, in Bishramganj, West Tripura district.
  • November 22: Eight security force personnel killed, five others seriously injured in an ambush laid by NLFT terrorists in Banduar, South Tripura district.
  • November 5: Union Home Ministry extends ban on NLFT.
  • September 6: NLFT terrorists abduct 16 State government officials from Manu, Dhalai district.
  • August 12: NLFT terrorists gun down six persons in Manu, Dhalai district.
  • August 6: NLFT terrorists abduct four senior Rastriya Swayamsevak Sangh (RSS) leaders in Dhalai district.
  • March 10: Eight NLFT terrorists killed in an encounter with security forces in Khedachara, North Tripura district.
  • March 2: Security forces arrest five NLFT terrorists from South Tripura district.
  • February 2: NLFT terrorists kill eight people in North Tripura district.

1998

  • October 10: NLFT militants gun down eight people in West Tripura district.
  • March 31: NLFT terrorists assassinate the Sate Health Minister, Bimal Sinha, in an ambush in Abhanga, Dhalai district. The Minister’s brother is also killed in the incident.
  • February 12: NLFT cadres ambush a security patrol at Champraipara in Dhalai district killing six Tripura State Rifles (TSR) personnel.

1997

  • November 7: Nine security force personnel, 11 others killed in a bomb blast allegedly set off by NLFT terrorists, in Dhalai district.

1995

  • September 15: NLFT terrorists lay an ambush in South Tripura district and kill three security force personnel.

1993

  • September 20: Seven security force personnel killed and nine more injured in an attack by NLFT terrorists on a police station in North Tripura district.

1992

  • October 11: 14 NLFT terrorists killed in raids on two terrorist hideouts in Chakakujra

1989

  • National Liberation Front of Tripura (NLFT) established under the leadership of Dhanjoy Reang. Demands the creation of a sovereign Tripura.

(http://www.stephen-knapp.com)

Christian Terrorists Kill 44, Wound 118 in Attacks in Northeast India
GUWAHATI, India (AFP), October 2, 2004

Some 44 people were killed and 118 wounded in three nearly simultaneous bomb blasts Saturday morning in Dimapur, Nagaland’s commercial hub, in what a top official called the “worst ever terrorist strike” in the tiny state’s history.

Gunmen in neighbouring Assam state later killed 15 villagers and injured a dozen more, police said.
“There were limbs everywhere and blood was splattered all over,” said student leader T. Zheviho who was at crowded Dimapur railway station where one bomb exploded as passengers awaited a train.
Two other bombs went off in the Hong Kong market, which sells Chinese goods, and an adjacent market.
“I had a miraculous escape,” Zheviho told AFP by telephone from Dimapur, 70 kilometers (45 miles) east of Nagaland capital Kohima.
Police said the plastic explosive RDX appeared to have been used in the railway blast that created a huge crater beside a platform.
“We found a briefcase with fuse wires… it contained RDX and a timer-device,” V. Peseyie, Dimapur additional police chief, said.

Seventeen more people were killed in a wave of attacks in neighbouring Assam, police said.
Unidentified attackers raked shoppers with gunfire at a marketplace in Makri Jhora village, 290 kilometres (180 miles) west of Assam’s main city of Guwahati, killing 11 and injuring about a dozen, police said.

The same gunmen later shot dead four more villagers in a nearby forest, police superintendent L. R. Bishnoi told AFP. Two more people were killed and 10 injured in two blasts in the Assamese district of Bongaingaon, 220 kilometres (136 miles) from Guwahati, Bishnoi said.

One person was killed and seven wounded in an earlier bomb blast in Assam.

Police also reported two other bombings in a village on the outskirts of Guwahati in which four people were injured.

There were no immediate claims of responsibility for the day of bloodshed in the insurgency-infested northeast where some 30 guerrilla groups are battling for greater autonomy or independence.

The attacks occurred as India marked the 135th anniversary of the birth of Mahatma Gandhi who waged a campaign of non-violence to free the country from British rule.

“It is distressing such violence broke out on the birth anniversary of Mahatma Gandhi,” Prime Minister Manmohan Singh said in the capital New Delhi.

Nagaland’s ill-equipped hospitals battled to treat the wounded.

“Many have multiple face and abdomen wounds. They’re in a state of trauma. We’re trying to cope. We’ve never had such a devastating emergency,” said doctor T. Lotha at a private hospital in Dimapur treating blast victims.

Nagaland Chief Minister Neibhiu Rio said at least 26 people were killed in the Dimapur blasts and another 86 were in hospital. “The death toll may go up as many are in a very critical condition,” he said.

“This is the worst ever terrorist strike in Nagaland. People are still dealing with the shock — they’re not yet thinking about who to blame.”

Mourners crowded churches across Nagaland, which is mostly Christian, to pray for the victims.
The blasts were the second major burst of violence in the northeast since mid-August. Fifteen people, many of them children, were killed in a rebel attack on an Independence Day parade in Assam August 15 for which the United Liberation Front of Asom claimed responsibility.

The armed insurgency in Nagaland began soon after much of the local population converted to Christianity. Many militant groups, seeking to secede from India to form an independent Christian state, are funded and armed by the Southern Baptist Church. Some of the groups such as the National Liberation Front of Tripura have been involved in a campaign of “gunpoint conversions” and “ethnic cleansing” of native non-Christians, which has left over 50,000 dead and many more refugees over the past two decades.

Source: http://story.news.yahoo.com/news?tmpl=story&cid=1503&ncid=1503&e=6&u=/afp/20041002/ts_afp/india_northeast_blast
[This article can be found at www.stephen-knapp.com]

Baptist Church Backs Terrorism in North-East India

There is clear evidence which confirms that some international Christian organizations are backing terrorism and separatist movements in India’s North-east. These church backed organizations are providing funds, arms and ammunitions with the aim of creating a separate Christian state.

Tripura
The National Liberation Front of Tripura (NLFT) was founded in December 1989. Since its inception the NLFT has been engaged in an armed struggle to carve out a separate Christian nation – Tripura. The backing of the Baptist church right from the beginning has enabled this organization to spread its base. Due to its terrorist activities, the organization was banned by the government in 1997 but it continued its operations from across the Bangladesh border.

The priests of the Baptist church supply arms and ammunitions to these terrorist rebels. Nagmanlal Halam, the secretary of the Noapara Baptist Church in Tripura was arrested by CRPF in April 2000 on charges of aiding insurgents and possessing a large quantity of explosives including 60 gelatin sticks, 5kg of potassium, 2kg of sulphur and other ingredients for making powerful bombs. Two junior members of the same church, who had been arrested earlier tipped the police off about the explosives which were meant for terrorist organizations like the NLFT. Mr. Halam confessed to buying and supplying explosives to the NLFT. Another church official, Jatna Koloi, who was also arrested, admitted that he received training in guerrilla warfare at an NLFT base.

It is now apparent that the pattern of forced conversions at gunpoint are irrefutably linked to the Baptist Church in Tripura. The NLFT is accused of forcing Tripura’s indigenous tribes to become Christians and give up Hindu forms of worship in areas under their control. For decades Tripura’s indigenous tribal population has been dragged out of their homes and forced to convert to Christianity under threat of violence. Whenever any of the tribals organize Hindu festivals or rituals, the terrorist groups attack to desecrate and kill the participants. There have been incidents of issuing a ban on the Hindu festivals of Durga Puja and Saraswati Puja. The NLFT manifesto says that they want to expand what they describe as the kingdom of God and Christ in Tripura. The hill tribe ‘Jamatiya’ worship their traditional god ‘Gadiya’, who is supposed to be an incarnation of Lord Shiva, in the month of March. The terrorists have issued an order that the ‘Gadiya’ be prayed on the Christmas day instead.

The Baptist Church in Tripura was set up by missionaries from New Zealand 60 years ago. It won only a few thousand converts until 1980 when a mass scale ethnic riot was engineered by the Church in which systematic ethnic cleansing of Hindu and Buddhist tribals was initiated. Thousands of women were raped and kidnapped and forced to convert to Christianity. The terrorists receive military aid from extremist Christian groups in Australia and New Zealand. They also have ongoing exchanges with Islamic terrorist and ISI who push in arms from the Bangladeshi border.

When the RSS and other Hindu organizations decided to help the Hindus under attack in Tripura by aiding them in reconversion, hundreds of the RSS volunteers were attacked, threatened and blackmailed. Several of them were murdered and a number of them were kidnapped and held hostage by the Christian terrorists. In August 2000, Swami Shantikali Maharaj, the famous Hindu sage known for his social services was killed by the terrorists. In December 2000, Lavkumar Jamatiya, the priest of the ‘Jamatiya’ tribe was killed, two Hindu temples and one Buddhist temple were destroyed and order was issued to end all non-Christian methods of praying. In the year 2001, there were 826 terrorist attacks in Tripura in which 405 persons were killed and 481 cases of kidnapping by the rebels.

Nagaland
The National Socialist Council of Nagaland (NSCN), a separatist organization has two main factions. Both the factions are headed by Christians and get financial support from World Council of Churches, a missionary organisation. China provides arms and ammunitions to both the factions.

The NSCN has its offices in New York, Geneva and Hague which display boards with legend ‘Peoples Republic of Nagaland’. It has twice raised its demand for an independent nation in the United Nations. The NSCN has its own government which collects money from the local people. One third of the salaries of the government servants is taken away as Nagaland Tax before disbursement. Most of the banks in Nagaland have closed down because of the huge sums extracted by this outfit. The letterheads and stamps of this unofficial government read ‘Nagaland for Christ’.

There is evidence of NSCN having ties with the ISI. The NSCN general secretary in an interview with the English daily ‘Hindu’ accepted that they were trying to create pressure on the Indian army in the north-east so that there was less pressure from the army in Kashmir.

Meghalaya
The proselytizing activities of the Christian missionaries during the 150 years of patronage from the British rule have resulted in the conversion of two-thirds of the people of the state to Christianity. After independence in 1947, many of the locals started reverting to their original tribal religion and lifestyle. The natives of the Khasi hills started to once again get associated with their roots. They formed an organization called ‘Sengkhasi’. Shri Rejoy Singh Khongsha, an important official of this organization, at first got threats and later was abducted by North-east Red Army, a separatist and terrorist outfit known to have direct links with the church. The church has been threatening the leaders of ‘Sengkhasi’ for their connection with the Hindu organisations.

The Church in the north-east is also known to be associated with smuggling across the borders and circulation of fake currency notes. In December 1998, Bedang Tamjen, a Jemi-Naga missionary was arrested for making fake currency notes.

The most shocking fact is that the Indian media has not even mentioned these facts in their coverage. Whereas even unconfirmed rumors about any attack on Christians are immediately touted as “an assault on minorities”, not a word is spared to enlighten the Indian citizenry about the religious terrorism that is taking place in the north-east.

Source: http://indpride.com/churchbacksterrorism.html
[This article can be found at www.stephen-knapp.com]

[Kembali]


Persecution of Jews by Christians:

Initial persecution of Jews was along religious lines. Persecution would cease if the person converted to Christianity.

306: The church Synod of Elvira banned marriages, sexual intercourse and community contacts between Christians and Jews. 1,2

315: Constantine published the Edict of Milan which extended religious tolerance to Christians. Jews lost many rights with this edict. They were no longer permitted to live in Jerusalem, or to proselytize.

325: The Council of Nicea decided to separate the celebration of Easter from the Jewish Passover. They stated: “For it is unbecoming beyond measure that on this holiest of festivals we should follow the customs of the Jews. Henceforth let us have nothing in common with this odious people…We ought not, therefore, to have anything in common with the Jews…our worship follows a…more convenient course…we desire dearest brethren, to separate ourselves from the detestable company of the Jews…How, then, could we follow these Jews, who are almost certainly blinded.”

337: Christian Emperor Constantius created a law which made the marriage of a Jewish man to a Christian punishable by death.

339: Converting to Judaism became a criminal offense.

343-381: The Laodicean Synod approved Cannon XXXVIII: “It is not lawful [for Christians] to receive unleavened bread from the Jews, nor to be partakers of their impiety.” 3

367 – 376: St. Hilary of Poitiers referred to Jews as a perverse people who God has cursed forever. St. Ephroem refers to synagogues as brothels.

379-395: Emperor Theodosius the Great permitted the destruction of synagogues if it served a religious purpose. Christianity became the state religion of the Roman Empire at this time.

380: The bishop of Milan was responsible for the burning of a synagogue; he referred to it as “an act pleasing to God.”

415: The Bishop of Alexandria, St. Cyril, expelled the Jews from that Egyptian city.

415: St. Augustine wrote “The true image of the Hebrew is Judas Iscariot, who sells the Lord for silver. The Jew can never understand the Scriptures and forever will bear the guilt for the death of Jesus.”

418: St. Jerome, who created the Vulgate translation of the Bible wrote of a synagogue: “If you call it a brothel, a den of vice, the Devil’s refuge, Satan’s fortress, a place to deprave the soul, an abyss of every conceivable disaster or whatever you will, you are still saying less than it deserves.”

489 – 519: Christian mobs destroyed the synagogues in Antioch, Daphne (near Antioch) and Ravenna.

528: Emperor Justinian (527-564) passed the Justinian Code. It prohibited Jews from building synagogues, reading the Bible in Hebrew, assemble in public, celebrate Passover before Easter, and testify against Christians in court. 1

535: The “Synod of Claremont decreed that Jews could not hold public office or have authority over Christians.” 1

538: The 3rd and 4th Councils of Orleans prohibited Jews from appearing in public during the Easter season. Canon XXX decreed that “From the Thursday before Easter for four days, Jews may not appear in the company of Christians.” 3 Marriages between Christians and Jews were prohibited. Christians were prohibited from converting to Judaism. 2

561: The bishop of Uzes expelled Jews from his diocese in France.

612: Jews were not allowed to own land, to be farmers or enter certain trades.

613: Very serious persecution began in Spain. Jews were given the options of either leaving Spain or converting to Christianity. Jewish children over 6 years of age were taken from their parents and given a Christian education

692: Cannnon II of the Quinisext Council stated: “Let no one in the priestly order nor any layman eat the unleavened bread of the Jews, nor have any familiar intercourse with them, nor summon them in illness, nor receive medicines from them, nor bathe with them; but if anyone shall take in hand to do so, if he is a cleric, let him be deposed, but if a layman, let him be cut off.” 3

694: The 17th Church Council of Toledo, Spain defined Jews as the serfs of the prince. This was based, in part, on the beliefs by Chrysostom, Origen, Jerome, and other Church Fathers that God punished the Jews with perpetual slavery because of their responsibility for the execution of Jesus. 3

722: Leo III outlawed Judaism. Jews were baptized against their will.

855: Jews were exiled from Italy

1050: The Synod of Narbonne prohibited Christians from living in the homes of Jews.

1078: “Pope Gregory VII decreed that Jews could not hold office or be superiors to Christians.” 4

1078: The Synod of Gerona forced Jews to pay church taxes

1096: The First Crusade was launched in this year. Although the prime goal of the crusades was to liberate Jerusalem from the Muslims, Jews were a second target. As the soldiers passed through Europe on the way to the Holy Land, large numbers of Jews were challenged: “Christ-killers, embrace the Cross or die!” 12,000 Jews in the Rhine Valley alone were killed in the first Crusade. This behavior continued for 8 additional crusades until the 9th in 1272.

1099: The Crusaders forced all of the Jews of Jerusalem into a central synagogue and set it on fire. Those who tried to escape were forced back into the burning building.

1121: Jews were exiled from Flanders (now part of present-day Belgium)

1130: Some Jews in London allegedly killed a sick man. The Jewish people in the city were required to pay 1 million marks as compensation.

1146: The Second Crusade began. A French Monk, Rudolf, called for the destruction of the Jews.

1179: Canon 24 of the Third Lateran Council stated: “Jews should be slaves to Christians and at the same time treated kindly due of humanitarian considerations.” Canon 26 stated that “the testimony of Christians against Jews is to be preferred in all causes where they use their own witnesses against Christians.” 5

1180: The French King of France, Philip Augustus, arbitrarily seized all Jewish property and expelled the Jews from the country. There was no legal justification for this action. They were allowed to sell all movable possessions, but their land and houses were stolen by the king.

1189: Jews were persecuted in England. The Crown claimed all Jewish possessions. Most of their houses were burned.

1205: Pope Innocent III wrote to the archbishops of Sens and Paris that “the Jews, by their own guilt, are consigned to perpetual servitude because they crucified the Lord…As slaves rejected by God, in whose death they wickedly conspire, they shall by the effect of this very action, recognize themselves as the slaves of those whom Christ’s death set free…”

1215: The Fourth Lateran Council approved canon laws requiring that “Jews and Muslims shall wear a special dress.” They also had to wear a badge in the form of a ring. This was to enable them to be easily distinguished from Christians. This practice later spread to other countries.

1227: The Synod of Narbonne required Jews to wear an oval badge. This requirement was reinstalled during the 1930’s by Hitler, who changed the oval badge to a Star of David.

1229: The Spanish inquisition starts. Later, in 1252, Pope Innocent IV authorizes the use of torture by the Inquisitors.

1236: Pope Gregory ordered that church leaders in England, France, Portugal and Spain confiscate Jewish books on the first Saturday of Lent. 6

1259: A “synod of the archdiocese in Mainz ordered Jews to wear yellow badges.” 6

1261: Duke Henry III of Brabant, Belgium, stated in his will that “Jews…must be expelled from Brabant and totally annihilated so that not a single one remains, except those who are willing to trade, like all other tradesmen, without money-lending and usury.” 7

1267: The Synod of Vienna ordered Jews to wear horned hats. Thomas Aquinas said that Jews should live in perpetual servitude.

1290: Jews are exiled from England. About 16,000 left the country.

1298: Jews were persecuted in Austria, Bavaria and Franconia. 140 Jewish communities were destroyed; more than 100,000 Jews were killed over a 6 month period.

1306: 100,000 Jews are exiled from France. They left with only the clothes on their backs, and food for only one day.

1320: 40,000 French shepherds went to Palestine on the Shepherd Crusade. On the way, 140 Jewish communities were destroyed.

1321: In Guienne, France, Jews were accused of having incited criminals to poison wells. 5,000 Jews were burned alive, at the stake.

1338: The councilors of Freiburg banned the performance of anti-Jewish scenes from the town’s passion play because of the lethal bloody reactions against Jews which followed the performances. 14

1347 +: Ships from the Far East carried rats into Mediterranean ports. The rats carried the Black Death. At first, fleas spread the disease from the rats to humans. As the plague worsened, the germs spread from human to human. In five years, the death toll had reached 25 million. England took 2 centuries for its population levels to recover from the plague. People looked around for someone to blame. They noted that a smaller percentage of Jews than Christians caught the disease. This was undoubtedly due to the Jewish sanitary and dietary laws, which had been preserved from Old Testament times. Rumors circulated that Satan was protecting the Jews and that they were paying back the Devil by poisoning wells used by Christians. The solution was to torture, murder and burn the Jews. “In Bavaria…12,000 Jews…perished; in the small town of Erfurt…3,000; Rue Brulée…2,000 Jews; near Tours, an immense trench was dug, filled with blazing wood and in a single day 160 Jews were burned.” (5) In Strausberg 2,000 Jews were burned. In Maintz 6,000 were killed…; in Worms 400…” 8

1354: 12,000 Jews were executed in Toledo.

1374: An epidemic of possession broke out in the lower Rhine region of what is now Germany. People were seen “dancing, jumping and [engaging in] wild raving.” This was triggered by enthusiastic revels on St. John’s Day – an Christianized version of an ancient Pagan seasonal day of celebration which was still observed by the populace. The epidemic spread throughout the Rhine and in much of the Netherlands and Germany. Crowds of 500 or more dancers would be overcome together. Exorcisms were tried, but failed. Pilgrimages to the shrine of St. Vitus were tried, but this only seemed to exacerbate the problem. Finally, the rumor spread that God was angry because Christians had been excessively tolerant towards the Jews. God had cursed Europe as He did Saul when he showed mercy towards God’s enemies in the Old Testament. Jews “were plundered, tortured and murdered by tens of thousands.” The epidemic finally burned itself out two centuries later, in the late 16th century. 9

1391 : Jewish persecutions begin in Seville and in 70 other Jewish communities throughout Spain.

1394 : Jews were exiled, for the second time, from France.

1431 +: The Council of Basel “forbade Jews to go to universities, prohibited them from acting as agents in the conclusion of contracts between Christians, and required that they attend church sermons.” 10

1434: “Jewish men in Augsburg had to sew yellow buttons to their clothes. Across Europe, Jews were forced to wear a long undergarment, an overcoat with a yellow patch, bells and tall pointed yellow hats with a large button on them.” 6

1453 : The Franciscan monk, Capistrano, persuaded the King of Poland to terminate all Jewish civil rights.

1478: Spanish Jews had been heavily persecuted from the 14th century. Many had converted to Christianity. The Spanish Inquisition was set up by the Church in order to detect insincere conversions. Laws were passed that prohibited the descendants of Jews or Muslims from attending university, joining religious orders, holding public office, or entering any of a long list of professions.

1492 : Jews were given the choice of being baptized as Christians or be banished from Spain. 300,000 left Spain penniless. Many migrated to Turkey, where they found tolerance among the Muslims. Others converted to Christianity but often continued to practice Judaism in secret.

1497: Jews were banished from Portugal. 20 thousand left the country rather than be baptized as Christians.

1516: The Governor of the Republic of Venice decided that Jews would be permitted to live only in one area of the city. It was located in the South Girolamo parish and was called the “Ghetto Novo.” This was the first ghetto in Europe. Hitler made use of the concept in the 1930’s.

1523: Martin Luther distributed his essay “That Jesus Was Born a Jew. ” He hoped that large numbers of Jews would convert to Christianity. They didn’t, and he began to write and preach hatred against them. Luther has been condemned in recent years for being extremely antisemitic. The charge has some merit; however he was probably typical of most Christians during his era.

1539: A passion play was forbidden in Rome because it prompted violent attacks against the city’s Jewish residents. 14

1540: Jews were exiled from Naples.

1543: In his 20’s, Martin Luther, had expected Jews to convert to Christianity in large numbers. Distressed by their reluctance, he developed a hatred for Jews, as expressed in his letters to Rev. Spalatin in 1514, when he was 31 years of age. He wrote:

    I have come to the conclusion that the Jews will always curse and blaspheme God and his King Christ, as all the prophets have predicted….For they are thus given over by the wrath of God to reprobation, that they may become incorrigible, as Ecclesiastes says, for every one who is incorrigible is rendered worse rather than better by correction.” 11

    In 1543, he wrote “On the Jews and their lies, On Shem Hamphoras“: “…eject them forever from this country. For, as we have heard, God’s anger with them is so intense that gentle mercy will only tend to make them worse and worse, while sharp mercy will reform them but little. Therefore, in any case, away with them!…What then shall we Christians do with this damned, rejected race of Jews?First, their synagogues or churches should be set on fire,…
    Secondly, their homes should likewise be broken down and destroyed… They ought to be put under one roof or in a stable, like Gypsies.
    Thirdly, they should be deprived of their prayer books and Talmuds in which such idolatry, lies, cursing and blasphemy are taught.
    Fourthly, their rabbis must be forbidden under threat of death to teach any more…
    Fifthly, passport and traveling privileges should be absolutely forbidden to the Jews…
    Sixthly, they ought to be stopped from usury. All their cash and valuables of silver and gold ought to be taken from them and put aside for safe keeping…
    Seventhly, let the young and strong Jews and Jewesses be given the flail, the axe, the hoe, the spade, the distaff, and spindle and let them earn their bread by the sweat of their noses as in enjoined upon Adam’s children…
    To sum up, dear princes and nobles who have Jews in your domains, if this advice of mine does not suit you, then find a better one so that you and we may all be free of this insufferable devilish burden – the Jews.
    12

1550: Jews were exiled from Genoa and Venice.

1555-JUL-12:A Roman Catholic Papal bull, “Cum nimis absurdum,” required Jews to wear badges, and live in ghettos. They were not allowed to own property outside the ghetto. Living conditions were dreadful: over 3,000 people were forced to live in about 8 acres of land. Women had to wear a yellow veil or scarf; men had to wear a piece of yellow cloth on their hat. 13

1582: Jews were expelled from Holland.

1648-9: Chmielnicki Bogdan led an uprising against Polish rule in the Ukraine. The secondary goal of Bogdan and his followers was to exterminate all Jews in the country. The massacre began with the slaughter of about 6,000 Jews in Nemirov. Other major mass murders occurred in Tulchin, Polonnoye, Volhynia, Bar, Lvov, etc. Jewish records estimate that a total of 100,000 Jews were murdered and 300 communities destroyed.

Persecution of Jewish Physicians by the Church:

Medicine in Europe during the Middle Ages found itself restricted by the Christian Church. The church taught that it was irreligious to seek a natural cure from a physician when one could obtain supernatural help from a priest. Some church leaders criticized medical schools because they taught that diseases and disorders came from natural means and not from the evil efforts of Satan.

With medicine in such ill repute among Christians, much of the leadership by the 10th century was provided by Jews and Muslim scholars. Jews were largely responsible for founding the medical Schools at Salerno and Montpellier in the 10th century.

Pope Eugene IV, Nicholas V and Calixtus III forbade Christians from using the services of a Jewish physician. The Trullanean Council in the 8th century; Béziers Council & Alby Council in the 13th century; Avignon council & Salamanca Council in the 14th century, the Synod of Bamberg in the 15th century; the Council of Avignon in the 16th century, etc. also ordered Christians to not seek healing from Jewish physicians and surgeons. This continued even into the 17th century when the city of Hall in Würtemberg (in what is now Germany) granted some privileges to a Jewish physician “on account of his admirable experience and skill.” The clergy of Hall complained that “it were better to die with Christ than to be cured by a Jew doctor aided by the devil.

The conversion from religiously-based to racially-based persecution:

Prior to 1800 CE: Persecution was directed at followers of Judaism because of their religious beliefs; it has been referred to as anti-Judaism. CE, Jews could escape oppression by converting to Christianity, and being baptized. The Christian church taught in past centuries that all Jews (past, present and future) were responsible for Jesus’ death. The Church also believed that some Jews must be allowed to live, because the biblical book of Revelation indicated that they had a role to play in the “end times.” They concluded that it was acceptable to make Jews’ lives quite miserable.

Since about 1800: “…Nationalism became a dominant value in the Western and Arab worlds…antisemitism increasingly focused on the Jews’ peoplehood and nationhood.15 Persecution became a form of racism, and has generally been called “anti-Semitism” — a word “created by an antisemite, Wilhelm Marr [in 1879]. Marr’s intention was to replace the German word Judenhass (Jew-hatred) with a term that would make Jew-haters sound less vulgar and even somewhat scientific.15 The word, (variously spelled antisemite, anti-Semite and anti-semite). It is not a particularly good choice, because the root word “Semitic” refers to a group of languages, not to a single language or to a race, people or nation. However, it is in near-universal usage.
horizontal rule

References:

  1. Fritz B. Voll, “A Short Review of a Troubled History,” at: http://www.jcrelations.com/res/incidents.htm#protokols1
  2. Classical and Christian Anti-Semitism,” at: http://www.virtualjerusalem.co.il/education/education/holocaust/
  3. Max Solbrekken, “The Jews & Jesus: Mistreatment of Jews: Christian shame,” at: http://www.mswm.org/jews.htm
  4. Fritz B. Voll, “A Short Review of a Troubled History,” at: http://www.jcrelations.com/res/incidents.htm#protokols1
  5. Bob Michael, “Jews as Serfs,” at: http://www.uni-heidelberg.de/subject/hd/fak7/hist/e3/gen/
  6. Max Solbrekken, “The Jews & Jesus: Mistreatment of Jews: Christian shame,” at: http://www.mswm.org/jews.htm
  7. Edward Vanhoutte, “Importance and unimportance of the Jews of Belgium from the Middle Ages to the Enlightenment,” at: http://pcger17.uia.ac.be/JEWS.html
  8. “A Calendar of Jewish Persecution,” at “HearNow,” a Messianic Judaism web site. See: http://www.hearnow.org/caljp.htm
  9. A.D. White, “A History of the Warfare of Science with Theology in Christendom,” Prometheus Books, Buffalo, NY, (Reprinted: 1993), Volume II, Pages 137-140.
  10. Classical and Christian Anti-Semitism,” at: http://www.virtualjerusalem.co.il/education/
  11. Modern History Sourcebook: Luther Before 1517: Letters to Spalatin,” http://www.fordham.edu/halsall/mod/1514luther.html
  12. Medieval Sourcebook: Martin Luther (1483-1546): The Jews and Their Lies, excerpts (1543),” at: http://www.fordham.edu/halsall/source/
  13. Curious and unusual: Rome’s ghetto: The old Jewish quarter,” at: http://www.geocities.com/Paris/Arc/5319/roma-c9.html
  14. A. James Rudin, “A Jewish View of Gibson’s ‘Passion.’ The film may transmit negative attitudes, stereotypes and caricatures about Jews.” Beliefnet, 2004, at: http://www.beliefnet.com

Blood libel accusations against Jews:

In 1144 CE, an unfounded rumor began in eastern England, that Jews had kidnapped a Christian child, tied him to a cross, stabbed his head to simulate Jesus’ crown of thorns, killed him, drained his body completely of blood, and mixed the blood into matzos (unleavened bread) at time of Passover. The rumor was started by a former Jew, Theobald, who had become a Christian monk. He said that Jewish representatives gathered each year in Narbonne, France. They decided in which city a Christian child would be sacrificed.

The boy involved in the year 1144 hoax became known as St. William of Norwich. Many people made pilgrimages to his tomb and claimed that miracles had resulted from appeals to St. William. The myth shows a complete lack of understanding of mainline Judaism. Aside from the prohibition of killing innocent persons, the Torah specifically forbids the drinking or eating of any form of blood in any quantity. However, reality never has had much of an impact on blood libel myths. This rumor lasted for many centuries; even today it has not completely disappeared. 1

Pope Innocent IV ordered a study in 1247 CE. His investigators found that the myth was a Christian invention used to justify persecution of the Jews. At least 4 other popes subsequently vindicated the Jews. However, the accusations, trials and executions continued. In 1817, Czar Alexander I of Russia declared that the blood libel was a myth. Even that did not stop the accusations against Jews in that country.

    “Holy shrines were erected to honor innocent Christian victims, and well into the twentieth century, churches throughout Europe displayed knives and other instruments that Jews purportedly used for these rituals. Caricatures of hunchbacked Jews with horns and fangs were depicted in works of art and carved into stone decorating bridges. Proclaimed by parish priests to be the gospel truth, each recurrence of the blood libel charge added to its credence, thus prompting yet more accusations. This vicious cycle continued to spiral.” 7

Nicholl reports that “there are 150 recorded cases of the charge of ritual murder, and many led to massacres of the Jews of the place.2

Some of the incidents were:
 
1144 CE: Jews in Norwich, England were accused of the ritual murder. This is believed to be the first recorded case of the “blood libel” myth. Jewish leaders in the area were executed.

1171: Jews in Blois, France were accused of ritual murder. All of the Jews in that town (34 men, 16 or 17 women) were “dragged to a wooden tower where they were given the option of baptism or death. None chose the former.” 7 They were burned alive. A second source says that 31 were killed.

1181: More accusations at Bury, St. Edmund, England

1181: Three Christian boys disappeared after playing on a frozen river in Vienna, Austrai. Several “witnesses” swore that Jews had slaughtered the boys. Three hundred Jews were burned at the stake. After the spring thaw, the bodies of the boys were recovered. They had drowned, and were otherwise unharmed. 7

1183: More accusations in Bristol, England

1192: More accusations in Winchester, England

1199: More accusations and Jewish executions in Erfurt, Bischofsheim.

1235: More accusations and Jewish executions in Lauda, Fulda.

1244: London Jews were accused of ritual murder and fined heavily.

1250: Jews in Saragossa, Spain, were accused of ritually killing a child, San Domenichino de Val.

1255: The body of a little boy, Hugh, was found in a cesspool near the house of a Jew in Lincoln, England. The latter was tortured, confessed that he had engaged in ritual murder, dragged through the streets, and finally hung. 100 Jews were transported to London and charged with ritual murder. One was acquitted; 2 were pardoned; the rest were hanged, either with or without a trial. One source states that 19 Jews were hung without benefit of trial.

1263: A Dominican monk published a theory that God had inflicted Jews with a terrible disease because they had murdeed Yeshua. He reasoned that the only cure was to kill an innocent Christian child and consume its blood.

1283-5: Following a series of ritual murder charges, 10 Jews were murdered by a mob in Mainz; 26 were executed in Bacharach, 40 in Oberwellil, and 180 in Munich.

1431: After ritual murder charges, several Jewish communities were destroyed in southern Germany: Ravensburg, Uberlingen and Lindau. 7

1451: Pope Nicholas V appointed John of Capistrano to organize the Inquisition of the Jews. John repeated the old charges of ritual murder and host desecration.

1475: A few days before Easter, Samuel, a Jew in Trent, Italy, found the body of a Christian infant named Simon. He had apparently drowned in a nearby river. A number of Jews were arrested and tortured. All confessed to murdering the infant. They were burned at the stake. Stories spread of miraculous cures which were believed to have been caused by contacting Simon’s bones. Simon was canonized as a holy martyr by Pope Gregory XIII. Simon’s beatification was reversed in 1965. 7

1492: Tomas de Torquemada, the Grand Inquisitor of the Spanish Inquisition engineered a blood libel case in La Guardia, Spain. Jews who had converted to Christianity were accused and tortured. They confessed to helping the chief rabbi to abuse and crucify a Christian child. 7

1541: John Eck, a Roman Catholic writer, wrote a pamphlet “Refutation of a Jewish Book.” He repeated the ritual murder and host desecration myths.

1840: An elderly Italian monk-priest, Padre Tommaso, and his servant disappeared in Damascus, Syria, after having visited the Jewish quarter in the city. A French consol to the Ottoman Empire, Ratti-Menton, promoted a groundless theory of ritual murder that the local Muslim government largely accepted. Jewish leaders were arrested and tortured. Sixty of their children were held hostage and starved to pressure their parents into confessing. One source said that four adults died from the mistreatment; another states that two died and some were permanently disabled. 7 Most of the rest confessed involvement in a ritual murder. 3 The consul then requested permission from the Syrian government to murder the rest of his suspects. As a result of widespread protests from Sir Moses, Montefiore, Adolphe Cremieux, Solomon Munk, and others, the lives of the survivors were spared.

This event introduced the blood libel myth to the Arab world, where it is still circulating. It also led to an organized effort by Jews in Europe and the Middle East to protect themselves. This affair spurred early Zionist writers like Hess to promote the Zionist cause. 13,14

1853: Two Jews of Saratov, Russia, were convicted of ritually murdering two Christian children. 7

1870’s:With the rise of the modern antisemitic movement in the late 1870s, the traditional blood accusation merged easily with the new scientific racial arguments, serving as a lowest common denominator to unite its secular (and often anti-Christian), Catholic, and Protestant members.3 Roman Catholic Bishop Martin of Pederborn, Germany, wrote that Jews ritually murdered Christian children.

1881: A Roman Catholic journal, Civilta Cattolica, started a series of articles which attempted to prove that ritual murder was an integral element of the Jewish religion. They argued that the ritual murders occurred at Purim rather than Passover. “It is in vain that Jews seek to slough off the weight of argument against them: the mystery has become known to all.” (Not quite all. Historians have rejected the stories of blood libel as myth.) 3

1911-3: The Beilis case, an accusation of ritual murder of a boy by the name of Andriusha Yustchinsky, surfaced in Kiev, Russia. At first, his mother looked like a possible suspect. Although the boy had disappeared eight days before his body was found, she had not notified the police. She showed no emotion when her son’s body was discovered. Upon his death, she inherited 500 rubles, which had been held in trust. Suspicion later fell on Vera Tchebiraik who was involved with a gang of thieves. Andriusha was a schoolmate of her son, and would often stay overnight in her home. The boy might have heard about or seen some criminal act by the gang and been murdered to assure his silence. However, this was a time of great unrest in the country, and widespread anti-Jewish sentiment. Soon, the blood libel myth surfaced. “Mendel Beilis was a Jew arrested in 1911 by the Czarist secret police in Kiev and accused of ritually murdering a Christian boy to use his blood in baking matzoh. He was jailed for almost two and one-half years, under horrible conditions, while awaiting trial. In 1913, after a dramatic trial, he was [unanimously] acquitted by an all Christian jury.6,7,8,12

1920s: Mendel Beilis emigrated to the U.S. and wrote his autobiography, called “The Story of My Sufferings.6

1960s: Bernard Malamud wrote a novel called “The Fixer.” He received both a Pulitzer Prize and the National Book Award. Although he claimed that this was an original story, some analysts believe that Malamud took most of the events and details from Beilis’ book. 6

1930’s +: Hitler re-used the blood-libel myth as justification for the Holocaust. The Nazi periodical, Der Stürmer, often published special issues devoted to allegations of ritual murder by Jews. Hitler had asked that a propaganda film be made of the 1840 Damascus case. World War II ended before it could be made.

2000’s: The Jewish blood-libel myth continues to circulate among many Muslim countries. Egyptian film producer is making a movie about the Syrian case in 1840, called “The Matzoh of Zion.” Director Albert Maysles is making a film about the Beilis case.

2007: Ariel Toaff, an Israeli historian of Italian origin, published a book that has revived the blood libel story. It is titled: “Bloody Passovers: The Jews of Europe and Ritual Murders.” Toaff suggests that several crucifixions of Christian children occurred from 1100 to about 1500 CE. He wrote:

    “My research shows that in the Middle Ages, a group of fundamentalist Jews did not respect the biblical prohibition and used blood for healing. It is just one group of Jews, who belonged to the communities that suffered the severest persecution during the Crusades. From this trauma came a passion for revenge that in some cases led to responses, among them ritual murder of Christian children.”

He bases his book on the testimony given under torture. Twelve of Italy’s chief rabbis issued a press release stating:

    “It is totally inappropriate to utilize declarations extorted under torture centuries ago to reconstruct bizarre and devious historical theses. … The only blood spilled in these stories was that of so many innocent Jews, massacred on account of unjust and infamous accusations.”

Sergio Luzzatto, in an article in the Corriere della Serra wrote:

    “Even if the author should manage to prove that a deviant sect existed for centuries…clearly it could never be identified as a Jewish group, or as part of a Jewish community. This would be comparable to saying that the rabbis who were present at [Iranian President Mahmoud] Ahmadinejad’s Holocaust Denial Conference in Teheran represent mainstream Judaism.” 15

horizontal rule

Host desecration accusations against Jews:

The host is a wafer used during the Roman Catholic mass. At a certain point during the ritual, the church teaches that it is converted into the actual body of Jesus Christ, just as the wine becomes Jesus’ actual blood. These elements of the mass are then eaten by the believers. This belief is not shared by Protestants, who believe that the bread and wine symbolize — but do not become — Jesus’ body and blood.

A variation of the blood libel myth developed in Europe early in the 11th century. Instead of accusing the Jews of killing an innocent child, they were accused of desecrating the host. Sometimes they were accused stabbing pins into the host, or of stepping on it. Other times, they were accused of stabbing the host with a knife until Jesus’ blood leaked out. Sometimes, they were accused of nailing the host, in a symbolic replay of the crucifixion.

Like the blood libel myth, host desecration makes no logical sense. Being Jews, they would not believe in the Christian doctrine of transubstantiation – that the host during mass becomes the actual body of Jesus. To them, the host is just a simple wafer with no religious significance.

Nicholl reports that “100 instances of the charge have been recorded, in many cases leading to massacres.” Some of the incidents were: 2

1021: Rome suffered through both an earthquake and hurricane on Good Friday of that year. Some Jews were charged with having caused the disaster driving a nail through a stolen host. They were tortured until they confessed; they were then burned alive.

1215: The Fourth Lateran Council in Rome declared the belief in transubstantiation. This established the theological basis for the host desecration myth.

1243: All Jews in Berlitz, Germany were burned alive for allegedly torturing a stolen host. 4

1308: The Bishop of Strasbourg charged Jews in Sulzmatt and Rufach with host desecration. They were burned alive.

1370: Jews in Brabant, Belgium, were accused of defiling the host and were burned alive. 5

1389: Jews in Prague were accused of attacking a monk carrying a wafer. All of the Jews in the city were offered the choice of conversion to Christianity or death. They were all killed. 4

1399: A rabbi and 13 elders in Posen, Poland, were charged with stabbing the host and tossing it into a pit. They were slowly roasted to death. Some townspeople believed that the host had bled.

Unlike the basic Blood Libel myth, rumors of host desecration by Jews appear to have died out in the Middle Ages. It has surfaced recently, during the mid-1990’s. In at least two Roman Catholic cathedrals (one in Ontario, Canada and another in Mississippi) some parishioners believed that Satanists were masquerading as church members, attending mass but not swallowing the host. They believed that it was later taken from the cathedral and used in Satanic rituals.

References:

  1. M.I. Dimont, “Jews, God and History,” Mentor Books, Revised edition, (1994), Page 235. You can buy this book from Amazon.com bookstore
  2. William Nichol, “Christian Antisemitism: A History of Hate,” Aronson, (1995).
  3. Jonathan Frankel, “‘Ritual Murder’ in the Modern Era: The Damascus Affair of 1840,” Jewish Social Studies Volume 3, Number 2, at: http://www.indiana.edu/~iupress/journals/jss-art3.html#r4
  4. Wildwoman, at: http://www.loop.com/~bramble/
  5. Edward Vanhoutte, “Importance and unimportance of the Jews of Belgium from the Middle Ages to the Enlightenment,” at: http://pcger17.uia.ac.be/JEWS.html
  6. Family of Mendel Beilis: A martyr for his people,” at: http://www.mendelbeilis.com/
  7. Shari Schwartz, “Editor’s Preface: The Making of a Martyr,” at: http://www.shemayisrael.co.il/
  8. A boy is murdered,” at: http://www.shemayisrael.co.il/
  9. Salo W. Baron, “The Russian Jew under Tsars and Soviets
  10. S. M. Dubnow, “History of the Jews in Russia and Poland
  11. Alexander B. Tager, “The Decay of Czarism: The Beilis Trial
  12. A government blood libel: The Beilis affair,” The history of Jews in Russia, (1995). at: http://www.friends-partners.org/
  13. Ronald Florence, “Blood Libel : The Damascus Affair of 1840,” University of Wisconsin Press, (2004). Read reviews or order this book
  14. Jonathan Frankel, “The Damascus Affair : ‘Ritual Murder’, Politics, and the Jews in 1840,” Cambridge University Press, (1997). Read reviews or order this book
  15. Lisa Palmieri-Billig, “Historian gives credence to blood libel,” The Jerusalem Post, 2007-FEB-07, at: http://www.jpost.com/

horizontal rule

Antisemitism: Persecution of Jews along Racial Lines:

Subsequent attacks against Jews tended to be racially motivated. They were perpetrated primarily by the state. The Jewish people were viewed as a separate people or race. 1806: A French Jesuit Priest, Abbe Barruel, had written a treatise blaming the Masonic Order for the French Revolution. He later issued a letter alleging that Jews, not the Masons were the guilty party. This triggered a belief in an international Jewish conspiracy in Germany, Poland and some other European countries later in the 19th century.

1819: During the late 18th and early 19th centuries, many European Jews lobbied their governments for emancipation. They sought citizenship as well as the same rights and treatment as were enjoyed by non-Jews. This appears to have provoked sporadic anti-semites to engage in anti-Jewish violence. The rioters cried “Hep! Hep!.” The origin(s) of this cry are not clear. Jews and their property were attacked first in Wuerzburg, Germany during 1819-AUG. The rioting spread across Germany and eventually reached as far as Denmark and Poland. 17

1840: A rumor spread in Syria that some Jews were responsible for the ritual killing of a Roman Catholic monk and his servant. As a result of horrendous treatment, some local Jews confessed to a crime that they did not commit. This “Damascus Affair” spurred early Zionist writers like Hess to promote the Zionist cause. 17 More details.

1846 – 1878: Pope Pius IX restored all of the previous restrictions against the Jews within the Vatican state. All Jews under Papal control were confined to Rome’s ghetto – the last one in Europe until the Nazi era restored the church’s practice. On 2000-SEP-3, Pope John Paul II beatified Pius IX; this is the last step before sainthood. He explained: “Beatifying a son of the church does not celebrate particular historic choices that he has made, but rather points him out for imitation and for veneration for his virtue.”

1858: Edgardo Mortara was kidnapped, at the age of six, from his Jewish family by Roman Catholic officials after they found out that a maid had secretly baptized him. He was not returned to his family but was raised a Catholic. He eventually became a priest.

1873: The term “antisemitism” is first used in a pamphlet by Wilhelm Marr called “Jewry’s Victory over Teutonism.”

1881: Alexander II of Russia was assassinated by radicals. The Jews were blamed. About 200 individual pogroms against the Jews followed. (“Pogrom” is a Russian word meaning “devastation” or “riot.” In Russia, a pogrom was typically a mob riot against Jewish individuals, shops, homes or businesses. They were often supported and even organized by the government.) Thousands of Jews became homeless and impoverished. The few who were charged with offenses generally received very light sentences. 1

1893:…anti-Semitic parties won sixteen seats in the German Reichstag.2

1894: Captain Alfred Dreyfus, an officer on the French general staff, was convicted of treason. The evidence against him consisted of a piece of paper from his wastebasket with another person’s handwriting, and papers forged by antisemitic officers. He received a life sentence on Devil’s Island, off the coast of South America. The French government was aware that a Major Esterhazy was actually guilty. 3 The church, government and army united to suppress the truth. Writer Emile Zola and politician Jean Jaurès fought for justice and human rights. After 10 years, the French government fell and Drefus was declared totally innocent. The Dreyfus Affair was world-wide news for years. It motivated Journalist Theodor Herzl to write a book in 1896: “The Jewish State: A Modern Solution to the Jewish Question.” The book led to the founding of the Zionist movement which fought for a Jewish Homeland. A half century later, the state of Israel was born.

1903: At Easter, government agents organized an anti-Jewish pogrom in Kishinev, Moldova, Russia. The local newspaper published a series of inflammatory articles. A Christian child was discovered murdered and a young Christian woman at the Jewish Hospital committed suicide. Jews were blamed for the deaths. Violence ensured. The 5,000 soldiers in the town did nothing. When the smoke cleared, 49 Jews had been killed, 500 were injured; 700 homes looted and destroyed, 600 businesses and shops looted, 2000 families left homeless. Later, it was discovered that the child had been murdered by its relatives and the suicide was unrelated to the Jews. 4

1905: The Okhrana, the Russian secret police in the reign of Czar Nicholas II, converted an earlier antisemitic novel into a document called the “Protocols of the Learned Elders of Zion.” 16 It was published privately in 1897. A Russian Orthodox priest, Sergius Nilus, published them publicly in 1905. It was promoted as the record of “secret rabbinical conferences whose aim was to subjugate and exterminate the Christians.” 5 The Protocols were used by the Okhrana in a propaganda campaign that was associated with massacres of the Jews. These were the Czarist Pogroms of 1905.

1915: 600,000 Jews were forcibly moved from the western borders of Russia towards the interior. About 100,000 died of exposure or starvation.

1917:In the civil war following the Bolshevik Revolution of 1917, the reactionary White Armies made extensive use of the Protocols to incite widespread slaughters of Jews.” 5 Two hundred thousand Jews were murdered in the Ukraine alone.

1920: The Protocols reach England and the United States. They are exposed as a forgery, but are widely circulated. Henry Ford sponsored a study of international activities of Jews. This led to a series of antisemitic articles in the Dearborn Independent, which were published in a book, “The International Jew.” The Protocols were sold on Wal-Mart’s online bookstore until they were removed on 2004-SEP-21.

1920: The defeat of Germany in World War I and the continuing economic difficulties were blamed in that country on the “Jewish influence.” One antisemitic poster has been preserved from that era. 6 It shows a German, presumably Christian woman, a male Jew with distorted facial features, a coffin and the word “Deutschland” (Germany)

1920’s, 1930’s: Hitler had published in Mein Kampf in 1925, writing: “Today I believe that I am acting in accordance with the will of the Almighty Creator: by defending myself against the Jew, I am fighting for the work of the Lord.” The Protocols are used by the Nazis to whip up public hatred of the Jews in the 1930’s. Widespread pogroms occur in Greece, Hungary, Mexico, Poland, Rumania, and the USSR. Radio programs by many conservative American clergy, both Roman Catholic and Protestant, frequently attacked Jews. Reverend Fr. Charles E Coughlin was one of the best known. “In the 1930’s, radio audiences heard him rail against the threat of Jews to America’s economy and defend Hitler’s treatment of Jews as justified in the fight against communism.” (12) Other conservative Christian leaders, such as Frank Norris and John Straton supported the Jews. 7

Discrimination against Jews in North America is widespread. Many universities set limits on the maximum number of Jewish students that they would accept. Harvard accepted all students on the basis of merit until after World War I when the percentage of Jewish students approached 15%. At that time they installed an informal quota system. In 1941, Princeton had fewer than 2% Jews in their student body. Jews were routinely barred from country clubs, prestigious neighborhoods, etc. 8

1933: Hitler took power in Germany. On APR-1, Julius Streicher organized a one-day boycott of all Jewish owned busienss in the country. This was the start of continuous oppression by the Nazis culminating in the Holocaust (a.k.a. Shoah). Jews “were barred from civil service, legal professions and universities, were not allowed to teach in schools and could not be editors of newspapers.2 Two years later, Jews were no longer considered citizens.

1934: Various laws were enacted in Germany to force Jews out of schools and professions.

1935: The Nazis passed the Nuremberg Laws restricting citizenship to those of “German or related blood.” Jews became stateless.

1936: Cardinal Hloud of Poland urged Catholics to boycott Jewish businesses.

1938: On NOV-9, the Nazi government in Germany sent storm troopers, the SS and the Hitler Youth on a pogrom that killed 91 Jews, injured hundreds, burned 177 synagogues and looted 7,500 Jewish stores. Broken glass could be seen everywhere; the glass gave this event its name of Kristallnacht, the Night of Broken Glass. 9

1938: Hitler brought back century-old church law, ordering all Jews to wear a yellow Star of David as identification. A few hundred thousand Jews are allowed to leave Germany after they give all of their assets to the government.

1939: The Holocaust, the Shoah — the systematic extermination of Jews in Germany — begins. The process only ended in 1945 with the conclusion of World War II. Approximately 6 million Jews (1.5 million of them children), 400 thousand Roma (Gypsies) and others were slaughtered. Some were killed by death squads; others were slowly killed in trucks with carbon monoxide; others were gassed in large groups in Auschwitz, Dacau, Sobibor, Treblinka and other extermination camps. Officially, the holocaust was described by the Nazis as subjecting Jews “to special treatment” or as a “solution of the Jewish question.” Gold taken from the teeth of the victims was recycled; hair was used in the manufacture of mattresses. In the Buchenwald extermination camp, lampshades were made out of human skin; however, this appears to be an isolated incident. A rumor spread that Jewish corpses were routinely converted into soap. However, the story appears to be false. 10

1940: The Vichy government of France collaborated with Nazi Germany by freezing about 80,000 Jewish bank accounts. During the next four years, they deported about 76,000 Jews to Nazi death camps; only about 2,500 survived. It was only in 1995 that a French president, Jacques Chirac, “was able to admit that the state bore a heavy share of responsibility in the mass round-ups and deportations of Jews, as well as in the property and asset seizures that were carried out with the active help of the Vichy regime.11

1941: The Holocaust Museum in Washington DC estimates that 13,000 Jews died on 1941-JUN-19 during a pogrom in Bucharest, Romania. It was ordered by the pro-Nazi Romanian regime of Marshal Ion Antonescu. The current government has admitted that this atrocity happened, but most Romanians continue to deny that the Jews were killed on orders from their own government. 12

1941: Polish citizens in Jedwabne in northeastern Poland killed hundreds of Jews, by either beating them to death or burning them alive in a barn. According to the Associated Press: “The role played by Polish citizens was suppressed for nearly six decades until publication of a book by a Polish emigre historian, Jan Tomasz Gross. After release of the book in 2000, the Polish government launched an investigation. ‘The role of the Poles was decisive in conducting the criminal act,’ [prosecutor Radoslaw] Ignatiew, said. The book, ‘Neighbours,’ sparked national soul-searching among Poles, many of whom could not believe that anybody but the Nazis would have committed the atrocity.13

1942: The Nazi leaders of Germany, at the Wannsee conference, decided on”the final solution of the Jewish question” which was the attempt to exterminate every Jew in Europe. From JUL-28 to 31, almost 18,000 Russian inhabitants of the Minsk ghetto in what is now Belarus were exterminated. This was in addition to 5,000 to 15,000 who had been massacred in earlier pogroms in that city. This was just one of many such pogroms during World War II. 14

1945: The Shoah (Holocaust) ended as the Allied Forces over-ran the Nazi death camps.

1946: Even though World War II ended the year before, antisemitic pogroms continued, particularly in Poland, with the deaths of many Jews.

horizontal rule

references

  1. The Pale of Settlement and the pogroms of 1881 in Russia,” at: http://204.165.132.2/crucible/whunts/frames_pogromrussia.htm
  2. Fritz B. Voll, “A Short Review of a Troubled History,” at: http://www.jcrelations.com/res/incidents.htm#protokols1
  3. The Dreyfus Affair,” http://holocaust.miningco.com/msub15.htm
  4. The Kishinev Pogrom of 1903,” at: http://www.netwiz.net/~mchavez/familytales/pogrom.htm
  5. Protocols of the Elders of Zion,” article. See: http://www.us-israel.org/jsource/anti-semitism/protocols.html
  6. Antisemitic poster from 1920 Germany at: http://holocaust.miningco.com/msub15.htm
  7. G.M. Marsden, “Fundamentalism and American Culture,” Oxford University Press, Oxford, UK (1980)
  8. G.M. Marsden, “Religion and American Culture,” Harcourt, San Diego, CA, (1990), Page 220.
  9. Robert Fulford, “Historian recalls life as a Jew among the Nazis“, Article, Globe and Mail, Toronto ON, 1998-OCT-31.
  10. A Picture Tells a Thousand Words,” http://www.primenet.com/~rvolk/english/antiprop/jewish_soap/
  11. Jon Henley, “France faces up to wartime role,” The Guardian, reprinted in the Toronto Star, 2001-JAN-11, Page A28
  12. Survivors mark Romania pogrom: First memorial to 1941 victims,” Associated Press, 2000-DEC-6.
  13. Poles close probe into Jewish wartime massacre,” Associated Press. Published in the Toronto Star, Toronto ON, 2002-JUL-9. at: http://www.thestar.com/NASApp/cs/
  14. Pogrom,” Vecherny Minsk newspaper, Minsk, Belarus, 1967-NOV. See: http://204.165.132.2/crucible/whunts/frames_belarus.htm
  15. J. Telushkin, “Jewish Literacy: The Most Important Things to Know About the Jewish Religion, Its People and Its History; Item 241: Antisemitism” William Morrow, (1991). Read reviews or order this book safely from Amazon.com online book store
  16. Victor Marsden, translator, “The Protocols of the Learned Elders of Zion,” Liberty Bell Publications, (2004). Read reviews or order this hate propaganda safely from Amazon.com online book store
  17. Jonathan Frankel, “The Damascus Affair : ‘Ritual Murder’, Politics, and the Jews in 1840,” Cambridge University Press, (1997). Read reviews or order this book

[Kembali]


Poll: Civilian death toll in Iraq may top 1 million

Tina Susman, Los Angeles Times Staff Writer
September 14, 2007

BAGHDAD — — A car bomb blew up in the capital’s Shiite Muslim neighborhood of Sadr City on Thursday, killing at least four people, as a new survey suggested that the civilian death toll from the war could be more than 1 million.

The figure from ORB, a British polling agency that has conducted several surveys in Iraq, followed statements this week from the U.S. military defending itself against accusations it was trying to play down Iraqi deaths to make its strategy appear successful.

The military has said civilian deaths from sectarian violence have fallen more than 55% since President Bush sent an additional 28,500 troops to Iraq this year, but it does not provide specific numbers.

According to the ORB poll, a survey of 1,461 adults suggested that the total number slain during more than four years of war was more than 1.2 million.

ORB said it drew its conclusion from responses to the question about those living under one roof: “How many members of your household, if any, have died as a result of the conflict in Iraq since 2003?”

Based on Iraq’s estimated number of households — 4,050,597 — it said the 1.2 million figure was reasonable.

There was no way to verify the number, because the government does not provide a full count of civilian deaths. Neither does the U.S. military.

Both, however, say that independent organizations greatly exaggerate estimates of civilian casualties.

ORB said its poll had a margin of error of 2.4%. According to its findings, nearly one in two households in Baghdad had lost at least one member to war- related violence, and 22% of households nationwide had suffered at least one death. It said 48% of the victims were shot to death and 20% died as a result of car bombs, with other explosions and military bombardments blamed for most of the other fatalities.

The survey was conducted last month.

It was the highest estimate given so far of civilian deaths in Iraq. Last year, a study in the medical journal Lancet put the number at 654,965, which Iraq’s government has dismissed as “ridiculous.”

The car bomb in Sadr City injured at least 10 people and set fire to several shops. Also Thursday, police said they had found the bodies of nine people believed to be victims of sectarian killings across the capital.

In its latest salvo at Iran, the U.S. military accused the Islamic Republic of providing the 240-millimeter rocket that earlier this week slammed into Camp Victory, the sprawling base that houses the U.S. Army headquarters. The attack on the base near Baghdad’s airport injured 11 soldiers and killed one “third-country national.”

At a news conference, a military spokesman, Army Brig. Gen. Kevin Bergner, displayed a chunk of metal that he said had come from the rocket. Asked how he could be sure it was of Iranian origin, Bergner said its color and markings were unique to rockets from Iran.

The United States accuses Iran’s Shiite leaders of providing weapons, training and other assistance to Shiite militias fighting U.S. forces in Iraq. Iran denies the accusation.

tina.susman@latimes.com: Article nr. 36250 sent on 14-sep-2007 14:53 ECT www.uruknet. info?p=36250

[Kembali]


Penutup: Fiksi tidaklah selalu Fiksi, Kitab Suci tidaklah selalu Suci

Untuk menggambarkan maksud keseluhan artikel ini, saya kutipkan “The Davinci Code”, novel fiksi karya Dan Brown, hal. 320 -327. Anda akan memahami bahwa tidak semua cerita fiksi adalah fiksi dan Tidak semua Kitab suci adalah suci:

..Teabing Berdaham dan menyatakan, “Alkitab tidak datang dengan cara difaks dari surga”

“Maaf”

“Alkitab adalah buatan manusia, Nona. Bukan Tuhan. Alkitab tidak jatuh secara Ajaib dari awan. Orang membuatnya sebagai catatan sejarah dari hiruk-pikuk zaman dan itu telah melibatkan penterjemah, penambahan dan revisi yang tak terhitung. Sejarah tidak pernah punya versi pasti buku itu”

“Okay”

“Yesus Kristus merupakan tokoh sejarah dengan pengaruh luar biasa,mungkin pemimpin yg paling membingungkan dan paling melahirkan inspirasi yg pernah ada di dunia.”

“Seperti Messiah yg diramalkan, Yesus melebihi raja-raja, memberi inspirasi kepada jutaan orang, dan mendirikan filosofi baru. Sebagai keturunan raja Solomo dan Raja David, Yesus berhak mewarisi tahta Yahudi.”

“Dapat dimengerti, kehidupan-Nya dicatat oleh ribuan pengikut diseluruh bumi ini.”

Teabing terdiam sejenak untuk menghirup tehnya, kemudian meletakkan cangkirnya kembali di atas bibir perapian.

“Lebih dari 80 kitab injil dipertimbangkan untuk masuk kedalam Perjanjian Baru, namun akhirnya relatif sedikit yg dipilih untuk dicantumkan, diantaranya Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.

“Siapa yg memilih kitab injil mana untuk dicantumkan ?” tanya Sophie.

“Aha !”, Teabing meledak bersemangat. “Ironi mendasar dari Kristen !”.

“Alkitab yg kita kenal sekarang ini disusun oleh kaisar Roma yg pagan, Konstantin Agung.”

“Kukira Konstantin penganut Kristen,” kata Sophie.

“Tak benar,” Teabing terbatuk. “Dia seorang pagan seumur hidup. Dia dibaptis pada ranjang kematiannya, ketika dirinya terlalu lemah untuk melawan. Dimasa Konstantin, agama resmi Romawi adalah pemujaan matahari – kelompok pemujaan Sol Invictus, atau Matahari Tak Tertandingi – dan Konstantin adalah Pendeta Kepalanya.”

“Celaka baginya, sebuah guncangan religius tumbuh dan mencengkram Roma. Tiga abad setelah penyaliban Yesus Kristus, para pengikut Kristus tumbuh berlipat-lipat. Kaum Kristen dan Pagan mulai berperang.”

“Konflik itu mengancam Roma terbelah menjadi dua. Konstantin memustuskan sesuatu harus dilakukan. Pada tahun 325 Masehi, ia memutuskan untuk menyatukan Romawi dalam sebuah agama tunggal. Kristen.”

Sophie terkejut.”Mengapa seorang kaisar pagan memilih Kristen sebagai agama resmi ?”

Teabing tergelak. “Konstantin adalah pebisnis kawakan. Dia dapat melihat bahwa Kristen sedang bangkit, dan ia sekedar bertaruh pada kuda pemenang. Para sejarawan masih memuji kecemerlangan Konstantin yg mengalihkan kaum pagan pemuja matahari menjadi Kristen.”

“Dengan meleburkan simbol2, tanggal2, serta ritus2 pagan kedalam adat istiadat Kristen yg sedang tumbuh, dia telah menciptakan sejenis agama hibrid yg dapat diterima oleh kedua belah pihak.”

“Transmogrifikasi, ” ujar Langdon. “Jejak2 agama pagan dalam simbologi Kristen tak terbantahkan. Cakram Matahari kaum Mesir kuno menjadi lingkaran halo para santo Katolik.”

“Berbagai piktogram Isis yg sedang menyusui putranya yg lahir karena mukjizat, Horus, menjadi cetak biru bagi berbagai penggambaran modern kita akan Perawan Maria yg sedang menyusui bayi Yesus.”

“Dan nyaris semua unsur dalam ritus Katolik – mitra, altar, doksologi, dan komuni, atau tindakan ‘makan Tuhan’ – diambil langsung dari agama2 misteri pagan dimasa awal”.

Teabing mengerang,”Jangan biarkan seorang simbolog mulai bicara tentang ikon2 Kristen. Tak ada yg asli dalam Kristen. Mitha, Tuhan pra-Kristen – disebut putera Tuhan dan Cahaya Dunia – lahir dan mati pada 25 Desember, dikubur dalam sebuah makam batu, kemudian dibangkitkan dalam tiga hari.”

“Omong2, 25 Desember juga hari lahir Osiris, Adonis, dan Dionysus. Khrisna yg baru lahir dihadiahi emas, dupa, dan kemenyan. Bahkan fari suci mingguan orang Kristen dicuri dari kaum pagan.”

“Apa maksudmu?”

“Aslinya,” kata Langdon, “Kristen menghormati Sabat, tapi Konstantin menggesernyanagar bertemu dengan hari kaum pagan memuliakan matahari.”

Dia mengambil jeda, menyeringai. “Hingga hari ini kebanyakan jemaat gereja menghadiri layanan gereja pada hari Minggu pagi tanpa sadar sama sekali bahwa mereka sedang melakukan penghormatan pada dewa matahari kaum pagan – Sun-day, yg artinya hari Matahari.”

Kepala Sophie berputar tak karuan. “Dan segala hal ini berhubingan dengan Grail?”.

“Memang,” kata Teabing. “Bersabarlah sejenak. Selama fusi agama-agama itu, Konstantin perlu memperkuat tradisi Kristen baru, dan dia mengadakan sebuah pertemuan eku-menikal yg termasyhur, yg dikenal dgn nama Konsili Nicea.”

Sophie hanya mendengarnya sbg tempat lahir Pengakuan Iman Nicea.

“Dalam pertemuan ini,” jkata Teabing, “banyak aspek dari Kristen diperdebatkan dan ditetapkan berdasarkan voting – tanggal Paskah, peranan para Uskup, administrasi sekramen, dan tentu saja, ketuhanan Yesus.”

“Aku tak mengerti. Ketuhanan Yesus?”

“Sayangku,” tegas Teabing , “hingga saat itu dalam sejarah, Yesus dipandang oleh para pengikut-Nya sebagai Nabi yg dapat mati …. seorang lelaki agung yg punya kekuatan , tapi tak lebih dari seorang manusia. “

“Seorang fana, manusia biasa”.

“Bukan putera Tuhan ?”

“Benar”, sahut Teabing. “Penetapan Yesus sbg ‘Putera Tuhan’ secara resmi diusulkan dan ditetapkan melalui voting oleh Konsili Necea”.

“Tunggu dulu. Maksudmu, keilahian Yesus adalah hasil voting ?”

“Sebuah voting yg ketat, sebenarnya,” tambah Teabing. “Walau begitu menetapkan keilahian Yesus penting sekali bagi penyatuan lebih jauh Kekaisaran Romawi dan bagi basis kekuatan Vatikan yg baru.”

“Dengan secara resmi memuja Yesus sbg Putera Tuhan, Konstantin mengubah Yesus menjadi dewa yg berada diluar cakupan dunia manusia, sebuah entitas dengan kekuatan yg tak tertandingi. Ini bukan hanya menyisihkan tantangan selanjutnya dari kaum pagan terhadap Kristen, tapi membuat para pengikut Kristus kini dapat menebus diri mereka hanya melalui pembuatan sebuah saluran suci – Gereja Katolik Roma.”.

Sophie melirik Langdon, dan Langdon memberinya sebuah anggukan lembut tanda pembenaran.

“Semua ini masalah kekuasaan,” lanjut Teabing. “Kristus sebagai Juru Selamat adalah amat penting bagi berfungsinya Gereja dan Negara. Banyak sarjana mengklaim bahwa Geraja pada masa awal benar2 mencuri Yesus dari para pengikut aslinya, dengan mengajak pesan2 manusiawinya, mengaburkan dalam jubah Ketuhanan yg tak tembus, dan menggunakannya untuk meluaskan kekuasaan mereka. Aku telah menulis beberapa topik tentang masalah ini.”

“Aku menduga, orang2 Kristen yg taat mengirimi surat2 permusuhan setiap hari ?”

“Mengapa mereka mau melakukan itu?” sergah Teabing.

“Mayoritas besar orang Kristen terdidik mengetahui sejarah iman mereka. Yesus memanglah seorang manusia agung dan berkuasa. Manuver politik bawah tangan dari Konstantin tidak memupuskan keagungan hidup Kristus.”

“Tak ada yg mengatakan Krustus adalah tokoh gadungan, atau menyangkal bahwa Dia berjalan dimuka bumi dan mengilhami jutaan orang untuk memperbaiki hidup meraka. Yang kita katakan disini hanyalah, Konstantin mengambil keuntungan dari pengaruh dan arti penting Kristus yang besar.”

“Dan dalam melakukan itu, dia telah membentuk wajah Kristen seperti yg kita kenal sekarang.”

Sophie menatap sekilas buku seni dihadapannya, bergairah untuk terus maju dan melihat lukisan Holy Grail dari Da Vinci.

“Masalahnya adalah ini,” kata Teabing, kini bicaranya lebih cepat , Karena Konstantin meningkatkan status Yesus hampir empat abad setelah kematian Yesus, ribuan dokumen yg mencatat kehidupannya sebagai manusia biasa sudah terlanjur ada.”

“Untuk menulis ulang buku2 sejarah, Konstantin tahu bahwa ia perlu mengambil sebuah langkah berani. Dari sinilah timbul sebua momen paling menentukan dalam sejarah Kristen.” Teabing berhenti sejenak menatap Sophie.

“Konstantin menitahkan dan membiayai penyususnan sebuah Al-kitab baru, yang meniadakan semua kitab Injil yang berbicara tentang segala perilaku manusiawi Yesus, serta memasukkan kitab2 Injil yg membuatnya seakan Tuhan.”

“Kitab2 Injil terdahulu dianggap melanggar hukum, lalu dikumpulkan dan dibakar”.

“Sebuah catatan menarik,” tambah Langdon,”Siapapun yg memilih kitab2 Injil yg terlarang dan bukannya yg versi Konstantin akan dianggap sabagai kaum bid’ah, heretic. Kata heretic diambil dari sejarah tersebut. Kata Latin Haereticus berarti pilihan. Mereka yg memilih sejarah asli dari Kristus adalah kaum Heretic pertama di dunia.”

“Untungnya bagi sejarawan,” kata Teabing,”beberapa kitab Injil yg dicoba untuk dimusnahkan oleh Konstantin berhasil diselamatkan. Dead Sea Scrolls, Gulungan2 Laut Mati, ditemukan pada 1950, tersembunyi disebuah gua dekat Qumran di gurun Yudea.”

“Dan tentu saja, Gulungan Koptik pada 1945 di Nag Hammadi. Sebagai kisah tambahan dari kisah Grail sejati, dokumen2 ini berbicara tentang kependetaan Yesus dalam keadaan yang amat manusiawi. “

“Tentu saja Vatikan mencoba amat keras untuk menekan pengabaran gulungan2 naskah ini. Mengapa tidak? gulungan2 itu menggaris bawahi ketidakcocokan dan pemalsuan sejarah yg mencolok, jelas2 membenarkan bahwa Al-kitab modern disusun dan diedit oleh manusia yg memiliki sebuah agenda politis.”

“Untuk mempromosikan keilahian seorang lelaki bernama Yesus Kristus dan memanfaatkan pengaruhnya untuk mengukuhkan basis kuasa mereka sendiri”.

“Namun,” sanggah landon, “amatlah penting untuk mengingat bahwa hasrat geraja modern untuk menekan dokumen-dokumen ini datang dari kepercayaan yang tulus yang lahir dari pandangan mapan mereka akan Kristus. Vatikan terbangun dari orang-orang yang teramat saleh, yang sungguh sungguh percaya bahwa dokumen-dokumen yang bertentangan ini tidak bisa adalah kesaksian palsu”

Teabing tergelak, sambil menyantaikan dirinya pada sebuah kursi di hadapan Sophie. “Seperti yang dapat kaulihat, professor kita ini punya hati yang jauh lebih lunak terhadap Roma daripada hatiku. Walaupun begitu, ia benar mengenai kaum pendeta yang meyakini dokumen-dokumen penentang ini sebagai kesaksian palsu. Itu dapat dimengerti. Alkitab versi Konstantin telah menjadi kebeneran mereka selama berabad-abad. Tidak ada seorangpun yang lebih terdoktrinasi kecuali pendoktrin itu sendiri”

“Maksud dia,” Kata Langdon, “adalah bahwa kita memuja tuhan-tuhan dari para leluhur kita.”

Maksudku,”sergah Teabing, “Adalah bahwa nyaris segala yang diajarkan leluhur kita tentang Kristus adalah palsu…”

[Kembali]


Keselamatan selalu ada di luar Gereja! (2)


Pengantar

Suatu ketika, saya membaca tulisan dengan judul ‘Adakah Keselamatan di Luar Gereja?’ dari seorang yang bernama Eddy TG yang menekankan alasan-alasan mengapa sebaikya pindah keyakinan menjadi Kristen. Target pasar tulisan itu terutama ditujukan pada para penganut non Abrahamik. Kemudian terjadilah tanya-jawab dengannya. Mengingat pentingnya pesan yang terkandung dalam tanya-jawab tersebut, maka itu saya daur ulang dengan sistematika sbb:

SELAMAT MEMBACA!

[Kembali]



KISAH SUKSES: Kelompok Orang yang SUDAH PASTI mendapatkan Keselamatan Surga

Frase “SEGALA BANGSA” adalah berarti orang-orang yahudi dari segala bangsa:

    Waktu itu di Yerusalem diam ORANG-ORANG YAHUDI YANG SALEH DARI SEGALA BANGSA DIBAWAH KOLONG LANGIT.[KPR 2:5]

Dari syarat dan kondisi yang tercantum pada Matius 19:18-21; Lukas 18:20-21 dan Markus 10:19-21 maka penegasan mengenai SIAPA saja yang BERHAK mendapatkan KESELAMATAN tercantum jelas di KITAB WAHYU, sebuah kitab yang disusun oleh Yohanes di usia tuanya, tepatnya seperti yang tercantum di Wahyu 6, 7, 14 dan 20.

Mereka yang berhak masuk surga tercantum di Wahyu 6 dengan kata ‘dimateraikan’. Terdapat 7 Materai yang dibagi-bagikan HANYA kepada surgawan, mereka yang DISELAMATKAN dengan perincian sebagai berikut:

  • Materai 1, Penunggang seekor kuda putih, yang memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota.
  • Materai 2, Penunggang seekor kuda merah padam, kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar dan dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh,.
  • Materai 3, Penunggang seekor kuda hitam, yang memegang sebuah timbangan di tangannya.
  • Materai 4, Penunggang seekor kuda hijau kuning, yang bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi (Wahyu 6:1-8)
  • Materai 5, Di anugarehkan kepada jiwa-jiwa yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Mereka ini kemudian diberikan baju putih dan disuruh menunggu sampai genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.(Wahyu 6:9-11), keterangan dengan bentuk yang sama disebutkan di Wahyu 20:4, Yaitu ‘jiwa-jiwa, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; (maksudnya adalah tanda 666 sebagai mana di maksud di Wahyu 13:16)
  • Materai 6, Malaikat HANYA memberikannya untuk 12 suku israel yaitu suku yehuda, ruben, Gad, Asyer, Naftali, Manasye, Simeon, Lewi, Isakhar, Zebulon, Yusuf, Benyamin dan masing-masing suku banyaknya 12.000 orang, jadi jumlah totalnya 144.000 (Wahyu 7:4-8) dan di MATERAIKAN DI DAHI mereka .(Wahyu 7:3)
  • Materai 7, Tidak diberikan kepada siapapun lagi. (8:1)

Dalam kitab Wahyu, Yohanes hanya melihat Materai 7 di buka (Wahyu 8:1), namun sampai dengan Wahyu 10:5-7, tidak ada kalimat-kalimat yang menyatakan materai tersebut di gunakan untuk apa dan/atau siapa. Hanya dikatakan waktunya sudah habis. Kemudian penggunaan kata materai sampai dengan habisnya kitab Wahyu, hanya muncul dua kali lagi yaitu di

  • Why 10:1-4, Dan sesudah ketujuh guruh itu selesai berbicara, aku mau menuliskannya, tetapi aku mendengar suatu suara dari sorga berkata: “Meteraikanlah(rahasiakanlah) apa yang dikatakan oleh ketujuh guruh itu dan janganlah engkau menuliskannya!”
  • Why 20:1-3… Lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan Malaikat memeteraikannya di atasnya, supaya jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.

Di Wahyu 19:11-21: Pintu Sorga terbuka, ada seseorang bernama ‘Firman Allah’, (ini adalah kode nama untuk Yesus, anak Domba) dari mulutnya keluar Pedang, yang akan memukul segala bangsa, menggembalakan dengan Gadabesi dan murka Allah, yang mengakibatkan semua yang melawannya dibunuh dengan PEDANG.

Dan pada Wahyu 20:1-3, Materai itu digunakan untuk menutup jurang maut.

Apakah sama sekali tidak di singgung adanya bangsa-bangsa lainnya yang di materaikan di Kitab Wahyu?

Tidak ada.

Kalimat-kalimat yang ada adalah Setelah peristiwa pembukaan Materai ke 6 dan kemudian DIMATERAIKAN di DAHI hanya kepada Suku israel, maka Wahyu 7:9, hanya menuliskan bahwa Yohanes melihat suatu kumpulan besar orang banyak (tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa, suku kaum dan bahasa) berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba (Yesus) dengan memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Namun, sampai dengan habisnya Kitab Wahyu TIDAK ADA SATU PETUNJUK APAPUN bahwa Yohanes Melihat/Mendengar/mengetahui bahwa Sekumpulan bangsa lain dimateraikan. Pada Wahyu 7:13-17, detailnya adalah sebagai berikut:

Yohanes melihat sekumpulan bangsa lain dengan memakai baju putih

Tidak ada laporan Yohanes yang mengatakan bahwa sekumpulan bangsa lain dari segala bahasa dan suku lain, dimana mereka memakai baju putih adalah merupakan baju yang diberikan Allah seperti pada peristiwa jiwa-jiwa yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki (dimaterai ke 5, Wahyu 6:9-11)

Yohanes,ditanya oleh salah seorang dari tetua itu: “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?” (Ini adalah pertanyaan ANEH, Koq bisa seorang PENGHUNI SURGA tidak mengetahuinya!!!)

Yohanes mengatakan Tetua yang lebih tahu., Kemudian Tetua yang sama itu berkata bahwa “”Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”

Setelah jawaban Tetua tersebut, sampai dengan Kitab Wahyu habis, sama sekali tidak ada keterangan mengenai keputusan allah bahwa bangsa lain juga diselamatkan! Atau boleh masuk surga (why 7:13-17)

Tetua itu, tidak tahu siapa mereka itu namun telah berani menyatakan kepastian! Catatlah bahwa itu adalah pernyataan Tetua dan bukan perkataan atau janji Yesus apalagi Janji Allah. Ingat Matius 7:12 disebutkan kata Hukum Taurat, yang jelas diperuntukan untuk orang yahudi, kemudian di Matius 7:21-23: dikatakan:

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Juga di Matius 25:31-34, 41

Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan…Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

Anda bisa lihat penegasannya ada di 2 pasal terakhir Kitab Wahyu, yaitu di Wahyu 21: 12 14 dinyatakan bahwa 12 gerbang surga tertulis nama 12 suku Israel dan juga tertulis 12 rasul anak Domba (Paulus dan Matias tidak termasuk 12 Rasul).

Kemudian di Wahyu 21:24-27 disebutkan telak:

Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya; dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana; dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya. Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu

bangsa-bangsa dan yang tertulis di kitab kehidupan tersebut tertulis jelas di Pasal terakhir Kitab Wahyu yaitu Wahyu 22:23-24:

Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis DI DAHI mereka. (di Wahyu 7:3, Dimateraikan di Dahi Mereka, yaitu 12 Suku Israel (7:4-8, 14-15)

Ini merupakan pengulangan sebagaimana yang tercantum di Wahyu 14:1-5 :

[14:1-5] Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu (Why 14:3). Mereka adalah:

  • orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan.
  • Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi.
  • Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. (Why 14:4)
  • Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. (Why 14:5)

Dari keterangan di atas, maka dapat diketahui:

  • Mereka yang di materaikan dengan materai ke 5 adalah orang Israel (Wahyu 14:4)!
  • Orang yang tidak menikah, tidak berzina, Orang yang mengikuti kemana saja Yesus selama hidupnya, Orang yang tidak berdusta dan tercela semuanya adalah Orang Israel
  • Tidak ada bangsa lain kecuali hanya bangsa Israel yang banyaknya 144.000 orang saja.

Jadi sudah sangat jelas, bahwa tidak ada GARANSI keselamatan apapun yang tertulis di Alkitab untuk Bangsa lain selain Bangsa Israel.

Di Abrahamik, Musa adalah satu-satunya Nabi pendiri yang wafat wajar karena tua [Ulangan 34.1-7], sisa lainnya, yaitu Yesus + 12 Rasulnya, wafat sengsara mengerikan.

Mengapa?

Di TAURAT disebutkan nasib mereka yang menghujat Allah ADALAH MATI [Imanat 24:16]. Seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakannya, atau yang berkata demi nama allah lain, NABI ITU HARUS MATI [Ulangan 18.20]. TUHAN akan membinasakannya [Imanat 23:30], bahkan memerintahkan untuk DIBINASAKAN [Bil 9:13] juga lewat PEMERINTAHAN karena berasal dari Allah dan hamba Allah untuk membalaskan murka Allah [Roma 13:1-7] ataupun via Roh kudus, sosok mengerikan yang tidak akan mengampuni segala dosa, penentang dan penghujatnya di dunia ini ataupun yang akan datang (Mat. 12:31-32; Mrk. 3:29; Luk. 12:10) misal kejadian Anias mati saat mendustakan Roh kudus (KPR 5.3-5), juga Istrinya mati saat mencobai roh itu (KPR 5.7-10).

Pokoknya,
“setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal” [Ibrani 2.2], Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan, yang menginjak-injak Anak Allah (bisa malaikat dan juga setan), yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia? bahwa “Pembalasan adalah hak-Ku..yang akan menuntut pembalasan…Tuhan akan menghakimi umat-Nya.” Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup. [Ibrani 10.29-31, juga sebagian di Rom 12.19]. Juga dikatakan Tuhan akan membalas setiap orang menurut perbuatannya [Roma 2.6], tidak memandang bulu [Rom 2.11], yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. [Rom 2.12] bahwa Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini. [1 Tes 4.6] sebab adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu [II Tes 1.6]

Yesus dan para rasulnya…termakan kata-kata mereka sendiri..

Yesus setelah kerap dilempari batu [Yoh 8:59, Yoh 10:31] saban kemunculannya: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”[Yoh 10:33], kemudian tertangkap, dipenjara, mengalami siksaan dan akhirnya wafat mengerikan

Bahkan,
Para rasul Yesus-pun, semuanya, wafat mengerikan (ref: Papias uskup Hierapolis/60-163 M, Tertulian/160-220 M, Eusebius/265-340 M, Jerome/340-420 M), semuanya dihukum secara mengerikan oleh Roh Kudus dan Allah:

  • Matius, di hukum siksa sebelum mati dan akhirnya dibunuh dengan pedang di Etiopia.
  • Markus, di hukum dengan badannya diseret hidup2 dengan kuda melalui jalan2 yg penuh batu hingga menemui ajalnya di Alexandria (Mesir).
  • Lukas, berkotbah di Yunani dihadapan orang-orang beragama lain akhirnya mati tiang gantungan.
  • Petrus, disalib dengan kepala di bawah secara huruf X, jaman Nero.
  • Yakobus saudara tiri Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar dari puncak Bait Allah.
  • Yakobus anak Zebedeus, seorang nelayan, murid pertama Yesus, dipenggal kepalanya di Yerusalem.
  • Bartolomeus, dikenal sebagai Natanael, menjadi misionaris di Asia, mati karena dihukum cambuk di Armenia.
  • Andreas, disalib dan di cambuk seperti Petrus dgn cara X di Patras,Yunani.
  • Thomas, mati ditusuk oleh tombak di India.
  • Yudas saudara Yesus dihukum mati dgn panah.
  • Yudas Iskariot, berita kematiannya simpang siur,
    di Injil matius 27.3-5: Ia mengembalikan uang ke Imam-imam kepala, kemudian imam kepala membeli tanah dengan uang itu untuk kuburan orang asing, kemudian Yudas mati menggantung diri.
    Namun di KPR 1.18-19: Yudas membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, jatuh tertelungkup, perutnya terbelah semua isi perutnya tertumpah ke luar.
    Di Injil Yudas 44-45: Yudas mengatakan ia mendapat penglihatan bahwa Ia akan di rajam dan di siksa kejam oleh 12 rasul lainnya.
    Malah Uskup Apollinaris dari Laodikia/310-390 M: “Yudas tidak mati tergantung, tetapi tetap hidup,..KPR menjelaskannya… Dan Papias, murid Yohanes, mencatat hal ini dengan sangat jelas”.
    Papias dalam vol 4 “Exegeses of the Words of the Lord”, bahwa Yudas wafat karena penyakitnya: “Yudas berjalan sebagai contoh kefasikan dunia ini, tubuhnya menjadi begitu gemuk, sehingga keretapun sulit melewatinya, bahkan bagian kepalanya sangat besar. hingga matanya, kata mereka, begitu besarnya sulit melihat cahaya, bahkan dengan alat dokter dengan optik..Alat kelaminnya tampak menjijikan dan lebih besar dari semuanya tanpa bentuk, dari tubuhnya mengalir nanah dan cacing,..Dan setelah banyak tersiksa, mereka berkata, ketika dia sampai di akhir hidupnya di tempatnya sendiri..”.
    Kisah berkembang lagi menjadi kombinasi setelah selamat gantung diri, mati ditabrak kereta, sebagaimana disampaikan komentator injil abad ke-7 M, Theophylact: “..dia meletakkan leher digantungan dan menggantung diri di pohon tertentu, tetapi pohonnya melengkung ke bawah dan dia terus hidup,..mereka mengatakan Ia tergelicir tidak dapat berjalan di tempat di mana kereta dengan mudahnya lewat, jatuh dengan wajahnya dan terkoyak, seperti dikatakan Lukas dalam KPR” [“THE SECRETS OF JUDAS The Story of the Misunderstood Disciple and His Lost Gospel”, JAMES M. ROBINSON, 2007, hal.79-80 yang mengutip Morton S. Enslin, “How the Story Grew: Judas in Fact and Fiction,” di Festschrift oleh F.W. Gingrich, ed. E. H. Barth dan R. Cocroft (Leiden: Brill, 1972), juga dikutip Klassen, Judas, 173]
  • Matias, rasul pengganti Yudas Iscariot, dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.
  • Barnabas, mati dihukum rajam di Salonica.
  • Paulus, terlama dari semuanya dipenjara, dan setelah disiksa, kemudian dipenggal Nero.
  • Yohanes, riwayat akhir hidupnya, saling bertolak belakang:
    • Hidup sampai tua, menurut The Acts of John/Kisah rasul Yohanes (Dari The Apocryphal NT), mulai abad ke-2: Dihadapan Domitian, Yohanes minum racun namun selamat dan diasingkan ke Patmos. Menariknya pada “introduction” disebutkan semua kisah ini ada belakangan, yang juga diketahui Tertulian (“ON THE “PRESCRIPTION” OF HERETICS”, ch.36) dan para penulis latin lainnya, yang TIDAK SATUPUN dari penulis Yunani, bahwa entah Domitian di Roma ataukah Prokonsul di Ephesus merebus Yohanes dalam minyak mendidih namun selamat (dan diasingkan ke pulau), ini adalah ganjil karena TIDAK SATU penulis Yunani menuliskan ini. Katolik Encyclopaedia menuslikan: Semua cerita kisah rasul Yohanes (Acts of John), muncul mulai abad ke-2, adalah buatan tanpa basis sejarah (unhistorical invention).
    • Mati sebagai martir, menurut Papias uskup Hierapolis, seorang Yunani (murid Yohanes, ini juga dikatakan Eusebius (“ad annum Abrah 2114”), Jerome (Ep. lxxv, “Ad Theodoram”, iii, “Illustrious Men” 18, juga Irenæus/130-202 M di “Against Heresies V.33.4), yaitu berdasarkan buku volume ke-2nya Papias yang dikutip Philip dari Side/380-431 M: “Yohanes dan Yokobus menjadi martir akibat perbuatan orang Yahudi” (Epitome, codex Baroccianus 142), juga dalam tulisan George Harmatolos/842-867 M (Chronicon, codex Coislinianus 305). Kemudian anehnya, Eusebius sendiri ambigu, karena juga mengatakan Yohanes sebagai martir dan guru (Eusebius, History of the Church 3.31.1-3).

      Kemudian, di jurnal Theologi Vol.8, No.3 (Jul., 1904), pp. 539-554, “Martirdom Rasul Yohanes”, F. P. Badham: kalender kuno Syria tanggal 27 Desember tertulis nama martir, “Yohanes dan Yakobus, di Yerusalem”..Juga kalender Armenian untuk tanggal 28 Desember, Ethiopic, tanggal 27 Desember. The Gothico-Gallic missal sfesifik menyajikannya sebagai martir: “Natale Apostolorum Jacobi et Joannis” juga Kalender Carthaginian. Juga di tract De Rebaptismate, 250 M: “..anak-anak Zebedeus..mereka di baptis tidak hanya dengan air namun juga dengan darah mereka sendiri”.. Clement dari Alexandria/150-215 M juga mengatakan bahwa seluruh rasul wafat 70 M berakhir di tangan Nero.

Demikianlah, mereka diatas ini, semua mengaku sebagai penyampai cara masuk surga, mengklaim tau cara agar disayang ALLAH, namun faktanya, kematian mereka bahkan tidak menunjukan kematian untuk seorang yang disayang Allah, tapi kematian kejam mengerikan sebagai hukuman dari ALLAH

[Kembali]



Paulus, Nasrani, kafir, Kristen, Kitab Para Rasul, Ibnu Sirah dan Ibnu kathir
Terdapat satu tuduhan terhadap kaum Kristen bahwa Penginjilan yang dilakukan lebih banyak ditujukan kepada orang-orang buta huruf, miskin dan/atau bodoh. Ternyata tuduhan mengenai hal ini sudah berumur sangat tua dan setua umur penyebaran kristen sendiri.

Di Injil, dinyatakan bahwa sebagian besar murid Yesus hanyalah rakyat jelata dari Galilea, para nelayan tak terpelajar, misalnya. Dua dari mereka, Petrus dan Yohanes, dengan jelas dikatakan “buta huruf’ di buku Kisah para rasul (4:13). Rasul Paulus menunjukkan kepada jemaat Korintus bahwa “tidak banyak dari kamu yang berhikmat menurut standar manusia” (1 Kor. 1:27, dalam beberapa terjemahan ayat 26). Juga di penggala kalimat “…dibacakan kepada semua” (1 Tes. 5:27), “..bacakanlah surat ini kepada jemaat” (Kol.4:16). Ingatlah juga laporan Justin Martyr yang mengatakan bahwa “..dan kisah para rasul atau tulisan para nabi diba­cakan, sepanjang waktu..” (I Apol. 67) dan misalnya “Diberkatilah orang yang membacakan kata-kata nubuat ini dan diberkatilah orang yang mendengarkannya” (1:3).

Pada abad ke 2 Masihi ada seorang kafir terpelajar bernama celcus yang menuduh para penginjil mengincar orang miskin, buta huruf dan bodoh melalui sebuah buku berjudul Firman yang Sebenarnya. Dari kutipan-kutipan yang dimuat dalam tulisan-tulisan bapa gereja Kristen yang terkenal, Origen (hidup sekitar tujuh puluh tahun setelah Celsus) menulis tanggapan terhadap tuduhan-tuduhan Celsus. Buku Origen, Melawan Celsus, dimulai dengan mengutip tuduhan Celsus kalimat demi kalimat, sebelum mengajukan penolakannya terhadap pendapat Celsus. Jadi walaupun buku celcus ‘firman yang sebenarnya’ tidak ada lagi dimuka bumi ini namun dapat dilihat di jawaban buku origen ‘melawan celcus’. Salah satu tuduhan itu mengatakan bahwa orang Kristen adalah orang-orang bodoh dari kelas bawah. Perhatikan tuduhan-tuduhan Celsus berikut ini.

Nasihat [orang Kristen] adalah seperti ini. “Jangan biarkan orang terpelajar, orang berhikmat, orang yang masuk akal datang mendekat. Karena kesanggupan- kesanggupan demikian kita pandang sebagai kejahatan. Tetapi bagi siapa pun yang bodoh, yang bebal, yang tidak terpelajar, yang masih anak­-anak, biarlah mereka datang dengan gagah.” (Melawan Celsus 3.44)

Selain itu, kami melihat bahwa orang-orang yang membagikan pengetahuan rahasia mereka di pasar-pasar dan yang berkeliaran mengemis-ngemis tidak pernah memasuki perkumpulan orang terpelajar, mereka juga tidak berani menyingkapkan ke­percayaan agung mereka di depan orang terpelajar; tetapi setiap kali mereka melihat anak-anak remaja dan segerombolan budak dan sekelompok orang bodoh, mereka membujuknya dan me­mamerkan diri di hadapan mereka. (Melawan Celsus 3.50)

Di rumah-rumah pribadi kami juga melihat tukang wol, tukang sepatu, tukang penatu, dan orang udik yang paling buta huruf dan paling kampungan, yang tidak berani mengucapkan apa pun di depan penatua mereka dan tuan mereka yang lebih pandai. Tetapi setiap kali mereka memegang anak-anak sendirian dan beberapa wanita bodoh ada bersama mereka, mereka mengeluarkan beberapa pernyataan yang mencengangkan, seperti, misalnya, bahwa anak-anak itu tidak boleh menaati ayah dan guru mereka . . . ; mereka mengatakan bahwa ayah dan guru hanya bicara omong kosong dan tidak berpemahaman. .. Tetapi, jika anak-anak itu mau, mereka harus meninggalkan ayah dan guru mereka, dan pergi bersama para wanita dan anak-anak kecil yang adalah teman main mereka ke toko tukang pakaian wol, atau ke toko tukang sepatu atau ke toko wanita penatu, sehingga mereka bisa belajar tentang penyempurnaan. Dan dengan mengatakan hal itu, mereka membujuk anak-­anak tersebut. (Melawan Celsus 3.56)

Origen membalas bahwa para penganut agama Kristen yang sejati sesungguhnya berhikmat (dan beberapa, sebenarnya, berpendidikan tinggi), tetapi mereka berhikmat dari sudut pandang Allah, bukan dari sudut pandang perkara duniawi. Dengan kata lain, ia tidak menyangkal bahwa jemaat Kristen sebagian besar terdiri atas golongan bawah yang tidak terpelajar.

Apa hubungannya dengan hal ini?

Pasca meninggalnya Yesus, Muridnya tinggal 11, Yudas tidak ada lagi. Terdapat 2 versi tidak singkron mengenai kematian Yudas yaitu:

  • menggantung diri (Matius 27 : 3 – 5)
  • Pulang kampung, membeli sebidang tanah, hidup bersama ibunya akhirnya Iamati tertembus pedang dengan usus terburai Kisah Para Rasul 1 : 18 – 19

Entah mengapa, 11 Murid Alm. Yesus, sepeninggalanNya melakukan pengangkatan Rasul baru. Walaupun ada yang berpendapat bahwa adalah menggenapi kata ‘mewakili 12 suku Israel’ adalah jelas kurang tepat mengingat Yudas belum meninggal saat itu dan telah dijamin bahwa Namanya tercantum sebagai Hakim di Surga kelak! Jadi tidak ada faedahnya dengan alasan sebagai pengganti Yudas

Dua belas Rasul Yesus dipilih bukan karena mereka yang menginginkan tapi karena Yesus yang memilih mereka

Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” (Yohanes 14:22)

Yesus menjawab: “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” (Yoh 15:16)

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: (Lukas 6:13; markus 3:13)

Ini adalah petunjuk penting, karena Yudas termasuk dari duabelas rasul yang duduk untuk Menghakimi kelak!

“Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.” – [Injil Matius 10:2-4, Lukas 6:14-16, markus 3:16-19]

Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. [Injil Matius 19:27-28, Lukas 22:30]

11 Rasul mengangkat rasul lain (bukan paulus)
Sebelum paulus terpilih ada 1 orang yang diangkat oleh mereka bersebelas sebagai pengganti Yudas! Menariknya lagi pengangkatan itu dilakukan berdasarkan adat Yahudi sebagaimana tercantum dalam kitab Mazmur, Yang terpilih menjadi rasul ke 12 adalah MATIAS/YUSTUS untuk jadi rasul ke 12 pengganti Yudas (Kisah Para Rasul 1:15-26)

Padahal, pemilihan mereka ber-12 dilakukan sendiri oleh yesus sendiri dan ada alasan yang mendasar yaitu alasan Iman dan perogratif Yesus ketika menjawab pertanyaan Yudas yang bukan Iskariot sebagaimana yang direkam di yohanes

Ini jelas suatu blunder dan blunder ini belum selesai, masih ada blunder yang lebih parah lagi!

Paulus Menjadi Rasul tanpa diangkat oleh Yesus langsung dan tanpa diangkat oleh 11 rasul yang tersisa
Paulus tiba2 masuk menjadi Rasul untuk bangsa lain. Ia adalah seorang Yahudi blasteran (bapaknya suku benyamin) berasal dari Turki (Tarsus) bernama Saulus. Ia mengaku bahwa Ia telah disambangi roh Yesus dan kemudian di angkat menjadi rasul untuk bangsa lain. Saulus tersebut dikemudian lebih dikenal dengan nama rasul Paulus. Hal Ini terjadi kurang lebih 3-6 tahun setelah meninggalnya Yesus. Kisah itu dinyatakan 3 (tiga) kali di kitab para rasul yaitu di 9:3-16; 22:6-22; 26:12-18)

Benarkah KESAKSIAN PAULUS?

“Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.”[Markus 14:56]

Mari kita uji!

Kisah pertemuan dengan roh Yesus dan pengangkatannya terdapat beberapa kesaksian-kesaksian yang tidak sesuai satu dengan yang lainnya:

  • 9:3-16 Dia berkata: Cahaya dari langit memancar dan mengelilingi Saulus, Ia rebah, Dia dan yang lain mendengar Suara tidak melihat seorangpun, Saulus 3 Hari tidak Makan dan Minum, Di Damsyik: Pelayan Yesus lainnya, Ananias, mendengarkan suara juga, meminta Ia mencari Saulus/Paulus di rumah Yudas dan memberikan kabar dari tuhan bahwa ia di utus untuk bangsa lain, raja-raja dan Bangsa Israel
  • 22:6-22 Dia berkata: cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi saulus, Dia rebah, Dia mendengar, Yang lain tidak mendengar tapi melihat cahaya, Ia ke damsik bertemu Ananias, Ia kembali ke Yerusalem, Di bait allah Ia melihat yesus dan Di utus kepada Bangsa lain
  • 26:12-18: Dia berkata, Cahaya dari langit meliputi dia dan Teman2nya, mereka semua rebah ketanah, Hanya paulus yang mendengar, Yesus menampakan diri memberikan perintah menjadi Utusan kepada bangsa lain, Ia kemudian kedamsyik tidak dalam posisi buta, tidak bertemu Ananias

Bagaimana mungkin pengalaman berkesan bertemu dengan Yesus! Atau pengalaman dramatis yang mengubah jalannya hidup bisa berbeda-beda satu dengan yang lainnya!

  1. Perbedaan pertama, cahaya itu mengelilingi paulus saja namun dilain pasal cahaya itu mengelilingi Ia dan semua orang
  2. Perbedaan kedua, Dia dan yang lain mendengar suara VS dilain pasal hanya dia yang mendengar suara
  3. Perbedaan ketiga, Mereka tidak melihat seorangpun VS yang lain melihat cahaya
  4. Perbedaan keempat, Roh Yesus menampakan diri pada Saulus di tengah jalan menuju Damsyik [Pasal 9, 26] VS roh Yesus menampakan diri di Yerusalem tidak di tengah jalan menuju Damsyik [pasal 22]
  5. Perbedaan kelima, Yesus yang menampakan diri pada Saulus di yerusalem yang memerintahkan paulus menjadi rasul bangsa lain [pasal 22] VS Ananias yang dapat pesan itu bhw Paulus diangkat jadi rasul bangsa lain [pasal 9]

Bagaimana mungkin pengalaman PALING BERKESAN itu bisa SALING KONTRADIKTIF?

Mungkin ada pendapat yang sampai ketelinga anda dan mengatakan bahwa apa yang dialami paulus, atau saulus pada kis 9 adalah kejadian yang paulus alami, ditulis oleh Lukas, penulis kisah para rasul. kis 22 menceritakan kesaksian paulus kepada orang2 yahudi di Yerusalem, dan kis 26 menceritakan kesaksian paulus kepada raja agripa. nah, perbedaan tentan apa yang paulus alami, dan kesaksian paulus di yerusalem dan kesaksian paulus dengan raja agripa, tentu saja bukan berarti bertolak belakang, melainkan sesuai dengan situasi dan kondisi saat itu.

Mereka yang berpendapat itu melupakan satu hal, bahwa yang bercerita ke Lukas, ke Agripa maupun kepada pencatat lainnya adalah TETAP PAULUS!

Bagaimana mungkin pengalaman berkesan bertemu dengan Yesus! Atau pengalaman dramatis yang mengubah jalannya hidup bisa berbeda dan itu terjadi justru di satu kitab yang sama yaitu: Kisah para rasul! Ini sudah menunjukan adanya ketidakbenaran fakta dengan kemungkinan-kemungkinan:

  • Paulus berbohong, mengarang cerita bahwa Ia mengalami pengalaman Iman yang dramatis atau
  • Paulus tidak berbohong maka penulis kitab para rasullah yang berbohong atau Roh Kudus yang membimbingnya yang tidak benar! Atau
  • Ada persengkongkolan!
  • Persengkokolan?

Mengapa?

Markus 14:56!, “Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.”

Kisah para rasul di tulis setelah meninggalnya Paulus dan dikabarkan Lukas yang menulisnya dan Ia mati jauh setelah Paulus mati. Dalam Kisah para rasul dinyatakan ada pertengkaran antara Paulus dengan Rasul-rasul Yesus yang asli di kota besar Antiokia yaitu dengan Barnabas (Kisah para rasul 15:39) dan dengan petrus dan lainnya seperti yang tercantum di surat2 salah satunya surat Galatia. Setelah sengketa sengit itu Paulus bersama Silas meninggalkan kota-besar Antiokia untuk selama-lamanya (Kisah Rasul-Rasul, 15:40-41) menuju Asia Kecil dan Makedonia dan semenanjung Achaia guna mengembangkan ajarannya dalam lingkungan orang Yunani dan mereka itulah yang disebut dengan Gentile Christians (Orang kristen Kafir/Non Yahudi).

Bisa saja para penyanggah mengatakan bahwa kemungkinan ini mempunyai satu cacat besar yaitu saat Paulus menerima Yesus adalah jauh sebelum pertengkaran terjadi! Dan Perintah menjadi utusan bangsa lain diberikan jauh sebelumnya!

Ya. Bisa saja seperti itu hanya dengan catatan bahwa semua kejadian di kitab para rasul tercatat dan diterbitkan berbarengan bukan setelah beberapa puluh tahun kemudian. Dan jangan lupa ada 3 kisah berbeda mengenai pengangkatan menjadi rasul bangsa lain. Satu menyatakan sebelum di Damsyik, satu lagi di damsyik dan satu yang terakhir di Yerusalem. Juga perlu di ingat bahwa bahwa sesaat sebelum Konsili Nicea di mulai semua naskah tersebut di bakar raja Konstantine. Jadi masih terbuka adanya manipulasi Iman ada di sini!

Kemungkinan lainnya adalah kejadian dimana Paulus menerima Yesus merupakan sebuah rekayasa dari Imam besar Yahudi dan juga Saulus/Paulus. Tercatat di kitab para rasul bahwa sebelumnya, Paulus diberi kuasa penuh dan tugas dari imam-imam kepala untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik dari mulai memburu penganut kristen yahudi kemudian melawannya dengan jalan menyusup dari dalam.

Tuduhan ini bukannya tidak berdasar, Kaum Yahudi menyebut selain suku mereka adalah kaum Kafir dan tidak sederajat dengan mereka. Dengan menjadikan ajaran Yesus tidak lagi untuk bangsa Israel namun untuk kaum kafir maka diharapkan pemurtadan kaum yahudi menjadi jauh berkurang. Paulus adalah seorang orator ulung, Petrus adalah seorang yang ‘mudah terbakar hatinya’. Paulus mampu menyusup jauh kepada murid-murid Yesus untuk mendapatkan kepercayaan, dan Ia juga melihat sisi baik dari penyebutan Kafir pada non Yahudi, di mana orang Non Yahudi harusnya merasa terhormat bahwa pengajaran Yahudi menjadi terbuka untuk umum dan tidak eksklusive lagi, Tuhannya Yahudi menjadi Tuhan untuk semua orang..

Terdapat satu bukti mengenai pandangan yahudi-non yahudi yang merasa mempunyai kelas berbeda adalah dari sikap rasul Yahudi Kristen pertama yaitu Rasul petrus yang risih ketika bersantap bersama orang Kristen keturunan bukan-Yahudi, beberapa tahun kemudianpun ia juga yang menetang sunat bagi kaum non Yahudi. Klimaknya adalah pertengkaran dengan barnabas dan Petrus. Jadi perintah itu sebenarnya bukan perintah Yesus namun perintah Imam Yahudi.

Bukti-bukti tuduhan kemungkinan persengkongkolan ini cukup banyak ditemukan hanya di Kitab para rasul, dimana saksi ia bertemu Yesus adalah para tentara juga, di damsyik ia bertemu Ananias dengan perbedaan variasi, yaitu di pasal 9 ananias diminta roh yesus mencari paulus dan mereka bertemu dirumah Yudas sang penghianat namun di versi pasal 22 ia hanya bertemu paulus dan yang paling pokok adalah keganjilan kisah paulus melihat penampakan yesus dan kapan tugas yang diberikan tersebut berbeda antara Kitab para rasul pasal 9, 22, dan 26.

Di kemudian hari, bisa jadi paulus juga berubah dan semakin menikmati peranan dan pangkat barunya yaitu dari seorang prajurit menjadi utusan allah yang disegani serta dihormati dengan banyak pengikut dimana tidak ada seorangpun yang lebih terdoktrinasi kecuali pendoktrin itu sendiri.

Apa maksudnya dengan menampilkan ini semua?

Kalau saja kecerdasan para rasul Yesus itu cukup dan menurut perintah Yesus dengan baik maka di alkitab yang sama apabila kita perhatikan baik-baik, maka tercantum bahwa Yesus-lah yang memilih sendiri murid-muridnya untuk diangkat menjadi rasul dan dilakukan dihadapan murid-murid lainnya sebagai saksi sebagaimana tercantum di lukas 6:13:

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:

Ayat Ini mengindikasikan 3 hal, pertama murid-muridnya saat itu lebih dari 12 orang [jumlahnya 70 orang (lukas 10:17)]. Kedua, Yudas Iskariot yang konon akan menghianatinya tetap dan jelas di pilih Yesus (Yoh 6:70) untuk duduk diatas tahta untuk menghakimi semua suku Israel dan yang terakhir pengangkatan itu semua dilakukan tetap dihadapan murid-muridnya yang lain!

Kalau ia mau, bukankah Ia dapat mencari Matias dan Paulus sedari dulu ketika ia masih hidup dan bukan setelah mati. Kemudian murid-muridnya yang rasul itu secara sok tahu mengangkat rasul baru dan juga membiarkan seorang yang tidak dikenal berubah menjadi rasul dan mengatur bagaimana mesti menginjili! Dan Jangan lupa bahwa setelah saulus (Paulus) mengaku bertemu roh Yesus, ia di bawa Barnabas menemui rasul-rasul yang lainnya (kisah para rasul 9:27) dan yang menakjubkan adalah ia beberapa hari besama-sama dengan Saulus (Paulus), setelah itu ada kejadian menarik yaitu Petrus pergi ke beberapa tempat di lida dan yope (dekat lida) dan saat di Yope Ia diminta datang kerumah kornelius seorang non Yahudi, tentara yang menyatakan 4 hari yang lalu ia diberi di datangi roh kudus! dan kemudian membaptisnya. (KPR 10)

Apakah tiba-tiba saja roh kudus berubah pikiran dan memerintahkan petrus membabtis orang non yahudi? Mengapakah tiba-tiba Kornelius didatangi mengaku didatangi roh kudus 4 hari yang lalu dan di Yerusalem ada Saulus yang juga tahu bahwa Petrus akan pergi ke Lida! Menarik bukan!

Ingat di 1 Yohanes 4:1 & 3
“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.”

dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

Juga di KPR 19:15
Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?”

Mengapa ini penting saya sebutkan kembali, karena sebelum bertemu kornelius, Petrus merasa lapar dan didatangi roh kudus yang memberikan perintah tidak lazim

Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi. Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah. Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: “Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!” Tetapi Petrus menjawab: “Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.” Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.” Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit. Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. Sementara itu telah sampai di muka pintu orang-orang yang disuruh oleh Kornelius dan yang berusaha mengetahui di mana rumah Petrus. Mereka memanggil seorang dan bertanya, apakah Simon yang disebut Petrus ada menumpang di rumah itu. Dan ketika Petrus sedang berpikir tentang penglihatan itu, berkatalah Roh: “Ada tiga orang mencari engkau. Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari.” (Kisah Para rasul 10:10-20)

Di kanaan Yesus menolak berkali-kali seorang ibu non yahudi (Yunani) yang anaknya kerasukan setan dan menjawab menjawab, “Jawab Yesus:

“Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

(matius 15:24, Markus 7:26-30). Setelah tanya jawab dan rengekan ibu itu akhirnya Yesus berkata ‘”Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh. dan perhatikan sampai akhir rekaman di pasal itu tidak ada cerita bahwa Ibu non yahudi (Yunani) itu dibaptis!

Lihat kembali dan rasakan keganjilannya!

Sejak paulus berhasil meyakinkan semua rasul-rasul asli Yesus, maka saati itu pula-lah dimulainya era pelanggaran terhadap larangan untuk

‘tidak kejalan bangsa lain/Kafir/non yahudi dan kota orang samaria’.

Sejak dimulainya kotbah Paulus dan pembaptisan yang dilakukan paulus maka kelak muncul kata Kristen pagan dan Kristen awal (nasrani). Dimana, Kristen awal adalah Pengikut Yesus di Galilea maupun Yudea di sekitar palestina yang nantinya disebut kaum nasrani. Kata ini berasal dari Nazarenes (dalam bahasa arab Nashara), yaitu pengikut Nazareth (karena Yesus walaupun lahir di betlehem, Ia dibesarkan keluarganya di Nazareth, Galelia).

Pemberontakan bangsa yahudi d Palestina terhadap Penindasan Romawi yang berlangsung 10 tahun (65-67 M) akhirnya kandas dan membuat terpencarnya bangsa yahudi ke penjuru dunia. Legiun 10, dipimpin Titus melakukan pembunuhan masall kepada seluruh perkampungan Yahudi, sehingga mereka berpencar keseluruh dunia (Perhatikan ini merupakan Nubuat Yesus mengenai Perpencaran bangsa Yahudi keseluruh dunua).

kelompok kecil yang sempat meliputkan dirinya ke kota Pella di seberang sungai Jordan, yang pada masa belakangan dikenal dengan sekte Ebionites yang mempunyai Injil sendiri yang dikenal dalam sejarah dengan Ebionite Gospel (Injil Ebionites), yang isinya jauh berbeda dengan Injil-Injil yang menjadi pegangan dunia kristen pada masa berikutnya dan kini.

Karena kelompok yang pertama-tama dapat dikatakan telah musnah pada masa pemberontakan itu maka berkembanglah kelompok pengikut yang baru, dibawah ajaran Paulus, yaitu Gentile Christians (Orang Kristen pagan).

Yang menarik juga adalah kabar mengenai paulus disebutkan pula di sumber Islam, sebagai salah satu yang menyebarkan ajaran Yesus kepelosok dunia.

Ibn Ishaq (85 H – 151 H)
Sumber : Sirah Ibnu Ishaq – Kisah Sejarah Nabi Tertua, Muhammad bin Yassar bin Ishaq Muhammadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 200

Setiap orang dari mereka yang menguasai bahasa suatu negeri, dia akan dikirim ke negeri tersebut. (T. Yesus berkata : “Inilah apa yang telah ditetapkan Allah yang harus kalian patuhi, maka berangkatlah”)

Mereka yang dikirim Yesus putra Maryam, baik para pendeta maupun mereka yang datang sesudahnya, dinegeri itu adalah : Peter sang murid dan Paul yang ikut bersamanya, (Paul termasuk dari para pengikut tetapi bukan seorang murid) ke Roma, Andrew dan Matthew ke negeri para kanibal, Thomas ke negeri Babel di negeri sebelah timur, Phillip ke Carthage yang terletak di Afrika, John ke Efesus, kota dimana pernah tinggal para pemuda al Kahfi, James ke Yerusalem, yang adalah Aelia kota suci tempat kuil berada, Bartholomew ke Arab yang merupakan negeri Hijaz, Simon ke negeri Berbers , Judah yang bukan termasuk diantara murid Yesus dikirim ke Judas

Ibn Kathir (1302 M – 1373 M)
Quran 36:13-16
Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu”. Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka”. Mereka berkata: “Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu”.

Tafsir Ibn Khathir:
The Story of the Dwellers of the Town and Their Messengers, a Lesson that Those Who belied Their Messengers were destroyed
(sebuah persamaan; penghuni suatu kota dimana datang utusan-utusan itu kepada mereka)
Dalam laporan yang disampaikan dari Ibn Abbas, Ka’b Al-Ahbar dan Wahb bin Munabbih – Ibn Ishaq melaporkan bahwa kota yang dimaksud adalah Antiokia, dimana ada seorang raja bernama Antiochus anak Antiochus yang dulu biasanya menyembah berhala. Allah mengirim kepada dia tiga orang Utusan (Rasul), yang bernama Sadiq, Saduq dan Shalum, dan dia tidak percaya kepada mereka. Juga diriwayatkan oleh Buraydah bin Al-Husayb, Ikrimah, Qatadah dan Az-Zuhri bahwa kota itu adalah Antiokia (Antioch). Sebagian Imam tidak yakin bahwa itu adalah Antiokia, sebagaiman bisa kita lihat di bahwa ini setelah menceritakan sisa dari cerita itu, insya Allah.
(ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya); kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga,
(jadi Kami memperkuat mereka dengan yang Ketiga)
Ibn Jurayj meriwayatkan dari Wahb bin Sulayman, from Shu’ayb Al-Jaba’i, “Nama kedua Utusan (Rasul) yang pertama adalah Sham’un dan Yuhana, dan nama yang ketiga adalah Bulus, dan kota yang dimaksud adalah Antiokia (Antakiyah).
(Sesungguhnya, kami telah dikirim mu sebagai rasul .) berarti, dari Tuhan mu yang menciptakan kamu dan yang memerintahkan kamu menyembah Dia Seorang dengan tanpa pendamping dan rekan. Ini adalah pandangan Abu Al-Aliyah.
Klaim dari Qatadah bin Di’amah adalah mereka adalah utusan Mesias, pbuh, yang dikirim kepada orang-orang Antiokia….
…tiga utusan Allah itu berkata : ”Tuhan tahu bahwa kami adalah utusanNya bagi kalian. Kalau kami berdusta maka kami akan menerima pembalasan yang sangat pedih bagi kami, namun Ia akan menyebabkan kami menerima berkatNya dan kalian akan segera mengetahui siapa yang akan lebih berbahagia pada akhirnya.”…

Shamun mendekati dengan kata Simon (Petrus).
Yuhana mendekati dengan kata Yohanes
Bulus mendekati kata Paulus yang menyebarkan Injil di kota Antiokia.

Jadi sumber kuno Islam hingga era Ibn Kathir menyatakan paulus sebagai Utusan.

Mengapa ini menjadi menarik?

Banyak pendapat kalangan Islam di jaman awal Islam menyatakan bahwa tindakan Paulus menyebarkan injil ke bangsa lain sesuai dengan perintah Allah. Simon, Yohanes dan Paulus dinyatakan sebagai Rasul Allah. Paulus mengaku bahwa ia di utus Yesus.

Jadi Yesus adalah Allah?

Sejarah mencatat bahwa Yesus sebagai tuhan terjadi di konsili nicea 325 M dan pengangkatan itu dilakukan melalui voting). Coba perhatikan ayat Al Qur’an surat Al Zukhruf 43:59:

Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail

Yesus dinyatakan tidak menyuruh mengajarkan injil kepada kaum lainnya

Ini berarti dua hal saja:

  • Tidak ada dasar lagi bagi Islam untuk menyatakan bahwa Kristen adalah Kafir
  • Kitab Qur’an juga bermasalah sebagai wahyu Allah.

Nabi-nabi sebelumnya Yakub, Musa Harun sampai Yesus dinyatakan hanya untuk Kaum Yahudi. Paulus memodifikasinya secara cerdik menjadi untuk semua Bangsa dan menjadikannya BUDAK-BUDAK untuk kejayaan Dinasti DAUD!

Muhammad memanfaatkan hasilnya secara cerdik dengan mengkemas itu semua adalah Islam, sehingga barang siapa yang tidak menerima Allah-nya Muhammad sebagai satu-satunya Tuhan dan Muhammad sebagai rasulnya maka siksaan pedih akan diterima di Dunia dan Akhirat! Ya Iapun menggunakan itu untuk membangun kerajaannya sendiri mengambil Budak-budak dari bangsa-bangsa non Arab

Ingat rekaman di KPR 19:15

Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?”

Nah, adakah kemungkinan bahwa yang ditemui Muhammad di Gua Hira itu bukan Gabriel? Sangat! Ingat Kami yang dimaksud ayat 14 diatas dalam bentuk jamak, tentunya orang muslim akan berpendapat bahwa itu ‘penghalusan’ kata ‘Aku’ dari Allah, namun banyak juga di Al Qur’an, Allah tidak menggunakan Kami melainkan Aku saja!

Disamping itu, Umat islam juga terbiasa dengan mencari-cari kebenaran jatidiri nabinya lewat berbagai kitab dan salah satu sasarannya juga di kitab Hindu. Menurut Dr. Zakir, Bhasviya Purana (kitab dongeng/cerita sebagai alat kelengkapan pengajaran Veda) disebutkan ada Muhammad di Bhasviya Purana.

Apakah anda tahu yang sebenarnya yang dinyatakan di Bhasviya Purana?

Purana itu menyatakan bahwa akan ada seorang bernama Mahamada (Muhammad) akan dilahirkan sebagai reinkarnasi dari Tripurasura!

Yang hendak saya katakan adalah Konsili Nicea 325 telah berhasil dengan gemilangnya untuk kemenangan Paulus. Semua menjadi percaya bahwa Paulus adalah Rasul Yesus dan Yesus adalah tuhan serta bangsa lain merupakan ladang untuk bercocok umat!

Coba perhatikan terjemahan dari berbagai bahasa mengenai Matius 10:5 yang berkenaan dengan kata bangsa lain, kafir dan non Yahudi:

TB (Terjemahan Baru):
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,

TL ( _Terjemahan Lama):
Maka kedua belas orang inilah disuruhkan oleh Yesus dengan pesan-Nya demikian, “Janganlah kamu pergi ke negeri orang kafir dan jangan kamu masuk negeri orang Samaria,

BIS(alkitab kabar baik):
Kedua belas rasul itu kemudian diutus oleh Yesus dengan mendapat petunjuk-petunjuk ini, “Janganlah pergi ke daerah orang-orang yang bukan Yahudi. Jangan juga ke kota-kota orang Samaria.

FAYH(firman allah yang hidup):
Yesus mengutus mereka dengan perintah sebagai berikut: “Jangan pergi kepada orang bukan-Yahudi atau orang Samaria,

World Bible Transtalation center:
Ia memberi beberapa petunjuk kepada ke-12 rasul itu, kemudian Dia mengutusnya. Kata-Nya, “Jangan pergi ke daerah orang yang bukan Yahudi, dan jangan masuk ke kota orang Samaria.

Kitab Suci Injil:
Kemudian Isa mengutus kedua belas pengikut-Nya itu. Ia berpesan kepada mereka, sabda-Nya, “Janganlah kamu pergi ke wilayah suku-suku bangsa lain atau ke kota orang Samaria,

Alkitab shellabear:
Maka kedua belas orang itu disuruhkanlah oleh ‘Isa, serta dipesaninya akan dia, katanya, “Janganlah kamu pergi pada jalan orang bangsa asing, dan negeri orang Samaria pun jangan kamu masuk:

BABA:
Ini dua-blas orang Isa suroh kluar, dan psan dia-orang bgini: “Jangan-lah kamu pergi ikut jalan orang bangsa-asing, dan negri orang Samariah pun jangan kamu masok:

KL1863:
Maka Jesoes mengoetoes ini doewa-blas orang serta berpesen sama dia-orang, katanja: Djangan pergi didjalan sama orang kapir, dan djangan masok dalem salah satoe negari orang Samaria:

KL1870:
Maka kadoewa-belas orang itoe disoeroehkan Isa dan ijapon berpesan kapadanja, katanja: Djangan kamoe pergi kanegari orang kapir, dan djangan kamoe masoek kadalam negari orang Samaria.

LDK:
Kaduwa belas ‘awrang ‘ini desuroh Xisaj menitahkan padanja, sabdanja: pada djalan CHalajikh djangan kamu pergi berdjalan, dan kadalam barang negerij ‘awrang SJawmerawnij djangan kamu datang masokh.

ENDE:
Keduabelas murid itupun disuruh oleh Jesus pergi mengadjar, dan Ia berpesan kepada mereka: Djangan kamu menjimpang kedaerah-daerah orang kafir atau memasuki kota-kota Samaria,

_1769 Authorized Version:
These twelve Jesus sent forth, and commanded them, saying, Go not into the way of the Gentiles, and into [any] city of the Samaritans enter ye not

Bible in Basic English:
These twelve Jesus sent out and gave them orders, saying, Do not go among the Gentiles, or into any town of Samaria,

_The Message Bible:
Jesus sent his twelve harvest hands out with this charge: “Don’t begin by traveling to some far-off place to convert unbelievers. And don’t try to be dramatic by tackling some public enemy.

NKJV:
These twelve Jesus sent out and commanded them, saying: “Do not go into the way of the Gentiles, and do not enter a city of the Samaritans.

PHILIPS:
These were the twelve whom Jesus sent out, with the instructions: “Don’t turn off into any of the heathen roads, and don’t go into any Samaritan town.

_Revised 1833 WEBSTER:
These twelve Jesus sent forth, and commanded them, saying, Go not into the way of the Gentiles, and enter ye not into [any] city of the Samaritans:

_GOD’S WORLD VERSION:
Jesus sent these twelve out with the following instructions: “Don’t go among people who are not Jewish or into any Samaritan city.

_NEW ENGLISH TRANSLATION:
Jesus sent out these twelve, instructing them as follows:* “Do not go to Gentile regions* and do not enter any Samaritan town.

Note:
Arti Gentiles: Kafir, atau seorang bukan yahudi/Israel
Kata:eynov ethnos, Pengucapan: eth’-nos; Asal Kata: probably from eyw etho, Definisi:

  • a multitude (whether of men or of beasts) associated or living together; (a company, troop, swarm)
  • a multitude of individuals of the same nature or genus; (the human family)
  • a tribe, nation, people group
  • in the OT, foreign nations not worshipping the true God, pagans, Gentiles

Paul uses the term for Gentile Christians

Arti dari Eynov dan sinonimnya Laoy, Dhmov, oclov:
laov is a word which is usually limited in use to the chosen people,Israel.
eynov in the singular is a general term for nation, applied to any nation, even to the Jews. In the plural it ordinarily denotes all mankind aside from the Jews and in contrast with them, the Gentiles.

Kata: Israhl Israel, Pengucapan: is-rah-ale’, Asal Kata: of Hebrew origin larvy, Definisi:

  • Israel = “he shall be a prince of God”
  • the name given to the patriarch Jacob (and borne by him in addition to his former name)
  • the family or descendants of Israel, the nation of Israel
  • Christians, the Israel of God (#Ga 6:16), for not all those who draw their bodily descent from Israel are true Israelites, i.e. are those whom God pronounces to be Israelites and has chosen to salvation

Kata:larsy Yisra’el, Pengucapan: yis-raw-ale’, Asal Kata:Greek Israhl, Definisi:

  • Israel = “God prevails”
  • the second name for Jacob given to him by God after his wrestling with the angel at Peniel
  • the name of the descendants and the nation of the descendants of Jacob
  • the name of the nation until the death of Solomon and the split
  • the name used and given to the northern kingdom consisting of the 10 tribes under Jeroboam; the southern kingdom was known as Judah
  • the name of the nation after the return from exile

[Kembali]


Kapan: Pembukuan Alkitab, Sistematika dan Kontroversinya
Alkitab disusun setelah memilih tulisan-tulisan yang ‘dianggap dari Allah’ (Ini diluar 12 kitab yang disebut Apokrifa/Deuterokanonika):

  • Perjanjian Lama, Variasi jumlah kitab 24 s.d 51: 24 (Tanakh/Alkitab Ibrani), 39 (Protestan), 46 (Katolik), 51 Ortodox timur). Tanakh dan PL hampir mirp, selain jumlah, ia berbeda dalam susunan dan juga beberapa Textnya. Tanakh terdiri dari: Torah/Ajaran 5 kitab Musa + Nevi’im/Para Nabi dan Ketuvim/Tulisan-tulisan. Tidak ada konsensus kapan Tanakh selesai disusun, yaitu: selesai di jaman Dinasti Hasmonian (140 SM -37 SM) [Davies, Philip R., 2001, “The Jewish Scriptural Canon in Cultural Perspective”] atau selesai disusun hingga abad ke-2 M atau bahkan lebih [McDonald & Sanders, The Canon Debate, 2002, page 5, cited are Neusner’s Judaism and Christianity in the Age of Constantine, pages 128–145, and Midrash in Context: Exegesis in Formative Judaism, pages 1–22]. Konsekuensinya, hingga selesai abad ke-2 M, Alkitab kaum Nasrani belum ada
  • Perjanjian Baru, 27 kitab, kumpulan tulisan individual atau komunitas dari 50 M s.d 12 M. Tidak ada kepastian bahwa kitab-kitab ini ditulis oleh para murid Yesus [Bart D. Ehrman, 1997., “The New Testament: A Historical Introduction to the Early Christian Writings”, p. 8]. Konon Origen (w.253/254 M) telah menyusun 27 kitab, namun susunan ini disangsikan sama seperti susunan sekarang karena murid Origen sendiri, yaitu Paus Dionysius dari Alexandria (w.264 M) sangsi pada kitab Wahyu:
      “..Orang-orang tertentu yang karenanya sebelum sekarang mendiskreditkan dan sekaligus menolak buku ini, telah memeriksa bab demi bab dan menyatakan ini sebagai tidak dapat dipahami dan tidak meyakinkan dan membuat pernyataan salah dalam judulnya. Karenanya mereka katakan itu bukan Yohanes, juga bukan “Wahyu,” karena beratnya selubung tebal ketidakjelasan yang menutupinya: dan tidak hanya pengarang buku ini bukan salah satu dari para Rasul tapi bahkan juga bukan salah satu dari orang-orang kudus dan juga bukan gerejawan; Ini adalah Cerinthus, pendiri ajaran sesat yang disebut Cerinthian…

      ..Karena saya simpulkan bahwa dia tidak sama (1) dari karakter masing-masing, (2) dari gaya bahasa dan (3) dari apa yang disebut sebagai susunan buku ini…

      ..tapi saya mengamati dialek dan gaya Yunaninya yang tidak tepat, memakai ungkapan-ungkapan barbar dan terkadang bahkan konstruksinya salah, yang mana sekarang tidak diperlukan untuk disampaikan. karena saya tidak menyebutkan hal ini untuk mencemooh, jangan biarkan orang berpikir demikian, tapi hanya untuk menunjukkan ketidaksamaan tulisan-tulisannya…” [St. Dionysius of Alexandria, Letters and Treatises, “On the Promises” juga baca, “WHY THE BOOK OF REVELATION IS HERESY“]

    Juga Eusebius dari Caesarea (w.340 M) punya susunan berbeda di mana Kitab Yakobus, Judas, 2 Petrus, surat Yohanes 2 dan 3 dikatakannya sebagai KITAB BERMASALAH meski dikenal banyak orang; Kitab Wahyu sebagai “kitab yang diketahui” dan NON KANONIK, ditolak oleh sebagian, diakui oleh lainnya; Juga menyebutkan Kitab-kitab NON KANONIK LAINNYA: Kisah Rasul Paulus, Gembala Hermas, Wahyu Petrus, Didache, Surat Barnabas dan Injil kepada orang Ibrani.

    Kemudian juga Uskup Cyril dari Jerusalem (w.3386 M) punya susunan berbeda di mana kitab Wahyu TIDAK DIMASUKANNYA.

    Orang pertama memberikan susunan 27 kitab seperti sekarang ini adalah Uskup Athanasius dari Alexandria (w.373 M), salah satu peserta konsili Nicea (325 M) Susunannya itu disetujui konsili Sinode Hippo (393 M) dan konsili Kartago (397 M). Konsili ini juga menetapkan 12 kitab Apokripa

Pernyataan-pernyataan yang dimuat dalam l’Introduction a la Traduction oecumeniq de la Bible Nouveau Testament (Pengantar kepada terjemahan bersama Protestant, Katolik – Perjanjian Baru) cetakan 1972, adalah hasil karya kolektif 100 orang Ahli-ahli agama Protestant dan Katolik:

“Sebelum tahun 140 tak ada bukti-bukti bahwa ada orang yang mengetahui tentang kumpulan pasal Injil” Namun, A. Tricot (tahun 1960), di komentar terjemahan Perjanjian Baru. “Dari semenjak permulaan abad 2 M, telah ada kebiasaan memakai perkataan Injil, untuk menunjukkan pasal-pasal disekitar tahun 150, Yustin menamakan memoar para Rasul.” [“La Bible Le Coran Et La Science”, Dr. Maurice Bucaille, Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi, Penerbit Bulan Bintang, 1979, Kramat Kwitang I/8 Jakarta. Bagian: Sejarah Injil Empat]

Pada tahun-tahun pertama setelah munculnya agama Kristen, beredarlah berrnacam-macam tulisan mengenai Yesus. Tulisan-tulisan itu tidak dianggap autentik dan Gereja memerintahkan supaya tulisan-tulisan itu disembunyikan. Inilah asal timbulnya kata: apokrif (Injil yang disembunyikan).

Lama sesudah surat-surat Paulus. Bukti-bukti tentang adanya lnjil-Injil baru terdapat pada pertengahan abad ke-2 M, yaitu 140 M, padahal banyak pengarang-pengarang Kristen dari permulaan abad II sudah mengetahui adanya surat-surat Paulus.

Pada pertengahan abad ke 2, Marcion menolak seluruh Perjanjian Lama dan tulisan-tulisan yang muncul setelah kematian Yesus yang berasal dari tradisi Yahudi Kristen. Marcion hanya mengakui tulisan-tulisan Paulus dan Injil Lukas. Gereja mengumumkan bahwa Marcion adalah murtad dan mengkanonkan surat-surat Paulus, Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes dan menambahnya dengan beberapa tulisan lagi seperti Kisah Para Rasul.

Daftar resmi kanon masih selalu berubah selama abad-abad pertama Masehi, kadang jadi apokrif, kadang resmi namun empat Injil empat selalu ada dalam daftar kanon Kristen. Hal itu berlangsung terus dari tahun 140 (Marcion), akhir abad 2 (Ireneus), tahun 254 (Origenes), tahun 337 (Eusebius), tahun 367 (Athanasius) hingga hingga ditetapkan di konsili Hippione pada tahun 393 dan Konsili Carthage tahun 397 menemukann bentuk seperti saat ini yaitu 72 tahun setelah Konsili Nicea.

Manuskrip Injil yang komplit dan yang tertua ditulis pada abad IV. Dokumen-dokumen sebelum itu, papirus-papirus abad III, satu papirus yang mungkin berasal daripada abad II hanya mengandung fragmen-fragmen.

Dua manuskrip tua dari kulit adalah manuskrip Yunani dari abad IV. Dua manuskrip tersebut adalah: Codex Vatikanus, disimpan di Perpustakaan Vatikan dan Codex Sinaitikus yang terdapat di gunung Sinai sekarang disimpan di British Museum di London. Manuskrip ini mengandung dua tulisan apokrif.

Di Dunia ini ada 250 manuskrip kulit, dan yang paling akhir adalah dari abad XI. Namun copyan Perjanjian Barunya tidak sama, ada perbedaan-perbedaan penting, dan perbedaan itu banyak jumlahnya.

Perbedaan-perbedaan itu ada yang hanya mengenai perincian gramatika, kalimat, atau urut-urutan kata, tetapi ada juga perbedaan yang merubah arti seluruh paragraf. [Ibid, bagian: Sejarah Teks Perjanjian Baru]

Pembagian teks atas bab-bab seperti sekarang ini lazim dipakai sejak sekitar tahun 1200 masehi oleh Uskup Stephanus Langton dari Canterbury (Inggris). Kemudian dicetak oleh penerbit Robert Stephanus di Paris, Prancis, pada tahun 1551 masehi. [Rm. Y. Samiran. SCJ, 18 Jun 2005]

Ada empat macam dokumen pokok yang merupakan sumber-sumber Injil:

  • Dokumen A berasal dari lingkungan Yahudi Kristen yang memberikan inspirasi kepada Matius dan Markus.
  • Dokumen B adalah reinterpretasi dokumen A yang dipakai dalam Gereja Pagan Kristen (Kafir-Kristen). Dokumen ini telah memberi inspirasi kepada semua penulis Injil, kecuali Matius.
  • Dokumen C telah memberi inspirasi kepada Markus, Lukas dan Yahya.
  • Dokumen Q merupakan bagian besar daripada sumber bersama yang dipakai oleh Matius dan Lukas. [Dr. Maurice Bucaille, Ibid, bagian: Sumber-sumber Injil]

Perjanjian Baru: Textum Receptum (TR) vs CRITICAL TEXT (CT)

TR, adalah naskah PB yang dipakai sekarang, dipelopori oleh misionaris Baptis, William Carey hingga kini sudah berusia tidak kurang dari 380 tahun.

CT, merupakan kritik dari TR. Orang pertama yang menerbitkan PB edisi CT adalah Karl Lachmann (1831), Samuel Prideaux Tregelles di Inggris (Tahun 1857), juga Constanstin Tischendorf, menemukan naskah Codex Sinaiticus, menerbitkan teks PB CRITICAL TEXT.

Sampai akhirnya Brooke Foss Westcott seorang Uskup gereja Anglikan dan Fenton John Anthony Hort, dosen dari Cambridge University (WH) menerbitkan Critical Text (CT) di tahun 1881 juga berdasarkan naskah yang ditemukan di Sinai (Sinaiticus) dan DOKUMEN B yang tersimpan di perpustakaan Vatikan.

Dari naskah CT ini akhirnya muncul PB versi English Revised Version=ERV (1881), American Standard Version=ASV (1901), New American Standard Version=NASV (1960), New English Version=NEV (1961), New International Version=NIV (1969).

Menurut Dr. D. A. Waite, hasil CT dibandingkan dengan TR, yang sudah dipakai lebih dari 300 tahun mencatat 5604 perbedaan di Perjanjian baru:

  • 1952 hilang (35%), Ayat-ayat yang hilang:
    Matius: 17.21; 18.11; 23.14.
    Markus: 7.16; 9.44/9.46; 11.26; 15.28; 16.9-20.
    Lukas: 17.36; 23.17.
    Yohanes: 5.3-4; 7.53 s.d 8.11.
    KPR: 8.37; 15.34; 24.6p-7; 28.29.
    Roma: 16.24.

    Contoh untuk Kisah Para Rasul/KPR 8.36-38, di mana ayat 8.37 tidak ada di dalam Critical Text dan yang ada di Textum Receptum hanya 8.36 dan 8.38:

      8.36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”

      8.38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis di

    CT TIDAK ADA ayat 37: [Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”]

  • 467 penambahan (8%) dan
  • 3185 perubahan 57%.

[Lihat: Dr. Donald Waite’, “Defending the King James Bible“, 2004, H. 45. Juga di BLOG INI yang diambil dari Bab 8 buku DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH, Pdt. Suhento Liauw, DRE, D.Th, GBIA GRAPHE, cetakan 2, 2001, Jakarta, halaman 109-132. Untuk detail list ayat yang hilang, lihat wikipedia]

Apakah artinya ini semua? ALKITAB jelas SUDAH diubah-ubah.

Terjemahan Ekumenik Bibel memberikan statistik ayat-ayat Injil sebagai berikut:

  • Ayat-ayat sama dalam tiga Injil Sinoptik adalah 330
  • Ayat-ayat sama dalam Injil Markus dan Matius adalah 178
  • Ayat-ayat sama dalam Injil Markus dan Lukas adalah 100
  • Ayat-ayat sama dalam Injil Matius dan Lukas adalah 230
  • Ayat-ayat yang khusus bagi tiap-tiap pengarang Injil adalah: 330 ayat untuk Matius, 53 untuk Markus dan 500 untuk Lukas. [Dr. Maurice Bucaille, Ibid, bagian: Sumber-sumber Injil]

Perjanjian Baru terbagi atas empat bagian:

Injil Matius,
Matius dikenal Lewi anak Alfeus pemungut cukai. (mat 9:9, 11:19, luk 5:27, Mark 2:14) yang menjadi salah satu dari kedua belas rasul Yesus namun apakah Matius ini adalah matius yang sama dengan 12 Murid Yesus?

Bukan! Matius yang menulis dan Matius murid Yesus adalah BUKAN orang yang sama. Bukti mengenai itu justru ada di Injil Matius sendiri:

“Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.” [Matius 9:9].

Ayat di atas telah memberitahu bahwa Matius yang ini BUKANLAH Matius sang penulis, karena jika ini adalah Matius yang sama baik si penulis kitab maupun murid Yesus, maka ayat di kitab itu seharusnya berbunyi,

“Setelah yesus pergi dari situ, Ia melihat AKU duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadaKU: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah AKU lalu mengikut Dia.”

Bahkan Papias sendiri tidak menuliskan bahwa Matius murid yesus yang menuliskan ini. [dulling, “The Blackwell Companion to The New Testament”, hal.302]

Terjemahan Ekumenik, berpendapat bahwa Injil Matius ditulis di Syria atau di Phenisie karena di tempat tersebut terdapat banyak orang-orang Yahudi. [Lihat juga di Dr. Maurice Bucaille, Ibid, bagian: Injil Karangan Matius]

Terjadi Polemik agama Yahudi Sinagoge yang ortodoks yang dianut oleh kaum Parisi sebagaimana yang terjadi dalam Konferensi Sinagog di Yamina kira-kira pada tahun 80. banyak pengarang kemudian mengatakan bahwa Injil Matius ditulis antara tahun 80-90. Pakar liberal berpendapat bahwa ketika Matius berada di Palestina atau Antiokia di Siria antara tahun 80 dan 100. Semua ahli sepakat bahwa tulisan-tulisan Ignatius merujuk, namun tidak mengutip injil Matius, artinya adalah injil Matius sudah selesai ditulis pada awal abad ke-2 M.

Injil Markus,
Penulis Injil ini adalah Markus, yang disebut juga Yohanes (cf. Kisah Para Rasul 12:12, 12:25, 15:37), kemenakan Barnabas, rekan sekerja Paulus (cf. Kolose 4:10, yang disebut Petrus sebagai “anaknya”,. (1 Petrus 5:13). Markus dalam surat-surat paulus disebutkan di [Cor 4:10 ; Phi 24 ; II Tim 4:11] ; St. Peter in [1 Peter 5:13] dan Kisah para rasul [Acts 15:39]. Di KPR 12:12 saat para pemeluk bersembahyang di rumah seorang wanita, itu adalah Ibu Markus. Dan ayahnya bernama Artistopolos, sepupu dari istri Petrus

Injil Markus, bersama-sama dengan Injil Matius dan Injil Lukas seringkali disebut sebagai Injil Sinoptik, karena kemiripan isi ketiga buku tersebut.

Menuruti tulisan Agustinus dari Hippo, gereja mula-mula berpendapat bahwa Injil ini ditulis setelah Matius menulis Injil Matius, namun sejarawan modern berpendapat bahwa Injil Markus merupakan Injil yang paling awal ditulis, dan kedua Injil Sinoptik lainnya menggunakan Injil Markus sebagai sumber mereka.

Perlu di garis bawahi bahwa Markus adalah rekan Paulus dan TIDAK TERMASUK 12 Murid Yesus. Lihat matius 10: 2-4

Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Injil Lukas,
Lukas BUKAN-LAH orang Yahudi, Ia asli YUNANI yang berasal dari Antioch, Ia mengerti ketabiban dan pandai melukis, Ia menjadi Kristen karena Paulus dan menjadi murid Paulus. dalam Terjemahan Ekumenik dikatakan bahwa Lukas tahu tempat kota Yerusalem serta reruntuhannya yang disebabkan oleh tentara Titus pada tahun 70. Sehingga penulisan Injil Lukas ditulis sesudah itu.

Lukas, mengisahkan:
Kenaikan Yesus di Kisah Para rasul adalah terjadi 40 hari sesudah Paskah, sedangkan di dalam Injil Lukas terjadi di hari Paskah.

Ekaristi (liturgi misa) Luk 22, 19-24 dituliskan berbeda dengan yang dituliskan di Injil Matius (26, 26-29) dan Markus (14, 22-24). Sebaliknya justru dituliskan sangat mirip dengan susunan Paulus (I Korintus 11, 23-25).

Perlu di garis bawahi bahwa Lukas adalah Murid Paulus dan TIDAK TERMASUK 12 Murid Yesus.

Injil Yohanes,
Kitab ini adalah satu-satunya Injil non-sinoptis. Penulis kitab ini di yakini adalah Yohanes sang Penginjil, Yohanes anak Zebedeus, salah satu di antara dua belas murid dan anggota kelompok inti Kristus (Petrus, Yohanes, dan Yakobus) namun terdapat pendapat bahwa Injil ini ditulis oleh murid-murid pengarang dengan menambah Pasal 21, catatan-catatan pasal 4, 2 dan pasal 4, 1, 4, 44, 7, 37b, 11, 2, 19, 35).

Paragraf 19, 35 nampak sebagai pernyataan saksi mata (O. Culmann) tetapi para ahli berpendapat bahwa paragraf tersebut juga merupakan tambahan.

Terdapat perbedaan signifikan antara Injil Yohanes dan ketiga lnjil sipnotik, yaitu Lama Yesus bertugas, Markus, Matius dan Lukas menyatakan satu tahun, sedangkan Yohanes menyatakan lebih dari dua tahun. Terjemahan Ekumenik mengatakan sebagai berikut:

“Injil-Injil Sinoptik menyebutkan periode Galilia yang panjang, kemudian diteruskan dengan perjalanan agak panjang ke Yudea, kemudian menetap sebentar di Yerusalem; sebaliknya Yohanes Injil mengisahkan Yesus sering pindah dari satu daerah ke daerah lain, tetapi lama di Yudea, khususnya di Yerusalem ( I, 19-51 . 2, 13-36. 5, 1-47. 14, 20-31). Disebutkan juga tentang beberapa keramaian Paskah (2, 13, 5, 1. 6, 4, 11, 55) dengan begitu, memberi kesan bahwa Yesus bertugas lebih dari dua tahun [Dr. Maurice Bucaille, Ibid, bagian: Injil Karangan Yahya]

3 Injil Sinoptik VS Injil Yohanes
Perhatikan kata ‘memikul salib’ di 3 injil sinoptik ini:

  • Mat 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. (juga di 16:24)
  • Mar 8:34 ..Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
  • Luk 9:23 ..Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

ketiga injil sinoptik menggunakan kata ‘memikul salib’ di tengah-tengah bagian kitab mereka pada periode sebelum penyaliban. Kata-kata itu digunakan sebagai ucapan Yesus kepada murid-muridnya sedangkan Injil yohanes MULAI menggunakan kata ‘memikul salib’ pada periode penyaliban

  • Yoh 19:17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.

Injil Yohanes tercatat TIDAK PERNAH menggunakan kata MEMIKUL SALIB di sebelum periode penyaliban

Apa arti dari penemuan kita ini?

Seharusnya itu juga merupakan pesan penting dari Yesus, namun Injil Yohanes tidak mencatatnya. Injil Yohanes, hanya menjelaskan arti dari kata memikul salib sesuai dengan arti sebenarnya dan bukan sebagai metapora.

Penggunaan kata ‘memikul salib’ di tiga injil sinopsis membuktikan tiga hal yaitu:

  • Tiga injil ditulis jauh-jauh tahun setelah periode penyaliban
  • Telah dilakukan modifikasi terhadap ucapan Yesus oleh para penulis alkitab.
  • Kata memikul salib di tiga injil sinoptik bukan NUBUATAN atau ramalan sama sekali

Injil Yohanes spesialisasinya adalah Keimanan namun kisah di sebuah gunung, dimana Yesus memperlihatkan dirinya menjadi Musa dan Elia dihadapan Yohanes, Petrus, Yakobus, juga ada suara Allah serta agar dirahasiakan sampai batas waktu tertentu justru tidak ada dan muncul di 3 Injil sinoptik

(Enam hari, Mat 17:1, Mark 9:2 ), (delapan hari, Lukas 9:28) kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

Mat 17:9, mark 9:9, Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.” Atau merahasiakannya pada masa itu (lukas 9:36)

di Injil Yohanes, kisah itu SAMA SEKALI TIDAK ADA sehingga kemungkinannya adalah:

  • Kisah ini tidak pernah ada
  • Jika Injil Matius dituliskan paling pertama, berarti Lukas dan Yohanes Markus mengutip dari Matius, sehingga dapat dipastikan Matius yang menulis ini bukan salah satu dari 12 Murid Yesus.
  • Jika injil markus dituliskan paling pertama, maka injil Matius mengutip dari Yohanes Markus dan Lukas, sehingga dapat dipastikan bahwa Matius penulis Injil matius bukan salah satu dari 12 Murid Yesus
  • Karena kisah ini ada di 3 injil, maka Injil Yohanes bukan di tulis oleh Yohanes,12 orang Murid Yesus.

Jadi siapa yang kita percaya? Yohanes Markus, Matius, Lukas atau Yohanes?

Sample meragukan lain:
Misalnya Yoh 7.53 s.d 8.11, tentang para ahli taurat dan orang farisi membawa kehadapan Yesus seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah dan meminta pendapat hukum Yesus mengenainya dan Yesus menjawab bahwa siapapun dari mereka yang tidak berdosa agar Ia yang pertama melempar batu pada perempuan itu. Setelah mendengar perkataan itu, Mereka semua pergi hingga tinggal Yesus dan perempuan itu. Yesus kemudian menyuruhnya pergi.

Seluruh Teks tersebut dalam terjemahan Inggris berada di dalam kurung, kisah ini tidak berasal dari Yohanes, tapi sisipan kemudian dari pengarang lain:

  • Don Carson: “Meski ada usaha terbaik. . . untuk membuktikan bahwa narasi ini asli bagian dari Injil Yohanes, Namun bukti-bukti menunjukan sebaliknya, dan versi Inggris modern telah tepat mengatur terpisah dari teks lainnya (NIV) atau memindahkannya ke catatan kaki (RSV).” (“The Gospel According to John”, hal.333)
  • Bruce Metzger: “Bukti-bukti bahwa periskop perzinaan bukan berasal dari Yohanes sangat banyak.” (“A Textual Commentary on the Greek New Testament”, hal.219)
  • Leon Morris: “Bukti tekstual membuatnya tidak mungkin mempertahankan anggapan bahwa ini adalah bagian otentik dari Injil.” (“The Gospel According to John”, hal.882)
  • Andreas Köstenberger: “Bukti-bukti ini melimpah bahwa bagian ini adalah non-Yohanes.” (John, hal.246)
  • Dan Herman Ridderbos: Bukti-bukti menunjukkan tradisi yang tidak stabil yang bukan asli bagian teks yang diterima gerejawi.” (“The Gospel of John”, hal.286)
  • <

Bukti-bukti menunjukan:

  • Cerita ini hilang dari semua manuskrip Yunani Yohanes sebelum abad ke-5.
  • Semua bapak gereja terawal mengabaikan bagian ini untuk mengomentari Yohanes dan langsung dari Yohanes 7:52 menuju Yohanes 8:12
  • Jika langsung membaca dari Yoh 7:52 langsung ke Yoh 8:12, dengan mengabaikan bagian itu, maka alur teks mengalir baik, seolah kisah itu tidak perlu
  • Sebelum abad ke-10, tidak satupun bapak gereja Timur yang mengutip bagian itu
  • Ketika kisah ini mulai ada dalam salinan naskah Injil Yohanes, naskah itu muncul di tiga tempat yang berbeda selain di sini (setelah 7:36; 7:44; dan 21:25), dan satu di manuskrip Lukas, setelah 21:38
  • Gaya dan kosa katanya tidak seperti Injil Yohanes

Bagian terkonyol dari kisah sisipan ini adalah PRIA REKAN ZINA PEREMPUAN ITU TIDAK ADA DIBAWA MEREKA. Sebuah kesalahan yang tidak mungkin dilakukan para ahli Taurat manapun yang paham hukum Taurat karena keluaran 22:22-24 menuntut syarat bahwa kedua penzina harus hadir dan bahkan Yesus, tidak 1x-pun, mempertanyakan TIDAK ADANYA rekan pria penzinanya. Inilah mengapa kisah sisipan ini BUKANLAH BUKTI KASIH YESUS NAMUN BUKTI BAHWA YESUS (atau pengarangnya) BUTA DALAM HUKUM TAURAT.

Jadi masihkah ini patut diklaim sebagai buku suci?

[Kembali]



Kapan: Hitungan Hari kaum Yahudi, Sabat, Wafatnya Yesus

Terdapat banyak versi mengenai Kematian Yesus. 2 di bawah berdasarkan sumber kristen, setelahnya kita lihat menurut alkitab.

Menurut sabda.org:
Judul belum diketahui, tapi kami menyebutnya sebagai buku hijau. 1967. Halaman 61-66. Wafatnja Jesus pasti djatuh pada hari Djumaat. Sebab Johanes (Joh 19:42) dan para sinoptisi (Mat 27:62; Mar 15:42; Luk 23:54) memberitahukan, bahwa itu terdjadi pada “hari persiapan”, artinja hari jang mendahului hari Sabbat. Pada hari itu semua disiapkan untuk hari istirahat itu.

Para sinoptisi menjarankan, bahwa hari itu ialah hari Raya Paskah, sebab malam sebelumnja Jesus makan perdjamuan Paskah (Mat 26:2, 17-18, 19; Mar 14:1, 12, 14, 16; Luk 22:1, 7, 8, 11, 13, 15), sedangkan Johanes menjarankan, bahwa hari itu ialah hari sebelum Paskah (Joh 18:28, 39; 19:14). sehingga perajaan itu djatuhnja pada hari Sabat berikutnja (Joh 19:31).

Mungkin dimasa itu ada dua penanggalan diantara orang Jahudi. Jang satu diikuti Jesus dan para sinoptisi, jang lain dituruti para imam Jahudi dan Johanes. Tetapi mungkin djuga, bahwa “djamuan paskah”, jang dibitjarakan para sinoptisi bukanlah djamuan paskah yang sebenarnja, tetapi sematjam pengganti. Ada ahli jang berpendapat, bahwa Jesus makan djamuan malam terachir pada hari Selasa; malam itu djuga Ia ditangkap, selama hari Rabu tinggal dipendjara dan pada hari Kamis dihadapkan kepengadilan.

Djika keterangan Johanes diterima sebagai tepat, maka tahun dan tanggal wafatnja Jesus dapat ditentukan sedikit. Sebab djatuhnja hari raya Paskah pada hari Sabat terdjadi dalam tahun 30 dan 33 Mas. Tahun 33 rupanja sedikit terlambat. Kalau itu diterima, maka Jesus sudah berumur kira-kira 39 tahun dan Ia bekerdja selama lima tahun. Johanes memberitahukan, bahwa Jesus dua kali pergi ke Jerusjalem untuk merajakan Paskah (Joh 2:13; 6:1).

Waktu untuk ketiga kalinja pergi Jesus dibunuh (Joh 13:1). Johanes (Joh 2:20) djuga memberitahukan, bahwa Bait Allah sudah empatpuluh enam tahun diperbaiki. Perbaikan dan pengluasan ini dimulai oleh radja Herodes Agung dalam tahun 19/20 seb. Mas., sehingga 46 tahun sesudahnja ialah tahun 25/26 Mas. Kiranja ke 46 tahun (Joh 2:20) itu tak perlu diambil persis melainkan hanja kira-kira sadja sehingga keterangan itu dapat disesuaikan dengan keterangan Lukas tentang tahun 15 pemerintahan Tiberius. Jesus sudah bekerdja sebentar sebelum pergi (untuk pertama kalinja) ke Jerusjalem.

Maka itu dengan agak pasti boleh disimpulkan bahwa Jesus wafat tanggal 7 April tahun 30 Mas. Ia bekerdja di tengah rakjat dua tahun lebih (tahun 27/28-30). Tetapi kepastian mutlak tidak ada djuga, sehingga beberapa ahli mempertahankan bahwa Jesus bekerdja 3-5 tahun. Banjak bergantung pada pernilaian kebenaran historis jang tertjantum dalam indjil karangan Johanes.



Menurut gkmin.net:
Jesus Wasn’t Crucified on Friday – or Resurrected on Sunday! – dalam The Good News, A Magazine of Understanding, edisi March-April 2006

Selasa:
Yesus Kristus makan roti Paskah bersama murid-muridNya (permulaan hari ke 14 bulan pertama [Nisan] menurut perhitungan Alkitab), dan mengadakan satu simbol Perjanjian Baru (Matius 26:26-28). Malam itu kemudian Dia dikhianati Yudas, dan pada malam itu juga dihadapkan kepada Imam besar.

Selasa siang adalah hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi (lihat Matius 26:17 dan Markus 14:12), dimana orang-orang sudah memulai kegiatan yaitu MENYEMBELIH DOMBA PASKAH

Rabu:
Yesus disalibkan dan mati, kira-kira jam 3 sore (Matius 27:46-50). Ini adalah hari persiapan untuk menyambut serangkaian hari raya Sabat tahunan, bukan Sabat mingguan, yang dimulai ketika matahari tenggelam (Markus 15:42, Lukas 23:54, Yohanes 19:31). Mayat Yesus diletakkan ke dalam kubur sesaat sebelum matahari tenggelam (Matius 27:57-60).

Selasa malam- Rabu sore adalah HARI PASKAH (hari ke-14 – lihat Imamat 23:5)

Kamis:
Ini adalah hari besar Sabat tahunan. Hari pertama perayaan Hari Raya Roti Tak Beragi. (Yohanes 19:31, Imamat 23:4-7). Ini disebut juga sebagai hari setelah hari persiapan (Matius 27:62).

Rabu malam – Kamis sore adalah hari pertama PERAYAAN hari raya Roti Tidak Beragi (hari ke-15 – lihat Imamat 23:6)

Jumat:
Hari besar Sabat sudah berlalu. Para wanita membeli dan menyiapkan rempah-rempah untuk mengurapi mayat Yesus, sebelum harus berhenti bekerja lagi untuk menghormati hari Sabat mingguan yang dimulai saat matahari tenggelam pada petang hari ini. Jumat ini juga waktu imam-imam menghadap Pilatus (Matius 27:62 dst.)

Sabtu:
Para wanita berhenti bekerja/beristirahat untuk menghormati hari Sabat mingguan seperti perintah hukum ke-4 (Lukas 23:56, Keluaran 20:8-11). Yesus bangkit menjelang petang, tepat hitungan 3 hari 3 malam (72 jam) setelah kematianNya, memenuhi Tanda Yunus yang dikatakanNya sendiri, dan memberi bukti yang sahih tentang ke-Mesias-anNya.

Minggu:
Para wanita membawa rempah-rempah yang telah disiapkan, pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap (Lukas 24:2-3, Yohanes 20:1). Yesus telah bangkit. (Matius 28:1-6; Markus 16:2-6; Lukas 23:2-3; Yohanes 20:1) Yesus tidak bangkit pada Minggu pagi, dia TELAH bangkit, yaitu petang hari sebelumnya.

Catatan: Perhatikan juga ayat-ayat berikut:

  • Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan. (Matius 26:2 )
  • Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi..(Markus 14:1)

Ayat-ayat tersebut menjadi logis, karena Yesus ditangkap hari Selasa malam, dua hari sebelum perayaan Paskah (dirayakan selama 7 hari yaitu dengan Hari Raya Roti Tak Beragi, yang dimulai hari Kamis (hari sabat = hari besar). Paskah-nya sendiri jatuh pada hari Rabu (Selasa malam –Yesus mengadakan perjamuan; ditangkap — sampai Rabu Sore — Yesus disalib), sehari sebelum perayaan ini (bandingkan dengan Imamat 23: 5-6)



Menurut Kitab Injil, bukan Rabu atau Jum’at, dan bukan 7 April 33:

Waktu wafatnya Yesus memang bervariasi, misalnya, Tertullian di ‘Adversus Marcionem’, menyatakan terjadi di tahun ke-20 Tiberius (18 Sep 14 M – 16 Mar 37 M, 22 tahun), yaitu tahun 34 M; Quarterly Journal of Royal Astronomical Society 32“, Sir Isaac Newton lebih menyukai tanggal 23 April 34 (Julian) sebagai waktu wafat Yesus. Kemudian, “Paul’s Early Period: Chronology, Mission Strategy, Theology”, Rainer Riesner, hal. 50 (Tanggal 14 Nisan/Jum’at (Julian: 11 April 27, 07 April 30 dan 3 April 33); Tanggal 15 Nisan/Jum’at (Julian: 11 April 27 dan 23 April 34; Tanggal 11 April 27 namun Ia kesampingkan tahun 27 dan 34 sebagai tahun penyaliban). Juga di buku yang sama hal.3-14 dan di “Pauline Chronlogy” hal 24, Riesner menyampaikan pendapat para ahli tentang rekaan tahun penyaliban Yesus:

  • Tahun 27 (Hahn, Ludermann)
  • Tahun 29 (Harnack, Plooij, Lake
  • Tahun 30 (Bengel. Weiseler, Harnack, Ramsay, Bacon, Zahn, Hoennicke, Belser, Wiken, Georgi, Kum, Bruce, Gunther, Moody, Knox, Ludermann, Porter, Dunn, Reisner)
  • Tahun 32 (Baronius, Eichhorn, Jewett)
  • Tahun 33 (Ussher, Basnage, Hoennicke, Ogg, Bruggen, Porter)
  • Tahun 36 (Barnikol)

Karena bervariasi, maka mari kita coba cari tahu kapan Yesus wafat dan untuk itu, kita perlu mengenal bagaimana tradisi Yahudi menyatakan tentang jam, mulainya hari, Sabat, kapan hari ke-1 dalam seminggu dan catatan kronologi wafatnya Yesus.

Kaum Yahudi membagi siang malam menjadi 24 bagian, yang masing-masing menjadi 12 bagian, “..”Bukankah ada 12 jam dalam satu hari?.. [Yohanes 11.9] yang lama perjamnya bervariasi, misal: Matahari terbit jam 5.00 dan tenggelam jam 19.30, maka panjang per-bagian siang = 72.5 menit, sehingga jam ke-3 = jam 8.37

Untuk permulaan hari, ‘…Jadilah petang‘ [Kejadian 1.5, 8, 13; 19, 23, 31] , sehingga 1 hari penuh, ‘..mulai petang dari petang sampai petang..‘ [Imamat 23:32, saat menyatakan hari ke-9 bulan ke-7], ini ada di antara 2 petang [“me ereb ad ereb” = dari petang sampai petang]

Kalendar mengikuti siklus 7 harian, hari ke-1 adalah AHAD/Minggu dan hari ke-7 adalah Sabtu/SABAT. Nama-nama hari ada di Kejadian 1.5, 8, 13, 19, 23, 31 dan 2.2.

Jadi, Sabtu/SABAT mulai Sabtu Malam berakhir di Minggu Senja.

Hari ke-1 bagi kaum Yahudi, Kristen wilayah barat dan tradisi ortodok Yunani adalah Minggu, sehingga Minggu s.d Jum’at = 1 s.d 6; Dalam Latin Gerejawi/latin Liturgi (ritus Roma dan Latin dari Gereja Katolik, Anglikan, Lutheran dan Methodis, Ortodoks Timur), Senin s.d Jum’at = 2 s.d 6; di Yunani pertengahan dan Modern, Senin s.d Kamis = 2 s.d 5. [First day of the week].

Jadi, hari minggu sebagai hari pertama adalah Minggu malam – Senin senja

Hari Sabat kaum Yahudi ada banyak, di kitab Imamat 23:

Hari ke-7,
tidak bekerja (23:1-3), Pertemuan Kudus. Hari ke-7 untuk istirahat (keluaran 16:26, 20:9-10, 31:15, 35:2: ‘tetapi pada hari yang ke-7 adalah hari sabat‘).

Ditegaskan permulaan hari paskah yaitu di ulangan 16:6, ‘..engkau harus mempersembahkan korban Paskah itu pada waktu senja, ketika matahari terbenam

Bulan ke-1 (23:4-8)
23:4. Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.
23:5 Dalam bulan ke-1, pada tanggal 14 bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.
23:6 Dan pada hari 15 bulan itu ada hari raya roti tidak beragi bagi TUHAN; 7 hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi. (Setiap hari, sejak tanggal 15, selama 1 minggu adalah PASKAH)
23:7 Pada hari ke-1 kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.
23:8 Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN 7 hari lamanya; pada hari yang ke-7 haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat…(Bilangan 28.17-24). Kapan waktu pemotongan hewan kurban?

    Di abad ke-1 M: “..Para imam besar, saat datangnya pesta yang disebut Paskah,..mereka memotong kurban, mulai dari jam ke-9 hingga ke-11, tapi yang menemani tidak kurang dari 10 dari pemilik kurban..” [“Wars of the Jews”, Bab 6.Ch.9]

    Persembahan harian dipotong 1/2 jam setelah jam ke-8, dan dipersembahkan 1/2 jam setelah jam ke-9; Untuk malam Paskah, dipotong 1/2 jam setelah jam ke-7, dan persembahkan 1/2 jam setelah jam ke-8, baik itu pada hari biasa atau Sabat. Jika malam Paskah hari Jum’at, dipotong 1/2 jam setelah jam ke-6 dan dipersembahkan setelah jam ke-7, dan persembahan paskah setelahnya [Mishanh Pesachim 5.1]

    Semua di atas ini TIDAK SAMA dengan yang tercantum di Taurat Musa, yaitu memotongnya pada waktu senja [‘beyn ha arbaym‘ = pada (beyn) senja/petang (arba/ereb) dan ym = waktu, Keluaran 12.6] sehingga dikerjakannya di menjelang malam  (bukan mulai lewat tengah hari ketika matahari condong ke barat).

    Mungkin saja ini efek dari kehancurannya kuil ke-1/sulaiman, yang membuat praktek PASKAH tidak lagi dijalankan lama dan baru dijalankan lagi, secara ngawur, di jaman HIZKIA, dengan melakukan perayaan roti tidak beragi BUKAN di bulan ke-1 tapi di bulan ke-2 [2 Taw 30], juga lama kemudian, lagi dilakukan pada tahun ke-18 YOSIA yang walaupun melakukan di bulan ke-1, namun pemotongan hewan dilakukan sampai malam [2 taw 35], kemudian lama lagi tidak dilakukan hingga jaman EZRA (Ezra 6) yang jika melihat apa yang terjadi di jaman Josephus dan di Misnah, tampak telah terjadi pergeseran di situ.

Hari ke-1 panen/hasil apapun (23:9-22)
Dilakukan satu hari setelah Sabat
Satu hari setelah sabat + 7 minggu/7 sabat (50 hari), diumumkan sebagai hari raya/sabat (Hari raya Panen), ada perjamuan kudus, Jangan melakukan pekerjaan berat-berat

Bulan ke-7 (23:9-44)
tanggal 1, hari serunai, Pertemuan Kudus, tidak boleh bekerja berat-berat
tanggal 9, malam sampai tanggal 10 Senja, tidak boleh bekerja dan harus puasa, melanggar akan dibinasakan, hari sabat
tanggal 10, hari pendamaian, ada pertemuan Kudus, tidak boleh bekerja apapun
tanggal 15, hari pondok daun dilaksanakan selama 7 hari, hari pertama ada pertemuan kudus tidak boleh bekerja apapun, harus tinggal dipondok daun untuk Israel asli selama 7 hari
tanggal 23, pertemuan kudus, tidak boleh bekerja apapun

(Juga disebutkan d Imamat 16:29-31, Bilangan 28:16-31, Yehezkiel 45:21-25), dan disingkat hari sabat dan 3 hari raya di II Tawarih 8:13 sesuai dengan apa yang menurut perintah Musa ditetapkan sebagai korban untuk setiap hari, yakni:

  • pada hari-hari Sabat,
  • pada bulan-bulan baru,
  • dan tiga kali setahun pada hari-hari raya:
  • pada hari raya roti tidak beragi,
  • pada hari raya 7 Minggu dan
  • pada hari raya Pondok Daun.

Siapapun yang bekerja pada hari-hari Sabat/Paskah akan dihukum mati dilenyapkan dari bangsanya (Imamat 19:8, 23:29-30; Keluaran 31:14-16, 35:2, Bilangan 9:13, 15:32-36; Yeremia 17:21,27; Yehezkiel 20:21)


Pemotongan Domba untuk Paskah
ada 2 waktu pemotongan [Keluaran 29:38-39; bilangan 28.3-4], yaitu:

Inilah yang harus kauolah di atas mezbah itu: dua anak domba berumur setahun, tetap tiap-tiap hari. Domba yang satu haruslah kauolah pada waktu pagi (boqer) dan domba yang lain kauolah antara senja (beyn ereb)‘.


Kronologis wafat di hari ROTI TIDAK BERAGI dan sebelum Sabat Reguler

Injil MATIUS
Hari raya roti tidak beragi, Perjamuan Kudus

26:2 “Kamu tahu, bahwa 2 hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.”

26:17 PADA HARI PERTAMA DARI HARI RAYA ROTI TIDAK BERAGI datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?

26:18 Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”

26:19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.

26:20 SETELAH HARI MALAM, Yesus duduk makan bersama-sama dengan ke-12 murid itu

[Hari di Yahudi mulai MALAM sampai SENJA, para murid Yesus datang padanya di hari ke-1, hari roti raya roti tidak beragi, tanggal 15 Nisan (setiap hari selama 7 hari adalah Paskah). Ketika Ia merayakan paskah dan makan bersama 12 muridnya terjadi DI SETELAH MALAM, artinya sudah masuk pada hari ke-2 hari raya roti tidak beragi, tanggal 16 Nisan]

Yesus Diserahkan
26:34 Yesus berkata kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku 3x.”

26:74 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.” Dan pada saat itu berkokoklah ayam.

26:75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku 3x.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

[Kejadian ini di tanggal 16 Nisan malam s/d subuh]

27:1. KETIKA HARI MULAI SIANG, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus.

27:2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.

27:15 Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak.

27:45 Mulai dari JAM KE-6 (hora hektos, terjemahan: jam 12) kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai JAM KE-9 (hora ennatos, terjemahan: jam 3).

27:46 Kira-kira JAM KE-9 (hora ennatos, terjemahan: jam 3) berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

27:50. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

[Note:
Menariknya, kejadian ditempat yang sama, orang yang sama, namun dalam injil terdapat perbedaan waktu Yesus disalibkan: “hektos hora” (jam ke-6, Yohanes 19:14) VS “hora tritos” (jam ke-3, Markus 15:25).

Argumen yang biasa digunakan menanggapi perbedaan fatal ini adalah bahwa Markus menggunakan waktu Yahudi sementara Yohanes menggunakan waktu Romawi 🙂

Argument ini lemah, dari banyak sisi, pertama, klaim domba paskah hanya masuk dalam tradisi waktu Yahudi, sehingga perbedaan waktu antar inijil melemahkan kebenaran terjadinya penyaliban. Ke-2, JIKA BENAR SAAT ITU ADA PENGHUKUMAN, maka TERHUKUM saat itu BUKAN CUMA YESUS, masih ada lainnya, maka metaphora domba paskah menjadi kabur maknanya. Ke-3, Tradisi pemotongan dan persembahan HEWAN KURBAN, telah berjalan lama di SEBELUM dan SETELAH Yesus. Ke-4, Sangat aneh jika kaum Yahudi menambah hal yang bisa di tunda tapi tidak dilakukan di hari raya terutama di even paskah 7 hari ini.]

27:57. MENJELANG MALAM datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.

27:58 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya.

27:59 Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih,

27:60 lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.

27:61 Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.

[semua peristiwa ini terjadi di hari ke-2 hari raya roti tidak beragi, tanggal 16 Nisan pagi s/d menjelang malam, akhir dari tanggal 16 Nisan]

27:62 KEESOKAN HARINYA, YAITU SESUDAH HARI PERSIAPAN, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: SESUDAH 3 HARI AKU AKAN BANGKIT. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ke-3; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.”

[Kata ‘keesokan harinya, yaitu setelah hari persiapan’ merupakan hari baru yang mulai pada malam hari, jadi sudah bukan tanggal 16 Nisan tapi tanggal 17 bulan ke-1, yaitu sabat regular (SABTU MALAM – MINGGU SENJA), jadi, Yesus wafat di SABTU SORE, di hari persiapan, tanggal 16 Nisan]

Hari pertama minggu itu setelah Sabat

28:1-2 SETELAH HARI SABAT LEWAT, MENJELANG MENYINGSINGNYA FAJAR PADA HARI PERTAMA MINGU ITU, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya

[Sabat regular, tanggal 17 Nisan, SABTU MALAM – MINGGU SENJA, jadi, minggu pagi masih hari sabat.
Hari pertama, tanggal 18 Nisan mulai MINGGU MALAM – SENIN SENJA, jadi, Maria menengok kubur di hari SENIN pagi]

Injil MARKUS
Hari raya roti tidak beragi, Perjamuan Kudus

14:1. Hari raya Paskah dan hari raya roti tidak beragi akan mulai 2 hari lagi…

14:12. PADA HARI PERTAMA DARI HARI RAYA ROTI TIDAK BERAGI, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: “Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”…

14:16 Maka berangkatlah kedua murid itu dan setibanya di kota, didapati mereka semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.

14:17-18 SETELAH HARI MALAM, datanglah Yesus bersama-sama dengan ke-12 murid itu. Ketika mereka duduk di situ dan sedang makan, Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku.”

[Hari di Yahudi mulai MALAM sampai SENJA, penyembelihan domba paskah dilakukan PAGI dan SORE, sehingga saat para murid Yesus berkata pada Yesus terjadi pada SIANGnya di hari ke-1, hari roti raya roti tidak beragi, tanggal 15 Nisan (setiap hari selama 7 hari adalah Paskah). Ketika mereka makan terjadi DI SETELAH MALAM, artinya sudah masuk pada hari ke-2 hari raya roti tidak beragi, tanggal 16 Nisan]

Hari persiapan Sabat

14:30 Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok 2x, engkau telah menyangkal Aku 3x.”

14:72 Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk ke-2xnya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok 2x, engkau telah menyangkal Aku 3x.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu.

[Kejadian ini di tanggal 16 Nisan malam s/d subuh]

15:1. PAGI-PAGI BENAR imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh anggota Sanhedrin/Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.

15:6 Telah menjadi kebiasaan untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu menurut permintaan orang banyak.

Golgota

15:25 JAM KE-3 (hora tritos, terjemahan: jam 9) ketika Ia disalibkan.

15:33. Pada JAM KE-6 (hora hektos, terjemahan: jam 12), kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai JAM KE-9 (hora ennatos, terjemahan: jam 3)
15:34 Pada JAM KE-9 (hora ennatos, terjemahan: jam 3), berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
15:37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.

[Note:
Menariknya, kejadian ditempat yang sama, orang yang sama, namun dalam injil terdapat perbedaan waktu Yesus disalibkan: “hektos hora” (jam ke-6, Yohanes 19:14) VS “hora tritos” (jam ke-3, Markus 15:25).

Argumen yang biasa digunakan menanggapi perbedaan fatal ini adalah bahwa Markus menggunakan waktu Yahudi sementara Yohanes menggunakan waktu Romawi 🙂

Argument ini lemah, dari banyak sisi, pertama, klaim domba paskah hanya masuk dalam tradisi waktu Yahudi, sehingga perbedaan waktu antar inijil melemahkan kebenaran terjadinya penyaliban. Ke-2, JIKA BENAR SAAT ITU ADA PENGHUKUMAN, maka TERHUKUM saat itu BUKAN CUMA YESUS, masih ada lainnya, maka metaphora domba paskah menjadi kabur maknanya. Ke-3, Tradisi pemotongan dan persembahan HEWAN KURBAN, telah berjalan lama di SEBELUM dan SETELAH Yesus. Ke-4, Sangat aneh jika kaum Yahudi menambah hal yang bisa di tunda tapi tidak dilakukan di hari raya terutama di even paskah 7 hari ini.]

15:42. Sementara itu HARI MULAI MALAM, dan hari itu adalah HARI PERSIAPAN, YAITU HARI MENJELANG SABAT.

15:44 PILATUS HERAN waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati.

15:45 Sesudah didengarnya keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf.

[Note:
perlu diperhatikan keheranan Pilatus, bahwa dalam kurun waktu 3 jam-an saja, di antara 3 penjahat yang dihukum, hanya yesus yang wafat sementara 2 lainnya tidak.

Penyaliban penjahat telah banyak dilakukan sebelumnya, tidak terjadi pada kasus ini saja, sehingga waktu rata-rata kematian akan diketahui yaitu BERJAM-JAM hingga beberapa hari, sebagaimana terungkap dalam laporan tentang hukuman penyaliban: “Penderitaan itu berlangsung setidaknya 12 jam, dalam beberapa kasus selama 3 hari. Untuk mempercepat kematian kaki dirusak, dan ini dianggap sebagai tindakan AMPUNAN (Cicero, “Phil.” Xiii. 27)”]

15:46 Yusufpun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.

15:47 Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana Yesus dibaringkan.

[semua peristiwa ini terjadi pada hari ke-2 hari raya roti tidak beragi yaitu tanggal 16 Nisan pagi s/d menjelang malam, akhir dari tanggal 16 Nisan

Dikatakan ‘hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang sabat’ artinya, tanggal 16 Nisan adalah hari persiapan yang berakhir senja, saat malam hari sudah masuk tanggal 17 Nisan, yaitu hari sabat, SABTU MALAM sampai MINGGU SENJA, jadi Yesus meninggal di hari SABTU SORE]

Hari pertama minggu itu setelah Sabat

16:1-2. SETELAH LEWAT HARI SABAT, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Dan PAGI-PAGI BENAR PADA HARI PERTAMA MINGGU ITU, SETELAH MATAHARI TERBIT, pergilah mereka ke kubur.

[Sabat regular, tanggal 17 Nisan, SABTU MALAM – MINGGU SENJA, jadi, minggu pagi masih hari sabat. Hari pertama, tanggal 18 Nisan mulai MINGGU MALAM – SENIN SENJA, jadi, Maria menengok kubur di hari SENIN pagi]

Injil LUKAS
Hari raya roti tidak beragi, Perjamuan Kudus

22:7. MAKA TIBALAH HARI RAYA ROTI TIDAK BERAGI, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah. Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: “Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan.”

22:14 Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya.

22:34 Tetapi Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau 3x menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku.”

22:39. Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.

22:46 Kata-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”

22:60 Tetapi Petrus berkata: “Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan.” Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.

[Hari di Yahudi mulai MALAM sampai SENJA, penyembelihan domba paskah dilakukan PAGI dan SORE, jadi saat Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, terjadi SIANG tanggal 15 Nisan (setiap hari selama 7 hari adalah Paskah), sehingga walaupun LUKAS tidak mengatakan perjamuan makan dilakukan SIANG atau MALAMNYA, namun jika merujuk pada injil MATIUS dan MARKUS, perjamuan terjadi di MALAH HARINYA, yaitu masuk pada hari ke-2, hari raya roti tidak beragi, tanggal 16 Nisan, dan kejadian ayam berkokok terjadi di tanggal 16 subuh]

Hari persiapan Sabat

22:66 DAN SETELAH HARI SIANG berkumpullah sidang para tua-tua bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan Dia ke Sanhedrin/Mahkamah Agama mereka,

23:44-45 Ketika sudah kira-kira JAM KE-6 (hora hektos, terjemahan: jam 12), lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai JAM KE-9 (hora ennatos, terjemahan: jam 3), sebab matahari tidak bersinar……

23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

[Note:
Menariknya, kejadian ditempat yang sama, orang yang sama, namun dalam injil terdapat perbedaan waktu Yesus disalibkan: “hektos hora” (jam ke-6, Yohanes 19:14) VS “hora tritos” (jam ke-3, Markus 15:25).

Argumen yang biasa digunakan menanggapi perbedaan fatal ini adalah bahwa Markus menggunakan waktu Yahudi sementara Yohanes menggunakan waktu Romawi 🙂

Argument ini lemah, dari banyak sisi, pertama, klaim domba paskah hanya masuk dalam tradisi waktu Yahudi, sehingga perbedaan waktu antar inijil melemahkan kebenaran terjadinya penyaliban. Ke-2, JIKA BENAR SAAT ITU ADA PENGHUKUMAN, maka TERHUKUM saat itu BUKAN CUMA YESUS, masih ada lainnya, maka metaphora domba paskah menjadi kabur maknanya. Ke-3, Tradisi pemotongan dan persembahan HEWAN KURBAN, telah berjalan lama di SEBELUM dan SETELAH Yesus. Ke-4, Sangat aneh jika kaum Yahudi menambah hal yang bisa di tunda tapi tidak dilakukan di hari raya terutama di even paskah 7 hari ini.]

23:50. Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar.

23:52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.

23:53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat.

23:54 HARI ITU ADALAH HARI PERSIAPAN DAN SABAT HAMPIR MULAI.

23:56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur.

(23-56b) Dan PADA HARI SABAT mereka beristirahat menurut hukum Taurat,

[semua peristiwa ini terjadi pada hari ke-2 hari raya roti tidak beragi yaitu tanggal 16 pagi s/d menjelang malam, yang merupakan akhir dari tanggal 16 nisan

Dikatakan ‘hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang sabat’ artinya, tanggal 16 Nisan adalah hari persiapan yang berakhir senja, saat malam hari sudah masuk tanggal 17 Nisan, yaitu hari sabat, SABTU MALAM sampai MINGGU SENJA, jadi Yesus meninggal di hari SABTU SORE, sebelum SABAT MULAI, Yesus sudah selesai di kubur]

Hari pertama minggu itu setelah Sabat

24:1-2. tetapi PAGI-PAGI BENAR PADA HARI PERTAMA MINGGU ITU mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu,

[Sabat regular, tanggal 17 Nisan, SABTU MALAM – MINGGU SENJA, jadi, minggu pagi masih hari sabat. Hari pertama, tanggal 18 Nisan mulai MINGGU MALAM – SENIN SENJA, jadi, Mereka ke kubur pada hari SENIN pagi]

Injil Yohanes

Sebelum Paskah, ada hari raya dan kemudian ada perjamuan

13:1. Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa.
13:18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: ORANG YANG MAKAN ROTI-KU, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku
13:26 Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya AKU AKAN MEMBERIKAN ROTI, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
13:27 Dan sesudah YUDAS MENERIMA ROTI ITU, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”
13:29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu UNTUK PERAYAAN ITU, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
13:30 YUDAS MENERIMA ROTI ITU lalu segera pergi. PADA WAKTU ITU HARI SUDAH MALAM.
13:38 Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku 3x.”

18:27 Maka Petrus menyangkalnya pula dan ketika itu berkokoklah ayam.

[Saat itu SEDANG dilakukan perayaan, dari kalimat “ORANG YANG MAKAN ROTI-KU”, “AKU AKAN MEMBERIKAN ROTI”, dan ROTI YANG DIBERIKAN YESUS DAN DIMAKAN YUDAS SEBELUM YUDAS PERGI MEMBELI APA-APA UNTUK PERAYAAN ITU, juga, merujuk Matius, Markus dan Lukas, maka perayaan itu adalah perayaan hari roti tidak beragi, tanggal 15 Nisan (setiap hari selama 7 hari adalah Paskah). Kemudian, karena disebutkan “PADA WAKTU ITU HARI SUDAH MALAM”, maka ini tidak lagi di hari ke-1, namun masuk ke-2 hari raya roti tidak beragi, tanggal 16 Nisan, yang mulai pada malam hari]

Hari persiapan Sabat

18:28. Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. KETIKA ITU HARI MASIH PAGI. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah.

18:39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?”

19:14 HARI ITU IALAH HARI PERSIAPAN PASKAH, kira-kira JAM KE-6 (Hora hektos). Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: “Inilah rajamu!”
19:15 Maka berteriaklah mereka: “Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!”..

[Note:
Menariknya, kejadian ditempat yang sama, orang yang sama, namun dalam injil terdapat perbedaan waktu Yesus disalibkan: “hektos hora” (jam ke-6, Yohanes 19:14) VS “hora tritos” (jam ke-3, Markus 15:25).

Argumen yang biasa digunakan menanggapi perbedaan fatal ini adalah bahwa Markus menggunakan waktu Yahudi sementara Yohanes menggunakan waktu Romawi 🙂

Argument ini lemah, dari banyak sisi, pertama, klaim domba paskah hanya masuk dalam tradisi waktu Yahudi, sehingga perbedaan waktu antar inijil melemahkan kebenaran terjadinya penyaliban. Ke-2, JIKA BENAR SAAT ITU ADA PENGHUKUMAN, maka TERHUKUM saat itu BUKAN CUMA YESUS, masih ada lainnya, maka metaphora domba paskah menjadi kabur maknanya. Ke-3, Tradisi pemotongan dan persembahan HEWAN KURBAN, telah berjalan lama di SEBELUM dan SETELAH Yesus. Ke-4, Sangat aneh jika kaum Yahudi menambah hal yang bisa di tunda tapi tidak dilakukan di hari raya terutama di even paskah 7 hari ini. Juga panjang waktu tiap hari tidak tetap 12 jam saja namun bervariasi sesuai posisi titik balik matahari di winter dan summer, misal: waktu summer untuk jam ke-9 adalah jam 02.31 dan waktu senja terakhir adalah 19.33, Jadi terdapat selisih waktu hingga 5 JAM sebelum mulainya Sabat]

19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
19:31. KARENA HARI ITU HARI PERSIAPAN DAN SUPAYA PADA HARI SABAT mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib — sebab Sabat itu adalah hari yang besar — maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

[Note:
Informasi di atas ini SUDAH MENJELASKAN DENGAN SANGAT bahwa ACARA PEMOTONGAN DOMBA PASKAH UNTUK SABAT BELUM DIMULAI dan Yesus sudah duluan wafat (Ia sudah wafat sebelum lambungnya ditikam tombak).

Mengapa hal ini diperlukan? Karena Ulangan 21.22-23 menyatakan:

Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada kayu, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu

“sabat itu adalah hari yang besar” dalam kurung/”–” BUKANLAH Sabat Hagadol (Sabat yang terjadi SEBELUM Paskah) tapi ini adalah Sabat yang terjadi selama Paskah 7 hari. Menurut para komentator Alkitab, misalnya Matthew poole (1624-1679), John Wesly (1703-1791), Thomas coke (1801-1803) dan Heinrich Meyer (1819) hari sebelum Sabat ini terjadi di hari ke-2 Perayaan roti tidak beragi, atau tanggal 16 Nisan.

Tanggal 16 Nisan juga disebut hari ke-1 Omer atau penunjukan berkas pertama penuaian]

19:38. Sesudah itu Yusuf dari Arimatea–ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi–meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.

19:41 Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.

19:42 KARENA HARI ITU HARI PERSIAPAN ORANG YAHUDI, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.

[Di hari ke-2 hari raya roti tidak beragi yang juga hari persiapan SABAT, Yesus sudah di kubur sebelum SENJA, jadi Yesus meninggal SABTU SORE tanggal 16 Nisan.]

Hari pertama minggu itu setelah Sabat

20:1. PADA HARI PERTAMA MINGGU ITU, PAGI-PAGI BENAR KETIKA HARI MASIH GELAP, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

[Sabat regular, tanggal 17 Nisan, SABTU MALAM – MINGGU SENJA, jadi, minggu pagi masih hari sabat. Hari pertama, tanggal 18 Nisan mulai MINGGU MALAM – SENIN SENJA, jadi, MARIA ke kubur pada hari SENIN pagi]

[Artikel kematian yesus di antara dua sabat yang berasal dari sumber kristen dapat anda lihat di sini]


Uraian Kematian di antara Dua sabat

Dari kronologis di atas, dapat diringkas sebagai berikut, Bulan ke-1 (Imamat 23.4-8):

  • Tanggal 14, Rabu malam – Kamis senja, Paskah BULAN ke-1
  • Tanggal 15, Kamis malam- Jum’at senja, Hari ke-1 hari raya roti tidak beragi [Imamat 23, Matius 26:2, 26:17-20; Markus 14:1, 14:12; Lukas 22:7-8, 22:39; Yohanes 12:20]
  • Tanggal 16, Jum’at malam – Sabtu senja, Hari ke-2 hari raya roti tidak beragi, hari ke-1 Omer dan juga hari persiapan SABAT REGULER [Markus 15:33,42; Yohanes 18:28, 19:14, 31, 42; Lukas 23:14, 23:54; 56-56b; Matius 27 45, 51, 27:62-64], Yesus wafat di JAM ke-9, yaitu SABTU SORE, setelah seluruh mayat hukuman diturunkan, senja-nya barulah dilakukan pemotongan domba paskah.
  • Tanggal 17, SABAT REGULER, Sabtu malam- Minggu senja, Hari ke-3 hari raya roti tidak beragi [Lukas 23:56;56b]
  • Tanggal 18, Minggu malam – Senin senja, Hari ke-4 hari raya roti tidak beragi dan juga hari pertama setelah sabat regular [Matius 28:1-2; Markus 16:1-2; Lukas 24:1-2; Yohanes 20:1], pagi-pagi Magdalena pergi ke kubur Yesus, jadi ini adalah SENIN PAGI

Demikian kronologi wafatnya Yesus yang terjadi di perayaan roti tidak beragi dan sebelum sabat.


Kapan Yesus Wafat?
Alkitab menyampaikan beberapa peristiwa alam seputar wafatnya:

  • Gerhana di Bulan pertama [Matius 27:45, Markus 15:33, Lukas 23:34-35] yang terjadi selama 3 (TIGA) jam dan
  • Gempa bumi yang terjadi dua kali yaitu sebelum (mat 27:51) dan sesudah (Mat 28:2) Paskah!

Kejadian GERHANA MATAHARI selama 3 JAM dan GEMPA BUMI, terlalu aneh untuk dapat diabaikan para saksi namun anehnya hal ini hanya tercatat di Injil Matius dan TIDAK di Injil lainnya oleh karenanya, wajar saja kita abaikan.

Bagaimana dengan Gempa?

Berdasarkan situs ini, yang memuat rekaman data kejadian gempa antara tahun 0-100, TIDAK SATUPUN menyebutkan ada gempa di Yerusalem bahkan kemungkinan gempa terjadi sampai di laut mati-pun DIRAGUKAN, oleh karenanya, inipun wajar juga kita abaikan.

Pontius Pilate
4 Injil menyatakan Yesus wafat di era Pontius Pilate sebagai wali daerah Yudea, Injil Lukas menyatakan tentang masa pelayanan Yohanes pembaptis mulai di tahun ke 15 kaisar Tiberius (Lukas 3.1-2) dan Injil Yohanes menyatakan bahwa Yesus setidaknya mengikuti 3 Paskah, oleh karenanya, tahun kejadian tidak boleh kurang dari tahun 29 M dan tidak boleh lebih dari tahun 37 M.

Kapan masa Pontius menjabat Prokurator Yudea? Josephus dalam Antiquities of the Jews, bab 18:

    ..Tiberius .. sekarang adalah kaisar ke-3..mengirim Valerius Gratus untuk menjadi prokurator Yudea …. setelah Ia tinggal di Yudea selama 11 tahun, ketika Pontius Pilatus datang sebagai penggantikannya. [ch.2] ….. Kemudian Vitellius mengirim Marcellus, seorang temannya, untuk mengurus urusan Yudea, dan memerintahkan Pilatus pergi ke Roma, untuk menjawab di hadapan kaisar atas tuduhan orang Yahudi. Kemudian Pilatus, ketika setelah Ia tinggal selama 10 tahun di Yudea, menjadi bergegas ke Roma, dan ini dalam rangka mematuhi perintah Vitellius, yang tidak ingin Ia bertentangan; tetapi sebelum Ia bisa ke Roma Tiberius sudah mati. Tetapi Vitellius datang ke Yudea, dan tiba di Yerusalem; itu pada saat festival itu yang disebut Paskah. Vitellius di sana diterima dengan luar biasa, .. (Ch.4) .. Tiberius, .. karena meskipun dia adalah kaisar 22 tahun, Keseluruhannya Ia kirim hanya 2 prokurator untuk memerintah bangsa Yahudi, Gratus, dan penggantinya di pemerintah, Pilatus (Ch.6)

Dari Josephus kita ketahui bahwa selama 22 tahun Pemerintahan Tiberius (18 Sep 14 M – 16 Maret 37 M), Gratus telah 11 tahun dan Pilatus telah 10 tahun berada di Yudea, yang kemudian, banyak ditafsirkan bahwa Pilatus menjabat dari tahun 26 s.d 36 M. Padahal Ini tidak akurat, karena Josephus tidak menyatakan Gratus dicopot di tahun ke-11 dan Pilatus dicopot di tahun ke-10, tapi mereka diganti SETELAH 11 tahun dan SETELAH 10 tahun di Yudea, artinya total waktu bisa lebih lama dari masa Tiberius memerintah dan sebelum Pilate bisa ke Roma, Tiberius diketahui sudah wafat juga Vitellius tiba di Yudea saat Paskah. Karena tidak disebutkan kedatangannya di tahun yang berbeda, maka Paskah yang dimaksud tampaknya Paskah Sheni, yang terjadi 1 bulan setelah Paskah roti tak beragi.

Oleh karenanya, uraian Josephus dapat juga diartikan, bahwa Pilatus di tahun 37 saat Paskah Roti tidak beragi, sewaktu Yesus disalibkan, masih menjabat, tak lama kemudian, datang utusan Vitellius dan membuat Pilatus harus ke Roma, namun sebelum ke Roma, Tiberius diketahui sudah wafat dan sebulan setelah Paskah Roti tidak beragi, Vitellius tiba di Yudea. Jadi ketika Tiberius wafat sampai beberapa hari kemudian, Pilatus masih Procurator Yudea

Dari kronologi kematian Yesus, yang terjadi SETELAH 14 Nisan/Rabu Malam di di masa Pontius, maka tanggal 16 Nisan hari persiapan adalah tanggal Julian: 11 April 27 M (Panjang hari di kalender Yahudi: 383 hari) dan Julian: 22 Maret 37 M (panjang hari di kalender Yahudi: 355 hari), namun karena peristiwa ini terjadi setelah tahun ke-15 Tiberius/29 M, maka tanggal wafatnya Yesus adalah 16 Nisan/22 Maret 37 M (seminggu setelah Tiberius wafat), pada jam ke-9/jam 15, sekitar 3 jam sebelum Sabat dimulai, saat itu, kaum Yahudi bahkan BELUM melakukan PEMOTONGAN HEWAN KURBAN, karena baru dilakukan Setelah semua mayat orang hukuman diturunkan agar tidak menajiskan tanah (Yohanes 19:31; Ulangan 21:22-23), jadi, Yesus bukanlah domba paskah.

Berapa lama Yesus wafat s/d tidak ada di kuburnya?

Yohanes 11:9 Jawab Yesus: “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari?..”
Kitab wahyu 11:9, ‘…tiga setengah hari lamanyadan 11:11, ‘Tiga setengah hari kemudian…

Kalimat ‘1/2 (setengah) hari’ menunjukan tidak dibulatkan menjadi 1 (satu) hari tapi sesuai dengan yang terpakai:

  • Tanggal 16, jam 15 sore s/d tanggal 17 jam 15 sore = 24 jam
  • Tanggal 17, jam 15 sore s/d tanggal 18, jam 3 pagi = 12 jam
  • Tanggal 18, jam 3 pagi s/d pagi-pagi (jam 6) = 3 jam

Total waktu kematian Yesus adalah 39 jam

Sementara tanda ke-mesias-an telah disampaikannya sendiri di Matius 12:38-40; Lukas 11:29-30; Markus 8:31, 9:31 yang merujuk Yunus 1:17, yaitu:

    Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu…Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan 3 hari 3 malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi 3 hari 3 malam

..dan fakta lapangan ternyata hanya: 1.25 hari 2 malam saja!



Apa alasan menghukum Yesus?

Injil menyampaikan suatu plot kejadian yang memerlukan gabungan keterlibatan: Pontius Pilate (Gubernur Yudea) dan Herodes (Gubernur Gelilea), baik dalam nama jabatan sebagai prefect (pejabat militer: Inskripsi tahun 1961) atau procurator (pejabat keuangan) kekaisaran romawi bersama para anggota Sanhedrin (mahkamah agama) Yahudi dalam aksi melakukan hukuman mati bagi Yesus. [lihat juga: The responsibility for the death of Jesus]

Pengarang injil menjadikan plot kejadiannya justru di hari yang aneh yaitu PASKAH, seolah-olah seluruh anggota mahkamah Yahudi, TIDAK TAU kegunaan hari paskah bagi mereka dan TIDAK ADA hari lain untuk menjatuhkan hukuman 🙂

Baiklah,
mari kita lihat pelanggaran HUKUM TAURAT dan HUKUM KERAJAAN apa saja yang dilakukan oleh YESUS.


Pelanggaran HUKUM TAURAT, diantaranya:

  • Melakukan tindak Pencurian pada hari Paskah dan Mengaku dirinya anak tuhan dan juga Tuhan:
      Pada suatu kali, PADA HARI SABAT, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum [Mat 12:1 => Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya; Luk 6:1 => murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya]. Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?“. Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu ABYATAR menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu–yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam–dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat” [Markus 2:23-28, Matius 12:1-9, Lukas 6:1-5]

    Apakah Daud di kisah itu mencuri?

      Raja Saul marah…hendak membunuh Daud…Daud melarikan diri [1 Sam 20:30-33]. Sampailah Daud ke Nob KEPADA AHIMELEKH..Jawab Daud kepada imam Ahimelekh: “Raja menugaskan sesuatu kepadaku..Maka sekarang, apa yang ada padamu? Berikanlah kepadaku lima roti atau apapun yang ada” Lalu jawab imam itu kepada Daud: “Tidak ada roti biasa padaku, hanya roti kudus yang ada; asal saja orang-orangmu itu menjaga diri terhadap perempuan” Daud menjawab imam itu, katanya kepadanya: “Memang, kami tidak diperbolehkan bergaul dengan perempuan, seperti sediakala apabila aku maju berperang. Tubuh orang-orangku itu tahir, sekalipun pada perjalanan biasa, apalagi pada hari ini, masing-masing mereka tahir tubuhnya.”. Lalu imam itu memberikan kepadanya roti kudus itu, karena tidak ada roti di sana kecuali roti sajian; roti itu biasa diangkat orang dari hadapan TUHAN, supaya pada hari roti itu diambil, ditaruh lagi roti baru. [1 Sam 21:1-5]

    Apa saja yang keliru dari kisah Yesus di ladang Gandum ini?

    • Dalam kasus Daud, DAUD DIBERI ROTI, BUKAN MENGAMBIL TANPA IJIN dan dalam keadaan tahir/tidak berhubungan badan dengan perempuan. Saat itu, Daud berada dalam bahaya kelaparan dan TERANCAM KESELAMATAN akibat hendak dibunuh Saul. Dengan diberikan roti, Daud tidak melanggar Sabat, apalagi, di kasus ini, nyawa terancam, maka sabat boleh dilanggar (1 Makabe 2:41), sedangkan Yesus dan muridnya, TIDAK SEDANG TERANCAM KESELAMATAN, mereka sedang jalan-jalan santai. Jadi berdalih dengan kasus Daud adalah tidak relevan.
    • Dalam kasus Yesus:
      • Jika beralasan sebagai jatah orang miskin dan orang asing dengan “Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu..tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing” [Imanat 19:9-10], MASALAHNYA, tidak disebutkan itu terjadi setelah masa panen yang tentunya kaum farisi juga tahu aturan ini sehingga tidaklah disebut melanggar sabat dan malah jadi mengada-ada membela diri dengan merujuk pada kisah Daud.

        Tuduhan dilontarkan adalah ketika melihat mereka memetik dan makan gandum, maka jika hari itu hari raya buah sulung, orang miskinpun tetap mengacu hukum Taurat, “Apabila kamu sampai ke negeri..dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam, dan imam itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan Tuhan..Pada hari kamu mengunjukkan berkas itu kamu..JANGANLAH KAMU MAKAN roti, atau gandum baru itu, baik mentah, dipanggang, sampai kamu telah membawa persembahan Allahmu;itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu turun-temurun [Imanat 2:10-14]. Inilah yang dilanggar, ketika mengutip Daud untuk membela diri, ini mengada-ada.

      • Jika beralasan dengan “Apabila engkau melalui/berada (bow’) ladang gandum sesamamu yang belum dituai, engkau boleh memetik bulir-bulirnya dengan tanganmu, tetapi sabit tidak boleh kauayunkan kepada gandum sesamamu itu” [Ulangan 23:26], MASALAHNYA, di Mishnah Bava Metziah 7:2 spesifik menyatakan bahwa ayat ulangan itu BERLAKU bagi para pekerja yang bekerja pada ladang majikannya BUKAN bagi YANG SEDANG MELINTAS, Sementara Yesus dan pengikutnya BUKANLAH PEKERJA LADANG TERSEBUT, JUGA TIDAK MEMINTA IJIN DAN TIDAK ADA YANG MEMBERIKAN PADA MEREKA. Mereka ini tertangkap tangan SEDANG MENCURI bulir Gandum. Jika sebagai pekerjapun konyol mengingat “6 hari lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari yang ke-7 haruslah engkau berhenti, dan dalam musim membajak dan musim menuai haruslah engkau memelihara hari perhentian juga” [Keluaran 34:21]. Pencurian ini melanggar Sabat, menodai kekudusan Sabat

    • Yesus juga salah menyebut nama Imam besar pada kisah Daud, yang harusnya BUKAN Abyatar, melainkan Ahimalek bin Ahtub [1 Sam 22:9], Ahimalek dari Nob punya anak bernama Abyatar [22.20] yang kelak ikut dengan Daud.

      Untuk kategori mengklaim diri sebagai Tuhan, insiden salah sebut nama ini sangatlah memalukan dan tampaknya Yesus sudah terbiasa ngawur untuk hal yang terkait Daud:

        Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka: “Apakah pendapatmu tentang Mesias (Christos)? Anak siapakah Dia?” Kata mereka: “Anak Daud.” Kata-Nya kepada mereka: “Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh (pneuma) dapat menyebut Dia Tuannya (kurios), ketika ia berkata: Tuhan (Kurios) telah berfirman kepada Tuanku (Kurios mou): duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” [Matius 22.42-45, Lukas 20.41-44].

        Note:
        Mesias adalah orang yang dipilih (Yahudi/bukan) untuk (1) menolong/menyelamatkan bangsa ISRAEL dari: bangsa lain atau menyembah Tuhan lain dan menegakkan Taurat (sample: Musa, Samson dan Balaam) atau (2) terkait dengan kuil di Yerusalem (memerintahkan/membangun kuil agau memastikan KUIL TIDAK BERALIH FUNGSI untuk menyembah tuhan lain)

      Yesus saat itu, mengutip Mazmur 110.1, “Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN (Yahova) kepada tuanku (‘Adon): “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu”.

      Yesus tampak sama sekali buta tentang ini. Ia tidak tahu bahwa kaum Farisi sudah benar, karena tuanku (Adon/kurios) yang dimaksud memang merujuk pada SULAIMAN/SOLOMON, anaknya Daud sendiri, yang derajatnya menjadi tinggi karena Yahova mengangkatnya menjadi anak, karena ditunjuk untuk membangun KUIL:

        “Sesungguhnya, seorang anak laki-laki akan lahir bagimu; AKAN MENJADI SEORANG YANG DIKARUNIA KEAMANAN (HAYAH ‘IYSH M@NUCHAH). Aku akan mengaruniakan KEAMANAN kepadanya dari segala musuhnya di sekeliling. Ia akan bernama Salomo; SHALOM/DAMAI dan SHEQET/SEJAHTERA akan Kuberikan atas Israel pada zamannya. DIALAH YANG AKAN MENDIRIKAN RUMAH BAGI NAMA-KU dan DIALAH YANG AKAN MENJADI ANAK-KU dan AKU AKAN MENJADI BAPANYA; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya [1 Taw 22.9-10]

        Dan dari antara anak-anakku sekalian–sebab banyak anak telah dikaruniakan TUHAN kepadaku–Ia telah memilih anakku Salomo untuk duduk di atas takhta pemerintahan TUHAN atas Israel. Ia telah berfirman kepadaku: Salomo, anakmu, dialah yang akan mendirikan rumah-Ku dan pelataran-Ku SEBAB AKU TELAH MEMILIH DIA MENJADI ANAK-KU dan AKU MENJADI BAPAKNYA. Dan Aku akan mengokohkan kerajaannya sampai selama-lamanya [1 Taw 28.5-7].

        juga di setelah PENOBATAN SOLOMO (diurapi oleh IMAM ZADOK):

        “..pegawai-pegawai raja telah datang mengucap selamat kepada tuan kita raja Daud, dengan berkata: Kiranya Allahmu membuat nama Salomo lebih masyhur dari pada namamu dan takhtanya lebih agung dari pada takhtamu. DAN RAJAPUN TELAH SUJUD MENYEMBAH DI ATAS TEMPAT TIDURNYA, dan beginilah katanya: Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang pada hari ini telah memberi seorang duduk di atas takhtaku yang aku sendiri masih boleh saksikan.” [1 Raja-raja 1.47-48]

        Alasan lain bahwa ini merujuk pada Solomo:
        “TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek” (Mazmur 110.4). Anak-anak Daud menjadi Imam [2 Sam 8.18], Solomo, anak Daud, dipilih Yahova, jadi Shlomo imam yang diurapi/Mesias. Melkisedek juga sebutan, “Melkisedek, RAJA SALEM (MELEK SHALEM) [Kejadian 14.8], sebutan lainnya “AdoniZedek, raja Yerusalem” [Yosua 10.1]

        Di buku abad ke-19, buku yang dikategorikan Pseudopigraph, berjudul “Kitab Raja Solomo”, pengarangnya bernama Ahimaaz (ini juga menarik karena nama anak Zadok adalah Ahimaaz), pada bab “Gua Waktu” yang bercerita tentang Imam bernama Melkisedek meminta Adam agar mememberikan 60 tahun umurnya pada Sulaiman, jika tidak maka Sulaiman tidak akan ada [“Book of King Solomon” (sefer ha-melekh shelomoh akhimaatz mazkir malkhuti), translator: Prof. Solomon, 2005, ch 9: “Cave of Ages”, hal.42-47].

        Kisah ini mengkaitkan Imam bernama Melkisedek dengan Solomo

        Apa maksud Melki/Adoni-Zedek?
        Sebelumnya, Yerusalem, tidak terkait kaum Yahudi, awalnya merupakan sentra budaya Kanaan kuno, kaum Yebusit, pemuja Dewa EL-LYON yang punya nama lain, SEDEK dan SALIM. Nama SALIM menjadi nama anaknya David, yaitu SHLOMO (Ibunya orang kanaan, Batsheba) dan juga nama kota itu. [“A History of Religion East and West: An Introduction and Interpretation”, Trevor Ling, hal.45]. EL-SEDEK, dewa utama Kanaan kuno juga disebut MELCHI/MALKI/MALEK/ADONI-SEDEK atau “SEDEK adalah RAJAKU” [“Why Priests?: A Failed Tradition“, Garry Wills]. Salem, Dewa Senja kaum Kanaan, adalah dewa Keteraturan dan KEADILAN. Baik David maupun Shlomo menghindari friksi, tidak hanya antar dua kebudayaan, yaitu Kanaan dan kaum pendatang baru Yahudi, namun juga antar Dewa SALEM dan Dewa YAHWE, Dewa perang kaum Yahudi. Untuk menghormati Salem, Shlomo mengubah kuil yang asalnya terbuka menjadi beratap dan mengayomi dua grup kepercayaan berbeda. Bernhard Lang, menambahkan dalam catatan kakinya, tulisan Keel, “Die Geschichte Yerusalem undi Entstehung des Monotheismus”, vol. 1, hlm. 264-333: “bukti yang berasal dari nubuat alkitabiah yang kata-kata aslinya, meski dikaburkan dalam teks Ibrani, dapat direkonstruksi berdasarkan teks Septuagint/Yunani: ‘Matahari tahu dari langit bahwa Yahweh akan tinggal dalam kegelapan. Jadi, bangunlah rumah bagiku, sebuah rumah yang agung sehingga aku dapat tinggal di dalamnya lagi ‘(direkonstruksi dari 1 Raja-raja 8:53 teks Yunani; bahasa Ibrani hanya memiliki fragmen yang diedit dalam 1 Raja-raja 8: 12-13). Implikasinya adalah Dewa matahari butuh sebuah kuil dengan ruang gelap untuk menampung tamunya, Yahweh” [“Hebrew Life and Literature: Selected Essays“, Bernhard Lang]

      Sehingga Shlomo, bagi Daud, bukan cuma anaknya tapi juga tuannya.

      Ini mengerikan sekali, Yesus yang diklaim sebagai tuhan kaum Israel ini, justru buta tentang 2 raja Israel yang paling top dalam sejarah Yahudi.

    • Setelah kedapatan mencuri bulir gandum dan melanggar taurat, Yesus berdalih sebagai Tuhan.

      Pelecehan terhadap Tuhan ini,
      terekam juga dalam banyak cara, misalnya di suatu ayat, Ia mengajarkan bahwa tuhan TIDAKLAH satu: “..baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” [Matius 28:19]” atau di ayat lainnya dengan mengklaim dirinya sama degan Tuhan: “Aku dan Bapa adalah sama/satu (hen)” [Yohanes 10:30]

      Saat dituduh melecehkan tuhan dengan menyatakan dirinya sama dengan tuhan, Yesus berdalih karena taurat mengatakan, “Aku telah berfirman: Kamu (eimy) adalah allah (theos, single)?” [Yoh 10:34], Kalimat yang diklaim Yesus ini, merupakan kutipan dari kitab Mazmur:

        Para Allah (Elohim) berdiri di persidangan Allah (El), di tengah-tengah (qereb) para allah (Elohim) menghakimi: “Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan! Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!” Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi. Kataku (aniy amar): “Kamu (attah) para allah (elohim) berada atas segalanya (ben elyown kol), Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas.” bangkitlah (quwm) para Allah (Elohim), hakimilah bumi, sebab milikmu segala (kol) bangsa (gowy: biasannya non Israel). [Masmur 82.1-8]

      Tampak jelas klaim Yesus salah alamat, karena Para Allah yang dimaksudkan dalam mazmur ini, TIDAK merujuk pada jenis manusia.

      Statement bahwa Allah tidak satu, sama dengan dirinya, MELANGGAR pengakuan Iman (Shema, arti literal: “dengarlah”) ajaran Yahudi: “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu SATU!” (Ulangan 6:4), Ini kemudian ditulis di atas kulit lembu (perkamen) dan disebut Mezuzah, ditempelkan di pintu rumah dan juga diletakan dalam kotak kulit berbentuk kubus cat hitam dengan ikat kulit hitam (Tefillin). Pengakuan iman ini diajarkan pertama kalinya ketika mereka masih kecil, diucapkan setiap hari, sampai menjelang wafat

    Pada kasus ini,
    Yesus telah melanggar 3 dari 10 Perintah Y@hova, yaitu larangan ke-1 [Pendakwah (Nabi, saudara laki-laki, anak ibu, anak sendiri: Pria/wanita, isteri atau sahabat karibmu) yang mengajak MURTAD dan/Atau menyembah Allah lain (Ulangan 13.5-10); larangan ke-3 [menghujat/mengutuki atau menyebut nama tuhan dengan kesia-siaan/sembarangan (Imamat 24.15-16) dan larangan ke-8, yaitu mencuri kekayaan fisik (Imamat 6.2,5)

    Selain urusan bulir gandum, ada beberapa insiden lain yang menunjukan Yesus dan pengikutnya terbiasa merampas/mengambil barang tanpa ijin, misalnya:

    Kasus 2 ekor keledai:

      Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan:

      “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan (Heurisko) SEEKOR KELEDAI BETINA (ONOS) TERTAMBAT DAN ANAKNYA (POLOS) ada dekatnya. LEPASKANLAH/AMBIL/LANGGAR (Luo) keledai itu dan BAWALAH KEDUANYA kepada-Ku. (MARKUS 11.2 -> ..Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera HEURISKO SEEKOR KELEDAI MUDA (POLOS) TERTAMBAT, yang belum pernah ditunggangi orang. LUO keledai itu dan bawalah ke mari. LUKAS 19.30 -> Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan HEURISKO SEEKOR KELEDAI MUDA (POLOS) TERTAMBAT, yang belum pernah ditunggangi orang. LUO keledai itu dan bawalah ke mari). DAN JIKALAU ADA ORANG YANG MENEGOR KAMU, katakanlah: TUHAN (KURIOS) MEMERLUKANNYA. Ia akan segera mengembalikannya.” (MARKUS 11.3 -> DAN JIKA ADA YANG MENGATAKAN KEPADAMU: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: TUHAN (KURIOS) MEMERLUKANNYA. Ia akan segera mengembalikannya ke sini. LUKAS 19.31 -> 19:31 DAN JIKA ADA ORANG YANG BERTANYA KEPADAMU: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: TUHAN (KURIOS) MEMERLUKANNYA. YOHANES 12.4 -> YESUS MENEMUKAN (Heurisko) SEEKOR KELEDAI MUDA LALU IA NAIK KE ATASNYA,..).

      HAL ITU TERJADI SUPAYA GENAPLAH FIRMAH YANG DISAMPAIKAN OLEH NABI: “Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya. [Matius 21:2-7, Markus 11:2-7 dan Lukas 19:30-35. Juga Yohanes 12.12-16]

    3 Injil sinoptik: Yesus menyuruh muridnya + “JIKA ADA YANG MENEGURMU/BERTANYA” VS Kitab Yohanes: Yesus sendiri yang melakukannya (YESUS MENEMUKAN SEEKOR KELEDAI MUDA LALU IA NAIK KE ATASNYA).

    Bagaimana mungkin kejadian sepenting ini, INGATAN MEREKA TIDAK SAMA? dan KELEDAI itu jelas diperolehnya SECARA MENGGELAP/tanpa IJIN (baik dilakukan sendiri atau menyuruh orang lain), padahal Keluaran 23.4 sudah menyampaikan dengan jelas, “Apabila engkau melihat lembu musuhmu atau keledainya yang sesat, maka segeralah kaukembalikan” bahkan para Nabi lainnya misal: Abraham (Kej 22.3), Musa (Kel 4.20), dan lainnya pun tidak ada yang melakukannya dengan mencuri.

    Terjemahkan “kurios” = TUHAN bukan TUAN/PEMILIK, membuat Yesus, hanya di 3 tempat ini saja TAMPAK menyebut diri sebagai TUHAN, namun INI MENJADI TIDAK SINGKRON dengan ayat selanjutnya, karena PARA MURIDNYA SENDIRI TIDAK menyebutnya TUHAN tapi “RAJA..” [Lukas 19.38]. Anehnya, di YOHANES 12.13, yang berucap BUKAN MURIDNYA melainkan KHALAYAK: “mereka .. berseru-seru: …Raja Israel!” atau di MATIUS 21.11: “Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah NABI..” atau di Markus 11. 9, “Dia yang datang..” Jadi, seluruh lanjutan ayat di 4 injil TIDAK ADA yang menyebutnya TUHAN.

    Menterjemahkannya menjadi TUHAN, maka NAS menjadi tidak terpenuhi, karena SEHARUSNYA YANG DATANG ADALAH RAJA bukan TUHAN/NABI: “Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, RAJAMU DATANG kepadamu”. Namun, apapun terjemahannya, baik itu TUHAN/TUAN/PEMILIK, tetap saja aneh, karena BUAT APA Tuan/Pemiliknya PERLU BERJANJI AKAN MENGEMBALIKAN BARANGNYA SENDIRI?. Bahkan hingga Yesus wafat, TIDAK ADA keledai itu dikembalikannya

    Bahkan, kalimat “HAL ITU TERJADI SUPAYA GENAPLAH FIRMAH YANG DISAMPAIKAN OLEH NABI..” jelas menunjukan ADA TUJUAN MENIPU DENGAN MEREKAYASA KEJADIAN. Ide ini brilian bagi yang terjepit! Karena toh SUDAH BANYAK yang marah padanya hingga melemparinya dengan batu [Yoh 8:59, Yoh 10:31]. “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”[Yoh 10:33] demikian mereka katakan, menurut hukum taurat, mereka yang: menghujat Allah [Imanat 24:16], melanggar sabath [kel 31:14-15, 35:2] bagiannya adalah MATI. TUHAN akan membinasakannya [Imanat 23:30] dan memerintahkan untuk DIBINASAKAN [Bil 9:13].

    Oleh karenanya, “Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya” [Yoh 11:53-54]. Hingga 2 hari menjelang paskah. Para Yahudipun mencarinya dan bertanya-tanya apakah di hari paskah Yesus akan ke Yerusalem, sementara itu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi telah memberikan perintah supaya setiap orang yang tahu di mana Dia berada memberitahukannya, agar mereka dapat menangkap Dia.[Yoh 11:55-57].

    Siapa tahu, kali ini manjur, karena untuk level tuhan, dilempari batu dan sembunyi tidaklah elok. Namun itu tetap tidak berhasil, Ia tetap di adil dan bahkan Ia pun ketakutan dimenjelangnya: “..Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia SANGAT KETAKUTAN (Di matius 26.37, “..Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar“) dan makin bersungguh-sungguh berdoa. PELUHNYA MENJADI SEPERTI TITIK-TITIK DARAH YANG BERTETESAN KE TANAH [Lukas 22.41-44]

    Klaim Alkitab bahwa para khalayak mengelu-elukannya sebagai raja Israel JELAS TIDAK BENAR, sekurangnya 3 penulis lainnya menyampaikan bahwa di abad ke-1 MASEHI, yaitu puluhan tahun setelah Yesus wafat, Kaum Yahudi TIDAK PERNAH menganggap Mesiah sudah datang, mereka disaat itupun, masih terus menantikan kedatangannya:

      Di kisaran sebelum pemberontakan Yahudi ke-1 (66-70 M), di kalangan Yahudi beredar kepercayaan bahwa Mesias dari kalangan mereka, akan menjadi gubernur di muka bumi. [“The War of The Jews”, Josephus, Ch.6.5 dan “Hitories”, Tacitus 5.13.] Juga dalam “The Life of Vespasia”, Suetonius, 4.5: “Telah tersebar di seluruh Timur Tengah kepercayaan kuno yang mapan, bahwa saat itu telah ditakdirkan, orang-orang yang datang dari Yudea akan memerintah dunia. Prediksi ini mengacu pada Kaisar Roma..

    Pemberotakan Yahudi ke-1 ini dipadamkan Titus dan berimbas pada hancurnya kuil ke-2/Kuil Herod (Pada bagian Barat kuil ini terdapat tembok yang kelak disebut TEMBOK RATAPAN). Ini di sebut kuil ke-2 karena dibangun setelah kuil ke-1/kuil Sulaiman dihancurkan Nebukadnesar II.

    Memang BELUM TENTU para khalayak Yahudi itu benar, namun, apakah pertimbangan dan ramalan Yesus benar? SAMA SEKALI TIDAK.

      “Yesus keluar dari Bait Allah…datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah (HIERON). Ia berkata kepada mereka: “Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya TIDAK SATU BATUPUN DI SINI AKAN DIBIARKAN TERLETAK DI ATAS BATU YANG LAIN; SEMUANYA AKAN DIRUNTUHKAN” [Mat 24.1-2. Bait Allah yang sama di Yoh 2.19-20]


    Yesus TELAH KELIRU
    , karena BAHKAN hingga kini, batu-batu yang terletak di atas batu lainnya, masih dapat kita lihat sebagai TEMBOK RATAPAN!

    Kasus Pembantaian 2000 Babi:

      Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara/Gerasa, datanglah dari pekuburan DUA ORANG YANG KERASUKAN SETAN [MARKUS 5.3 dan LUKAS 8.27 -> JUMLAH ORANG YG KERASUKAN = 1]…Tidak jauh dari mereka itu [LUKAS 8.32 dan MARKUS 5.11 -> LERENG GUNUNG/BUKIT] sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu [MARKUS 5.9 -> Kawanan Setan itu bernama LEGION] meminta kepada-Nya, katanya: “Jika Engkau mengusir kami, SURUHLAH KAMI PINDAH KE DALAM SEKAWANAN BABI ITU.” Yesus berkata kepada mereka: “Pergilah!” [LUKAS 8.32 dan MARKUS 5.13 -> Yesus mengabulkan permintaan mereka] Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu [MARKUS 5.12 -> JUMLAH BABI =2000] dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. Maka larilah PENJAGA-PENJAGA BABI ITU dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. [Matius 8.28-34, Lukas 8.26-34, Markus 5.1-14]

    Yesus tampaknya kurang berbakat dalam mengusir setan, karena para manusia lainnya bisa menyembuhkan kesurupan tanpa perlu membantai ribuan binatang yang tidak bersalah, Ribuan Tuhan lain, pastinya sangat mudah menaklukan setan, tidak perlu sampai membantai ribuan binatang pula.

    Ditambah lagi aksi ngawurnya main hakim sendiri mengabulkan permintaan setan untuk menuju babi-babi itu sebagai sasaran, padahal babi-babi itu bukanlah miliknya atau milik kristen lainnya, juga babi-babi itupun bukan babi liar, ada pemiliknya, para penjaga babi. Ini jelas pencurian dengan pembantaian.

    Ada hukum Taurat yang menyatakan “Apabila seseorang mencuri seekor lembu ATAU seekor domba DAN MEMBANTAINYA atau menjualnya, maka IA HARUS MEMBAYAR GANTINYA, yakni 5 ekor lembu ganti lembu itu dan 4 ekor domba ganti domba itu [Keluaran 22:1] namun ini hanya berlaku untuk lembu dan domba [Baba Kama 67b].

    Apakah ada ganti rugi bagi pencuri dan pembantai babi?

    Dalam Talmud Babilonia, hukum sipil (Traktat Baba Kamma), Gemara, Ch,6 dikatakan: “Terdapat lebih banyak kasus untuk ganti rugi 2x lipat daripada gantirugi 4x/ 5x lipat. Untuk ganti rugi 2x aplikasinya untuk sesuatu yang hidup dan tidak hidup, sementara 4x/5x lipat hanya pada kasus lembu dan domba”. Hukum Taurat menegaskan bahwa seorang pencuri harus mengembalikan barang yang dicurinya dengan segala biayanya

    Berapa besar kerugian para peternak akibat ulahnya?

    Harga Babi antara bulan Jan-April 2008 adalah Rp.3.5 jt/ekor, jadi untuk 2000 babi = Rp.7 Milyar (belum termasuk lainnya). maka biaya ganti rugi minimum 7 Milyar

    Sehingga wajar saja Ia lebih baik kabur meninggalkan kota daripada membayar. Untung saja Ia tidak terlahir di jaman ini, karena bisa-bisa diamuk masa dibakar hidup-hidup karenanya

  • Melanggar ketentuan berpuasa saat Sabat:
    Yesus makan di rumah Matius..[Matius 9.10]..Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” [Matius 9.14. Di Markus 2.18 -> Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”. Di Lukas 5:33 -> Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum”]

    Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa [Matius 9.14, Lukas 5.34-35, Markus 2:19-20]

    Hukum Taurat mana yang dilanggar Yesus?
    Lukas 18.12 menyebutkan bahwa Orang Farisi berpuasa 2x seminggu, sementara itu, umat kristen awal juga diketahui melakukan puasa 2x seminggu, misalnya Didache (ajaran 12 rasul) 8.1 -> “Jangan kamu berpuasa bersama orang-orang yang munafik (Besar kemungkinan merujuk pada kaum Yahudi), karena mereka berpuasa pada hari ke-2 dan ke-5 setiap minggu. Adapun kamu, berpuasalah pada hari ke-4 dan hari persiapan (ke-6)”.

    Karena ada kalanya, ke-2 Golongan ini puasa bersama-sama, karena hari berpuasa mereka tidak sama, maka saat puasa bersama hanya terjadi di saat sabat tertentu saja [Imanat 23.14 dan 23.27], juga, Yesus menyampaikan bahwa murid-muridnya berpuasa saat ia diambil (untuk menebus dosa manusia), maka ini mengindikasikan hari itu adalah sehari sebelum hari raya Pendamaian.

    Bagi kaum Yahudi, setiap bulan ke-7 hari ke-10 adalah hari raya pendamaian (kippurim = “menutupi”, menutup dosa dengan memberikan pembayaran yang setara) untuk pengampunan dosa bangsa Israel. Kegiatan hari itu: Tidak bekerja, BERPUASA (mulai tanggal 9), mengadakan pertemuan untuk beribadat dan mempersembahkan kurban makanan kepada TUHAN. Barangsiapa makan sesuatu pada hari itu, tidak dianggap lagi anggota umat Allah [Imamat 23.26:32]

      “Apabila kamu dengan tidak sengaja melalaikan salah satu dari segala perintah ini, yang telah difirmankan TUHAN kepada Musa, yakni dari segala yang diperintahkan TUHAN kepadamu dengan perantaraan Musa, mulai dari hari TUHAN memberikan perintah-perintah-Nya dan seterusnya turun-temurun..maka haruslah ia mempersembahkan kambing betina berumur setahun sebagai korban penghapus dosa dan imam haruslah mengadakan pendamaian di hadapan TUHAN bagi orang yang dengan tidak sengaja berbuat dosa itu, sehingga orang itu beroleh pengampunan..Baik bagi orang Israel asli maupun bagi orang asing yang tinggal di tengah-tengah kamu, satu hukum saja berlaku bagi mereka berkenaan dengan orang yang berbuat dosa dengan tidak sengaja. TETAPI orang yang berbuat sesuatu dengan sengaja, baik orang Israel asli, baik orang asing, orang itu menjadi penista TUHAN, ia harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya, sebab ia telah memandang hina terhadap firman TUHAN dan merombak perintah-Nya; pastilah orang itu dilenyapkan, kesalahannya akan tertimpa atasnya.”[Bilangan 15]
  • Melanggar batas perjalanan Sabat (Keluaran 16.29, bilangan 35.5) sejauh 2000 hasta (Yosua 3:4-5 : 2000 Hasta = 2000 x 45.72 cm = 0.9144 km), yaitu pada tanggal 15 Nisan, setelah makan malam Paskah, pergi ke luar kota, ke seberang sungai Kidron menuju bukit Zaitun (Markus 14:17-26; Matius 26:17-30; Lukas 22:7-39; Yohanes 18.1).

    Jarak kota – Bukit Zaitun: 3.5 km – 4 Km (Getsemani di kaki bukit Zaitun dan Bethany di Lereng bukit Zaitun). Pelanggaran mengadakan perjalanan melampau batas sabat dapat di hukum mati (Bilangan 15.30-36)


Pelanggaran HUKUM KERAJAAN, diantaranya:

  • Melakukan pemberontakan:
    menyuruh menimbun persenjataan dan membiarkan terjadinya tindak kekerasan terhadap aparat kerajaan.

    Sebelum ke luar kota menuju bukit Zaitun, Yesus perintahkan pengikutnya untuk membeli senjata: “sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang”.[Luk 22:36-38].

    Saat di jemput di Getsemani:
    Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus” [Yohanes 18:10-11. Juga lihat di Matius 26:51-52, Lukas 22: 52]

    Dalih membeli pedang:
    Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak” [Lukas 22:37]

    Fakta:
    Yesus menyuruh jemaatnya membeli SENJATA, tertangkap tangan dengan senjata dan menggunakan senjata serta mengakui sendiri agar dianggap sebagai pemberontak.

  • Melarang membayar pajak, menghalangi aparat pajak bekerja:
      “Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja.” [Lukas 23.2]

    Sebelum Yesus lahir,
    Herodes yang agung (Ayah dari Herodes Antipas) berhasil melakukan hal-hal besar [Excavating Jesus, J D Crossan & J L Reed, SPCK, 2001], kerajaannya aman dari bandit dan invasi, pekerjaan umum terlaksana: Jalan dan pelabuhan laut dibangun memfasilitasi peningkatan besar dalam perdagangan dan produksi pertanian.

    Keberhasilan pembangunan ini adalah atas pajak yang langsung diterima Herodes.

    Setelah kematian Herodes,
    perekonomian mengalami kemunduran,Yudea dan Samaria di bawah kekuasaan Romawi dan hasil pajak sekarang langsung menuju Roma tidak lagi via penguasa Herodian lokal. Pajak yang umum dipungut, diantaranya: (1) Pajak tanah, (2) Pajak kepala: dikenakan pada laki-laki oleh Kirenius berdasarkan daftar wajib pajak, (3) Pajak bea cukai atas barang melewati gerbang kota dan di pelabuhan (4) Pajak pembangunan KUIL dan bisnis lain yang berhubungan dengan kuil

    Agama Yahudi sangat jelas mendefinisikan bahwa TIDAK ADA PAJAK untuk PENJAJAH KAFIR. Para fanatik agama yang secara konstan mengacaukan negara ini dapat dihancurkan.

      [Gamaliel, seorang Farisi di Sanhedrin/Mahkamah Agama]: Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.Sesudah dia, pada waktu sensus penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya.[KPR 5.29,36-37]

      Note:
      Ini bukan sensus penduduk (juga di Lukas 2.1-2) namun pendaftaran wajib pajak yang digalakakn pada jaman Gubernur Syiria dan Judea, Quirinius (6 Masehi). Ini memicu pemberontakan, Judas dari Galilea. Kejadian atas keputusan pajak berikutnya kelak terjadi lagi di Galilea tahun 44 dan puncak terhebatnya adalah tahun 66-73 yang berakhir dengan lenyapnya bait suci dari Jerusalem dan hancurnya bangsa Yahudi di Yerusalem

    Para telonai (petugas pajak) dikaryakan, mereka ini merupakan kontraktor sipil yang ditenderkan untuk mengumpulkan pajak di bawah pengawasan gubernur. Para petugas ini datang langsung menilai barang kena pajak dan sistem ini rentan penyalahgunaan sehingga tidak mengherankan para pemungut pajak dianggap sekelas kafir dan pendosa.

      “Apabila saudaramu berbuat dosa..jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut pajak. [Matius 18.15-18]

    Yesus jelas tidak pro Romawi dan punya cara halus untuk menghambat aliran uang pajak sampai ke tangan pemerintahan kafir Romawi, di antaranya:

      SELURUH (Pas) pemungut pajak (Telone)..biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia”[Lukas 15:1]

    Karena seluruh pemungut pajak tidak ada yang bertugas maka pendapatan pajak kerajaan menjadi berkurang.

    Setelah Romawi menduduki area Yerusalem sekitar,
    Kaum agamawan Yahudi tidak lagi berkewenangan untuk mencetak mata uang sendiri dan berdampak pada pelaksanaan ibadah keagamaan, misalnya di aturan Taurat Musa bahwa setiap pria Yahudi diatas 20 tahun WAJIB memberikan uang perdamaian atau persembahan khusus kepada Tuhan untuk keperluan Ibadah, yaitu 1/2 Shekel (2 dirham)/tahun (Kel.30.13-16, 38.26) yang aplikasi pengumpulannya disebutkan dalam tract Shekalim Ch.1: “Tanggal 15 s.d 25 Adar, jatuh temponya kewajiban iuran 1/2 shekel, pengumpul dan/atau penukaran uang didirikan di luar Yerusalem. Mulai tanggal 25, semakin ramai pembayar dan kerumunan massa menuju Jerusalem, pengumpul/penukar uang juga duduk di pelataran kuil“.

    Peziarah yang datang dari berbagai penjuru, tidak semua siap dengan koin Shekel Yahudi dan karena Yerusalem berada dibawah pemerintahan Romawi, mereka bepergian engan membawa koin romawi yang tidak berlaku untuk urusan ini (karena ada gambar raja dan tulisan anak tuhan dan juga karena beratnya tidak sama dengan aturan 1/2 shekel) sehingga perlu ditukar dengan shekel Yahudi, juga pada pajak-pajak lainnya yang menggunakan koin yang diserahkan/ dibawa ke tempat ibadah maupun koin halal untuk membeli bahan-bahan keperluan beribadah, misalnya, binatang sebagai kurban sesembahan.

    Mengapa?

    Koin Romawi dan koin lainnya dianggap melecehkan hukum ke-1 dan ke-2 dari 10 perintah Y@hova, karena terdapat gambar raja dan juga tulisan: “raja y anak tuhan x”. Untuk mengatasi kendala ini, maka sebagai solusinya, Sanhedrin/mahkamah agama, bersepakat untuk menggunakan koin keluaran kota Tirus (gambar di bawah kanan). Sehingga ketika hendak beribadah, mereka dapat menukarkan koin tidak halal tersebut dengan koin halal keluaran kota tirus.

    Keadaan ini menjadi peluang bagi beberapa orang berupa menjamurnya usaha penukaran uang di sekitar tempat Ibadah [dan juga penyedia bahan-bahan ibadah lain di sekitar tempat ibadah, setelah mereka menukarkan koin tersebut] dan jenis usaha baru ini juga menjadi lahan barang kena pajak bagi pemerintahan Romawi. Hal ini men-tradisi selama bertahun-tahun hingga kemudian Yesus melakukan gebrakan untuk menghentikan pemanfaatan ibadah untuk kepentingan bisnis

      Ia masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati.. [Matius 21:12-14] dan Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “46 tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. [Yohanes 2.15-21]

      Padahal mereka disana ini, disamping untuk pengumpulan dan/atau penukaran uang tebusan pendamaian, juga sesuai aturan Taurat Musa, “Persembahan KURBAN berupa lembu/sapi, kambing/domba,..harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan..(lembu: disembelih di hadapan TUHAN; kambing: disembelih di sisi mezbah sebelah utara di hadapan TUHAN) ..menyiramkan darahnya pada mezbah sekelilingnya ..Jikalau persembahannya dari burung ..Imam harus membawanya ke mezbah ..Darahnya harus ditekan ke luar pada dinding mezbah ..Temboloknya serta dengan bulunya haruslah disisihkan dan dibuang ke samping mezbah sebelah timur, ke tempat abu” [Imanat Ch 1 dan Ch.12: perempuan habis melahirkan]

      Jadi semua proses kurban persembahan tersebut HARUS DILAKUKAN DISEKITAR MEZBAH dan PINTU, maka wajar binatang kurban ada di area kuil. Juga, menjadi tidak praktis bagi peziarah jarak jauh membawa serta kurban persembahannya.

      Sehingga aksinya ini malah mengacaukan hukum Taurat.

      Seiring meningkatnya jumlah peziarah, harga kurban juga meningkat, sehingga pernah di misnah, yaitu kritut 1.7, mengisahkan bagaimana Rabi Simon bin Gamaliel, menyiasati tingginya harga burung dengan mengubah aturan kurban bagi orang miskin, yang asalnya 2 burung menjadi 1 burung saja.

      Bayangkan, seorang biasa dan bukan diakui Tuhan saja malah jauh lebih bijaksana.

    Yesus-pun mencoba memberikan solusi, yaitu:

      “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat..Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. [Matius 6:5-6]

      Paulus:
      Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. [KPR 17:25]

    Solusi Yesus dan Paulus yang mengajak mereka berhenti mengunjungi bait Allah benar-benar buruk bagi para imam, penganut setia dan juga para pemerintahan romawi, karena:

    • Pendapatan para imam menjadi menurun
    • Perekonomian (misal: bisnis penukaran uang, penjual bahan-bahan ibadah dan juga perternakan, pertanian, buruh angkut, dan transportasi) menjadi berputar semakin lambat: melemahnya permintaan, maka supply-pun melemah
    • Karena demand dan supply terganggu dan bahkan melemah, maka pendapatan kena pajak yang diterima pemerintah romawi dari tanah, pemanfaatan tanah, pajak perkepala, bea cukai barang masuk-keluar, pajak bisnis tukar menukar uang dan ritual menjadi semakin berkurang
    • Orang yang menggadaikan tanahnya menjadi semakin tidak mampu membayar pajak, mereka menjadi budak, pekerjaan berkurang, kelaparan meningkat, mereka menjadi beban kerajaan dan membuat keadaan menjadi semakin rawan!

    Singkat kata: Dengan tidak ada perdagangan -> tidak ada pajak, Dengan tidak ada pajak -> tidak ada perdagangan!

    Jika apa yang dilakukan Yesus dan Paulus ini benar dan direstui Y@hova, maka kemana Y@hova pada tahun 70 Masehi? ketika jutaan umat pemuja Y@hova tewas dan ribuan orang menjadi budak, bait Allah lenyap SELAMA-LAMANYA dan para umat Y@hova terpencar keluar dari Yerusalem. Ini semua justru terjadi karena protes pajak!

    Yesus dan para nabinya bahkan lupa bahwa mereka bisa mengajar dengan tenang, memprofokasi orang agar tidak ke kuil, dapat makan dengan tenang,dapat menikmati perjalanan mengajar dengan tenang adalah berkat PAJAK yang dikelola oleh pemerintahan KAFIR Romawi

    Apakah Yesus membayar pajak dan menganjurkan membayar pajak?

    Mari kita lihat Markus 12:13-17 di bawah ini:

      Beberapa orang Farisi dan Herodian (bawahan gubernur Herodes) datang kepada Yesus..dan berkata kepada-Nya: “..Apakah boleh membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?“.
      Yesus mengetahui kemunafikan mereka dan berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku?..”

        Note:
        Ini pertanyaan dilematis, jika dijawab “tidak”, maka dirinya akan ditahan atas dakwaan kejahatan melawan kaisar, namun jika dijawab “bayarlah”, maka mereka ini akan menghakiminya dengan hukum ke-1 dari 10 Perintah Y@hova.

      ..Bawalah kemari suatu dinar supaya Kulihat!” Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.”

        Note:
        Di koin tersebut (gambar bawah kiri) tercantum kalimat: kaisar Tiberius adalah anak tuhan Agustus!

      Lalu Yesus berkata: “Berikan kepada Kaisar apa yang menjadi milik Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi milik Allah!”.. [markus 12:13-17]

        Note:
        Perhatikan! Yesus tidak menjawab langsung dengan: “boleh/tidak” atau “bayar/jangan” pada pertanyaan: “Boleh atau tidak membayar pajak pada Kaisar, orang yang tercantum di koin ini dan yang mengaku ANAK TUHAN, padahal HUKUM ke-1 menyatakan tidak boleh mempunyai TUHAN LAIN? dan HUKUM ke-2 menyatakan tidak boleh melayani Allah lain?“.

        Sampai akhir hayatnya, tidak tertulis bahwa Yesus membayar pajak negara (bukan pajak agama/pajak bait Allah)

        Yesus hanya mengatakan mereka MUNAFIK, bahwa mereka sudah tahu, “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.” [Mazmur 24.1] atau “bumi adalah milik TUHAN.” [Keluaran 9:29]

    Apakah Yesus tidak munafik?

    Mari kita lihat Matius 17:24-27 dibawah ini:

      ..datanglah pemungut PAJAK BAIT ALLAH kepada Petrus dan berkata: “Apakah gurumu tidak membayar bea 2 Dirham itu?” Jawabnya: “Memang membayar

        note:
        Jawaban Petrus “Memang membayar” kurang tepat, seharusnya adalah “BELUM MEMBAYAR” yang akan terbukti kemunculannya di ayat-ayat selanjutnya

      Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”. Petrus: “Dari orang asing!” Yesus: “Jadi bebaslah rakyatnya.

        note:
        Perhatikan! Yang ia ajarkan: Yang seharusnya bayar pajak adalah ORANG ASING (Orang asing adalah penjajah atau orang yang negerinya ditaklukan, ini semacam JIZYA!). Pemilik tidak seharusnya membayar pajak. Padahal pajak yang ditagihkan ini BUKANLAH pajak negara tapi pajak penebusan khusus bagi mereka yang kaum Yahudi untuk keperluan AGAMANYA SENDIRI dan ini telah berlangsung sejak jaman Musa.

        Tentang taat Pajak dan pemerintahan, Paulus punya pandangan berbeda dengan Yesus dan Petrus:

          Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah..sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat .. Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat. [Roma 13:1-7]

        Paulus memandang Petrus sebagai orang Munafik (Galatia 2.13-15) mereka berdua memang kurang akur

      Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan..pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga. Ambillah uang itu dan bayarlah kepada mereka pajak kita untuk Rumah Tuhan” [matius 17:24-27]

        note:
        Apa sih beda koin dari mulut ikan vs koin dari Tiberius?

        koin di mulut ikan adalah buatan kota Tirus (gambar kanan) dan tertera Baal (Tuhan) Melkqart (pemimpin Kota), dewa matahari bangsa Kanaan dan Punisia serta dibaliknya: Elang mesir dalam mitologi Yunani Heracle (Herkules)

        Yesus menolak koin yang bergambar Tiberius, anak tuhan, namun Yesus menerima koin yang bergambar “BAAL” Malkqert, dewa matahari kaum Punisian.

        Yesus harusnya tau persis bahwa ini juga tindakan MUNAFIK.

        Alasan Yesus membayar ternyata juga bukan karena ini “persembahan khusus kepada TUHAN” (Keluaran 30.13), yaitu “memberikan kepada tuhan apa yang tuhan miliki”, namun ternyata agar tidak tersandung dilaporkan! Padahal pajak ini perintah Taurat dan bahkan untuk membayarnyapun, tidak dari hasil jerih payahnya sendiri.

    Di kedua peristiwa di atas ini,

    Yesus tidaklah menyimpan uang koin, karena Yudas muridnya, ditugasinya sebagai pemegang kas (Yohanes 12.6, 13.29). [Lebih lanjut: Who Would Jesus Tax?]

    Tuduhan Raja orang Yahudi,

      Seluruh sidang itu berdiri, lalu membawa Yesus ke hadapan Pilatus. Mereka berkata, “Kami dapati Orang ini menyesatkan rakyat. Ia menghasut orang supaya jangan membayar pajak kepada Kaisar, sebab kata-Nya Ia adalah Kristus (krestos?), seorang Raja.” [Lukas 23:1-2]

      Pilatus bertanya kepada-Nya: “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “phemi su lego (seperti yang engkau katakan)” [Lukas 23:3, Matius 27:11, Markus 15:2]

      Pilatus masuk kembali ke istana dan memanggil Yesus, lalu bertanya, “Apakah Engkau raja orang Yahudi?” Yesus menjawab, “engkau sendiri atau ada orang lain yang memberitahukan kepadamu tentang Aku?”

      Pilatus menjawab, “Apakah aku ini orang Yahudi? Yang menyerahkan Engkau kepada saya adalah bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala. Apa yang sudah Kaulakukan?”

      Yesus berkata, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini. Andaikata kerajaan-Ku dari dunia ini, orang-orang-Ku akan berjuang supaya Aku jangan diserahkan kepada para penguasa Yahudi. Tetapi memang kerajaan-Ku bukan dari dunia ini!”

      Lalu kata Pilatus kepada-Nya, “Engkau seorang rajakah juga?” Maka sahut Yesus, “Benar seperti kata Tuan bahwa Aku ini seorang raja…” [Yohanes 18:33-37]

      ..Orang-orang Yahudi itu menjawab, “Menurut hukum kami, Ia harus dihukum mati sebab Ia mengaku diri-Nya Anak Allah

      Ketika Pilatus mendengar mereka berkata begitu, ia lebih takut lagi.. ia berusaha untuk melepaskan Yesus. Tetapi orang-orang Yahudi berteriak-teriak, “Kalau Tuan membebaskan Dia, Tuan bukan kawan Kaisar! Orang yang mengaku dirinya raja, adalah musuh Kaisar!

      ..Pilatus berkata kepada orang-orang itu, “Ini rajamu!

      ..Mereka berteriak-teriak, “Bunuh Dia! Bunuh Dia! Salibkan Dia!”

      Pilatus bertanya, “Haruskah saya menyalibkan rajamu?” Imam-imam kepala menjawab, “Hanya Kaisar satu-satunya raja kami!” Maka Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan.[Yohane 19:7-16]

    Mengenai pemberontakan terhadap kaisar, ini juga disampaikan dari hasil riset Dr Barbara Thiering tentang naskah laut mati dan Nag Hammadi, dimana tertulis bahwa Maria Magdalena dulunya adalah seorang pejuang pembebasan penindasan Yahudi oleh Romawi., seorang militan yang setia dan bermusuhan dengan Roma hingga Yesus membujuknya untuk mengikutinya. Namun karena kejadian ini terjadi pada masa pemerintahan raja Caligula (37-41M) militerisme bangkit lagi. Kebutuhan akan kepahlawannan diperlukan untuk menghadapi tirani romawi. Mary kembali pada keadaan semua dan berteman dengan Helena dan Simon Magus di 44 M. Setelah melahirkan anak ke-3nya. Keretakan perkawinan ini berada di antara orang2 Kristen bersama Yesus dan pejuang pembebasan bersama Simon Magus. Mary meninggalkan perkawinan. Itu adalah saat dimana Paulus meletakan dasar praktek untuk bercerai di 1 Korintus 7:10-16

[Kembali]
________________________________________

Kelahiran Yesus: Dimana? Kapan? Bulannya? Koq Beda 12 tahun antara Matius VS Lukas?
Artikel ini kita bagi dalam 3 topik, yaitu: Bagian ke-1 untuk menjawab di mana, Bagian ke-2 untuk menjawab kapan [] dan Bagian ke-3 untuk menjawab bulannya []

Di mana Yesus Lahir?

    Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem Yudea (en bethleem Ioudaia) pada zaman raja Herodes datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem .. Kami telah melihat bintang-Nya di Timur.. dan kami datang untuk menyembah Dia. Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem [Mat 2.1-4] .. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.[Mat 2.9]

      Note:
      Yang seharusnya mengejutkan adalah KOQ TIDAK SATUPUN dari SELURUH warga yang terkejut ini, menjadi saksi atas munculnya BINTANG yang mampu BERHENTI?

      3 injil lainnya TIDAK MEMBERIKAN dukungan untuk dongeng yang dibuat Matius. Bahkan Lukas malah menceritakan dongeng yang berbeda bahwa yang datang BUKANLAH para Magi melainkan para gembala dan sinar BUKANLAH dari BINTANG yang DIAM, melainkan dari kedatangan para malaikat + tentara surga:

        dan para gembala (kai poimen) yang hidupnya di padang terbuka (eimi en ho chora ho autos agrauleo) dan berjaga mengawal ternaknya di malam hari (kai phulasso phulake ho nux epi ho poimne autos) [luk 2.8]. Malaikat Tuhan mendatangi dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka da memberitahukan bahwa christos kurios telah lahir, di kota Daud (en polis dabid), sebagai tanda, mereka akan: dapati (heurisko) bayi (brephos) terbungkus (sparganoo) dan terbaring (kai keimai) di tempat makan ternak (en phatne. Berasal dari Pateomai = makan) [Lukas 2.9-14].

        Setelah Para Malaikat pergi, salah seorangnya mengajak ke Betlehem (bet = tempat/rumah + lechem = makanan hewan/manusia) untuk melihat apa yang terjadi di sana, mereka berangkat dan menjumpai Maria, Yusuf dan bayi yang terbungkus dan terbaring DI TEMPAT MAKAN TERNAK. ketika mereka menceritakan yang mereka alami, SEMUA ORANG HERAN mendengarkan cerita mereka [Lukas 2.15-20]

      Kata “Polis”, 11x juga diterjemahkan secara jamak: “kota-kota” namun, untuk “kota Daud”, dari 49x penggunaannya di Perjanjian Lama (PL), selalu merujuk ke Yerusalem/Sion dan TIDAK PERNAH merujuk ke Betlehem [Flavius Josephus di Antiquities of Jews, buku ke-7, ch.3: “Kota Daud adalah Yerusalem”. Malah Yohanes 7.42 menyatakan bahwa Betlehem itu KAMPUNG (kome), yaitu: “KAMPUNG DAUD”].

      >Sementara itu, narasi Lukas menunjukan lokasi berbeda, yaitu di bethlehem = di tempat makan ternak, ketika para gembala menjaga ternak mereka di PADANG bukan di LEMBAH.

      Tampaknya injil-injil ini kebingungan sendiri membedakan antara Betlehem vs Yerusalem dan juga antara Betlehem sebagai suatu daerah vs Betlehem sebagai Phatne (tempat makan ternak).

      YERUSALEM (“اورشليم”/ירושלם)
      Dari kronologi versi Alkitab, sebelum bangsa-bangsa tersebar dengan ragam bahasanya, TELAH ADA kaum Yebusit bin Kanaan bin Ham bin Nuh (Kej 10.6-16), di Yerusalem, kota Sikhem (Kej 12.6. Kej 33.18, “salem ir sikhem”/”שלם עיר שכם”/Salem kota Sikhem), rajanya bernama Melki-SEDEK (Kej. 14.18, Namun di Jasher 16.11-12: Adoni-Sedek BUKAN Melki-sedek, tempatnya Yerusalem BUKAN Salem). Oleh karenanya, dari sejak awal, Yerusalem, memang BUKAN MILIK Yahweh, TIDAK TERKAIT Kaum Israel NAMUN MILIK kaum YEBUSIT, yang menyembah Dewa lain.

      YHWH berjanji kepada Musa akan memberikan tanah KANAAN, jika kaum Israel keluar dari Mesir, namun, hingga 40 tahun kemudian, sampai Musa wafat di tanah MOAB, janji ini tidak pernah terpenuhi, malah kaum Israel hanya terlunta-lunta di padang pasir Moab. Musa wafat digantikan Yosua bin Nun, mereka menyebrangi sungai Yordan, di tanah Kanaan, di situ pula, YHWH berjanji akan menghalau suku Yebusit (turunan Kanaan, Kej 10.15-16) penduduk Yerusalem (Yos 3.10).

      Sampai tahun ke-5 setelah wafatnya Musa (Yos 14.10), dikatakan, Yosua bin Nun berhasil membunuh Adoni-Sedek, raja Yerusalem (Yos 10.26) maka seharusnya Yerusalem sudah berhasil dikuasai, namun bahkan hingga Yosua wafat dan digantikan kaum Yehuda, ternyata Yerusalem masih tetap milik Yebusit, kaum Yehuda tidak mampu menghalau mereka (Yos 15.65) dan Kanaan masih milik bangsa lain (Hakim 1.1).

      Malah, jika sebelumnya Adoni-SEDEK, dikatakan mati ditangan Yosua, namun dikitab hakim-hakim, dinyatakan mati ditangan kaum Yehuda dan namanya-pun, Alkitab ubah menjadi Adoni-BEZEK (Hakim 1.7) kemudian dikatakan kaum Yehuda membakar musnah Yerusalem (Hakim 1.8), namun anehnya, juga dikatakan, Yebusit tetap menduduki Yerusalem (Hak 1.21).

      Bahkan 436 tahun kemudian, yaitu jaman Raja Daud/David-pun, Yebusit tetap sebagai penduduk asli Yerusalem (2 Sam 5, 1 Taw 11.4) dan David hanya mampu menguasai bagian bawah Timur gunung Sion ( = benteng/kota david dan Istana David) (2 sam 5.6-9, 1 Taw 11.5-6) dan 44 tahun kemudian, di jaman Raja Shlomo, lokasi kuil Sulaiman-pun hanya di arah Utara kota David, yaitu tempat tertinggi pada bagian Timur gunung Sion. Sementara, bagian Baratnya, tetap milik Yebusit.

      Berikut ini, berapa dugaan tentang asal-usul kata Yerusalem:

      • YIREH (“יִרְאֶה” = Melihat BUKAN menyediakan: “pelihat” di 1 SAM 9.9; 1 Taw 9.22; Amos 7.12) + SHALEM (“שלם” = Dewa Shalem/Dewa Fajar atau “Adil/damai” atau lembah Syawe, Moria, raja Sodom, Melkisedek dari Salem menuju tempat Abraham yang dalam pelarian dan memberkatinya, Kej 14.13-20).

        Tempat ini, oleh Abraham, menurut teks versi Masoretik kej 22.14, disebut, Y@HOVA YIREH/Tuhan melihat. NAMUN di teks Qumran/4QGen-Exod, Kej 22.14, yang lebih tua dari Masoretik, kalimatnya: ELOHIM YIREH/Para Allah melihat dan ini justru konsisten dengan Kej 22.8-nya teks Masoretik, yang menggunakan: ELOHIM YIREH. Gambar di samping ini dari: “The Dead Sea Scrolls: A Very Short Introduction”, Timothy H. Lim, hal.53-54).

        Namun, karena telah ada pula kata “Yeru-el/Yeru-baal/Yeru-sha/Yeru-yah”, JUGA, Yerusalem telah ada sebelum Abraham lahir, maka “Yireh” BUKANLAH asal dari “Yeru”-nya Yeru-salem.

      • Yeru (“יְרוּ”/Yarah) = diletakkan/didirikan (Ayub 38.6) → terdapat 5 kata terkait “Yeru”:

        (1) “ירו-אל”/Yeru-EL (2 taw 20.16, Yeru/”ירו” + EL/”אֵל”/Tuhan);
        (2) “יר-בעל”/Yeru-Baal (Hakim 6.32, “בעל”/Baal/Tu(h)an);
        (3) “צרו-יה”/Zeru-Yah/Yeru-Yah (2 Sam 2.13. Yoab bin Yeruyah. Kata “Yah” dianggap kependekan dari “YAHWEH”);
        (4) “ירו-שׁא”/ (2 Raja 15.33, “שׁא”/Sha (har?), “Yerusha bat zadok (“בת צדוק”/anak perempuan Zadok/Sedek)”. Sangat mungkin kata “Sha” juga kependekan dari “Shahar”/Dewa Fajar) dan
        (5) “ירו-שׁלם”/Yeru-Salem (Yosua 10.1, Adoni-Zedek/”אדני צדק”, Raja/”מלך” Yerusalem) dan di Kej 14.18, “Melki-Sedek/”ומלכי צדק”, Raja/”מלך” Salem/”שלם” atau di Jasher 16.11-12: disebut Adoni-Sedek BUKAN Melki-Sedek, tempatnya disebut Yerusalem BUKAN Salem. Dewa Salem = Dewa Senja, Sementara, Dewa Sedek = Dewa Fajar”.

        Di 5 kata di atas, “El”, “BAAL”, “SALEM” adalah nama-nama Tuhan/Dewa lain, oleh karenanya, asal kata Yerusalem, TIDAK TERKAIT bangsa Yahudi dan Yahweh

      Kaum Yebusit, pemuja Dewa EL-LYON yang punya nama lain, SEDEK dan SALIM. Nama SALIM menjadi nama anaknya David, yaitu SHLOMO (Ibunya orang kanaan, Batsheba) dan juga nama kota itu. [“A History of Religion East and West: An Introduction and Interpretation”, Trevor Ling, hal.45].

      SEDEK, kata “Sidki-ilu” muncul dalam nama Jalan (764 SM), “Sidki-Milk” dalam koin phoenisia, 449-420 SM dan Sabean: “Sidki-el”. Philo dari Byblos menyatakan dewa Sydyk/SEDEK adalah dewa Phunisia. [“The Book of Judges: with Introduction and Notes”, C. F. Burney, hal. 41-42] dan juga terkait dengan Shamas. ZEDEQ adalah ANAK DEWI MATAHARI, SHAMAS [“Reinstating the Divine Woman in Judaism”, Jenny Kien, hal.65]. EL-SEDEK, Dewa Utama Kanaan kuno, disebut MELCHI/MALKI/MALEK/ADONI-SEDEK atau “SEDEK adalah RAJAKU” [“Why Priests?: A Failed Tradition“, Garry Wills].

      SALEM/”שלם”, di kebudayaan Ugarit/kanaan adalah Dewa SENJA. Kata “SALEM” muncul di tablet EBIA, abad ke-24 SM, di Tell Mardik, Syria, juga di teks Mesir, abad ke-18/19 SM, dalam kata “RUSHALIMUM”, di surat Armana abad ke-14 SM, permintaan bantuan raja Abdi-Heba, “URUSALIM” ke Raja Mesir untuk melawan Habiru dan di teks Assyria, Sennachrib abad ke-8 SM dalam kata “URSALIMMU”. Arti Yeru = “diletakan”, dari kata Yeru-el, “Diletakan Tuhan”, jadi Yerusalem = “Diletakan Salem”, salah satu dari 2 dewa kaum Ugarit (Shahar/Dewa Fajar dan Shalim/Dewa Senja). Dalam Sumeria, tanda URU di “URUSALIM” berarti KOTA. Dalam latin, “Ieroysalem” dan “HeieroSOLyma”. Di mana, SOL = Dewa Matahari [“Cities of the Biblical World: An Introduction to the Archaeology, Geography, and History of Biblical Sites”, LaMoine F. DeVries, hal.200, juga di “The Archaeology of the Jerusalem Area, W. Harold Mare, hal.20, juga “The International Standard Bible Encyclopedia, Vol.2, Geoffrey W. Bromiley, hal.1000 dan “Getting Back Into the Garden of Eden”, Edward Conklin, hal.22].

      Salem, Dewa senja Kanaan, adalah Dewa KETERATURAN dan KEADILAN. Baik David maupun Shlomo menghindari friksi, tidak hanya antar dua kebudayaan, yaitu Kanaan dan kaum pendatang baru Yahudi, namun juga antar Dewa SALEM dan Dewa YAHWE, Dewa perang kaum Yahudi. Untuk menghormati Salem, Shlomo mengubah kuil yang asalnya terbuka menjadi beratap dan mengayomi dua grup kepercayaan berbeda. Bernhard Lang, menambahkan dalam catatan kakinya, tulisan Keel, “Die Geschichte Yerusalem undi Entstehung des Monotheismus”, vol. 1, hlm. 264-333: “bukti yang berasal dari nubuat alkitabiah yang kata-kata aslinya, meski dikaburkan dalam teks Ibrani, dapat direkonstruksi berdasarkan teks Septuagiant/Yunani: ‘Matahari tahu dari langit bahwa Yahweh akan tinggal dalam kegelapan. Jadi, bangunlah rumah bagiku, sebuah rumah yang agung sehingga aku dapat tinggal di dalamnya lagi ‘(direkonstruksi dari 1 Raja-raja 8:53 teks Yunani; bahasa Ibrani hanya memiliki fragmen yang diedit dalam 1 Raja-raja 8: 12-13). Implikasinya adalah Dewa matahari butuh sebuah kuil dengan ruang gelap untuk menampung tamunya, Yahweh” [“Hebrew Life and Literature: Selected Essays“, Bernhard Lang].

      Kuil yang dibangun Shlomo dalam masa emas ini disebut kuil pertama, namun TIDAK ADA BUKTI tentang masa keemasan tersebut, TIDAK ADA BUKTI Israel merupakan bangsa besar dan TIDAK ADA BUKTI keberadaan kota-kota dengan kemegahan struktur bangunannya. Karakter Shlomo, Dewa Matahari dari On merupakan versi Israel dari Dewa matahari Mesir, Ra, dari Heliopolis. TIDAK ADA BUKTI ARKEOLOGI kuil Shlomo kecuali hanya dari alkitab Ibrani. [“Hiramic Brotherhood: Ezekiel’s Temple Prophesy“, William Hanna]

    (Herodes) mengumpulkan semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem Yudea (en Bethleem Ioudaia), karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem tanah Yehuda (kai su bethleem ge Iouda), engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel. [Mat 2.4-6]

      note:
      Lukas juga menyatakan adanya upaya perjalanan rombongan Yusuf dan Maria dari Nazareth ke Yudea, ke kota Daud, Bethlehem. Seharusnya kota Daud adalah Yerusalem BUKAN Betlehem.

        Pada waktu Kaisar Agustus (de hemera ekeinos kaisar augoustos) Keluar (exerchomai) perintah (dogma) pendaftaran (apograho) bagi semua (pas) dalam kerajaan (oikoumenên). [Luk 2.1] Ini (houtus) pendaftaran (apegraphe) pertama (protos) terjadi (ginomai) Kirenius (kurenious) wali negeri (hegemoneuo) Siria (Suriah) Maka pergilah semua mendaftarkan, di kotanya sendiri [Luk 2.1-3]

        Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem.. supaya didaftarkan bersama Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. [Luk 2.4-5]

        Terjadi (ginomai) di situ/tempat/peti itu (en ekei) genap (pletho) waktu (hemera) lahir (tikto), dan lahir (kai tiktos) turunannya yang pertama (huios autos protokos) dan dibungkusnya (kai sparganoo autos) dan dibaringkannya (kai anaklino autos) di tempat makan ternak (kai phatne. Berasal dari Pateomai = makan) karena tidak ada tempat (dioti ou topos) di persinggahan (en kataluma) [Luk 2.6-7]

      Narasi Lukas di atas ini, menunjukan bahwa MARIA MELAHIRKAN DI TENGAH-TENGAH PERJALANAN dari Galilea menuju Yudea. Perjalanan mereka adalah menuju Selatan: Nazaret – Jerusalem – Betlehem (sekitar 175 km). Jadi, untuk sampai Betlehem, mereka akan melewati Yerusalem. Namun di tengah perjalanan, Yesus keburu lahir dan BAHKAN masih sangat jauh dari Yerusalem, karena terdapat KESAKSIAN sekelompok orang YANG TAHU bahwa Yesus DILAHIRKAN di NAZARETH, GALILEA

        Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya sendiri (patris autos) [Mark 6.1, yaitu di Nazareth, Galilea] Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri (patris autos) [Mark 6.4]

        Tetapi yang lain lagi berkata: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan (sperma) Daud dan dari kampung (kome) Betlehem tempat Daud dahulu [Yohanes 7.41-42]

      Jika saja perjalanan mereka sudah melewati Yerusalem, tidaklah orang-orang mengatakan demikian. Ke-3 Injil ini benar-benar saling mendukung bahwa Yesus lahir BAHKAN BELUM KELUAR DARI WILAYAH NAZARET, Galilea

      Kemudian, kitab Mikha sendiri TIDAK MENYATAKAN Betlehem-YUDEA:

        Tetapi engkau, hai Betlehem EFRATA, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda (eleph Yahuwdah), dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel.. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia 7 gembala, bahkan 8 pemimpin manusia. Mereka itu akan mencukur negeri Asyur dengan pedang dan negeri Nimrod dengan pedang terhunus; mereka akan melepaskan kita dari Asyur [Mikkah 5.2-7]

      Dalam Mikha di atas ini, ada kata “eleph” yang artinya “kaum” atau “pasukan yang dikomandoi oleh 1 orang”. Ini menunjukan bahwa yang diajak bicara adalah manusianya/kaumnya dan BUKAN tentang kota/tempat. Disamping itu, Mikha juga menyebutkan HARUS ADA syarat lain, yaitu ADANYA penyerangan tentara ASYUR DAN BUKANNYA tentara ROMAWI serta orangnya nanti HARUSLAH bertindak sebagai pempimpin pasukan pembebasan dengan persenjataan pedang, sayangnya ratusan tahun sebelum Yesus lahir, yaitu 612 SM dan bahkan hingga sekarang pun, tentara Asyur atau Assyrian BELUM PERNAH ADA LAGI, malah kehancuran tentara Asyur justru telah terjadi JAUH SEBELUM kitab MIKHA pasal 5 ini dibuat

      Terdapat beberapa Betlehem berbeda:

      1. Nama seorang turunan dari moyang pria bernama ZEBULON (Yosua 19.15). Ini adalah BETLEHEM-ZEBULON. Lokasi suku Zebulon dan Naftali adalah: jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea [Mat 4.15, juga: Yesaya 9.1-2 dan Zebulon Nazaret]. Sehingga Betlehem ini disebut BETLEHEM-GALILEA. Di SETELAH ABAD ke-2 M, yaitu setelah Nazaret ada, maka letak Betlehem-Galilea/Zebulon, dekat Nazaret sekarang (Barat Lautnya)
      2. Nama seorang turunan dari moyang perempuan yang bernama EFRAT. Ini adalah BETLEHEM-EFRAT. Efrat adalah juga nama tempat saat Rahel, istri Yakub, melahirkan Benyamin, wafat dan dikubur di situ, yaitu: tepi jalan Efrat Betlehem (derek ephraath Beyt lechem), jadi Efrat = Betlehem (Kej 35.19; 48.7; Rut 4.11). Kitab 1 Samuel 10.2, DENGAN JELAS menyatakan Efrat ada di DAERAH BENYAMIN (gobul Binyamiyn), di Zelzah, sehingga Efrat = Betlehem = daerah Benyamin, Zelzah! Jadi BETLEHEM ini TIDAK BERADA di daerah Yehuda, letaknya di Selatan Jerusalem.
      3. Kerajaan Israel, setelah kematian Raja Sulaiman bin Daud, pecah menjadi 2, yaitu Kerajaan Israel (terdiri dari 9/10 suku, lokasi di Utara, Ibu kota: Samaria) dan Kerajaan Yehuda (awalnya hanya suku Yehuda dan Benyamin, namun belakangan suku Lewi kembali bergabung. Lokasi di Selatan, Ibukota: Yerusalem/kota Daud. Dari 49 x “Kota Daud” di PL, selalu merujuk pada Yerusalem/Sion TIDAK Betlehem. Josephus, juga menyatakan bahwa kota Daud adalah Yerusalem)

        Sejak itu, untuk membedakan 2 Betlehem, maka BETLEHEM-EFRATA/BENYAMIN = BETLEHEM-YEHUDA

      Sekarang, mari kita lihat dari rantai moyang, dalam merujuk beberapa Betlehem tersebut:

      Abraham –> Ishak –> Esau/Edom dan Yakub/Israel.

        Esau/Edom -> Elifas [Kej 36.1-4) -> Kenas (Kej 36.11) -> Kaleb disebut saudara/kakak Otnil anak Kenas (Yos 15.17; Hakim 1.13) dan juga disebut Kaleb bin Yefune bin Yater, orang Kenas (bil 32.12; Yos 14.6,14), di Jaman Musa, setelah Yosua bin Nun dan Keleb bin Yefune menaklukan Kanaan (Yosua 10), Yosua bin Nun memberikan HEBRON (= kiryat arba = negeri/kota arba, Yos 14.15; 15.13, 54; Kej 23.2; 35.27, Hakim 1.10) kepada Kaleb bin Yefune (Yos 14.13-14, Yos 15.13, Hakim 1.20)

        Turunan Yakub dari istrinya: (1) Lea -> Esau/Edom, Ruben, Simeon, Lewi, YEHUDA, Isakhar, ZEBULON; (2) Dari Rahel -> Yusuf, BENYAMIN; (3) dari Bilha -> Dan, Naftali; (4) dari Zilpa -> Gad dan Asyer/Asher (35.22-26, 1 Taw 2.1-2).

        Dari moyang ini, maka ZEBULON YEHUDA

        Garis turunan Lewi -> Kehat (Kej 46.11) -> Amran dan Istrinya Yokhebed (Kel 6.20)-> MUSA, Harun dan Miryam (Kel 6.20).

      Yehuda bin Israel mengawini menantunya Tamar (ex istri anak sulung Yehuda yang mati: Er) (Kej 38; 1 Taw 2:4). Dari Yehuda dan Tamar lahirlah Perez (Kej 38; 1 Taw 2:4) -> Perez bin Yehuda mempunyai anak HEZRON (1 Taw 2.5) -> HEZRON mempunyai 3 anak: Yerameel bin Hezron dan adiknya: kaleb/Kelubai bin Hezron (1 taw 2.42) + Ram bin Hezron (1 Taw 2.9)

      Dari garis moyang ini, maka Kaleb/Kalubai bin Hezron Kaleb bin Yefune

      • Keturunan Ram bin Hezron: Aminadab (1 Taw 2.10) -> Nahason (1 taw 2.10) -> Salma (1 taw 2.11) -> Boaz (1 taddw 2.11) kawin dengan Ruth (Ruth 4) -> Obed (1 taw 2.12)-> Isai (1 taw 2.12) -> David/Daud (1 taw 2.15)

        Dari jalur ini, TIDAK SATUPUN ada yang bernama Bethlehem sehingga tidak mungkin pula mengkaitkan David sebagai Betlehem-YEHUDA dan juga Betlehem-Efrat

      • Kaleb/Kalubai bin Hezron, setelah kematian bapaknya (Hezron), Ia mengawini ibu tirinya sendiri, yaitu Efrat/Ephraath/Ephrathah dan lahirlah Hur bin Kaleb bin Hezron, sebagai anak Sulung Efrat dari Kaleb bin Hezron (1 Taw 2.19, 50, 4.4) -> Keturunan Hur bin Kaleb: Salma (1 taw 2.51) -> turunan Salma adalah Betlehem (1 Taw 2.54)

        Dari jalur ini, maka hanya turunan Betlehem, dari Hur sajalah YANG BERHAK disebut Betlehem-EFRAT dan Betlehem-YEHUDA, karena adanya keterkaitan langsung dengan Betlehem, Efrat dan juga Yehuda

      Namun kemudian ada frase “Daud turunan EFRAT Betlehem-Yehuda” (Daud bin iysh Ephraath Betlehem Yehuda) (1 Sam 17.12). Jika frase ini BUKAN SUATU KESALAHAN DALAM MENGIDENTIFIKASI GARIS MOYANG, maka INI MEMBERIKAN PETUNJUK PASTI bahwa perempuan bernama Efrat ini ternyata mengawini ayah-anak keturunan Peres:

      • dengan Herzon bin Peras, melahirkan Ram bin Hezron.
      • Setelah Hezron mati, maka janda Herzon yang telah beranak ini kemudian dikawini anak tirinya, anaknya Herzon juga, yaitu Kaleb bin Hezrom bin peres dan melahirkan Hur bin Kaleb

      Pun, dengan jalur ini, untuk menyatakan Daud sebagai BETLEHEM-YEHUDA masihlah ½ BENAR, karena walaupun Daud sekarang sudah terkait langsung dengan Efrat melalui garis moyang Herzon->Ram yang juga adalah turunan YEHUDA, namun TIDAK untuk BETLEHEM-nya, karena nama itu, ada di kaki cabang jalur turunan LAINNYA

      Karena, Matius juga TIDAK PERNAH menyatakan bahwa moyang langsungnya Yesus adalah Hur, maka walaupun nubuatan Mikha, telah diperkosa dari Betlehem-Efrat menjadi Betlehem-Yehuda, tetap saja ini masih ½ COCOK. Apalagi ada pula kesaksian masyarakat jaman itu yang dihimpun Yohanes 7.41-42 dan markus 6.4 bahwa YESUS TIDAK LAHIR DI JERUSALEM ataupun di Betlehem-Yehuda namun di Galilea

    Yusuf dan keluarganya lari ke Mesir setelah keberangkatan orang Majus [2.13-16], Herodes membunuh semua anak berumur 2 tahun ke bawah [Mat 2.16-18] kemudian Herodes wafat dan digantikan Arkhelaus menjadi raja Yudea, Yusuf dan keluarga dari Mesir pergi ke daerah Galilea, tinggal di kota bernama Nazaret (eis polis lego Nazareth). supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret [Mat 2.19-23]

      Note:
      Juga “yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret” [Yoh 1.45].

      Tentang Nazaret sebagai nama KOTA (Polis Nazareth, juga Lukas 1.26; 2.4,39), MASALAHNYA:

      • Di seluruh PL sendiri, TIDAK SATUPUN ada kata “NAZARET” yang terkait dengan nama tempat atau desa atau kota, bahkan, dari list daerah untuk kaum Zebulon yang tinggal di Galilea (yaitu: 12 kota dan 6 desa. Ref. Yosua 19.10-16) TIDAK SATUPUN adalah Nazaret
      • Dari 63 kota di Galilea yang disebutkan dalam Talmud, TIDAK SATUPUN adalah Nazaret. Juga, dari 45 kota di Galilea yang dituliskan oleh Flavius Josephus (37 M-101 M) TIDAK SATUPUN adalah Nazaret
      • Bahkan TIDAK ADA SATUPUN BUKTI arkeologi yang bisa disimpulkan bahwa pernah ada kota Nazaret pada jaman kehidupan Yesus
      • TIDAK ADA SATUPUN PETA sebelum abad ke-4 yang memuat nama Nazareth sebagi kota (atau bahkan DESA atau wilayah kecil) [Lebih detailnya lihat: BLOG INI atau BLOG INI atau BLOG INI]

      Untuk itu, bagi yang ingin membantah ini, maka cukup bawakan 1 (satu) saja bukti bahwa ada Nazaret sebagai KOTA di kisaran kehidupan YESUS. BUKTI ini harusnya BUKAN BERUPA 1 rumah/bangunan atau 1 TANAH pertanian seluas 400 m2 atau kuburan dan TERLEBIH LAGI harus BUKAN SETELAH tahun WAFATNYA Yesus

      Namun demikian, di PL, memang ada kata “nazarith” (Hakim 13.5,7; 16.17; Bil 6.2,13,18-21), sayangnya kata ini tidak merujuk pada nama tempat atau kaum, namun merujuk arti karena nazarnya rambutnya tidak dicukur melayani tuhan. Orang Nazarith Allah, juru selamat kaum Israel yang disebutkan PL adalah Samson, berambut panjang, keturunan Dan yang tinggal di Zora (Filistine) [Hak 13.1 – 16.31]

      Jadi, SANGATLAH TIDAK BENAR untuk mengklaim bahwa Musa dalam Taurat dan juga para nabi menyebutkan “akan disebut orang/dari Nazaret”

Kronlologi di atas menunjukan lokasi kelahiran Yesus BUKAN di Bethlehem Yudea, MALAH BELUM KELUAR DARI WILAYAH NAZARET, Galilea

Juga, jika memang konsistem dengan klaim keturunan Daud, maka dijaman kerajaan Yehuda, para Hakim benar dan Nabi benar, ketika wafat, Ia di kubur di Betlehem. Raja Israel yang benar dikubur di kuburan Raja di Yerusalem, Sementara Yesus, ketika wafat pun, Ia tidak dikuburkan di Betlehem juga tidak di kuburan Raja, di Yerusalem, Kenapa? []

Kapan Yesus Lahir?

Kisaran kehidupan Yesus ada pada jaman 2 Kaisar Romawi, yaitu: Kaisar Agustus (23 September 63 SM – 19 Agustus 14 M) dan Kaisar Tiberius (18 September 14 M – 16 Maret 37 M). Dinasti Herodes ada di bawah kekuasaan ROMAWI.

Josephus mengatakan raja Herodes yang agung memerintah selama 34 tahun, sejak dibunuhnya Antigonus II Mattathias (raja terakhir Hasmonean, 37/36 SM), namun jika dihitung sejak dinobatkan menjadi raja oleh Romawi, maka Ia memerintah selama 37 tahun (41 SM) [Antiquities, Buku ke-17, ch.8].

Raja Herodes yang agung (37 SM – 4 SM) wilayahnya meliputi: Yudea, edom, Samaria, Galilea, Perea, Gaulanitis (Dataran Tinggi Golan), Batanaea (Suriah selatan), Trakhonitis dan Auranitis (Hauran). Setelah Herodes wafat, melalui surat wasiatnya, Kaisar Agustus membagikan wilayahnya itu pada pada 3 anak Herodes:

  • Herodes Arkhelaus (Lahir: 23 SM, memerintah: 4 SM – 6 M, wafat: 18 M): Edom, Yudea dan Samaria
  • Herodes Antipas: Galilea dan Perea
  • Filipus: menurut Lukas (Iturea dan Trakhonitis), menurut Flavius Yosephus (Batanea, Gaulanitis, Trakhonitis dan Paneas, ref: Antiquities XVII, ch.8)

Baik Matius maupun Lukas menyebutkan nama Herodes. Berikut kita akan temukan Herodes mana yang masing-masing maksudkan:

    Matius:
    Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes (de Iesous gennao en bethleem Ioudaia en hemera basileus herodes) [Mat 2.1].. Ketika Herodes tahu, Ia menyuruh membunuh semua anak yang berumur 2 tahun ke bawah [Mat 2.16]. Setelah Herodes mati, Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan ayahnya [Mat 2.19, 22]

Matius menyebutkan 2 Herodes berbeda yaitu: Herodes (yang agung), setelah wafat, Ia digantikan anaknya: Herodes (Arkhelaus). Karena Herodes yang agung wafat 4 SM. Dengan kronologi Matius maka YESUS LAHIR MINIMUM DI TAHUN 6 SM (4 SM wafatnya Herodes yang agung + 2 tahun usia bayi yang diperintahkan Herodes untuk di bunuh + sisa waktu wafatnya Herodes setelah perintah membunuh bayi)

    Lukas:
    Pada zaman Herodes, raja Yudea (en hemera herodes basileus Ioudaia) ada seorang imam (hierus) bernama Zakharia dari kelompok (ephemeria) Abia, Isterinya adalah Elisabet. Suatu ketika, tiba giliran kelompok Zakharia melakukan tugas keimaman, ketika diundi, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Hadir malaikat berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan dan berkata bahwa Elisabet, akan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Yohanes. [1.5-13]

    Ketika genap waktunya bertugas, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, hamil dan selama 5 bulan ia tidak menampakkan diri (1.23-24)

    .. Di bulan ke-6, Allah menyuruh malaikat Gabriel ke Galilea, Nazaret, menemui Maria yang bertunangan dengan Yusuf menyampaikan bahwa Ia akan mengandung dan akan melahirkan anak bernama Yesus dan Elisabet, sanaknya sekarang sedang mengandung anak laki-laki dan ini hamil bulan yang ke-6 (1.26-36) Maria pergi ke Yehuda ke rumah Zakharia tinggal kira-kira 3 bulan bersama Elisabet, lalu pulang kembali ke rumah (1.39-56)

    Pada waktu itu Kaisar Agustus (de hemera ekeinos kaisar augoustos) mengeluarkan (exerchomai) perintah (dogma) mendaftar (apograho) bagi semua orang (pas) dalam kerajaan (oikoumenên). [2.1] Ini/hal ini (houtus) pendaftaran (apegraphe) pertama (protos) terjadi (ginomai) Kirenius (kurenious) wali negeri (hegemoneuo) Suriah (Siria) [Luk 2.1-2] Maka pergilah semua mendaftarkan, di kotanya sendiri. Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem.. supaya didaftarkan bersama Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. [Lukas 2.3-5]

    Terjadi (ginomai) di situ/tempat/peti itu (en ekei) genap (pletho) waktu (hemera) lahir (tikto), dan lahir (kai tiktos) turunannya yang pertama (huios autos protokos) dan dibungkusnya (kai sparganoo autos) dan dibaringkannya (kai anaklino autos) di tempat makan ternak (kai phatne. Phatne berasal dari kata Pateomai = makan) karena tidak ada tempat (dioti ou topos) di persinggahan (en kataluma) [Luk 2.6-7]

    Dalam tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri (hegemoneuo) Yudea (26 M – 36 M), dan Herodes raja wilayah (tetrarcheo) Galilea (4 SM – 39 M), Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis (4 SM -34 M), dan Lisanias raja wilayah Abilene (3:1). Pada waktu Hanas (Dalam tulisan Yunani untuk Lukas 3.2 dan 2.36, baik itu: Hana dan Hanas dituliskan sama yaitu: anna) dan Kayafas menjadi Imam Besar, Yohanes memulai Misinya.[3.2], setelah menyinggung raja wilayah Herodes, Ia masukkan Yohanes ke Penjara [3:19-20]. Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis [3:21].

    Ketika (Kai) Yesus (Iesous) memulai (archomai) sendiri (autos) kira-kira seperti tiga puluh tahun (hosei triakonta etos hos) [3:23]

Lukas menekankan kelahiran Yesus terkait dengan nama Herodes dan pendaftaran yang dilakukan Kirenius sebagai penguasa Suriah.

Josephus mengatakan:
Tahun ke-10, pada masa jabatan raja wilayah Arkhelaus, Ia dicopot dari jabatanya dan dibuang ke Vienna. Daerahnya digabungkan ke provinsi Suriah. Kirenius dan Koponius dikirim ke Suriah untuk menjadi hakim bagi mereka. Kirenius, untuk urusan penghitungan harta, menjual rumah Arkhaelaus dan melucuti keuangan Arkhelaus. Koponius, ditugaskan untuk membawahi para Yahudi. Kirenius dan Koponius juga ke Judea, yang sekarang menjadi bagian Provinsi Suriah, untuk urusan yang sama. Kejadian Kirenius melucuti keuangan Arkhelaus dan penghitungan pajak terjadi di tahun ke-37 kemenangan Caesar atas Antony di Actium [Josephus, Antiquities of Jews, buku ke-17, ch.13, buku ke-18, ch.1-2]

Apa yang bisa kita temukan dari hal-hal di atas ini?

  • Kemenangan Caesar melawan Antony terjadi di tahun 31 SM, Sehingga tahun ke- 37 sebagai tahun terjadinya pendaftaran di jaman Kirenius adalah TAHUN 6 M.

    Apakah Kirenius pernah menjadi penguasa Suriah SEBELUM 6 M? Tidak.

    13 – 10 SM
    Marcus Titius
    7 – 4 SM
    Quintilius Varus
    10 – 7 SM
    Sentius Saturninus
    4 – 1 SM
    Calpurnius Piso

    Apakah ada inskripsi yang mendukung bahwa kirenius pernah menjadi pejabat pendaftaran di Suriah SEBELUM 6 M? Tidak.

    Yang ada malahan Inskripsi yang mendukung pernyataaan Josephus bahwa Kirenius menjalankan pendataan kekayaan pertama kalinya di Judea/Syiria sebagai penguasa Suriah, yaitu Inkripis Lapis Venetus atau Aemilius Secundus. Inskripsi ini dituliskan setelah kematian Kaisar Agustus, karena ada kata Divine/Almarhum

    Juga ditemukan 3 Inskripsi lainnya, yaitu:

    (1) Lapis Tiburtinus (dituliskan setelah kematian Kaisar Agustus, karena ada kata Div/Deified atau Almarhum). Inskripsi ini tidak mengandung material yang merujuk pada Kirenius.

    (2) Inskripsi pada batu di Antioch, Turki yang terdiri dari 2 buah Inkripsi yang menceritakan Gaius Caristanius Sergius anak dari Gaius Sergius Fronto (Gaius Caristanius Sergius masih hidup pada 68/69 M) dan potongan curriculum VItae/sejarah pos-pos dari jabatan yang pernah diraih Gaius Caristanius, yaitu: Pejabat Senat/Office in charge of Work, Komandan Legiun petir ke-12, Pegawai perfektus di Bosporan, Kepala Pendeta/Pontifex, Pendeta, Pegawai perfektus saat Kirenius menjabat sebagai duumvirate atau pejabat bersama dalam satu penugasan (yaitu ketika Agustus mengirim Kirenius dan Koponius ke Suriah), Perfectus masa Marcus Servilius (wafat 3 M). Inkripsi ini mendukung statement Josephus mengenai masa jabatan Kirenius di Suriah.

  • Sejak Tahun 6 M, Yudea BUKAN LAGI di bawah dinasti Herodes manapun, karena telah dilebur menjadi bagian Provinsi Suriah
  • Karena Yusuf pergi untuk mengikuti pendaftaran jaman Kirenius terjadi di tahun 6 M, maka YESUS LAHIR DI TAHUN 6 M dan jelas sudah bahwa Ia lahir BUKAN di jaman pemerintahan Herodes manapun (Herodes yang agng dan Herodes Arkhelaus)
  • Karena dikatakan Herodes Arkhelaus telah memerintah selama 10 tahun sebelum dicopot dan daerahnya dilebur ke dalam provinsi Suriah, yaitu di 6 M, maka wafatnya Herodes yang agung adalah tahun 4 SM

    Kemudian,
    menurut Lukas 3.21, 23, Yesus memulai pekerjaannya, adalah SETELAH Yohanes pembaptis dipenjara. Dikatakan saat itu, Yesus kira-kira seperti 30 tahun.

    • Lukas 1.36 menyatakan selisih kehamilan Elizabeth (Ibu Yohanes Pembaptis) VS Mary (Ibu Yesus) adalah 6 bulan, ini artinya mereka nyaris sebaya. Karena Yesus lahir bertepatan dengan pendaftaran jaman Kirenius wali Suriah, maka, umur Yesus sejak tahun 6 M s.d tahun ke-15 kaisar Tiberius = 23/24 tahun. Saat itu Yohanes pembaptis berumur tidak lebih dari 25 tahun. Yohanes lahir mungkin saja di akhir pemerintahan Herodes Arkhelaus
    • Ketika tahun ke-15 Tiberius, maka Yohanes pembaptis berusia 29 tahun (14 M saat wafatnya Agustus + 15 tahun Tiberius), sedangkan Yesus berusia tidak lebih dari 28 tahun.
    • Saat frase “kira-kira seperti tiga puluh tahun (hosei triakonta etos hos) [3:23]”, maka Yohanes pembaptis berusia hampir 31 tahun dan saat Ia di penjara adalah setelah melayani selama 2 tahunan

Dari kronologi Matius kita dapatkan Yesus lahir di 6 SM, sedangkan dari kronologi Lukas kita dapatkan Yesus lahir di 6 M, maka beda tahun kelahiran Yesus antara 2 Injil ini adalah 12 tahun. [Penting: The Date of the Nativity in Luke (6th ed., 2011), Richard Carrier] []

Bulan apa Yesus Lahir?

    ..Namun Lupi telah menunjukan (Zaccaria, Dissertazioni ecc. del p. A.M. Lupi, Faenza, 1785, p. 219) bahwa TAK ADA BULAN dalam tahun yang para otoritas terhormat TIDAK CANTUMKAN sebagai lahirnya Yesus [Catholic Encyclopedia, Christmas]

Berikut sample masing-masing bulan yang di klaim sebagai bulan lahir Yesus:

    Clement Alexandria (150-215 M):
    “Dari lahirnya Kristus, karenanya, wafatnya Commodus, secara keseluruhan adalah 194 tahun, 1 bulan dan 13 hari . Dan ada juga mereka yang menentukan tidak hanya tahun dari Tuan kita lahir, namun juga harinya; Dan mereka katakana itu terjadi di tahun ke-28 Agustus, dan di hari ke-25 bulan Pachon. Dan para pengikut Basilide (sekitar 130 M) memegang hari baptisanNya sebagai sebuah festival.. Dan mereka katakan bahwa tahun ke-15 Tiberus Caesar adalah hari ke-15 Tubi dan beberapa katakan itu adalah hari ke-11 di bulan yang sama..Lebih lanjut, beberapa berkata bahwa Ia lahir di hari ke-24 atau 25 bulan Pharmuthi”

      Note:
      Commodus wafat: 31 Desember 192 AD (Kalender Julian) / 30 Desember 192 M (Kalender Gregorian). Dengan selisih lahir Yesus vs wafat Commodus sebanyak 194 tahun, 1 bulan, 13 hari (Julian), maka dari kalender conventer Julian – Gregorian , didapat tanggal: 20 November 3 SM (Julian) atau 18 November 2 SM (Gregorian). Jadi Yesus lahir di: 20/18 November

      Untuk tahun ke-28 Kaisar Agustus, yaitu hari ke-25 bulan ke-9 (Pachon) kalender Mesir, maka dari kalender converter Mesir – Julian/Gregorian didapat tanggal: 20 May 2 SM (Julian) atau 18 May 2 SM (Gregorian). Jadi Yesus lahir di: 20/18 May

      Untuk hari ke-24/25 Pharmuthi, dengan kalender converter yang sama seperti di atas, maka didapat tanggal Yesus lahir: 19/20 April (Julian) dan 17/18 April (Gregorian).

      Untuk hari baptisan Basillide, Catholic Ensikopedia menyatakan Basillide merayakan hari Epiphany (hari 3 raja magi, yang datang saat yesus Lahir), maka dari kelender conventer yang sama, tanggal yang clement maksudkan sebagai 11/15 Tubi adalah: 6/12 January (Julian) atau 4/10 January (Gregorian)

    Hippolytus (murid Clement: 170 -235 M), yaitu dari 7 manusriptnya yang ditemukan di abad yang berbeda-beda, namun untuk “komentar untuk Daniel” yang sama dan pada pasal 4.23.3-4 yang sama [Lihat gambar], terdapat 3 tanggal rekaan kelahiran Yesus yang berbeda, yaitu Maret, 2 April dan 25 Desember. Tidak jelas mana yang asli diantara ke-7 manuskrip tersebut.

    Desember:
    Pendeta Romawi Dionysius Exiguus di tahun 527 AD (Julian) membuat kalender Julian, dengan menetapkan tahun 754 AUC (ab urbe condita = Sejak berdirinya kota Roma) sebagai inkarnasi Yesus. Tahun 754 AUC = 25 Maret 1 AD dan 9 Bulan kemudian adalah 25 Desember. Namun, penetapan resmi tanggal 25 Desember sebagai tanggal lahir Yesus, tampaknya karena Paus Julius (di 350 M atau di 385 M).

    Dewa-dewa yang lahir di 25 Desember, diantaranya adalah: Apollo (Yunani), Attis (Yunani), Baal (dewa kanaan), Bacchus (romawi)/Dionisus (Yunani, Helios (Yunani), Hercules/Heracles (Yunani), Horus (Mesir), Jupiter (Romawi), Mithra (India), Nimrod (Babilon), Osiris (Mesir), Perseus (Yunani), Tammuz (Summerian)/Adonis (Yunani), Sol Invictus (Romawi: Dewa utama kota roma, penetapan penyembahannya dilakukan oleh Raja Aurelian, 274 M, dirayakan dengan festival Dies Natalis Solis Invicti/lahirnya sang matahari yang tak tertaklukan).

    Karena dianggap terkait perayaan banyak dewa-dewa pagan, maka aliran Advent dan Saksi Yehuwa, berhenti merayakan natal di tanggal itu. Saksi Yehuwa berhenti merayakan tanggal ini sejak 1926.

    Februari:
    “Hari libur Quirinus: ..Hari libur ini, mempunyai nama yang ama dengan nama gubernurnya, yang merupakan gubenur yang berkontribusi pada masa sensus. Inilah mengapa Lukas 2.2, perlu mengingatkan dalam kisahnya. Ini menyampaikan tanggal Yusuf dan Mary harus ada di Bethlehem. Ini adalah tanggal Yesus Lahir 17 Februari” [Dari: Paleo Institute Project: “Jesus Birth Date Riddle“].

    Pendukung lain bulan Februari: “When Was Jesus Christ REALLY Born?“, dari William F. Dankenbring: “Juga, mereka yang percaya bahwa Ia dilahirkan di musim gugur, sekitar September-Oktober, juga sama salahnya. Bukti baru ini, jelas menunjukan kelahiran di bulan February atau akhir musim dingin, sebelum musim semi di 4 SM”

    Juni:
    Astronom, Dave Reneke menyatakan Jesus lahir tanggal 17 Juni [The Telegraph.co.uk”‘Jesus was born in June’, astronomers claim“, 9 Desember 2008]

    July:

    “Yesus lahir di 25 Juli 7 SM berdasarkan: 3 Magi yang datang dari Timur ke Barat (Kombinasi Jupiter-Saturnus segaris dengan matahari, merkurius dan Matahari yang ada di timur). 3 hadiah yang diberikannya (simbol matahari, bulan dan merkurius) dan Yesus yang lahir di kandang (kumpulan bintang yang ada dikonstelasi cancer) diapit lembu dan bagal (Asellus Borealis & Australis).

    Dari 3 kunci ini, satu-satunya tanggal yang memungkinkan adalah 25 Juli 7 SM: Saat subuh di tanggal itu, bulan “berjalan” menuju Cancer, sementara Matahari berada sedikit dibelakang di Leo. Lebih lanjut, Matahari beralih menjadi yang paling terang di Leo: Regulus (latin: Raja kecil), mengumumkan kelahiran raja kecil yang spesial. Pertemuan di dua busur bulan menyinari kandang bintang dengan dua keledai (Asellus Borealis & Australis) dan seperti yang diramalkan, Merkurius berjalan di antara 2 “induk” yang bersinar (bulan dan matahari)” [Blog ini].

    Pendukung lain bulan Juli: “6 Juli 6 SM: The Decree of Augustus Caesar and the Birth of Christ (Lk 2:1-7)” [Chart – The Life of Jesus in Chronological Order]

    Agustus:
    “..Jesus lahir pada atau dekat tanggal 27 Agustus”.[Old Scholl baptist: “When was Jesus Born?]. Pendukung lain bulan Agustus adalah juga di buku Urantia 122.8.1: “Siang hari, 21 Agustus 7 SM.. Jesus dari Nazareth lahir” (Urantia: sebuah kelompok 30 orang di Chicago ditahun 1930/1934 yang menerima wahyu dari malaikat).

    September:
    “Jika Jesus lahir ketika Sukkot/hari pondok daun, hari berpuasa untuk Tabernacle/Kemah pertemuan Allah dengan umatnya, (yang mulai pada 29 September) di 5 SM” [It’s About Time: “When was Jesus Born?“, Dr. James Ya’akov Hugg].

    Pendukung lain bulan September: “Faktanya adalah,…di awal malam 11 September. Aku dapat nyatakan dengan yakin bahwa matahari terbenam di 11 September 11 3 SM adalah awal dari tahun baru Yahudi (Rosh ha-Shanah ― Hari Kemenangan)..Jika seseorang sadari bahwa PB menunjukan Yesus lahir di hari kemenangan (Hari ke-1 bulan Tishri ― awal tahun kaum Yahudi” [“The Star of Bethlehem: The Star that Astonished the World, Extended 2nd ed., Ernest L. Martin, Ph.D., ch.6, “The Birth of Jesus and the Day of Trumpets”]

    Oktober:
    “Dalam penanggalan Modern Gregorian kita, yang mana tidak ada dijaman kelahiran Yesus, Ia lahir di 4 Oktober 4 SM” [FAQ: “WHEN WAS CHRIST JESUS BORN ?“].

    Pendukung lain bulan Oktober: “..dan pada permulaan ke-6 kehamilannya, Gabriel muncul dihadapan Mary, Keluarga Elizabeth (1:26). Waktunya adalah minggu pertama bulan January 2SM. Yesus lahir kira-kira 280 hari kemudian, yaitu sekitar tanggal 13 Oktober 2 SM. Ini adalah hari ke-15 bulan Tishri” [“Fixing the Month of Jesus’ Birth]

Munculnya variasi pendapat di atas ini wajar terjadi karena memang TIDAK ADA CATATAN tentang hari, bulan dan tahun kelahiran Yesus di Alkitab.

Bagaimana cara mereka mengklaim bulan tersebut?
Selain melalui pendekatan astronomi, cara lainnya misalnya melalui pendekatan ROTASI TUGAS PARA IMAM yaitu berdasarkan petunjuk yang ada di Lukas, yaitu tiba giliran Zakaria turunan Abia/Abijah untuk memimpin penyelenggaraan Ibadah [Luk 1.5].

Rotasi Tugas 24 Imam
1 tahun kelender Yahudi, normalnya terdiri dari 12 bulan (jumlah hari antara 353 s.d 355 hari) dan pada tahun-tahun tertentu ada tambahan 1 bulan (30 hari) sebagai bulan ke-13. Tambahan ini terjadi dalam SIKLUS 19 TAHUNAN dan Bulan ke-13 HANYA muncul di tahun ke-3, 6, 8, 11, 14, 17 dan 19 dari siklus 19 tahunan. Jadi di tahun-tahun SPESIAL itu, jumlah bulan = 13 dan jumlah hari = 385.

Tentang penugasan para Imam,
Daud membagi giliran tugas untuk 24 turunan Harun, yaitu 16 dari Eleazar dan 8 dari Itamar melalui undian (1 Taw 24.1-19) dan Abia/Abijah mendapat giliran ke-8 (1 Taw 24.10). Tugas mereka mulai dari Sabat s.d sebelum sabat (2 taw 23.8) 7 hari lamanya (1 taw 9.25) [Josephus juga memuat kejadian ini di Antiquities of Jews, buku ke-7, ch.14]. Selain itu, ada 3 hari raya yang mengharuskan ke-24 Imam ini hadir seluruhnya, yaitu hari raya:

  • Roti tidak beragi (atau Paskah, bulan ke-1/Nisan tanggal 15, selama 7 hari)
  • 7 minggu (panen atau hari raya pentakosta: 1 hari setelah sabat + 7 minggu (bulan ke-2/Tamuz), ini hari turunnya taurat dan hari lahir dan wafatnya daud) dan
  • Pondok daun (atau hari kemah pertemuan/tabernakel bulan ke-7/Tishri, tanggal 15 selama 7 hari. Ini mirip pengulangan bulan ke-1)

3 hari raya di atas, tidak mempengaruhi jadwal rotasi penugasan, karena hanya pada 3 even itu saja jumlah imamnya bukan cuma 1 (yang bertugas) namun ditambah lagi 23. Alkitab tidak memberikan petunjuk kapan tahun kapan dan bulan apa pertama kalinya dilakukan penugasan itu.

Namun untuk memahami metode ini, kita misalkan saja pada jaman Daud, ditetapkan awal mulainya di bulan ke-1/Nisan, hari ke-1 dan tahun ketika pelaksaannya adalah TAHUN SPESIAL (jumlah bulan 13 atau 385 hari), maka pada tahun itu, Imam Abia (undian ke-8) akan mendapat giliran bekerja pada minggu ke-8 (akhir bulan ke-2/Tamuz) dan minggu ke-32 (akhir bulan ke-8/Shevat) + hari raya paskah di bulan ke-1/Nisan + hari raya pondok daun di bulan ke-7/Tishri = total 4x tugas (karena di hari Pentakosta, Ia bertugas pada gilirannya sendiri).

Saat rotasi berjalan 2 x 24 = 48 minggu = 336 hari dan itu masih selisih 49 hari/7 minggu sampai dengan berakhir tahun spesial (385 hari), oleh karenanya, rotasi berlanjut untuk Imam undian ke-1 s.d Imam undian ke-7 = 49 hari. Di tahun ke-2, bulan ke-1/Nisan, hari ke-1, maka Imam yang bertugas adalah Abia (undian ke-8) demikian seterusnya. Sehingga, SELURUH IMAM pada akhirnya AKAN PERNAH BERTUGAS DI SELURUH NAMA BULAN.

Jika saja ini berlangsung TIDAK TERPUTUS, maka akan cukup mudah untuk menentukan kapan gilirannya Zackharia dari keluarga Abia bertugas di lukas 1.5 namun sayangnya, setelah wafatnya raja Sulaiman bin Daudt, kerajaan terpecah dan di beberapa abad kemudian musnah.

    Rahabean bin Sulaiman menggantikan ayahnya Sulaiman bin Daud menjadi raja Israel. Ketika Rahabean baru 3 hari berkuasa, Ia menolak tuntutan rakyat Israel untuk menurunkan pajak dan malah meningkatkan pajak, oleh karenanya, DARI 12 SUKU ISRAEL, 10 suku memberontak dan hanya 2 suku saja yang setia, yaitu suku YEHUDA dan BENYAMIN (belakangan suku LEWI kembali).

    Kerajaan menudian terpecah dua, yaitu Kerajaan dari 2 atau 3 suku (Yehuda, Benyamin dan Lewi) disebut KERAJAAN YEHUDA dan rajanya adalah Rahabean. Sementara 9/10 suku sisanya, membentuk kerajaan baru yang bernama KERAJAAN ISRAEL (Samaria) dan rajanya adalah: Yerobeam bin Nabat.

    ± 200 tahun kemudian, kerajaan Asyur/Assyrian (jaman raja Yehuda-Hizkia, ref.kitab Mikha 5.2) menghancurkan kerajaan Israel (Raja terakhir: Hosea). Banyak penduduk Israel-Samaria dipindahkan ke-Asyur. Dari sini kemudian muncul dongeng 10 Suku Israel yang hilang.

    ± 135 tahun setelah hancurnya Kerajaan Israel-Samaria, Kerajaan Babilonia menyerbu kerajaan Yehuda (Raja terakhir: Zedekia), penduduk Yerusalem dipindahkan, sejak itulah Yerusalem tidak berpenghuni lagi.

    Grabbe, Lester L. dalam “A History of the Jews and Judaism in the Second Temple Period”, T&T Clark International. 2004, hal.28: Selama 6 abad Yerusalem tidak berpenghuni. Dalam “Between Myth & Mandate: Geopolitics, Pseudohistory & the Hebrew Bible”, Ch 13, Ezra dan Nehemia, mulai hal.349, Michael Nathanson meragukan isi naratif kitab-kitab tersebut mengenai pembangunan ulang Kuil di Yerusalem pada jaman kerajaan Persia

Kitab Ezra dan Kitab Nehemia kemudian memuat kisah mengenai kepulang anorang-orang provinsi Yehuda dari Babel. Ezra dan Nehemia konon hidup di jaman raja Persia, Ataxerses 1 (465 SM – 424 SM), Ezra datang di tahun ke-7. Ia adalah ahli Taurat dan menjadi Imam selama 40 tahun. Nehemia datang di tahun ke-20 (pemerintahan Raja persia, atau tahun ke-13-nya Imam Ezra). Kitab Ezra dan Kitab Nehemia memuat nama-nama keluarga Imam yang pulang dari pembuangan:

  • Di Ezra 2.36-39, ada 4 keluarga/Bani Imam: Yedaya, Harim, Imer dan Pasyhur. Bani Pasyhur sendiri keturunan Bani Imer. Nama Yoyarib ada di Ezra 8.16. Keluarga Imam lainnya di Ezra 2.61 adalah: Habaya dan Hakos. Sedangkan bani Abia, leluhur Zackharia TIDAK ADA.
  • Di Nehemia 12.12-21, ada 21 keluarga Imam dan bani Abia ada di no.11 (Yoyarib di no.16)
  • Di Nehemia 12.1-7, ada 22 nama Imam bukan nama keluarga Imam/Bani. nama Abia sebagai Imam ada di no.12 (Yoyarib di no.17)
  • Di Nehemia 11.10-14, ada 6 keluarga/Bani Imam untuk Yerusalem: Yedaya dari keluarga Yoyarib, Yakhin, Seraya, Adaya dari keluarga Malkia dan Amasai dari Keluarga Imer. Sedangkan Keluarga Imam Abia TIDAK ADA. Sedangkan di kota-kota Yehuda lainnya tidak disebutkan.
  • Di Nehemia 10.1-8, ada 22 nama Imam bukan nama keluarga Imam/Bani. Nama Abia sebagai Imam ada di no. 18
  • Di Nehemia 7.39-42, Ada 4 nama keluarga Imam: Yedaya, Harim, Imer dan Pasyhur (= Ezra 2-36-39) dan di Nehemia 7.63 Imam keluarga Habaya dan Hakos (= Ezra 2.61)

Apakah bani Abia punah? Sampai bagian akhir kitab Ezra, TIDAK ADA disebutkan Bani Abia kembali dari pembuangan.

Jika tidak punah, no. berapa giliran penugasannya? Ini sulit karena kitab Nehemia sendiri menyatakan ada 3 no. urutan (semuanya BUKAN di urutan ke-8), yaitu nama Abia sebagai Imam dan Abia sebagai keluarga Imam.

    Note:
    Sanhendrin 93b menyatakan: Nehemia derajatnya di bawah Ezra karena Nehemia melakukan beberapa kesalahan sehingga kitab itu tidak disebutkan dengan namanya (Bible versi Yahudi menuliskan Ezra-Nehemia sebagai 1 buku, sementara versi Kristen 2 buku terpisah).

    Oleh karenanya, atas dasar apa versi Nehemia lebih benar dari Ezra berkenaan dengan eksistensi Imam keluarga Abia?

Permasalahan-permasalahan di atas ini saja sudah membuat TIDAK MUNGKIN LAGI meneruskan hitungan berdasarkan METODE ROTASI PARA IMAM.

Permasalahanpun belum selesai,
Karena Yerusalem di abad ke-2 SM, dihancurkan lagi. Kali ini oleh Raja Antiokhus Epifanes, yang juga membuat para penduduk Yerusalem dan Yehuda diangkut pergi. (Lihat di kitab Makabe buku ke-1. Kitab ini bersama 8 kitab lainnya diakui konsili Trent namun tidak diakui Kristen Protestan). Kehancuran Jerusalem ini membuat para Imam tidak dapat melaksanakan tugasnya untuk waktu yang lama sekali.

9 kitab kanon deutero (termasuk didalamnya kitab Makabe 1 dan 2) juga tidak mencatat nama-nama keluarga para imam dan urutannya, sehingga permasalahan ada/tidaknya keberadaan keluarga Abia (kitab Ezra vs kitab Nehemia) juga tidak terselesaikan, maka atas dasar apa keluarga Abia punya keturunan bernama Zacharia di beberapa ratus tahun kemudian?

    Note:
    Flavius Yosephus menyatakan metoda partisi 24 Imam (BUKAN 24 nama-nama keluarga Imam) tetap digunakan hingga di jamannya [Antiquities buku ke-7 bab.14.7] dan Uskup Kaisarea, bapak dari sejarah gereja-gereja, Eusebius (263 M – 339 M) dengan mengutip Julis Africanus (140-240 M) menyatakan Herodes TELAH MEMBAKAR SEMUA CATATAN SILSILAH ORANG-ORANG YAHUDI [Ch 7.13].

    Untuk “Zachkaria dari keluarga Abia”, yang mana yang dimaksud: keluarga Imam jaman David atau nama Imam jaman Ezra?

Persoalan terakhir yang menghadang adalah berapa lama selisih waktu antara selesainya penugasan Zachkaria dan hamilnya Elizabet pada frase, “Ketika genap waktunya bertugas, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, hamil dan selama 5 bulan ia tidak menampakkan diri [Lukas 1.23-24]”?

Dengan kendala-kendala di atas, penggunaan hitungan kapan Yesus lahir dengan metode ROTASI PARA IMAM jelas tidak dapat diandalkan.

Adakah cara yang lebih mudah dan kitabiah dalam menentukan kapan Yesus lahir? Ada.

    ..Di bulan ke-6, Allah menyuruh malaikat Gabriel ke Galilea, Nazaret untuk menemui Maria yang bertunangan dengan Yusuf menyampaikan bahwa Ia akan mengandung dan akan melahirkan anak bernama Yesus dan Elisabet, sanaknya sekarang sedang mengandung anak laki-laki dan ini hamil bulan yang ke-6 (1.26-36) Maria pergi ke Yehuda ke rumah Zakharia tinggal kira-kira 3 bulan bersama Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya (Lukas 1.39-56)

Mengapa Mary tinggal 3 bulan lamanya di tempat Elizabeth dan kemudian pulang tanpa menunggu Yohanes pembaptis lahir?

Mary tinggal 3 bulan di tempat Elizabeth karena saat Ia datang adalah musim dingin. Alkitab mempunyai rujukan bahwa orang memang menetap ketika bepergian dan bertemu musim dingin.

    Tiga bulan kemudian kami berangkat dari situ naik sebuah kapal dari Aleksandria yang selama musim dingin berlabuh di pulau itu.[KPR 28.11. Lokasi pulau di Alexandria secara garis lintang adalah lebih jauh dari kutub Utara dibandingkan Jerusalem. Jadi untuk urusan musim dingin, bisa dianggap sama]. Dan di Korintus .. aku akan tinggal selama musim dingin..[1 kor 16.16]. ..karena sudah kuputuskan untuk tinggal di tempat itu selama musim dingin ini. [Tit 3.12]

Jika demikian, mengapa Ia pulang tanpa menunggu kelahiran Yohanes pembaptis?

Ia harus pulang agar di menjelang Paskah (Bulan ke-1/Nisan, tanggal 14), Ia sudah dirumah untuk bersiap merayakannya. Selama 3 bulan di tempat Elizabeth, kandungannya berusia lebih dari 3 bulan

  • Dengan menggunakam kronologi Lukas bahwa Yesus lahir saat pelaksaanan pendataan oleh Kirenius di 6 M, maka 1 Nisan jatuh pada tanggal 18/20 Maret dan 6 bulan kemudian lahirlah Yesus di bulan September 6 M
  • Dengan kronologi Matius bahwa Yesus lahir minimum di 6 SM jaman Herod yang Agung, maka, 1 Nisan-pun jatuh pada 18/20 Maret dan 6 bulan kemudian lahirlah Yesus di bulan September 6 SM.

Di bulan September para gembala menggembalakan ternaknya di padang rumput:

    dan para gembala (kai poimen) yang hidupnya di padang terbuka (eimi en ho chora ho autos agrauleo) dan berjaga mengawal ternaknya di malam hari (kai phulasso phulake ho nux epi ho poimne autos) [luk 2.8].

Namun bapak-bapak gereja tampaknya lebih suka menumpang hari kelahiran para dewa Pagan untuk menetapkan waktu kelahiran tuhan mereka, Yesus Kristus, Kenapa? [Lihat juga ini] []

[Kembali]


KONSILI NICEA 325 M: Hajatan Pengukuhan Tuhan dan Keimanan
Kaisar Konstantin adalah anak haram dari pasangan Flavius Constantius dan Helena (Keberadaan Konstantin diketahui di usia 9 tahunan, sejak itu, Helena menjadi gundik Flavius). Ayahnya kemudian menjabat sebagai kaisar bersama Byzantium dengan Galerius, Ayahnya di wilayah Barat dan Galerius, di wilayah Timur. Ketika ayahnya wafat, di tahun 306, Ia meneruskan jabatannya sebagai Kaisar bersama dengan 4 lainnya (Maximinus Daia/Timur, Maximian/Barat, Galerius/Timur dan Licinius/Timur), setelah menang dari banyak peperangan dan juga dari iparnya sendiri, yaitu Licinius (yang Ia propagandakan sebagai pro Pagan padahal adik tiri perempuan Konstantin sendiri, yang juga saudara Uskup Eusebius dari Nicomedia, menikah dengannya), akhirnya Konstantine berhasil menyatukan Barat dan Timur, menjadi kaisar tunggal Byzantium di September 324 M hingga 337 M.

Apakah Konstantin Kristen?
Walaupun Ibu dan mungkin salah satu dari ke-2 istrinya adalah Kristen. Juga Uskup Eusebius dari Nicomedia, penganut Arianisme, yang juga saudara jauhnya, yang mengklaim bahwa Konstantin dimenjelang wafat, dibaptis menjadi kristen olehnya. Namun tidak ada dokumen yang menunjukan bahwa Konstantin berkeinginan menjadi Kristen. Bahkan di tahun 317, Ia menganiaya salah satu sekte Kristen, Donatis, yang menolak mengakuinya sebagai Kaisar pemimpin gerejawi. Juga di 11 Mei 330, ketika festival Saint Mocius dirayakan di kota yang kemudian disebut sebagai Konstantinopel, Dewi Pagan Tyche ditempatkan di kota itu dan tetap marak dengan kultus pagannya, misalnya tempat suci untuk Dioscuri dan Acropolis. Jadi, ketika konsili Nicea, Konstantin, bukan penganut Kristen dan tidak tertarik menjadi Kristen. Kepentingannya, BUKAN masalah ketuhanan Yesus namun kelanggengan kekuasaan tunggalnya di wilayah Barat dan Timur

Uskup Eusebius dari Nicomedia, menyampaikan informasi tentang polemik yang terjadi di internal geraja wilayah Alexandria, yaitu antara Uskup Agung Alexander (bersama Athanasius) VS Arius (Pastor dikeuskupannya), yaitu:

  • Arius (dan juga Eusebius dari Nicomedia):
    TUHAN adalah UNIK, MAHA KUASA dan TIDAK TERBATAS, karena itu, KETUHANAN Bapa harus lebih besar dari Putra. ANAK ada permulaannya, TIDAK ABADI, TIDAK PUNYA KESEJATIAN TUHAN, menjadi SEPERTI TUHAN adalah KARENA IZIN dan KUASA BAPA

    Atau singkatnya: YESUS TIDAK SAMA/BUKAN TUHAN.

  • Uskup Agung Alexander (dan Athanasius):
    YESUS berbagi KEABADIAN YANG SAMA / SAMA ABADINYA dan BERBAGI SUBSTANSI YANG SAMA / SAMA SUBSTANSINYA (Homoiousian) dengan BAPA/TUHAN.

    Atau dengan kata lain: YESUS adalah TUHAN.

Perselisihan ini, jika mampu diselesaikan Konstantine, maka Ia akan mendapat dukungan kalangan gereja wilayah Timur yang menganggapnya sebagai Kaisar yang mampu memberikan kedamaian di Wilayah Timur. Untuk itu, di tahun ke-20 jabatannya sebagai kaisar wilayah Timur, yaitu di tahun 325 M, Ia usulkan sebuah even untuk menyelesaikan polemik tersebut, yaitu di Nicea (kota kemenangan) pada tanggal 20 Mei, Akomodasi para rombongan, dibiayai kekaisara, juga ada hadiah bagi yang hadir. Undangan ini seharusnya sangat menarik hati para Uskup wilayah Timur yang baru saja lepas dari himpitan penindasan akibat perebutan kekuasaan kekaisaran dan juga para Uskup wilayah Barat.

Jadi klaim yang mengklaim bahwa even ini diadakan untuk meredam perpecahan di kekaisaran Byzantium, adalah SUATU KEBOHONGAN BESAR.

Dikatakan, Kaisar mengundang 1800 (1000nya dari gereja wilayah Timur dan 800nya untuk gereja wilayah Barat), Namun ternyata, jumlah yang hadir sangat sedikit: 250 (Eusebius dari Caesarea, “Life of Constantine (Book III)”. Ch. 9); 270 (Eustathius dari Antioch); 318 (Athanasius dari Alexandria); Lebih dari 300 (Gelasius dari Cyzicus atau Socrates Scholasticus). Angka 318 disampaikan Hilary dari Poitier, juga: Evagrius, Hilarius, Jerome dan Rufinus. Ini tampaknya berasal dari hitungan Athanasius. Hanya 5 yang berasal dari Gereja Wilayah Barat/yang berbahasa latin: Marcus dari Calabria, Italia; Cecilian dari Carthage, Africa; Hosius dari Córdoba, Spanyol; Nicasius dari Dijon, Gaul dan Domnus dari Stridon, Danube.

Jika jumlah versi Athanasius (318) dijadikan patokan, maka 1482 uskup atau peserta TIDAK HADIR. Mengapa?! Tentunya, sulit untuk percaya bahwa Konstantine mengusir 1482 Uskup dan hanya mengijinkan 318 Uskup, karena ini menjadi tidak sejalan dengan misinya. Namun adalah mungkin jika alasan KETIDAKHADIRAN adalah karena TAKUT, baik itu karena takut mati, akibat trauma penindasan panjang yang terjadi di wilayah Barat dan Timur, di tahun-tahun sebelumnya, dan/atau TAKUT menjadi PELACUR dimata TUHAN karena terlibat pemerintahan pemuja dewa lain dan memberikan pengorbanan. Mereka pastinya tahu di masa kaisar Diocletian, pada tahun 303, ketika Pastor Romanos secara intoleran, datang berteriak menghentikan upacara pengorbanan pada dewa Pagan yang membuatnya dipotong lidahnya dan dihukum mati. Juga di tahun 305, ketika Kaisar wilayah Timur, Maximinus, mengeluarkan dekrit membuat para kristen harus juga mempersembahkan korban untuk para Dewa Pagan yang berjalan bertahun-tahun bahkan ketika Konstantin menjadi kaisar di wilayah Barat. [“Birth, Criminal History and Judgment of the Roman C. Church”, Luis Munoz, hal 21-32]. Juga sulit untuk percaya bahwa 22 orang rombongan Arius yang dipimpin Eusebius dari Nicomedia di usir dari forum yang justru sedang membahas pendapat Arius, apalagi Uskup Nicomedia adalah kerabatnya. Namun adalah mungkin bahwa ke-22 orang ini menarik dukungan setelah membaca tulisan Arius dan kemudian sepakat menyatakan itu sebagai pelecehan. [“The Building of Christendom”, Carroll Warren H, 1987. Hal.11].

Dihari pembukaan, Konstantin menerima para tamu berikut naskah (permohonan bantuan, melaporkan atau permintaan ganti rugi) dari para uskup, namun keesokan harinya, dengan sebuah anglo besar, dihadapan mereka, Ia bakar naskah-naskah tersebut dan berkata dengan ini, segala hutang piutang dan persoalan dianggap selesai, ini isyarat bahwa naskah mereka, memuat laporan tentang satu sama lainnya, sehingga ini adalah suatu pengampunan umum

Di konsili, polemik tentang itu berlangsung alot dari 20 Mei hingga 19 Juni. Menurut Hagiograpi Santo Nikolas dari Miria, panasnya perdebatann, sampai membuat Uskup Nikolas menampar wajah Arius. Ini juga mengindikasikan bahwa Arius walaupun bukan Uskup, Ia hadir di konsili, karena pendapatnyalah yang diperdebatkan. Di akhir perdebatan, pendapat Athanasius-PUN TIDAK MENDAPAT KEPUTUSAN BULAT, dari 318 PESERTA, hanya 2 YANG MENDUKUNG ARIUS (yaitu: Theonas dan Secundus).

Hasil konsili ini kemudian dirumuskan menjadi Kredo Nikea/Pengakuan Iman Nikea, namun kredo ini bukanlah kredo yang sama seperti sekarang. Kredo sekarang ini adalah setelah mengalami berkali-kali perubahan. (Percy Gardner, English Modernism,-Apendiks I, hal.223). Konsili di Konstantinopel, 381 M dan Konsili di Chalcedon, 451 M menyempurnakan Kredo Nikea, Roh Kudus ditetapkan, kaitannya dengan Perawan Maria dan Tuhan pemberi kehidupan, sehingga lengkaplah Trinitas: Tuhan BAPA, Tuhan Anak dan Roh Kudus.

Setelah konsili Nicea, Konstantin mengasingkan yang menolak pengakuan Iman Nicea, yaitu Arius, Euzoios, para uskup Libya Theonas dari Ptolemais, Secundus dari Mamarica, dan para uskup yang menandatangani pengakuan iman NAMUN MENOLAK mengutuk Arius, Eusebius dari Nikomedia dan Theognis dari Nicea. Kaisar juga memerintahkan semua salinan dari Thalia, yang ditulis Arius dibakar.

Kedamaian Pasca Nicea, tidak pernah terwujud, bahkan tidak lama setelahnya, beberapa yang Pro-Arius wafat misterius, di antaranya Ariel dan Meletian, yang diduga ada keterlibatan Athanasius di dalamnya. Sementara itu, di Alexandria, pada tahun 327, di menjelang wafatnya, Uskup Alexander meminta Athanasius menggantikannya. Makin tahun, tuduhan terhadap Athanasius makin beragam, disamping pembunuhan, juga tindakan amoral, membebankan pajak yang tidak adil pada orang Mesir, melakukan ritual sihir dan memotong pasokan gandum ke Konstantinopel. Pada tahun 334, Ia dipanggil untuk menjawab, namun tidak datang. Di tahun 335, Konstantin menyatakan jika tidak datang lagi, maka akan dipaksa datang, akhirnya Athanasius, hadir di konsili Sinode di Tirus, menjawab semua tuduhan tersebut yang berujung pada pencopotan Athanasius dari kedudukannya dan akibat keterlibatannya pada pemotongan pasokan gandum, Konstantin, mengasingkan Athanasius. Sementara rivalnya, yaitu Arius, di tahun 336, diijinkan kembali ke komunitas, Kaisar mengarahkannya pada Uskup Alexander dari Konstatinopel yang berkeberatan menerimanya. Ketika Arius tiba, tidak berapa lama kemudian, Ia mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan kematianNya, ada yang mengatakan karena kutukan, lainnya mengatakan karena racun.

Perhatikan:

    [..]Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, [Yohanes 10-36-37]

    Semua orang, yg dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.[Roma 8:14, 16]

Saat itu dan seterusnya, para pengikut Paulus harusnya banyak yang sudah menjadi anak-anak Allah, namun di konsili Nicea, mereka tidak juga diangkat menjadi Allah. Ini diskriminatif karena jelas disebutkan bahwa semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak-anak Allah. Jika beralasan bahwa frase “anak allah” adalah kiasan, maka Yesus anak Allah juga kiasan.

Yesus bukan anak Allah adalah kitabiah karena Yesus mengelak memberikan konfirmasi dihadapan sidang resmi para tua-tua bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, di Mahkamah Agama mereka:

    katanya: “Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami.” Jawab Yesus: “Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya..Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa. Kata mereka semua: “Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah/Huios Theos?” Jawab Yesus: “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.” [Lukas 22:67-70] atau “[..]Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias Anak Allah/Christos Huios Theos?. Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia [..] [Matius 26:63]

    Dalam Markus 14.61-62, tidak disebutkan Anak Allah tapi anak terpuji:

    “Imam besar di sidang Mahkamah Agama Yahudi: “‘Apakah Engkau Mesias anak terpuji/christos huios eulogetos?’ Yesus: ‘Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit'”.

    Padahal, seorang bernama Bar Kozeba (132/135 M), JAUH LEBIH TEGAS LAGI dari Yesus, karena Kozeba tegas berkata: “AKULAH MESIAH”. Walaupun klaim Kozeba diterima R Akiba dengan merujuk Bilangan 24.17, namun Kozeba tetap dibunuh.

    Tentang kalimat Yesus: “anak manusia duduk disebelah kanan Tuhan” SEHARUSYA INI merujuk kepada DAUD, “Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu” [Mazm 110.1].

    Tentang kalimat Yesus: “anak manusia..datang di tengah-tengah awan-awan di langit”, ini dikutipnya dari Daniel 7.13-14, “..datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja,..

    Sehingga, jika memang Yesus bermaksud menyatakan bahwa dirinya, adalah anak manusia yang diberikan kekuasaan dan kemuliaan sebagai raja, sebagaimana tertulis di Daniel 7.13-14, maka harusnya Ia akui itu dengan tegas, NAMUN MASALAHNYA, Yesus juga mengelak ketika ditanya statusnya sebagai “Raja orang Yahudi”: “Tapi, ketika Pilatus bertanya: ‘Apakah engkau raja orang Yahudi?‘. Yesus: “Engkau sendiri mengatakannya” [Matius 27.11, Markus 15.2, Lukas 23.3 dan Yohanes 18.37]

    Tampaknya, Yesus menjadi kebingungan sendiri, disamping Ia tidak menjawab apa yang ditanya, Ia juga tidak bisa membedakan antara orang yang bertanya vs orang yang menyatakan sesuatu.

    Padahal keluaran 19.11, telah menyampaikan jelas maksud tujuan tuhan berada di dalam awan kepada Musa: “Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, DENGAN MAKSUD SUPAYA DAPAT DIDENGAR BANGSA ITU APABILA AKU BERBICARA DENGAN ENGKAU, DAN JUGA SUPAYA MEREKA SENANTIASA PERCAYA KEPADAMU“.

    Jadi ini dimaksudkan agar mereka semua tahu pasti bukan agar mereka tidak tahu karena tujuan Tuhan adalah agar mereka tidak tersesat lagi. Dan memang Yesus tidak pernah datang di tengah-tengah awan-awan kepada khalayak ramai para Yahudi maupun bukan.

Jadi ketidakbulatan suara di konsili Nicea adalah kewajaran, menjadikan Yesus Tuhan justru suatu keTIDAKwajaran.

[Kembali]



Yesus Menikah 2 kali dan mempunyai anak

Di tahun 1980, di sebuah gua di Talpiot, daerah pinggiran selatan Yerusalem modern, ditemukan 10 osuarium (Peti mati dari batu kapur) yang berusia dibawah tahun 70 M, namun satu osuariumnya hilang.

Dari 9 itu, 3 diantaranya tidak berinkripsi, 6 lainnya berinkripsi nama “Jeshua bar Yossef” atau “Yesus anak Yusuf” (dalam bahasa Aram); “Maria” (Aram); “Mariamene e Mara” (“Maria sang guru”. nama ini yang diduga Maria Magdalena) (Yunani); “Yoses” (Aram); “Matius” (Aram) dan “Yehuda bar Jeshua” atau “Yudas anak Yesus” (Aram). Kemudian, di Oktober 2002, dari seorang kelektor pribadi di Yerusalem, ditemukan sebuah osuarium berinskripsi bahasa Aram, nama “yakov bar iosef, achui d’yeshua” atau “Yakobus anak Yusuf, saudara laki-laki Yesus”.

4 Nama (Yesus, Maria, Yakobus dan Yoses) dalam osuarium ada padanannya dalam Markus 6.3 sebagai keluarga. 3 nama Maria muncul dalam Yohanes 19.24, yaitu Maria ibunya, Maria saudara ibunya yang juga istri Klopas dan Maria Magdalena. Nama “Matius” dalam Matius 1 dan Lukas 3 adalah dari kakek Yusuf ayah Yesus dan di Markus 2.14, “anak dari Alfeus/Klofas” saudara dari Yusuf.

Tentu saja, di Yudea pada masa itu, pastinya banyak yang bernama Jeshua anak Yusuf, karena merupakan nama umum, namun jika dikaitkan dengan nama-nama lainnya, sangat sulit menerima ini sebagai suatu kebetulan semata bahwa dijaman itu di Yudea, terdapat nama-nama yang sama dengan nama dari keluarga Yesus, sehingga, dengan nama Yudas sebagai anaknya, diduga, Yesus menikah dan memiliki anak laki-laki, ini adalah hal lumrah bagi kaum Yahudi pria di usia 30-an.

Sekarang kita simak tulisan Dr Barbara Thiering, seorang ahli theologia dari Sydney, dengan keahliannya dalam naskah laut mati, menafsirkan ulang Perjanjian baru bahwa Yesus tidak mati di tiang salib dan hidup hingga tahun 76 M

Ini dimulai di tahun 1947, ketika seorang bocah Badui mencari dombanya yang hilang tanpa sengaja memasuki gua di Wadi Qumran, sebelah Barat Daya laut Mati. Di gua yang gelap itu, ia tersandung pada gulungan benda yang panjangnya 2 kaki dan tebalnya 10 inci. Para gembala kemudian menjualnya, pemilik toko antik di Bethlehem membeli beberapa gulungan dan sisanya dibeli seorang Archbishop dari gereja Orthodox Syria. Beberapa ahli menelitinya dan menyimpulkan bahwa itu tidak ada nilainya. Tetapi E.L Sukenik, dari Hebrew University di Yerusalem, mengenal keunikan gulungan itu dan membeli tiga gulungan. Gulungan lain dibawa ke American School of Oriental Research, diteliti oleh J.C Trever dan W.F. Albright, seorang arkeolog Alkitab, akhirnya pada tahun 1948 menyadari bahwa itu adalah gulungan kitab-kitab PL.

Pada akhir tahun 1951, di sekitar gua-gua laut Mati, yaitu di gua Wadi Murabba’at ditemukan lagi gulungan-gulungan lain diantaranya juga terdapat gulungan Teks masoretik. Pada tahun 1952, di gua yang terletak di sebelah Barat Khirbet Qumran ditemukan hampir keseluruhan kitab PL kecuali kitab Ester.

Dinyatakan pasti bahwa naskah ini berasal dari periode di kebangkitan kekristenan, Para Ahli di bingungkan setelah mengetahui bahwa komunitas yang menuliskannya ini begitu dekatnya dengan kekreistenan awal yang pastinya mempunyai hubungan sejarah.

Hanya sedikit jumlah yang komplet dari naskah. Mayoritasnya merupakan bagian-bagian yang besarnya bervariasi. Perkiraan kasar bahawa hanya 800 dokumen yang ditemukan.Sebagian dari ini merupakan copy dari Perjanjian lama. Memperlihatkan bahwa penulisnya adalah bangsa Yahudi. Namun bukanlah Yahudi yang ortodok. Dokumen lainnya adalah karya baru yang menyebabkan minat yang besar, memperlihatkan bahwa penulisnya merupakan komunitas terpadu yang hidup dengan cara terpisah dari aliran utama Yahudi.

Penemuan lainnya, Nag Hammadi mulanya diasumsikan disusun di abad ke tiga atau awal abad ke empat di waktu yang sama di mana Al kitab di bukukan yang ditunjukan pada potongan papyrus yang di gunakan untuk membangunnya. Namun penelitian lebih lanjut memperlihatkan beberapa bukti bahwa ini disusun lebih awal dan tersimpan lama di perpustakaan biara. Konsekuensinya adalah ada nilai sejarah yang merefleksikan kepercayaan di abad ke 1. Bahkan ketika terlihat bersebrangan dengan perjanjian baru. Penemuan ini memaksa pecahnya dogma kanonisasi. Perjanjian baru merupakan hasil seleksi buku terpilih untuk melihat komunitas awal kristen yang nantinya menetap di Roma. Komunitas lainnya mempunyai kesamaan autoritas namun tidak diketahui roma dan hanya bertahan di negara lain

Kepercayan yang di anut di katolik dan juga di Protestan adalah hidup selibat (tak menikah) adalah berharga dan pernikahaan di anggap sebagai keadaan kurang suci dari manusia. Secara tradisi di ajarkan bahwa Yesus adalah manusia suci, mengatasi kelemahan manusia dan tidak menikah.

Mary of Magdalene (Magdala) berasal dari kota nelayan/perdaganan ikan didekat laut Galilea. Ia di ajarkan sebagai seorang Yahudi dan seorang yang paham menganai ajaran yunani. Alkitab Gereja mengatakan:

  • Menuliskannya sebagai seorang Pelacur atau orang yang belajar bertobat
  • menunjuk sebagai wanita utama dari sekian banyak wanita disekitar Yesus
  • Mereferensikan bahwa dirinyalah yang menemukan Yesus setelah Penyaliban

Nama Mary Magdalene berasal dari kota Magdala sekaran Mejdel, dekat laut galilee. Carpernaum jaraknya sekitar 10 km. Dalam literatur kaum rabi kita dapat bahwa:

  • Magdala – Benteng Kota
  • Migdal Sebayah – Menara tukang celup
  • Migdal Nunayah – Menara Ikan

Josephus kerap berbicara Tarichea merupakan nama kota Yunani. Tarichea punya 40 000 penduduk dan 240 kapal nelayan. Merupakan jalur perdagangan ke Syria, mediterania, Judea dan keutara.

Pada perang Yahudi yang dimulai pada tahun 66 M, Magdala tertangkap oleh Vspasian danTitus dan tidak ada yang selamat, Josephus melaporkan:’ Seluruh danau ternoda oleh darah..” Saat itu Mary Magdalena berusia 60-70 tahun
[Source: Esther de Boer, Mary Magdalene, Beyond the Myth, SCM Press 1996 (translated from the Dutch). However, de Boer makes not a single reference to the works of Dr. Thiering (or the Dead Sea Scrolls)!]

Menurut Dr. Thiering Jesus:

Ayah Jesus, Joseph, Raja dari garis keturunan Daud, and Mary mengandung anak mereka Yesus sebelum pernikahan mereka. Ini merupakan pelanggaran dari aturan ketat yang berlaku di Qumran saat itu, yang dapat mengakibatkan, Jesus akan disebut anak haram namun dinyatakan ia sebagai anak yatim (tidak diketahui bapaknya) padahal tidak demikian.

Namun di pandangan helenistik yang lebih moderat menerimanya sebagai penerus yang syah. Secara personal merupakan hal yang penting bagiNya dan juga kelompokNya untuk meneruskan garis dinasti yang menunjuk pada kekuatan politik.

Ia melakukan itu karena aturan Essene mengenai sex adalah lebih kaku daripada Orang tuaNya lakukan. Mempunyai perode panjang Betrothal, Perayaan pertamanya dimulai dalam percobaan perkawinan hingga 3 tahun dan perayaan kedua ketika Istrinya hamil 3 bulan.

Perkawinan Yesus dengan Mary Magdalene
Istrinya bernama Mary Magdalene. Lihat di Luke 8:2 yang mengatakan bahwa ‘tujuh setan (roh jahat) telah pergi darinya, artinya sangat sederhana yaitu ketika Mary menikahi Yesus.

Dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,

Ia tidak lagi dibawah wewenang Judas Iscariot, seorang pejuang pembebasan yang militan keturunan Judas orang Galilea. Ia merupakan Kepala levite yang bertanggung jawab dengan ‘perawan-perawan, yaitu biarawati. Mary adalah seorang penganut setia, ia menjadi seorang pejuang pembebasa, melawan penindasan penjajah Roma. Judas Iscariot dinamakan “Setan 7” karena semua militan dinamakan ‘demons’. Adalah Judas Iscariot yang berkeberatan dengan hubungan mary dengan Yesus di Yohanes 12:3-5

Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”

Kalimat 7 roh jahat ‘dibebaskan darinya’, Itu berarti bahwa Yudas kehilangan kekuasaannya atas Mary dan dari kebiarawatian, karena Yesus dapat menyakinkannnya untuk mengganti opini politiknya menjadi lebih pro-roman sepertinya.

Mary juga disebut sebagai Mary dari Bethany, ‘Seorang perempuan meminyaki tubuh Yesus di kaki atau dikepala dengan minyak mahal narwastu’ muncul di cerita Yohanes 12:1-8, Markus 14:3-9. Dan lukas 7:37-50. Bahasa Yunaninya mengurapi/meminyaki adalah ‘nardos’, ‘nard’ di Yohanes 12:3 ‘bau minyak semerbak di seluruh rumah itu’ merupakan kiasan ritual sexual yang digambarkan di Kidung agung 1:12

Sementara sang raja duduk pada mejanya, semerbak bau narwastuku.

Lagu dari Solomon/kidung agung merupakan tata upacara perkawinan dari Raja Daud, merupakan perkawinan yang memakan waktu banyak hari. Upacara ini digunakan pada perkawinan Yesus sebagai keturunan Daud.

Para kritikus bible sangat mengerti bahwa ayat ini merupakan narasi ulangan dari model yang sama di perjanjian lama. Beda versi namun sama episodenya. Yesus dan Mary magdalena, melangsungkan ritual untuk melakukan percobaan perkawinan, yang terekam di Lukas 7:36-50, dan saat penyaliban Mary sedang hamil 3 Bulan, dan final ikatan perkawinan di langsungkan

Satu dari sekian alasan untuk menerima Mary magdalena adalah istri dari Yesus adalah di Injil Philip, Naskah yang berasal dari Nag Hammadi yang ditemukan di Mesir 1945. Buku itu berasal dari abad 1 dan opini yang menyatakan bahwa buku itu berasal dari abad2 belakangan (abad ke 3- awal 4 Masehi) patah dengan muncunya beberapa bukti.

Alasan menerima Mary muncul di kalimat ‘Ada tiga orang yang selalu menyertai ‘Tuhan’: Mary IbuNya, Saudara kandung perempuannya, dan Magdalena, yang disebut sebagai pasangannya..dan pasangan dari [sang penyelamat adalah] Mary Magdalena. [Yesus mencintai] nya lebih dari [semua] muridnya [dan biasa] menciumnya [seringkali] pada [mulut] nya. Seluruh [murid] nya berkata padanya, ‘ Mengapa engkau mencintai nya lebih dari kami semua?’ ‘

Mary’ bukanlah sebuah nama melainkan Gelar
Alasan mengapa 3 wanita yang berhubungan dengan Yesus dinamakan Mary bukanlah suatu kebetulan namun merupakan sebuah fakta ‘gelar’. Dalam bahasa Ibrani, namanya adalah Miriam. Nabi Miriam merupakan saudara kandung Musa (Keluaran 15:20:21)

Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari. Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: “Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.”

Dalam catatannya tentang Therapeutae, seorang petapa yang berhubungan dengan essenes, Philo dari Alexandria merekam bahwa petapa mesir menyelengarakan secara teratur pertemuan di mana dimainkan drama kebaktian ‘keluaran’ yang diiiringi music koor dan tarian. Mereka terdiri dari dua kelompok laki dan perempuan. Yang laki di pimpin oleh seorang yang berperan sebagai Musa, dan yang perempuan berperan sebagai Miriam. Seorang wanita yang cukup berjasalah yang mendapatkan gelar ini. Ia biasanya di pilih untuk menjadi istri dari raja atau pendeta menurut aturan dinasti yang berjalan. Ibu Yesus mempunyai gelar ini karena perkawinannya dan mempertahankannya dengan menjanda. Juga Istri dari Yesus memperoleh Gelar ini

Injil Mary di publikasikan bersamaan dengan literatur Gnostic Nag Hammadi. Menggambarkan Mary Magdalena sebagai ikon figur karenan hubungannya dengan Yesus. Ada kutipan Petrus berkata pada Mary, ‘Sadari, kita tahu bahwa sang penyelamat mencintaimu melebihi wanita lainnya. Ceritakan pada kami, kata-kata sang penyelamat yang engkau ingat’. Mary kemudian memberikan sebuah ajaran penuh makna yang dia katakan di wangsitkan padanya oleh yesus melalui suatu pengalaman gaib. Peranan mary adalah berhubungan dengan kegaiban sejajar dengan dengan Yesus yang diperlihatkan melalui pengetahuan.

Yesus – Mary mempunyai 3 Anak
Keterangan yang lebih membumi diberikan di kisah para rasul, dimana disebutkan 3 anak telah dilahirkan dari yesus dan Mary magdalena. Tanggal kehamilan dan kelahiran di sebutkan secara kronologis dalam informasi yang tersembunyi.

Suatu petunjuk adalah ketika ada kalimat ‘ Firman Tuhan semakin bertambah/tersebar’ pada Kisah para rasul 6:7 dan 12:24, ungkapan itu berarti seorang anak lelaki telah lahir, melanjutkan dinasti Yesus kata firman tuhan digunakan sebagai kode untuk Yesus di 2 Timotius 2:9. Kronologisnya yaitu ketika anak perempuan terlahir maka pasangan itu menunggu 3 tahun sebelum bertemu kembali melakukan hubungan badan. Dan ketika seorang lelaki telah lahir, mereka menunggu 6 tahun dan kembali kepada keadaan tidak melakukan ritual seksual (selibat).

Teorinya adalah bukan anak perempuan yang mereka inginkan, sehingga mereka membuatnya lagi secepatnya.

Tamar, Anak sulung Yesus, Perempuan
Saat itu ikatan perkawinan mereka adalah Maret 33 M, Mary 3 bulan Hamil. Ia melahirkan anak perempuannya di September 33 M. Fakta bahwa kemudian di Kisah para rasul 17:34 menyatakan sang anak perempuan berusia 18 tahun. Kata Damaris merupakan bahasa Yunani dari kata Tamar, nama sang perawan anak raja Daud di 2 Samuel 13:1

Tamar Menikah dengan Paulus
Di tahun 53 M, Tamar berusia 20 tahun dan menikah dengan Paulus di Korintus (JM,367). Saat itu paulus berusia 36 tahun. Setelah menikah ia ganti nama menjadi Phoebe

Tahun 54 M, Paulus dan Phoebe melakukan perkawinan ke dua (gays essene) ketika ia hamil 3 bula, pada Minggu 1 Bulan September 54 M seorang anak perempuan lahir (JM 368) dan di asumsikan sekarang bahwa Yesus menjadi kakek

Tahun 57 M Paulus berusia 40 dan memperbaharui perkawinannya lagi, sukses, dan Phoebe hamil lagi (JM 371) dan pada 58 M seorang anak perempuan lagi. Anak ini di ijinkan ikut mengunjungi sidon pada tahun Yesus Justus, Lelaki, Anak kedua Yesus

Hamil si calon bayi lelaki adalah di September 36 M dan lahir di bulan Juni 37 M (Kisah para rasul 6:7). Ia merupakan pangeran dari generasi Daud dari garis Yesus. Di Kolose 4:11 Paulus menyampaikan salam pada Yesus Justus:

dan dari Yesus, yang dinamai Yustus. Hanya ketiga orang ini dari antara mereka yang bersunat yang menjadi temanku sekerja untuk Kerajaan Allah; mereka itu telah menjadi penghibur bagiku.

Justus merupakan gelar dari penerus Daud, digunakan pada James Justus, saudara dari Yesus, yang merupakan ahli waris hingga lahirnya anak Yesus. Anak muda ini berusia 24 tahun ketika Paulus menuliskan itu. Yesus Justus menikah di kathedral di Ephesus pada 73 M, per Kitab wahyu 19:6-9

Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.”.

Dua minggu kemudian ia menjadi Pewaris tahta Daud dari garis Yesus. Ia mempunyai adik yang namanya tidak di sebutkan, kehamian untuk sang adik itu di bulan Juni 43 M dan lahir bulan Maret 44 M

Yesus Bercerai dengan Mary Magdalena
Mary magdalenea mulanya adalah seorang pejuang Pembebasan, seorang militan yang setia dan bermusuhan dengan Roma hingga Yesus membujuknya untuk mengikutinya. Namun karena kejadian ini terjadi pada masa pemerintahan raja Caligula (37-41M) militerisme bangkit lagi. Kebutuhan akan kepahlawanan di perlukan untuk menghadapi tirani romawi.

Mary kembali pada keadaan semua dan berteman dengan Helena dan Simon Magus di 44 M. Setelah melahirkan anak ke-3nya. Keretakan perkawinan ini berada diantara orang2 Kristen bersama Yesus dan pejuang pembebasan bersama Simon Magus.

Mary meninggalkan perkawinan Itu adalah saat dimana Paulus meletakan dasar praktek untuk bercerai di 1 Korintus 7:10-16

Kepada orang-orang yang telah kawin aku–tidak, bukan aku, tetapi Tuhan–perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya. Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya. Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu. Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus. Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera. Sebab bagaimanakah engkau mengetahui, hai isteri, apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan isterimu?

Ia mengijinkan perceraian jika sang pasangan adalah seorang yang tak beriman dan bukan kristian.

Dalam perceraiannya dengan Yesus di tahun 44, Ia lebih memilih menjadi pejuang pembebasan dari penindasan Romawi dan Yesus lebih memilih mengawini Lydia di tahun 50 M

Lydia, Istri kedua Yesus, Ia mempunyai anak Perempuan.
Di Kisah para rasul 16:14, terekam bahwa ‘Yesus membuka hatinya’ pada seorang wanita bernama Lydia, seorang penjual kain ungu

Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.

Di kitab Wahyu 2:20-25, disebutkan Thyatira di namakan sebagai pusat dari pengajaran perempuan perempuan yang mengaku nabiah mengajarkan perbuatan imoral, namun ada perempuan-perepuan lain yang tidak mengikuti praktek2 itu. Salah satu wanita itu adalah helena, selir dari Simon magus, sejarahnya ada di “The Clementine Books” bab 4. Wanita wanita pengikut ajaran ‘lain’ itu dinamakan Izebel, model dari wanita itu disebutkan di Kitab Wahyu 17 :3-4

Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.

Pada 50 M Yesus pindah ke Eropa, terusir dari kampung halamannya. Di philippi di Macedonia, Yesus kawin lagi, dengan Lydia, seorang uskup dari ke-biarawati-an thyatira yang membagi sisi politiknya dan pandangan religiusnya. Darinya ia memiliki anak perempuan ke 2 (total mejadi 4) lahir di 16 maret 51 M. Perkawinannya dilakukan di 17 Maret 40 M di dokumentasikan di Yesus Jesus the Man (JM, 363).

Kesimpulan
Yesus tidak mati di tiang salib, sudah merupakan suatu keanehan karena ‘firman allah yang hidup’ dapat menahan dirinya untuk tidak terkenal lagi dan juga tidak fenomenal setelah periode Penyaliban.

Yang dapat saya tarik dari ringkasan dari Dr Thiering yaitu ajaran Yesus hanyalah upaya untuk mengukuhkan dinasti DAUD. Peran PAULUS berperan untuk kejayaan dinasti DAUD dengan merekrut sebanyak-banyaknya BUDAK-BUDAK non YAHUDI. Ingat kata-kata Paulus di Roma 3:7:

Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

[Kembali]


Keselamatan selalu ada di luar Gereja! (1)


Pengantar

Suatu ketika, saya membaca tulisan dengan judul ‘Adakah Keselamatan di Luar Gereja?’ dari seorang yang bernama Eddy TG yang menekankan alasan-alasan mengapa sebaikya pindah keyakinan menjadi Kristen. Target pasar tulisan itu terutama ditujukan pada para penganut non Abrahamik. Kemudian terjadilah tanya-jawab dengannya. Mengingat pentingnya pesan yang terkandung dalam tanya-jawab tersebut, maka itu saya daur ulang dengan sistematika sbb:

SELAMAT MEMBACA!

[Kembali]


Tips untuk Menghadapi Penginjil yang gigih

Sekitar enam bulan yang lalu terdapat ketukan di pintu dan sewaktu di buka saya menemukan dua orang penyebar injil disana. Saya mengetahui bahwa mereka adalah penyebar Injil dari senyuman bersahabat yang dibuat-buat diwajah mereka, yang dimiliki oleh setiap penginjil sewaktu mereka mencoba untuk mengkristenkan seseorang.

Ini adalah yang ketiga kalinya dalam sebulan para penyebar injil ini mengetuk pintu saya dan menganggu saya jadi saya memutuskan untuk memberikan mereka pelajaran.

Mereka menyapa, “Selamat Pagi”
Saya menjawabnya, “Selamat Pagi”

Melihat saya menjawab dengan ramah, mereka kemudian bagaikan mendapat angin dan bertanya, “Apakah kamu pernah mendengar tentang Tuhan Yesus Kristus?”

Saya berkata, “Saya mengetahui sedikit tentang dia tetapi saya adalah seorang Buddhis. Saya tidak tertarik untuk mengetahui lebih banyak”

Tetapi seperti para pengijil lainnya mereka tidak mengacuhkan harapan saya dan terus meneruskan membicarakan tentang kepercayaan mereka. Jadi saya berkata “Saya merasa anda tidak berhak berbicara kepada saya tentang Yesus”
Mereka keheranan dan bertanya, “Mengapa Tidak?”
Saya melanjutkan, “Karena..kamu tidak mempunyai keyakinan”.
Mendengar itu, Mereka segera menambahkan, “Keyakinan kami terhadap Yesus sekuat batu karang”.

Sambil tersenyum saya berkata, “Saya tidak merasa demikian…Mohon buka Alkitab Anda dan bacakan Injil Markus Pasal 16 ayat 16, 17 dan 18”. Ketika mereka sedang membalik-balikkan halaman Alkitab saya dengan cepat ke belakang dan kembali lagi.

Salah satu dari mereka menemukan bagian itu dan saya memintanya untuk membacakannya dengan lantang, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-etan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

(dikutip dari Alkitab Perjanjian Baru Injil Markus Pasal 16 ayat 16-18, penerbit Lembaga Alkitab Indonesia untuk The Gideons International)

Ketika seorang dari mereka menyelesaikannya kutipannya, saya berkata “pada bagian itu Yesus berkata bahwa apabila kamu mempunyai keyakinan yang sebenarnya maka kamu dapat minum racun dan tidak mati.”

Saya mengeluarkan sebotol karbol dari belakang punggung saya dan menyodorkannya, “Ini terdapat sedikit racun..Tunjukkanlah kepada saya keyakinan kamu dan saya akan mendengarkan apapun yang akan kamu katakana tentang Yesus”

Kamu seharusnya melihat mimik wajah mereka!

Mereka tidak tahu apa yang harus dikatakan.

Saya kemudian bertanya, “Apa masalahnya?…Apakah keyakinan kamu tidak cukup kuat?”

Mereka terdiam sejenak dan kemudian salah satu dari mereka berkata, “Alkitab juga mengatakan bahwa kita tidak boleh mencoba Tuhan”.

Dalam hati saya berkata, ”Jawaban bagus! “. Kemudian saya menjawab, “Saya tidak mencoba Tuhan…Saya mencoba anda. Kamu suka untuk bersaksi untuk Yesus dan ini merupakan kesempaatan besar bagi kalian”.

Terdiam beberapa saat, akhirnya satu dari mereka berkata,”Kami akan pergi dan menjumpai Pastor kami untuk menanyakan hal ini dan kembali untuk menjumpaimu.

“Baiklah..Saya akan menunggu kalian lagi”, Kata saya ketika mereka bergegas pergi. Tentunya mereka pergi dan tidak pernah kembali lagi.

Sedikit saran: Simpan salinan refrensi dari Alkitab dan sediakan sebotol karbol dan setiap kali para penginjil datang ke pintumu untuk menganggumu berikan mereka ujian ini.

[Diubah seperlunya dari: How to deal with evangelist, Excerpt from “Who’s that knocking the door” by Ven. S. Dhammika, Injil Markus, Ven. Dhammika, BuddhistNews.Tv, Terjemahkan Bebas: Tim Penerjemah Bodhi Buddhist Centre Indonesia.]

[Kembali]


Adakah Keselamatan di Luar Gereja?

Dari: Tanribra Gandranata EDDY
Subyek: Adakah Keselamatan di Luar Gereja?

Dear all :)))
Secara universal, keselamatan adalah penyelamatan manusia dari akibat-akibat dosa; terutama kelepasan dari dosa dan kematian kekal sehingga menjadi bahagia dan damai selalu.. (Sorga).

Agama2 didunia baik agama langitan (Samawi) maupun non samawi, semuanya ingin mencapai keselamatan, mencapai kebahagiaan dan kedamaian.Demikian juga berbagai aliran spiritual maupun lainnya nontheism, polytheism dlsb juga ingin mencapai keselamatan, kebahagiaan dan kedamaian.

Secara garis besar jalan untuk mencapai keselamatan itu hanya 2 jalan :

Ajaran Keselamatan
Ajaran Moral

Persyaratannya hanya satu : Bebas dosa (Kalau di Buddha atau Hindu bebas karma buruk/jahat).

Ajaran Keselamatan ditawarkan oleh Yesus Kristus, pengampunan dan penghapusan dosa, maka bagi pengikut Yesus yang setia sudah ada jaminan masuk sorga/ keselamatan.Ajaran Yesus adalah satu-satunya ajaran Keselamatan di dunia ini, tidak ada duanya :)))

Bagi yang lain (agama lain atau aliran lain) untuk mencapai keselamatan itu, mereka harus usaha sendiri. Harus bermoral baik, sampai dosanya se-zero mungkin , maka bagi agama samawi seperti Islam, pada akhir zaman akan diadili oleh Hakim Yang Adil yakni Isa Al Masih atau Yesus Kristus.

Sebelum akhir zaman, setelah meninggal dunia mereka harus menanti dialam penantian, yakni alam barzakh (alam Kubur).Bagi pengikut Yesus (Kristiani), setelah meninggal, mereka langsung dimurnikan (bagi Katolik purgatory), bagi Protestan (konon langsung), kemudian baru diperkenankan masuk sorga.

Catatan : Bagi pengikut Yesus yg lewat Katolik, Jiwa Kerohanian itu harus 100% murni,baru diperbolehkan masuk sorga, tak boleh ada setitik noda/dosapun!!! Maka jiwa2 itu harus dimurnikan dulu di api pencucian (purgatory), di ajaran Protestan konon belum mau menerima ajaran ini

Jadi bagi yang non Kristen (bukan pengikut Yesus), berusaha sendiri supaya kualitas moral itu benar2 bisa di “zero”kan, meng-groundedkan dosa seminimal mungkin !!!

Apa saja yang perlu ditingkatkan terus kualitas moral tersebut ? Diantaranya adalah :

Berpikiran benar, berucap/ber-kata2 benar, berprilaku dan berbuat benar.
Berbuat kasih dan belas kasihan kepada semua makhluk didunia dan termasuk berasimilasi dengan karakter alam semesta.
Sabar dan toleransi, ramah dan lemah lembut.
Hilangkan kemelekatan/keterikatan akan 7 perasaan dan 6 nafsu manusia.

Kesimpulan :

Jadi dari uraian singkat diatas, semua makhluk mempunyai kesempatan masuk kedalam sorga/Selamat ~bebas dari kematian kekal !!!
Bagi penganut ajaran moral, mereka harus usaha sendiri, baru ditentukan boleh masuk sorga atau tidak.
Bagi pengikut Yesus, dijamin masuk sorga, tinggal moral yg baik untuk membalas kebaikan kasih karunia Tuhan :)))
Jadi kita tinggal memilihnya mana yang terbaik menurut diri pribadi kita masing2, kita diberi kebebasan memilih, tetapi bagaimanapun kita mutlak harus berbuat kebaikan !!!

Uraian diatas adalah pendapat pribadi saya sendiri, tidak ada sangkut paut dengan ajaran yang saya anut, informasi ini tidak terikat dan mengikat, boleh percaya boleh tidak !!!

By Eddy Tanribra Gandranata.

[Kembali]


Tanggapan dan Jawaban antara Saya dan Eddy TG

From: wirajhana eka

Dear Mas Eddy,

Terus terang saya sungguh bingung dengan ajaran keselamatan ini…

Berita keselamatan ini memang tercantum di ayat ini:

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Injil Yohanes 14:6

Yang membuat saya bingung adalah kenapa Ayat Maha penting ini tidak muncul di 3 Injil lainnya (Matius, markus, Lukas)?

Contoh berita yang muncul di 4 injil adalah Tuhan Yesus Naik Keledai:

Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesus pun naik ke atasnya. Injil matius 21:7

Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya. Markus 11:7

Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya. Lukas 19:35

Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya… Yohanes 12:14

Adakah Jaminan keselamatan lain dari Tuhan Yesus yang muncul di 4 injil lainnya, karena seharusnya JAMINAN KESELAMATAN tersebut merupakan hal yang MAHA PENTING dari pada berita Tuhan Yesus Naik keledai yang ada di 4 injil.

Kebingungan saya yang kedua adalah:

Jaminan keselamatan untuk siapa? bukankah Yesus hanya memberi keselamatan untuk orang-orang israel….?

Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Injil Matius 15:24

“Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan Kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu” – Injil Yohanes 17:9

“Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya?” Kejadian 49:28

“Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.” – Injil Matius 10:2-4

“Ke duabelas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil.” – Injil Matius 10:5-6

“.. sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.” – Injil Matius 19:28

“Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.” – Wahyu 7:4

“Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua be-las malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel, Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang”. – Wahyu 21:12-13

Bahwa Tuhan Yesus turun kedunia memberikan Jaminan Keselamatan bagi pengikutnya adalah SUDAH JELAS karena ALKITAB memang memberitakannya namun JAMINAN KESELAMATAN itupun ternyata hanya untuk untuk orang-orang Israel dan turunannya …

Jadi bolehkah saya tahu alasan Mas Eddy tetap yakin pada jaminan keselamatan yang tidak ada duanya ini?

Serta lewat pintu surga manakah Mas Eddy nanti masuk?

Terima Kasih. Damai Selalu….

eka wirajhana



From: Tanribra Gandranata EDDY

Dear Eka,

Penjelasan lihat dibawah ===>>

Eka wrote:

Dear Mas Eddy,

Terus terang saya sungguh bingung dengan ajaran keselamatan ini…

Berita keselamatan ini memang tercantum di ayat ini:

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Injil Yohanes 14:6

Yang membuat saya bingung adalah kenapa Ayat Maha penting ini tidak muncul di 3 Injil lainnya (Matius, markus, Lukas)?

Eddy TG :

Bung Eka, tulisan2 di injil itu bukan merupakan laporan pandangan mata mengenai apa yg terjadi pd masa hidup Yesus (bukan report/news), melainkan pengalaman religius dan ingatan akan Yesus yg berkenan dalam hati para pengarangnya.

Sehingga dari 4 orang penulis injil itu, tidaklah selalu sama hasil penulisannya, apalagi penulisan injil itu ditujukan kepada orang2 yang berbeda suku serta dat kebiasaannya.

Dan ke 4 injil itu bisa saling melengkapi satu dengan lainnya, karena mereka bukanlah merupakan satu groups, tapi masing2 orang dan bahkan tahun penulisannyapun berbeda.

Ini berbeda dengan Kitab suci agama lain yang konon ada yg secara langsung didikte oleh Allah melalui malaikatnya, tapi Alkitab tidaklah demikian, alkitab ditulis apa adanya, berdasarkan pengalaman dan yg tampak berdasarkan kesaksian2 (Nyata).

—————————

Eka wrote :

Contoh berita yang muncul di 4 injil adalah Tuhan Yesus Naik Keledai:

[…]

Eddy TG :

Diatas sudah saya jelaskan, bhw penulisan injil itu bukanlah berdasarkan laporan pandangan mata (Kalau laporan pandangan mata, mungkin 100% bisa persis sama).

Tapi kegiatan menulis injil mulai dilakukan setelah para umat Gereja Purba merasa bhw para rasul yg merupakan saksi hidup Yesus sudah berusia lanjut dan malahan ada yg sudah meninggal.

Tapi didalam penulisan injil itu juga terdapat perbedaan2 yg tidak prinsipil, seharusnyalah kita mencernanya apa makna serta pesan2 dibawah tulisan2 tersebut, bukannya mempersoalkan perbedaan tulisannya.

—————————

Eka wrote :

Adakah Jaminan keselamatan lain dari Tuhan Yesus yang muncul di 4 injil lainnya, karena seharusnya JAMINAN KESELAMATAN tersebut merupakan hal yang MAHA PENTING dari pada berita Tuhan Yesus Naik keledai yang ada di 4 injil.

Eddy TG :

Jadi sudah saya jelaskan diatas, tidak harus ke 4 injil menulis hal yang sama misal ttg Jaminan Keselamatan maupun ttg naik keledai.

Inilah salah satu ayat yg sangat beken ttg keselamatan itu :

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yoh. 3:16-17)

—————————

Eka wrote :

Kebingungan saya yang kedua adalah:

Jaminan keselamatan untuk siapa? bukankah Yesus hanya member keselamatan untuk orang-orang israel….?

Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Injil Matius 15:24

[…]

Bahwa Tuhan Yesus turun kedunia memberikan Jaminan Keselamatan bagi pengikutnya adalah SUDAH JELAS karena ALKITAB memang memberitakannya namun JAMINAN KESELAMATAN itupun ternyata hanya untuk untuk orang-orang Israel dan turunannya…

Eddy TG :

Dipastikan Jaminan Keselamatan itu bagi umat manusia seluruh dunia, bukan hanya Israel saja, bacalah penjelasan dibawah ini :

Yesus didalam melaksanakan misi-Nya sungguh ber-hati2, tidak mau gegabah dan ceroboh !!! Ungkapan2 diatas pertama-tama memang mengacu kepada Israel sebagai keseluruhan, tetapi juga kepada suatu kelompok yg hidup di tengah2 masyarakat Israel, yaitu orang2 yg karena salah satu sebab diremehkan dan sedikit banyak dikucilkan dari lingkungan keagamaan.

Yesus memperhatikan mereka secara khusus, walaupun tidak secara eksklusif.

Tujuannya bukan melemahkan bangsa Israel terutama domba2 yg hilang melainkan mempersatukannya ! Sehingga domba2 yg hilang ini justru menanggapi karya Yesus secara positif. Yesus melangkah dgn hati2 supaya kabar baik pertama-tama disampaikan kepada “putra-putra kerajaan” (mat 8:12).

Pemberitaan secara Universal akan dimulai sesudah Paskah, sebab wafat dan kebangkitan Yesus disediakan Allah bagi segala bangsa sepanjang masa. Dimana pesan Yesus terakhir, “Jadikanlah semua bangsa murid-Ku”(28:19)

Untuk melengkapi informasi, bhw injil Matius juga terbuka terhadap bangsa2 kafir ( Mat 10:18; 3:9; 8:11+; 21:43; 22:1-14; 23:38+)

Jadi berita Keselamatan itu pertama-tama dimulai dari Yerusalem :

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun keatas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutupNya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap kelangit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat kelangit ? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” Kisah Rasul 1: 8-11

————————

Eka wrote :

Jadi bolehkah saya tahu alasan Mas Eddy tetap yakin pada jaminan keselamatan yang tidak ada duanya ini? Serta lewat pintu surga manakah Mas Eddy nanti masuk?

Eddy TG :

Ya, saya sungguh2 percaya dengan iman yang menyala-nyala, berkobar-kobar, bahwa jaminan keselamatan itu belum ada duanya, sebab ini semua adalah pengalaman pribadi saya, sejak dimana saya dibawa oleh Roh Kudus melihat sungguh2 keadaan sorga itu sampai 3 kali berturut-tiurut, Puji Tuhan, halleluya :))

Salam Damai Selalu ……….

Eddy TG

[Note saya: Perhatikan tanggapan terakhir Eddy TG…Ia tidak menjawab pertanyaan saya yaitu ‘lewat pintu surga manakah mas eddy nanti masuk?..]



From: wirajhana eka

Dear Mas Eddy,

ini lanjutan komentar aku…

Tulisan Mas Eddy TG :

Bung Eka, tulisan2 di injil itu bukan merupakan laporan pandangan mata mengenai apa yg terjadi pd masa hidup Yesus (bukan report/news) , melainkan pengalaman religius dan ingatan akan Yesus yg berkenan dalam hati para pengarangnya.

Sehingga dari 4 orang penulis injil itu, tidaklah selalu sama hasil penulisannya, apalagi penulisan injil itu ditujukan kepada orang2 yang berbeda suku serta adat kebiasaannya.

Dan ke 4 injil itu bisa saling melengkapi satu dengan lainnya, karena mereka bukanlah merupakan satu groups, tapi masing2 orang dan bahkan tahun penulisannyapun berbeda….tapi Alkitab tidaklah demikian, alkitab ditulis apa adanya, berdasarkan pengalaman dan yg tampak berdasarkan kesaksian2 (Nyata).

Eka:

Saya sepakat untuk ingatan akan yesus yang berkenan dalam hati pengarangnya:

Kristen di sekitar abad 2-3M: begitu banyak Injil yang beredar dan digunakan sebagai kitab suci dan oleh karena masing-masing sekte mengklaim Injilnya paling sesuai dengan ajaran Yesus, maka hal ini dipandang akan megakibatkan perpecahan dalam tubuh Kristen itu sendiri.

Di Nicea tahun 325M puluhan Injil yang ditulis oleh penulis yang berbeda-beda dikumpulkan dan diputuskanlah oleh Konsili dan Kaisar, empat injil yang diterima ­kanon-oleh gereja yang diharapkan dapat mengakomodasi semua sekte yang ada serta ditetapkan sebagai kitab suci yang resmi digunakan walaupun hal tersebut masih jauh dari harapan sekte-sekte yang Injil-nya ditolak -apokrif-, namun gereja yang berkuasa akhirnya berhasil menjadikan semua umat Kristen menggunakan empat Injil yang telah ditentukan untuk digunakan secara bersama-sama.

Sedangkan puluhan Injil yang lain dimusnahkan. Muktamar Nikea juga menobatkan Yesus sebagai Tuhan yang lahir 25 Desember.

Lukas sendiri menyatakan bahwa:

“Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu.” Injil Lukas 1:1-3.

Matius dan Yohannes penulis Injil bukanlah Matius dan Yohannes, dua dari 12 murid pilihan Yesus.

Matius dan Yohannes sendiri yang menyatakan secara eksplisit dalam Injil mereka bahwa mereka bukan murid-murid Yesus.

Bagaimana dengan Markus dan Lukas? Sama saja, tidak ada yang mengetahui siapa mereka sebenarnya.

Matius, Markus, Yohannes, dan Lukas benar-benar sosok misterius dalam sejarah penulisan Injil.

—————–

Tulisan Mas Eddy TG :

Jadi berita Keselamatan itu pertama-tama dimulai dari Yerusalem :

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun keatas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutupNya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap kelangit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat kelangit ? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” Kisah Rasul 1: 8-11

Eka:

Mas Eddy, yang dimaksud BUKAN BERITA KESELAMATAN akan tetapi PERMOHONAN PEMULIHAN kerajaan ISRAEL… ini penggalan ayat 1:6-8 yang terlewat oleh mas Eddy:

Kisah Para Rasul 1:6-8:

“Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”

Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

—————–

Tulisan Mas Eddy TG :

Pemberitaan secara Universal akan dimulai sesudah Paskah, sebab wafat dan kebangkitan Yesus disediakan Allah bagi segala bangsa sepanjang masa. Dimana pesan Yesus terakhir, “Jadikanlah semua bangsa murid-Ku”(28: 19)

Eka:

Berita Keselamatan HANYA ada di Injil Yohanes, kemudian setelah kebangkitan Tuhan Yesus, di Injil Yohanes perintah Tuhan Yesus HANYA kepada Simon Petrus untuk meng-gembalakan Domba-dombaku, BUKAN kepada 11 Muridnya

Yohanes 21:15-17

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”* Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”* Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: /”Apakah engkau mengasihi Aku?”* Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: /”Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Domba yang dimaksud tentunya orang-orang israel.

“Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan Kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu.” – Injil Yohanes 17:9

Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” – Injil Matius 15:24

Pada Injil Yohanes, setelah kebangkitan tidak ada perintah kepada sebelas murid lainnya untuk bepergian keseluruh penjuru dunia untuk memberitakan (Tempat Ruangan dengan pintu terkunci):

Yohanes 20:19

“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: ‘Damai sejahtera bagi kamu!’ “

Yohanes 20:24-26:

“Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.

Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: ‘Kami telah melihat Tuhan!’ Tetapi Tomas berkata kepada mereka: ‘Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.’

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: ‘Damai sejahtera bagi kamu!’ “

Pada referensi injil yang TIDAK MEMBERITAKAN ADA JAMINAN KESELAMATANNYA terdapat perintah kepada 11 orang murid untuk memberitakan kepada seluruh dunia yaitu di:

Injil Matius (Tempat dibukit, perintah menjadikan semua bangsa adalah murid dan baptis),

Injil Lukas (tempat: sebuah kampung, perintah: berita pertobatan dan pengampunan dosa) dan

Injil Markus (tempat: tidak jelas, Perintah beritakan Injil, yang percaya dan dibaptis dan diselamatkan)

Matius 28:16-19

“Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

Yesus mendekati mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.’ “

Lukas 24:13

“Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem.”

Lukas 24:44-49:

Ia berkata kepada mereka: ‘Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.’

Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Kata-Nya kepada mereka: ‘Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.’ “

Markus 16:14-15

“Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah

Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.’ “

Injil yang dimaksud dalam kitab adalah Taurat dan Mazmur, Sebelas muridnya adalah dari suku israel untuk orang Israel yang ada diseluruh dunia untuk ketempat Bapa disurga dimana SURGA hanya tercantum 12 nama suku Israel dan bukan bangsa lainnya di 12 PINTU surga

Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Injil Matius 15:24

Ke duabelas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil.” Injil Matius 10:5-6.

—————–

Tulisan Mas Eddy TG :

…sebab ini semua adalah pengalaman pribadi saya, sejak dimana saya dibawa oleh Roh Kudus melihat sungguh2 keadaan sorga itu sampai 3 kali berturut-tiurut, Puji Tuhan, halleluya :))

Eka:

Kalo yang ini mah…lebih mirip ke versi ajaran moral…

Damai selalu

Eka Wirajhana



From: Tanribra Gandranata EDDY

Dear all, Up Bung Eka,

Penulisan injil tertua dimulai sekitar tahun 60-70 M oleh Markus, kemudian oleh Matius, Lukas dan Yohanes.

Penemuan2 injil yang banyak itu diselektif, tidak asal comot saja, sebab sangat dikuatirkan adanya penyusupan/undercover kitab2 injil yg tidak ada tanggung jawab kebenarannya seperti injil Barnabas, injil Yudas, injil Paulus, dan banyak lagi traktat2 dan bahkan sampai sekarang/zaman modern ini banyak kalangan yg merasa dirinya beroposisi dgn ajaran Yesus, menyebarkan dan menebarkan ajaran2 sesat bagi kaum Kristiani yg sah, seperti Injil Barnabas, Yudas dlsb.

Mereka menggunakan ayat2 itu menyerang Injil yang sudah merupakan kitab suci umat kristiani di seluruh dunia.

Sehingga sampai sekarangpun kalau ditemukan injil2 yg dianggap penemuan baik secara arkeology maupun penyusupan2 injil sesat, semua itu harus dikaji kebenaran dan keabsahannya, dan tentu sudah ada tugas kepenitiaan ttg pengkajian dan penerapannya :)))

Bahkan anda bisa membaca, buku cerita fiktif da vinci code~dan brown, dipakai sebagi referensi untuk menyerang iman kristiani.

Tapi iman yg terbentuk karena pengalaman pribadi dgn Tuhannya yakni Yesus Kristus tak mungkin akan goyah, hanya segelintir orang kristen KTP atau jalanan saja yg tidak bisa bertahan kesetiaannya karena tidak adanya fondasi iman tsb.

Tapi kalau Bung Eka, mau lebih detail pengetahuan ttg ajaran Yesus, selayaknyalah bung Eka membaca alkitab dan garus khatam, jangan sepotong2, lalu comot sana, copy sini, seperti gunpel saja, gunting-tempel, akibatnya didalam diskusi atau tukar pikiran menjadikan hasil tulisan itu tidak mengalir, loncat2. (Kalau kita membuat taskap, skripsi atau tesis dlsb, syaratnya mutlak mulai dari awal sampai akhir bahasa maupun isi tulisannya harus mengalir/nyambung seperti air sungai mengalir)

Dan perlu diketahui, injil bukanlah merupakan sejarah atau biografi Yesus, bukan ditujukan untuk menceritakan riwayat hidup Yesus, sehingga tidak semua penulisan2 itu dibukukan, sebab Injil adalah merupakan cerita tentang kesaksian iman akan Yesus.

Bahkan injil bisa ditulis terus, sehingga juga kita yg hidup dizaman serba elektronik ini adalah juga pengarang injil. Bukankah kita juga mempunyai pengalaman iman dengan Yesus karena Yesus hidup ditengah-tengah kita ? [Kita =pengikut Yesus] Jadi jangan heran banyak penulis2 Injil, bahkan sampai zaman sekarang ini.

Pewartaan Injil lebih akurat dan lebih menarik jika yg diwartakan adalah pengalaman kita sendiri, bukan hanya pengalaman Markus, Matius, Lukas atau Yohanes atau pewarta2 lainnya.

Orang2 yg bukan pengikut Yesus, tidak mungkin akan mengalami iman dengan Yesus, apalagi yg suka menganiayai pengikut2 Yesus, pembakaran gereja dlsb, kecuali yang dipakai oleh Yesus pd orang2 tertentu/orang2 pilihan seperti Saulus yg suka menganiayai pengikut2 Yesus :)))

Bagi pengikut Yesus, mereka akan mengalami iman bersama Yesus berbagai cara, dan bisa sama atau berbeda antara pengikut satu dgn pengikut Kristus lainnya. Pengalaman iman inilah yg membuat pengikut2 Kristus setia dan bertahan sampai kesudahannya

Jadi apapun yg ditulis orang untuk melemahkan iman para pengikut Yesus, dipastikan iman para pengikut Yesus tidak akan GOYAH, sebab setiap pengikut Yesus yg sungguh2, pasti mempunyai pengalaman iman dengan Yesus atau Roh Kudus dan tak mungkin terlupakan !!!

Yesus saat ini masih hidup bersama tubuh kemuliaanNya tanpa dibatasi ruang dan waktu, ini beda dengan nabi2 lain yang mati dikubur dan jiwa yg penuh dosa itu menanti dialam penantian, alam kubur maupun alam barzakh, mereka menanti sampai akhir zaman untuk diadili oleh Yesus Kristus.

Maka Yesus juga menginjili orang2 dialam penantian/alam kubur, selama 3 hari dari wafat sampai KebangkitanNya (masa Paskah), memberitakan kepada orang2 yg dulunya belum mendengar berita keselamatan itu. Lihat 1 Petrus 3:18-21; 1 Petrus 4:6 ; Efesus 4:9-10.

Jadi disini jelas orang yg belum atau tidak mau percaya, setelah mereka meninggal, mereka harus mengalami kematian dan siksaan dialam kubur/alam Barzakh sampai akhir zaman, dan baru diputuskan masuk neraka atau sorga oleh hakim yang adil yakni Yesus Kristus !!!

Nah, dibawah ini saya lampirkan ayat2 ttg ajaran Keselamatan :

“Tetapi semua orang yang menerimanya diberinya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya.” (Yoh !:12)

“Barangsiapa percaya kepada Anak ia beroleh hidup yg kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” [Yoh 3:36]

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yg kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” [Yoh 5:24]

“Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmatNya.” [Titus 3:5a]

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” [Efesus 2:8-9]

“Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yg kekal” [1 Yoh 5:13]

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus dia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, yg baru sudah datang!” [2Korintus 5:17]

“Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah dalam dunia sekarang ini…” [Titus 2:11-12]

Anda bisa baca juga Yoh 3:16-17; Yoh 1:1-14+

Tentang pengalaman Iman itu, anda boleh saja katakan ajaran Moral……… Ajaran Yesus tentu juga mengandung ajaran moral dong…… Tapi Yesus pribadi mempunyai kemampuan membawa kita kesorga.

Bacalah Janji2 Kristus yg sudah menyediakan tempat dan akan membawa para pengikutnya ke sorga, [lihat Yoh 14 :1-6] :

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.

Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”

Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.

Salam,

Eddy TG



From: wirajhana eka

Dear all juga Mas Eddy,

Tks atas info barunya….berikut ini adalah komentar aku tentang lanjutan tulisan Mas Eddy yang menurut saya tidak konsisten

Pertama Mas Eddy kuatir adanya penyusupan kitab injil yang tidak bertanggung jawab kebenarannya sehingga harus diselektif:

Tulisan Mas Eddy:

Penemuan2 injil yang banyak itu diselektif, tidak asal comot saja, sebab sangat dikuatirkan adanya penyusupan/undercover kitab2 injil yg tidak ada tanggung jawab kebenarannya seperti injil Barnabas, injil Yudas, injil Paulus, dan banyak lagi traktat2 dan bahkan sampai sekarang/zaman modern ini banyak kalangan yg merasa dirinya beroposisi dgn ajaran Yesus, menyebarkan dan menebarkan ajaran2 sesat bagi kaum Kristiani yg sah, seperti Injil Barnabas, Yudas dlsb.

Mereka menggunakan ayat2 itu menyerang Injil yang sudah merupakan kitab suci umat kristiani di seluruh dunia.

Sehingga sampai sekarangpun kalau ditemukan injil2 yg dianggap penemuan baik secara arkeology maupun penyusupan2 injil sesat, semua itu harus dikaji kebenaran dan keabsahannya, dan tentu sudah ada tugas kepenitiaan ttg pengkajian dan penerapannya :))

Eka:

Kemudian Mas Eddy bilang bahwa injil bisa ditulis terus sehingga kita yang hidup dijaman serba elektronik ini adalah juga pengarang injil dan lebih menarik jika diwartakan adalah pengalaman sendiri bukan hanya pengalaman Markus, Matius, Lukas atau Yohanes:

———————–

Tulisan Mas Eddy:

Bahkan injil bisa ditulis terus, sehingga juga kita yg hidup dizaman serba elektronik ini adalah juga pengarang injil. Bukankah kita juga mempunyai pengalaman iman dengan Yesus karena Yesus hidup ditengah-tengah kita ? [Kita =pengikut Yesus]

Jadi jangan heran banyak penulis2 Injil, bahkan sampai zaman sekarang ini.

Pewartaan Injil lebih akurat dan lebih menarik jika yg diwartakan adalah pengalaman kita sendiri, bukan hanya pengalaman Markus, Matius, Lukas atau Yohanes atau pewarta2 lainnya.

Orang2 yg bukan pengikut Yesus, tidak mungkin akan mengalami iman dengan Yesus, apalagi yg suka menganiayai pengikut2 Yesus, pembakaran gereja dlsb, kecuali yang dipakai oleh Yesus pd orang2 tertentu/orang2 pilihan seperti Saulus yg suka menganiayai pengikut2 Yesus :)))

Eka:

Terus terang saya NGERI atas tulisan Mas Eddy. Siapa yang menentukan orang2 tersebut merupakan orang yang dipakai Tuhan Yesus?

Bukti sejarah mencatat bahwa Manusia sudah bermain-main menjadi TUHAN YESUS melalui lembaga-lembaga yang dibuat oleh sekumpulan manusia biasa dan mengeluarkan keputusan atas nama TUHAN YESUS sehingga apakah manusia biasa bisa tahu kemauan Tuhannya kaum Israel?

Alkitab telah mengingatkan:

“Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.” [Ulangan 12:32].

Berikut saya tunjukan tambahan dan pengurangan yang dilakukan oleh MANUSIA pada Alkitab.

Dalam Today English version (TEV) dengan kode [Not in TEV] Not in The English Today ada beberapa nomor ayat namun isi ayatnya tidak ada/hilang karena tidak diketahui dan bukan tulisan manusia yang terinspirasikan oleh roh suci namun telah ditambahkan:
Injil Matius

Dalam Injil Matius versi Todays English Version (TEV) penginjil secara jujur menunjukkan bahwa ayat Matius 18:11 telah hilang, ditulis sebagai berikut pada versi Injil tersebut :

Matthew 18:11 [NOT IN TEV]

Artinya, isi ayat tersebut tidak ada dalam Injil Today English Version. Hilangnya ayat mengusik para penginjil, sehingga mereka dengan keberanian penuh, menambah-nambah ayat, contoh dalam Injil Matius Terjemahan Baru oleh LAI ada penambahan ayat seperti berikut :

Matius 18:11 [Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.]”

Tanda kurung [ ] adalah untuk menunjukkan bahwa ayat yang berada di dalamnya adalah tambahan belaka. LAI bahkan pernah lebih berani menambah ayat tersebut tanpa memberikan tanda [ ] yang dilakukannya pada Terjemahan Lama:

Matius 18:11 Karena Anak manusia datang menyelamatkan yang sesat.

Tidak adanya simbol [ ] untuk menunjukkan ayat buatan baru, sengaja ataupun tidak akan menyesatkan pembacanya bahwa tidak ada ayat palsu dalam Alkitab dan akan menyebabkan pembacanya mengira bahwa kitab mereka adalah kitab hasil tulisan manusia yang terinspirsikan oleh roh suci atau sebagai kesengajaan agar para pembaca Alkitab tetap meyakini bahwa Alkitab adalah tulisan manusia yang terinspirasikan oleh roh suci.

Berikut beberapa contoh ayat-ayat hilang lainnya dari Injil Matius:

Matthew 17:21 [NOT IN TEV]
Matthew 21:44 [NOT IN TEV]
Matthew 23:14 [NOT IN TEV]

Dan ayat-ayat yang hilang tersebut telah diganti oleh ayat-ayat buatan untuk menyembunyikan yang telah hilang:

Matius 17:21 [Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.]
Matius 21:44 [Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.]
Matius 23:14 [Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.]

Injil Markus

Mark 7:16 [NOT IN TEV]
Mark 9:44 [NOT IN TEV]
Mark 9:46 [NOT IN TEV]
Mark 11:26 [NOT IN TEV]
Mark 15:28 [NOT IN TEV]

Dan berikut ayat-ayat untuk menggantikan ayat-ayat yang hilang:

Markus 7:16 [Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!]
Markus 9:44 [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan – apinya tidak akan padam.]
Markus 9:46 [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]
Markus 11:26 [Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengam-puni kesalahan-kesalahanmu.]
Markus 15:28 [Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: “Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.”]

Injil Lukas

Luke 17:36 [NOT IN TEV]
Luke 23:17 [NOT IN TEV]

Dan berikut ayat-ayat sebagai pengganti dari ayat-ayat yang hilang tersebut :

Lukas 17:36 [Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.]
Lukas 23:17 [Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.]

Injil Yohanes

John 5:4 [NOT IN TEV]

Lihat kutipan ayat tersebut versi LAI Terjemahan Baru :

Yohanes 5:4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barang-siapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.

Namun dalam Alkitab Terjemahan Baru Edisi 2 dan Alkitab dalam berbagai bahasa daerah ayat tersebut telah diberi tanda [ ] untuk menunjukkan bahwa ayat tersebut adalah ayat buatan penginjil, bahkan kalimat dalam ayat sebelumnya juga palsu.

LAI Terjemahan Baru Edisi 2 :

Yohanes 5:3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh. [ Mereka menantikan guncangan air kolam itu
Yohanes 5:4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan mengguncangkan air itu; siapa saja yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah guncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun penyakitnya. ]

Kisah Para Rasul
Berikut ayat-ayat yang hilang dalam Kitab Kisah Para Rasul yang ditulis oleh Lukas :

Act 8:37 [NOT IN TEV]
Act 15:34 [NOT IN TEV]
Act 24:7 [NOT IN TEV]
Act 28:29 [NOT IN TEV]

Dan ayat-ayat yang hilang tersebut telah diganti dengan ayat berikut ini :

Kisah Para Raul 8:37 [Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”]
Kisah Para Raul 15:34 [Tetapi Silas memutuskan untuk tinggal di situ.]
Kisah Para Raul 24:7 Tetapi kepala pasukan Lisias datang mencegahnya dan merebut dia dengan kekerasan dari tangan kami,
Kisah Para Raul 28:29 [Dan setelah Paulus berkata demikian, pergilah orang-orang Yahudi itu dengan banyak perbedaan paham antara mereka.]

Roma
Dalam kitab Roma atau surat-surat Paulus ke-pada Jemaat Kristen non Yahudi di Roma di Roma, juga terdapat ayat yang hilang yaitu :

Rome 16:24 [NOT IN TEV]

Dan telah diganti dengan ayat palsu sebagai berikut :

Roma 16:24 [Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita menyertai kamu sekalian! Amin.]

Bukan cuma itu saja Mas Eddy, berikut dibawah ini terdapat ayat ayat yang ada Terjemahan lama menjadi berubah pada Terjemahan baru:

Terjemahan lama: Alkitab terbitan LAI ¬ Lembaga Alkitab Indonesia – terjemahan baru, dalam terjemahan LAI tahun 1970

Terjemahan Baru: Alkitab terbitan LAI ¬ Lembaga Alkitab Indonesia – terjemahan baru, dalam terjemahan LAI tahun 2004

Memperhalus ayat-ayat porno
“Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.” Yehezkiel 23:20-21 (Alkitab terbitan LAI-tahun 2004)

diubah menjadi:

“Dan melampiaskan hasratnja dengan petjinta mereka, jang pelirnja seperti pelir keledai dan jang pantjarannja laksana pantjaran kuda djantan.” Yehezkiel 23:20 (Alkitab terbitan LAI ¬ Lembaga Alkitab Indonesia – tahun 1970)

Antara pelir dan aurat adalah dua kata yang jauh berbeda, aurat memiliki pengertian yang banyak, diantaranya : pusar, perut, dada, paha, pantat dan lain-lain, sementara pelir adalah untuk menunjukkan alat kemaluan yang khas bagi seorang lelaki atau alat reproduksi hewan jantan.

Dalam terjemahan LAI 2004, yaitu:

pancarannya seperti pancaran kuda jantan, di mana susunan kata-kata tersebut untuk menggambarkan semburan sperma yang keluar dari pelir seorang lelaki yang sangat birahi. Perubahan tersebut telah mengubah makna yang semula.

Pada tahun 1562, Biarawan Spanyol Fray Luis de Leon, dijebloskan ke dalam penjara oleh lembaga inkuisisi karena telah menyusun terjemahan dari kitab yang berbahasa Ibrani asli, tentu saja hasilnya adalah terjemahannya yang sangat vulgar dan porno.

Menyelewengkan Kisah Penyaliban
Perubahan pada kisah penyaliban, perubahan tersebut telah mengubah arti dari yang disalib bukan Yesus kepada arti yang di salib adalah Yesus. Untuk ilustrasi dari apa yang dikisahkan oleh Alkitab Terjemahan Lama dan Alkitab Terjemahan Baru mari kita lihat gambar dibawah ini tentang tentang perkataan orang yang disalib kepada Ibu Yesus dan seorang laki-laki yang ada di samping ibu Yesus.

Terjemahan lama:

Orang yang disalib mengatakan kepada ibu Yesus

“Hai perempuan, tengoklah anakmu”

yang menunjukkan bahwa anak ibu Yesus adalah yang berada di samping ibu Yesus. Sedang seorang laki-laki yang di samping ibu Yesus adalah Yesus sendiri, karena orang yang disalib mengatakan kepada laki-laki tersebut memerintahkan melihat ibunya yang ada di sampingnya dengan perkataan

“tengoklah ibumu”

Sangat jelas dan gamblang, bahwa orang yang disalib bukanlah Yesus!

Perubahan tersebut, dapat kita lihat pada Terjemahan Baru oleh LAI tahun 2004. Perkataan orang yang disalib dirubah menjadi

“Ibu, inilah anak-mu”

Perubahan tersebut memberikan arti baru yaitu bahwa orang yang disalib adalah anak ibu Yesus yaitu Yesus sendiri, dan memberikan arti baru bahwa orang yang berada di samping ibu Yesus adalah salah satu murid Yesus,

Terjemahan semacam itu, tentu dipandang membahayakan bagi doktrin ke-Kristen-an yang menyatakan Yesus mati disalib sebagai korban penebusan dosa, oleh karenanya ada kepentingan untuk mengubah teks perkataan orang yang disalib agar tidak menunjukkan bahwa orang yang disalib bukanlah Yesus.

Bisa saja orang-orang Kristen menyangkal bahwa baik terjemahan lama dan terjemahan baru sama-sama memberikan arti bahwa yang disalib adalah Yesus dan orang yang berada di samping ibu Yesus adalah salah seorang murid Yesus, kalau artinya sama saja, lalu apa perlunya mengubah-ubah perkataan, bukankah telah diklaim bahwa Alkitab adalah Firman Allah, bukankah telah diklaim bahwa Alkitab adalah tulisan manusia yang terinspirasikan oleh roh suci, bukankah diklaim bahwa Alkitab adalah kitab sejarah.

Hukum halal haramnya makanan

Babi
“Demikian juga babi, meskipun berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.” (Imamat 11:7, Bibel terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tahun 1968)

bandingkan dengan

“Demikian juga babi hutan, meskipun berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.” (Imamat 11:7, Bibel terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tahun 1979)

Kelinci
…. yang tiada boleh kamu makan ….. yaitu unta dan kawelu dan kelinci,…haramlah ia kepadamu. Ulangan 14:7 (Terjemahan Lama)

bandingkan dengan

….. tidak boleh kamu makan .. unta, kelinci hutan dan marmot, haram semuanya itu bagimu. Ulangan 14:7 (Terjemahan Baru)

Kalau tidak di ubah maka seluruh umat Kristen menyatakan bahwa babi (daging babi) dan kelinci adalah HARAM dimakan, Umat Kristen menghalalkan babi dan kelinci didasarkan pada surat tertulis Paulus kepada jamaat di Timotius :

“Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur. “ -1 Timotius 4:4

Menurut Paulus, segala jenis hewan adalah baik tak terkecuali babi, ular, buaya, tikus bahkan binatang yang paling menjijikkanpun asal diterima dengan ucapan syukur maka halal daging binatang tersebut.

Sangat nampak pertentangan Paulus dengan ketentuan Allah, di mana Allah sangat jelas telah mengharamkan namun Paulus menghalalkannya seperti yang termaktub dalam suratnya kepada jemaat Korintus :

“Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.” -1 Korintus 6:12

Paulus telah mengubah ketentuan Allah, dari yang halal menjadi haram dan dari yang haram menjadi halal. Paulus bukanlah nabi dan juga bukan murid Yesus, sehingga segala pernyataannya tidak bisa digunakan untuk menghapus ketentuan Allah, Petrus saja yang seorang murid Yesus tidak dapat menghapus ketentuan Allah

“Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram” -Kisah Para Rasul 10:15.

40.000 menjadi 4.000
“Dan lagi adalah pada raja Sulaiman empat puluh ribu kandang akan segala rata baginda dan dua belas ribu orang berkuda.” [1 Raja-raja 4:26] (Terjemahan Lama)

Dirubah menjadi :

“Lagipula Salomo mempunyai kuda empat ribu kandang untuk kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda. “[1 Raja-raja 4:26] (LAI 1979)

7 Menjadi 3
“…. Maukah engkau suatu bala kelaparan tujuh tahun lamanya berlaku dalam negerimu? …..” [2 Samuel 24:13] (Terjemahan Lama)

Dirubah menjadi :

…… “Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? … ” [2 Samuel 24:13] (Terjemahan Baru)

Berikut ini adalah kutipan pernyataan dari orang-orang kristen sendiri:


David F. Hinson dalam buku The History of Israel (2001) menyatakan:
“Dalam mempelajari sejarah Israel hendaknya selalu diingat bahwa kita berhadapan dengan legenda dan bukan sejarah. Cerita-cerita itu bukanlah laporan-laporan yang ditulis segera setelah peristiwa itu terjadi namun ditulis beberapa abad kemudian sebagai hasil ingatan seorang ayah yang bercerita kepada anak-anaknya dari satu generasi ke generasi berikutnya.”

Dr.GC van Niftrik dan DS BJ Boland dalam buku Dogmatika Masa Kini (1967) menyatakan:
“Kita tidak usah malu-malu mengakui bahwa terdapat berbagai kekhilafan dalam Alkitab, kekhilafan tentang angka-angka perhitungan, tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungkan kekhilafan itu pada caranya.”

Prof. Alvar Ellegard dalam bukunya Jesus 100 Years Before Christ (1999) mengatakan:
“Tujuan mereka adalah untuk menyebarkan cerita tentang Yesus yang dikemas sesuai dengan ajaran yang telah ditetapkan Gereja mereka, yang dipungut dari berbagai sumber yang cocok dengan keinginan mereka, baik dari sumber sejarah, cerita dongeng, maupun khayalan.”

James Russel Lowel:
“Secara perlahan Injil manusia itu ditulis bukan pada lembaran-lembaran kertas atau lempengan-lempengan batu, setiap zaman, setiap kelurga, menambahkan satu ayat kepadanya, teks-teks tentang keputusasaan atau pengharapan, kebahagiaan atau kesedihan.”

Fauste, Sarjana/Ahli Kristen thn 400-an M.
“Kitab-kitab yang disusun oleh para penulis Injil ditulis jauh setelah masa murid-murid Yesus oleh beberapa orang yang tidak jelas, yang karena kwatir bahwa dunia tidak akan menghargai hubungan mereka dengan persoalan-persoalan yang bisa jadi mereka tidk tahu, telah menerbitkannya di bawah nama para murid Yesus.”

James Hastings, A Dictionary of Christ.
“Ibrani atau bukan, tidak ada keraguan baik dari pertimbangan-pertimbangan apriori maupun dari bukti internal tentang Injil-Injil berbahasa Yunani bahwa telah berlangsung suatu rekaan dari pihak gereja tentang suatu Injil dalam bahasa Ibrani seperti yang kemudian secara umum diucapkan di daerah Yudea.”

Mas Eddy, saya akui bahwa tulisan bukan murni karangan saya namun saya ambil “sepotong2, lalu comot sana, copy sini, seperti gunpel saja, gunting-tempel” dan mudah-mudahan tidak menjadikan hasil “tulisan itu tidak mengalir, loncat2. (Kalau kita membuat taskap, skripsi atau tesis dlsb, syaratnya mutlak mulai dari awal sampai akhir bahasa maupun isi tulisannya harus mengalir/nyambung seperti air sungai mengalir)”

Tidak ada sebab tanpa akibat dan tidak ada maksud saya untuk melemahkan iman siapapun, hal ini merupaka lanjutan tanggapan atas tulisan sebelumnya mengenai JAMINAN KESELAMATAN, dan apa yang saya kemukakan juga tertulis di Alkitab yang merupakan kitab yang sama yang di Imani oleh Mas Eddy.

Dengan ini saya akhiri komentar-komentar saya, maaf apabila kurang berkenan, karena kebenaran hakiki hanya ada di dalam TUHAN, manusia hanya bisa menafsirkan. Pikiran bekerja dengan jalannya sendiri. Semoga Bermanfaat

Hormat saya,

Eka Wirajhana



From: Tanribra Gandranata EDDY

Anda ini ternyata tukang ngeyel juga ya? Mula pertama saja bisa lurus, lama2 ketahuan juga belangnya, pantes yg didiskusi ttg keselamatan diluar gereja, dia plintir habis2an dgn berbagai cara yg tidak masuk akal, comot sana comot sini, setelah ketahuan comot sana comot sini, maka akhirnya terbukalah kedoknya.

Sebenarnya pertanyaan anda itu sudah basi, sudah ditanyakan oleh teman2 anda dan kalau dijelaskan selalu ngeyel dan setelah itu, hal2 itu juga yg ditanyakan lagi. Dan kini anda ikut2an comot… huahahahaa ……………

Tahukah anda, kalau Isa As yang menjadi Hakim yang adil dan yang mengadili anda pada akhir zaman? Kalau anda belum tahu bacalah ini:

Isa adalah hakim yang adil

“Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun ditengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil …” (Hadits Shohih Muslim 127)

Jika kita ringkaskan keselamatan itu bukanlah merupakan hasil manusia berupa amal saleh atau melaksanakan setiap pengamalan-pengamalan ritual agama yang mereka lakukan melainkan oleh karena rahmat dan karunia Allah yang diberikan kepada menusia melalui Isa Almasih.

Rahmat dan karunia Allah ini bukan untuk orang orang tertentu melainkan untuk seluruh umat manusia . Untuk memperoleh rahmat dan karunia Allah ini kita perlu mengikuti dan mentaati shiraathal mustaqiim (Jalan yang lurus) yaitu Isa Almasih putera Maryam.

Oleh karena itu kita harus menyadari bahwa kesempatan hidup di dunia ini hanya sekali dan waktunya sangat singkat, selama hidup di dunia ini janganlah salah memilih jalan karena apabila kita salah memilih jalan, maka akibatnya sangat fatal yang membawa kita masuk ke dalam neraka yang abadan abadan dan tidak ada yang dapat membatalkannya.

Ikutilah dan taatilah shiraatal mustaqiim supaya anda memperoleh keselamatan yang pasti.

Kalau anda sudah tahu, nah untuk apa lagi tulisan2 yg isinya belum tentu benar dan berlawanan dg alkitab itu anda pertentangkan, saya sih ogah berdiskusi dg cara2 tidak mutu seperti itu…………..

Ok, good bye ……………………………..



From: wirajhana eka

Dear Mas Eddy yang lagi marah2…

Tentang:
“Sebenarnya pertanyaan anda itu sudah basi, sudah ditanyakan oleh teman2 anda dan kalau dijelaskan selalu ngeyel dan setelah itu, hal2 itu juga yg ditanyakan lagi. Dan kini anda ikut2an comot…huahahahaa. …”

Jawab:
Mas Eddy juga kocak..sudah tahu basi masih juga semangat untuk menjelaskan, kalau ditanyakan dan dijelaskan dengan cara berpikir yang berbeda selalu dibilang ngeyel, ketahuan belangnya, memelintir dan marah2..

Bukankah tulisan2 mas Eddy tidak semua asli dari pikiran sendiri dan berasal dari proses pembelajaran dan refleksi pengalaman hidup (baca:comot sana comot sini)

tentang:
“memelintir habis2an dengan berbagai cara yang tidak masuk akal”.

….ah, itukan kata Mas Eddy

Paling tidak, ada yang dapat kita pelajari:

Berpendapat adalah mudah, berbeda pendapat dan menerima perbedaan pendapat jelas butuh kompetensi kedewasaan emosi dan kematangan jiwa….

Saya sepakat dengan pesan yang saya comot dari tulisan Mas Eddy:

“selama hidup di dunia ini janganlah salah memilih jalan karena apabila kita salah memilih jalan, maka akibatnya sangat fatal yang membawa kita masuk ke dalam neraka yang abadan dan tidak ada yang dapat membatalkannya.”

Dan saya juga sepakat untuk menghentikan diskusi yang menarik ini..

Terima kasih untuk waktu dan kesempatannya….

Damai Selalu,

Eka Wirajhana



From: Tanribra Gandranata EDDY

Injil Tidak Berubah, tapi Injil MENGUBAH !!!

Injil mampu mengubah dari tidak benar menjadi benar, dari tidak selamat menjadi selamat, dari penuh dosa diampuni dan boleh masuk sorga, yang mati imannya akan lahir baru, Injil penuh Kuasa dan Perkasa;camkanlah semua ini baik-baik !!!

Sehingga sudah mulai banyak orang yang murtad lalu mereka memilih Injil sebagai Kitab Suci mereka yang baru…!!!

Mereka yang belum murtad serta keras hati dan keras kepala, mereka berusaha terus dengan cara menebarkan kebencian serta kebohongan dan fitnah, maka Injil2 palsu serta Kitab2 yang ditolak Umat Kristen/Katolik itu dipakai untuk menyerang Injil-Benar yang dipakai umat Kristiani, supaya orang2 yang murtad mau berbalik kembali dan juga supaya umat Kristiani berhianat kepada Yesus….Tapi sayang mereka yang murtad tetap sangat setia kepada Yesus, demikian juga yang sudah percaya bertumbuh terus dalam iman kepada Tuhan, karena mereka sudah tahu kalau Yesus adalah jalan satu-satunya kesorga, menyediakan tempat di sorga dan berjanji membawa mereka/kita semua kesorga….. ………

Puji Tuhan, segala hormat dan kemuliaan bagiNya dan selama-lamanya. …….

Tapi bagi yang bukan pengikut Yesus, mereka juga akan memanggil-manggil nama Yesus, “Tuhan….Tuhan. ….., tolong kami juga”

Tapi Yesus bilang, “Aku tidak mengenalmu, enyahlah daripadaku.. …….., maka mereka semua akan diikat dan dijadikan satu lalu dibuang ke dalam api neraka yang kekal, disana akan terdengar erangan, rintihan, raungan serta kertakan gigi”

Mereka dibakar, bagaikan binatang ngengat (kecil sekali) yang dipanggang diatas bara yang menyala-nyala, tapi ngengat itu tetap hidup sambil menahan sakit yang luar biasa itu :)))

Siapa yang tidak percaya akan dihukum, dan bagi yang percaya akan memperoleh kehidupan kekal disorga !!!

Maka berbahagialah orang yang nama-namanya sudah tercantum didalam Kitab Kehidupan Anak Domba Allah di sorga.

Siapa2kah yang pasti dan boleh dicantumkan nama2nya didalam Kitab Kehidupan itu ? Semua orang yang beriman kepada Yesus, menjadi muridnya serta mengikuti jalannya, Setia dan bertahan sampai kesudahannya, maka ia akan SELAMAT, IA dan SEISI rumah :))Puji Tuhan, Alleluya…. ……… ……… …….

Mulai hari ini ubahlah hidup saudara, jangan katakan tidak bisa, segera berbaliklah. Terimalah Yesus sebagai Penyelamat anda, anda belum terlambat, anda diberi kesempatan !!!

Yesus akan memberkati anda hari ini juga, besok dan sampai selama-lamanya, amin…….. .



From: wirajhana eka

Injil telah di ubah, dan manusia-lah yang mengubah…

Tuhan Yesus Sudah menyatakan:

“Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.” Lukas 16:17

Tetapi karena ulah Manusia:

Markus 14:56
“Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.”

Yer 5:31
“Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?”

Dengan mimpi-mimpi:

Yer 23:25-27
“Aku telah mendengar apa yang dikatakan oleh para nabi, yang bernubuat palsu demi nama-Ku dengan mengatakan: Aku telah bermimpi, aku telah bermimpi!”

“Sampai bilamana hal itu ada dalam hati para nabi yang bernubuat palsu dan yang menubuatkan tipu rekaan hatinya sendiri”

Waspadalah….Waspadalah…Waspadalah!:

Flp 3:2
“Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,”

Ef 4:14
“sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,”

Petrus 2:2-3
“Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.”

“Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.”

Yer 8:8
“Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong”

Sudah di ingatkan untuk menguji:

1 Yohanes 4:1
“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.”

Markus 7:7-9
“Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia, Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.

Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri”

Sudah diingatkan Bahwa Tuhan Yesus hanya untuk bangsa Israel:

Yohanes 17:9
“Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan Kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu”

Matius 15:24
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel .”

Tidak kesiapapun kecuali kepada domba yang hilang dari umat israel

Matius 10:5-6
“Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria , melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil.”

Apa lagi yang kurang? Janganlah salah memilih jalan karena apabila kita salah memilih jalan, maka akibatnya sangat fatal, maka Bertobatlah!



Setelah terputus beberapa lama, Akhirnya tali diskusi kami berlanjut kembali dalam satu topik di bawah ini yaitu menanggapi kutipan dari Rudy Prabowo:

From Rudy Prabowo, diambil dari milis Zamanku:

SAYIDINA ISA AL-MASIH : NABI KEPADA BANGSA ISRAIL SAHAJA??

Segelintir umat Islam menyalah-sangka bahawa Sayidina Rabboni Isa al-Masih a.s. telah datang kononnya, hanya “untuk bangsa Israil sahaja dan bukan untuk semua bangsa” seperti yang dipercayai oleh orang-orang Kristian. Andaian ini pada asasnya cuba menarik orang-orang Kristian supaya menjadi pengikut-pengikut Muhammad, memandangkan dakwaan mereka kononnya hanya Muhammad seorang sahaja “nabi untuk semua bangsa” dan manusia pada segala zaman. Untuk menyokong dakwaan mereka, orang-orang Muslim ini dengan cepat memetik ayat-ayat daripada Kitab Suci Injil, seperti berikut:

Kedua belas murid itu diutus oleh Isa dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Injil Matius 10:5,6

Jawab Isa: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Injil Matius 15:24

Pertama sekali, adalah penting untuk mengetahui bahawa Sayidina Isa lahir daripada garis keturunan sayidina -sayidina Ibrahim, Ishak dan Yakub. Justru itu, Baginda sendiri merupakan perkabulan segala janji-janji Allah yang telah dimeterai dengan hamba-Nya Ibrahim sejak berabad- abad yang lalu. Oleh sebab baginda patuh serta bertunduk kepada kehendak Allah, janji Allah kepada Ibrahim merupakan lipat dua kali ganda. Pertama, Allah berjanji untuk memberkati waris keturunannya yakni Ishak, Yakub (Israel), dan juga anak-anak (keturunan) Israel. Kedua, Allah berjanji bahawa daripada garis keturunan Ibrahim, Ishak dan Yakub inilah, akan bangkit satu berkat dan anugerah untuk segala bangsa-bangsa yakni untuk seluruh dunia (Lihat Kitab Taurat – Kejadian 17:4-5 – Janji Allah kepada Sayidina Ibrahim,dan Kitab Suci Injil – Kisah Para Rasul 3:25,26 dan Galatia 3:8,14).

Dalam perjanjian dengan Ibrahim itu, kedua-dua keturunan yakni keturunan Israel dan keturunan orang asing (‘Gentiles’ -non-Yahudi) akan sama-sama diberkati. Ini disahkan apabila Sayidina Isa telah dilahirkan selepas beberapa abad kemudian. Ketika seorang bayi, Isa al-Masih telah dibawa masuk ke bait Allah untuk diserahkan serta ditahbiskan kepada Tuhan oleh seorang lelaki tua yang salih telah digerakkan oleh Roh Allah semasa sedang berdoa. Dia menyambut bayi itu dan menatang-Nya sambil mengisytiharkan kata-kata yang berikut dalam doa kesyukurannya kepada Allah ta’ala :

Sebab mataku telah melihat keselamatan yang datang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, iaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan (juga) menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel. Injil Lukas 2:30-32

Dari ayat di atas, dapat kita fahami pelayanan Isa merupakan ganda dua. Pertama, disebabkan Dia dilahirkan daripada bangsa Israel, misi pertamanya adalah untuk menyatakan Tuhan serta diri-Nya kepada bangsa Israel. Mereka merupakan bangsa pilihan Tuhan – keturunan Ibrahim, Ishak dan Yakub. Malah Al-Quran sendiri bersaksi tentang keistimewaan ini.

Dan ingatkanlah (peristiwa berkenaan dengan) hamba Kami: Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq serta Nabi Ya’qub yang mempunyai Kekuasaan dan Pandangan Yang Mendalam. Sesungguhnya Kami telah pilih mereka khusus untuk (tujuan) yang khas – menyatakan Ajaran berkenaan dengan dunia Akhirat. Q.Surah 38:45,46

Wahai bani Israel! Kenangkanlah ni’mat-ni’mat-Ku yang telah Kukurniakan kepada kamu, dan (ingatlah) bahawasanya Aku telah melebihkan kamu atas orang-orang lain. (untuk menerima Risalah-Ku).Q.Surah 2:47

Malangnya, ketika masa terus berlalu, anak-anak Israel telah menjadi kurang peka dan bersikap tidak acuh tentang hal-hal tanggung-jawab mereka terhadap Tuhan. Oleh itu, menjadi keharusan bagi Isa al-Masih untuk melayani dan bekerja di antara mereka secara peribadi dengan membawa tanda-tanda, keajaiban dan mukjizat supaya dapat meyakinkan mereka bahawa bagindalah satu-satunya Al-Masih yang telah lama ditunggu-tunggu dan dijanjikan oleh Allah itu, seorang yang telah dipilih, ditahbiskan, diurapi dan diberkati yang mana telah diutus oleh Allah untuk menganugerahi dan menebus kesejahteraan umat Allah yang terpilih.

Oleh sebab itu, semasa pelayanan peribadi-Nya, Sayidina Isa hanya seolah-olah memerintahkan murid-murid-Nya supaya pergi kepada bangsa Israel sahaja. Mereka inilah yang harus mendengar risalah baginda itu terlebih dahulu. Ini merupakan keistimewaan bagi mereka kerana mereka adalah bangsa pilihan Allah – yang dijadnjikan untuk diberkati Allah secara istimewa. Lagi pun sayidina rabboni Isa itu juga berasal daripada bangsa Israel. Berikutan dengan kewafatan dan kebangkitan Isa, seorang daripada muridnya menyatakan bangsa Israel sebagai berikut:

Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bahagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Dia berfirman kepada Ibrahim: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu.
Kisah Para Rasul 3:25,26

Adalah penting untuk disedari bahawa bahagian kedua misi Isa al-Masih a.s. adalah yang paling mustahak sekali. Misi tersebut adalah untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi dosa-dosa seluruh umat manusia (1 Timotius 2:4-6) Serta menurut kata-kata baginda sendiri dalam Injil Injil Matius 20 ayat 28 yang berbunyi :

“Seperti Anak Manusia (yakni Isa al-Masih a.s.) juga telah datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan (fidia, kiffarat) bagi banyak orang..” Injil Matius 20:28

Inilah berkat anugerah Allah untuk seluruh umat manusia – satu berita dan khabar yang sungguh baik bahawa sayidina Isa a.s. sudah membayar upah dosa bagi seluruh umat manusia menerusi nyawa-Nya yang telah dikorbankan sewaktu penderitaan serta kewafatan Baginda di atas kayu Salib. Sesiapa yang menerima berkat penyelamatan dan penebusan ini akan mendapat kepastian untuk memperolehi hidup yang kekal abadi bersama sama dengan Tuhan Allah.

Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias (al-Masih) harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada SEGALA BANGSA, mulai dari Yerusalem (Baitul-muqaddis) .Injil Lukas 24:46,47

Kitab Suci Injil amatlah jelas sekali bahawa penyelamatan dalam Isa al-Masih ini ada tersedia bagi semua orang, baik orang-orang Yahudi mahupun orang-orang bukan Yahudi. Ingatlah, semasa pelayanan peribadi Isa di dunia ini, Dia hanya memerintahkan murid-murid-Nya agar pergi kepada orang-orang Israel sahaja. Tetapi selepas bahagian kedua misi-Nya telah selesai (penebusan dosa di atas kayu salib), perhatikan apa yang Dia perintahkan kepada murid-murid-Nya ketika itu:

“…kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke hujung bumi.”Kisah Para Rasul 1:8

“Kerana itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-murid-Ku…” Injil Matius 28:19

Isa sendiri mengesahkan keuniversalan misi-Nya apabila Dia mengisytiharkan kata-kata berikut:
“…Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Injil Yahya 8:12

Sekali lagi Isa merujuk diri-Nya sebagai berkat istimewa atau rahmat kepada seluruh manusia. Al-Quran juga mempamerkan keuniversalan misi Isa. Allah bersabda:

“…dan (Kami kehendaki) untuk menjadikan anak (Isa) itu sebagai suatu Tanda kepada manusia (ayat-al linnasi), dan sebagai suatu Rahmat dari Kami.” Q.Surah 19:21

Perhatikan, Al-Quran tidak mengatakan, “suatu Tanda hanya kepada bani Israel sahaja” seperti yang dipercayai oleh segelintir orang-orang muslim. Sebaliknya, bahasa Arab menunjukkan “suatu Tanda kepada manusia!”

Kata-kata tersebut juga sesuai dengan sabda Isa al-Masih dari Injil Yahya fasal 10 ayat 14-16

“Akulah Gembala yang Baik. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku, sama seperti Bapa-Ku mengenal Aku dan Aku mengenal Sang Bapa. Aku menyerahkan nyawa-ku bagi domba-domba-Ku. Pada-Ku MASIH ADA DOMBA-DOMBA LAIN YANG BUKAN DARI KAWANAN INI. DOMBA-DOMBA ITU PUN HARUS KUBAWA DAN SUARA-KU AKAN MEREKA DENGAR. DOMBA-DOMBA ITU AKAN MENJADI SATU KAWANAN DENGAN SATU GEMBALA.” Injil Yahya 10: 14-16

Sangat jelaslah bahawa misi dan pelayanan Sayidina Isa al-Masih itu tidaklah hanya terbatas kepada Bani Israil sahaja, malah, sebagai Gembala Baik kepada domba-domba Allah itu, baginda mempunyai pengikut-pengikut dari ‘kawanan-kawanan’ di seluruh Dunia. Ini pula sesuai dengan sabda Baginda sendiri dan juga sejajar Amanat Agung-Nya yang memerintahkan supaya semua para hawariyun dan pengikut-pengikut baginda yang lain, untuk membawa risalah Injil :
“kepada SELURUH DUNIA, serta menjadikan SEMUA bangsa-bangsa murid-murid sayidina Isa al-Masih, sampai ke hujung Bumi.” Kitab Suci Injil, Matius 28:18-20.

Inilah juga kemakbulan janji agung Allah kepada Hamba-Nya sayidina Ibrahim a.s. seperti mana terkandung di dalam Kitab Suci Taurat, dan ini juga sesuai dengan gelar baginda sebagai ‘satu Tanda (ayah-al-linnasi) kepada seluruh Manusia’ (QS 19/21).

Amin, amin Alhamdulillah rabbil al-Amin!

[Sumber tulisan rudy: answering-islam.org:bukan_nabi_untuk_israil_saja]



Berawal dari postingan Rudy Prabowo di ataslah kemudian tautan tali kasih diskusi antara saya dan Eddy TG yang terputus cukup lama akhirnya bersemi kembali, untuk menghemat tempat, saya aliran diskusi ini dalam bentuk dialog, transkrip asli bentuk sebenarnya untuk Eka ada di sini dan untuk Eddy TG ada di sini:

From Eka wirajhana:

Dear all,
semua kutipan alkitab dari rudy, tidak mengugurkan Bukti bahwa bahwa yesus adalah tuhan yang datang hanya dan tetap untuk orang ISRAEL:

From Eddy TG:
Manusia cupet selalu yang diambil dari satu sisi dan yg dia tulis kemanapun selalu itu itu juga, walaupun sudah dijelaskan. Entah apa yg mempengaruhi otaknya yang tampaknya bebal itu,

Padahal sangat jelas Bung Rudy sudah menjelaskan bahw Yesus datang bukan hanya untuk orang Israel. Coba perhatikan uraian Bung Rudy yang orang ini pura2 tidak mau tahu alasannya dan sellu kembali ke “untuk orang Israel”, ngeyel dan bahkan dengan memutar balikkan permasalahan ………..

Kutipan Rudy:
Sebab mataku telah melihat keselamatan yang datang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, iaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan (juga) menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel . Injil Lukas 2:30-32

Saya:
Ini pernyataan Simeon (lukas 2:25), sebagai pembuktian penantian kedatangan Tuhan israel dihadapan segala bangsa dan bukan menyatakan Tuhan untuk segala bangsa yang diperkuat pada ayat berikutnya:

Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan(lukas 2:34)

Eddy Tg:
[tidak ada komentar]

Kutipan Rudy:
Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bahagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Dia berfirman kepada Ibrahim: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu. Kisah Para Rasul 3:25,26

Saya:
Ini adalah untuk Ibrahim bukan untuk Isa.

Eddy tg:
Jadi disini tampak ketidak mampuan si Eka ini memahami ayat ini, begitu cetek IQnya sehingga katanya untuk Ibrahim. huahahaha….tidak mampu tapi kok ngoceh !!!!

——————————-

Kutipan rudy:
“Seperti Anak Manusia (yakni Isa al-Masih a.s.) juga telah datang
bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa- Nya menjadi tebusan (fidia, kiffarat) bagi banyak orang..” Injil Matius 20:28

Saya:
Ini adalah untuk banyak orang bukan untuk semua bangsa.

Eddy TG:
Disini si Eka bilang bukan untuk semua bangsa, tapi bagi banyak orang……. Jadi dimaknai secara apaadanya kata perkata, ini memang tingkat ilmu pengetahuannya dimaklumi hanya cuman segitu…………..

——————————

Kutipan rudy:
Kata-Nya kepada mereka: ” Ada tertulis demikian: Mesias (al-Masih)harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada SEGALA BANGSA, mulai dari Yerusalem (Baitul-muqaddis) . Injil Lukas 24:46,47

Saya:
Yang pertama:
Terjemahan lama:
dan akan dikabarkan jalan bertobat dan keampunan dosa kepada sekalian bangsa dengan nama-Nya, — mulai dari Yeruzalem.(lukas 24:47) bandingkan dengan terjemahan baru dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. (lukas 24:47)

sekalian bangsa berarti bangsa yang dimaksud untuk seluruh orang
yang ada di dalam satu bangsa tersebut. segala bangsa berarti semua-mua bangsa di dunia.

Tentunya anda berkata :”ah ini kan akal2an mengartikan bahasa model lo !!!!”

Banyak kata sekalian dan juga kata segala muncul di terjemahan lama, kalau memang berarti sama kenapa harus sepenting itu untuk diubah?

[Catatan : kata Yunani/Ibrani yang bermasalah itu adalah: pas/Pav cakupan artinya: all, all things, every, all men, whosoever, everyone, whole, all manner of, every man, every thing, any, whatsoever, whosoever, always, daily, any thing. Definisinya secara individu: each, every, any, all, the whole, everyone, all things, everything; kolektifly à Ini menyebabkan Injil bisa di ubah arti semaunya saja tergantung keperluan]

Yang kedua:
dari 4 Injil(matius, lukas, markus dan markus) mengapa pada injil yohanes tidak perintah apapun untuk ke”segala bangsa” padahal itu adalah perintah super penting kepada mereka yang ada pada saat yang sama dengan “yesus”?

Yang ketiga:
Perlu dipahami bahwa Yesus mengajarkan berkeliling karena dikejar dan dilempari batu oleh orang yahudi, sehingga umat nya terpencar-pencar pada saat ia tinggalkan untuk menyelamatkan diri, untuk lebih menjelaskan bahwa kata sekalian yang dimaksud adalah hanya kepada orang yahudi di gallilea: “Akulah Gembala yang Baik. Aku mengenal domba-domba- Ku dan domba-domba- Ku mengenal Aku, sama seperti Bapa-Ku mengenal Aku dan Aku mengenal Sang Bapa. Aku menyerahkan nyawa-ku bagi domba-domba- Ku. Pada-Ku masih ada domba-domba lain yang bukan dari kawanan ini. domba-domba itu pun harus kubawa dan suara-ku akan mereka dengar. domba-domba itu akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.” (Yoh 10: 14-16)

[Catatan: Frase “SEGALA BANGSA” adalah orang-orang yahudi dari segala bangsa -> “Waktu itu di Yerusalem diam ORANG-ORANG YAHUDI YANG SALEH DARI SEGALA BANGSA DIBAWAH KOLONG LANGIT.(KPR 2:5)”]

Eddy TG:
Disini jelas sekali disampaikan untuk segala bangsa, tapi si eka ini memelintir soal terjemahan lama dan baru, dasar sempit dan picik pengetahuannya, seharusnya dia memaknai untuk segala bangsa tapi dia putar supaya dia dikatakan pintar ke soal terjemahan. Tpi bagi orang yg mengerti soal ini, itu kerkjaan orang dungu, IQ jongkok !!!

————————–

kutipan rudy:
“…kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke hujung bumi.” Kisah Para Rasul 1:8

Saya:
Kalau tidak dipotong mulai dari kisah Para Rasul 1:6-8 maka itu adalah pertanyaan mengenai kapan pemulihan kembali kerajaan israel: Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel ?” Jawab- Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Eddy TG:
Si eka bilang, dari Israel…..padahal matanya tidak baca dari Israel sampai ke ujung bumi, pura2 buta matanya atau memang bodoh, tapi kalau dibilang bodoh dia selalu mengelak bahwa dirumahnya ada perpustakaan…..padahal yang dimaksud dirinya bukan soal buku2 yg ada diperpustakaannya…..aneh bin nyata……………….

—————————-

kutipan rudy:
“…Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Injil Yahya 8:12

Saya :
Ini untuk orang-orang di gallilea, kalau mau mencari mundur 9 ayat tentulah anda tahu ia bicara untuk siapa : Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. (yoh 8:3)

Rakyat yang dimaksud adalah orang gallilea, ia dalam perjalanan keliling gallilea dan tidak mau lagi tinggal di yudea karena orang2 yahudi diyudea berusaha membunuhnya (yoh7:1)

Eddy TG:
Si eka bilang ini untuk orang2 galilea, huahahaaa…….pada hal sudah disebut Akulah Terang Dunia……… Dasar otak kagak nyampe…………IQ rendah susah diajak diskusi !!!

————————–

kutipan rudy:
“Akulah Gembala yang Baik. Aku mengenal domba-domba- Ku dan domba- domba- Ku mengenal Aku, sama seperti Bapa-Ku mengenal Aku dan Aku mengenal Sang Bapa. Aku menyerahkan nyawa-ku bagi domba-domba-Ku. Pada-Ku MASIH ADA DOMBA-DOMBA LAIN YANG BUKAN DARI KAWANAN INI. DOMBA-DOMBA ITU PUN HARUS KUBAWA DAN SUARA-KU AKAN MEREKA DENGAR. DOMBA-DOMBA ITU AKAN MENJADI SATU KAWANAN DENGAN SATU GEMBALA.” Injil Yahya 10: 14-16

Saya:
Kalau teliti membaca Yoh 10:17-20, maka akan ketemu domba lain yang dimaksud adalah kaum yahudi yudea, ia berkata seperti itu sewaktu berkeliling gallilea dan telah meninggalkan yudea.

Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu. Banyak di antara mereka berkata: “Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia?” (yoh 10:17-20)

Eddy TG:
Kata si eka, itu untuk domba Yahudi Yudea, huahaha…………dan nanti Israel….dasar kagak mampu diajak diskusi.

——————————

kutipan rudy:
“kepada SELURUH DUNIA, serta menjadikan SEMUA bangsa-bangsa murid- murid sayidina Isa al-Masih, sampai ke hujung Bumi.” Kitab Suci Injil, Matius 28:18-20.

Saya:
Terjemahan lama:
Sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu murid-Ku, serta membaptiskan dia dengan nama Bapa, dan Anak dan Rohulkudus; (matius 28:19)

Bandingkan dengan terjemahan baru:

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, ;(matius 28:19)

Sudah dibahas di atas, bahwa buat apa diterjemahkan berbeda kalau arti sekalian, semua adalah sama. Yang dimasudkan dengan sekalian adalah domba2 yahudi/israel yang terpencar di yudea, yordan, galilea dan penjuru tempat dimana Yesus telah mengabarkan dan tidak mengabarkan

Eddy TG:
[tidak ada komentar]

———————–

Saya:
Untuk tidak menjadi pusing mengenai masalah domba, maka berikut dibawah ini akan menjelaskan sejelas-jelasnya perintah apa kepada yesus dan untuk siapa:

Yohanes 21:15-17
Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba- Ku.”

Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”* Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: /”Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”* Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: /”Apakah engkau mengasihi Aku?”* Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: /”Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Eddy TG:
Si Eka bilang, domba2 itu maksudnya bangsa israel….pada tidak ada kata2 domba2 itu adl Israel….. Sulit diskusi dengan orang yg IQnya rendah, ngeyel melulu……. huahahhaa…………dasar go blok !!!

Saya:
Domba yang dimaksud adalah:
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)

Untuk apa yesus datang? Menyampaikan firman:
Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yoh 17:8)

Apakah untuk dunia? Tidak:
Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu. (Yoh 17:9)

Bahkan yesus sudah sangat berpesan kepada 12 murtidnya bahwa firman hanya dan hanya untuk israel tidak kemana-mana lagi:
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel . Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (Matius: 10:5-7)

Bagi yang telah mengikutinya ia menjawab pertanyaan petrus:
Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.(mat 19:27-28)

Siapa yang duduk di keduabelas tahta untuk hanya suku israel ?

Inilah nama kedua belas rasul itu:
Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. (Matius 10:2-4)

Yesus hanya akan menyelamatkan kamu yang terdaftar sebagai keturunan suku israel yang merupakan keturunan YAKUB/ISRAEL YAITU:

Ruben, Simeon dan Lewi, Yehuda, Zebulon, Isakhar, Dan, Gad, Asyer,Naftali, Yusuf dan Benyamin

Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya; dan itulah yang dikatakan ayahnya kepada mereka, ketika ia memberkati mereka; tiap- tiap orang diberkatinya dengan berkat yang diuntukkan kepada mereka masing-masing. Kemudian berpesanlah Yakub kepada mereka: “Apabila aku nanti dikumpulkan kepada kaum leluhurku, kuburkanlah aku di sisi nenek moyangku dalam gua yang di ladang Efron, orang Het itu, (kejadian 1:1-49)

Tempat leluhur yang dimaksud adalah:
Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang.

Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.(Wahyu 21:10-14)

Jadi kamu-kamu yang sudah jelas-jelas tidak mempunyai leluhur ISRAEL tidak berhak atas namanya untuk datang ke 12 pintu surga.

Salam
[eka wirajhana]
———————–

Eddy TG:
Dlsb, dlsb, cape melayani orang yg tidak mampu diskusi, saran untuk Bung Rudy, tinggalkan diskusi dengan orang yg tidak berimbang sebab ia akan selalu Ngeyel, Ngeyel dan Ngeyel dan selalu memutarbalikkan fakta dan tidak mau tahu uraian kita.

Tapi saya memaklumi, memang orang yg kemajuan/kemunduran spiritualnya dengan suka memberi sajen, jampi2, pakai menyan, nyembah patung, kerasukan roh2 yg tidak juntrungan dlsb omongannya suka ngacau dan mengigau, sebentar ngomong bangsa Isrel, sebentar yudea, sebentar untuk orang banyak, sebentar terjemahan baru, terjemahan lama, sebentar terjemahan versi ini dlsb dlsb, entah maksud tujuannya apa diskusi itu berhati-hatilah .!!!

Salam IQ,
Eddy TG



Jawaban saya [Lihat transkip asli di sini]:

Waduh Pak Eddy marah2 lagi,

Yah inilah hidup pak..kebenaran itu kadang kala terasa sangat pahit untuk dapat kita diterima…namun saya ucapkan terima kasih atas kesediaanya untuk masih membaca tulisan-tulisan buruk saya…saya percaya koq pak bahwa masih banyak manusia yang bisa disembuhkan..

Jangan ragu-ragu untuk belajar seluas-luasnya ya pak…semoga bermanfaat buat bapak sekeluarga…

salam

Eka Wirajhana

[Kembali]


The Truth is Inside:

PERINGATAN: SYARAT dan KONDISI yang WAJIB dipenuhi untuk Mendapatkan GARANSI Keselamatan

Garansi Keselamatan tidak sertamerta melekat ketika menerima Yesus, di baptis dan meyakini Yesus, ternyata terdapat PRASYARAT dan KONDISI yang harus dipenuhi agar Garansi Keselamatan itu berlaku.

Itu semua tercantum di 3 (TIGA) injil yaitu: Matius 19:18-21; Lukas 18:20-21; Markus 10:19-21). Kejadiannya adalah ketika Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan ada rekaman dialog sebagai berikut:

Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Matius 19:16)

Jawab Yesus: “… jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?”

Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu (Matius 19:18-19; Lukas 18-20; Markus 10:19)…jangan mengurangi hak orang (Markus 10:19) dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Lukas 18-20)

Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti, (matius 19:20) sejak masa mudaku (Lukas 18:21; Markus 10:20) apa lagi yang masih kurang” (matius 19:20)”

Kata yesus “Jikalau engkau hendak sempurna (matius 19:21); Hanya satu lagi kekuranganmu (markus 10:21)… juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Matius 19:21; Lukas 18:22; Markus 10:21)

Yang jadi pertanyaan utama adalah apakah para penginjil itu, sewaktu di Injili atau sewaktu belajar untuk menginjili mengetahui kata-kata Yesus yang di atas itu atau tidak-kah? karena sudah sangat GAMBLANG dan JELAS bahwa megikuti Yesus merupakan hal yang JUSTRU dilakukan paling buncit bukan pertama dan JELAS BUKAN syarat utama.

[Kembali]


Peringatan: Lucifer, Sama-el, Bel-el, Beelzebul, Allah, Dewa YAM, YHWH, Setan dan Iblis ternyata adalah Tuhan!

Ketika pemerintahan Kristen dan para MISIONARIS giat meng-kresten-kan seluruh bumi, terdapat statement menarik dari seorang kepala suku di Benua Amerika:

    Kepala suku Hatuey bersama orang-orang yang melarikan diri bersamanya dan tertangkap, ketika sedang diikat di atas kayu untuk dibakar hidup-hidup, Pastor Fransiscan mendesaknya agar mengakui Yesus sehingga jiwanya dapat pergi ke ‘Sorga’ daripada ke neraka. Hatuey menjawabnya bahwa jika sorga itu adalah tempat bagi orang-orang Kristen maka Ia lebih memilih pergi ke neraka.. (D.Stannard, American Holocaust, Oxford University Press 1992, hal.70)

Mengapa Ia sampai berkata demikian?

    “Orang-orang Spanyol menemukan kegembiraan dalam menciptakan berbagai jenis alat siksa yang ganjil..Mereka membuat sebuah tiang gantungan yang cukup panjang hingga hanya jari kaki yang menyentuh tanah untuk mencegahnya tercekik, dan menggantung sekaligus 13 pribumi untuk menghormati Kristus Juru selamat kita beserta 12 Rasulnya … kemudian, jerami dililitkan di sekeliling tubuh mereka yang robek terluka dan dibakar hidup-hidup” [Ibid, hal.72] .. “Orang-orang Spanyol memotong lengan seseorang, kaki atau pinggul orang lainnya, dan beberapa bagian kepala mereka dalam sekali tebas, seperti tukang daging yang memotong daging sapi dan kambing untuk dijual. 600 orang, termasuk kepala sukunya, dibantai demikian seperti binatang buas..Kemudian Vasco [de Balboa] memerintahkan 40 dari mereka untuk diumpankan ke sekumpulan anjing agar mati terkoyak-koyak” [Ibid, hal.83] .. Populasi pulau yang sekitar 8 juta ketika COLOMBUS DATANG di tahun 1492 susut menjadi 1/3 sebelum tahun 1496 berakhir” Akhirnya seluruh pribumi pulau itu musnah, sehingga orang-orang spanyol terpaksa mengimpor budak dari pulau-pulau Karibia lainnya, yang segera mengalami nasib serupa. Dengan demikian “jutaan pribumi Karibia habis secara efektif hampir dalam 1/4 abad”. [Ibid, Hal.72-73] .. “Dalam kurun waktu di bawah umur hidup normal seorang manusia, seluruh peradaban dari jutaan orang, yang telah menetap ribuan tahun di kampung halaman mereka, termusnahkan.” [Ibid, hal.75]

Apakah pemerintahan Nasrani dan perorangan punya legitimasi bertindak mewakili Y@HOVA? Ya.

    Matamu sendiri telah melihat apa yang diperbuat Y@HOVIH mengenai Baal (di) Peor, sebab Y@HOVIH EL-HA-YAM/ELOHIM (kerap diterjemahkan: TUHAN, Allahmu), telah memunahkan dari tengah-tengahmu semua orang yang mengikuti Baal-Peor [Ulangan 4.3]

    Tiap-tiap orang harus takluk kepada PEMERINTAH YANG DI ATASNYA, sebab TIDAK ADA PEMERINTAH, YANG TIDAK BERASAL dari Allah (THEOS); dan pemerintah-pemerintah yang ada, DITETAPKAN OLEH Allah. Sebab itu BARANG SIAPA MELAWAN PEMERINTAH, IA MELAWAN KETETAPAN ALLAH dan siapa yang melakukannya, AKAN MENDATANGKAN HUKUMAN ATAS DIRINYA….karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. PEMERINTAH ADALAH HAMBA ALLAH UNTUK MEMBALASKAN MURKA ALLAH ATAS MEREKA YANG BERBUAT JAHAT[Roma 13.1-4]

    Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita BUKANLAH melawan darah dan daging, TETAPI MELAWAN PEMERITAH-PEMERINTAH (Arche), MELAWAN PENGUASA-PENGUASA (Exousia), melawan Penguasa dunia (kosmoklator) yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara [Efesus 6:11-12]

    “…Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan PAKSALAH (anankason) orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh…” [Lukas 14.22-23]

    “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi SIAPA YANG TIDAK PERCAYA AKAN DIHUKUM. (katakrithēsetai) [Markus 16-16-17]

    Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang (melainkan pertentangan, Luk 12.51). Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh (echtroi) orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya LEBIH DARIPADAKU, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan LEBIH DARIPADAKU, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya.. [Mat 10:34-39]

Dalam Kristen, Setan dan Y@Hova adalah sama.

    IBLIS [Satan] bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel. Lalu berkatalah Daud kepada Yoab dan kepada para pemuka rakyat: “Pergilah, hitunglah orang Israel dari BERSYEBA SAMPAI DAN, dan bawalah hasilnya kepadaku, supaya aku tahu jumlah mereka” Lalu berkatalah Yoab: “Kiranya Y@HOVA menambahi rakyat-Nya 100 x lipat dari pada yang ada sekarang…”[1 Tawarikh 21:1-3]

    Bangkitlah pula murka Y@HOVA terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: “Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda” Lalu berkatalah raja kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia: “Jelajahilah segenap suku Israel dari DAN SAMPAI BERSYEBA; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka.” Lalu berkatalah Yoab kepada raja: “Kiranya @YAHOVA, ELHAYAM/ELOHIM, menambahi rakyat 100x lipat dari pada yang ada sekarang..”[2 samuel 24:1, 3 ,4]

    “YAM/YOM BOW BEN ELHAYAM/ELOHIM (Yam berkumpul bersama para anak YAM) AL YATSAB Y@HOVA/YHWH (bersama Ia yang menjadi) TAVEK BOW GAM SATAN (diantara yang berkumpul juga iblis) [Ayub 1.6, 2.1].

    Note:
    Apa arti Y@HOVA/YHWH (strong’s 3064: “יהוה”/hwhy)?

    • Huruf “י”/Y = Dia + (stong’s 1961: “HAYAH (“היה”/”אֶֽהְיֶ֣ה”/HYH/HYHA = DATANG (kel 3.2-14: MALAIKAT TUHAN (Mal’ak Elohim) menampakkan diri kepadanya/Musa..Y@HOVA berfirman:…Akulah Allah (elohim) ayahmu (‘ab)..Aku mengutus (shalach) engkau..Musa berkata kepada elohim: “..bagaimana tentang nama-Nya? .. Firman ELOHIM kepada Musa: “hyha rsa hyha/AHAYAH ‘AHER AHAYAH/”datang yang datang” BUKAN “aku adalah aku”” ATAU
    • “י”/Y = Dia + (strong’s 1943: “HOVAH (“הוה”/HWH = BENCANA (Yes 47.11/Yeh 7.26))” ATAU
    • “י”/Y = Dia + (strong 5753/5754: “AVAH (“עָוָה”/HWE = tidak terlalui, puing (ratapan 3:9/Yeh 21.27)” ATAU
    • “י”/Y = Dia + strong 5773: “AVEH (“עִוְעִים”/MYEWE = kekacauan (Yes 19.14))”
    • Huruf “יְה”/Y@/hy atau “יְהֹוָ”/why/Yehu (misal: 1 taw 8.36) + 1 huruf saja: strong’s 5933: (“עַלְ”/al: “עַֽלְוָ֖ה”/”עַלְיָה”) -> “וה”/hw atau “יה”/hy tidak diketahui artinya (lihat Kej 36.40: “alwa” atau 1 Taw 1.51: “alya”)

    Jadi, arti Y@HOVA/YHWH seharusnya adalah Y+HWH (DIA BENCANA) DAN BUKAN Y+HYH (DIA DATANG).

    Kata “אלהים“/ELOHIM (Allah Jamak) atau “ים“-“ה”-“אל”/EL-HA-YAM (EL YAM/Tuhannya YAM/EL Sang YAM). Yam dilegenda Ugarit/Kanaan/Punisia/Mesopotamia adalah dewa laut/sungai (Nahar). Dalam Punisia = “ים“/ym, kata ini ada dalam “אלהים“/ELHAYAM/ELOHIM. Lilinah biti-Anat: “Variasi penulisan Dewi laut Yam, Yamm, atau Yamu..pengucapannya lebih seperti Yom”

Contoh 3 ayat di atas menunjukan hubungan jelas antara Malaikat Iblis adalah para anak Yam yang datang menghadap YAM dan “Ia bencana”/Y@hova. Iblis inilah yang merupakan Tuhan kaum Abraham.

Kapan Kemunculan ELOHIM/ELHAYAM, Y@HOVA, Malaikat dan Iblis?
Tanda keberadaan ELOHIM tertulis di AWAL PENCIPTAAN (Kej 1.1-3) bersamaan dengan bumi [dewi erets/Gaia] dan air:

    (“BARESITH/בְּרֵאשִׁ֖ית BARA/בָּרָ֣א ELHAYAM/ELOHIM/אלהים ‘ET/אֵ֥ת HA-SHAMAYIM/הַשָּׁמַ֖יִם WA’ET/וְאֵ֥ת HA-ERETS/הָאָֽרֶץ׃”)
    Pada permulaan [beresith/resith] membentuk [bara] TUHAN [ELHAYAM/Elohim] [‘et] LANGIT [shamayim] dan [wa’et] BUMI [erets]. Bumi [erets] Tohuw [belum berbentuk] dan bohuw [kosong, tak berpenghuni]; kho shek’ [gelap] TEHOM [dalam] ru’-akh [Roh] ELHAYAM/Elohim merachefet [“מְרַחֶ֖פֶת”/tpxrm = BERGETAR] paw-nim’ [DIHADAPAN/MENGHADAPI] HA-MAYIM [“הַמָּֽיִם”/air yang banyak/luas, banjir] [Kej 1.1-2]

    Tidak dijelaskan mengapa roh elohim bergetar menghadapi air namun mulai pada Kej 1:3 ada kata Vayomer [“וַיֹּאמֶר” atau “אמַר” = yomar/amar = berkata/firman] digunakan ELHAYAM/ELOHIM dan kata itu TIDAK MUNCUL di Kej 1.1-2:

    Berfirmanlah (‘amar) ELHAYAM/ELOHIM: DATANG (hyh/hayah) ‘OWR (TERANG, cahaya, FAJAR, KILAT) ‘owr hayah. ELHAYAM/elohim RA’AH (melihat/tahu) kiy (sebab, karena, bahwa, apabila) ‘owr TOWB (baik, lebih baik, menyenangkan). ELHAYAM/elohim BADAL (memisahkan, mengkhususkan, mengucilkan) ‘owr BEYN (dari/antara) CHOSEK (gelap, kesengsaraan). ELHAYAM/elohim QARA’ (sebut/menamai) ‘owr YAM/YOM (“יוֹם“(ywm)/”ים”(ym) – Dewa Yam, waktu, siang, hari) chosek LAYIL/LAYLA (malam, LILITH). datang (hayah) ‘EREB (petang) datang/jadi BOQER (pagi), YAM/YOM ‘ECHAD (YAM SATU/TUNGGAL) [Kej 1.3-5]

    Mulai pengerjaan Langit:
    Allah membentuk cakrawala (raqiya) memisahkan air (mayim) yang ada di bawah dan di atas cakrawala. Menamakan cakrawala itu langit (Shamayim), YOM SHENIY/SENIN (terjemahan umum: hari ke-2) [Kej 1.6-8]

    Mulai pengerjaan Bumi:
    Mengumpulkan air di bawah langit pada satu (echad) tempat (maqam) hingga terlihat yang kering, yang kering dinamakan bumi/daratan (erets), kumpulan air dinamakan laut/samudera (Yam). Bumi (erets) mengeluarkan tunas muda, tumbuhan berbiji, segala pohon buah berbiji, YOM SH@LIYSHIY/SELASA (hari ke-3); [Kej 1.9-13]

    Melanjutkan pengerjaan Langit:
    Menjadikan benda penerang yang besar (Matahari), yang kecil (bulan) dan bintang (kowkab) untuk menerangi bumi dan diletakan di cakrawala untuk memisahkan siang dan malam, terang dan gelap, datang (hayah) tanda (owth) masa (mo’ed) hari (Yom), tahun (shaneh). YOM R@BIY`IY/RABU (hari ke-4) [karena 1 hari = 1000 tahun, maka matahari, bulan dan bintang baru muncul 4000 tahun kemudian] [Kej 1.14-19]

    Melanjutkan pengerjaan di BUMI dan LANGIT:
    Di air (Mayim) melimpah (sharats) mahluk hidup (NEPHESH HAYAH), MAHLUK YANG BISA TERBANG (‘OWPH) beterbangan (‘UWPH) di bumi di lintasan kubah langit (‘al ‘erets ‘al paniym raqiya shamayim). ELHAYA/ELOHIM membentuk (‘bara) MONSTER (TANNIYN) besar (gadol), segala jenis (kol miyn) mahluk hidup bergerak (NEPHESH HAYAH HAROMESET) melimpah di air, dan segala jenis mahluk bersayap (‘OWPH KANAPH), YOM CHAMIYSHIY/Kamis (hari ke-5) [Kej 1.20-23]

    Melanjutkan pengerjaan Bumi:
    Bumi mengeluarkan (erets yatsa’) segala mahluk hidup, melata, ternak, liar, membuat (asah) Adam dari gambar (tselem) dan rupa (d@muwth) Elohim, laki-laki (ZAKAR), perempuan (N@QEBAH), bertambah banyak, YOM SHISHSHIY/Jum’at (hari ke-6) [kej 1.24-31]. Elohim sabath (berhenti) dari pekerjaannya, YOM SH@BI’IY [hari ke-7] [Kej 2.2]

Kejadian 1 diatas ini adalah potongan epik versi Yahudi tentang pertempuran DUA KELOMPOK DEWA beserta hasilnya:

    Kata “RESITH/BARESITH/בְּרֵאשִׁ֖ית” = mulainya satu episode tertentu contoh: Yer 26:1, “pada permulaan pemerintahan..”

    Kata “BARA/בָּרָ֣א” = membentuk, menggemukan [setelah tohuw], memotong/membangun [sejalan dengan mulainya episode baru, resith] dan bukan kondisi menciptakan. Sample beberapa kata bara’ yang artinya BUKAN mencipta:

      “..Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk [bariy’] itu. Lalu terjagalah Firaun. [Kej 41:4] dan “…mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan [bara’] dirimu dengan bagian yang terbaik d ari setiap korban sajian umat-Ku Israel?” [1 samuel 2:29]. Bara di sini = gemuk/menggemukan

      “Kalau engkau bangsa yang banyak jumlahnya, pergilah ke hutan dan BUKALAH [bara’] tanah…” [Josua 17:15 ] Bara di sini = memotong/membuka

    Frase “ELHAYAM/ELOHIM/אלהים ‘ET/אֵ֥ת HASHAMAYIM/הַשָּׁמַ֖יִם WA’ET/וְאֵ֥ת HAERETS/הָאָֽרֶץ” = “el ha-yam et ha-Sha-mayim wa et ha-eretz”:

    El/Ilu (אֱלֹ = Tuan);
    HA (הָ = si/sang/ini/itu/”the”);
    ELOHIM/”אלהים“/Allah Jamak atau EL-HA-YAM/”ים“-“ה”-“אל”/(EL YAM/Tuhan YAM/EL si/itu/ini/the YAM). Dalam legenda Ugarit/Kanaan/Punisia/Mesopotamia “Yam” = dewa laut/sungai (Nahar). Dalam Punisia = “ים”/ym dan kata ini ada dalam “אלהים“/ELHAYAM/ELOHIM. Kata “yowm”/”יוֹם“/ywm, diterjemahkan “hari” merujuk pada lawan dari malam/gelap dan menariknya kata “ים“/Yam juga ada pada “יוֹמַ֫יִם‎”/”dua yam”/”dua hari” juga dalam jamak “יָמִים‎”/”hari-hari”, jadi “yowm”, sewajarnya juga terkait dengan “yam”;
    ‘ET (אֵ֥ת = aleph/huruf pertama + tav/huruf terakhir, tidak pernah diartikan, banyak tafsir, mungkin menandakan urutan kejadian yang berkaitan bukan terpisah);
    WA (וְ = dan);
    SHAMAYIM (shin (שָׁ = menghabiskan, memusnahkan) + mayim/מַ֖יִם/air = Air menguap/air yang menuju ke atas; atau bisa jadi berasal dari: Shamu = Dewa langit Kanaan/Phonesia, pemimpin para dewa kota Alalakh, Syria + “-ayim” (dual, sepasang) [Lihat juga: “A STUDY ON THE DUAL FORM OF MAYIM, WATER“, Min Suc Kee]. Di mitologi Kanaan, Shamayim adalah dewa langit, sementara di teks Yunani terdapat Ouranos/Langit dan Ge/Gaia/Bumi, yang dalam mitologi Yunani adalah pasangan, sehingga bisa jadi erets juga diasosiasikan sebagai pasangan Shamayim;
    AERETZ (אֶרֶץ = erṣetu (Akkadian); rṣ/arṣ (Ugarit) = bumi, tanah)

    Jadi, “el ha-yam et ha-Sha-mayim wa et ha-eretz” = “Tuan/Dewa laut, langit dan bumi”

    kata “merachefet“/”מְרַחֶ֖פֶת”/tpxrm kerap diterjemahkan “melayang/hover”. padahal seharusnya bergetar, karena di Ulangan 32.11, “..yəraḥêp̄/”יְרַחֵ֑ף” (MENGGETARKAN) yip̄rōś/”יִפְרֹ֤שׂ” (mengembangkan) kənāp̄āw/”כְּנָפָיו֙” (sayapnya)..” DAN LEBIH JELASNYA DI Yeremia 23.9, “..‘aṣmōwṯay/”עַצְמוֹתַ֔י” (tulang-rulangku) kāl/”כָּל־” (semua) rāḥăp̄ū/”רָֽחֲפוּ֙” (BERGETAR)..”. sehingga terjemahan seharusnya adalah BERGETAR. Tidak ada detail lanjutan mengapa ruh elohim BERGETAR DIHADAPAN (pawnim) AIR di ayat selanjutnya, namun, legenda-legenda bangsa lainnya, menyampaikan tentang adanya pertikaian antar dewa saat itu.

    Pada perjanjian lama maupun baru, tertulis kecemburuan/kemarahan ELHAYAM, karena kaum Israel memuja “ELOHIM NEKAR” (Para Allah asing) yang merujuk pada BAAL dan ASYERAH/ASYTORET bukan dirinya [Misal: 1 raja 19.18; Yeremia 23.27; Hosea 2.15; Roma 11.4].

    Padahal, kata “BA’AL/BAAL/BEEL/EL” [Ugarit, Phoenisian, Ibrani, amorit, Aramaik] atau “BEL” (di Babilon) atau EN (Sumeria) merupakan kata generik untuk arti TUAN/TUHAN atau PEMILIK yang setara dengan kata Adon (Tuan)/Adonai (Tuanku) sebagai alias bagi Y@HOVA/YAHWE sehingga terkadang dijadikan nama orang, misalnya hakim GIDEON namanya menjadi YERUBAAL (Baal berjuang bersamanya) atau anak Daud bernama BEELYADA (Tuhan tahu) atau seorang pahlawan Daud yang bernama BAALYAH (Yah BAAL), sehingga kata itu hanyalah kata untuk menyebut TUHAN

      BAAL/BEEL-ZEBUB, TUHAN TERTINGGI suku Palestina [zebul=terbang/tempat tertinggi/Surga = Tuhan yang tertinggi] namun di kalangan YAHUDI, IA menjadi SETAN. Di Nasrani, BEELZEBUB sedikit berubah menjadi BEELZEBUL, yang juga dimaksudkan sebagai Setan dan di kitab “Kesaksian Sulaiman” 6.2,7: Ia menjadi pangeran para setan yang dulunya pemimpin para malaikat dan terkait dengan bintang malam/HESPERUS

    Epik di Kejadian 1, seperti epik lainnya diberbagai mitologi, merupakan pertikaian antara ELHAYAM/ELOHIM VS YAM yang jika di Alkitab PEMENANGNYA adalah ELHAYAM/ELOHIM sedangkan pada legenda bangsa lainnya, PEMENANGNYA adalah BAAL/BEL/MARDUK namun kemudian di Alkitab, seluruh TUHAN BANGSA LAIN: BAAL/ADAD/MARDUK/BEL/EL dan lainnya disebut sebagai SETAN atau BERHALA.

      BAAL atau HADAD/ADAD, di kebudayaan Ugarit, Akkadian/Asiria-Babilonia, Mesopotamia adalah TUHAN dengan senjata petir, angin dan hujan yang menyuburkan. Di legenda Ugarit, Ketika BAAL/HADAD mengalahkan Dewa YAM, maka istri BAAL/HADAD, ANAT/Asytoret menyampaikan pujian penghormatan kepada BAAL sebagai penunggang awan. Frase pujian ini muncul juga Mazmur 68.4 “Bernyanyilah bagi ELHAYAM/ELOHIM, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya Yahh; beria-rialah di hadapan-Nya!” dan tentu saja, di Alkitab, sang penerima kemenangan ini bukanlah BAAL melainkan ELHAYAM/ELOHIM [Ba`al Battles Yahm the Ocean; Ba`al Celebrates his Victory; Ba’al cycle]

    Banyak terdapat kemiripan antara legenda Babilonia, Ugarit VS Legenda Alkitab pada epik perseteruan ELHAYAM/ELOHIM/BEL/MARDUK/BAAL VS YAM, ULAR dan NAGA:

      Engkaulah yang menguasai kecongkakan YAM (laut). Pada waktu naik gelombang-gelombangnya, Engkau juga yang meredakannya. Engkaulah yang meremukkan RAHAB seperti orang terbunuh [Mazmur 89.10-11]

      Ia telah MENGISTIRAHATKAN/meneduhkan (raga’) YAM (laut) dengan kekuatanNYA dan meremukkan RAHAB dengan KEAHLIANNYA/kebijaksanaan-Nya (tabuwn). ROH/Oleh nafas-Nya (ruwach) langit menjadi cerah, tangan-Nya menikam (chalal) ULAR yang gesit [Ayub 26.12-13]

      Terjagalah, terjagalah! ..hai tangan TUHAN! Terjagalah seperti pada zaman purbakala, pada zaman keturunan yang dahulu kala! Bukankah Engkau yang meremukkan RAHAB, menikam NAGA sampai mati? Bukankah Engkau MENEMPUR/mengeringkan [Charab], YAM (laut) AIR (MAYIM) DALAM/samudera (TEHOM) LUAS/hebat (RAB)? (suwm ma’mag yam derek ‘abal ga’al: memukul dalam Yam membinasakan hidupnya sebagai balasan?/yang membuat laut yang dalam menjadi jalan, supaya orang-orang yang diselamatkan dapat menyeberang? [Yesaya 51.9-10]

      Engkau, ya Allah adalah Rajaku dari zaman purbakala, yang melakukan penyelamatan di atas bumi. Engkaulah yang MEMBELAH LAUT dengan kekuatan-Mu, yang memecahkan KEPALA ULAR NAGA di atas muka air. Engkaulah yang meremukkan KEPALA LEWIATAN, yang memberikannya menjadi makanan penghuni-penghuni padang belantar [Mazmur 74.12-14]

      YAM/YOM HUW’ Y@HOVA (“YAM itulah/dialah Y@HOVA”, namun diterjemahkan “pada waktu itu TUHAN”) PAQAD (MENGHUKUM) CEREB QASHEH GADOL CHASAQ (dengan pedang keras, besar, kuat) AL LIVYATHAN (atas Lewiatan) NACHASH (ular) BARIYAH (meluncur), atas Lewiatan ular AQALLATHOWN (melingkar), HARAQ (membunuh) TANNIYN (ular naga) ‘AHER (yang/KEPUNYAAN) YAM (laut/Dewa Yam)” [Yesaya 27.1. Di Mazmur 104.26 “..Lewiatan dibuat untuk mainannya (Lewiathan yatsar sachaq)..”].

      Epik di perjanjian baru sedikit berbeda, yang berperang melawan naga berkepala 7, BUKAN ELOHIM namun para Malaikat di bawah pimpinan Mikael. Ini terjadi dalam mimpi Yohanes untuk kejadian masa depan [Wahyu 12.3, 7,9 20.2]

      Pada legenda Ugarit, Disamping pertempuran antara BAAL/HADAD VS YAM, maka Ular/naga berkepala 7 di legenda ini bernama LOTAN. Sementara di Alkitab, namanya LEWIATHAN dan hanya di perjanjian baru saja disebutkan ada naga berkepala 7.

      Dalam tablet tanah liat Assurbanipal, legenda Babilonia, tertulis:
      Dahulu, di atas dan bawah bumi tertutup lautan purba yang bersumber dari TIHAMAT (Alkitab Kej.1.1: TEHOM, Dalam tulisan Eusebius, mengutip pendeta Babilon, Berossus: THAMTE/Laut), air menjadi satu, tampaklah langit..kemudian lahir para dewa..salah satu yang utama adalah MARDUK (Berrosus: BEL).. terjadi pertikaian diantara para dewa baru, TIHAMAT tidak puas dan memberontak dari penguasa yang lebih tinggi, sukses dan memperoleh banyak pengikut. Ia juga menciptakan MONSTER-MONSTER untuk membantunya.. Kemudian Marduk menawarkan diri untuk memerangi TIHAMAT dengan syarat jika berhasil, Ia menjadi raja jagat. Rapat dewa memberikannya nama Dewa langit..Marduk berhasil membunuh Tihamat memotong tubuhnya menjadi dua, memisahkan air diatas dan dibawah, air diatas menjadi langit..membasmi para monsternya TIHAMAT salah satunya adalah naga berkepala 7..dan seterusnya yang hampir mirip dengan versi kejadian 1 [“The Babilonian and the Hebrew Genesis”, Heinrich Ziemmern, mulai hal.24]

      “..Di point lainnya pada lingkaran Anat, juga, disebutkan membunuh Yamm. “Pasti Aku akan melawan Yamm, kesayangan EL,” Ia tambahkan, “Pasti Aku ikat Tunnan dan memusnahkannya / Aku bertarung dengan ular gemerlap, / si Kepala 7 yang hebat.” Tampaknya Yam terbunuh lebih dari sekali dan bangkit lagi, Sulit melenyapkan selamanya monster kekacauan [“Religion and Its Monsters”, Timothy K. Beal, hal.20]

      “..Meski Ular, LTN, Naga, TNN disebutkan terkait Yam dalam Baal/Yam text, Kebanyakan Ahli berpendapat bahwa Naga dan Ular identik dengan Yam-Nahar…Persamaan Ular dan Naga dengan Yam dalam Ugarit Text terkait kemunculan ular di text setelahnya (CTA 5.1.1) yang menyebutkan Ltn, Lotan atau Leviathan, namun bukan Yam. Berdasarkan teks ini, disamakan Lotan dengan ular, dan diteks untuk Dewi ANAT (Istri BAAL) yang dikutip sebelumnya yang menyebutkan Yam berurutan dengan ular dan naga, banyak ahli berasumsi bahwa para mahluk ini adalah manifestasi Yam” [“Ancient Seals and the Bible”, Leonard Gorelick, ‎E. Williams-Forte, 1983, hal.33]

Jadi, Kej 1:1-2 adalah potongan kontinuitas keadaan sebelumnya menggunakan bauran variasi legenda para bangsa lain dengan kemasan mengagungkan satu dewa sebagai TUHAN dan membuat dewa lawannya menjadi SETAN atau BERHALA. Padahal ELHAYAM di alkitab sendiri, tidak diketahui kemunculannya dari mana, tahu-tahu Ia telah ada bersamaan dengan barang lainnya: daratan yang tertutup air, air dan kegelapan, setelah kekacauan reda, ini dibenahi, yaitu pertikaian 2 kelompok Dewa, dilanjutkan dengan klaim pencipta bumi langit dan segala isinya.

Kapan malaikat/Iblis muncul?
Kata “LAYLA/LAYLI/LILITH” selain muncul di Kejadian 1, juga di Yesaya 34.14 (“LIYLIYTH/LILITH”/HANTU MALAM, yang bertempat di sungai-sungai EDOM) dan Mazmur 91.5 (“PACHAD LAYLA/LAYLI” = Teror Malam) dan Lilith yang juga ada di legenda bangsa lainnya.

    LILITH, dari kata Babilon-Asyria “lilitu”, iblis perempuan/dewi angin, salah satu 3 dewa Babilonia. Juga “Lillake” di tablet Sumeria dalam Gilgamesh yang ada di tepi sungai Eufrat. Dalam etimologi popular Ibrani, ‘Lilith’ dari ‘layil’, monster malam berbulu [“Hebrew Myths: The Book of Genesis”, Robert Graves dan Raphael Patailihat. Juga lihat “The Book of Lilith, Barbara Black Koltuv, Introduction].

    “..Allah menciptakan Adam namun Ia kesepian, maka diciptakan Lilith dari tanah yang sama, Adam dan Lilith bertengkar, karena tidak mau berbaring di bawah lainnya, Lilith beralasan karena mereka terbuat dari tanah yang sama. Lilithpun meninggalkan Adam. Allah mengirim 3 malaikat untuk mengejarnya, untuk menyuruhnya kembali kepada Adam. Lilith menolak dan hendak melemahkan dan membunuh para bayi. Para Malaikat berhasil mengatasinya, akhirnya Lilith berjanji bahwa Ia tidak akan mengganggu bayi yang Ibunya menggantung amulet nama 3 malaikat itu, Mereka kemudian melepaskannya dan Allah menciptakan Hawa sebagai ganti Lilith. Sejak itu, Lilith berkelana di dunia dengan lolongan kebenciannya di malam hari. Ia yang disebut sebagai ‘Yang melolong'” [Alpabet Bin Sirah, bab 5; Straight Dope]

    Rabbi Hiya: ‘Dan tuhan menciptakankan monster besar (ikan, Paus), artinya Leviathan dan istri.’ ‘Dan setiap mahluk hidup yang bergerak’ di seluruh bagian Bumi. “nephesh Hayah” (mahluk hidup, kej 1.21) adalah lilith…Rabbi Simeon:..Kitab suci mengatakan Tuhan mengambil salah satu rusuknya dan menutup tempat itu dengan daging (Kej 2.21), di setiap buku kuno dinyatakan bahwa yang diambil bukan rusuknya tapi Lilith yang hidup bersama Adam dan memberikannya keturunan. Karena Lilith bukan penolong yang sepadan Adam, maka diciptakanlah Hawa (Kej 2.20)” [“Zohar: Bereshith to Lekh Lekha”, Nurho de Manhar, Ch.16]

    Lilith kemudian menjadi istri Samael, Malaikat kematian, yang juga sebagai Ular dan disebut Setan [“Zohar”, Vol.1 hal.209, catatan kaki no.823]

    Bahkan Lilith pernah menjadi pengantin Allah: “…Saat kehancuran kuil, Tuhan mengusir pengantinnya, Shekhinah dan mengangkat satu pelayan wanita yang menggantikannya sementara menjadi pengantinNya, yaitu Lilith..” [“SAMPLE MYTHS FROM TREE OF SOULS: THE MYTHOLOGY OF JUDAISM, Howard Schwartz, Oxford University Press, 2004]

Keberadaan Lilith dan petunjuk di kitab Ayub dan Mazmur, menuntun kita untuk memastikan kapan para malaikat tercipta:

    “Di manakah engkau, ketika Aku MENDIRIKAN/MULAI DENGAN (Yacad) bumi (‘erets)?…BINTANG-BINTANG FAJAR (Kowkab boqer) bersorak-sorak bersama-sama SEMUA ANAK ALLAH (Kol Bin EL HA YAM) bersorak-sorai?” [Ayub 38.4-7]

    Memasang (Qarah) loteng (‘aliyah) di air, menempatkan/menjadikan (Suwn) awan/kegelapan (‘Ab) kendaraan (R@kuwb), bergerak (halak) di atas sayap ROH/angin (al ‘kanaph ruwah), menggunakan (‘asah) ROH/angin (ruwah) malaikat (mal’ak) api menyala pelayan (sharath) [Mazmur 104.3-4]

Bintang-bintang baru ada di hari ke-4, sementara pengerjaan awal bumi terjadi di hari ke-2 setelah dipisahkan air di atas dan di bawah cakrawala, namun sebelum itu, LILITH telah ada di hari ke-1, maka para malaikat tertentu sebagiannya telah ada di hari ke-1, dan lainnya, ada disetelahnya.

    Pada hari ke-1, Ia menciptakan..dan para malaikat yang melayaninya [Jubilee, 2.2] (Abad ke-2 SM).

    Opini para Rabbi:
    Kapan para malaikat diciptakan? R. Johanan: Mereka diciptakan di hari ke-2, merujuk kaitannya dengan air di Mazmur 104.3-4]. R. Hanina: Mereka diciptakan di hari ke-5, merujuk Kej 1.20 dan Yesaya 6.2. R. Luliani b. Tabri atas nama R. Isaac’s name: Apakah menerima opini R. Hanina ataukah R. Johanan, semua sepakat tidak tercipta di hari ke-1 [Midrash Rabbah, edisi ke-1, 1939, hal.5 dan hal.24]

    Setelah pemisahan air diatas dan air di bawah, maka dari air yang di bawah, Allah menciptakan 2 setan pria dan wanita yang disebut Nachash (serpent) dan Apheth (viper) [Zohar: Bereshith to Lekh Lekha, Ch.2]

Alkitab menyatakan Ular adalah binatang yang membujuk Hovah/Hawa makan buah pohon pengetahuan. Di perjanjian baru, Naga/ular tua adalah Iblis/Setan [Wahyu 12.9]; Malaikat-malaikat yang tidak taat dan berdosa [Yudas 1.6, 2 Petrus 2.4] yang di akhir jaman dikurung di jurang dan dimateraikan [Wahyu 16.14,16; 20.3,8]

    SAMAEL, dalam kebudayaan Yahudi bertempat di surga tingkat ke -7 [Yalkut I, 110], malekat penjaga Essau [Sotah’ 10b]. St Gregory [540 M – 604 M]: Sama-el/Simi-el adalah malekat yang ke 5 dan penjaga ESAU [Yalkut I, 110].

    Dalam Aggadah Ch.4, “The Legend of The Jews”: Samael berada di surga tingkat ke-7, Salah satu pemimpin para setan [DEVARIM DEUTORONOMY 11].

    Talmud: b. Shab. 146a: Ular menyetubuhi HAWA, memasukan kotoran padanya. Dalam Kabbala: Zohar 1.37a: Rabbi Hiyya: Anak-anak Allah keturunan KAIN karena SAMAEL menyetubuhi HAWA, hamil dan lahirlah KAIN. Dalam Midrash: Pirqe R. Eliezer. Ch. 13: Samael adalah pangeran terbesar di surga. Samael memiliki 12 sayap. Ia dan pasukannya turun. Samael menaiki Ular. Ular berkata kepada wanita itu: “Benarkah kamu diperintahkan untuk tidak memakan buah pohon ini?. [Samael and Serpent].

    (samael) mengendarai ular menyetubuhi Hawa dan hamil [“Zohar: Bereshith to Lekh Lekha”, A SYMPOSIUM OF RABBI SIMEON’S STUDENTS”, CH 21]. Rabbi Jehuda:…Samael, ketika turun ke bumi menaiki ular. ketika muncul dalam bentuk ular, Ia disebut Setan. [Ibid, Ch.16]

Selain SAMAEL, para penghulu iblis lainnya yang disebut sebagai “Para allah asing” (ELOHIM NEKAR) adalah LUCIFER

    Lucifer, di literatur Romawi/Latin, adalah dewa kelas rendah, Dewa Bintang Timur, anak dari Aorora/Eos [cucu dewi Theia] yang menikah dengan manusia. Di alkitab terdapat syair-syair mengolok-olok kematian Raja babel, yang dianggap penindas, kejam dan ingin dianggap lebih tinggi dari allah: “Jatuh (naphal) dari langit (Shamayim), ‘Helel (BINTANG TIMUR) ben Shahar (anak DEWA FAJAR, dewa kaum Ugarit/Kanaan)’, tumbang/jatuh (gada) ke bumi (erets)” [Yesaya 14:12] dan ketika 70 murid Yesus melaporkan berhasil mengusir roh. Yesus berkata: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit”. [Lukas 10:17-18]

    ‘HELEL’, ‘Bintang Timur’ yang jatuh dari langit disebut IBLIS. St Jerome [347 M – 420 M] menterjemahkan ‘Helel [Ibrani: pembawa cahaya/terang]’ sebagai ‘Lucifer [Latin: lux/luccius = cahaya/terang, ferre = pembawa]’ dan ‘putera Shahar’ sebagai ‘putera sang fajar’.

Namun ternyata, Yesus juga mengakui dirinya sebagai Bintang Timur

    “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir… Aku, Yesus (Iesous), telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, BINTANG TIMUR YANG GILANG GEMILANG” [Wahyu 22.13-16]

    Note:
    Kata Yunani “Zeus” [Dewa Yunani kelas rendahan penguasa matahari dan sederajat dengan eos] diucapkan “Sous”. Sedangkan “Iesous” adalah turunan Zeus [iosa = turunan Zeus, dewi kesembuhan]

    Ie-Sous –> Je-zeus –> Je-sus!

    Mungkin itu juga sebabnya, kresten juga dianggap menyembah berhala matahari.

Karena Lucifer = BINTANG TIMUR, maka Yesus = Lucifer, Setan juga.

Selain Lucifer, para penghulu iblis lainnya yang disebut sebagai “Para allah asing” (ELOHIM NEKAR) adalah BELIAL

    BELIAL/Beliel, awalnya dari 27 x kata ini muncul dalam Alkitab Ibrani adalah sebagai frase BUKAN lawan dari tuhan, yaitu BELI/tanpa+YAAL/nilai = TIDAK BERHARGA (merujuk pada anak durhaka, orang fasik, para penyembah berhala dan mereka yang tidak bersunat). Namun kemudian, KITAB BELAKANGAN, mengubahnya dari sebuah frase menjadi LAWANNYA TUHAN, misalnya: “Naskah laut mati” 1QM, Kol. XIII, 10-12: sebagai malaikat kegelapan. Kitab “Kesaksian 12 anak Yakub” dalam Simeon 5.3: sebagai berhala. Dalam kitab nasrani “Kenaikan Yesaya” 2.4: sebagai malaikat yang durhaka. Dalam kitab “Kebangkitan Yesus Kristus (oleh Bartholomew)”: sebagai 1 diantara 666 malaikat yang jatuh. Terakhir, di perjanjian baru, Paulus membandingkan Yesus vs Belial, terkait bait Allah vs berhala dan menyatakan bahwa Yesus akan bersama-sama mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, menjadi Allah mereka, dan mereka menjadi umatNya [2 korintus 6.15-16]

Masalahnya kemudian adalah dimana Yesus saat kematian ke-2?:

    Tetapi ORANG-ORANG PENAKUT, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang ke-2.” [Wahyu 21.8]

    Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia SANGAT KETAKUTAN (Di matius 26.37, “..Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar) dan makin bersungguh-sungguh berdoa. PELUHNYA MENJADI SEPERTI TITIK-TITIK DARAH YANG BERTETESAN KE TANAH [Lukas 22.41-44]

    Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? [markus 15.34, Matius 27.46]

Jadi, seperti kata Yohanes di kitab Wahyu, Yesus yang penakut dan tidak percaya Allahnya ini, tempatnya di Neraka. Namun, ini malah baik, karena lebih mengerikan lagi berada di surga baru, Yerusalem baru:

    Terdapat langit (Ouranos) baru dan bumi baru sebab langit (Ouranos) yang pertama dan bumi (Gaia/Ge) yang pertama telah lenyap dan lautpun tidak ada lagi. Yerusalem baru, kota yang kudus turun dari sorga (Ouranos) [Wahyu 21:1-2. Ini kembangan lanjutan ucapan Yesaya tentang ‘Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru‘ (Yes 65.17, juga Yes 66.22) yang juga bernama Yerusalem (Yes 65.18) karena Yerusalem jaman Yesaya sedang porakporanda dijajah bangsa asing]. Malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah (Kurios Theos) akan menerangi mereka [Wahyu 22.5]. Yerusalem Baru, dalam mimpi Yohanes berbentuk kubus: 12.000 stadia3 [Wahyu 21.16-17 = 1200 mil3 = 1931,2 km3 = 7.2 x 1012 Km3]

Oleh karenanya, Yerusalem baru mimpi Yohanes ini belumlah ada dan bukan bumi kita [Di kitab Daniel: Penglihatan berasal dari mimipi, misal: Dan 2.1/Mimpi Nebukadnezar, Dan 7.1/Mimpi Daniel dan tampaknya demikian juga pada Yesaya]. Seberapa terang Surga tanpa Matahari dan Bulan tersebut?

    Terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan 7x ganda, yaitu seperti terangnya 7 hari [Yesaya 30.26]

Ini artinya, terangnya 49 lipat radiasi matahari yang diterima bumi saat ini + terangnya bulan seperti teriknya matahari saat ini, jadi total 50 x radiasi matahari yang diterima bumi saat ini.

    Dengan metoda kekuatan radiasi Stefan-Boltzmann, yaitu hubungan antara suhu benda dengan radiasi yang diterima: [H/E]4 = 50, E = suhu absolut Bumi = 300°K (273 + 27) atau 0°C + range maksimum suhu permukaan bumi dengan 4 musim di katulistiwa (18°C – 27°C), maka suhu absolut Surga = 798°K atau 977°F atau 525°C. Karena surga ini berbentuk kubus tertutup, ini akan mengisolir radiasi panas bocor dan makin memanaskan.

Suhu ini jauh lebih panas dari bumi saat ini!

Bagaimana dengan suhu neraka dan lokasinya?
Kitab wahyu mengatakan, “..di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang..” dan lokasi neraka tersebut ada di permukaan bumi yang merujuk pada peristiwa setelah kebangkitan pertama, yaitu iblis dilepaskan dari penjaranya, menyesatkan 4 penjuru beserta para tentaranya (para orang mati di alam kubur dalam bumi) yang naik ke seluruh permukaan bumi, kemudian dari langit turunlah api menghanguskan mereka, dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya [Wahyu 20.5-10. Ini kembangan lanjutan dari mimpi Daniel, di Dan 12.2, ‘Banyak orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal‘ dan juga, kembangan lanjutan mimpi/penglihatan Yesaya di Yes 34.8-10, ‘Hari pembalasan..Sungai-sungai Edom akan berubah menjadi tér, dan tanahnya menjadi belerang; negerinya akan menjadi tér yang menyala-nyala. Siang dan malam negeri itu tidak akan padam-padam, asapnya naik untuk selama-lamanya‘].

Sehingga, neraka dalam kitab Wahyu adalah seluas daratan di bumi = 148.94 x 106 KM2 (29.2% Bumi) dan berada dalam tekanan atmospir ruang terbuka. Suhu neraka adalah sepanas suhu elemen sulfur yang mendidih cair di 832 ºF atau 444.6°C

Ini berarti, suhu Surga 80°C atau 145ºF LEBIH PANAS dari suhu Neraka. Dengan selisih suhu yang sebesar ini, bisa jadi, para penghuni SURGA Yerusalem baru malah akan banyak yang memilih “ngadem” bareng para pendosa di danau hukuman, di neraka.

Kepala Suku Hatuey, jelas tidak tahu akan hal ini, namun baginya, mati adalah jauh lebih baik daripada menerima Yesus sebagai juru selamat karena bahkan Yesus sendiri tidak dapat menyelamatkan diri dari tiang gantung dan bahkan Tuhan Allah dan Setan-pun ternyata sama saja. Lihat juga:


[Kembali]


PENTING: Ini tentang Kapling TANAH bukan kapling SURGA yang juga untuk BUKAN HANYA suku israel ASLI

Mungkin anda akan bertemu dengan penginjil-penginjil yang mengatakan bahwa Yehezkiel 47:22 adalah GARANSI KESELAMATAN bagi NON ISRAEL

Namun sekali lagi mereka keliru!

Ini adalah cerita mengenai pembagian Kapling Tanah! Atau LAHAN dan bagaimana Hidup bersama membaginya dengan bangsa Asing yang ada di tengah tengah suku israel

Pusaka yang dimaksud di ayat dan pasal itu adalah PUSAKA yang sama yang disebut di kitab-kitab Yosua, Bilangan, Ulangan, Imanat, Mazmur dan di kitab-kitab di perjanjian lama maupun di Kitab Perjanjian baru. Semuanya mempunyai arti yang sama yaitu ‘Tanah atau ladang untuk hidup serta batas-batasnya!’

Bagaimana caranya pusaka-pusaka itu didapatkan?

Cara memperolehnya adalah sebagaimana disebutkan di Kitab Bilangan 20:11-17:

Apabila engkau mendekati suatu kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan perdamaian kepadanya. Apabila kota itu menerima tawaran perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang terdapat di situ melakukan pekerjaan rodi bagimu dan menjadi hamba kepadamu. Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya; dan setelah TUHAN, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang. Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kaurampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, boleh kaupergunakan. Demikianlah harus kaulakukan terhadap segala kota yang sangat jauh letaknya dari tempatmu, yang tidak termasuk kota-kota bangsa-bangsa di sini. Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas, melainkan kautumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu..

Dejavu?!

Ya Muhammad pun melakukan dengan detail yang kurang lebih sama!

Sebelumnya melihat Yehezkiel 47:22, mari kita lihat Yehezkiel 37: 21-22 dan 24:

katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan.

Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia.

Kemudian berperanglah mereka atas FIRMAN ALLAH, menjarah kota dan seterusnya seperti contoh di kitab Bilangan di atas yang kemudian melahirkan tanah-tanah pusaka di Yehezkiel 47:13-41:

Beginilah firman Tuhan ALLAH: “Inilah batas-batas tanah yang kamu harus bagi-bagi menjadi milik pusakamu di antara kedua belas suku Israel. Yusuf mendapat dua bagian. Tanah itu harus kamu bagi rata, yaitu tanah yang dengan sumpah Kujanjikan memberikannya kepada nenek moyangmu dan dengan demikian tanah ini menjadi milik pusakamu. Inilah perbatasan tanah itu:

di sebelah utara:
dari laut besar terus ke Hetlon sampai jalan masuk ke Hamat dan terus ke Zedad, Berota, Sibraim, yang terletak di antara daerah kota Damsyik dan daerah kota Hamat, terus ke Hazar-Enon yang di daerah kota Hauran. Demikianlah perbatasannya itu mulai dari laut sampai di Hazar-Enon, sehingga daerah kota Damsyik dan juga daerah kota Hamat terletak di sebelah utaranya. Itulah sebelah utara.

Di sebelah timur:
mulai dari Hazar-Enon yang terletak di antara Hauran dan Damsyik, sungai Yordan menjadi perbatasan di antara Gilead dan tanah Israel, terus ke Laut Timur sampai ke Tamar. Itulah sebelah timur.

Di sebelah selatan:
perbatasan mulai dari Tamar sampai mata air Meriba dekat Kadesh, terus ke sungai Mesir, terus ke laut besar. Itulah di sebelah selatan perbatasan dengan Tanah Negeb.

Di sebelah barat laut besar merupakan perbatasan sampai tempat jalan masuk ke Hamat. Itulah sebelah barat.”

“Tanah inilah kamu harus bagi-bagi di antara kamu menurut suku-suku Israel.

47:22 Dan kamu harus membagi-baginya menjadi milik pusaka di antara kamu dan di antara orang-orang asing yang tinggal di antara kamu, yang melahirkan anak di tengah-tengahmu dan mereka harus kamu anggap sama seperti orang Israel asli; bersama-sama kamu mereka harus mendapat bagian milik pusaka di tengah-tengah suku-suku Israel.

47:23 Jadi kalau di tengah-tengah sesuatu suku ada tinggal orang asing, di situlah kamu berikan milik pusakanya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Lihat Yehezkiel 47:23!

Sangat jelas, bukan?! TIDAK ada MEMBICARAKAN pembagian kapling SURGA!

[Kembali]


BhagawadGita, Bab 17 s/d 18 (Tamat)


GitaDhyanam

  1. Arjuna Wisada Yoga, menguraikan keragu-raguan dalam diri Arjuna
  2. Samkhya Yoga, menguraikan ajaran yoga dan samkhya
  3. Karma Yoga, menguraikan pencapaian yoga karena karma, usaha, perbuatan
  4. Jnana Yoga, menguraikan pencapaian yoga karena ilmu pengetahuan suci
  5. Karma Samnyasa Yoga, menguraikan pencapaian yoga karena prihatin
  6. Dhyana Yoga, menguraikan tentang makna dhyana sebaga satu sistem dalam yoga
  7. Jnana Widnyana Yoga, menguraikan pencapaian yoga karena budi
  8. Aksara Brahma Yoga, menguraikan hakikat akan kekekalan Tuhan
  9. Raja Widya Rajaguhya Yoga, hakikat Ketuhanan sebagai raja dari segala ilmu pengetahuan (widya)
  10. Wibhuti Yoga, menguraikan akan sifat hakikat Tuhan yang absolut, tanpa awal, pertengahan dan akhir
  11. Wiswarupa Darsana Yoga, kelanjutan dari Wibhuti Yoga, dijelaskan dengan manifestasi secara nyata
  12. Bhakti Yoga, menguraikan tentang cara yoga dengan bhakti
  13. Ksetra Ksetradnya Yoga, menguraikan hakikat Ketuhanan Yang Maha Esa dalam hubungan dengan purusa dan prakrti
  14. Guna Traya Wibhaga Yoga, membahas Triguna – Sattwam, Rajas dan Tamas
  15. Purusottama Yoga, menguraikan beryoga pada purusa yang Maha Tinggi, Hakikat Ketuhanan
  16. Daiwasura Sampad Wibhaga Yoga, membahas akan hakikat tingkah-laku manusia, baik dan buruk
  17. Sraddha Traya Wibhaga Yoga, menguraikan kepercayaan dan berkeyakinan pada Triguna
  18. Moksa Samnyasa Yoga, merupakan kesimpulan dari semua ajaran yang menjadi inti tujuan agama yang tertinggi.


Bhagavad Gita – Bab XVII

Saptadaso’dhyayah
Bab XVII

Sraddhatraya Wibhaga Yoga
Tiga Macam Fenomena Keyakinan

17-1

arjuna uvaca
ye shastra-vidhim utsrjya
yajante shraddhayanvitah
tesham nistha tu ka krishna
sattvam aho rajas tamah

“Arjuna inquired: O Krishna, what is the situation of those who do not follow the principles of scripture but worship according to their own imagination? Are they in goodness, in passion or in ignorance?”

Arjuna bertanya:
Mereka yang melalaikan petunjuk kitab suci, mempersembahkan upacara kurban yang disertai dengan keyakinan, bagaimanakah kedudukan mereka ini, wahai Krsna? Apakah ini disebut sattva, rajas atau tamas?

17-2

sri-bhagavan uvaca
tri-vidha bhavati shraddha
dehinam sa svabhava-ja
sattviki rajasi caiva
tamasi ceti tam shrinu

“The Supreme Personality of Godhead said: According to the modes of nature acquired by the embodied soul, one’s faith can be of three kinds—in goodness, in passion or in ignorance. Now hear about this.”

Sri Bhagavan bersabda:
Keyakinan dari perwujudan roh ada tiga macam, yang berasal dari sifat, sattvam, rajas dan tama. Dengarlah tentang hal itu sekarang.

17-3

sattvanurupa sarvasya
shraddha bhavati bharata
shraddha-mayo ’yam purusho
yo yac-chraddhah sa eva sah

“O son of Bharata, according to one’s existence under the various modes of nature, one evolves a particular kind of faith. The living being is said to be of a particular faith according to the modes he has acquired.”

Keyakinan dari setiap pribadi, wahai Bharata (Arjuna), tergantung pada sifatnya. Manusia merupakan wujud dari keyakinannya; apapun keyakinannya itu, sesungguhnya demikian ia adanya.

17-4

yajante sattvika devan
yaksha-rakshamsi rajasah
pretan bhuta-ganams canye
yajante tamasa janah

“Men in the mode of goodness worship the demigods; those in the mode of passion worship the demons; and those in the mode of ignorance worship ghosts and spirits.”

Orang-orang sattvika memuja para dewa, yang bersifat rajasa memuja para raksasa dan para yaksa dan yang lainnya, yaitu para tamasa memuja roh-roh orang mati dan roh-roh halus lainnya.

17-5 & 17-6

ashastra-vihitam ghoram
tapyante ye tapo janah
dambhahankara-samyuktah
kama-raga-balanvitah

karsayantah sarira-stham
bhuta-gramam acetasah
mam caivantah sarira-stham
tan viddhy asura-niscayan

“Those who undergo severe austerities and penances not recommended in the scriptures, performing them out of pride and egoism, who are impelled by lust and attachment, who are foolish and who torture the material elements of the body as well as the Supersoul dwelling within, are to be known as demons.”

Orang-orang sombong dan angkuh dan didorong oleh kekuatan nafsu dan keterikatan, yang melakukan tapah kekerasan (dengan menyiksa badan), yang tidak mengikuti aturan kitab suci. Karena kebodohannya, dengan menekan kelompok unsur dalam badan dan Aku yang juga bersemayam dalam badan; ketahuilah bahwa tujuan mereka itu bersifat jahat.

17-7

aharas tv api sarvasya
tri-vidho bhavati priyah
yajnas tapas tatha danam
tesham bhedam imam shrinu

“Even the food each person prefers is of three kinds, according to the three modes of material nature. The same is true of sacrifices, austerities and charity. Now hear of the distinctions between them.”

Bahkan makanan yang umum dimakan semua orang ada tiga jenisnya. Demikian pula yajna, tapah dan dana (amal sedekah). Dengarkanlah perbedaan ketiganya itu.

17-8

ayuh-sattva-balarogya-
sukha-priti-vivardhanah
rasyah snigdhah sthira hrdya
aharah sattvika-priyah

“Foods dear to those in the mode of goodness increase the duration of life, purify one’s existence and give strength, health, happiness and satisfaction. Such foods are juicy, fatty, wholesome, and pleasing to the heart.”

Makanan yang meningkatkan kehidupan, kekuatan, vitalitas, kesehatan, kegembiraan dan kesenangan, yang terasa lezat, lembut, menyegarkan dan enak, disukai oleh para sattvika.

17-9

katv-amla-lavanaty-usna-
tiksna-ruksa-vidahinah
ahara rajasasyesta
duhkha-sokamaya-pradah

“Foods that are too bitter, too sour, salty, hot, pungent, dry and burning are dear to those in the mode of passion. Such foods cause distress, misery and disease.”

Makanan yang pahit, masam, asin, pedas, kebanyakan rempah-rempah (bumbu), keras dan hangus, yang menyebabkan penderitaan dan penyakit serta kesusahan, disukai oleh kaum rajasa.

17-10

yata-yamam gata-rasam
puti paryusitam ca yat
ucchistam api camedhyam
bhojanam tamasa-priyam

“Food prepared more than three hours before being eaten, food that is tasteless, decomposed and putrid, and food consisting of remnants and untouchable things is dear to those in the mode of darkness.”

Makanan yang basi, kehilangan rasa, busuk, berbau, bekas sisa dan tidak bersih adalah yang disukai para tamasa.

17-11

aphalakanksibhir yajno
vidhi-disto ya ijyate
yastavyam eveti manah
samadhaya sa sattvikah

“Of sacrifices, the sacrifice performed according to the directions of scripture, as a matter of duty, by those who desire no reward, is of the nature of goodness.”

Yajna yang dipersembahkan sesuai dengan aturan kitab suci oleh mereka yang tidak mengharapkan ganjaran dan sangat percaya bahwa itu merupakan kewajiban yang harus dilakukan, merupakan yajna sattvika.

17-12

abhisandhaya tu phalam
dambhartham api caiva yat
ijyate bharata-srestha
tam yajnam viddhi rajasam

“But the sacrifice performed for some material benefit, or for the sake of pride, O chief of the Bharatas, you should know to be in the mode of passion.”

Tetapi, yang dipersembahkan dengan mengharapkan ganjaran atau hanya untuk pamer saja, ketahuilah, wahai Bharatasrestha (Arjuna), bahwa yajna itu bersifat rajasa

17-13

vidhi-hinam asrstannam
mantra-hinam adaksinam
shraddha-virahitam yajnam
tamasam paricakshate

“Any sacrifice performed without regard for the directions of scripture, without distribution of prasadam [spiritual food], without chanting of Vedic hymns and remunerations to the priests, and without faith is considered to be in the mode of ignorance.”

Yajna yang tidak mengikuti aturan, di mana tak ada makanan yang dibagikan, tak ada mantra diucapkan dan tanpa pemberian amal sedekah dan tanpa keyakinan, dinyatakan sebagai yajna tamasa

17-14

deva-dvija-guru-prajna-
pujanam shaucam arjavam
brahmacaryam ahimsa ca
sariram tapa ucyate

“Austerity of the body consists in worship of the Supreme Lord, the brahmanas, the spiritual master, and superiors like the father and mother, and in cleanliness, simplicity, celibacy and nonviolence.”

Pemujaan para dewa, para dwijati, para guru dan orang-orang bijak, kemurnian, kejujuran, pengendalian nafsu dan tanpa kekerasan; ini dikatakan sebagai tapah badan.

17-15

anudvega-karam vakyam
satyam priya-hitam ca yat
svadhyayabhyasanam caiva
van-mayam tapa ucyate

“Austerity of speech consists in speaking words that are truthful, pleasing, beneficial, and not agitating to others, and also in regularly reciting Vedic literature.”

Pengucapan kata-kata yang tidak menyebabkan sakit hati, dapat dipercaya, menyenangkan dan berguna serta membaca Veda secara teratur, ini dikatakan sebagai tapah dalam perkataan.

17-16

manah-prasadah saumyatvam
maunam atma-vinigrahah
bhava-samsuddhir ity etat
tapo manasam ucyate

“And satisfaction, simplicity, gravity, self-control and purification of one’s existence are the austerities of the mind.”

Kedamaian pikiran, sopan santun, pendiam, pengendalian diri dan kemurnian pikiran, ini dikatakan tapah dari pikiran.

17-17

shraddhaya paraya taptam
tapas tat tri-vidham naraih
aphalakanksibhir yuktaih
sattvikam paricakshate

“This threefold austerity, performed with transcendental faith by men not expecting material benefits but engaged only for the sake of the Supreme, is called austerity in goodness.”

Tiga macam tapah yang dilakukan dengan penuh keyakinan orang-orang yang pikirannya seimbang tanpa mengharapkan balas jasa, disebut sattvika

17-18

satkara-mana-pujartham
tapo dambhena caiva yat
kriyate tad iha proktam
rajasam calam adhruvam

“Penance performed out of pride and for the sake of gaining respect, honor and worship is said to be in the mode of passion. It is neither stable nor permanent.”

Tapah yang dilaksanakan agar mendapat kehormatan, disegani dan dipuja-puja, serta demi untuk pamer semata dikatakan sebagai tapah rajasa, yang tidak stabil dan tidak kekal

17-19

mudha-grahenatmano yat
pidaya kriyate tapah
parasyotsadanartham va
tat tamasam udahrtam

“Penance performed out of foolishness, with self-torture or to destroy or injure others, is said to be in the mode of ignorance.”

Tapah yang dilaksanakan dengan pemahaman bodoh dengan cara penyiksaan badan atau yang menyebabkan penderitaan orang lain, dikatakan sebagai tapah tamasa

17-20

datavyam iti yad danam
diyate ’nupakarine
dese kale ca patre ca
tad danam sattvikam smrtam

“Charity given out of duty, without expectation of return, at the proper time and place, and to a worthy person is considered to be in the mode of goodness.”

Amal sedekah yang diberikan kepada seseorang yang dianggap tak mungkin dapat membalasnya kembali, dengan perasaan bahwa sudah merupakan kewajibannya untuk memberi dan yang diberikan pada tempat, waktu dan orang yang layak menerimanya, sedekah semacam itu dianggap sebagai sattvika.

17-21

yat tu pratyupakarartham
phalam uddisya va punah
diyate ca pariklistam
tad danam rajasam smrtam

“But charity performed with the expectation of some return, or with a desire for fruitive results, or in a grudging mood, is said to be charity in the mode of passion.”

Tetapi amal sedekah yang diberikan dengan harapan balasan kembali atau dengan harapan perolehan masa depan atau dengan perasaan keberatan untuk memberikannya, dipandang sebagai bersifat rajasa

17-22

adesa-kale yad danam
apatrebhyas ca diyate
asat-kritam avajnatam
tat tamasam udahrtam

“And charity performed at an impure place, at an improper time, to unworthy persons, or without proper attention and respect is said to be in the mode of ignorance.”

Dan amal sedekah yang diberikan pada tempat, waktu yang salah serta terhadap orang yang tidak layak menerimanya, tanpa aturan semestinya aatu dengan sikap menghina, hal itu dinyatakan sebagai tamasa

17-23

om tat sad iti nirdeso
brahmanas tri-vidhah smrtah
brahmanas tena vedas ca
yajnas ca vihitah pura

“From the beginning of creation, the three words om tat sat were used to indicate the Supreme Absolute Truth. These three symbolic representations were used by brahmanas while chanting the hymns of the Vedas and during sacrifices for the satisfaction of the Supreme.”

Kata “Aum Tat Sat” ini dipandang sebagai lambang tiga aspek Brahman. Dengan tiga kata ini telah ditetapkan tentang para Brahmana, kitab suci Veda dan yajna jaman dahulu.

17-24

tasmad om ity udahrtya
yajna-dana-tapah-kriyah
pravartante vidhanoktah
satatam brahma-vadinam

“Therefore, transcendentalists undertaking performances of sacrifice, charity and penance in accordance with scriptural regulations begin always with om, to attain the Supreme.”

Oleh karena itu, dengan pengucapan suku kata “aum”, kegiatan yajna, dana dan tapah seperti yang dinyatakan dalam kitab suci senantiasa dipergunakan oleh para penganut Brahman

17-25

tad ity anabhisandhaya
phalam yajna-tapah-kriyah
dana-kriyas ca vividhah
kriyante moksha-kanksibhih

“Without desiring fruitive results, one should perform various kinds of sacrifice, penance and charity with the word tat. The purpose of such transcendental activities is to get free from material entanglement.”

Dan dengan pengucapan suku kata “tat”, kegiatan yajna, tapah dan berbagai kegiatan dana dilaksanakan oleh para pencari kebebasan, tanpa tujuan untuk mendapat balas jasa.

17-26 & 17-27

sad-bhave sadhu-bhave ca
sad ity etat prayujyate
prasaste karmani tatha
sac-chabdah partha yujyate

yajne tapasi dane ca
sthitih sad iti cocyate
karma caiva tad-arthiyam
sad ity evabhidhiyate

“The Absolute Truth is the objective of devotional sacrifice, and it is indicated by the word sat. The performer of such sacrifice is also called sat, as are all works of sacrifice, penance and charity which, true to the absolute nature, are performed to please the Supreme Person, O son of Prtha.”

Suku kata “sat” dipergunakan dalam pengertian realitas, kebajikan, wahai Partha (Arjuna); dan kata “sat” juga dipergunakan dalam kegiatan yang patut dipuji. Kemantapan dalam melakukan yajna, tapah, dana juga disebut “sat” dan juga setiap kegiatan untuk tujuan itu disebut “sat”

17-28

ashraddhaya hutam dattam
tapas taptam kritam ca yat
asad ity ucyate partha
na ca tat pretya no iha

“Anything done as sacrifice, charity or penance without faith in the Supreme, O son of Pritha, is impermanent. It is called asat and is useless both in this life and the next.”

Persembahan dan dana apapun yang dilakukan, tapah apapun yang dilaksanakan dan yajna apapun yang dilakukan tanpa keyakinan, itu disebut “asat”, wahai Partha (Arjuna), tak ada artinya baik disini maupun di dunia sana nantinya.

Di sini berakhir bab XVII, percakapan yang berjudul: Sraddhatraya Wibhaga Yoga

[Kembali]


Bhagavad Gita – Bab XVIII

Astadaso’dhyayah
Bab XVIII

Samnyasa Yoga
Penyangkalan harus dilakukan pada Hasil Kegiatan, bukan pada Kegiatan itu sendiri.

18-1

arjuna uvaca
sannyasasya maha-baho
tattvam icchami veditum
tyagasya ca hrishikesha
prithak kesi-nisudana

“Arjuna said: O mighty-armed one, I wish to understand the purpose of renunciation [tyaga] and of the renounced order of life [sannyasa], O killer of the Keshi demon, master of the senses.”

Arjuna bertanya:
Wahai Mahabaho (Krsna), aku ingin mengetahui sifat sejati dari penyangkalan (samnyasa) dan pelepasan (tyaga), wahai Hrsikesa (Krsna), masing-masing dari padanya, wahai Kesinisudana (Krsna)

18-2

sri-bhagavan uvaca
kamyanam karmanam nyasam
sannyasam kavayo viduh
sarva-karma-phala-tyagam
prahus tyagam vicakshanah

“The Supreme Personality of Godhead said: The giving up of activities that are based on material desire is what great learned men call the renounced order of life [sannyasa]. And giving up the results of all activities is what the wise call renunciation [tyaga].”

Sri Bhagavan bersabda:
ORang-orang bijak mengartikan kata “penyangkalan” sebagai pelepasan terhadap kegiatan kerja yang didorong oleh keinginan; pelepasan hasil dari segala kegiatan kerja, para terpelajar menyatakan sebagai tyaga


18-3

tyajyam dosa-vad ity eke
karma prahur manisinah
yajna-dana-tapah-karma
na tyajyam iti capare

“Some learned men declare that all kinds of fruitive activities should be given up as faulty, yet other sages maintain that acts of sacrifice, charity and penance should never be abandoned.”

Kegiatan kerja hendaknya ditinggalkan sebagai kejahatan, demikian kata beberapa orang terpelajar, tetapi yang lainnya menyatakan bahwa kegiatan yajna, dana dan tapah jangan ditinggalkan.

18-4

niscayam shrinu me tatra
tyage bharata-sattama
tyago hi purusha-vyaghra
tri-vidhah samprakirtitah

“O best of the Bharatas, now hear My judgment about renunciation. O tiger among men, renunciation is declared in the scriptures to be of three kinds.”

Sekarang dengarkanlah dari Ku, wahai Bharatasattama (Arjuna), kebenaran tentang tyaga, tyaga itu, wahai Purusavyagrha (Arjuna), ada tiga macam.

18-5

yajna-dana-tapah-karma
na tyajyam karyam eva tat
yajno danam tapas caiva
pavanani manisinam

“Acts of sacrifice, charity and penance are not to be given up; they must be performed. Indeed, sacrifice, charity and penance purify even the great souls.”

Kegiatan yajna, dana dan tapah jangan ditinggalkan tetapi harus dilaksanakan; karena kegiatan itu memurnikan orang-orang bijaksana

18-6

etany api tu karmani
sangam tyaktva phalani ca
kartavyaniti me partha
niscitam matam uttamam

“All these activities should be performed without attachment or any expectation of result. They should be performed as a matter of duty, O son of Pritha. That is My final opinion.”

Tetapi kegiatan kerja inipun hendaknya dilaksanakan dengan melepaskan keterikatan dan keinginan pada hasilnya. Wahai Partha (Arjuna), hal ini merupakan keputusan-Ku dan pendapat-Ku yang terakhir.

18-7

niyatasya tu sannyasah
karmano nopapadyate
mohat tasya parityagas
tamasah parikirtitah

“Prescribed duties should never be renounced. If one gives up his prescribed duties because of illusion, such renunciation is said to be in the mode of ignorance.”

Sesungguhnya melepaskan kewajiban yang harus dilakukan adalah tidak benar. Meninggalkan kewajiban karena kebodohan dinyatakan sebagai sifat dari tamasa

18-8

duhkham ity eva yat karma
kaya-klesa-bhayat tyajet
sa kritva rajasam tyagam
naiva tyaga-phalam labhet

“Anyone who gives up prescribed duties as troublesome or out of fear of bodily discomfort is said to have renounced in the mode of passion. Such action never leads to the elevation of renunciation.”

Ia yang meninggalkan kewajiban karena kesusahan atau karena takut akan penderitaan fisik, hanya melakukan tyaga yang bersifat rajasa dan tak akan memperoleh hasil dari tyaga tersebut.

18-9

karyam ity eva yat karma
niyatam kriyate ’rjuna
sangam tyaktva phalam caiva
sa tyagah sattviko matah

“O Arjuna, when one performs his prescribed duty only because it ought to be done, and renounces all material association and all attachment to the fruit, his renunciation is said to be in the mode of goodness.”

Tetapi dia yang melaksanakan kewajiban yang diharuskan sebagai hal yang harus dilakukan dengan meninggalkan segala keterikatan dan juga hasilnya, tyaga ini dianggap sebagai bersifat sattvika

18-10

na dvesty akusalam karma
kusale nanusajjate
tyagi sattva-samavisto
medhavi chinna-samsayah

“The intelligent renouncer situated in the mode of goodness, neither hateful of inauspicious work nor attached to auspicious work, has no doubts about work.”

Orang bijaksana yang penyangkalan dan keragu-raguannya telah lenyap, yang sifatnya sattvika, tidak membenci melakukan kegiatan yang tak menyenangkan dan tidak terikat dengan kegiatan kerja yang menyenangkan.

18-11

na hi deha-bhrta sakyam
tyaktum karmany asesatah
yas tu karma-phala-tyagi
sa tyagity abhidhiyate

“It is indeed impossible for an embodied being to give up all activities. But he who renounces the fruits of action is called one who has truly renounced.”

Memang tak mungkin bagi mahluk berwujud untuk absen dari kegiatan kerja sama sekali; tetapi ia yang melepaskan hasil dari kegiatan kerja itu dikatakan sebagai tyagi sejati.

18-12

anistam istam misram ca
tri-vidham karmanah phalam
bhavaty atyaginam pretya
na tu sannyasinam kvacit

“For one who is not renounced, the threefold fruits of action—desirable, undesirable and mixed—accrue after death. But those who are in the renounced order of life have no such result to suffer or enjoy.”

Menyenangkan, tak menyenangkan dan campuran adalah tiga macam hasil dari kegiatan kerja yang tumbuh setelah kematian terhadap mereka yang belum menjadi tyagi; tetapi tak ada sesuatupun yang terjadi bagi mereka yang telah menjadi samnyasin

18-13

pancaitani maha-baho
karanani nibodha me
sankhye kritante proktani
siddhaye sarva-karmanam

“O mighty-armed Arjuna, according to the Vedanta there are five causes for the accomplishment of all action. Now learn of these from Me.”

Wahai Mahabaho (Arjuna), pelajarilah dari-Ku kelima faktor ini, guna menyelesaikan segala kegiatan kerja seperti yang dinyatakan dalam ajaran Samkhya.

18-14

adhisthanam tatha karta
karanam ca prithag-vidham
vividhas ca prithak cesta
daivam caivatra pancamam

“The place of action [the body], the performer, the various senses, the many different kinds of endeavor, and ultimately the Supersoul—these are the five factors of action.”

Tempat kedudukan kegiatan (badan) dan juga pelaku, alat berbagai jenis, segala macam usaha dan anugerah Tuhan sebagai yang kelima.

18-15

sarira-van-manobhir yat
karma prarabhate narah
nyayyam va viparitam va
pancaite tasya hetavah

“Whatever right or wrong action a man performs by body, mind or speech is caused by these five factors.”

Kegiatan kerja apapun yang dilakukan seseorang dengan badan, kata-kata atau pikirannya, apakah benar atau salah, kelima unsur inilah sebagai faktor penyebabnya

18-16

tatraivam sati kartaram
atmanam kevalam tu yah
pasyaty akrita-buddhitvan
na sa pasyati durmatih

“Therefore one who thinks himself the only doer, not considering the five factors, is certainly not very intelligent and cannot see things as they are.”

Demikianlah masalahnya dengan pikiran yang tak murni, yang disebabkan oleh pemahamannya yang tak terlatih, memandang dirinya sendiri sebagai satu-satunya pelaku, sebenarnya ia tidak melihat apapun

18-17

yasya nahankrto bhavo
buddhir yasya na lipyate
hatvapi sa imaû lokan
na hanti na nibadhyate

“One who is not motivated by false ego, whose intelligence is not entangled, though he kills men in this world, does not kill. Nor is he bound by his actions.”

Ia yang bebas dari rasa keakuannya, yang pemahamannya tak tercemari, walaupun ia membunuh orang-orang ini, sebenarnya ia tak membunuh ataupun terbelenggu oleh kegiatannya.

18-18

jnanam jneyam parijnata
tri-vidha karma-codana
karanam karma karteti
tri-vidhah karma-sangrahah

“Knowledge, the object of knowledge, and the knower are the three factors that motivate action; the senses, the work and the doer are the three constituents of action.”

Pengetahuan, obyek pengetahuan dan yang mengetahui pengetahuan itu adalah tiga pendorong untuk melakukan kegiatan kerja; alat, kegiatan dan pelaku adalah tiga macam gabungan dari kegiatan

18-19

jnanam karma ca karta ca
tridhaiva guna-bhedatah
procyate guna-sankhyane
yathavac chrnu tany api

“According to the three different modes of material nature, there are three kinds of knowledge, action and performer of action. Now hear of them from Me.”

Pengetahuan, kegiatan kerja dan pelaku dikatakan dalam ilmu tentang sifat-sifat (guna) hanya tiga jenisnya, sesuai dengan perbedaan guna tersebut. Dengarkan tentang hal ini dengan sebenarnya.

18-20

sarva-bhutesu yenaikam
bhavam avyayam iksate
avibhaktam vibhaktesu
taj jnanam viddhi sattvikam

“That knowledge by which one undivided spiritual nature is seen in all living entities, though they are divided into innumerable forms, you should understand to be in the mode of goodness.”

Pengetahuan yang dipakai untuk melihat Keberadaan Abadi pada segala eksistensi, yang tak terbagi dalam yang terbagi, ketahuilah bahwa pengetahuan itu adalah sattvika

18-21

prithaktvena tu yaj jnanam
nana-bhavan prithag-vidhan
vetti sarveshu bhutesu
taj jnanam viddhi rajasam

“That knowledge by which one sees that in every different body there is a different type of living entity you should understand to be in the mode of passion.”

Pengetahuan yang melihat kejamakan keberadaan pada mahluk-mahluk yang berbeda, dengan alasan keterpisahannya, ketahuilah bahwa pengetahuan itu bersifat rajasa.

18-22

yat tu krtsna-vad ekasmin
karye saktam ahaitukam
atattvartha-vad alpam ca
tat tamasam udahrtam

“And that knowledge by which one is attached to one kind of work as the all in all, without knowledge of the truth, and which is very meager, is said to be in the mode of darkness.”

Tetapi yang bergantung hanya pada satu akibat seakan-akan keseluruhan tanpa perduli pada penyebab, tanpa mendapatkan yang sejati, dan sempit (picik) dinyatakan sebagai bersifat tamasa

18-23

niyatam sanga-rahitam
araga-dvesatah kritam
aphala-prepsuna karma
yat tat sattvikam ucyate

“That action which is regulated and which is performed without attachment, without love or hatred, and without desire for fruitive results is said to be in the mode of goodness.”

Suatu kegiatan yang bersifat wajib, yang dilaksanakan tanpa keterikatan, tanpa kasih sayang atau kebencian oleh orang yang tak mengharapkan hasil, itu dikatakan sebagai sattvika

18-24

yat tu kamepsuna karma
sahankarena va punah
kriyate bahulayasam
tad rajasam udahrtam

“But action performed with great effort by one seeking to gratify his desires, and enacted from a sense of false ego, is called action in the mode of passion.”

Tetapi kegiatan kerja yang dilakukan dengan usaha keras oleh seseorang yang mencari pemenuhan keinginannya atau yang didorong oleh keakuan, dikatakan sebagai bersifat rajasa

18-25

anubandham ksayam himsam
anapeksya ca paurusam
mohad arabhyate karma
yat tat tamasam ucyate

“That action performed in illusion, in disregard of scriptural injunctions, and without concern for future bondage or for violence or distress caused to others is said to be in the mode of ignorance.”

Kegiatan kerja yang dilakukan karena kebodohan, tanpa memperdulikan akibat atau kerugian dan melukai, serta tanpa memandang kemampuannya, kegiatan dikatakan bersifat tamasika

18-26

mukta-sango ’naham-vadi
dhrty-utsaha-samanvitah
siddhy-asiddhyor nirvikarah
karta sattvika ucyate

“One who performs his duty without association with the modes of material nature, without false ego, with great determination and enthusiasm, and without wavering in success or failure is said to be a worker in the mode of goodness.”

Si pelaku yang bebas dari keterikatan, yang tak memiliki rasa keakuan, penuh keteguhan hati dan bersemangat dan yang tak terpengaruh oleh kegagalan atau keberhasilan, dikatakan sebagai bersifat sattvika

18-27

ragi karma-phala-prepsur
lubdho himsatmako ’sucih
harsa-sokanvitah karta
rajasah parikirtitah

“The worker who is attached to work and the fruits of work, desiring to enjoy those fruits, and who is greedy, always envious, impure, and moved by joy and sorrow, is said to be in the mode of passion.”

Pelaku yang diombang-ambingkan oleh nafsu, yang sangat merindukan hasil dari kegiatannya, yang bersifat serakah dan bersifat menyakiti, tidak murni, yang dipengaruhi oleh rasa senang dan sedih, dikatakan sebagai bersifat rajasa

18-28

ayuktah prakritah stabdhah
satho naiskritiko ’lasah
visadi dirgha-sutri ca
karta tamasa ucyate

“The worker who is always engaged in work against the injunctions of the scripture, who is materialistic, obstinate, cheating and expert in insulting others, and who is lazy, always morose and procrastinating is said to be a worker in the mode of ignorance.”

Pelaku yang pikirannya tak seimbang, vulgar (biadab), sombong, tidak jujur, bersifat jahat, bebal, pengecut dan suka mengulur-ulur waktu, dikatakan sebagai yang bersifat tamasa

18-29

buddher bhedam dhrtes caiva
gunatas tri-vidham shrinu
procyamanam asesena
prithaktvena dhananjaya

“O winner of wealth, now please listen as I tell you in detail of the different kinds of understanding and determination, according to the three modes of material nature.”

Sekarang dengarkanlah tiga macam perbedaan pemahaman dan juga kemantapan, wahai Dhananjaya (Arjuna), sesuai dengan sifat (guna) yang dinyatakan secara keseluruhan dan masing-masing dari padanya.

18-30

pravrttim ca nivrttim ca
karyakarye bhayabhaye
bandham moksham ca ya vetti
buddhih sa partha sattviki

“O son of Pritha, that understanding by which one knows what ought to be done and what ought not to be done, what is to be feared and what is not to be feared, what is binding and what is liberating, is in the mode of goodness.”

Pengertian yang mengetahui makna kegiatan kerja dan tanpa kegiatan kerja, apa yang boleh dilakukan dan apa yagn tak boleh dilakukan, apa yang ditakuti dan apa yang tak harus ditakuti, apa yang membebaskan dan apa yang membelenggu, wahai Partha (Arjuna) pengertian tersebut bersifat sattvika.

18-31

yaya dharmam adharmam ca
karyam cakaryam eva ca
ayathavat prajanati
buddhih sa partha rajasi

“O son of Pritha, that understanding which cannot distinguish between religion and irreligion, between action that should be done and action that should not be done, is in the mode of passion.”

Pengertian yang mengetahui jalan yang salah dan benar, apa yang harus dilakukan dan apa yang boleh dilakukan, wahai Partha (Arjuna), pengertian itu bersifat rajasa

18-32

adharmam dharmam iti ya
manyate tamasavrta
sarvarthan viparitams ca
buddhih sa partha tamasi

“That understanding which considers irreligion to be religion and religion to be irreligion, under the spell of illusion and darkness, and strives always in the wrong direction, O Partha, is in the mode of ignorance.”

Pengertian yang tertutupi oleh kegelapan, menganggap yang salah sebagai benar dan melihat segala sesuatunya secara terbalik-balik (berlawanan dengan kebenaran), pengertian tersebut, wahai Partha (Arjuna), bersifat tamasa

18-33

dhrtya yaya dharayate
manah-pranendriya-kriyah
yogenavyabhicarinya
dhrtih sa partha sattviki

“O son of Pritha, that determination which is unbreakable, which is sustained with steadfastness by yoga practice, and which thus controls the activities of the mind, life and senses is determination in the mode of goodness.”
Kemantapan yang tak tergoyahkan dan dengan melalui konsentrasi seseorang mengendalikan kegiatan pikiran, nafas vital dan indra-indra, wahai Partha (Arjuna), kemantapan itu bersifat sattvika

18-34

yaya tu dharma-kamarthan
dhrtya dharayate ’rjuna
prasangena phalakanksi
dhrtih sa partha rajasi

“But that determination by which one holds fast to fruitive results in religion, economic development and sense gratification is of the nature of passion, O Arjuna.”

Kemantapan yang memandang kewajiban dengan ketat, kesenangan dan kekayaan dengan keinginan akan hasil dari padanya, wahai Partha (Arjuna), kemantapan itu bersifat rajasika

18-35

yaya svapnam bhayam sokam
visadam madam eva ca
na vimuncati durmedha
dhrtih sa partha tamasi

“And that determination which cannot go beyond dreaming, fearfulness, lamentation, moroseness and illusion—such unintelligent determination, O son of Pritha, is in the mode of darkness.”

Kemantapan yang membuat si bodoh tidak mau melepaskan kemalasan, takut, cemas, tertekan dan angkuh, wahai Partha (Arjuna), kemantapan ini bersifat tamasa

18-36

sukham tv idanim tri-vidham
shrinu me bharatarsabha
abhyasad ramate yatra
duhkhantam ca nigacchati

“O best of the Bharatas, now please hear from Me about the three kinds of happiness by which the conditioned soul enjoys, and by which he sometimes comes to the end of all distress.”

Dan sekarang dengarkanlah dari-Ku, wahai Bharatarsabha (Arjuna), tiga macam kebahagiaan. Dengan itu orang akan bergembira dan mencapai akhir dari kesedihan, melalui pelaksanaan yang lama.

18-37

yat tad agre visam iva
pariname ’mrtopamam
tat sukham sattvikam proktam
atma-buddhi-prasada-jam

“That which in the beginning may be just like poison but at the end is just like nectar and which awakens one to self-realization is said to be happiness in the mode of goodness.”

Kebahagiaan yang seperti racun pada awalnya dan seperti madu pada akhirnya, yang muncul dari pemahaman yang jelas tentang sang Diri, dikatakan kebahagiaan yagn bersifat sattvika

18-38

visayendriya-samyogad
yat tad agre ’mrtopamam
pariname visam iva
tat sukham rajasam smrtam

“That happiness which is derived from contact of the senses with their objects and which appears like nectar at first but poison at the end is said to be of the nature of passion.”

Kebahagiaan yang muncul dari hubungan indra-indra dan obyeknya dan yang seperti madu pada awalnya serta seperti racun pada akhirnya, kebahagiaan tersebut bersifat rajasa

18-39

yad agre canubandhe ca
sukham mohanam atmanah
nidralasya-pramadottham
tat tamasam udahrtam

“And that happiness which is blind to self-realization, which is delusion from beginning to end and which arises from sleep, laziness and illusion is said to be of the nature of ignorance.”

Kebahagiaan yang menipu sang roh, baik pada awal maupun pada akhirnya dan yang muncul dari kemalasan, tidur dan ketidakperdulian, dinyatakan sebagai kebahagiaan tamasa

18-40

na tad asti prithivyam va
divi devesu va punah
sattvam prakriti-jair muktam
yad ebhih syat tribhir gunaih

“There is no being existing, either here or among the demigods in the higher planetary systems, which is freed from these three modes born of material nature.”

Tak ada mahluk apapun, baik di bumi, apalagi diantara para dewa di surga, yang bebas dari ketiga sifat (guna) yang berasal dari prakrti ini

18-41

brahmana-kshatriya-visam
shudranam ca parantapa
karmani pravibhaktani
svabhava-prabhavair gunaih

“Brahmanas, kshatriyas, vaishyas and shudras are distinguished by the qualities born of their own natures in accordance with the material modes, O chastiser of the enemy.”

Di antara para Brahmana, para Ksatriya, Vaisya dan Sudra, wahai Paramtapa (Arjuna), kegiatan kerjanya dibedakan sesuai dengan sifat-sifat (guna) yang berasal dari prakrti mereka.

18-42

samo damas tapah shaucam
ksantir arjavam eva ca
jnanam vijnanam astikyam
brahma-karma svabhava-jam

“Peacefulness, self-control, austerity, purity, tolerance, honesty, knowledge, wisdom and religiousness—these are the natural qualities by which the brahmanas work.”

Ketenangan, pengendalian diri, tapah, kemurnian, kesabaran, kejujuran, kebijaksanaan, pengetahuan dan keyakinan dalam agama, semuanya ini merupakan kewajiban dari para Brahmana yang berasal dari sifatnya sendiri.

18-43

sauryam tejo dhrtir daksyam
yuddhe capy apalayanam
danam ishvara-bhavas ca
kshatram karma svabhava-jam

“Heroism, power, determination, resourcefulness, courage in battle, generosity and leadership are the natural qualities of work for the kshatriyas.”

Sifat kepahlawanan, pemberani, mantap, kemahiran, pantang mundur walaupun dalam pertempuran, kedermawanan dan kepemimpinan, semua ini merupakan kewajiban dari golongan Ksatriya, yang berasal dari sifatnya sendiri.

18-44

krsi-go-raksya-vanijyam
vaishya-karma svabhava-jam
paricaryatmakam karma
shudrasyapi svabhava-jam

“Farming, cow protection and business are the natural work for the vaishyas, and for the shudras there is labor and service to others.”

Pertanian, memelihara ternak dan perdagangan adalah kewajiban golongan Vaisya, yang berasal dari sifatnya; kegiatan kerja yang bercirikan pelayanan adalah kewajiban dari seorang Sudra yang berasal dari sifatnya.

18-45

sve sve karmany abhiratah
samsiddhim labhate narah
sva-karma-niratah siddhim
yatha vindati tac chrnu

“By following his qualities of work, every man can become perfect. Now please hear from Me how this can be done.”

Dengan mengabdikan kewajibannya sendiri manusia mencapai kesempurnaan. Bagaimana seseorang yang mengabdikan pada kewajibannya sendiri mencapai kesempurnaan, dengarkanlah ini.

18-46

yatah pravrttir bhutanam
yena sarvam idam tatam
sva-karmana tam abhyarcya
siddhim vindati manavah

“By worship of the Lord, who is the source of all beings and who is all-pervading, a man can attain perfection through performing his own work.”

Dari siapa seluruh mahluk ini muncul dan oleh siapa semuanya ini diliputi; dengan memuja-Nya melalui pelaksanaan kewajibannya sendiri, manusia mencapai kesempurnaan.

18-47

sreyan sva-dharmo vigunah
para-dharmat sv-anusthitat
svabhava-niyatam karma
kurvan napnoti kilbisam

“It is better to engage in one’s own occupation, even though one may perform it imperfectly, than to accept another’s occupation and perform it perfectly. Duties prescribed according to one’s nature are never affected by sinful reactions.”

Lebih baik dharmanya sendiri walaupun tak sempurna melakukannya dari pada dharma orang lain walaupun sempurna pelaksanaannya; karena orang tak akan melakukan dosa bila melakukan dharmanya sendiri yang ditentukan oleh sifatnya sendiri.

18-48

saha-jam karma kaunteya
sa-dosam api na tyajet
sarvarambha hi dosena
dhumenagnir ivavrtah

“Every endeavor is covered by some fault, just as fire is covered by smoke. Therefore one should not give up the work born of his nature, O son of Kunti, even if such work is full of fault.”

Seseorang hendaknya jangan meninggalkan kegiatan kerja yang cocok dengan sifatnya sendiri, wahai putra Kunti (Arjuna), walaupun itu mungkin tidak sempurna, karena semua perbuatan diliputi oleh kekurangsempurnaan bagaikan api yang diselimuti asap.

18-49

asakta-buddhih sarvatra
jitatma vigata-sprhah
naishkarmya-siddhim paramam
sannyasenadhigacchati

“One who is self-controlled and unattached and who disregards all material enjoyments can obtain, by practice of renunciation, the highest perfect stage of freedom from reaction.”

Ia yang pengertiannya tak terikat dimanapun juga, yang telah menaklukkan dirinya dan yang keinginannya telah lenyap, melalui pelaksanaan samnyasa ia sampai pada keadaan tertinggi yang melampaui segala kegiatan kerja.

18-50

siddhim prapto yatha brahma
tathapnoti nibodha me
samasenaiva kaunteya
nistha jnanasya ya para

“O son of Kunti, learn from Me how one who has achieved this perfection can attain to the supreme perfectional stage, Brahman, the stage of highest knowledge, by acting in the way I shall now summarize.”

Dengarkanlah dari-Ku secara ringkas, wahai putra Kunti (Arjuna), bagaimana setelah mencapai kesempurnaan ia mencapai Brahman, sebagai kesempurnaan kebijaksanaan tertinggi.

18-51, 18-52 & 18-53

buddhya vishuddhaya yukto
dhrtyatmanam niyamya ca
shabdadin visayams tyaktva
raga-dvesau vyudasya ca

vivikta-sevi laghv-asi
yata-vak-kaya-manasah
dhyana-yoga-paro nityam
vairagyam samupasritah

ahankaram balam darpam
kamam krodham parigraham
vimucya nirmamah santo
brahma-bhuyaya kalpate

“Being purified by his intelligence and controlling the mind with determination, giving up the objects of sense gratification, being freed from attachment and hatred, one who lives in a secluded place, who eats little, who controls his body, mind and power of speech, who is always in trance and who is detached, free from false ego, false strength, false pride, lust, anger, and acceptance of material things, free from false proprietorship, and peaceful—such a person is certainly elevated to the position of self-realization.”

Dilengkapi dengan pemahaman murni, dengan mantap mengendalikan dirinya, berpaling dari suara dan obyek-obyek indra lain serta membuang rasa senang dan benci. Berdiam di tempat terpencil, makan sekedarnya saja, dengan mengendalikan kata-kata, badan dan pikiran dan senantiasa tenggelam dalam meditasi dan konsentrasi serta berlindung pada kedamaian hati. Dan dengan mencampakkan rasa keakuan, kekuatan, keangkuhan, keinginan, kemarahan, kemilikan, tanpa keakuan dan ketenangan dalam pikiran, ia layak untuk menjadi satu dengan Brahman.

18-54

brahma-bhutah prasannatma
na socati na kanksati
samah sarveshu bhutesu
mad-bhaktim labhate param

“One who is thus transcendentally situated at once realizes the Supreme Brahman and becomes fully joyful. He never laments or desires to have anything. He is equally disposed toward every living entity. In that state he attains pure devotional service unto Me.”

Setelah menjadi satu dengan Brahman dan jiwanya telah tenang, ia tak lagi berduka atau berkeinginan. Dengan memandang semua mahluk sama ia mencapai pengabdian tertinggi pada-Ku.

18-55

bhaktya mam abhijanati
yavan yas casmi tattvatah
tato mam tattvato jnatva
visate tad-anantaram

“One can understand Me as I am, as the Supreme Personality of Godhead, only by devotional service. And when one is in full consciousness of Me by such devotion, he can enter into the kingdom of God.”

Melalui pengabdian ia mengetahui Aku, apa dan siapa Aku sebenarnya; lalu setelah mengetahui Aku yang sebenarnya, ia kemudian masuk ke dalam-Ku

18-56

sarva-karmany api sada
kurvano mad-vyapasrayah
mat-prasadad avapnoti
sasvatam padam avyayam

“Though engaged in all kinds of activities, My pure devotee, under My protection, reaches the eternal and imperishable abode by My grace.”

Dengan melaksanakan segala kegiatan terus menerus dan berlindung padaKu, ia mendapatkan anugerah-Ku berupa tempat kediaman yang kekal dan abadi.

18-57

cetasa sarva-karmani
mayi sannyasya mat-parah
buddhi-yogam upasritya
mac-cittah satatam bhava

“In all activities just depend upon Me and work always under My protection. In such devotional service, be fully conscious of Me.”

Dengan menyerahkan segala kegiatan kerja secara mental kepada-Ku, menganggap Aku sebagai Yang Tertinggi dan memasrahkan pada kemantapan dalam pemahaman, pusatkanlah pikiranmu senantiasa kepada-Ku

18-58

mac-cittah sarva-durgani
mat-prasadat tarisyasi
atha cet tvam ahankaran
na srosyasi vinanksyasi

“If you become conscious of Me, you will pass over all the obstacles of conditioned life by My grace. If, however, you do not work in such consciousness but act through false ego, not hearing Me, you will be lost.”
Dengan memusatkan pikiranmu pada-Ku, dengan anugerah-Ku engkau akan mengatasi segala kesulitan; tetapi bila karena kedengkian diri, engkau tidak mau mendengarkan Aku, engkau akan hancur.

18-59

yad ahankaram asritya
na yotsya iti manyase
mithyaisa vyavasayas te
prakritis tvam niyoksyati

“If you do not act according to My direction and do not fight, then you will be falsely directed. By your nature, you will have to be engaged in warfare.”

Bila dengan maksud memanjakan ahamkara engkau berpikir “Aku tak akan bertempur.” keputusanmu akan sia-sia saja; karena prakrti akan memaksa dirimu.

18-60

svabhava-jena kaunteya
nibaddhah svena karmana
kartum necchasi yan mohat
karishyasy avaso ’pi tat

“Under illusion you are now declining to act according to My direction. But, compelled by the work born of your own nature, you will act all the same, O son of Kunti.”

Yang engkau tak mau lakukan, karena khayalan, wahai putra Kunti (Arjuna), yang akan engkau lakukan walaupun bertentangan dengan kehendakmu, terbelenggu oleh kegiatanmu sendiri yang berasal dari sifatmu.

18-61

ishvarah sarva-bhutanam
hrd-dese ’rjuna tishthati
bhramayan sarva-bhutani
yantrarudhani mayaya

“The Supreme Lord is situated in everyone’s heart, O Arjuna, and is directing the wanderings of all living entities, who are seated as on a machine, made of the material energy.”

Tuhan bersemayam dalam hati segala mahluk, wahai Arjuanyang menyebabkan mereka berputar oleh kekuasaan-Nya, seakan-akan mereka terpasang pada sebuah mesin.

18-62

tam eva saranam gaccha
sarva-bhavena bharata
tat-prasadat param shantim
sthanam prapsyasi sasvatam

“O scion of Bharata, surrender unto Him utterly. By His grace you will attain transcendental peace and the supreme and eternal abode.”

Berlindunglah kepada-Nya dengan segenap jiwa ragamu, wahai Bharata (Arjuna). Dengan anugerah-Nya engkau akan mendapatkan kedamaian tertinggi dan tempat kediaman abadi.

18-63

iti te jnanam akhyatam
guhyad guhyataram maya
vimrsyaitad asesena
yathecchasi tatha kuru

“Thus I have explained to you knowledge still more confidential. Deliberate on this fully, and then do what you wish to do.”

Demikianlah kebijaksanaan yang lebih rahasia dari pada segala rahasia, telah Aku ajarkan kepadamu. Setelah mempertimbangkan semuanya ini sepenuhnya lakukanlah apa yang telah kamu pilih sendiri.

18-64

sarva-guhyatamam bhuyah
shrinu me paramam vacah
isto ’si me drdham iti
tato vaksyami te hitam

“Because you are My very dear friend, I am speaking to you My supreme instruction, the most confidential knowledge of all. Hear this from Me, for it is for your benefit.”

Dengarkanlah lagi ucapan suci-Ku, yang paling rahasia dari segalanya. Engkau sangat Ku sayangi, sehingga Aku akan memberitahumu apa yang baik bagimu.

18-65

man-mana bhava mad-bhakto
mad-yaji mam namaskuru
mam evaishyasi satyam te
pratijane priyo ’si me

“Always think of Me, become My devotee, worship Me and offer your homage unto Me. Thus you will come to Me without fail. I promise you this because you are My very dear friend.”

Pusatkanlah pikiranmu pada-Ku; mengabdilah pada-Ku; berkurban kepada-Ku; bersujud dihadapan-Ku; dengan demikian engkau akan sampai kepada-Ku. Aku berjanji sungguh-sungguh, karena engkau sangat Aku sayangi.

18-66

sarva-dharman parityajya
mam ekam saranam vraja
aham tvam sarva-papebhyo
mokshayisyami ma sucah

“Abandon all varieties of religion and just surrender unto Me. I shall deliver you from all sinful reactions. Do not fear.”

Lepaskanlah segala dharma, datanglah kepada-Ku saja untuk berlindung satu-satunya. Jangan bersedih, karena Aku akan membebaskanmu dari segala kejahatan

18-67

idam te natapaskaya
nabhaktaya kadacana
na casusrusave vacyam
na ca mam yo ’bhyasuyati

“This confidential knowledge may never be explained to those who are not austere, or devoted, or engaged in devotional service, nor to one who is envious of Me.”

Jangan pernah hal ini dibicarakan kepada orang yang tidak bertapa dalam kehidupannya atau pada seseorang yang tidak memiliki rasa pengabdian, atau pada orang yang tidak berminat atau yang menghina Aku.

18-68

ya idam paramam guhyam
mad-bhaktesv abhidhasyati
bhaktim mayi param kritva
mam evaishyaty asamsayah

“For one who explains this supreme secret to the devotees, pure devotional service is guaranteed, and at the end he will come back to Me.”

Dia yang mengajarkan rahasia tertinggi ini kepada para penganut-Ku, dengan memperlihatkan pengabdian tertinggi kepada-Ku, tanpa keraguan lagi akan sampai kepada-Ku

18-69

na ca tasman manusyesu
kascin me priya-krttamah
bhavita na ca me tasmad
anyah priyataro bhuvi

“There is no servant in this world more dear to Me than he, nor will there ever be one more dear.”

Tak seorangpun di antara manusia yang melakukan pelayanan yang lebih tulus kepada-Ku dan tak akan ada orang lain yang lebih Aku sayangi di dunia ini, kecuali dia.

18-70

adhyesyate ca ya imam
dharmyam samvadam avayoh
jnana-yajnena tenaham
istah syam iti me matih

“And I declare that he who studies this sacred conversation of ours worships Me by his intelligence.”

Dan, ia yang mempelajari percakapan suci kita ini, Aku akan dipujanya dengan pengorbanan pengetahuan, demikianlah pendapat-Ku

18-71

shraddhavan anasuyas ca
shrinuyad api yo narah
so ’pi muktah subhal lokan
prapnuyat punya-karmanam

“And one who listens with faith and without envy becomes free from sinful reactions and attains to the auspicious planets where the pious dwell.”

Dan orang yang mendengarkannya dengan penuh keyakinan dan tanpa mencela, merekapun akan dibebaskan dan akan mencapai kebahagiaan dunia kebajikan

18-72

kaccid etac chrutam partha
tvayaikagrena cetasa
kaccid ajnana-sammohah
pranastas te dhananjaya

“O son of Pritha, O conqueror of wealth, have you heard this with an attentive mind? And are your ignorance and illusions now dispelled?”

Wahai Partha (Arjuna), apakah engkau telah mendengar dengan pemikiran yang terpusatkan? Wahai Dhananjaya (Arjuna), apakah kekacauan pikiranmu yang disebabkan oleh kebodohan itu telah lenyap.

18-73

arjuna uvaca
nasto mohah smritir labdha
tvat-prasadan mayacyuta
sthito ’smi gata-sandehah
karisye vacanam tava

“Arjuna said: My dear Krishna, O infallible one, my illusion is now gone. I have regained my memory by Your mercy. I am now firm and free from doubt and am prepared to act according to Your instructions.”

Arjuna berkata:
Musnahlah sudah kekacauan pikiranku dan dengan anugerah-Mu aku telah menemukan kembali pemahamanku, wahai Acyuta (Krsna). Aku mantap berdiri dengan keragu-raguanku yang telah lenyap. Aku akan bertindak sesuai dengan ajaran-Mu

18-74

sanjaya uvaca
ity aham vasudevasya
parthasya ca mahatmanah
samvadam imam asrausam
adbhutam roma-harsanam

“Sanjaya said: Thus have I heard the conversation of two great souls, Krishna and Arjuna. And so wonderful is that message that my hair is standing on end.”

Sanjaya berkata:
Demikianlah telah kudengarkan percakapan yang luar biasa di antara Vasudeva (Krsna) dan Partha (Arjuna) sebagai roh mulia, yang menyebabkan bulu romaku merinding

18-75

vyasa-prasadac chrutavan
etad guhyam aham param
yogam yogeshvarat krishnat
sakshat kathayatah svayam

“By the mercy of Vyasa, I have heard these most confidential talks directly from the master of all mysticism, Krishna, who was speaking personally to Arjuna.”

Dengan anugerah bhagavan Vyasa, aku dapat mendengar rahasia tertinggi, berupa yoga yang diajarkan oleh Krsna sendiri sebagai Yogesvara (penguasa yoga) secara pribadi

18-76

rajan samsmrtya samsmrtya
samvadam imam adbhutam
keshavarjunayoh punyam
hrsyami ca muhur muhuh

“O King, as I repeatedly recall this wondrous and holy dialogue between Krishna and Arjuna, I take pleasure, being thrilled at every moment.”

Wahai sang Raja (Dhrtarastra), bila hamba ingat kembali akan percakapan yang suci dan luar biasa ini, antara Kesava (Krsna) dan Arjuna, hamba gemetar dengan kegembiraan demi kegembiraan

18-77

tac ca samsmrtya samsmrtya
rupam aty-adbhutam hareh
vismayo me mahan rajan
hrsyami ca punah punah

“O King, as I remember the wonderful form of Lord Krishna, I am struck with wonder more and more, and I rejoice again and again.”

Dan makin sering hamba ingat akan kehebatan wujud Hari (Krsna) yang luar biasa tersebut, sangat besar kekaguman hamba, wahai sang Raja (Dhrtarastra) dan hamba gemetar dengan kebahagiaan demi kebahagiaan

18-78

yatra yogeshvarah krsno
yatra partho dhanur-dharah
tatra srir vijayo bhutir
dhruva nitir matir mama

“Wherever there is Krishna, the master of all mystics, and wherever there is Arjuna, the supreme archer, there will also certainly be opulence, victory, extraordinary power, and morality. That is my opinion.”

Dimanapun ada Krsna, sebagai Yogesvara (Penguasa Yoga) dan Partha (Arjuna), pahlawan pemanah, aku yakin di sana ada keberuntungan, kemenangan, kesejahteraan dan kebajikan moral.

Disini berakhir bab ke-delapan belas dari Upanisad Bhagavadgita, ajaran tentang Brahmavidya dan Yogasastra, berupa percakapan antara Sri Krsna dan Arjuna, yang berjudul Samnyasa Yoga

Di sini kitab Bhagavadgita Upanishad, juga berakhir.

[Kembali]


Sumber: Pustaka Hindu


BhagawadGita, Bab 12 s/d 16


GitaDhyanam

  1. Arjuna Wisada Yoga, menguraikan keragu-raguan dalam diri Arjuna
  2. Samkhya Yoga, menguraikan ajaran yoga dan samkhya
  3. Karma Yoga, menguraikan pencapaian yoga karena karma, usaha, perbuatan
  4. Jnana Yoga, menguraikan pencapaian yoga karena ilmu pengetahuan suci
  5. Karma Samnyasa Yoga, menguraikan pencapaian yoga karena prihatin
  6. Dhyana Yoga, menguraikan tentang makna dhyana sebaga satu sistem dalam yoga
  7. Jnana Widnyana Yoga, menguraikan pencapaian yoga karena budi
  8. Aksara Brahma Yoga, menguraikan hakikat akan kekekalan Tuhan
  9. Raja Widya Rajaguhya Yoga, hakikat Ketuhanan sebagai raja dari segala ilmu pengetahuan (widya)
  10. Wibhuti Yoga, menguraikan akan sifat hakikat Tuhan yang absolut, tanpa awal, pertengahan dan akhir
  11. Wiswarupa Darsana Yoga, kelanjutan dari Wibhuti Yoga, dijelaskan dengan manifestasi secara nyata
  12. Bhakti Yoga, menguraikan tentang cara yoga dengan bhakti
  13. Ksetra Ksetradnya Yoga, menguraikan hakikat Ketuhanan Yang Maha Esa dalam hubungan dengan purusa dan prakrti
  14. Guna Traya Wibhaga Yoga, membahas Triguna – Sattwam, Rajas dan Tamas
  15. Purusottama Yoga, menguraikan beryoga pada purusa yang Maha Tinggi, Hakikat Ketuhanan
  16. Daiwasura Sampad Wibhaga Yoga, membahas akan hakikat tingkah-laku manusia, baik dan buruk
  17. Sraddha Traya Wibhaga Yoga, menguraikan kepercayaan dan berkeyakinan pada Triguna
  18. Moksa Samnyasa Yoga, merupakan kesimpulan dari semua ajaran yang menjadi inti tujuan agama yang tertinggi.


Bhagavad Gita – Bab XII

Dvadaso’dhyayah
Bab XII

Bhakti Yoga

12-1

arjuna uvaca
evam satata-yukta ye
bhaktas tvam paryupasate
ye capy aksharam avyaktam
tesham ke yoga-vittamah

“Arjuna inquired: Which are considered to be more perfect, those who are always properly engaged in Your devotional service or those who worship the impersonal Brahman, the unmanifested?”

Arjuna berkata:
Para bhakta yang senantiasa bersungguh-sungguh memuja-Mu dan mereka yang memuja Yang Abadi dan Yang Tak Berwujud, yang manakah dari keduanya ini yang memiliki pengetahuan yoga yang lebih besar.

12-2

sri-bhagavan uvaca
mayy avesya mano ye mam
nitya-yukta upasate
shraddhaya parayopetas
te me yuktatama matah

“The Supreme Personality of Godhead said: Those who fix their minds on My personal form and are always engaged in worshiping Me with great and transcendental faith are considered by Me to be most perfect.”

Sri Bhagavan bersabda:
Mereka yang memusatkan pikirannya pada-Ku dengan menyembah-Ku dan senantiasa bersungguh-sungguh serta memiliki keyakinan yang sempurna, merekalah yang Aku anggap paling sempurna dalam yoga.

12-3 & 12-4

ye tv aksharam anirdesyam
avyaktam paryupasate
sarvatra-gam acintyam ca
kuta-stham acalam dhruvam

sanniyamyendriya-gramam
sarvatra sama-buddhayah
te prapnuvanti mam eva
sarva-bhuta-hite ratah

“But those who fully worship the unmanifested, that which lies beyond the perception of the senses, the all-pervading, inconceivable, unchanging, fixed and immovable—the impersonal conception of the Absolute Truth—by controlling the various senses and being equally disposed to everyone, such persons, engaged in the welfare of all, at last achieve Me.”

Tetapi mereka yang memuja Yang Abadi, Yang Tak Terdefinisikan, Yang Takberwujud, Yang Mahaada, Yang Takterpikirkan, Yang Takberubah dan Yang Tak Tergerakkan, Yang Konstan. Dengan menahan semua indra, senantiasa mantap dalam segala kondisi, senang dalam mensehjaterakan segala mahluk, mereka sesungguhnya datang kepada-Ku

12-5

kleso ’dhikataras tesam
avyaktasakta-cetasam
avyakta hi gatir duhkham
dehavadbhir avapyate

“For those whose minds are attached to the unmanifested, impersonal feature of the Supreme, advancement is very troublesome. To make progress in that discipline is always difficult for those who are embodied.”

Kesulitan dari mereka yang pikirannya terpusat pada Yang Takberwujud lebih besar, karena tujuan dari Yang Tak Berwujud itu sulit dicapai oleh mahluk-mahluk yang berwujud.

12-6 & 12-7

ye tu sarvani karmani
mayi sannyasya mat-parah
ananyenaiva yogena
mam dhyayanta upasate

tesam aham samuddharta
mrityu-samsara-sagarat
bhavami na cirat partha
mayy avesita-cetasam

“But those who worship Me, giving up all their activities unto Me and being devoted to Me without deviation, engaged in devotional service and always meditating upon Me, having fixed their minds upon Me, O son of Pritha—for them I am the swift deliverer from the ocean of birth and death.”

Tetapi mereka yang menyerahkan segala kegiatannya pada-Ku, bersungguh-sungguh kepada-Ku, memuja dan bermeditasi kepada-Ku, dengan pengabdian yang tak tergoyahkan. Yang pikirannya tertuju pada-Ku, dengan langsung dan segera Aku entaskan mereka dari lautan samsara (belenggu kelahiran dan kematian), wahai Partha (Arjuna).

12-8

mayy eva mana adhatsva
mayi buddhim nivesaya
nivasisyasi mayy eva
ata urdhvam na samsayah

“Just fix your mind upon Me, the Supreme Personality of Godhead, and engage all your intelligence in Me. Thus you will live in Me always, without a doubt.”

Kepada-Ku sajalah, pusatkan pikiranmu dan biarkanlah pemahamanmu berada di dalam-Ku. Hanya di dalam-Ku sajalah nantinya kamu akan hidup. Tentang hal ini tak perlu diragukan lagi.

12-9

atha cittam samadhatum
na saknosi mayi sthiram
abhyasa-yogena tato
mam icchaptum dhananjaya

“My dear Arjuna, O winner of wealth, if you cannot fix your mind upon Me without deviation, then follow the regulative principles of bhakti-yoga. In this way develop a desire to attain Me.”

Namun, apabila engkau tak mampu untuk memusatkan pikiranmu secara mantap pada-Ku, maka usahakanlah untuk mencapai-Ku dengan melaksanakan konsentrasi, wahai Dhananjaya

12-10

abhyase ’py asamartho ’si
mat-karma-paramo bhava
mad-artham api karmani
kurvan siddhim avapsyasi

“If you cannot practice the regulations of bhakti-yoga, then just try to work for Me, because by working for Me you will come to the perfect stage.”

Bila engkau juga tak mampu melakukan ini, maka jadikanlah dirimu sebagai orang yang melayani diri-Ku; bahkan dengan melakukan kegiatan demi untuk-Ku saja, engkau akan mencapai kesempurnaan.

12-11

athaitad apy asakto ’si
kartum mad-yogam asritah
sarva-karma-phala-tyagam
tatah kuru yatatmavan

“If, however, you are unable to work in this consciousness of Me, then try to act giving up all results of your work and try to be self-situated.”

Bila yang inipun tak dapat kamu lakukan, maka berlindunglah dalam kegiatanKu yang terdisiplinkan, lepaskan hasil dari segala kegiatan kerja dengan memasrahkan dirimu.

12-12

sreyo hi jnanam abhyasaj
jnanad dhyanam visisyate
dhyanat karma-phala-tyagas
tyagac chantir anantaram

“If you cannot take to this practice, then engage yourself in the cultivation of knowledge. Better than knowledge, however, is meditation, and better than meditation is renunciation of the fruits of action, for by such renunciation one can attain peace of mind.”

Sungguh lebih baik pengetahuan dari pada pelaksanaan konsentrasi; yang lebih baik dari pengetahuan adalah meditasi; lebih baik dari meditasi adalah pelepasan terhadap hasil dari kegiatan; karena dengan penyangkalan akan segera diikuti oleh kedamaian.

12-13 & 12-14

advesta sarva-bhutanam
maitrah karuna eva ca
nirmamo nirahankarah
sama-duhkha-sukhah ksami

santustah satatam yogi
yatatma drdha-niscayah
mayy arpita-mano-buddhir
yo mad-bhaktah sa me priyah

“One who is not envious but is a kind friend to all living entities, who does not think himself a proprietor and is free from false ego, who is equal in both happiness and distress, who is tolerant, always satisfied, self-controlled, and engaged in devotional service with determination, his mind and intelligence fixed on Me—such a devotee of Mine is very dear to Me.”

Dia yang tidak membenci semua mahluk, yang senantiasa bersikap ramah dan bersahabat, bebas dari rasa keakuan dan kemilikan serta pemaaf, berkeadaan sama dalam kesedihan maupun kesenangan. Yogi yang senantiasa puas, dengan sang diri yang terkendalikan, tak goyah oleh masalah apapun, dengan pikiran dan pemahaman yang diserahkan kepada-Ku, ia adalah bhakta-Ku yang Ku-kasihi.

12-15

yasman nodvijate loko
lokan nodvijate ca yah
harsamarsa-bhayodvegair
mukto yah sa ca me priyah

“He for whom no one is put into difficulty and who is not disturbed by anyone, who is equipoised in happiness and distress, fear and anxiety, is very dear to Me.”

Ia yang tidak mengganggu dunia dan tak terganggu oleh dunia, yang bebas dari kesenangan dan kemarahan, ketakutan dan kecemasan, ia juga Aku kasihi.

12-16

anapeksah sucir daksha
udasino gata-vyathah
sarvarambha-parityagi
yo mad-bhaktah sa me priyah

“My devotee who is not dependent on the ordinary course of activities, who is pure, expert, without cares, free from all pains, and not striving for some result, is very dear to Me.”

Dia yang tidak memiliki pengharapan, mahir dalam kegiatan kerja, tak perduli dan tak terusik, yang telah melepaskan segala inisiatif dalam kegiatan kerja, ia juga merupakan bhakta-Ku yang Aku kasihi.

12-17

yo na hrsyati na dvesti
na socati na kanksati
subhasubha-parityagi
bhaktiman yah sa me priyah

“One who neither rejoices nor grieves, who neither laments nor desires, and who renounces both auspicious and inauspicious things—such a devotee is very dear to Me.”

Dia yang tidak bersenang hati ataupun membenci, tidak bersedih ataupun berkeinginan dan yang telah melepaskan diri dari yang baik dan yang jahat, ia yang mengabdi seperti itu merupakan bhakta yang Aku kasihi.

12-18 & 12-19

samah satrau ca mitre ca
tatha manapamanayoh
sitosna-sukha-duhkhesu
samah sanga-vivarjitah

tulya-ninda-stutir mauni
santusto yena kenacit
aniketah sthira-matir
bhaktiman me priyo narah

“One who is equal to friends and enemies, who is equipoised in honor and dishonor, heat and cold, happiness and distress, fame and infamy, who is always free from contaminating association, always silent and satisfied with anything, who doesn’t care for any residence, who is fixed in knowledge and who is engaged in devotional service—such a person is very dear to Me.”

Ia yang bersikap sama terhadap kawan maupun lawan, juga terhadap kehormatan dan kehinaan dan yang bersikap sama pada panas dan dingin, kesedihan maupun kesenangan, bebas dari keterikatan. Ia yang memandang sama terhadap pujian dan makian, yang puasa bicara (mauna), yang tetap puas dengan apapun yang ada, yang tempat tinggalnya tidak tetap dan mantap dalam pikiran, orang yang berbhakti seperti ini sangat Aku kasihi.

12-20

ye tu dharmamritam idam
yathoktam paryupasate
sraddadhana mat-parama
bhaktas te ’tiva me priyah

“Those who follow this imperishable path of devotional service and who completely engage themselves with faith, making Me the supreme goal, are very, very dear to Me.”

Tetapi, mereka yang penuh keyakinan memandang-Ku sebagai tujuannya yang tertinggi, mengikuti kebijaksanaan abadi ini, bhakta yang demikian itulah yang paling Aku sayangi.

Disini berakhir Bab XII, percakapan yang berjudul: Bhakti Yoga

[Kembali]


Bhagavad Gita – Bab XIII

Trayodaso’dhyayah
Bab XIII

Ksetra Ksetrajna Wibhaga Yoga

13-1 & 13-2

arjuna uvaca
prakritim purusham caiva
kshetram kshetra-jnam eva ca
etad veditum icchami
jnanam jneyam ca keshava

sri-bhagavan uvaca
idam sariram kaunteya
kshetram ity abhidhiyate
etad yo vetti tam prahuh
kshetra-jna iti tad-vidah

“Arjuna said: O my dear Krishna, I wish to know about prakriti [nature], purusha [the enjoyer], and the field and the knower of the field, and of knowledge and the object of knowledge.

The Supreme Personality of Godhead said: This body, O son of Kunti, is called the field, and one who knows this body is called the knower of the field.”

Arjuna berkata:
Prakrti dan Purusa, ksetra dan ksetrajna, jnana dan jneya ini Aku ingin mengetahuinya, wahai Kesava (Krsna).

Sri Bhagavan bersabda:
Badan ini disebut sebagai Ksetra, wahai putra Kunti (Arjuna) dan yang mengetahuinya disebut Ksetrajna oleh mereka yang mengetahui hal ini.

13-3

kshetra-jnam capi mam viddhi
sarva-kshetresu bharata
kshetra-kshetrajnayor jnanam
yat taj jnanam matam mama

“O scion of Bharata, you should understand that I am also the knower in all bodies, and to understand this body and its knower is called knowledge. That is My opinion.”

Ketahuilah bahwa Aku adalah Yang Mengetahui (Ksetrajna) lapangan (ksetra) pada segala lapangan, wahai Bharata (Arjuna). Pengetahuan tentang lapangan (Ksetra) dan yang mengetahuinya (Ksetrajna). Aku anggap sebagai pengetahuan sejati

13-4

tat kshetram yac ca yadrk ca
yad-vikari yatas ca yat
sa ca yo yat-prabhavas ca
tat samasena me shrinu

“Now please hear My brief description of this field of activity and how it is constituted, what its changes are, whence it is produced, who that knower of the field of activities is, and what his influences are.”

Dengarkanlah secara singkat dari-Ku apa yang disebut lapangan (Ksetra), bagaimana sifat dan perubahan-perubahannya, dari mana asalnya; dan apa Ksetrajna itu serta apa kekuatannya.

13-5

rsibhir bahudha gitam
chandobhir vividhaih prithak
brahma-sutra-padais caiva
hetumadbhir viniscitaih

“That knowledge of the field of activities and of the knower of activities is described by various sages in various Vedic writings. It is especially presented in Vedanta-sutra with all reasoning as to cause and effect.”

Ini telah dikidungkan oleh para rsi dalam banyak cara dan saling berbeda, dalam berbagai macam irama dan juga dalam penalaran yang baik serta dalam pengungkapan konklusif dari aporisma tentang Yang Mutlak (brahmasutra).

13-6 & 13-7

maha-bhutany ahankaro
buddhir avyaktam eva ca
indriyani dasaikam ca
panca cendriya-gocarah

iccha dvesah sukham duhkham
sanghatas cetana dhrtih
etat kshetram samasena
sa-vikaram udahrtam

“The five great elements, false ego, intelligence, the unmanifested, the ten senses and the mind, the five sense objects, desire, hatred, happiness, distress, the aggregate, the life symptoms, and convictions—all these are considered, in summary, to be the field of activities and its interactions.”

Unsur-unsur dasar utama, keakuan, kecerdasan dan juga yang tak termanifestasikan, sepuluh indra dan pikiran serta lima obyek indra. Keinginan dan kebencian, kesenangan dan kesedihan, kumpulannya, kecerdasan dan kemantapan, sebagai Ksetra telah diuraikan secara singkat bersama-sama dengan modifikasinya.

13-8

amanitvam adambhitvam
ahimsa ksantir arjavam
acaryopasanam shaucam
sthairyam atma-vinigrahah

(9)

indriyarthesu vairagyam
anahankara eva ca
janma-mrityu-jara-vyadhi-
duhkha-dosanudarshanam

(10)

ashaktir anabhisvangah
putra-dara-grhadisu
nityam ca sama-cittatvam
istanistopapattisu

(11)

mayi cananya-yogena
bhaktir avyabhicarini
vivikta-desa-sevitvam
aratir jana-samsadi

(12)

adhyatma-jnana-nityatvam
tattva-jnanartha-darshanam
etaj jnanam iti proktam
ajnanam yad ato ’nyatha

“Humility; pridelessness; nonviolence; tolerance; simplicity; approaching a bona fide spiritual master; cleanliness; steadiness; self-control; renunciation of the objects of sense gratification; absence of false ego; the perception of the evil of birth, death, old age and disease; detachment; freedom from entanglement with children, wife, home and the rest; even-mindedness amid pleasant and unpleasant events; constant and unalloyed devotion to Me; aspiring to live in a solitary place; detachment from the general mass of people; accepting the importance of self-realization; and philosophical search for the Absolute Truth—all these I declare to be knowledge, and besides this whatever there may be is ignorance.”

Kerendahan hati, kejujuran, tanpa kekerasan, sabar, keadilan, pelayanan kepada guru, kemurnian badan dan pikiran, keteguhan hati dan pengendalian diri. Tak perduli pada obyek-obyek indriawi, menjauhkan diri dari bayangan jahatnya kematian, usia tua, kesakitan dan penderitaan. Tanpa keterikatan, bebas dari ketergantungan pada anak, istri, rumah dan sejenisnya, dan tetap berpikir seimbang terhadap peristiwa yang disenangi maupun yang tak disenangi. Pengabdian yang tak tergoyahkan kepada-Ku dengan pendisiplinan sepenuh hati, berlindung pada tempat yang terpencil, tidak menyukai kerumunan banyak orang. Secara terus menerus dalam pengetahuan tentang sang Diri, penglihatan batin tentang akhir dari pengetahuan Kebenaran – semuanya ini dinyatakan sebagai pengetahuan sejati dan semua yang lainnya sebagai bukan pengetahuan.

13-13

jneyam yat tat pravaksyami
yaj jnatvamritam asnute
anadi mat-param brahma
na sat tan nasad ucyate

“I shall now explain the knowable, knowing which you will taste the eternal. Brahman, the spirit, beginningless and subordinate to Me, lies beyond the cause and effect of this material world.”

Aku akan menguraikan tentang apa yang harus diketahui dan dengan mengetahuinya, kehidupan abadi dapat diperoleh. Itulah Brahman Tertinggi yang tanpa awal dan yang dikatakan bukan keberadaan maupun keberadaan (sat asat)

13-14

sarvatah pani-padam tat
sarvato ’ksi-siro-mukham
sarvatah shrutimal loke
sarvam avrtya tishthati

“Everywhere are His hands and legs, His eyes, heads and faces, and He has ears everywhere. In this way the Supersoul exists, pervading everything.”

Dengan tangan dan kaki dimana-mana, dengan mata, kepala dan muka pada semua sisi, dengan telinga pada segala sisi. Dia bersemayam di alam semesta ini, meliputi segalanya.

13-15

sarvendriya-gunabhasam
sarvendriya-vivarjitam
asaktam sarva-bhrc caiva
nirgunam guna-bhoktr ca

“The Supersoul is the original source of all senses, yet He is without senses. He is unattached, although He is the maintainer of all living beings. He transcends the modes of nature, and at the same time He is the master of all the modes of material nature.”

Dia tampaknya memiliki sifat-sifat seluruh indra namun tanpa indra sama sekali, tak terikat namun mendukung semuanya, bebas dari guna (sifat dari prakrti) namun menikmatinya.

13-16

bahir antas ca bhutanam
acaram caram eva ca
suksmatvat tad avijneyam
dura-stham cantike ca tat

“The Supreme Truth exists outside and inside of all living beings, the moving and the nonmoving. Because He is subtle, He is beyond the power of the material senses to see or to know. Although far, far away, He is also near to all.”

Ia ada di dalam dan di luar segala mahluk. Ia tak bergerak dan juga bergerak. Ia terlalu halus untuk dapat diketahui. Ia sangat jauh namun juga sangat dekat.

13-17

avibhaktam ca bhutesu
vibhaktam iva ca sthitam
bhuta-bhartr ca taj jneyam
grasisnu prabhavishnu ca

“Although the Supersoul appears to be divided among all beings, He is never divided. He is situated as one. Although He is the maintainer of every living entity, it is to be understood that He devours and develops all.”

Ia tak dapat dibagi-bagi namun juga tampaknya terbagi diantara mahluk-mahluk. Ia harus diketahui sebagai penopang mahluk hidup, memusnahkannya dan menciptakannya kembali.

13-18

jyotisam api taj jyotis
tamasah param ucyate
jnanam jneyam jnana-gamyam
hridi sarvasya visthitam

“He is the source of light in all luminous objects. He is beyond the darkness of matter and is unmanifested. He is knowledge, He is the object of knowledge, and He is the goal of knowledge. He is situated in everyone’s heart.”

Dia adalah Sinar dari segala sinar, yang dikatakan mengatasi kegelapan; obyek pengetahuan dan tujuan dari pengetahuan; Dia bersemayam dalam hati semua mahluk.

13-19

iti kshetram tatha jnanam
jneyam coktam samasatah
mad-bhakta etad vijnaya
mad-bhavayopapadyate

“Thus the field of activities [the body], knowledge and the knowable have been summarily described by Me. Only My devotees can understand this thoroughly and thus attain to My nature.”

Dengan demikian, ksetra, pengetahuan (jnana) dan obyek pengetahuan (jneya) telah diuraikan secara singkat. Para bhakta yang memahaminya layak untuk sampai ke tempat-Ku

13-20

prakritim purusham caiva
viddhy anadi ubhav api
vikarams ca gunams caiva
viddhi prakriti-sambhavan

“Material nature and the living entities should be understood to be beginningless. Their transformations and the modes of matter are products of material nature.”

Ketahuilah bahwa prakrti (alam) dan purusa (roh) keduanya tanpa awal; dan ketahui pulalah bahwa wujud dan sifat berasal dari prakrti (alam) tersebut.

13-21

karya-karana-kartrtve
hetuh prakritir ucyate
purushah sukha-duhkhanam
bhoktrtve hetur ucyate

“Nature is said to be the cause of all material causes and effects, whereas the living entity is the cause of the various sufferings and enjoyments in this world.”

Alam dikatakan sebagai penyebab dari akibat, alat dan pelaku dan roh dikatakan sebagai penyebab, dalam kaitannya dengan pengalaman kesenangan dan kesedihan.

13-22

purushah prakriti-stho hi
bhunkte prakriti-jan gunan
karanam guna-sango ’sya
sad-asad-yoni-janmasu

“The living entity in material nature thus follows the ways of life, enjoying the three modes of nature. This is due to his association with that material nature. Thus he meets with good and evil among various species.”

Roh di alam ini menyukai sifat-sifat yang berasal dari alam. Keterikatan terhadap sifat alam (prakrti) itu menyebabkan kelahirannya dalam kandungan yang baik maupun yang jahat.

13-23

upadrastanumanta ca
bharta bhokta maheshvarah
paramatmeti capy ukto
dehe ’smin purushah parah

“Yet in this body there is another, a transcendental enjoyer, who is the Lord, the supreme proprietor, who exists as the overseer and permitter, and who is known as the Supersoul.”

Roh Tertinggi dalam badan dikatakan sebagai Saksi, Pengawas, Penopang, Yang Mengalami, Penguasa Tertinggi dan sang Diri Tertinggi.

13-24

ya evam vetti purusham
prakritim ca gunaih saha
sarvatha vartamano ’pi
na sa bhuyo ’bhijayate

“One who understands this philosophy concerning material nature, the living entity and the interaction of the modes of nature is sure to attain liberation. He will not take birth here again, regardless of his present position.”

Ia yang mengetahui purusa (sang roh) dan prakrti (alam), bersama-sama dengan sifat (guna), walaupun ia berbuat dengan cara apapun, ia tak akan lahir kembali.

13-25

dhyanenatmani pasyanti
kecid atmanam atmana
anye sankhyena yogena
karma-yogena capare

“Some perceive the Supersoul within themselves through meditation, others through the cultivation of knowledge, and still others through working without fruitive desires.”

Dengan melakukan meditasi beberapa orang dapat mengetahui sang Diri dalam diri oleh diri-nya; yang lainnya dengan jalan pengetahuan namun yang lainnya lagi melalui jalan kegiatan kerja.

13-26

anye tv evam ajanantah
srutvanyebhya upasate
te ’pi catitaranty eva
mrityum shruti-parayanah

“Again there are those who, although not conversant in spiritual knowledge, begin to worship the Supreme Person upon hearing about Him from others. Because of their tendency to hear from authorities, they also transcend the path of birth and death.”

Namun yang lainnya, karena ketidaktahuannya (tentang yoga ini), mendengar dari orang lain dan memuja; dan mereka juga dapat melewati kematian dengan pengabdian mereka terhadap apa yang mereka dengar.

13-27

yavat sanjayate kincit
sattvam sthavara-jangamam
kshetra-kshetrajna-samyogat
tad viddhi bharatarsabha

“O chief of the Bharatas, know that whatever you see in existence, both the moving and the nonmoving, is only a combination of the field of activities and the knower of the field.”

Mahluk apapun yang lahir, baik yang bergerak maupun yang tak bergerak, wahai Bharatarsabha (Arjuna), ketahuilah bahwa itu berasal dari gabungan ksetra dan ksetrajna.

13-28

samam sarveshu bhutesu
tisthantam paramesvaram
vinasyatsv avinasyantam
yah pasyati sa pasyati

“One who sees the Supersoul accompanying the individual soul in all bodies, and who understands that neither the soul nor the Supersoul within the destructible body is ever destroyed, actually sees.”

Ia yang melihat Penguasa Tertinggi merata bersemayam pada semua mahluk, yang tak akan pernah musnah walaupun mereka musnah, sesungguhnya ia melihat.

13-29

samam pasyan hi sarvatra
samavasthitam ishvaram
na hinasty atmanatmanam
tato yati param gatim

“One who sees the Supersoul equally present everywhere, in every living being, does not degrade himself by his mind. Thus he approaches the transcendental destination.”

Karena, ketika ia melihat kehadiran Tuhan, merata dimana-mana, ia tak akan menyakiti Dirinya yang sejati dengan dirinya dan kemudian ia mencapai tujuan tertinggi.

13-30

prakrityaiva ca karmani
kriyamanani sarvasah
yah pasyati tathatmanam
akartaram sa pasyati

“One who can see that all activities are performed by the body, which is created of material nature, and sees that the self does nothing, actually sees.”

Ia yang melihat bahwa segala kegiatan kerja hanya dilakukan oleh prakrti dan dengan demikian sang diri bukanlah si pelaku, sesungguhnya ialah yang melihat (Kebenaran).

13-31

yada bhuta-prithag-bhavam
eka-stham anupasyati
tata eva ca vistaram
brahma sampadyate tada

“When a sensible man ceases to see different identities due to different material bodies and he sees how beings are expanded everywhere, he attains to the Brahman conception.”

Bila ia melihat bahwa berbagai keadaan mahluk-mahluk terpusatkan pada Yang Tunggal dan hanya dari sanalah ia muncul, maka ia mencapai Brahman.

13-32

anaditvan nirgunatvat
paramatmayam avyayah
sarira-stho ’pi kaunteya
na karoti na lipyate

“Those with the vision of eternity can see that the imperishable soul is transcendental, eternal, and beyond the modes of nature. Despite contact with the material body, O Arjuna, the soul neither does anything nor is entangled.”

Karena, sang Diri Tertinggi ini kekal, tanpa awal, tanpa sifat, wahai putra Kunti (Arjuna), sehingga walaupun Ia bersemayam dalam badan, Ia tak berbuat maupun ternoda.

13-33

yatha sarva-gatam sauksmyad
akasam nopalipyate
sarvatravasthito dehe
tathatma nopalipyate

“The sky, due to its subtle nature, does not mix with anything, although it is all-pervading. Similarly, the soul situated in Brahman vision does not mix with the body, though situated in that body.”

Seperti ruang (ether) yang meliputi segalanya itu tak ternodai dengan alasan karena kehalusannya, demikian juga sang Diri yang hadir pada setiap orang juga tidak menderita kecemaran (noda).

13-34

yatha prakasayaty ekah
krtsnam lokam imam ravih
kshetram ksetri tatha krtsnam
prakasayati bharata

“O son of Bharata, as the sun alone illuminates all this universe, so does the living entity, one within the body, illuminate the entire body by consciousness.”

Seperti satu matahari yang menyinari seluruh dunia ini, demikian pula Penguasa badan (ksetrajna) menyinari segenap badan ini, wahai Bharata (Arjuna).

13-35

kshetra-kshetrajnayor evam
antaram jnana-caksusa
bhuta-prakriti-moksham ca
ye vidur yanti te param

“Those who see with eyes of knowledge the difference between the body and the knower of the body, and can also understand the process of liberation from bondage in material nature, attain to the supreme goal.”

Mereka yang melihat ini dengan mata kebijaksanaan, antara ksetra dan ksetrajna, serta pembebasan mahluk-mahluk dari prakrti, mereka mencapai Yang Tertinggi.

Disini berakhir Bab XIII, percakapan yang berjudul Ksetra Ksetrajna Wibhaga Yoga

[Kembali]


Bhagavad Gita – Bab XIV

Caturdaso’dhyayah
Bab XIV

Guna Traya Wibhaga Yoga

14-1

sri-bhagavan uvaca
param bhuyah pravaksyami
jnananam jnanam uttamam
yaj jnatva munayah sarve
param siddhim ito gatah

“The Supreme Personality of Godhead said: Again I shall declare to you this supreme wisdom, the best of all knowledge, knowing which all the sages have attained the supreme perfection.”

Sri Bhagavan bersabda:
Kembali Aku katakan bahwa kebijaksanaan tertinggi adalah yang terbaik dari seluruh kebijaksanaan dan dengan mengetahuinya semua orang bijak telah terbebas dari dunia ini menuju kesempurnaan tertinggi.

14-2

idam jnanam upasritya
mama sadharmyam agatah
sarge ’pi nopajayante
pralaye na vyathanti ca

“By becoming fixed in this knowledge, one can attain to the transcendental nature like My own. Thus established, one is not born at the time of creation or disturbed at the time of dissolution.”

Setelah berlindung pada kebijaksanaan ini dan menjadi bersifat seperti Aku, mereka tak akan lahir lagi pada waktu penciptaan maupun terusik pada saat penyerapan kembali.

14-3

mama yonir mahad brahma
tasmin garbham dadhamy aham
sambhavah sarva-bhutanam
tato bhavati bharata

“The total material substance, called Brahman, is the source of birth, and it is that Brahman that I impregnate, making possible the births of all living beings, O son of Bharata.”

Brahma agung (prakrti) adalah Kandungan-Ku; disanalah Akun menanamkan benih dan dari sana lah munculnya mahluk-mahluk ini, wahai Bharata (Arjuna)

14-4

sarva-yonisu kaunteya
murtayah sambhavanti yah
tasam brahma mahad yonir
aham bija-pradah pita

“It should be understood that all species of life, O son of Kunti, are made possible by birth in this material nature, and that I am the seed-giving father.”

Apapun wujudnya semuanya lahir dari kandungan, wahai putra Kunti (Arjuna), brahma yang agung adalah kandungannya dan Aku adalah Bapak yang menanamkan benihnya.

14-5

sattvam rajas tama iti
gunah prakriti-sambhavah
nibadhnanti maha-baho
dehe dehinam avyayam

“Material nature consists of three modes—goodness, passion and ignorance. When the eternal living entity comes in contact with nature, O mighty-armed Arjuna, he becomes conditioned by these modes.”

Tiga sifat (guna), sattvam (kebaikan), rajas (bernafsu) dan tamas (kelembamam) berasal dari alam (prakrti) yang membelenggu badan jasmani, wahai Mahabahu (Arjuna), sedangkan yang abadi bersemayam dalam badan.

14-6

tatra sattvam nirmalatvat
prakasakam anamayam
sukha-sangena badhnati
jnana-sangena canagha

“O sinless one, the mode of goodness, being purer than the others, is illuminating, and it frees one from all sinful reactions. Those situated in that mode become conditioned by a sense of happiness and knowledge.”

Dari padanya, sifat sattvam (kebaikan) menjadi murni, menyebabkan pencerahan dan kesehatan, wahai Anagha (Arjuna), dengan keterikatan pada kebahagiaan dan pengetahuan.

14-7

rajo ragatmakam viddhi
trsna-sanga-samudbhavam
tan nibadhnati kaunteya
karma-sangena dehinam

“The mode of passion is born of unlimited desires and longings, O son of Kunti, and because of this the embodied living entity is bound to material fruitive actions.”

Ketahuilah bahwa sifat rajas (nafsu) adalah sifat ketertarikan yang muncul dari kerinduan dan keterikatan. Ia membelenggu dengan sangat eratnya, wahai putra Kunti (Arjuna), penghuni badan dengan keterikatan untuk melakukan kegiatan kerja.

14-8

tamas tv ajnana-jam viddhi
mohanam sarva-dehinam
pramadalasya-nidrabhis
tan nibadhnati bharata

“O son of Bharata, know that the mode of darkness, born of ignorance, is the delusion of all embodied living entities. The results of this mode are madness, indolence and sleep, which bind the conditioned soul.”

Tetapi, ketahuilah bahwa sifat tamas itu berasal dari kebodohan dan menipu seluruh keberadaan berwujud ini, wahai Bharata (Arjuna), edngan mengembangkan sifat-sifat tak perduli, malas dan tidur.

14-9

sattvam sukhe sanjayati
rajah karmani bharata
jnanam avrtya tu tamah
pramade sanjayaty uta

“O son of Bharata, the mode of goodness conditions one to happiness; passion conditions one to fruitive action; and ignorance, covering one’s knowledge, binds one to madness.”

Sifat sattva (kebaikan) mengikat seseorang pada kebahagiaan, sifat rajas (nafsu) dengan kegiatan kerja, wahai Bharata (Arjuna), tetapi kebodohan (tamas), menyelubungi kebijaksanaan dan terikat untuk bermalas-malasan (tak peduli).

14-10

rajas tamas cabhibhuya
sattvam bhavati bharata
rajah sattvam tamas caiva
tamah sattvam rajas tatha

“Sometimes the mode of goodness becomes prominent, defeating the modes of passion and ignorance, O son of Bharata. Sometimes the mode of passion defeats goodness and ignorance, and at other times ignorance defeats goodness and passion. In this way there is always competition for supremacy.”

Sifat sattvam (kebaikan) meningkat, mengatasi sifat rajas dan tamas, wahai Bharata (Arjuna). Sifat rajas meningkat, menguasai sifat sattva dan tamas, demikian pula sifat tamas meningkat, mengatasi sifat sattva dan rajas.

14-11

sarva-dvaresu dehe ’smin
prakasa upajayate
jnanam yada tada vidyad
vivrddham sattvam ity uta

“The manifestations of the mode of goodness can be experienced when all the gates of the body are illuminated by knowledge.”

Apabila sinar pengetahuan menembus seluruh gerbang badan, maka dapat diketahui bahwa sifat sattvam bertambah kuasa

14-12

lobhah pravrttir arambhah
karmanam asamah sprha
rajasy etani jayante
vivrddhe bharatarsabha

O chief of the Bharatas, when there is an increase in the mode of passion the symptoms of great attachment, fruitive activity, intense endeavor, and uncontrollable desire and hankering develop.

Serakah, kegiatan kerja, melakukan pekerjaan, gelisah dan ketagihan, semuanya ini meningkat, wahai Bharatarsabha (Arjuna), manakala sifat rajas tambah berkuasa.

14-13

aprakaso ’pravrttis ca
pramado moha eva ca
tamasy etani jayante
vivrddhe kuru-nandana

“When there is an increase in the mode of ignorance, O son of Kuru, darkness, inertia, madness and illusion are manifested.”

Kegelapan, tanpa kegiatan, tidak perduli dan hanya kebingungan – semuanya ini muncul, wahai Kurunandana (Arjuna), manakala sifat tamas bertambah besar.

14-14

yada sattve pravrddhe tu
pralayam yati deha-bhrt
tadottama-vidam lokan
amalan pratipadyate

“When one dies in the mode of goodness, he attains to the pure higher planets of the great sages.”

Apabila sifat sattvam (kebaikan) meningkat dan roh penghuni badan menemui masa peleburan, maka ia mencapai dunia murni dari mereka yang mengetahui Yang Tertinggi (Tuhan)

14-15

rajasi pralayam gatva
karma-sangisu jayate
tatha pralinas tamasi
mudha-yonisu jayate

“When one dies in the mode of passion, he takes birth among those engaged in fruitive activities; and when one dies in the mode of ignorance, he takes birth in the animal kingdom.”

Ketika sifat rajas meningkat saat bertemu dengan saat kematian, ia akan lahir di antara mereka yang terikat dengan kegiatan kerja; dan apabila ia mati di saat sifat tamas yang mendominasi, ia akan lahir dalam kandungan yang membingungkan.

14-16

karmanah sukritasyahuh
sattvikam nirmalam phalam
rajasas tu phalam duhkham
ajnanam tamasah phalam

“The result of pious action is pure and is said to be in the mode of goodness. But action done in the mode of passion results in misery, and action performed in the mode of ignorance results in foolishness.”

Hasil dari kegiatan baik dikatakan bersifat ‘kebaikan’; sementara hasil dari sifat rajas adalah penderitaan dan hasil dari sifat tamas adalah kebodohan

14-17

sattvat sanjayate jnanam
rajaso lobha eva ca
pramada-mohau tamaso
bhavato ’jnanam eva ca

“From the mode of goodness, real knowledge develops; from the mode of passion, greed develops; and from the mode of ignorance develop foolishness, madness and illusion.”

Dari sifat tattva timbul pengetahuan dan dari sifat rajas keserakahan; dari sifat tamas muncul ketidakperdulian, kesalahan dan juga kebodohan

14-18

urdhvam gacchanti sattva-stha
madhye tisthanti rajasah
jaghanya-guna-vrtti-stha
adho gacchanti tamasah

“Those situated in the mode of goodness gradually go upward to the higher planets; those in the mode of passion live on the earthly planets; and those in the abominable mode of ignorance go down to the hellish worlds.”

Mereka yang mantap dalam sifat sattva akan meningkat ke wilayah yang lebih tinggi; yang bersifat rajas beraa di wilayah tengah; dan yang bersifat tamas yang tenggelam dalam masalah yang lebih rendah, akan tenggelam makin ke bawah.

14-19

nanyam gunebhyah kartaram
yada drastanupasyati
gunebhyas ca param vetti
mad-bhavam so ’dhigacchati

“When one properly sees that in all activities no other performer is at work than these modes of nature and he knows the Supreme Lord, who is transcendental to all these modes, he attains My spiritual nature.”

Bila si pengamat menyadari bahwa tak ada pelaku lain selain dari pada sifat-sifat dan juga mengetahui yang melampaui sifat-sifat itu, ia mencapai keberadaan-Ku.

14-20

gunan etan atitya trin
dehi deha-samudbhavan
janma-mrityu-jara-duhkhair
vimukto ’mrtam asnute

“When the embodied being is able to transcend these three modes associated with the material body, he can become free from birth, death, old age and their distresses and can enjoy nectar even in this life.”

Bila roh penghuni badan dapat mengatasi ketiga guna yang berasal dari badan, ia terbebas dari kelahiran, kematian, usia tua, dan penderitaan serta mencapai kehidupan abadi.

14-21

arjuna uvaca
kair lingais trin gunan etan
atito bhavati prabho
kim acarah katham caitams
trin gunan ativartate

“Arjuna inquired: O my dear Lord, by which symptoms is one known who is transcendental to these three modes? What is his behavior? And how does he transcend the modes of nature?”

Arjuna bertanya:
Apakah tanda-tanda dari mereka yang telah mengatasi ketiga sifat (guna) tersebut, wahai Prabhu (Krsna)? Bagaimanakah cara hidup mereka? Bagaimana caranya mereka dapat mengatasi ketiga sifat itu?

14-22, 14-23, 14-24 & 14-25

sri-bhagavan uvaca
prakasam ca pravrttim ca
moham eva ca pandava
na dvesti sampravrttani
na nivrttani kanksati

udasina-vad asino
gunair yo na vicalyate
guna vartanta ity evam
yo ’vatishthati nengate

sama-duhkha-sukhah sva-sthah
sama-lostasma-kancanah
tulya-priyapriyo dhiras
tulya-nindatma-samstutih

manapamanayos tulyas
tulyo mitrari-pakshayoh
sarvarambha-parityagi
gunatitah sa ucyate

“The Supreme Personality of Godhead said: O son of Pandu, he who does not hate illumination, attachment and delusion when they are present or long for them when they disappear; who is unwavering and undisturbed through all these reactions of the material qualities, remaining neutral and transcendental, knowing that the modes alone are active; who is situated in the self and regards alike happiness and distress; who looks upon a lump of earth, a stone and a piece of gold with an equal eye; who is equal toward the desirable and the undesirable; who is steady, situated equally well in praise and blame, honor and dishonor; who treats alike both friend and enemy; and who has renounced all material activities—such a person is said to have transcended the modes of nature.”

Sri Bhagavan bersabda:
Dia yang tidak membenci sekali pencerahan, kegiatan dan khayalan, wahai Pandava (Arjuna), ketika mereka meningkat ataupun tidak merindukannya manakala mereka berhenti. Ia yang duduk seperti orang yang tak perduli, tak terusik oleh sifat-sifat itu, yang tetap terpisah tanpa tergoyahkan, ketahuilah bahwa itu hanyalah kegiatan dari guna (sifat) tersebut. Ia yang memandang sama terhadap suka maupun duka, yang teguh pendiriannya, yang memandang sama terhadap segumpal tanah, sebongkah batu dan sekeping emas, yang tetap tabah di tengah-tengah hal-hal yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, yang pikirannya mantap, yang memandang sama pujian maupun cacian. Ia yang tetap sama dalam kehormatan maupun kehinaan dan bersikap sama kepada kawan maupun lawan, serta telah melepaskan segala inisiatif kegiatan kerja, dikatakan telah melampaui sifat-sifat (guna)

14-26

mam ca yo ’vyabhicarena
bhakti-yogena sevate
sa gunan samatityaitan
brahma-bhuyaya kalpate

“One who engages in full devotional service, unfailing in all circumstances, at once transcends the modes of material nature and thus comes to the level of Brahman.”

Ia yang melayani-Ku dengan pengabdian yang tak kunjung padam, mengatasi ketiga guna, ia juga layak mencapai Brahman.

14-27

brahmano hi pratishthaham
amritasyavyayasya ca
sasvatasya ca dharmasya
sukhasyaikantikasya ca

“And I am the basis of the impersonal Brahman, which is immortal, imperishable and eternal and is the constitutional position of ultimate happiness.”

Karena Aku adalah kedudukan Brahman, Yang Abadi, Kekal, dharma abadi dan kebahagiaan mutlak.

Disini berakhir Bab XIV, percakapan yang berjudul: Guna Traya Wibhaga Yoga

[Kembali]


Bhagavad Gita – Bab XV

Pancadaso’dhyayah
Bab XV

Purusottama Yoga

15-1

sri-bhagavan uvaca
urdhva-mulam adhah-sakham
ashvattham prahur avyayam
chandamsi yasya parnani
yas tam veda sa veda-vit

“The Supreme Personality of Godhead said: It is said that there is an imperishable banyan tree that has its roots upward and its branches down and whose leaves are the Vedic hymns. One who knows this tree is the knower of the Vedas.”

Sri Bhagavan bersabda:
Mereka mengatakan tentang asvattham abadi sebagai memiliki akar di atas dan cabang-cabangnya di bawah. Daun-daunnya adalah kitab-kitab Veda dan ia yang mengetahui hal ini adalah yang mengetahui Veda.

15-2

adhas cordhvam prasrtas tasya sakha
guna-pravrddha visaya-pravalah
adhas ca mulany anusantatani
karmanubandhini manushya-loke

“The branches of this tree extend downward and upward, nourished by the three modes of material nature. The twigs are the objects of the senses. This tree also has roots going down, and these are bound to the fruitive actions of human society.”

Cabangnya tumbuh ke bawah dan ke atas, yang dihidupi oleh guna (sifat), dengan obyek-obyek indra sebagai tunas-tunasnya dan ke bawah di dunia manusia menjulur akar-akar yang berakibat dalam kegiatan kerja.

15-3 & 15-4

na rupam asyeha tathopalabhyate
nanto na cadir na ca sampratishtha
ashvattham enam su-virudha-mulam
asanga-sastrena drdhena chittva

tatah padam tat parimargitavyam
yasmin gata na nivartanti bhuyah
tam eva cadyam purusham prapadye
yatah pravrttih prasrta purani

“The real form of this tree cannot be perceived in this world. No one can understand where it ends, where it begins, or where its foundation is. But with determination one must cut down this strongly rooted tree with the weapon of detachment. Thereafter, one must seek that place from which, having gone, one never returns, and there surrender to that Supreme Personality of Godhead from whom everything began and from whom everything has extended since time immemorial.”

Bentuk sebenarnya tidak diketahui, baik ujung maupun pangkalnya ataupun batangnya. Setelah memotong pohon Asvattha yang berakar mantap ini dengan pedang kuat ketidakterikatan. Maka, jalan yang membawa seseorang dan tak kembali lagi harus dicari dengan mengatakan, “Aku berlindung hanya pada Pribadi Utama, sebagai sumber kemunculan alam dunia yang kuno ini berasal”.

15-5

nirmana-moha jita-sanga-dosa
adhyatma-nitya vinivrtta-kamah
dvandvair vimuktah sukha-duhkha-samjnair
gacchanty amudhah padam avyayam tat

“Those who are free from false prestige, illusion and false association, who understand the eternal, who are done with material lust, who are freed from the dualities of happiness and distress, and who, unbewildered, know how to surrender unto the Supreme Person attain to that eternal kingdom.”

Mereka yang bebas dari kesombingan dan ilusi, yang telah menaklukkan jahatnya keterikatan, yang segala keinginannya selalu untuk mengabdi pada Roh Tertinggi, yang terbebas dari dualitas yang dikenal sebagai senang dan susah dan tak terbingungkan, akan pergi menuju keadaan yang kekal itu.

15-6

na tad bhasayate suryo
na sasanko na pavakah
yad gatva na nivartante
tad dhama paramam mama

“That supreme abode of Mine is not illumined by the sun or moon, nor by fire or electricity. Those who reach it never return to this material world.”

Matahari tidak menyinarinya, demikian juga bulan ataupun api. Itulah tempat tinggal-Ku yang tertinggi dan orang yang mencapainya tak akan kembali lagi.

15-7

mamaivamso jiva-loke
jiva-bhutah sanatanah
manah-sasthanindriyani
prakriti-sthani karshati

“The living entities in this conditioned world are My eternal fragmental parts. Due to conditioned life, they are struggling very hard with the six senses, which include the mind.”

Suatu fragmen (cuplikan) dari diri-Ku sendiri, setelah menjadi roh yang hidup, kekal di dunia kehidupan ini, menarik indra-indra ke arah dirinya dan pikiran sebagai yang keenam, yang berada dalam alam (prakrti)

15-8

sariram yad avapnoti
yac capy utkramatishvarah
grhitvaitani samyati
vayur gandhan ivasayat

“The living entity in the material world carries his different conceptions of life from one body to another as the air carries aromas. Thus he takes one kind of body and again quits it to take another.”

Bila sang Jiva mengenakan badan jasmani dan ketika ia meninggalkannya, ia juga membawa serta indra-indra dan pikiran dan pergi bagaikan angin yang membawa bau harum dari tempatnya.

15-9

srotram caksuh sparshanam ca
rasanam ghranam eva ca
adhisthaya manas cayam
visayan upasevate

“The living entity, thus taking another gross body, obtains a certain type of ear, eye, tongue, nose and sense of touch, which are grouped about the mind. He thus enjoys a particular set of sense objects.”

Ia menikmati obyek indra dengan menggunakan telinga, mata, indra sentuhan, indra pengecap dan hidung, demikian juga pikiran.

15-10

utkramantam sthitam vapi
bhunjanam va gunanvitam
vimudha nanupasyanti
pasyanti jnana-caksusah

“The foolish cannot understand how a living entity can quit his body, nor can they understand what sort of body he enjoys under the spell of the modes of nature. But one whose eyes are trained in knowledge can see all this.”

Ketika Ia berangkat atau tinggal ataupun mengalami, dalam hubungannya dengan sifat-sifat (guna), mereka yang tersesat tak dapat melihat (roh penghuni badan), tetapi mereka yang memiliki mata kebijaksanaan dapat melihatnya.

15-11

yatanto yoginas cainam
pasyanty atmany avasthitam
yatanto ’py akritatmano
nainam pasyanty acetasah

“The endeavoring transcendentalists, who are situated in self-realization, can see all this clearly. But those whose minds are not developed and who are not situated in self-realization cannot see what is taking place, though they may try to.”

Para yogi juga berusaha mengetahui-Nya sebagai yang termantapkan pada sang Diri, tetapi mereka yang kurang cerdas, yang jiwanya tak terdisiplinkan walaupun berusaha keras tak dapat menemukan-Nya.

15-12

yad aditya-gatam tejo
jagad bhasayate ’khilam
yac candramasi yac cagnau
tat tejo viddhi mamakam

“The splendor of the sun, which dissipates the darkness of this whole world, comes from Me. And the splendor of the moon and the splendor of fire are also from Me.”

Kecemerlangan matahari yang menyinari seluruh dunia, yang ada pada bulan dan api, ketahuilah bahwa itu adalah kecemerlangan-Ku

15-13

gam avisya ca bhutani
dharayamy aham ojasa
pusnami causadhih sarvah
somo bhutva rasatmakah

“I enter into each planet, and by My energy they stay in orbit. I become the moon and thereby supply the juice of life to all vegetables.”

Dan dengan masuk ke dalam bumi, Aku menopang segala mahluk dengan energi vital-Ku dan dengan menjadi cairan sari soma (bulan), Aku menghidupi seluruh tanam-tanaman.

15-14

aham vaisvanaro bhutva
praninam deham asritah
pranapana-samayuktah
pacamy annam catur-vidham

“I am the fire of digestion in the bodies of all living entities, and I join with the air of life, outgoing and incoming, to digest the four kinds of foodstuff.”

Dengan menjadi api kehidupan dari badan mahluk hidup dan bersatu dengan nafas ke atas dan ke bawah, Aku mencernakan empat jenis makanan.

15-15

sarvasya caham hridi sannivisto
mattah smritir jnanam apohanam ca
vedais ca sarvair aham eva vedyo
vedanta-krd veda-vid eva caham

“I am seated in everyone’s heart, and from Me come remembrance, knowledge and forgetfulness. By all the Vedas, I am to be known. Indeed, I am the compiler of Vedanta, and I am the knower of the Vedas.”

Dan Aku berdiam dalam hati semua mahluk; dari Aku lah datangnya ingatan dan pengetahuan, demikian juga hilangnya. Akulah sesungguhnya yang harus diketahui oleh seluruh kitab Veda. Akulah sesungguhnya penyusun kita Vedanta dan Aku juga yang mengetahui kitab-kitab Veda

15-16

dvav imau purushau loke
ksharas cakshara eva ca
ksharah sarvani bhutani
kuta-stho ’kshara ucyate

“There are two classes of beings, the fallible and the infallible. In the material world every living entity is fallible, and in the spiritual world every living entity is called infallible.”

Ada dua macam orang di dunia ini, yaitu yang dapat musnah dan yang abadi; yang dapat musnah adalah seluruh eksistensi ini dan yang tak berubah adalah yang abadi.

15-17

uttamah purushas tv anyah
paramatmety udahrtah
yo loka-trayam avisya
bibharty avyaya ishvarah

“Besides these two, there is the greatest living personality, the Supreme Soul, the imperishable Lord Himself, who has entered the three worlds and is maintaining them.”

Tetapi, lain dari pada ini, Roh Tertinggi yang disebut sang Diri Tertinggi, sebagai Penguasa Abadi memasuki ketiga dunia ini dan menghidupinya.

15-18

yasmat ksharam atito ’ham
aksharad api cottamah
ato ’smi loke vede ca
prathitah purushottamah

“Because I am transcendental, beyond both the fallible and the infallible, and because I am the greatest, I am celebrated both in the world and in the Vedas as that Supreme Person.”

Karena Aku melampaui yang dapat musnah dan bahkan lebih tinggi dari yang tak termusnahkan, Aku dimuliakan sebagai Pribadi Tertinggi, baik di dunia ini maupun dalam kitab-kitab Veda

15-19

yo mam evam asammudho
janati purushottamam
sa sarva-vid bhajati mam
sarva-bhavena bharata

“Whoever knows Me as the Supreme Personality of Godhead, without doubting, is the knower of everything. He therefore engages himself in full devotional service to Me, O son of Bharata.”

Ia yang tak terbingungkan, mengetahui Aku sebagai Pribadi Tertinggi, yang mengetahui segalanya dan memuja Aku dengan segenap jiwa raganya, wahai Bharata

15-20

iti guhyatamam shastram
idam uktam mayanagha
etad buddhva buddhiman syat
krita-krtyas ca bharata

“This is the most confidential part of the Vedic scriptures, O sinless one, and it is disclosed now by Me. Whoever understands this will become wise, and his endeavors will know perfection.”

Jadi, ajaran yang sangat rahasia ini telah Aku ajarkan kepadamu, wahai Anagha (Arjuna). Dengan mengetahuinya, seseorang akan menjadi bijaksana dan dapat melaksanakan segala kewajibannya, wahai Bharata (Arjuna)

Disini berakhir Bab XV, percakapan yang berjudul: PURUSOTTAMA YOGA

[Kembali]


Bhagavad Gita – Bab XVI

Sodaso’dhyayah
Bab XVI

Daiwasura Sampad Wibhaga Yoga
Sifat Pikiran Yang Mulia dan Yang Jahat

16-1, 16-2 & 16-3

sri-bhagavan uvaca
abhayam sattva-samsuddhir
jnana-yoga-vyavasthitih
danam damas ca yajnas ca
svadhyayas tapa arjavam

ahimsa satyam akrodhas
tyagah shantir apaisunam
daya bhutesv aloluptvam
mardavam hrir acapalam

tejah ksama dhrtih shaucam
adroho nati-manita
bhavanti sampadam daivim
abhijatasya bharata

“The Supreme Personality of Godhead said: Fearlessness; purification of one’s existence; cultivation of spiritual knowledge; charity; self-control; performance of sacrifice; study of the Vedas; austerity; simplicity; nonviolence; truthfulness; freedom from anger; renunciation; tranquillity; aversion to faultfinding; compassion for all living entities; freedom from covetousness; gentleness; modesty; steady determination; vigor; forgiveness; fortitude; cleanliness; and freedom from envy and from the passion for honor—these transcendental qualities, O son of Bharata, belong to godly men endowed with divine nature.”

Sri Bhagavan bersabda:
Keberanian, kemurnian pikiran, bijaksana dalam membagi pengetahuan dan konsentrasi, amal sedekah, pengendalian diri dan berkorban, belajar kitab suci, melakukan tapah dan berbuat kejujuran. Tanpa kekerasan, kebenaran, bebas dari kemarahan, tanpa pamrih, tenang, benci dalam mencari kesalahan, welas asih terhadap mahluk hidup, bebas dari kelobaan, sopan, kerendahan hati dan kemantapan.
Berani, pemaaf, teguh, murni, bebas dari kedengkian dan kesombongan, yang semuanya ini, wahai Bharata (Arjuna) merupakan anugerah pada mereka yang lahir dengan sifat-sifat dewata

16-4

dambho darpo ’bhimanas ca
krodhah parusyam eva ca
ajnanam cabhijatasya
partha sampadam asurim

“Pride, arrogance, conceit, anger, harshness and ignorance—these qualities belong to those of demoniac nature, O son of Pritha.”

Berlagak, angkuh, membanggakan diri, marah dan juga kasar serta bodoh, semuanya ini, wahai Partha (Arjuna) adalah sifat-sifat mereka yang lahir dengan kecenderungan raksasa.

16-5

daivi sampad vimokshaya
nibandhayasuri mata
ma sucah sampadam daivim
abhijato ’si pandava

“The transcendental qualities are conducive to liberation, whereas the demoniac qualities make for bondage. Do not worry, O son of Pandu, for you are born with the divine qualities.”

Anugerah ilahi ini dikatakan untuk mencapai pelepasan dan sifat-sifat raksasa akan menuju keterikatan. Janganlah bersedih, wahai Pandava (Arjuna), engkau dilahirkan dengan sifat-sifat ilahi.

16-6

dvau bhuta-sargau loke ’smin
daiva asura eva ca
daivo vistarasah prokta
asuram partha me shrinu

“O son of Pritha, in this world there are two kinds of created beings. One is called the divine and the other demoniac. I have already explained to you at length the divine qualities. Now hear from Me of the demoniac.”

Ada dua macam mahluk diciptakan di dunia ini, yaitu yang bersifat ilahi dan bersifat raksasa. Yang bersifat ilahi telah diuraikan secara panjang lebar. Sekarang dengarkan, wahai Partha (Arjuna), tentang mahluk yang bersifat raksasa.

16-7

pravrttim ca nivrttim ca
jana na vidur asurah
na shaucam napi cacaro
na satyam tesu vidyate

“Those who are demoniac do not know what is to be done and what is not to be done. Neither cleanliness nor proper behavior nor truth is found in them.”

Yang bersifat raksasa tidak mengetahui tentang jalan kegiatan kerja ataupun jalan penyangkalan kerja. Juga kemurnian, perilaku bajik dan kebenaran tak ada pada mereka.

16-8

asatyam apratishtham te
jagad ahur anishvaram
aparaspara-sambhutam
kim anyat kama-haitukam

“They say that this world is unreal, with no foundation, no God in control. They say it is produced of sex desire and has no cause other than lust.”

Mereka berkata bahwa dunia ini tidak nyata, tanpa dasar moral, tanpa Tuhan, tidak berada dalam susunan yang teratur, yang disebabkan oleh keinginan saja.

16-9

etam drstim avastabhya
nastatmano ’lpa-buddhayah
prabhavanty ugra-karmanah
ksayaya jagato ’hitah

“Following such conclusions, the demoniac, who are lost to themselves and who have no intelligence, engage in unbeneficial, horrible works meant to destroy the world.”

Dengan berpegang teguh pada pandangan ini, roh-roh sesat engan pemahaman lemah, dengan perbuatan kejam, muncul sebagai musuh dunia menuju kehancurannya.

16-10

kamam asritya duspuram
dambha-mana-madanvitah
mohad grhitvasad-grahan
pravartante ’suci-vratah

“Taking shelter of insatiable lust and absorbed in the conceit of pride and false prestige, the demoniac, thus illusioned, are always sworn to unclean work, attracted by the impermanent.”

Dengan menyerahkan dirinya pada keinginan yang tak pernah puas, penuh dengan kemunafikan, kebanggaan dan keangkuhan, dengan pandangan yang salah karena khayalan, mereka berbuat dengan melibatkan ketidakmurnian.

16-11 & 16-12

cintam aparimeyam ca
pralayantam upasritah
kamopabhoga-parama
etavad iti niscitah

asa-pasa-satair baddhah
kama-krodha-parayanah
ihante kama-bhogartham
anyayenartha-sancayan

“They believe that to gratify the senses is the prime necessity of human civilization. Thus until the end of life their anxiety is immeasurable. Bound by a network of hundreds of thousands of desires and absorbed in lust and anger, they secure money by illegal means for sense gratification.”

Keranjingan dengan keinginan yang tak terhitung banyaknya yang hanya berhenti dengan adanya kematian, memandang pemuasan keinginan sebagai tujuan tertinggi, dengan memastikan bahwa inilah segala-galanya. Dibelenggu oleh ratusan keinginan, yang dipasrahkan pada nafsu dan kemarahan, mereka berusaha untuk menimbun kekayaan dengan cara yang tidak jujur, demi untuk memenuhi keinginannya.

16-13, 16-14 & 16-15

idam adya maya labdham
imam prapsye manoratham
idam astidam api me
bhavisyati punar dhanam

asau maya hatah satrur
hanisye caparan api
isvaro ’ham aham bhogi
siddho ’ham balavan sukhi

adhyo ’bhijanavan asmi
ko ’nyo ’sti sadrso maya
yaksye dasyami modisya
ity ajnana-vimohitah

“The demoniac person thinks: “So much wealth do I have today, and I will gain more according to my schemes. So much is mine now, and it will increase in the future, more and more. He is my enemy, and I have killed him, and my other enemies will also be killed. I am the lord of everything. I am the enjoyer. I am perfect, powerful and happy. I am the richest man, surrounded by aristocratic relatives. There is none so powerful and happy as I am. I shall perform sacrifices, I shall give some charity, and thus I shall rejoice.” In this way, such persons are deluded by ignorance.”

Hari ini telah aku dapatkan, keinginan ini harus aku dapatkan; ini adalah milikku dan kekayaan ini juga harus menjadi milikku nantinya. Musuh ini telah aku bunuh dan yang lainnya juga akan kubunuh, akulah penguasa, akulah penikmat, akulah yang berhasil, yang perkasa dan yang berbahagia. “Aku kaya raya dan berkelahiran mulia. Siapakah yang dapat menyamai aku? Aku akan melakukan upacara yajna, aku akan beramal sedekah, aku akan bergembira,” demikianlah mereka berkata dalam kedunguannya.

16-16

aneka-citta-vibhranta
moha-jala-samavrtah
prasaktah kama-bhogesu
patanti narake ’sucau

“Thus perplexed by various anxieties and bound by a network of illusions, they become too strongly attached to sense enjoyment and fall down into hell.”

Terbingungkan oleh banyak pemikiran, terlibat dalam jaring-jaring khayalan dan terseret menuju kesenangan dari keinginan, mereka jatuh ke dalam neraka yang menjijikkan.

16-17

atma-sambhavitah stabdha
dhana-mana-madanvitah
yajante nama-yajnais te
dambhenavidhi-purvakam

“Self-complacent and always impudent, deluded by wealth and false prestige, they sometimes proudly perform sacrifices in name only, without following any rules or regulations.”

Dengan menyombongkan diri, merasa diri benar, yang penuh dengan kebanggaan dan keangkuhan akan kekayaan, mereka melaksanakan upacara yajna sebagai pulasan belaka tanpa mengindahkan aturan yang semestinya.

16-18

ahankaram balam darpam
kamam krodham ca samsritah
mam atma-para-dehesu
pradvisanto ’bhyasuyakah

“Bewildered by false ego, strength, pride, lust and anger, the demons become envious of the Supreme Personality of Godhead, who is situated in their own bodies and in the bodies of others, and blaspheme against the real religion.”

Menyerah pada kesombongan diri, kekuasaan dan keangkuhan dan juga nafsu dan kemarahan, orang-orang dengki ini membenci Aku yang bersemayam dalam badan mereka dan yang lainnya.

16-19

tan aham dvisatah kruran
samsaresu naradhaman
ksipamy ajasram asubhan
asurisv eva yonisu

“Those who are envious and mischievous, who are the lowest among men, I perpetually cast into the ocean of material existence, into various demoniac species of life.”

Para pendendam yang kejam ini merupakan orang yang terburuk; Aku akan campakkan mereka selamanya ke dalam kandungan para raksasa dalam siklus kelahiran dan kematian ini.

16-20

asurim yonim apanna
mudha janmani janmani
mam aprapyaiva kaunteya
tato yanty adhamam gatim

“Attaining repeated birth amongst the species of demoniac life, O son of Kunti, such persons can never approach Me. Gradually they sink down to the most abominable type of existence.”

Terjerumus ke dalam kandungan para raksasa, mahluk-mahluk yang terbingungkan ini dari siklus kelahiran demi kelahiran, tak akan mencapai Aku, wahai putra Kunti (Arjuna), tetapi merosot menuju tempat yang paling rendah.

16-21

tri-vidham narakasyedam
dvaram nasanam atmanah
kamah krodhas tatha lobhas
tasmad etat trayam tyajet

“There are three gates leading to this hell—lust, anger and greed. Every sane man should give these up, for they lead to the degradation of the soul.”

Gerbang menuju neraka ini yang mengantar pada kemusnahan sang roh ada tiga jenis, yaitu: nafsu, kemarahan dan ketamakan. Oleh karena itu, seseorang harus melepaskan ketiganya ini.

16-22

etair vimuktah kaunteya
tamo-dvarais tribhir narah
acaraty atmanah sreyas
tato yati param gatim

“The man who has escaped these three gates of hell, O son of Kunti, performs acts conducive to self-realization and thus gradually attains the supreme destination.”

Orang yang terbebas dari ketiga gerbang kegelapan ini, wahai putra Kunti (Arjuna), melakukan apa yang baik bagi jiwanya dan kemudian mencapai keadaan tertinggi.

16-23

yah shastra-vidhim utsrjya
vartate kama-karatah
na sa siddhim avapnoti
na sukham na param gatim

“He who discards scriptural injunctions and acts according to his own whims attains neither perfection, nor happiness, nor the supreme destination.”

Tetapi, ia yang melalaikan (membuang) aturan kitab suci dan bertindak sesuai dengan dorongan keinginannya semata, ia tak akan mencapai kesempurnaan, kebahagiaan ataupun tujuan tertinggi.

16-24

tasmac chastram pramanam te
karyakarya-vyavasthitau
jnatva shastra-vidhanoktam
karma kartum iharhasi

“One should therefore understand what is duty and what is not duty by the regulations of the scriptures. Knowing such rules and regulations, one should act so that he may gradually be elevated.”

Oleh karena itu, biarlah kitab suci menjadi otoritasmu untuk menentukan apa yang harus dilakukan dan apa yang tak boleh dilakukan. Dengan mengetahui apa yang dinyatakan oleh aturan kitab suci tersebut, engkau hendaknya melakukan kegiatan kerja di dunia ini.

Di sini berakhir Bab XVI, percakapan yang berjudul: DAIWASURA SAMPAD WIBHAGA YOGA

[Kembali]


Sumber: Pustaka Hindu


BhagawadGita, Bab 8 s/d 11


GitaDhyanam

  1. Arjuna Wisada Yoga, menguraikan keragu-raguan dalam diri Arjuna
  2. Samkhya Yoga, menguraikan ajaran yoga dan samkhya
  3. Karma Yoga, menguraikan pencapaian yoga karena karma, usaha, perbuatan
  4. Jnana Yoga, menguraikan pencapaian yoga karena ilmu pengetahuan suci
  5. Karma Samnyasa Yoga, menguraikan pencapaian yoga karena prihatin
  6. Dhyana Yoga, menguraikan tentang makna dhyana sebaga satu sistem dalam yoga
  7. Jnana Widnyana Yoga, menguraikan pencapaian yoga karena budi
  8. Aksara Brahma Yoga, menguraikan hakikat akan kekekalan Tuhan
  9. Raja Widya Rajaguhya Yoga, hakikat Ketuhanan sebagai raja dari segala ilmu pengetahuan (widya)
  10. Wibhuti Yoga, menguraikan akan sifat hakikat Tuhan yang absolut, tanpa awal, pertengahan dan akhir
  11. Wiswarupa Darsana Yoga, kelanjutan dari Wibhuti Yoga, dijelaskan dengan manifestasi secara nyata
  12. Bhakti Yoga, menguraikan tentang cara yoga dengan bhakti
  13. Ksetra Ksetradnya Yoga, menguraikan hakikat Ketuhanan Yang Maha Esa dalam hubungan dengan purusa dan prakrti
  14. Guna Traya Wibhaga Yoga, membahas Triguna – Sattwam, Rajas dan Tamas
  15. Purusottama Yoga, menguraikan beryoga pada purusa yang Maha Tinggi, Hakikat Ketuhanan
  16. Daiwasura Sampad Wibhaga Yoga, membahas akan hakikat tingkah-laku manusia, baik dan buruk
  17. Sraddha Traya Wibhaga Yoga, menguraikan kepercayaan dan berkeyakinan pada Triguna
  18. Moksa Samnyasa Yoga, merupakan kesimpulan dari semua ajaran yang menjadi inti tujuan agama yang tertinggi.


Bhagavad Gita – Bab VIII

Astamo’dhyayah
Bab VIII

Aksara Brahma Yoga

8-1

arjuna uvaca
kim tad brahma kim adhyatmam
kim karma purushottama
adhibhutam ca kim proktam
adhidaivam kim ucyate

“Arjuna inquired: O my Lord, O Supreme Person, what is Brahman? What is the self? What are fruitive activities? What is this material manifestation? And what are the demigods? Please explain this to me.”

Arjuna bertanya:
Apakah Brahman (Yang Mutlak) itu? Apakah sang Diri (Adhyatma) dan apakah kegiatan kerja (karma) itu, wahai Purusottama (Krsna)? Apakah yang dikatakan sebagai bidang wilayah unsur-unsur (Adhibutam) itu? Apakah yang disebut bidang para dewa (Adhidaiva) itu?

8-2

adhiyajnah katham ko ’tra
dehe ’smin madhusudana
prayana-kale ca katham
jneyo ’si niyatatmabhih

“Who is the Lord of sacrifice, and how does He live in the body, O Madhusudana? And how can those engaged in devotional service know You at the time of death?”

Apa yang menjadi bagian dari adhiyajna dalam badan dan bagaimana itu. wahai Madhusudana (Krsna). Bagaimana pula Engkau dapat diketahui pada saat kematian dengan pengendalian sang diri?

8-3

sri-bhagavan uvaca
aksharam brahma paramam
svabhavo ’dhyatmam ucyate
bhuta-bhavodbhava-karo
visargah karma-samjnitah

“The Supreme Personality of Godhead said: The indestructible, transcendental living entity is called Brahman, and his eternal nature is called adhyatma, the self. Action pertaining to the development of the material bodies of the living entities is called karma, or fruitive activities.”

Sri Bhagavan bersabda:
Brahman Yang Mutlak itu kekal abadi, Yang Tertinggi, dan sifat esensialnya disebut sebagai sang Diri. Karma adalah namya yang diberikan pada kekuatan kreatif yang memunculkan mahluk-mahluk

8-4

adhibhutam ksaro bhavah
purushas cadhidaivatam
adhiyajno ’ham evatra
dehe deha-bhrtam vara

“O best of the embodied beings, the physical nature, which is constantly changing, is called adhibhuta [the material manifestation]. The universal form of the Lord, which includes all the demigods, like those of the sun and moon, is called adhidaiva. And I, the Supreme Lord, represented as the Supersoul in the heart of every embodied being, am called adhiyajna [the Lord of sacrifice].”

Dasar dari segala hal yang diciptakan adalah alam fana ini; dasar dari unsur ilahi adalah roh kosmis (semesta). Dan dasar dari segala upacara kurban di sini adalah Diri-Ku sendiri, wahai keberadaan berwujud yang terbaik (Arjuna).

8-5

anta-kale ca mam eva
smaran muktva kalevaram
yah prayati sa mad-bhavam
yati nasty atra samsayah

“And whoever, at the end of his life, quits his body, remembering Me alone, at once attains My nature. Of this there is no doubt.”

Dan siapapun yang pada saat datangnya kematian, menanggalkan badan jasmani, senantiasa berpikir tentang Aku, ia akan sampai pada kedudukan-Ku, hal itu tak perlu diragukan lagi.

8-6

yam yam vapi smaran bhavam
tyajaty ante kalevaram
tam tam evaiti kaunteya
sada tad-bhava-bhavitah

“Whatever state of being one remembers when he quits his body, O son of Kunti, that state he will attain without fail.”

Keadaan apapun yang dipikirkannya pada saat-saat terakhir ketika menanggalkan badan jasmani, kesanalah ia akan sampai, wahai putra Kunti (Arjuna), karena ia senantiasa terserap dalam pemikiran hal itu saja.

8-7

tasmat sarveshu kaleshu
mam anusmara yudhya ca
mayy arpita-mano-buddhir
mam evaishyasy asamsayah

“Therefore, Arjuna, you should always think of Me in the form of Krishna and at the same time carry out your prescribed duty of fighting. With your activities dedicated to Me and your mind and intelligence fixed on Me, you will attain Me without doubt.”

Oleh karena itu, kapanpun juga ingatlah kepada-Ku dan berjuanglah. Bila pikiran dan kecerdasan senantiasa terpaku pada-Ku, tanpa diragukan lagi engkau akan sampai kepada-Ku

8-8

abhyasa-yoga-yuktena
cetasa nanya-gamina
paramam purusham divyam
yati parthanucintayan

“He who meditates on Me as the Supreme Personality of Godhead, his mind constantly engaged in remembering Me, undeviated from the path, he, O Partha, is sure to reach Me.”

Ia yang senantiasa bermeditasi pada Pribadi Tertinggi dengan pemikiran yang disesuaikan dengan pelaksanaan yang terus menerus dan tidak mengembara kemana-mana terhadap yang lainnya lagi, wahai Partha (Arjuna), ia akan sampai pada Pribadi Ilahi Tertinggi

8-9

kavim puranam anusasitaram
anor aniyamsam anusmared yah
sarvasya dhataram acintya-rupam
aditya-varnam tamasah parastat

“One should meditate upon the Supreme Person as the one who knows everything, as He who is the oldest, who is the controller, who is smaller than the smallest, who is the maintainer of everything, who is beyond all material conception, who is inconceivable, and who is always a person. He is luminous like the sun, and He is transcendental, beyond this material nature.”

Ia yang memusatkan perhatiannya pada Yang Maha Tahu, yang terpurba, Yang Mahakuasa, yang lebih halus dari pada yang halus, sebagai penopang segalanya, yang wujudnya tak terpahami, yang kesemarakannya bagaikan matahari itu mengatasi kegelapan.

8-10

prayana-kale manasacalena
bhaktya yukto yoga-balena caiva
bhruvor madhye pranam avesya samyak
sa tam param purusham upaiti divyam

“One who, at the time of death, fixes his life air between the eyebrows and, by the strength of yoga, with an undeviating mind, engages himself in remembering the Supreme Lord in full devotion, will certainly attain to the Supreme Personality of Godhead.”

Ia yang berbuat demikian pada saat kematian tiba, dengan pikiran pengabdian yang mantap dan kekuatan yoga serta memantapkan nafas hidup di tengah-tengah kedua alis mata, ia mencapai Pribadi Ilahi Tertinggi

8-11

yad aksharam veda-vido vadanti
vishanti yad yatayo vita-ragah
yad icchanto brahmacaryam caranti
tat te padam sangrahena pravaksye

“Persons who are learned in the Vedas, who utter omkara and who are great sages in the renounced order enter into Brahman. Desiring such perfection, one practices celibacy. I shall now briefly explain to you this process by which one may attain salvation.”

Aku akan melukiskan secara ringkas kepadamu keadaan yang disebut Abadi oleh mereka yang mengetahui kitab suci Veda, yang dimasuki para pertapa yang bebas dari nafsu dan yang diinginkan oleh mereka yang menjalani kehidupan pengendalian diri.

8-12

sarva-dvarani samyamya
mano hridi nirudhya ca
murdhny adhayatmanah pranam
asthito yoga-dharanam

“The yogic situation is that of detachment from all sensual engagements. Closing all the doors of the senses and fixing the mind on the heart and the life air at the top of the head, one establishes himself in yoga.”

Semua gerbang dari badan dikendalikan, pikiran dikurung dalam hati, daya kehidupannya dipusatkan pada kepala, dan dimantapkan dalam konsentrasi dengan yoga.

8-13

om ity ekaksharam brahma
vyaharan mam anusmaran
yah prayati tyajan deham
sa yati paramam gatim

“After being situated in this yoga practice and vibrating the sacred syllable om, the supreme combination of letters, if one thinks of the Supreme Personality of Godhead and quits his body, he will certainly reach the spiritual planets.”

Ia yang mengucapkan suku kata tunggal AUM, yaitu Brahman, dengan mengingat Aku ketika ia berangkat dengan menanggalkan badan jasmaninya, mencapai tujuan tertinggi.

8-14

ananya-cetah satatam
yo mam smarati nityasah
tasyaham sulabhah partha
nitya-yuktasya yoginah

“For one who always remembers Me without deviation, I am easy to obtain, O son of Pritha, because of his constant engagement in devotional service.”

Ia yang secara terus menerus memusatkan perhatiannya pada-Ku, tanpa memikirkan yang lainnya lagi, Aku mudah dicapai oleh mereka yang menjadi seorang yogi yang senantiasa berdisiplin (menyatu dengan Yang Tertinggi), wahai Partha (Arjuna)

8-15

mam upetya punar janma
duhkhalayam asasvatam
napnuvanti mahatmanah
samsiddhim paramam gatah

“After attaining Me, the great souls, who are yogis in devotion, never return to this temporary world, which is full of miseries, because they have attained the highest perfection.”

Setelah sampai kepada-Ku para roh agung ini tak akan kembali lahir ke tempat kesengsaraan yang tidak kekal ini, karena mereka telah mencapai kesempurnaan tertinggi.

8-16

a-brahma-bhuvanal lokah
punar avartino ’rjuna
mam upetya tu kaunteya
punar janma na vidyate

“From the highest planet in the material world down to the lowest, all are places of misery wherein repeated birth and death take place. But one who attains to My abode, O son of Kunti, never takes birth again.”

Dari wilayah kedudukan Brahma sang pencipta menurun, semua dunia mengalami kelahiran kembali, wahai putra Kunti (Arjuna), tetapi mereka yang mencapai Aku, tak akan lahir kembali ke dunia.

8-17

sahasra-yuga-paryantam
ahar yad brahmano viduh
ratrim yuga-sahasrantam
te ’ho-ratra-vido janah

“By human calculation, a thousand ages taken together form the duration of Brahma’s one day. And such also is the duration of his night.”

Mereka yang mengetahui bahwa satu hari Brahma adalah jangka waktu seribu yuga dan bahwa malam Brahma juga seribu yuga adalah yang mengetahui siang dan malam’

8-18

avyaktad vyaktayah sarvah
prabhavanty ahar-agame
ratry-agame praliyante
tatraivavyakta-samjnake

“At the beginning of Brahma’s day, all living entities become manifest from the unmanifest state, and thereafter, when the night falls, they are merged into the unmanifest again.”

Pada saat datangnya siang hari, segala yang berwujud muncul dari yang tak berwujud dan pada saat malam tiba mereka bergabung kembali dengan cara yang sama, yang disebut tak berwujud tersebut.

8-19

bhuta-gramah sa evayam
bhutva bhutva praliyate
ratry-agame ’vasah partha
prabhavaty ahar-agame

“Again and again, when Brahma’s day arrives, all living entities come into being, and with the arrival of Brahma’s night they are helplessly annihilated.”

Kejamakan eksistensi yang sama ini, yang muncul berkali-kali, dengan tak berdaya bergabung kembali pada saat datangnya malam hari, wahai Partha (Arjuna), dan muncul kembali pada saat datangnya siang hari.

8-20

paras tasmat tu bhavo ’nyo
’vyakto ’vyaktat sanatanah
yah sa sarveshu bhutesu
nasyatsu na vinasyati

“Yet there is another unmanifest nature, which is eternal and is transcendental to this manifested and unmanifested matter. It is supreme and is never annihilated. When all in this world is annihilated, that part remains as it is.”

Tetapi, di luar dari yang tak bermanifestasi ini masih ada Keberadaan Abadi Tak berwujud yang tidak lenyap walaupun ketika segala keberadaan ini lenyap semuanya.

8-21

avyakto ’kshara ity uktas
tam ahuh paramam gatim
yam prapya na nivartante
tad dhama paramam mama

“That which the Vedantists describe as unmanifest and infallible, that which is known as the supreme destination, that place from which, having attained it, one never returns—that is My supreme abode.”

Yang tak Berwujud ini disebut ‘Abadi’, yang dikatakan merupakan tempat kedudukan Tertinggi. Mereka yagn mencapai-Nya tak akan kembali lagi. Itulah tempat-Ku yang Tertinggi

8-22

purushah sa parah partha
bhaktya labhyas tv ananyaya
yasyantah-sthani bhutani
yena sarvam idam tatam

“The Supreme Personality of Godhead, who is greater than all, is attainable by unalloyed devotion. Although He is present in His abode, He is all-pervading, and everything is situated within Him.”

Inilah Pribadi Tertinggi, wahai Partha (Arjuna), sebagai tempat kediaman seluruh keberadaan, dan yang juga meresapi atau meliputinya, yang bagaimanapun juga dapat dicapai dengan pengabdian yang tak tergoyahkan.

8-23

yatra kale tv anavrttim
avrttim caiva yoginah
prayata yanti tam kalam
vaksyami bharatarsabha

“O best of the Bharatas, I shall now explain to you the different times at which, passing away from this world, the yogi does or does not come back.”

Kini Aku akan menyatakan kepadamu, wahai Arjuna, saat para yogi yang meninggal tak kembali lagi dan juga saat bepergian mereka dan kembali lagi.

8-24

agnir jyotir ahah suklah
san-masa uttarayanam
tatra prayata gacchanti
brahma brahma-vido janah

“Those who know the Supreme Brahman attain that Supreme by passing away from the world during the influence of the fiery god, in the light, at an auspicious moment of the day, during the fortnight of the waxing moon, or during the six months when the sun travels in the north.”

Api, cahaya, siang hari, malam cerah (purnama), enam bulan jalan matahari ke Utara, maka perjalanan roh mereka yang mengetahui Yang Mutlak akan pergi menuju-Nya

8-25

dhumo ratris tatha krishnah
san-masa daksinayanam
tatra candramasam jyotir
yogi prapya nivartate

“The mystic who passes away from this world during the smoke, the night, the fortnight of the waning moon, or the six months when the sun passes to the south reaches the moon planet but again comes back.”

Asap, malam hari, dan juga masa gelap, enam bulan jalan matahari ke Selatan, maka yogi yang berangkat pada saat demikian akan mencapai cahaya bulan dan akan kembali lagi ke dunia ini.

8-26

sukla-krsne gati hy ete
jagatah sasvate mate
ekaya yaty anavrttim
anyayavartate punah

“According to Vedic opinion, there are two ways of passing from this world—one in light and one in darkness. When one passes in light, he does not come back; but when one passes in darkness, he returns.”

Terang dan gelap, kedua jalan ini dianggap sebagai jalan abadi; oleh seseorang yang berangkat dan tak kembali dan oleh yang lainnya namun mereka kembali lagi.

8-27

naite srti partha janan
yogi muhyati kascana
tasmat sarveshu kaleshu
yoga-yukto bhavarjuna

“Although the devotees know these two paths, O Arjuna, they are never bewildered. Therefore be always fixed in devotion.”

Para yogi yang mengetahui kedua jalan ini, wahai Partha (Arjuna), tak pernah menjadi bingung. Oleh karena itu, wahai Arjuna, pada setiap waktu mantapkanlah dirimu dalam yoga.

8-28

vedesu yajnesu tapahsu caiva
danesu yat punya-phalam pradistam
atyeti tat sarvam idam viditva
yogi param sthanam upaiti cadyam

“A person who accepts the path of devotional service is not bereft of the results derived from studying the Vedas, performing austere sacrifices, giving charity or pursuing philosophical and fruitive activities. Simply by performing devotional service, he attains all these, and at the end he reaches the supreme eternal abode.”

Yogi yang setelah mengetahui semuanya ini, melampaui hasil-hasil dari perbuatan bajik yang ditandai dengan belajar kitab suci Veda, upacara kurban, melakukan tapah dan amal sedekah dan mencapai kedudukan yang utama dan tertinggi ini.

Di sini berakhir percakapan dalam bab VIII, yang berjudul Aksara Brahma Yoga

[Kembali]


Bhagavad Gita – Bab IX

Navamo’dhyayah
Bab IX

Rajavidya Rajaguhya Yoga

9-1

sri-bhagavan uvaca
idam tu te guhyatamam
pravaksyamy anasuyave
jnanam vijnana-sahitam
yaj jnatva moksyase ’subhat

“The Supreme Personality of Godhead said: My dear Arjuna, because you are never envious of Me, I shall impart to you this most confidential knowledge and realization, knowing which you shall be relieved of the miseries of material existence.”

Sri Bhagavan bersabda:
Kepadamu, yang tidak bersifat rewel, Aku akan menyatakan kebijaksanaan rahasia yang sangat mendalam ini yang dikombinasikan dengan pengetahuan; dan dengan mengetahuinya engkau akan dibebaskan dari segala kejahatan

9-2

raja-vidya raja-guhyam
pavitram idam uttamam
pratyakshavagamam dharmyam
su-sukham kartum avyayam

“This knowledge is the king of education, the most secret of all secrets. It is the purest knowledge, and because it gives direct perception of the self by realization, it is the perfection of religion. It is everlasting, and it is joyfully performed.”

Inilah ilmu pengetahuan tertinggi, rahasia tertinggi sebagai pensuci tertinggi , yang dapat diketahui dengan pengalaman langsung, yang sesuai dengan aturan, mudah dilaksanakan dan bersifat abadi.

9-3

asraddadhanah purusha
dharmasyasya parantapa
aprapya mam nivartante
mrityu-samsara-vartmani

“Those who are not faithful in this devotional service cannot attain Me, O conqueror of enemies. Therefore they return to the path of birth and death in this material world.”

Orang yang tidak memiliki keyakinan dengan cara ini tak akan mencapai Aku, wahai Paramtapa (Arjuna), dan akan kembali ke dunia kehidupan fana (samsara)

9-4

maya tatam idam sarvam
jagad avyakta-murtina
mat-sthani sarva-bhutani
na caham tesv avasthitah

“By Me, in My unmanifested form, this entire universe is pervaded. All beings are in Me, but I am not in them.”

Seluruh alam raya ini terselimuti oleh-Ku melalui wujud-Ku yang tak termanifestasikan. Semua mahluk ada pada-Ku, tetapi Aku tak ada pada mereka.

9-5

na ca mat-sthani bhutani
pasya me yogam aishvaram
bhuta-bhrn na ca bhuta-stho
mamatma bhuta-bhavanah

“And yet everything that is created does not rest in Me. Behold My mystic opulence! Although I am the maintainer of all living entities and although I am everywhere, I am not a part of this cosmic manifestation, for My Self is the very source of creation.”

Namun, mahluk-mahluk tidak berdiam pada-Ku; ketahuilah rahasia ilahi-Ku. Roh-Ku yang menjadi sumber dari segala mahluk menopang keberadaannya tetapi tidak berdiam pada mereka.

9-6

yathakasa-sthito nityam
vayuh sarvatra-go mahan
tatha sarvani bhutani
mat-sthanity upadharaya

“Understand that as the mighty wind, blowing everywhere, rests always in the sky, all created beings rest in Me.”

Seperti udara yang perkasa, yang bergerak di mana-mana, senantiasa berada di ruang angkasa (akasa), ketahuilah bahwa dengan cara yang sama seluruh keberadaan ini berada di dalam-Ku

9-7

sarva-bhutani kaunteya
prakritim yanti mamikam
kalpa-ksaye punas tani
kalpadau visrjamy aham

“O son of Kunti, at the end of the millennium all material manifestations enter into My nature, and at the beginning of another millennium, by My potency, I create them again.”

Seluruh mahluk, wahai putra Kunti (Arjuna), masuk ke dalam sifat alam (prakrti)-Ku, pada setiap akhir siklus (kalpa) dan awal siklus (kalpa) berikutnya Aku kembalikan lagi mereka itu.

9-8

prakritim svam avastabhya
visrijami punah punah
bhuta-gramam imam krtsnam
avasam prakriter vasat

“The whole cosmic order is under Me. Under My will it is automatically manifested again and again, and under My will it is annihilated at the end.”

Diliputi oleh sifat alam (prakrti)-Ku ini, Aku kembalikan berulang kali seluruh mahluk ini yang tanpa daya berada di bawah pengendalian prakrti-Ku

9-9

na ca mam tani karmani
nibadhnanti dhananjaya
udasina-vad asinam
asaktam tesu karmasu

“O Dhananjaya, all this work cannot bind Me. I am ever detached from all these material activities, seated as though neutral.”

Namun kegiatan kerja ini tidak mengikat-Ku, wahai Dhananjaya (Arjuna), yang duduk seakan-akan tak perduli, tak terikat dengan kegiatan tersebut.

9-10

mayadhyaksena prakritih
suyate sa-caracaram
hetunanena kaunteya
jagad viparivartate

“This material nature, which is one of My energies, is working under My direction, O son of Kunti, producing all moving and nonmoving beings. Under its rule this manifestation is created and annihilated again and again.”

Di bawah pengendalian-Ku, prakrti ini menyebabkan munculnya semua hal, baik yang bergerak maupun yang tak bergerak, dan dengan cara ini, wahai putra Kunti (Arjuna), dunia ini berputar.

9-11

avajananti mam mudha
manusim tanum asritam
param bhavam ajananto
mama bhuta-maheshvaram

“Fools deride Me when I descend in the human form. They do not know My transcendental nature as the Supreme Lord of all that be.”

Yang terbingungkan memandang rendah Aku yang mengenakan wujud manusia, tidak mengetahui hakekat-Ku yang lebih tinggi sebagai Penguasa dari segala eksistensi ini.

9-12

moghasa mogha-karmano
mogha-jnana vicetasah
rakshasim asurim caiva
prakritim mohinim sritah

“Those who are thus bewildered are attracted by demonic and atheistic views. In that deluded condition, their hopes for liberation, their fruitive activities, and their culture of knowledge are all defeated.”

Dengan mengambil bagian dari sifat yang bukan sebenarnya dari para setan dan orang-orang jahat, aspirasi mereka sia-sia, kegiatan mereka sia-sia dan pengetahuan merekapun sia-sia dan mereka tanpa pertimbangan sama sekali

9-13

mahatmanas tu mam partha
daivim prakritim asritah
bhajanty ananya-manaso
jnatva bhutadim avyayam

“O son of Pritha, those who are not deluded, the great souls, are under the protection of the divine nature. They are fully engaged in devotional service because they know Me as the Supreme Personality of Godhead, original and inexhaustible.”

Roh-roh agung, wahai Partha (Arjuna), yang memiliki sifat ilahi, yang mengetahui Aku sebagai sumber abadi segala mahluk, memuja-Ku dengan pikiran yang mantap.

9-14

satatam kirtayanto mam
yatantas ca drdha-vratah
namasyantas ca mam bhaktya
nitya-yukta upasate

“Always chanting My glories, endeavoring with great determination, bowing down before Me, these great souls perpetually worship Me with devotion.”

Dengan memuliakan Aku senantiasa, rajin dan mantap dalam sumpah, bersujud kepada-Ku dengan penuh pengabdian, mereka memuja-Ku dengan penuh disiplin

9-15

jnana-yajnena capy anye
yajanto mam upasate
ekatvena prithaktvena
bahudha vishvato-mukham

“Others, who engage in sacrifice by the cultivation of knowledge, worship the Supreme Lord as the one without a second, as diverse in many, and in the universal form.”

Yang lainnya lagi, berkurban dengan pengorbanan kebijaksanaan dan memuja-Ku sebagai Yang Tunggal, sebagai berbeda dan banyak, yang menghadap ke segala penjuru.

9-16

aham kratur aham yajnah
svadhaham aham ausadham
mantro ’ham aham evajyam
aham agnir aham hutam

“But it is I who am the ritual, I the sacrifice, the offering to the ancestors, the healing herb, the transcendental chant. I am the butter and the fire and the offering.”

Aku adalah kegiatan ritual dan upacara kurban; Aku adalah persembahan leluhur dan reramuan obat-obatan; Aku adalah ucapan suci dan keju cair (reramuan persembahan api); Aku adalah api dan juga persembahan.

9-17

pitaham asya jagato
mata dhata pitamahah
vedyam pavitram omkara
rk sama yajur eva ca

“I am the father of this universe, the mother, the support and the grandsire. I am the object of knowledge, the purifier and the syllable om. I am also the Rig, the Sama and the Yajur Vedas.”

Aku adalah bapak, ibu, penopang dan kakek dari alam dunia ini, Aku juga adalah ilmu pengetahuan, pensuci dan suku kata AUM dan Aku adalah mantra-mantra rk, saman, dan juga yajus.

9-18

gatir bharta prabhuh saksi
nivasah saranam suhrt
prabhavah pralayah sthanam
nidhanam bijam avyayam

“I am the goal, the sustainer, the master, the witness, the abode, the refuge, and the most dear friend. I am the creation and the annihilation, the basis of everything, the resting place and the eternal seed.”

Aku adalah tujuan, pengemban, penguasa, saksi, tempat kediaman, perlindungan dan kawan. Aku adalah asal mula dan pelebur, dasar, tempat bersandar dan benih abadi.

9-19

tapamy aham aham varsam
nigrhnamy utsrijami ca
amritam caiva mrityus ca
sad asac caham arjuna

“O Arjuna, I give heat, and I withhold and send forth the rain. I am immortality, and I am also death personified. Both spirit and matter are in Me.”

Aku memberi kehangatan, Akulah yang menahan dan menurunkan hujan. Aku adalah keabadian dan juga kematian; Aku keberadaan dan juga bukan keberadaan, wahai Arjuna.

9-20

trai-vidya mam soma-pah puta-papa
yajnair istva svar-gatim prarthayante
te punyam asadya surendra-lokam
asnanti divyan divi deva-bhogan

“Those who study the Vedas and drink the soma juice, seeking the heavenly planets, worship Me indirectly. Purified of sinful reactions, they take birth on the pious, heavenly planet of Indra, where they enjoy godly delights.”

Mereka yang mengetahuai ketiga kitab suci Veda, yang minum sari soma dan dibersihkan dari dosa, yang memuja-Ku dengan upacara kurban, memohon jalan ke surga. Mereka mencapai wilayah suci Indra (Indraloka) dan menikmati kenikmatan para dewa di surga

9-21

te tam bhuktva svarga-lokam visalam
ksine punye martya-lokam vishanti
evam trayi-dharmam anuprapanna
gatagatam kama-kama labhante

“When they have thus enjoyed vast heavenly sense pleasure and the results of their pious activities are exhausted, they return to this mortal planet again. Thus those who seek sense enjoyment by adhering to the principles of the three Vedas achieve only repeated birth and death.”

Setelah menikmati dunia surga tak terbatas, mereka kembali ke dunia fana, ketika pahala mereka telah habis; demikianlah sesuai dengan ajaran yang dinyatakan oleh ketiga kitab suci Veda dan keinginan akan kenikmatan, mreka memperoleh keadaan yang selalu berubah.

9-22

ananyas cintayanto mam
ye janah paryupasate
tesham nityabhiyuktanam
yoga-ksemam vahamy aham

“But those who always worship Me with exclusive devotion, meditating on My transcendental form—to them I carry what they lack, and I preserve what they have.”

Tetapi, mereka yang memuja-Ku dan hanya bermeditasi kepada-Ku saja, kepada mereka yang senantiasa gigih demikian itu, akan Aku bawakan segala apa yang belum dimilikinya dan akan menjaga apa yang sudah dimilikinya.

9-23

ye ’py anya-devata-bhakta
yajante shraddhayanvitah
te ’pi mam eva kaunteya
yajanty avidhi-purvakam

“Those who are devotees of other gods and who worship them with faith actually worship only Me, O son of Kunti, but they do so in a wrong way.”

Bahkan mereka yang merupakan bhakta dari para dewa lain, yang memujanya dengan penuh keyakinan, mereka juga sebenarnya hanya memuja-Ku, wahai putra Kunti (Arjuna), walaupun tidak sesuai dengan hukum ajaran yang sebenarnya.

9-24

aham hi sarva-yajnanam
bhokta ca prabhur eva ca
na tu mam abhijananti
tattvenatas cyavanti te

“I am the only enjoyer and master of all sacrifices. Therefore, those who do not recognize My true transcendental nature fall down.”

Karena, Aku adalah penikmat dan penguasa semua yajna; tetapi mereka tidak mengetahui-Ku dalam sifat-Ku yang sejati, sehingga mereka gagal dan kembali lagi.

9-25

yanti deva-vrata devan
pitrn yanti pitr-vratah
bhutani yanti bhutejya
yanti mad-yajino ’pi mam

“Those who worship the demigods will take birth among the demigods; those who worship the ancestors go to the ancestors; those who worship ghosts and spirits will take birth among such beings; and those who worship Me will live with Me.”

Para pemuja dewa akan pergi kepada para dewa; para pemuja leluhur akan pergi kepada para leluhur dan yang berkorban pada roh alam akan pergi kepada roh alam, namun yang berkorban kepada-Ku akan datang kepada-Ku

9-26

patram puspam phalam toyam
yo me bhaktya prayacchati
tad aham bhakty-upahrtam
asnami prayatatmanah

“If one offers Me with love and devotion a leaf, a flower, fruit or water, I will accept it.”

Siapapun yang mempersembahkan kepada-Ku dengan penuh pengabdian selembar daun, setangkai bunga, sebutir buah ataupun setetes air. Aku terima persembahan yang dilandasi kasih sayang dan hati yang murni itu.

9-27

yat karosi yad asnasi
yaj juhosi dadasi yat
yat tapasyasi kaunteya
tat kurusva mad-arpanam

“Whatever you do, whatever you eat, whatever you offer or give away, and whatever austerities you perform—do that, O son of Kunti, as an offering to Me.”

Apapun yang engkau kerjakan, apapun yang engkau makan, yang engkau persembahkan dan engkau amalkan; tapah apapun yang engkau laksanakan, wahai putra Kunti (Arjuna), lakukanlah itu sebagai persembahan kepada-Ku

9-28

subhasubha-phalair evam
moksyase karma-bandhanaih
sannyasa-yoga-yuktatma
vimukto mam upaisyasi

“In this way you will be freed from bondage to work and its auspicious and inauspicious results. With your mind fixed on Me in this principle of renunciation, you will be liberated and come to Me.”

Dengan demikian engkau akan terbebas dari belenggu kegiatan kerja yang berakibat baik maupun buruk. Dengan pikiran yang mantap pada penyangkalan, engkau akan terbebas dan mencapai Aku.

9-29

samo ’ham sarva-bhutesu
na me dvesyo ’sti na priyah
ye bhajanti tu mam bhaktya
mayi te tesu capy aham

“I envy no one, nor am I partial to anyone. I am equal to all. But whoever renders service unto Me in devotion is a friend, is in Me, and I am also a friend to him.”

Aku sama bagi semua mahluk. Tak seorangpun yang terbenci ataupun tersayang, tetapi bagi mereka yang memuja Aku dengan penuh pengabdian, mereka ada pada-Ku dan Aku pada mereka.

9-30

api cet su-duracaro
bhajate mam ananya-bhak
sadhur eva sa mantavyah
samyag vyavasito hi sah

“Even if one commits the most abominable action, if he is engaged in devotional service he is to be considered saintly because he is properly situated in his determination.”

Walaupun seandainya orang yang terjahat sekalipun, memuja Aku dengan pengabdian yang tak tergoyahkan, ia harus dianggap sebagai orang bajik, karena ia telah memutuskan jalan yang benar.

9-31

ksipram bhavati dharmatma
sasvac-chantim nigacchati
kaunteya pratijanihi
na me bhaktah pranasyati

“He quickly becomes righteous and attains lasting peace. O son of Kunti, declare it boldly that My devotee never perishes.”

Dengan cepat ia akan menjadi orang bajik dan memperoleh kedamaian abadi, wahai putra Kunti (Arjuna), dan ketahuilah bahwa secara pasti para bhakta-Ku tak akan pernah termusnahkan.

9-32

mam hi partha vyapasritya
ye ’pi syuh papa-yonayah
striyo vaishyas tatha shudras
te ’pi yanti param gatim

“O son of Pritha, those who take shelter in Me, though they be of lower birth—women, vaishyas [merchants] and shudras [workers]—can attain the supreme destination.”

Sebab, mereka yang berlindung pada-Ku, wahai Partha (Arjuna), walaupun mungkin berkelahiran rendah, para wanita, Waisya dan juga Sudra, mereka juga mencapai tujuan tertinggi.

9-33

kim punar brahmanah punya
bhakta rajarsayas tatha
anityam asukham lokam
imam prapya bhajasva mam

“How much more this is so of the righteous brahmanas, the devotees and the saintly kings. Therefore, having come to this temporary, miserable world, engage in loving service unto Me.”

Apa lagi para Brahmana suci dan penedta kerajaan yang budiman; setelah berada di dunia kesedihan yang sementara ini, hendaknya memuja Aku.

9-34

man-mana bhava mad-bhakto
mad-yaji mam namaskuru
mam evaishyasi yuktvaivam
atmanam mat-parayanah

“Engage your mind always in thinking of Me, become My devotee, offer obeisances to Me and worship Me. Being completely absorbed in Me, surely you will come to Me.”

Pusatkan pikiranmu pada-Ku, berbhaktilah pada-Ku; puja dan tunduklah pada-Ku, dan dengan mendisiplinkan dirimu serta menjadikan-Ku sebagai tujuan, engkau akan sampai kepada-Ku

Di sini berakhir bab IX, percakapan yang berjudul Rajavidya Rajaguhya Yoga

[Kembali]


Bhagavad Gita – Bab X

Dasamo’dhayah
Bab X

Vibhuti Yoga

10-1

sri-bhagavan uvaca
bhuya eva maha-baho
shrinu me paramam vacah
yat te ’ham priyamanaya
vaksyami hita-kamyaya

“The Supreme Personality of Godhead said: Listen again, O mighty-armed Arjuna. Because you are My dear friend, for your benefit I shall speak to you further, giving knowledge that is better than what I have already explained.”

Sri Bhagavan bersabda:
Di samping itu, wahai Mahabahu (Arjuna), dengarkanlah kata-kataKu yang termulia ini. Demi kebaikanmu, Aku akan menyatakannya sekarang kepaamu, yang merasa senang dengan kata-kataKu ini.

10-2

na me viduh sura-ganah
prabhavam na maharsayah
aham adir hi devanam
maharsinam ca sarvasah

“Neither the hosts of demigods nor the great sages know My origin or opulences, for, in every respect, I am the source of the demigods and sages.”

Baik para dewa maupun para rsi agung tidak mengetahui asal mula-Ku, karena Aku dalam segla hal merupakan sumber para dewa dan para rsi agung tersebut.

10-3

yo mam ajam anadim ca
vetti loka-maheshvaram
asammudhah sa martyesu
sarva-papaih pramucyate

“He who knows Me as the unborn, as the beginningless, as the Supreme Lord of all the worlds—he only, undeluded among men, is freed from all sins.”

Ia yang mengetahui Aku, yang tak terlahirkan, tanpa awal dan juga pengasa agung dari alam semesta raya ini, di antara mahluk-mahluk fana, ia terbingungkan dan bebas dari segala dosa

10-4 & 10-5

buddhir jnanam asammohah
ksama satyam damah samah
sukham duhkham bhavo ’bhavo
bhayam cabhayam eva ca

ahimsa samata tustis
tapo danam yaso ’yasah
bhavanti bhava bhutanam
matta eva prithag-vidhah

“Intelligence, knowledge, freedom from doubt and delusion, forgiveness, truthfulness, control of the senses, control of the mind, happiness and distress, birth, death, fear, fearlessness, nonviolence, equanimity, satisfaction, austerity, charity, fame and infamy—all these various qualities of living beings are created by Me alone.”

Pemahaman, pengetahuan, bebas dari kebingungan, kesabaran, kebenaran, pengendalian diri dan ketenangan, kesenangan dan kedukaan, keberadaan dan ketidak adaan, ketakutan dan keberanian. Tanpa kekerasan, keseimbangan pikiran, kepuasan, kesederhanaan (tapah), amal sedekah, kemasyhuran dan kehinaan, semuanya ini adalah keadaan dari mahluk-mahluk yang hanya berasal dari Aku saja.

10-6

maharsayah sapta purve
catvaro manavas tatha
mad-bhava manasa jata
yesham loka imah prajah

“The seven great sages and before them the four other great sages and the Manus [progenitors of mankind] come from Me, born from My mind, and all the living beings populating the various planets descend from them.”

Ketujuh rsi agung dan empat Manu jaman dahulu, juga adalah dari sifat-Ku dan lahir dari pikiran-Ku dan dari mereka segala mahluk di dunia ini ada.

10-7

etam vibhutim yogam ca
mama yo vetti tattvatah
so ’vikalpena yogena
yujyate natra samsayah

“One who is factually convinced of this opulence and mystic power of Mine engages in unalloyed devotional service; of this there is no doubt.”

Ia yang mengetahuai kemuliaan dan daya kemampuan-Ku ini, akan disatukan dengan-Ku oleh yoga yang tak tergoyahkan; hal ini tak perlu diragukan lagi.

10-8

aham sarvasya prabhavo
mattah sarvam pravartate
iti matva bhajante mam
budha bhava-samanvitah

“I am the source of all spiritual and material worlds. Everything emanates from Me. The wise who perfectly know this engage in My devotional service and worship Me with all their hearts.”

Aku adalah asal mula segalanya dan dari Aku seluruh ciptaan ini bermula. Dengan mengetahui hal ini, para bijak yang memiliki pendirian yang teguh memuja-Ku

10-9

mac-citta mad-gata-prana
bodhayantah parasparam
kathayantas ca mam nityam
tusyanti ca ramanti ca

“The thoughts of My pure devotees dwell in Me, their lives are fully devoted to My service, and they derive great satisfaction and bliss from always enlightening one another and conversing about Me.”

Pemikiran mereka termantapkan pada-Ku dan segenap kehidupannya dipasrahakannya pada-Ku; dengan saling mencerahi dan senantiasa mempercakapkan-Ku mereka terpuaskan dan bersenang hati pada-Ku

10-10

tesam satata-yuktanam
bhajatam priti-purvakam
dadami buddhi-yogam tam
yena mam upayanti te

“To those who are constantly devoted to serving Me with love, I give the understanding by which they can come to Me.”

Kepada mereka ini, yang secara terus menerus mengabdi dan memuja-Ku dengan cinta kasih, Aku menganugerahi konsentrasi pemahaman yang akan membawanya kepada-Ku

10-11

tesam evanukampartham
aham ajnana-jam tamah
nasayamy atma-bhava-stho
jnana-dipena bhasvata

“To show them special mercy, I, dwelling in their hearts, destroy with the shining lamp of knowledge the darkness born of ignorance.”

Akibat dari rasa kasih sayang kepada mereka itu, yang senantiasa tetap berada dalam keadaan-Ku yang sejati, Aku melenyapkan kegelapan yang berasal dari kebodohan, dengan lampu kebijaksanaan yang bersinar terang.

10-12 & 10-13

arjuna uvaca
param brahma param dhama
pavitram paramam bhavan
purusham sasvatam divyam
adi-devam ajam vibhum

ahus tvam rsayah sarve
devarsir naradas tatha
asito devalo vyasah
svayam caiva bravisi me

“Arjuna said: You are the Supreme Personality of Godhead, the ultimate abode, the purest, the Absolute Truth. You are the eternal, transcendental, original person, the unborn, the greatest. All the great sages such as Narada, Asita, Devala and Vyasa confirm this truth about You, and now You Yourself are declaring it to me.”

Arjuna berkata:
Engkau adalah Brahman Tertinggi, Tempat kediaman dan pemurni Tertinggi, Yang Abadi, Pribadi Ilahi. Yang Pertama dari segala dewa, tak Terlahirkan, Yang meliputi segalanya. Semua orang bijak mengatakan hal ini tentang Engkau, demikian pula rsi surgawi Narada dan juga Asita, Devala, Vyasa dan Engkau sendiri menyatakannya padaku.

10-14

sarvam etad rtam manye
yan mam vadasi keshava
na hi te bhagavan vyaktim
vidur deva na danavah

“O Krishna, I totally accept as truth all that You have told me. Neither the demigods nor the demons, O Lord, can understand Your personality.”

Segala yang Engkau katakan ini, wahai Kesava (Krsna), aku menganggapnya sebagai benar adanya, baik para dewa maupun para raksasa tidak mengetahui manifestasi-Mu wahai Bhagavan

10-15

svayam evatmanatmanam
vettha tvam purushottama
bhuta-bhavana bhutesa
deva-deva jagat-pate

“Indeed, You alone know Yourself by Your own internal potency, O Supreme Person, origin of all, Lord of all beings, God of gods, Lord of the universe!”

Sesungguhnya Engkau sendiri mengetahui Diri-Mu dengan Diri-Mu, wahai Purusa Utama (Krsna); sebagai sumber keberadaan ini, Penguasa mahluk-mahluk; Tuhannya para dewa dan Penguasa jagat raya ini.

10-16

vaktum arhasy asesena
divya hy atma-vibhutayah
yabhir vibhutibhir lokan
imams tvam vyapya tisthasi

“Please tell me in detail of Your divine opulences by which You pervade all these worlds.”

Engkau harus menjelaskan tentang manifestasi Ilahi-Mu tanpa kecuali, yang meliputi segenap alam semesta ini, mendiami dan melampauinya.

10-17

katham vidyam aham yogims
tvam sada paricintayan
kesu kesu ca bhavesu
cintyo ’si bhagavan maya

“O Krishna, O supreme mystic, how shall I constantly think of You, and how shall I know You? In what various forms are You to be remembered, O Supreme Personality of Godhead?”

Bagaimanakah aku dapat mengetahui Engkau, dengan meditasi yang terus-menerus, wahai Mahayogi? Dalam berbagai aspek apakah, wahai Bhagavan, aku dapat merenungkan-Mu

10-18

vistarenatmano yogam
vibhutim ca janardana
bhuyah kathaya trptir hi
shrinvato nasti me ’mrtam

“O Janardana, again please describe in detail the mystic power of Your opulences. I am never satiated in hearing about You, for the more I hear the more I want to taste the nectar of Your words.”

Ceritakanlah kepadaku secara rinci lagi, wahai Janardana (Krsna), tentang kekuasaan dan manifestasi-Mu; karena aku belum puas mendengarkan perkataan-Mu yang bagaikan nektar itu.

10-19

sri-bhagavan uvaca
hanta te kathayisyami
divya hy atma-vibhutayah
pradhanyatah kuru-srestha
nasty anto vistarasya me

“The Supreme Personality of Godhead said: Yes, I will tell you of My splendorous manifestations, but only of those which are prominent, O Arjuna, for My opulence is limitless.”

Sri Bhagavan bersabda:
Ya baiklah, Aku akan menyatakan kepadamu wujud ilahi-Ku, tetapi hanya yang penting-penting saja, wahai Kurusrestha (Arjuna), karena tak ada habisnya rincian wujud-Ku

10-20

aham atma gudakesha
sarva-bhutasaya-sthitah
aham adis ca madhyam ca
bhutanam anta eva ca

“I am the Supersoul, O Arjuna, seated in the hearts of all living entities. I am the beginning, the middle and the end of all beings.”

Wahai Gudakesa (Arjuna), Aku adalah Sang Diri yang bersemayam dalam hati semua mahluk. Aku adalah permulaan, pertengahan dan penghabisan dari semua keberadaan ini.

10-21

adityanam aham vishnur
jyotisam ravir amsuman
maricir marutam asmi
nakshatranam aham sasi

“Of the Adityas I am Vishnu, of lights I am the radiant sun, of the Maruts I am Marici, and among the stars I am the moon.”

Dari para Aditya, Aku adalah Visnu; dari yang bersinar Aku adalah Matahari yang cemerlang; dari para Marut. Aku adalah Marici; dan dari bintang-bintang, Aku adalah Bulan.

10-22

vedanam sama-vedo ’smi
devanam asmi vasavah
indriyanam manas casmi
bhutanam asmi cetana

“Of the Vedas I am the Sama Veda; of the demigods I am Indra, the king of heaven; of the senses I am the mind; and in living beings I am the living force [consciousness].”

Diantara kitab Veda, Aku adalah Sama Veda; diantara para dewa Aku adalah Indra; diantara indra-indra Aku adalah pikiran dan diantara unsur-unsur Aku adalah kesadaran

10-23

rudranam sankaras casmi
vitteso yaksha-rakshasam
vasunam pavakas casmi
meruh sikharinam aham

“Of all the Rudras I am Lord Shiva, of the Yakshas and Rakshasas I am the Lord of wealth [Kuvera], of the Vasus I am fire [Agni], and of mountains I am Meru.”

Diantara para Rudra Aku adalah Samkara (Siva); diantara para Yaksa dan Raksasa Aku adalah Kubera; diantara para Vasu Aku adalah Agni dan diantara puncak gunung Aku adalah Meru

10-24

purodhasam ca mukhyam mam
viddhi partha brihaspatim
senaninam aham skandah
sarasam asmi sagarah

“Of priests, O Arjuna, know Me to be the chief, Brihaspati. Of generals I am Kartikeya, and of bodies of water I am the ocean.”

Diantara para pendeta keluarga, wahai Partha (Arjuna) ketahuilah bahwa Aku lah pemimpinnya, sebagai Brhaspati; diantara para panglima perang Aku adalah Skanda dan diantara danau-danau Aku adalah samudera

10-25

maharsinam bhrgur aham
giram asmy ekam aksharam
yajnanam japa-yajno ’smi
sthavaranam himalayah

“Of the great sages I am Bhrgu; of vibrations I am the transcendental om. Of sacrifices I am the chanting of the holy names [japa], and of immovable things I am the Himalayas.”

Diantara para rsi agung Aku adalah Brhgu; diantara ucapan suci Aku adalah aksara tunggal AUM; diantara persembahan Aku adalah persembahan meditasi hening (Japa) dan diantara benda-benda yang tak dapat bergerak Aku adalah gunung Himalaya

10-26

ashvatthah sarva-vrksanam
devarsinam ca naradah
gandharvanam citrarathah
siddhanam kapilo munih

“Of all trees I am the banyan tree, and of the sages among the demigods I am Narada. Of the Gandharvas I am Citraratha, and among perfected beings I am the sage Kapila.”

Dari segala pepohonan Aku adalah Asvattha dan diantara para rsi Ilahi aku adalah Narada; diantara para gandharva Aku adalah Citraratha dan diantara para orang sempurna Aku adalah Kapila Muni.

10-27

uccaihsravasam asvanam
viddhi mam amrtodbhavam
airavatam gajendranam
naranam ca naradhipam

“Of horses know Me to be Uccaihsrava, produced during the churning of the ocean for nectar. Of lordly elephants I am Airavata, and among men I am the monarch.”

Ketahuilah bahwa diantara bangsa kuda Aku adalah Uccaihsrava, yang muncul dari madu nektar; diantara gajah perkasa Aku adalah Airavata dan diantara manusia Aku adalah maharaja

10-28

ayudhanam aham vajram
dhenunam asmi kamadhuk
prajanas casmi kandarpah
sarpanam asmi vasukih

“Of weapons I am the thunderbolt; among cows I am the surabhi. Of causes for procreation I am Kandarpa, the god of love, and of serpents I am Vasuki.”

Dari segala senjata Aku adalah halilintar; dari bangsa sapi Aku adalah Kamadhuk (pemberi segala keinginan); diantara para pemberi keturunan Aku adalah Kandarpa dan diantara para ular Aku adalah Vasuki

10-29

anantas casmi naganam
varuno yadasam aham
pitrnam aryama casmi
yamah samyamatam aham

“Of the many-hooded Nagas I am Ananta, and among the aquatics I am the demigod Varuna. Of departed ancestors I am Aryama, and among the dispensers of law I am Yama, the lord of death.”

Diantara para naga Aku adalah Ananta; diantara para penguasa air Aku adalah Varuna; diantara para roh leluhur Aku adalah Aryama dan diantara para penegak hukum Aku adalah Yama

10-30

prahladas casmi daityanam
kalah kalayatam aham
mrganam ca mrgendro ’ham
vainateyas ca paksinam

“Among the Daitya demons I am the devoted Prahlada, among subduers I am time, among beasts I am the lion, and among birds I am Garuda.”

Diantara para Daitya Aku adalah Prahlada; diantara para penghitung Aku adalah Kala (Waktu); diantara para binatang buas Aku adalah singa dan diantara para burung Aku adalah Garuda (putra Vinata)

10-31

pavanah pavatam asmi
ramah shastra-bhrtam aham
jhasanam makaras casmi
srotasam asmi jahnavi

“Of purifiers I am the wind, of the wielders of weapons I am Rama, of fishes I am the shark, and of flowing rivers I am the Ganges.”

Dari segala pensuci, Aku adalah anging; diantara para ksatriya Aku adalah Rama; diantara bangsa ikan Aku adalah Makara; dan diantara sungai-sungai Aku adalah sungai Ganga (Jahnavi)

10-32

sarganam adir antas ca
madhyam caivaham arjuna
adhyatma-vidya vidyanam
vadah pravadatam aham

“Of all creations I am the beginning and the end and also the middle, O Arjuna. Of all sciences I am the spiritual science of the self, and among logicians I am the conclusive truth.”

Dari penciptaan, wahai Arjuna, Aku adalah permulaan dan akhir serta juga pertengahan; dari segala ilmu pengetahuan Aku adalah ilmu tentang sang Diri (Atman); dan dari mereka yang berdiskusi Aku adalah dialektika

10-33

aksharanam a-karo ’smi
dvandvah samasikasya ca
aham evakshayah kalo
dhataham vishvato-mukhah

“Of letters I am the letter A, and among compound words I am the dual compound. I am also inexhaustible time, and of creators I am Brahma.”

Dari semua alfabet, Aku adalah huruf A dan dari paduan kata-kata, Aku adalah kata majemuk; Aku juga adalah waktu yang tiada hentinya dan Aku adalah pengembara yang menghadap segala penjuru.

10-34

mrityuh sarva-haras caham
udbhavas ca bhavisyatam
kirtih srir vak ca narinam
smritir medha dhrtih ksama

“I am all-devouring death, and I am the generating principle of all that is yet to be. Among women I am fame, fortune, fine speech, memory, intelligence, steadfastness and patience.”

Aku adalah kematian, pelahap semuanya dan asal mula dari apapun yang akan terjadi; dan dari mahluk wanita Aku adalah kemasyhuran, kemakmuran, ucapan, ingatan, kecerdasan, kemantapan dan kesabaran.

10-35

brihat-sama tatha samnam
gayatri chandasam aham
masanam marga-sirso ’ham
rtunam kusumakarah

“Of the hymns in the Sama Veda I am the Brihat-sama, and of poetry I am the Gayatri. Of months I am Margasirsa [November-December], and of seasons I am flower-bearing spring.”

Demikian pula halnya, diantara puji-pujian Aku adalah Brhatsama; diantara metrum Veda Aku adalah Gayatri; diantara bulan-bulan Aku adalah Margasirsa dan diantara musim Aku adalah musim semi.

10-36

dyutam chalayatam asmi
tejas tejasvinam aham
jayo ’smi vyavasayo ’smi
sattvam sattvavatam aham

“I am also the gambling of cheats, and of the splendid I am the splendor. I am victory, I am adventure, and I am the strength of the strong.”

Diantara para penipu Aku adalah perjudian; diantara yang indah Aku adalah kejelitaan; Aku adalah kemenangan; Aku adalah usaha dan Aku adalah kebaikan dari yang baik.

10-37

vrsninam vasudevo ’smi
pandavanam dhananjayah
muninam apy aham vyasah
kavinam usana kavih

“Of the descendants of Vrishni I am Vasudeva, and of the Pandavas I am Arjuna. Of the sages I am Vyasa, and among great thinkers I am Usana.”

Diantara para Vrsni Aku adalah Vasudeva; dari para Pandava Aku adalah Dhananjaya (Arjuna); diantara para bijak Aku adalah Vyasa dan diantara para kawi (penyair) Aku adalah Usana.

10-38

dando damayatam asmi
nitir asmi jigisatam
maunam caivasmi guhyanam
jnanam jnanavatam aham

“Among all means of suppressing lawlessness I am punishment, and of those who seek victory I am morality. Of secret things I am silence, and of the wise I am the wisdom.”

Diantara mereka yang berhak menghukum Aku adalah tongkat penghukumnya; dari mereka yang mencari kemenangan Aku adalah taktik yang bijaksana; dari hal-hal yang rahasia Aku adalah kebungkaman dan dari mereka yang mengetahui kebijaksanaan Aku adalah kebijaksanaan itu sendiri.

10-39

yac capi sarva-bhutanam
bijam tad aham arjuna
na tad asti vina yat syan
maya bhutam caracaram

“Furthermore, O Arjuna, I am the generating seed of all existences. There is no being—moving or nonmoving—that can exist without Me.”

Dan selanjutnya, wahai Arjuna, apapun yang menjadi benih dari seluruh keberadaan ini, Akulah adanya; karena tak ada sesuatupun yang dapat ada baik yang bergerak maupun yang tak bergerak, tanpa Aku.

10-40

nanto ’sti mama divyanam
vibhutinam parantapa
esa tuddesatah prokto
vibhuter vistaro maya

“O mighty conqueror of enemies, there is no end to My divine manifestations. What I have spoken to you is but a mere indication of My infinite opulences.”

Tak ada akhir dari manifestasi-Ku, wahai Paramtapa (Arjuna). Apa yang telah Aku nyatakan itu hanya ilustrasi dari kemuliaan-Ku yang tak terbatas

10-41

yad yad vibhutimat sattvam
srimad urjitam eva va
tat tad evavagaccha tvam
mama tejo-’msa-sambhavam

“Know that all opulent, beautiful and glorious creations spring from but a spark of My splendor.”

Segala apapun yang ada disana, yang memiliki kemuliaan, anugerah keindahan dan kekuatan, ketahuilah bahwa itu berasal dari kesemarakan fragmen-Ku

10-42

atha va bahunaitena
kim jnatena tavarjuna
vistabhyaham idam krtsnam
ekamsena sthito jagat

“But what need is there, Arjuna, for all this detailed knowledge? With a single fragment of Myself I pervade and support this entire universe.”

Tetapi, apa gunanya bagimu, wahai Arjuna, pengetahuan yang rinci semacam itu? Aku menunjang alam semesta raya ini dan meliputinya dengan sekelumit bagian kecil dari pada-Ku

Di sini berakhir bab X dari percakapan yang berjudul VIBHUTI YOGA

[Kembali]


Bhagavad Gita – Bab XI

Ekadaso’dhyayah
Bab XI

Visvarupa Darsana Yoga

11-1

arjuna uvaca
mad-anugrahaya paramam
guhyam adhyatma-samjnitam
yat tvayoktam vacas tena
moho ’yam vigato mama

“Arjuna said: By my hearing the instructions You have kindly given me about these most confidential spiritual subjects, my illusion has now been dispelled.”

Arjuna berkata:
Oleh rahasia tertinggi berupa wejangan yang berkenaan dengan sang Diri, yang telah Engkau berikan kepadaku atas anugerah-Mu, sekarang keragu-raguanku telah hilang.

11-2

bhavapyayau hi bhutanam
srutau vistaraso maya
tvattah kamala-patraksha
mahatmyam api cavyayam

“O lotus-eyed one, I have heard from You in detail about the appearance and disappearance of every living entity and have realized Your inexhaustible glories.”

Kelahiran dan kepunahan segala sesuatunya telah kudengar secara rinci dari-Mu, wahai yang bermatakan seperti bunga daun teratai (Krsna), demikian pula keagungan-Mu yang abadi.

11-3

evam etad yathattha tvam
atmanam paramesvara
drastum icchami te rupam
aishvaram purushottama

“O greatest of all personalities, O supreme form, though I see You here before me in Your actual position, as You have described Yourself, I wish to see how You have entered into this cosmic manifestation. I want to see that form of Yours.”

Benarlah apa yang telah Engkau nyatakan tentang keberadaan diri-Mu, wahai Penguasa Tertinggi; tetapi aku berkeinginan untuk menyaksikan wujud Ilahi-Mu, wahai Purusottama (Krsna)

11-4

manyase yadi tac chakyam
maya drastum iti prabho
yogeshvara tato me tvam
darsayatmanam avyayam

“If You think that I am able to behold Your cosmic form, O my Lord, O master of all mystic power, then kindly show me that unlimited universal Self.”

Wahai Prabhu (Krsna), bila Engkau berpendapat bahwa itu dapat aku saksikan, mohon perlihatkan kepadaku sang Diri Abadi tersebut, wahai Yogesvara (Krsna)

11-5

sri-bhagavan uvaca
pasya me partha rupani
sataso ’tha sahasrasah
nana-vidhani divyani
nana-varnakritini ca

“The Supreme Personality of Godhead said: My dear Arjuna, O son of Pritha, see now My opulences, hundreds of thousands of varied divine and multicolored forms.”

Sri Bhagavan bersabda:
Saksikanlah kini wujud-Ku, wahai Partha (Arjuna), ratusan, ribuan, berbagai jenis gambaran Ilahi dengan berbagai ragam wujud dan warnanya.

11-6

pasyadityan vasun rudran
asvinau marutas tatha
bahuny adrsta-purvani
pasyascaryani bharata

“O best of the Bharatas, see here the different manifestations of Adityas, Vasus, Rudras, Asvini-kumaras and all the other demigods. Behold the many wonderful things which no one has ever seen or heard of before.”

Lihatlah para Aditya, Rudra, Asvin kembar dan juga para Marut, wahai Bharata (Arjuna), banyak keajaiban yang belum pernah terlihat sebelumnya.

11-7

ihaika-stham jagat krtsnam
pasyadya sa-caracaram
mama dehe gudakesha
yac canyad drastum icchasi

“O Arjuna, whatever you wish to see, behold at once in this body of Mine! This universal form can show you whatever you now desire to see and whatever you may want to see in the future. Everything—moving and nonmoving—is here completely, in one place.”

Sekarang disini, lihatlah seluruh alam semesta, baik yang bergerak maupun yang tak bergerak serta apapun yang ingin kamu saksikan, wahai Gudakesa (Arjuna), semuanya menyatu dalam diri-Ku

11-8

na tu mam sakyase drastum
anenaiva sva-caksusa
divyam dadami te caksuh
pasya me yogam aishvaram

“But you cannot see Me with your present eyes. Therefore I give you divine eyes. Behold My mystic opulence!”

Tetapi engkau tak akan dapat menyaksikan Aku dengan mata manusiamu itu. Aku akan memberimu mata supra natural, lihatlah kekuasaan Ilahi-Ku

11-9

sanjaya uvaca
evam uktva tato rajan
maha-yogesvaro harih
darsayam asa parthaya
paramam rupam aishvaram

Sanjaya said: O King, having spoken thus, the Supreme Lord of all mystic power, the Personality of Godhead, displayed His universal form to Arjuna.

Sanjaya berkata:
Setelah berkata demikian, wahai sang Raja, Hari sebagai Yogesvara kemudian memperlihatkan Wujud Ilahi dan Tertinggi-Nya kepada Partha (Arjuna)

11-10 & 11-11

aneka-vaktra-nayanam
anekadbhuta-darshanam
aneka-divyabharanam
divyanekodyatayudham

divya-malyambara-dharam
divya-gandhanulepanam
sarvascarya-mayam devam
anantam vishvato-mukham

“Arjuna saw in that universal form unlimited mouths, unlimited eyes, unlimited wonderful visions. The form was decorated with many celestial ornaments and bore many divine upraised weapons. He wore celestial garlands and garments, and many divine scents were smeared over His body. All was wondrous, brilliant, unlimited, all-expanding.”

Dengan banyak mulut dan mata, dengan banyak visi luar biasa, banyak perhiasan ilahi serta senjata terhunus. Dengan mengenakan kalung rangkaian bunga dan pakaian surgawi, dengan wewangian dan minyak surgawi, yang semuanya gilang gemilang menakjubkan, tak terbatas, dengan muka menghadap ke segala arah.

11-12

divi surya-sahasrasya
bhaved yugapad utthita
yadi bhah sadrsi sa syad
bhasas tasya mahatmanah

“If hundreds of thousands of suns were to rise at once into the sky, their radiance might resemble the effulgence of the Supreme Person in that universal form.”

Bila sinar ribuan matahari sekaligus bercahaya semarak di angkasa, itu mungkin menyerupai kesemarakan dari Perwujudan yang sangat agung tersebut.

11-13

tatraika-stham jagat krtsnam
pravibhaktam anekadha
apasyad deva-devasya
sarire pandavas tada

“At that time Arjuna could see in the universal form of the Lord the unlimited expansions of the universe situated in one place although divided into many, many thousands.”

Di sana Pandava (Arjuna) menyaksikan seluruh alam semesta dengan berbagai macam bagian yang dikumpulkan jadi satu pada badan dewanya para dewa

11-14

tatah sa vismayavisto
hrsta-roma dhananjayah
pranamya sirasa devam
kritanjalir abhasata

“Then, bewildered and astonished, his hair standing on end, Arjuna bowed his head to offer obeisances and with folded hands began to pray to the Supreme Lord.”

Kemudian ia, Dhananjaya (Arjuna), yang tersentak perasaannya dengan rasa kagum dan bulu romanya berdiri, membungkukkan kepalanya kepada Yang Kuasa dengan tangan mencakup dalam bersembah, lalu berkata:

11-15

arjuna uvaca
pasyami devams tava deva dehe
sarvams tatha bhuta-visesa-sanghan
brahmanam isam kamalasana-stham
rsims ca sarvan uragams ca divyan

“Arjuna said: My dear Lord Krishna, I see assembled in Your body all the demigods and various other living entities. I see Brahma sitting on the lotus flower, as well as Lord Shiva and all the sages and divine serpents.”

Arjuna berkata:
Dalam Wujud-Mu, wahai Tuhan, aku melihat seluruh dewea dan juga berbagai tingkat keberadaan, demikian pula Brahma sang pencipta yang duduk pada singgasana teratai dan semua orang bijak dan para naga surgawi.

11-16

aneka-bahudara-vaktra-netram
pasyami tvam sarvato ’nanta-rupam
nantam na madhyam na punas tavadim
pasyami visvesvara vishva-rupa

“O Lord of the universe, O universal form, I see in Your body many, many arms, bellies, mouths and eyes, expanded everywhere, without limit. I see in You no end, no middle and no beginning.”

Aku melihat-Mu dalam wujud tak terbatas pada segala sisi, dengan tangan, perut, muka dan mata yang tak terhitung banyaknya, tetapi aku tak melihat akhir, pertengahan, dan permulaan-Mu, wahai Penguasa Alam Semesta dengan Wujud Universal.

11-17

kiritinam gadinam cakrinam ca
tejo-rasim sarvato diptimantam
pasyami tvam durniriksyam samantad
diptanalarka-dyutim aprameyam

“Your form is difficult to see because of its glaring effulgence, spreading on all sides, like blazing fire or the immeasurable radiance of the sun. Yet I see this glowing form everywhere, adorned with various crowns, clubs and discs.”

Aku melihat-Mu dengan mahkota, gada, cakram yang berkilau-kilauan di mana-mana bagaikan kilatan sinar yang sulit untuk membedakannya, yang gemerlapan pada semua sisi dengan pancaran nyala api dan matahari, yang tak ada bandingannya.

11-18

tvam aksharam paramam veditavyam
tvam asya vishvasya param nidhanam
tvam avyayah sasvata-dharma-gopta
sanatanas tvam purusho mato me

“You are the supreme primal objective. You are the ultimate resting place of all this universe. You are inexhaustible, and You are the oldest. You are the maintainer of the eternal religion, the Personality of Godhead. This is my opinion.”

Engkau adalah Yang Abadi, Yang Tertinggi yang harus diwujudkan. Engkau adalah tumpuan akhir dari alam semesta dan Engkau adalah pengawal dharma yang kekal. Kupikir Engkau adalah Pribadi Tertinggi.

11-19

anadi-madhyantam ananta-viryam
ananta-bahum sasi-surya-netram
pasyami tvam dipta-hutasa-vaktram
sva-tejasa vishvam idam tapantam

“You are without origin, middle or end. Your glory is unlimited. You have numberless arms, and the sun and moon are Your eyes. I see You with blazing fire coming forth from Your mouth, burning this entire universe by Your own radiance.”

Aku memandang-Mu sebagai tanpa awal, pertengahan ataupun akhir, dengan kekuasaan tak terbatas, tangan yang tak terhitung banyaknya, dengan bulan dan matahari sebagai mata-Mu, dengan muka bagaikan nyala api, yang pancarannya membakar alam semesta ini.

11-20

dyav a-prithivyor idam antaram hi
vyaptam tvayaikena disas ca sarvah
drishtvadbhutam rupam ugram tavedam
loka-trayam pravyathitam mahatman

“Although You are one, You spread throughout the sky and the planets and all space between. O great one, seeing this wondrous and terrible form, all the planetary systems are perturbed.”

Ruang antara surga dan bumi terliputi oleh-Mu saja, demikian pula seluruh penjuru semesta, wahai Mahatman (Krsna), ketika wujud-Mu yang menakutkan, menakjubkan itu terlihat, ketiga dunia ini gemetar ketakutan.

11-21

ami hi tvam sura-sangha vishanti
kecid bhitah pranjalayo grnanti
svastity uktva maharsi-siddha-sanghah
stuvanti tvam stutibhih puskalabhih

“All the hosts of demigods are surrendering before You and entering into You. Some of them, very much afraid, are offering prayers with folded hands. Hosts of great sages and perfected beings, crying “All peace!” are praying to You by singing the Vedic hymns.”

Di sana sekelompok besar para dewa memasuki-Mu dan beberapa kelompok lain dalam ketakutan dengan cakupan tangan memuja-Mu dan kumpulan para rsi serta para siddha menyerukan kata “svasti”, dan memuji-muji-Mu dengan kidung-kidung pujian.

11-22

rudraditya vasavo ye ca sadhya
visve ’svinau marutas cosmapas ca
gandharva-yakshasura-siddha-sangha
viksante tvam vismitas caiva sarve

“All the various manifestations of Lord Shiva, the Adityas, the Vasus, the Sadhyas, the Visvedevas, the two Asvis, the Maruts, the forefathers, the Gandharvas, the Yakshas, the Asuras and the perfected demigods are beholding You in wonder.”

Para Rudra, Aditya, Vasu, Sadhya, Visvedeva, Asvin kembar, Marut dan para Usmapa (roh leluhur) serta para Gandharva, Yaksa, Asura dan para Siddha, yang semuanya kagum memandang-Mu

11-23

rupam mahat te bahu-vaktra-netram
maha-baho bahu-bahuru-padam
bahudaram bahu-damstra-karalam
drishtva lokah pravyathitas tathaham

“O mighty-armed one, all the planets with their demigods are disturbed at seeing Your great form, with its many faces, eyes, arms, thighs, legs, and bellies and Your many terrible teeth; and as they are disturbed, so am I.”

Melihat wujud-Mu yang mahaagung dengan mulut dan mata yang banyak itu, wahai Mahabahu (Krsna), dengan banyak sekali lengan, paha dan kaki; dengan banyak perut ditambah dengan taring yang sangat mengerikan, seluruh alam semesta gemetaran, demikian pula Aku.

11-24

nabhah-sprsam diptam aneka-varnam
vyattananam dipta-visala-netram
drishtva hi tvam pravyathitantar-atma
dhrtim na vindami samam ca visno

“O all-pervading Vishnu, seeing You with Your many radiant colors touching the sky, Your gaping mouths, and Your great glowing eyes, my mind is perturbed by fear. I can no longer maintain my steadiness or equilibrium of mind.”

Ketika aku melihat-Mu yang menyentuh langit, yang cemerlang dengan berbagai warna, dengan mulut yang terbuka lebar dan mata lebar bersinar, hati kecilku gemetar ketakutan dan aku merasakan ketidakmantapan dan kedamaian, wahai Visnu.

11-25

damstra-karalani ca te mukhani
drishtvaiva kalanala-sannibhani
diso na jane na labhe ca sarma
prasida devesa jagan-nivasa

“O Lord of lords, O refuge of the worlds, please be gracious to me. I cannot keep my balance seeing thus Your blazing deathlike faces and awful teeth. In all directions I am bewildered.”

Ketika aku melihat mulut-Mu yang mengerikan dengan taring-taringnya seperti kobaran api pralaya, aku kehilangan arah dan tak menemukan kedamaian. Wahai Penguasa para dewa, tempat berlindung segenap alam semesta, berbaik hatilah padaku.

11-26 & 11-27

ami ca tvam dhritarashtrasya putrah
sarve sahaivavani-pala-sanghaih
bhismo dronah suta-putras tathasau
sahasmadiyair api yodha-mukhyaih

vaktrani te tvaramana vishanti
damstra-karalani bhayanakani
kecid vilagna dasanantaresu
sandrsyante curnitair uttamangaih

“All the sons of Dhritarashtra, along with their allied kings, and Bhishma, Drona, Karna—and our chief soldiers also—are rushing into Your fearful mouths. And some I see trapped with heads smashed between Your teeth.”

Disini semua putraputra Dhrtarastra bersama-sama dengan para raja lainnya, demikian juga Bhisma, Drona dan Karna bersama dengan para panglima perang di pihak kami. Semuanya berduyun-duyun masuk ke dalam mulut-Mu yang menakutkan dengan taring-taring yang mengerikan. Beberapa orang tersangkut diantara gigi-gigi terlihat dengan kepalanya yang remuk jadi tepung.

11-28

yatha nadinam bahavo ’mbu-vegah
samudram evabhimukha dravanti
tatha tavami nara-loka-vira
vishanti vaktrany abhivijvalanti

“As the many waves of the rivers flow into the ocean, so do all these great warriors enter blazing into Your mouths.”

Seperti arus sungai-sungai yang banjir mengalir menuju lautan, demikian pula para pahlawan dunia manusia ini berlomba-lomba masuk ke dalam mulut-Mu yang menyala berkobar-kobar.

11-29

yatha pradiptam jvalanam patanga
vishanti nasaya samrddha-vegah
tathaiva nasaya vishanti lokas
tavapi vaktrani samrddha-vegah

“I see all people rushing full speed into Your mouths, as moths dash to destruction in a blazing fire.”

Bagaikan kerumunan ngengat yang beterbangan masuk ke dalam kobaran api untuk musnah di sana, demikian juga manusia berlarian masuk ke dalam mulut-Mu dengan sangat kencangnya untuk kehancuran mereka sendiri.

11-30

lelihyase grasamanah samantal
lokan samagran vadanair jvaladbhih
tejobhir apurya jagat samagram
bhasas tavograh pratapanti visno

“O Vishnu, I see You devouring all people from all sides with Your flaming mouths. Covering all the universe with Your effulgence, You are manifest with terrible, scorching rays.”

Melahap seluruh alam semesta pada segala sisi dengan mulut-Mu yang menyala berkobar-kobar, Engkau menjilat semuanya. Sinar-Mu yang menggelora memenuhi segenap alam semesta dan membakarnya dengan kilauan cahaya yang dashyat, wahai Visnu (Krsna)

11-31

akhyahi me ko bhavan ugra-rupo
namo ’stu te deva-vara prasida
vijnatum icchami bhavantam adyam
na hi prajanami tava pravrttim

“O Lord of lords, so fierce of form, please tell me who You are. I offer my obeisances unto You; please be gracious to me. You are the primal Lord. I want to know about You, for I do not know what Your mission is.”

Beritahukanlah kepadaku siapakah yang berwujud menyeramkan ini. Aku bersujud kepada-Mu Dewata Agung, ampunilah aku. Aku ingin mengetahui Engkau, yang Maha Esa, karena aku tidak mengetahui kegiatan-Mu ini.

11-32

sri-bhagavan uvaca
kalo ’smi loka-ksaya-krt pravrddho
lokan samahartum iha pravrttah
rte ’pi tvam na bhavisyanti sarve
ye ’vasthitah pratyanikesu yodhah

“The Supreme Personality of Godhead said: Time I am, the great destroyer of the worlds, and I have come here to destroy all people. With the exception of you [the Pandavas], all the soldiers here on both sides will be slain.”

Sri Bhagavan bersabda:
Aku adalah waktu (kala), sebagai pemusnah alam dunia yang tumbuh menjadi masak dan terlibat di sini dalam memusnahkan dunia ini. Bahkan tanpa kegiatanmu, seluruh pasukan yang berdiri dalam formasi tempur ini akan musnah semuanya.

11-33

tasmat tvam uttistha yaso labhasva
jitva satrun bhunksva rajyam samrddham
mayaivaite nihatah purvam eva
nimitta-matram bhava savya-sacin

“Therefore get up. Prepare to fight and win glory. Conquer your enemies and enjoy a flourishing kingdom. They are already put to death by My arrangement, and you, O Savyasaci, can be but an instrument in the fight.”

Oleh karena itu, bangkitlah engkau dan raihlah kemenangan. Taklukkan musuh-musuhmu dan nikmatilah kerajaan yang makmur sejahtera. Sebenarnya mereka semua telah Aku musnahkan; sedangkan engkau hanyalah alat belaka, wahai Savyasacin (Arjuna)

11-34

dronam ca bhismam ca jayadratham ca
karnam tathanyan api yodha-viran
maya hatams tvam jahi ma vyathistha
yudhyasva jetasi rane sapatnan

“Drona, Bhishma, Jayadratha, Karna and the other great warriors have already been destroyed by Me. Therefore, kill them and do not be disturbed. Simply fight, and you will vanquish your enemies in battle.”

Bunuhlah Drona, Bhisma, Jayadratha, Karna dan para pahlawan agung lainnya, yang semuanya telah Aku musnahkan. Janganlah gentar; bertempurlah dan engkau harus menaklukkan musuh-musuh dalam peperangan ini.

11-35

sanjaya uvaca
etac chrutva vacanam keshavasya
kritanjalir vepamanah kiriti
namaskritva bhuya evaha krishnam
sa-gadgadam bhita-bhitah pranamya

“Sanjaya said to Dhritarashtra: O King, after hearing these words from the Supreme Personality of Godhead, the trembling Arjuna offered obeisances with folded hands again and again. He fearfully spoke to Lord Krishna in a faltering voice, as follows.”

Sanjaya berkata:
Setelah mendengar ucapan Kesawa (Krsna) seperti itu, Kiritin (Arjuna) dengan cakupan tangan dan gemetaran, kembali bersujud dan membungkukkan dirinya dengan sangat ketakutan mengucapkan suara tersendat gemetaran kepada Krsna:

11-36

arjuna uvaca
sthane hrishikesha tava prakirtya
jagat prahrsyaty anurajyate ca
rakshamsi bhitani diso dravanti
sarve namasyanti ca siddha-sanghah

“Arjuna said: O master of the senses, the world becomes joyful upon hearing Your name, and thus everyone becomes attached to You. Although the perfected beings offer You their respectful homage, the demons are afraid, and they flee here and there. All this is rightly done.”

Arjuna berkata:Wahai Hrsikesa (Krsna), benarlah bahwa dunia merasa bergembira dan senang dalam memuliakan-Mu. Para Raksasa lari ketakutan ke segala arah dan semua kumpulan para siddha bersujud di hadapan-Mu, bersembah.

11-37

kasmac ca te na nameran mahatman
gariyase brahmano ’py adi-kartre
ananta devesa jagan-nivasa
tvam aksharam sad-asat tat param yat

“O great one, greater even than Brahma, You are the original creator. Why then should they not offer their respectful obeisances unto You? O limitless one, God of gods, refuge of the universe! You are the invincible source, the cause of all causes, transcendental to this material manifestation.”

Dan mengapa mereka tidak memberi-Mu penghormatan, wahai Mahatma (Krsna), yang lebih agung dari pada Brahma, pencipta pertama? Wahai Keberadaan Takterbatas. Penguasa para dewa, tumpuan alam semesta; Engkau adalah abadi, keberadaan dan bukan keberadaan dan yang melampauinya.

11-38

tvam adi-devah purushah puranas
tvam asya vishvasya param nidhanam
vettasi vedyam ca param ca dhama
tvaya tatam vishvam ananta-rupa

“You are the original Personality of Godhead, the oldest, the ultimate sanctuary of this manifested cosmic world. You are the knower of everything, and You are all that is knowable. You are the supreme refuge, above the material modes. O limitless form! This whole cosmic manifestation is pervaded by You!”

Engkau adalah Pribadi Pertama, Yang Pertama dari para dewa, sebagai Tumpuan Alam Semesta yang Tertinggi. Engkau adalah yang mengetahui dan yang harus diketahui serta menjadi tujuan utama. Dan oleh-Mu jualah alam semesta ini diliputi, wahai Yang Berwujud Semesta

11-39

vayur yamo ’gnir varunah sasankah
prajapatis tvam prapitamahas ca
namo namas te ’stu sahasra-kritvah
punas ca bhuyo ’pi namo namas te

“You are air, and You are the supreme controller! You are fire, You are water, and You are the moon! You are Brahma, the first living creature, and You are the great-grandfather. I therefore offer my respectful obeisances unto You a thousand times, and again and yet again!”

Engkau adalah Vayu (dewa angin), Yama (dewa kematian), Agni (dewa api), Varuna (dewa laut), dan Sasarika (bulan) dan Prajapati (leluhur semua mahluk). Bagi-Mu kuucapkan Svasti, svasti ribuan kali. Svasti, svasti berkali-kali

11-40

namah purastad atha prsthatas te
namo ’stu te sarvata eva sarva
ananta-viryamita-vikramas tvam
sarvam samapnosi tato ’si sarvah

“Obeisances to You from the front, from behind and from all sides! O unbounded power, You are the master of limitless might! You are all-pervading, and thus You are everything!”

Sembah sujud di depan-Mu, di belakang-Mu, pada segala sisi-Mu; kekuasaan-Mu tak terbatas dan tak terukur kekuatan-Mu, wahai Semuanya ini. Engkau meliputi segalanya ini, sehingga Engkau adalah Semuanya ini.

11-41 & 11-42

sakheti matva prasabham yad uktam
he krishna he yadava he sakheti
ajanata mahimanam tavedam
maya pramadat pranayena vapi

yac cavahasartham asat-krto ’si
vihara-sayyasana-bhojanesu
eko ’tha vapy acyuta tat-samaksham
tat ksamaye tvam aham aprameyam

“Thinking of You as my friend, I have rashly addressed You “O Krishna,” “O Yadava,” “O my friend,” not knowing Your glories. Please forgive whatever I may have done in madness or in love. I have dishonored You many times, jesting as we relaxed, lay on the same bed, or sat or ate together, sometimes alone and sometimes in front of many friends. O infallible one, please excuse me for all those offenses.”

Terhadap apapun yang telah kukatakan kepada-Mu dengan kasar, dengan berpikir bahwa Engkau adalah kawanku dan tak menyadari akan keagungan-Mu, wahai Krsna, wahai Yadava, wahai Kawan; semuanya berasal dari kealpaan dan mungkin karena keakraban saja. Dan apapun kekurangsopanan yang telah kulakukan pada-Mu dalam senda gurauan ketika bermain atau di tempat tidur, ketika duduk-duduk atau pada saat makan sendirian maupun bersama yang lainnya, aku memohon kepada-Mu, wahai Acyuta (Krsna), ampunan dan maaf yang tak terkira banyaknya.

11-43

pitasi lokasya caracarasya
tvam asya pujyas ca gurur gariyan
na tvat-samo ’sty abhyadhikah kuto ’nyo
loka-traye ’py apratima-prabhava

“You are the father of this complete cosmic manifestation, of the moving and the nonmoving. You are its worshipable chief, the supreme spiritual master. No one is equal to You, nor can anyone be one with You. How then could there be anyone greater than You within the three worlds, O Lord of immeasurable power?”

Engkau adalah Bapak dari dunia yang bergerak maupun yang tak bergerak, Engkau adalah obyek pemujaan dan guru yang dimuliakan. Tak ada yang menyamai-Mu, sehingga mana mungkin ada yang lebih agung dari pada-Mu di ketiga dunia ini, wahai Engkau yang tak tertandingi.

11-44

tasmat pranamya pranidhaya kayam
prasadaye tvam aham isam idyam
piteva putrasya sakheva sakhyuh
priyah priyayarhasi deva sodhum

“You are the Supreme Lord, to be worshiped by every living being. Thus I fall down to offer You my respectful obeisances and ask Your mercy. As a father tolerates the impudence of his son, or a friend tolerates the impertinence of a friend, or a wife tolerates the familiarity of her partner, please tolerate the wrongs I may have done You.”