Memetik, Menebang, Membelah, Membeli & K.O: Cinta & Perkawinan


Cinta dan Perkawinan

Pada suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apakah cinta itu? Bagaimana aku mendapatkannya? “

Gurunya menjawab, “Di depan sana, ada sebuah ladang gandung yang sangat luas. Berjalanlah kedepan tanpa berbalik arah, ambilah hanya satu batang. Jika engkau temukan satu batang yang menurutmu terbaik dari semuanya maka engkau telah menemukan arti cinta”

Plato pun masuk ke ladang gandung dan taklama kemudian ia kembali dengan tangan kosong.

Gurunya bertanya, “Mengapa tidak satupun batang gandum engkau bawa? “

Plato menjawab, “Karena aku hanya boleh mengambil satu tanpa boleh berbalik lagi. Jadi, ketika telah kutemukan satu batang yang sangat baik, namun kupikir bisa jadi ada batang yang lebih baik lagi dii depan sana, sehingga batal kupetik. Terus ku melangkah, namun tiap batang yang kulihat tidaklah sebaik yang sebelumnya hingga akhir ladang tidak ada yang dapat kupetik”.

Gurunya berkata, “dan begitulah cinta”

***

Di hari yang lainnya, Plato bertanya pada gurunya, “Apakah pernikahan itu? Bagaimana aku mendapatkannya? “

Gurunya menjawab, “Didepan sana ada hutan yang lebat, Berjalanlah kedepan tanpa berbalik arah dan tebanglah hanya satu pohon. Jika engkau temukan pohon yang tertinggi, maka engkau temukan arti pernikahan”

Plato berjalan masuk ke hutan, tidak berapa lama, ia kembali dengan sebatang pohon. Pohon itu tidaklah buruk dan juga tidaklah tinggi. Hanya biasa-biasa saja, tidaklah yang terbaik.

Gurunya bertanya , “Mengapa engkau tebang pohon yang biasa-biasa saja? “

Plato menjawab, “Karena di pengalamanku sebelumnya, Aku berjalan hingga akhir ladang, namun kembali dengan tangan hampa. Kali ini, ku temukan pohon ini dan kurasa ini adalah pohon bagus pertama yang kulihat, jadi kutebang ia dan ku bawa kembali. Tidak lagi aku ingin menyia-nyiakan kesempatan”.

Gurunya kemudian menjawab, “Dan begitulah perkawinan”

Sumber: ditemukan di rerimbunan belantara net, semoga sang penulis diberkati.


Berbelanja Suami [dan Istri]

Di New York City,terdapat sebuah toko baru yang menjual suami baru dimana wanita dapat memilih sesuai yang diinginkannya dengan mengikuti instruksi di area masuk:

“Engkau hanya boleh memasuki toko ini hanya satu kali! Ada enam lantai yang masing-masing tertera nilai dari setiap produk dan meningkat nilainya di tiap lantai. Pembeli dapat memilih item apapun di lantai tertentu atau naik ke lantai berikutnya, tapi engkau tidak dapat kembali kebawah kecuali keluar gedung”

Seorang wanita pergilah ketoko untuk mencari suami. Pada lantai pertama, tertulis tanda:

Lantai-1, Para pria di sini memiliki pekerjaan

Minatnya tergoda, namun ia putuskan naik kelantai berikutnya, dan terdapat tanda tertulis:

Lantai-2, Para Pria disini memiliki pekerjaan dan mencintai anak-anak

“Ah, itu baik sekali”, pikirnya, tapi ia ingin sesuatu yang lebih. Jadi ia lanjutkan naik. Di tangga ke tiga tertulis tanda:

Lantai-3, Para pria disini punya pekerjaan, mencintai anak-anak dan luarbiasa tampan.

“Wow”, Ia berpikir, tapi ia paksakan dirinya untuk melanjutkan. Ia menuju ke lantai 4 dan tertulis tanda:

lantai-4, Para pria disini punya pekerjaan, mencintai anak-anak dan ganteng abis dan ringan tangan dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

“Ah, beruntungnya aku!”, ia berseru, “Sulit sekali rasanya untuk menahan diri! “. Namun tetap saja, ia lanjutkan menuju lantai ke 5 dan tertulis tanda:

lantai-5, Para pria disini punya pekerjaan, mencintai anak-anak, ganteng abis, ringan tangan dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan sangat romantis.

Ia sangat tergodanya untuk berhenti di situ, namun akhirya ia tetap lanjutkan ke lantai 6, dimana tertulis tanda:

Lantai-6, Anda adalah pengunjung ke- 999.999.999. Tidak ada pria di lantai ini. Lantai ini dibangun hanya untuk membuktikan bahwa wanita mustahil untuk dipuaskan. Terima kasih untuk berbelanja di toko suami.

***

Seorang wanita yang cerdas dan emosi dengan tulisan ini, menambahkan, Mohon juga di baca:

Tepat di seberang jalan,telah dibuka pula toko “Istri baru”.

Lantai-1, berisi para istri yang sangat menyukai Seks
Lantai-2, berisi para istri yang menyukai seks dan punya banyak uang
Lantai-3, 4, 5 dan 6 tidak pernah di kunjungi.

Sumber: Love-marriage


Ketika Cinta Membelah

Suami saya adalah seorang insinyur. Saya mencintai sifatnya yang alami, dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul ketika saya bersender di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa kenalan dan bercumbu, sampai sekarang, dua tahun dalam masa pernikahan, harus saya akui, saya mulai merasa lelah dengan semua itu.

Alasan saya mencintainya pada waktu dulu, telah berubah menjadi sesuatu yang melelahkan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang menginginkan permen. Dan suami saya bertolak belakang dari saya, rasa sensitifnya kurang, dan ketidakmampuannya untuk menciptakan suasana yang romantis di dalam pernikahan kami telah mematahkan harapan saya tentang cinta.

***

Suatu hari, akhirnya saya memutuskan untuk mengatakan keputusan mahaberat saya kepadanya. Saya menginginkan perceraian!

“Mengapa?” Dia bertanya dengan terkejut. “Ada orang ketiga?!”

Saya menggeleng. “Saya lelah. Terlalu banyak alasan yang tak akan pernah kamu pahami,” jawab saya.

Dia terdiam dan termenung sepanjang malam dengan rokok yang tidak ada putus-putusnya.

Kekecewaan saya semakin bertambah. Seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang saya bisa harapkan darinya?

Dan akhirnya dia bertanya seolah dapat membaca alam pikiran saya. “Apa yang dapat saya lakukan untuk mengubah pikiranmu?”

Seorang bijak pernah berkata, mengubah kepribadian orang lain sangatlah sulit. Mungkin itu benar. Saya pikir, saya mulai kehilangan kepercayaan dan kesabaran diri bahwa saya bisa mengubah pribadinya menjadi seorang yang romantis seperti obsesi saya selama ini. Dan tidak ada cara lain untuk mengakhiri semuanya itu dengan perceraian!

Di dalam kekecewaan dan putus asa, saya menatap dalam-dalam matanya dan melontarkan tanya.

“Saya punya pertanyaan untukmu. Jika kamu dapat menemukan jawabannya yang ada di dalam hati saya, mungkin saya akan berubah pikiran. Seandainya, katakanlah saya menyukai setangkai bunga yang ada di tebing gunung, dan kita berdua tahu, jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”

Dia berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”

Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Dia seperti laki-laki yang tidak memiliki hati. Dia meninggalkan saya sendiri, tepekur dengan pertanyaan-pertanyaan saya yang serupa mistis.

***

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya melihat selembar kertas dengan coret-coretan tangannya, di bawah sebuah gelas kristal kosong, yang bertuliskan:

“Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu. Tapi izinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”

Sebaris kalimat pertama tadi menghancurkan hati saya. Saya mencoba untuk kuat melanjutkan membacanya kembali….

“Suatu ketika, saat kamu mengetik di komputer dan tanpa sengaja telah mengacaukan program di PC, dan akhirnya menangis di depan monitor karena semua data kamu hilang, maka saat itu pula saya akan datang membantu kamu. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki program komputer itu, dan mendapatkan data kamu yang hilang tersebut.”

Saya menyimak dengan hati belah.

“Suatu ketika, saat kamu keluar dan lupa membawa kunci rumah, saat itu saya harus pulang dari kantor untuk sekedar mendobrak pintu rumah dengan cara menendangnya, supaya kamu bisa masuk dan tidak membiarkanmu menunggu saya pulang kantor berjam-jam di luar rumah.”

Kalimat ketiga tadi mulai menggugah saya dalam haru.

“Suatu ketika, saat kamu jalan-jalan ke luar kota dan nyasar di tempat baru yang kamu kunjungi itu, maka saat itu saya begitu panik dan nyaris gila mencarimu. Saat menemukanmu, saya seperti menemukan sebuah permata yang tidak dapat saya gambarkan nilainya. Saya memelukmu, dan rasa-rasanya tidak ingin melepaskan kamu saat itu.”

Sepasang pelupuk mata saya memanas.

“Suatu ketika, saat kamu selalu pegal-pegal setiap ‘kedatangan tamu’ pada setiap bulannya, maka saat itu pula atas inisiatif saya sendiri, saya akan memijat kakimu yang pegal meskipun saya sudah mengantuk dan bahkan tertidur.”

Bibir saya bergetar.

“Suatu ketika, saat kamu sedang diam dan sendirian di rumah karena kita belum dikaruniai seorang anak, maka saya akan meriuhkan suasana ‘keterasinganmu’ dengan menjaring dan merangkai cerita supaya kamu tidak kesepian. Saya akan membanyol supaya kamu ceria di dalam senyum atau tawa lucu, meskipun saat itu saya masih lelah dan penat sehabis pulang kerja dari kantor.”

Tubuh saya mulai menggemetar.

“Suatu ketika, saat kamu asyik dan lama menatap monitor komputer, maka saat itu saya akan menegurmu untuk beristirahat, dan mengatakan kalau terlalu lama di depan layar monitor tidak baik untuk kesehatan matamu. Dan sejak saat itu pula, saya berikrar untuk harus menjaga kesehatan mata saya sehingga kelak kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Saya akan memegang tanganmu, menelusuri pantai, menikmati sinar matahari dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga kepadamu yang bersinar seperti wajah cantikmu….”

Kerongkongan saya memerih.

“Sayang, saya yakin ada banyak orang yang mencintaimu lebih dari cara saya mencintaimu. Tapi saya tidak akan mengambil bunga di tebing gunung itu, seperti yang kamu inginkan, kalau toh pada akhirnya bunga itu akan mati layu….”

Airmata saya sudah menggumpal dan sedikit meruap di pinggir pelupuk mata.

“Saya hanya ingin memberimu cinta, cinta yang tak akan pernah layu meski mungkin cinta itu tidak dapat kamu lihat sebagai sebuah keindahan. Keindahan seperti bunga. Keindahan seperti harum melati dan mawar. Tapi demikianlah saya yang apa adanya. Yang hanya memiliki niat sederhana untuk membahagiakan kamu dengan cara saya, cara yang mungkin bagi kamu tidak romantis. Ya, tidak romantis dan begitu menjenuhkan. Tapi saya yakin cinta saya ini akan abadi, dan tidak akan layu seperti keindahan bunga yang sekejap layu lalu mati.”

Airmata saya sudah menetes dan jatuh ke atas kertas tulisannya. Saya berusaha untuk menahan tangis, namun tidak bisa. Buncah sesal seperti menohok hati saya telak-telak. Saya memang tak pandai mengartikan cinta yang sejati. Cinta tulus yang telah diberikan suami saya dengan caranya sendiri.

“Sayang, sekarang setelah selesai membaca jawaban saya, kamu berhak memilih dan menentukan jalan hidup kamu. Tak ada paksaan. Namun jika kamu dapat menerima cinta cara saya yang apa adanya, seperti yang telah saya persembahkan kepada kamu selama ini, tolong bukalah pintu rumah kita. Sekarang, saya sedang berdiri di sana dengan susu segar dan roti kesukaanmu….”

Saya segera membuka pintu, dan melihat wajahnya yang dulu sangat saya cintai. Matanya tampak merah dan berkaca-kaca, berdiri dengan sikap tegar sembari memegang nampan berisi segelas susu segar dan beberapa roti iris dalam piring.

Saya tidak kuat lagi, memeluknya dan merebahkan kepala saya di bahunya yang bidang sambil menangis.

From: Yeni Kurniawi, Ketika Cinta Membelah


Komunikasi yang terjaga

Setelah melalui pertengkaran hebat, sepasang suami istri sepakat untuk tidak bicara satu sama lain. Menyapa pun tidak. Meskipun mereka masih tidur satu ranjang, mereka tidur saling membelakangi.

Suatu hari si suami berencana ke luar kota untuk menghadiri meeting tahunan di kantor pusat. Ia harus bangun pagi untuk mengejar penerbangan pertama. Namun si suami ini punya kebiasaan bangun kesiangan. Walau sudah memasang weker, ia tetap saja molor. Biasanya si istri yang membangunkannya.

Si suami pun bingung harus bagaimana supaya ia bisa bangun pagi. mau ngobrol dengan istrinya, ia ingat akan perjanjian untuk tidak saling bicara. Mau bicara duluan juga gengsi. Akhirnya ia mengambil secarik kertas dan menulis :

“Mama, besok pagi bangunkan saya jam 5 tepat. Saya harus mengejar penerbangan pertama besok pagi karena ada pertemuan tahunan di kantor pusat. Terimakasih”

kemudian kertas itu ditempelkan di pintu kulkas. lalu tidurlah si suami.

Keesokan harinya si suami bangun dan melihat jam. Ternyata sudah jam 9 pagi. Tentu saja ia ketinggalan penerbangan. Dengan perasaan kesal yang mendalam terhadap istrinya, ia berjalan keluar kamar. Ia cari istrinya, mau dimarahi. Tapi rumah tampak sepi. Ia berjalan menuju dapur untuk melihat pesan yang sudah ditempelkan di pintu kulkas. Dan ternyata si suami mendapati secarik kertas dari istrinya yg berisi:

“Papa bangun! ini sudah jam 5 kurang lima menit! Cepat bangun atau kau akan ketinggalan pesawat!”

Sumber:
ditemukan di rerimbunan belantara net, semoga sang penulis diberkati.


K.O Di Hotel

Dengan Rp 165.000,- orang kini bisa naik pesawat murah meriah Jakarta – Surabaya. Gara-gara itulah barangkali, Dalijo, 66, jadi kelewat pede. Punya uang Rp 162.500,- saja berani “naik orang” di sebuah hotel Ponorogo. Tapi akibatnya fatal, baru selesai ronde pertama, langsung KO akibat serangan jantung.

Istri memang kebutuhan vital setiap lelaki normal. Dengan istri ada teman bertukar pikiran, berbagi suka dan duka. Karena istri, kerja suami menjadi lebih bersemangat. Dan karena istri pula, seorang lelaki tak perlu kadhemen (kedinginan) di malam hari. Dia merupakan “bed kafer” multiguna, yang menjanjikan kehangatan, keasyikan tersendiri bagi lelaki. “Aja ngenyek karo wong wedok, ditinggal lunga setengah mati,” begitu kata Waldjinah si ratu kembang kacang dari Solo.

Nah, dalam urusan perempuan Mbah Dalijo kini boleh dikata paling malang. Sejak 6 tahun lalu istrinya meninggal. Praktis sejak itu dia tak ada yang menangani dalam segala hal. Ada memang sih, sejumlah anak-anaknya. Tapi mereka kan hanya bisa meladeni makan minum, mencucikan pakaian, dan mempersiapkan kebutuhan untuk mandi. Tapi untuk hal yang paling prinsipil dan nyempil, siapa yang nanggung?

Duda dalam usia 60 tahun kala itu, memang sangat menyiksa diri. Soalnya, sebagai lelaki normal Mbah Dalijo masih membutuhkan “sporing balancing” ibaratnya sebuah kendaraaan. Tapi semenjak istri mendahului pergi, kini dia jadi ngaplo (tanpa kegiatan). Padahal pendulumnya masih selalu kontak blip, blip di sepanjang hari. Mbah Dalijo pernah melempar usul pada anak-anak untuk kawin lagi, tapi anak-anak melarang. “Wis tuwa arep ngapa ta mbah (sudah tua mau apa lagi mbah)?” kata anak-anak.

Ah, anak-anak ternyata tak bisa memahami kebutuhan hakiki seorang lelaki. Padahal penyakit rindu wanita sudah makin menggebu. Dari pada si rindu mengkristal jadi kemenyan, lelaki yang tinggal di Jl. KBP Duryat, Mangkjayan, Ponorogo ini beberapa hari lalu dia nekad mencari wanita pelabuhan asmara. Padahal asal tahu saja, uang di kantong tinggal Rp 162.500,- Pikirnya: cukuplah, naik pesawat Jakarta – Surabaya saja hanya Rp 165.000,- apa lagi naik orang!

Kurang jelas, dari mana Mbah Dalijo dapat lawan. Yang jelas, perempuan pelacur bernama Sawitri, 26, itu sudah berhasil dibawa masuk ke hotel Larasati di Jalan Basuki Rahmad. Taripnya berapa juga tak diketahui pasti. Yang pasti dua makhluk berlainan jenis itu langsung “bertarung” antara hidup dan mati. Celakanya, baru saja menyelesaikan ronde pertama, Mbah Dalijo langsung terjengkang di pojok ranjang dengan kondisi masih telanjang. Sawitri pun jadi panik. Digoyang-goyang tubuhnya, Mbah Dalijo tetap saja tak bergerak. Padahal tadi, gerakannya aktif sekali.

Untuk selanjutnya Sawitri lapor ke Satpam hotel, dan kemudian diteruskan ke polisi Polres Ponorogo. Ternyata kakek malang ini memang sudah wasalam, pulang ke rahmatullah dengan cara memalukan. Di kantongnya masih utuh uang Rp 162.500,- di samping sebungkus rokok dan gigi palsu. Diduga keras Mbah Dalijo serangan jantung, akibat tak bisa mengontrol emosinya setelah sekian lama tak pernah berhubungan intim. Kasihan. Pilot saja setelah lama grounded, harus latihan lagi! [JP/Gunarso TS]

Sumber: Artikel Mbah Dalijo, merupakan kisah nyata, diambil dari Pos Kota, Selasa 19 Februari 2008, Jam: 10:19:00

Note:
Akan terus ditambah dengan topik serupa jika saya temukan lagi yang menarik


Sinetron Hantu dan Tuhan!


Prolog
Saya ingat satu tulisan dan setelah mengais di tumpukan file, saya temukan juga tulisan yang mewakili jiwa dari artikel ini:

    Sama seperti Timur adalah kesepakatan umum untuk arah terbitnya matahari, demikian pula Tuhan adalah kesepakatan umum untuk semua sifat yang baik atau positif, sedangkan Hantu adalah kesepakatan umum untuk semua sifat yang buruk atau negatif. Timur adalah arah, bukanlah benda, tempat, waktu atau keadaan. Demikian pula Timur, Tuhan dan Hantu, anda tidak akan menemukannya di mana pun. Meskipun anda berjalan ke arah Timur sampai mati, anda tak akan menemukan Timur. Demikian pula Tuhan dan Hantu.[Buah pikiran: Arhanty Arhanty, Kesepakatan Tuhan dan Hantu]


Ia yang mencerai beraikan manusia
Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.” Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.[Kejadian 11:5-9]



Ia yang bergulat melawan manusia dan kalah
Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki [‘iysh] bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu [‘iysh] melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.” Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.” Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.”- [Kejadian 32:24-29]

Terjadi kekacauan pengulangan di Hosea:
Di dalam kandungan ia menipu saudaranya, dan dalam kegagahannya ia bergumul dengan Allah [elohiym]-[12:3]. Ia bergumul dengan Malaikat [mal’ak] dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya.[..] [12:4]

Allah, saat menampakan diri, juga takut FAJAR menyingsing. Yakub berhasil mengalahkan Allah itu! dan lucunya di Kejadian 32 tidak ada terlihat yakub menangis dan minta belas kasihan tapi justru bersikap pongah!

Peringatan:
Para penjaga kitab ini akan mengatakan bahwa itu merupakan kiasan, atau Setan tidak hanya muncul di malam hari atau akan ada yang mengatakan yang diajak bergulat itu malaikat bukan Allah dan menyatakan bahwa tujuan bergulat agar membuat orang itu memberkati, maka ini sungguhlah penjelasan konyol karena buat apa Allah turun hanya untuk berkelahi dengan tidak mampu menang lawan ciptaannya



Perhatikan Ini:

  • IBLIS [Satan] bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel…Lalu berkatalah Yoab: “Kiranya TUHAN menambahi rakyat-Nya seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang..Namun titah raja itu terpaksa diikuti oleh Yoab..” [1 Tawarikh 21:1, 3, 4]
  • Bangkitlah pula murka TUHAN [Yahovah] terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: “Pergilah, hitunglah orang Israel..Lalu berkatalah Yoab kepada raja: “Kiranya TUHAN, Allahmu, menambahi rakyat seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang..Namun titah raja itu terpaksa diikuti oleh Yoab..”[2 samuel 24:1, 3 ,4]

Anda lihat! Ternyata Iblis itu Tuhan juga!

Perhatikan juga ayat ini:

    Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah [Ibrani: Elohim] menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. [Ayub 1:6] menghadap Tuhan [Ibrani: Yahovah] [Ayub 2:1]

Anda lihat! Iblis ternyata salah satu di antara ELOHIM [bentuk jamak dari EL (Allah/tuhan)] dan ada kata “Diantara Mereka”, sebagai contoh:

    Anak-anak kita dinamakan anak MANUSIA karena kita, sebagai bapaknya adalah MANUSIA
    Anak-anak KERA dinamakan anak KERA karena bapaknya adalah KERA

Jadi, Iblis itu EL/TUHAN juga!

Tentu sekarang anda tidak merasa heran, jika menemukan banyak emosi negative Hantu di sini, contohnya:

    Cemburuan, tidak mengakui kesalahan tapi senang membalas berulang2:

      Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku[Kel. 20:5]

    Gampang ngamuk:

    • sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi.[Ul. 6:15]
    • Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.[Ul. 4:24]

    Tidak lapanghati, tidak penuh kasih, senang sumpah serapah, pendendam dan suka membalas:

    • maka TUHAN tidak akan mau mengampuni orang itu, tetapi murka dan cemburu TUHAN akan menyala atasnya pada waktu itu; segenap sumpah serapah yang tertulis dalam kitab ini akan menghinggapi dia, dan TUHAN akan menghapuskan namanya dari kolong langit.[Ul. 29:20]
    • Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: “Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu.[Yos. 24:19]
    • TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya.[Nah. 1:2]
    • maka TUHAN tidak akan mau mengampuni orang itu, tetapi murka dan cemburu TUHAN akan menyala atasnya pada waktu itu; segenap sumpah serapah yang tertulis dalam kitab ini akan menghinggapi dia, dan TUHAN akan menghapuskan namanya dari kolong langit.[Ul. 29:20]

    Murka diredakan dengan nyawa-nyawa bangsa lain:

      lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tangkaplah semua orang yang mengepalai bangsa itu dan gantunglah mereka di hadapan TUHAN di tempat terang, supaya murka TUHAN yang bernyala-nyala itu surut dari pada Israel.”[Bil 25:4]

    Murka diselesaikan dengan membuat timbunan batu:

      Sesudah itu didirikanlah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. Lalu surutlah murka TUHAN yang bernyala-nyala itu. Oleh sebab itu nama tempat itu sampai sekarang disebutkan lembah Akhor.[Yos 7:26]

    Murka, maka menjual manusia sebagai budak ke tangan perampok dan raja-raja:

    • Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel. Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka.[Hakim 2:14]
    • Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya.[Hakim 3:8]
    • Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, dan Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin dan bani Amon.[Hakim 10:7]

    Tidak sabaran, Gemesan, senang membakar, memukul berulang-ulang dan menginjak-injak:

    • Sebab itu, ketika mendengar hal itu, TUHAN gemas, api menyala menimpa Yakub, bahkan murka bergejolak menimpa Israel..[Mazmur 78:21]
    • yang memukul bangsa-bangsa dengan gemas, dengan pukulan yang tidak putus-putusnya; yang menginjak-injak bangsa-bangsa dalam murka dengan tiada henti-hentinya.[Yesaya 14:6]

    Murka dan melakukan Pembunuhan:

      Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.[2Sa. 6:7]

    Merasuki manusia dan melakukan Pembunuh masal:

      Maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia, lalu pergilah ia ke Askelon dan dibunuhnya tiga puluh orang di sana, diambilnya pakaian mereka dan diberikannya pakaian-pakaian kebesaran itu kepada orang-orang yang dapat memberi jawab teka-teki itu. Tetapi amarahnya masih juga bernyala-nyala, lalu pulanglah ia ke rumah ayahnya.[Hakim-hakim 14:19]

    Panasan, senang membantai dan menumpas:

    • Sebab TUHAN murka atas segala bangsa, dan hati-Nya panas atas segenap tentara mereka. Ia telah mengkhususkan mereka untuk ditumpas dan menyerahkan mereka untuk dibantai.[Yes. 34:2]
    • Dan apabila sudah diserahkan Tuhan Allahmu akan mereka itu di hadapanmu, dan kamu sudah mengalahkan mereka itu, maka hendaklah kamu membinasakan mereka itu sama sekali, jangan kamu berjanji-janjian dengan mereka itu dan jangan kamu mengasihani mereka itu …[Ulangan 7:2]
    • Tetapi adapun negeri bangsa-bangsa ini yang dikaruniakan Tuhan Allahmu kepadamu akan bahagian pusaka, janganlah kamu hidupi barang sesuatu isinya akan bernafas; melainkan hendaklah kamu menumpas sama sekali segala orang Heti dan Amori dan Kanani dan Ferizi dan Hewi dan Yebuzi, seperti firman Tuhan Allahmu kepadamu …[Ulangan 20:16,17]
    • Maka bani Yehuda pun memerangi Yerusalem, lalu dikalahkannya, dan dibunuhnya segala orang isinya dengan mata pedang, dan ditundukkannya negeri itu …[HAKIM-HAKIM 1:8]
    • Maka ditumpasnya segala sesuatu yang di dalam negeri itu, baik orang laki-laki atau perempuan, baik orang muda atau orang tua sampai segala lembu domba dan keledai pun dengan mata pedang …[YUSAK 6:21]
    • Maka berperanglah mereka itu dengan orang Midiani, setuju dengan firman Tuhan yang kepada Musa, dibunuhnya segala orang laki-laki … Maka oleh Bani Israil ditawan akan segala perempuan orang Midiani, dan akan segala anak-anaknya dan segala kendaraannya dan segala binatangnya dan segala harta-bendanyapun dirampasnya. Maka segala kotanya dan tempat kedudukannya dan kubunya dibakar habis dengan api … Maka kata Musa kepada mereka itu: Mengapa maka kamu hidupi segala perempuan ini? … Sebab itu bunuhlah segala yang laki-laki di antara anak-anak itu dan bunuhlah segala perempuan yang sudah tahu bersetubuh dengan orang laki-laki…[Bilangan 31: 7, 9, 10, 15, 17]

    Bengis bukan Penyayang:

      Sungguh, hari TUHAN datang dengan kebengisan, dengan gemas dan dengan murka yang menyala-nyala, untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memunahkan dari padanya orang-orang yang berdosa [Yes. 13:9]

    Tidak senang bersukur, jijik-an bahkan terhadap milik sendiri:

      Maka menyalalah murka TUHAN terhadap umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik-Nya sendiri.[Mzm. 106:40]

    Tidak tahan di olok-olok hingga Murka:

      Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.[2Taw. 36:16]

    Pemaksaan dalam AGAMA dan bertuhan, datang tidak membawa damai melainkan Pedang, Pertentangan:

    • “…Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah (anankason) orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh…” [Lukas 14.22-23]

      TIDAK PERCAYA ALLAH DI HUKUM“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (katakrithēsetai) [Markus 16-16-17]

      Dengan HUKUMAN MATI
      Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan. Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati.. [Roma 1.28-32]

    • Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.[Luk 12:51]
    • Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh (echtroi) orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya LEBIH DARIPADAKU, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan LEBIH DARIPADAKU, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya.. [Mat 10:34-39]

      Perintah MEMBELI PEDANG, TIDAK MENJAWAB SAAT DITANYA  MENYERANG ATAU TIDAK:
      Kata-Nya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi. Kata mereka: “Tuhan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.” [Lukas 22.36-38]. ..datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas,..berjalan di depan mereka (Mat 26.47: dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi). Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya..(Mark 14.44-46: Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia..Dan ketika ia sampai di situ ia segera maju..mencium Dia. Maka mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya) Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang? (kalimat ‘mereka yang bersama Yesus” mengindikasikan jumlah pedang lebih dari 2) Dan seorang dari mereka (Simon Petrus, Yoh 18.10) menyerang hamba Imam Besar (yaitu Malkhus, Yoh 18.10) sehingga putus telinga kanannya. [Lukas 22.47-50]

    Kecewa, marah dan mengutuki ketika Lapar memuncak tak dapat buah dari pohon yang yang memang belum waktunya berbuah:

    • Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu. [Matius 21:18-19]
    • Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya. [Markus 11:11-14]

      Note:
      Biasanya perlu waktu sekitar 1 Bulan, agar buah ara dapat matang. Ada alasan mengapa buah ara tidak matang-matang dan ada juga alasan mengapa pohon ara tidak mau berbuah, yang tentu saja berarti bahwa pohon ara TIDAK-lah mandul karena mereka berkembang biak secara monoecious (hermaphrodit) atau gynodioecious (hermaphrodit dan jenis wanita).

        The Smyrna type of fig is a dioecious species, and the male trees are called caprifigs. There are three crops of caprifigs each year, often called by their Neapolitan names: the profkhi (spring crop), nammoni (summer crop), and mamme (winter crop). While the caprifigs are not themselves edible, it is important to have caprifig varieties that produce a continuous succession of large fruit, as the Blastophaga insect (which performs an indispensable function in fertilizing the female fruit of the edible Smyrna varieties) breeds only in the caprifigs. Abreak in the succession of caprifigs may cause the destruction of the Blastophaga and thus the total failure of the Smyrna fig crop.—Editor

      Banyak dari para penjaga kitab menyatakan bahwa kejadian ini adalah frase perumpamaan, namun jelas tidak, karena Matius 21:21 mencatat bahwa ini bukan perumpamaan yang diketahui dari jawaban Yesus sendiri: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu”

      Sehingga hal ini sudah merupakan bukti telak bahwa manusia/tuhan satu ini tidak patut di sembah karena tidak berpengetahuan, emosian, tidak tahan lapar dan tidak mampu menghandle kekecewaan.

    Memerintahkan membeli Senjata:

      Kata-Nya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.[Luk 22:36]

    Dengan berbekal Pecut, Yesus memporak-porandakan Dagangan untuk keperluan Upacara Paskah:

      Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem (Yoh 2.13) Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli (Lukas 19.45) di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati (Mat 21.12, Markus 11.15) Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya [Yoh 2:14-15, Ia datang bersama murid2nya (Markus 11:15), Saudara2nya dan Ibunya (Yoh 2:12)] dan tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melewati Bait Allah (Markus 11.16). Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa (Markus 11.17: bagi segala bangsa?) Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun! (Markus 11.17, Mat 21.14, Lukas 19.46) tapi di Yohanes: “Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku” (Yoh 2.16-17. Kuil dibangun selama 46 tahun. Yoh 2.20)

      ***

      Apakah kegiatan penukaran uang dan penjualan binatang adalah liar dan/atau bisnis para Rabi? TIDAK

      • Sesuai aturan Taurat Musa, setiap pria Yahudi diatas 20 tahun WAJIB memberikan uang perdamaian atau persembahan khusus kepada Tuhan untuk keperluan Ibadah, yaitu 1/2 Shekel (2 dirham)/tahun (Kel.30.13-16)

        Di tract Shekalim Ch.1: “Tanggal 15 s.d 25 Adar, jatuh temponya kewajiban iuran 1/2 shekel, pengumpul dan/atau penukaran uang didirikan di luar Yerusalem. Mulai tanggal 25, semakin ramai pembayar dan kerumunan massa menuju Jerusalem, pengumpul/penukar uang juga duduk didirikan di pelataran kuil

        Peziarah datang dari berbagai penjuru, tidak semua siap dengan koin Shekel Yahudi dan Karena Yerusalem berada dibawah pemerintahan Romawi, mereka bepergian berbekal koin romawi yang tidak berlaku untuk urusan ini (karena ada gambar raja dan tulisan anak tuhan dan juga karena beratnya tidak sama dengan aturan) sehingga perlu ditukar dengan shekel Yahudi

      • Sesuai aturan Taurat Musa, Persembahan KURBAN berupa lembu/sapi, kambing/domba,..harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan..(lembu: disembelih di hadapan TUHAN; kambing: disembelih di sisi mezbah sebelah utara di hadapan TUHAN) ..menyiramkan darahnya pada mezbah sekelilingnya ..Jikalau persembahannya dari burung ..Imam harus membawanya ke mezbah ..Darahnya harus ditekan ke luar pada dinding mezbah ..Temboloknya serta dengan bulunya haruslah disisihkan dan dibuang ke samping mezbah sebelah timur, ke tempat abu [Imanat Ch 1 dan Ch.12: perempuan habis melahirkan]

        Karena semua proses kurban persembahan HARUS DILAKUKAN DISEKITAR MEZBAH dan PINTU, maka wajar binatang kurban ada di area kuil. Juga, menjadi tidak praktis bagi peziarah jarak jauh membawa serta kurban persembahannya.

        Seiring meningkatnya jumlah peziarah, harga kurban juga meningkat, sehingga pernah di misnah, yaitu kritut 1.7, Rabi Simon bin Gamaliel, sampai menyiasati tingginya harga burung dengan mengubah aturan kurban bagi orang miskin, yang asalnya 2 burung menjadi 1 burung saja

      Seperti kita lihat bersama, keadaan ini adalah sesuai aturan turun temurun ratusan bahkan RIBUAN TAHUN.

      Jadi tidak pada tempatnya Yesus melakukan aksi premanisme ini.

      Menariknya frase “sarang perampok” belum tentu karena kecurangan para Rabi tapi bisa jadi dituduhkan pada Yesus, seperti dalam Toledot Yeshu (bukan kanon rabinika): “Ia datang ke Yerusalem dan masuk ke dalam kuil bersama 310 pengikutnya” dan di “Narasi Yusuf dari Arimatha” Ch.1 (Abad ke-3/4 M):

      “..saat itu bukan Paskah, namun mereka berduka besar, karena penjarahan tempat kudus oleh perampok. Dan mereka memanggil Judas Iscariot…Judas berkata pada kaum Yahudi: mari kita adakan sidang karena mungkin bukan Perampok yang mencuri, tapi Yesus sendiri, dan saya menuduh Dia

      Bisa jadi benar, bahwa kedatangan Yesus saat itu, justru untuk merampok uang

    Roh yang tidak akan Mengampuni

    • Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.[Mat. 12:31-32]
    • Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.[Mrk. 3:29]
    • Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.[Luk. 12:10]



Merekayasa Nubuatan dan melakukan Sinetron
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?” Jawab mereka: “Suatupun tidak.” Kata-Nya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang. Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi.” Kata mereka: “Tuhan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.” [Lukas 22-35-38]

Kemudian lihat adegan ini:
Yohanes 18:10-11 Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus. Kata Yesus kepada Petrus: “Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?” [kurang lebih serupa disebutkan di Matius 26:51, Lukas 22: 52]

Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.[Matius 26:52]

Sudahkah anda lihat jelas dengan jelas? Ini Sinetron ini!



Merekayasa nubuatan di serahkan dan Mengatur Nubuatan Keledai
Yesus bersembunyi di sebuah kota ketika ia merasa ketakutan karena akan ada yang membunuhnya:

Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.[Yoh 11:53-54]

Kemudian banyak kalangan nasrani menyangkal bahwa Yesus tidak ketakutan dengan bukti bahwa Ia toh tetap pergi ke Yerusalem padahal tahu dua hari lagi akan diserahkan:

Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalanSekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. [Matius 20:17-18]

Kamu tahu, bahwa DUA HARI LAGI akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan [Matius 26:2]

Untuk mengenali kesalahan pikir itu, maka kita perlu meneliti ada apa dengan Yerusalem di saat Paskah?

Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.[Yoh 11:55]

Sampai sejauh ini, kita sudah jelas bahwa Tradisi di negeri itu adalah pergi ke Yerusalem untuk Mensucikan diri! Kemudian, informasi di Yohanes 11:53 memberikan kita pengetahuan bahwa Yesus memang hendak di bunuh oleh para Imam dan juga ada perintah untuk menangkap Yesus dari para imam-imam kepala:

Sementara itu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi telah memberikan perintah supaya setiap orang yang tahu di mana Dia berada memberitahukannya, agar mereka dapat menangkap Dia.[Yoh 11:55]

Apa alasan para imam itu untuk membunuh dia?
Beberapa Ayat Alkitab dibawah ini memberikan petunjuk bahwa Yesus ternyata gemar menimbulkan kemarahan banyak orang hingga ia dilempari batu berkali2 dalam hidupnya:

Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.[Yoh8:59]. Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. [Yoh10:31]

Alasan mengapa Yesus hendak dilempari batu, hendak ditangkap dan dibunuh terungkap adalah karena :

Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”[Yoh 10:33]

Menurut hukum taurat semua orang yang menghujat Allah bagiannya adalah MATI [Imanat 24:16], kepada mereka yang melanggar sabath [kel 31:14-15, 35:2] bagiannya adalah MATI dan tuhan juga akan membinasakannya [Imanat 23:30] dan tuhan juga memerintahkan untuk DIBINASAKAN [Bil 9:13]

Yesus mahfum ketaatan para penduduk pada taurat dan ia juga mengerti arti dari perintah imam-imam Kepala itu. Sebaik-baiknya ia bersembunyi lambat laun pasti akan ketahuan dan mati juga. Untuk itu dari sedikit yang tersisa ia berusaha untuk mengharumkan namanya. upaya terdekat yang dapat ia lakukan adalah agar saat ia keluar dari persembunyian tidak terlihat seperti seorang pengecut. Ia kemudian menggunakan kata-kata yang disampaikan oleh Zakaria:

Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.[Zakaria 9:9]

Ini kemudian diatur sedemikian rupa:
dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya.” Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya. [Matius 21:2-7, juga di markus 11:2-7 dan Lukas 19:30-35. Keledai di Markus dan Lukas tidak sebutkan Keledai betina dan punya anak, hanya keledai muda]

Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem, mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!” Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis: “Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai.” Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan bahwa mereka telah melakukannya juga untuk Dia. [Yohanes 12:12-16]

Anda lihat, di WARNA MERAH di MATIUS, bahwa NUBUATAN ini telah di atur! dengan perbedaan ‘kecil’ yang aneh yaitu Yesus yang menyuruh murid2nya vs Yesus sendiri yang menemukan

Sudahkah anda lihat jelas, Sinetron ini?


***

Mengatur Drama Penyaliban
Yesus bersama sekelompok orang dan juga muridnya Yudas, telah mempersiapkan kisah penyalibannya. Iman-Iman Yahudi merencanakan Dua hari sebelum paskah [Matius 26:2-3, Markus 14:1] Namun koq bisa Yudas tahu saat itu ada perundingan para Imam disitu dan ditempat itu? [Luk 21:1-6,Mat 26:14]..kalau Yudas tahu..mengapa kita harus percaya Yesus tidak tahu?…

Petunjuk berikutnya, yaitu saat mempersiapkan paskah. Yesus meminta muridnya untuk bertemu seseorang,”….Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku? Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia..” [Markus 14:13-15].

Anda lihat! Ada persiapan yang SUDAH dilakukan sebelumnya! dan mengapa harus serumit itu? Kalau orang itu menghormati Yesus mengapa bukan orang itu saja yang datang pada Yesus?

Berikutnya, yaitu di perjamuan terakhir. Sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”..Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. [Yohanes 13:27,29-30]

Sehingga wajar apabila yesus meninggal begitu cepatnya…Bahkan Pontius Pilatus-pun keheranan![markus 15:44]

Ke-4 Injil menyatakan bahwa ada murid Yesus, seorang kaya dari arimatea, bernama Yusuf, tiba-tiba datang menghadap Pontius dan meminta mayat yesus. Ia sendiri yang mempersiapkan ‘mayat’ itu dan juga mempersiapkan dan menggali “kubur” baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang, Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu. [Matius 27-58-60, Markus 15:43-47, Lukas 23:50-53, Yohanes 1938-41]

Semua melihat bagaimana Yesus dipersiapkan.

Yusuf Arimatea, adalah seorang anggota Majelis Besar, Ia berpeluang besar untuk turut mengatur penjaga disekitar kubur Yesus. Karena tidak lama setelah itu ada juga permintaan dari imam Yahudi agar kubur itu dijaga.

***

Yesaya/ Isaiah 53:7 sering disebutkan sebagai nubuatan mengenai Yesus, yaitu penggambaran Yesus yang hanya akan berdiam diri saat diadili. Mari kita lihat ayat tersebut:

    Ia ditekan dan ia dihambat, namun ia TIDAK MEMBUKA MULUTNYA, ia bagaikan seekor domba yang dibawa ke penjagal, dan seperti domba berdiam saja di hadapan pencukur bulunya.

Dari ke Empat Injil (Yohanes, Matius, Lukas dan Markus) sudah memberikan petunjuk bahwa Yesus ternyata tidak berdiam diri, ada perlawanan dan terutama adalah masih MENJAWAB pertanyaan Pilatus, sehingga apabila ini adalah sebagai nubuatan Tuhan untuk mengenapi, maka hal ini adalah tidak benar, sebab di ke empat Injil terbukti bahwa Yesus masih membuka mulutnya di hadapan Pilatus.

***

Mazmur 34:20, dipakai untuk menjelaskan peristiwa penyaliban Yesus, dimana kedua penjahat yang disalibkan bersama Yesus dipotong kakinya, sedangkan Yesus tidak, maka ini dianggap memenuhi nubuatan yang berbunyi sebagai berikut: Ia menjaga semua tulangnya, dan tidak ada satupun dari mereka yang dipatahkan

Apakah ini benar Nubuat?

Mari kita telaah lebih dalam. Ayat sebelumnya yakni ayat 19: “Banyaklah hambatan bagi orang yang benar, namun TUHAN membebaskan Nya dari semua hambatan

Dan jika ayat 19 dan 20 digabungkan dengan ayat-ayat lainnya digabungkan maka jelas ayat 20 adalah kata kiasan(menjaga tidak satupun tulang yang patah) yang menunjukkan janji Tuhan untuk melindungi/menjaga orang benar keluar dan selamat tanpa cacat dari semua hambatan/cobaan dan bencana.

Jelas bahwa ayat 20 bukan nubuatan tentang Yesus. Lagipula kalau tetap mau dipaksakan bagi Yesus, maka tetap secara faktawi tidak kena [karena hanya 1 Injl saja yang menyatakan bahwa ada keadaan hendak dipatahkan kakinya].

Mengenai kisah yesus tidak dipatahkan kakinya adalah sebagai berikut:
Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, [Yohanes 19:32-33]

Perhatikan kata berwarna merah di cetak tebal diatas!

Bagaimana mungkin bahwa meninggal atau tidaknya seseorang hanya dilakukan dengan cara ‘melihat’? Yang ‘melihat’ itupun hanyalah seorang prajurit! Bahkan dokter sekalipun yang terdidik baik dibidangnya TIDAK MAMPU menyatakan meninggal atau tidaknya seseorang hanya dengan cara melihat!

Jadi, hanya dua kemungkinan mengenai ini:

1. Ia pura2 mati atau
2. Pingsan

Walaupun dengan cara itu ia dapat menghindari agar kakinya tidak dipatahkan, namun sepandai-pandainya tupai melompat, gawal juga.

Penulis alkitab Yohanes juga memaksakan satu kisah, yaitu dikabarkan seorang prajurit menikam lambungnya dengan dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Kalimat itu dinyatakan hanya oleh 1 orang saksi saja! [Yohanes 19:34-35]

Pernyataan ini tidak dapat diterima akal sehat dari sudut logika manapun. Mengapa?

Masakah saat peristiwa penyaliban itu tidak ada batas barikade antara mereka yang disalib dan penonton? Jarak itu tentunya cukup jauh dan masih juga terpisah batas dengan penjagaan para prajurit!

Kemudian, Lambung ditusuk oleh tombak…saat tombak dilepaskan bagaimana mungkin dinyatakan bahwa darah dan air keluar terpisah? yang ada juga semuanya berwarna MERAH!

Dan diakhir pernyataan itu penulis Alkitab merasa perlu untuk melakukan penekanan kata: ‘kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.’

Ini indikasi yang cukup jelas bahwa si penulis sendiri sempat memikirkan kemuskilan logika ini, namun ia tetap memaksakan menambahkan bumbu lambung yang ditusuk tombak! dan diakhir kalimat ditambahkanlah dengan kata-kata diatas!

Lucunya, Malah Alkitab sendiri juga yang memberikan petunjuk nyata berulang-ulang di 4 Injil bahwa TIDAK ADA DARAH dan LUKA apapun! [Dibawah akan dipaparkan lebih detail mengenai TIDAK ada Darah dan LUKA apapun]

Diantara selang waktu, 39 jam antara kematian dan ‘kebangkitannya’, diikatakan bahwa kuburannya dijaga prajurit Romawi [Ingat Yusuf Arimatea adalah seorang anggota majelis besar! dan terlihat diterima dikalangan Romawi, jadi ia punya peluang besar ikut ‘mengatur’ prajurit yang menjaga dari ‘kalangan sendiri’]. Yesus seharusnya mampu menyelamatkan diri keluar dari kubur batu itu, namun rencana tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Mengapa?

Diatas telah disampaikan bahwa Yusuf dari Arimatea menggulingkan sebuah batu Besar ke pintu kubur [Matius 27:60]. Batu besar itulah biang keladinya! Ia menghalangi yesus untuk keluar dari kuburnya..Yesus wafat karena kepengapan..Ia kehabisan nafas!

Jadi, kematian Yesus bukan seperti yang diberitakan selama ini! Bukan pemerintahan Romawi yang menyebabkan Yesus Mati. Bukan karena kaum imam Yahudi Yesus mati, Bukan karena Yudas yesus mati, Bukan karena di salib Yesus mati. Yesus mati karena kecerobohan! Ya, seharusnya Yusuf dari Arimatea tidak menggulingkan batu besar! Sehingga Yesus bisa meneruskan rencanannya..Yesus mati karena kecerobohan! [Lihat artikel di sini bahwa trik mengubur diri ini merupakan trik tersulit dan jarang ada yang selamat dan lihat artikel Penemuan makam keluarga Yesus di Talpot].

Pemeran pengganti harus dipersiapkan!

Kemunculan peran pengganti itu juga harus baik dan dilakukan secara dramatis, ditandai dengan adanya suara menggelegar [itulah sebabnya di Alkitab dinyatakan sebagai gempa…tapi lucunya cuma muncul di Matius 27:51,54; 28:2 dan tidak tercatat peristiwa besar itu di 3 Injil lainnya].

Jadi wajar jika disebutkan di alkitab bahwa TIDAK ADA BEKAS LUKA sama sekali!

Disamping itu, ‘Yesus’ juga enggan disentuh oleh maria ‘istrinya’, Di Akitab ‘Ia’ beralasan karena akan menghadap bapanya hingga ngga mau disentuh [Yohanes 20:17]. Anehnya, ‘Ia’ membiarkan dirinya disentuh oleh murid2 lainnya

***

Melakukan Penampakan

Yohanes
20:4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
20:5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
20:6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
20:7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung
20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan sisi tubuh-Nya (plueran) kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat tupos [= contoh/tanda tapi ditranslasikan secara konyol menjadi = bekas] helos [jamak dari helo, artinya KUKU JARI bukan PAKU] pada tangan-Nya dan sebelum aku ballo [artinya menaruh/meletakkan BUKAN mencucukkan] jariku ke tupos [contoh/tanda] helos [KUKU JARI] itu dan ballo [meletakan] tanganku ke pleura [sisi tubuh]-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

    Note:
    Di blog ini, disampaikan bahwa arti kata “helo” bukanlah paku tapi kuku. Di alkitab tidak ada detail proses penyaliban. Tidak benar bahwa di ketika itu, paku telah di pakai dalam proses penyaliban. Para penulis ALKITAB bukanlah saksi mata kejadian. Tulisan mereka hanya merupakan reka-reka kejadian hasil inspirasi pada peristiwa penyaliban lain di tahun 70an masehi [kejadian di empat puluh tahunan setelah yesus wafat]. Sedangkan penulisannya sendiri baru dilakukan puluhan bahkan ratusan tahun lagi setelah tahun 70 masehi.

20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan ballo [letakan] ke pleura [sisi tubuh]-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”
20:28 Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”

ADAKAH di sebutkan TANDA-TANDA BEKAS DARAH DAN LUKA?
TIDAK ADA

Apakah kain dikepala Yesus disebutkan Berdarah?
TIDAK ADA

[Note: Yesus dikatakan wafat jam 15.00. Jadi ada waktu kurang dari 3 jam sebelum jam 18.00, yaitu saat memasuki hari sabat, sebelum di kubur ia dikafani. Seharusnya bekas-bekas luka-luka itu belum sepenuhnya mengering, ada sisa-sisa darah yang menempel di kain. Perlu diperhatikan bahwa Pilatus sendiri heran bahwa Yesus dikatakan sudah Wafat! (Markus 15:44)]

Bagaimana dengan 3 Injil lainnya, adakah disebutkan bekas darah bekas luka?

Matius, 28:1 s/d 20?
TIDAK ADA

Markus, 16: 1 s/d 20?
TIDAK ADA

Lukas, SANG TABIB, 24: 1 s/d 53?
24:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”
24:40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.

Adakah tanda-tanda bekas luka yang diperlihatkan?
TIDAK ADA

Tadinya saya berharap petunjuk itu ada di INJIL LUKAS, buatan sang TABIB. Sebagai Tabib, SEHARUSNYA Ia yang sangat PERHATIAN dengan adanya LUKA-LUKA…tapi…TIDAK ADA.

Mengapa Sang Tabib tidak menulis ada luka pernah ada bekas luka? Apakah memang tidak pernah ada Luka…dilukai…atau bahkan disalib?

4 (Empat) Injil di atas sama sekali tidak meyebutkan adanya bekas LUKA!

Mungkin-kah mereka yang kerasukan bisa luwes bergerak dan berpikir?

Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya. Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: “Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding.” Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali.[1 Samuel 18:10-11]



Penampakan dan Klaim itu merupakan Ide bagus, Paulus-pun menggunakan namun tidak sempurna

“Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.” [Markus 14:56]

Mari kita uji!

Kisah pertemuan dengan roh Yesus dan pengangkatannya terdapat beberapa kesaksian-kesaksian yang tidak sesuai satu dengan yang lainnya:

  • 9:3-16 Dia berkata: Cahaya dari langit memancar dan mengelilingi Saulus, Ia rebah, Dia dan yang lain mendengar Suara tidak melihat seorangpun, Saulus 3 Hari tidak Makan dan Minum, Di Damsyik: Pelayan Yesus lainnya, Ananias, mendengarkan suara juga, meminta Ia mencari Saulus/Paulus di rumah Yudas dan memberikan kabar dari tuhan bahwa ia di utus untuk bangsa lain, raja-raja dan Bangsa Israel
  • 22:6-22 Dia berkata: cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi saulus, Dia rebah, Dia mendengar, Yang lain tidak mendengar tapi melihat cahaya, Ia ke damsik bertemu Ananias, Ia kembali ke Yerusalem, Di bait allah Ia melihat yesus dan Di utus kepada Bangsa lain
  • 26:12-18: Dia berkata, Cahaya dari langit meliputi dia dan Teman2nya, mereka semua rebah ketanah, Hanya paulus yang mendengar, Yesus menampakan diri memberikan perintah menjadi Utusan kepada bangsa lain, Ia kemudian kedamsyik tidak dalam posisi buta, tidak bertemu Ananias

Bagaimana mungkin pengalaman berkesan pengalaman dramatis yang mengubah jalannya hidup bisa berbeda-beda satu dengan yang lainnya!

  1. Perbedaan pertama, cahaya itu mengelilingi paulus saja namun dilain pasal cahaya itu mengelilingi Ia dan semua orang
  2. Perbedaan kedua, Dia dan yang lain mendengar suara vs dilain pasal hanya dia yang mendengar suara
  3. Perbedaan ketiga, Mereka tidak melihat seorangpun vs yang lain melihat cahaya
  4. Perbedaan keempat, Yesus menampakan diri pada Saulus ditengah jalan menuju Damsyik Vs Yesus menampakan diri di Yerusalem tidak di tengah jalan menuju Damsyik
  5. Perbedaan kelima, Yesus yang menampakan diri pada Saulus di yerusalem yang memerintahkan ia menjadi rasul bangsa lain VS Ananias yang menyampaikan pesan untuk jadi rasul bangsa lain

Bagaimana mungkin pengalaman PALING BERKESAN bisa berbeda2?

Peringatan:
Mungkin ada pendapat yang sampai ketelinga anda dan mengatakan bahwa apa yang dialami paulus, atau saulus pada kis 9 adalah kejadian yang paulus alami, ditulis oleh Lukas, penulis kisah para rasul. kis 22 menceritakan kesaksian paulus kepada orang2 yahudi di Yerusalem, dan kis 26 menceritakan kesaksian paulus kepada raja agripa. nah, perbedaan tentan apa yang paulus alami, dan kesaksian paulus di yerusalem dan kesaksian paulus dengan raja agripa, tentu saja bukan berarti bertolak belakang, melainkan sesuai dengan situasi dan kondisi saat itu.

Mereka yang berpendapat itu melupakan satu hal, bahwa yang bercerita ke Lukas, ke Agripa maupun kepada pencatat lainnya adalah TETAP PAULUS!



Tidak perlu heran, ini adalah Sinetron dari Iblis sendiri dengan model perperangan antar Iblis, saling mengaku sebagai golongan putih, namun mereka sebenarnya saling mengenal baik satu dengan yang lainnya

Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.[Markus 1:34]

Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.[Kisah para rasul 19:15-16]

Hehehe..anda lihat, Ia membutuhkan tangan2 sekutunya untuk memperbesar nama mereka sendiri!

Perhatian:
Para Penjaga Kitab Setan ini akan menyatakan bahwa Setan-setan itu mengenal yesus sebagai mesias, namun masalahnya tetap sama, kalo ia mesias mengapa setan2 itu dilarang bicara? Kecuali Ia adalah Mesias Setan!



Tentunya sinetron tetap harus dilakukan agar lebih seru
Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” [Markus 1:23-27]

Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.[2 Korintus 11:13-14]

Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.[Lukas 11:15-20]

Kadang kala harus saling menolak
Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?-[Markus 3:23]

Kadangkala harus saling bantu-membantu
Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu.[Markus 5:13, Mat 8:31, Luk 8:32]

Tapi kalau sinetron ,sangat mudah melihat persengkongkolannya:
Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”[Markus 8:33]

Apakah Petrus enyah dari hadapannya? Alkitab mencatat bahkan hingga Yesus wafatpun Ia ada di sekitarnya!

Dan sinetron itu juga ada Puncak acaranya:
Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” [Yohanes 13:27]

Perhatian:
“Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula..” [Matius 12:43-45]



Mengklaim sebagai Mesias
Ya! Melalui Surat Yunus! Mengklaim sebagai Mesias. Syarat itu menuntut Yesus harus dikubur lebih dari Tiga hari Tiga Malam, namun ternyata hanya 39 Jam saja atau secara kasar dibulatkan menjadi Dua malam dan 1 Siang! [Untuk detail lihat di: Misteri 39 Jam: David Blaine Membuktikan Yesus Selamat ?]



Klaim bahwa ada di surga
Alkitab menyatakan bahwa Yesus terangkat ke sorga [Markus 16;19, Lukas 24:51 dan Kisah Para rasul 1:9] disaksikan oleh 11 muridnya sambil menatap ke langit [Kisah para rasul 1:10] duduk di sebelah kanan Allah [theos= dewa]

Benarkah demikian?

Sorga pada tiga ayat di atas dalam leksikon Yunaninya adalah Ouranos, yang merupakan nama dari Dewa langit. Istrinya adalah Gaia [Dewi bumi]. Ouranos tidak pernah di catat mempunyai anak yang bernama Yosua, yesus, isa atau sejenis itu!

Kata langit dalam bahasa Ibrani adalah Shamayim, yang mempunyai istri bernama erets [Dewi Bumi], juga tidak ada yang mempunyai anak bernama Yesus!

    Theos, Theoi (Greek) [from theein to run, in reference to the planetary deities who perform the formative work in cosmic evolution; or cf Sanskrit deva, Latin deus (connected with Zeus or Dios) the bright or shining one]
    Thea: fem. proper name, from Gk. thea “goddess,” fem. equivalent of theos “god,” from PIE base *dhes-, root of words applied to various religious concepts, e.g. L. feriae “holidays,” festus “festive,” fanum “temple.”

Jadi bolak balik, Theos itu ya gelar Dewa Yunani kuno juga! dan semuanya tidak pernah mempunyai anak bernama Yesus/Joshua/Isa atau sejenisnya!

Lha, jadi surga yang mana yang dimaksud? Eden?

Namun, jika sorga yang dimaksudkan adalah Eden [Firdaus] maka terdapat satu masalah yang berkenaan dengan letak dari Eden itu sendiri. Mengapa? Karena letak Eden dalam perjanjian Lama [lihat di kejadian 1 s/d 3] adalah di bumi bukan di langit.

Lha, Shamayim, bukan, Ouranos, bukan, Eden juga bukan, lantas Sorga mana yang dimaksud? Atau mungkinkah sorga yang dimaksud adalah Yerusalem baru seperti yang diberitakan di Kitab Wahyu:

Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru.[Kitab Wahyu 21:1-2]

Untuk sorga jenis ini..malah terdapat satu masalah yang lebih besar lagi, yaitu: Langit, bumi dan laut yang dibicarakan, hingga saat ini masih ada dan belum berlalu! Dengan kata lain, Yerusalem baru belum ada! atau lebih tepatnya lagi adalah Yerusalem baru itu tidak ada!

Wahhh!!! Lantas kalau tidak di mana-mana dan jelas sekali juga tidak ada di langit..Maka, masa sih…Yesus itu sekarang sedang bergentayangan seperti hantu di bumi?

Ya setelah wafat, ternyata Ia gentayangan selama 40 hari lamanya:

    Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama 40 hari Ia berulang-ulang menampakkan diri [KPR 1.3]

Setelah 40 hari gentayangan, Alkitab tidak menyebutkan akhir keberadaannya, kabar baiknya, Yesus tidak lagi gentayangan di Bumi! Karena Talmud memberikan informasi tentang akhir petualangannya!

    Onkelos (35-120 M) kemudian pergi dan membangkitkan Yesus orang Nazaret dari kubur melalui memanggil arwahnya (necromancy)…Onkelos berkata kepadanya: Apa hukuman..bagi Yesus sendiri, di dunia selanjutnya? Yesus berkata: dihukum dengan kotoran yang mendidih. Seperti yang Guru katakan: Siapa pun yang mengolok-olok kata-kata Orang Bijak akan dihukum dengan kotoran yang mendidih.. [Targum Onkelos, Gittin 57a]

Masa sih?!

Yesus disalib karena melakukan pelecehan: “blasphemer [Ind: menghujat/menghina/melecehkan]” [Sanhedrin 46a; Jewish Encyclopedia] dan itu sesuai dengan yang disebutkan juga di Alkitab yaitu tuduhan yang dikenakan oleh kaum Yahudi kepadanya [Matius 26:65, Yohanes 10:33]

Ahhh…Ternyata lokasi akhir Yesus dan para pengikutnya pada saatnya nanti adalah di NERAKA.



Penutup
Siapakah Tuhan? Iblis [1 tawarikh 21:1, 2 Samuel 24:1]
Siapakah musuhmu? Iblis [Mat 13:19]
Siapakah Anak Allah? Iblis [Ayub 1:6, 2:1]

Sekarang lihat 2 ayat ayat di bawah ini:

kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka.., maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, [Lukas 6:35]

Gantilah kata musuhmu dengan kata Iblis:
kasihilah Iblis dan berbuatlah baik kepada mereka.. maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, [Lukas 6:35]
***
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. [Mat 22:37-38, Markus 12:30, Lukas 10:27] Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Gantilah kata Tuhan dengan kata Iblis:
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Iblis, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. [Mat 22:37-38, Markus 12:30, Lukas 10:27] Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Perlukah kita merinding sekarang?!




Artikel lainnya:


Cara Simple Menilai Kebenaran Suatu Ajaran


Keyakinan adalah sebuah konsep berdasarkan emosi.

Anda sebenarnya bisa menggunakan nalar dan pikiran anda serta melakukan penyelidikan spiritual dengan tetap menggunakan kapasitas skeptik anda, Sebagai contoh adalah buku Life after life [kehidupan setelah kehidupan], oleh Raymond Moody, MD., yang menukiskan hasil interviewnya terhadap orang-orang yang secara hukum telah dinyatakan wafat dan bangun kembali. Mereka berasal dari berbagai ragam agama, mengalami pengalaman memasuki dunia lain dan balik kembali. Secara statistik hasilnya adalah konsisten.

Mengeksplorasi konsep reinkarnasi melalui regresi kehidupan masa lalu, kita dapat melihat apa yang ada di sisi lain. Terdapat dua study statistik ingatan kehidupan lampau yang pantas untuk di perhatikan, Yang pertama adalah Dua puluh kasus tentang reinkarasi [Twenty Cases Suggestive of Reincarnation], oleh Ian Stvenson, MD, saat itu merupakan ketua dari bagian Psychiatry Universitas Virginia.

Dengan menggunakan metode hypnosia, Ia munculkan ingatan masa lalu anak-anak yang muncul spontan. Ia dan staffnya menelusuri 60 laporan yang dialami anak-anak usia 3 sampai dengan 6 tahun yang mampu mengingat kehidpan lampaunya dan secara intensif menyelidiki 20 diantaranya. Dimana anak-anak itu menemukan jalan menuju desanya yang tidak pernah mereka dengar dan ke sana sebelumnya, mengenali orang-orang yang ada di sana, mengingat nama-nama mereka, nama-nama jalan, rumah-rumah dan kejadian-kejadian. Setelah penyelidikan panjang, Dr Stevenson, menyimpulkan bahwa penjelasan yang masuk akal adalah reinkarnasi dari ingatan pengetahuan anak-anak tersebut

Uji statistik untuk ingatan kehidupan lampau dengan metoda hypnosis pada orang-orang dewasa, di gambarkan secara klinis oleh psychiatris, Helen Wambach, PHD., dalam ‘Reliving Past Lives: The Evidence Under Hypnisis [Meningat Kehidupan lampau: Bukti dibawah metode Hypnosis], Helen lakukan regresi berulang terhadap 1200 orang, Ia temukan bahwa Ingatan kehidupan lalu konsisten akurat pada hal-hal detail yang dialami para subjek pada kehidupan sehari-harinya saat itu, yaitu dari rentang tahun 1900 s/d 500 SM. Dalam skala besarnya, bahkan konsisten terhadap distribusi gender yang berfluktuasi dari masa ke masa

Dalam, Life before life [kehidupan sebelum kehidupan], Ia sampaikan hasil studi statistik, diantaranya yang menarik adalah jawaban pertanyaan apakah berminat untuk kembali hidup di Bumi, 65% responden menyatakan tidak dan 35% menyatakan ya!

Helen juga mengemukakan bahwa ketika meregressi ingatan para subjek di menjelang kematian mereka, transisi ke dimensi lain, Para subjek menyatakan melihat cahaya yang sangat menyilaukan. Cahaya itu mereka lihat ratusan kali. Pengalaman memasuki cahaya itu adalah cukup petunjuk bagi mereka bahwa kematian bukan lagi suatu hal yang mengkhawatirkan.

Selama 40 tahun terakhir, kerangka pengetahuan telah dikembangkan oleh para peneliti dan praktisi, yang secara skpetis melakukan pengujian terhadap akurasi informasi dari metode regresi ini. Bersama ratusan ribu dari para subjek yang telah meyumbangkan apa yang ada di balik sana beserta konsistensinya.

Tidak semua psychiatris terlena, pada tahun 1980 sekelompok kecil Psikiatris dan psikolog secara bersama membentuk perkumpulan yang dinamaan Association for Past-Life Research and Therapies (APRT). Pada tahun 2000, direformasi menjadi International Association for Regression Research and Therapies (IARRT). Selama 20 tahun, asosiasi berkembang dengan 1000 anggota di 20 negara yang memiliki lisensi psikotherapist yang menghasilkan konsistensi bukti-bukti dan juga pertukaran informasi melalui konfrensi, newsletter dan jurnal-jurnal professional. [Sekelumit dari: Reincarnation and Past-Life Regression: A Leap through the Looking-Glass, Greg Paxson]

Buat saya, sekelumit artikel oleh Greg Paxson di atas telah memberikan satu sinyalemen kuat, jelas dan jernih, yaitu Ilmu pengetahuan modern saat ini telah mampu memberikan lebih dari sekedar bukti bahwa ajaran yang tidak memiliki doktrin reinkarnasi adalah 100% keliru.

Artikel lain yang berkaitan: From Hero To Zero: Ini Reinkarnasi, Bro!


Greg Paxson, praktisi Past-Life Regression, psychotherapy, metaphysics, hypnosis, energy healing, astrology, rebirthing dan membaca rekaman Akashic ke dalam karyanya dengan kehidupan-kehidupan lampau. Pernah hadir di acara Oprah. The Eye of The Centaur, oleh Barbara Hand Clow, menggambarkan pendekatan yang dilakukannya pada past-life regression. Info lebih lanjut: gkpaxson@rcnchicago.com atau di Assn. for Regression Research and Therapy: IARRT.org.