Bulan [Tidak] Pernah Terbelah dua..


Salah satu keajaiban dunia Islam yang paling sohor adalah ketika Nabi Muhammad membelah Bulan menjadi dua. Ini termaktub di surat Al Qamar (54):1,

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan1435.1435: Yang dimaksud dengan “saat” di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan “terbelahnya bulan” ialah suatu mu’jizat Nabi Muhammad s.a.w.

Dunia Islam mengakui keajaiban ini.

Terdapat satu artikel yang disirkulasikan secara meluas dan terus menerus (berasal dari blog Dr. Zaghlul Al-Najar):

    Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?

    Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
    Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim..

    Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya.

    Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.

    Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah…Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar.

    Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??”. Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati.”

    Daud Musa Pitkhok berkata, “..Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, ” Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna”. Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.

    Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar.

    Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?” Mereka pun menjawab, “Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!

    Presenter pun bertanya,”Bagaimana kalian bisa yakin akanhal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali”.

    Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah … Maka aku pun berguman, “Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar, dan … saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.

    Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq [swaramuslim, Telah Dekat Qiamat; Bulan Telah Terbelah…, Sabtu, 22 Sya’ban1424H/18102003M]

Kemudian, di blog ini anda akan temukan siapa itu Ibn Shadiq yang ternyata modusnya adalah:

    1. menyamarkan artikel buatan dengan dalih menerjemahkan. Teknik ini dapat menipu pembaca, seakan-akan artikel tersebut berasal dari sumber terpercaya dari luar negeri,
    2. menggunakan nama-nama palsu seperti Prof. Dr. Zaghlul al-Najar dan Samy Unqowy, Eng. untuk mengesankan keilmiahan artikel yang ia buat

Harun Yahya, ternyata juga pernah memuat keajaiban bulan terbelah ini yang dihubungkan dengan pendaratan Apolo 11 di Bulan:

    Bila kita kembali menengok ke tahun 1969, kita akan melihat salah satu keajaiban al-Qur’an. Eksperimen yang dijalankan di permukaan bulan pada tanggal 20 Juli 1969, dapat mengisyaratkan terpenuhinya berita yang telah disampaikan 1.400 tahun yang lampau di dalam Surat al-Qamar. Pada tanggal itu, para astronot Amerika menjejakkan kaki mereka di bulan. Dengan menggali tanah bulan, mereka pun melakukan ekspe-rimen-eksperimen ilmiah dan mengumpulkan contoh-contoh bebatuan dan tanah. Sungguh sangat menarik bahwa kemajuan-kemajuan ini sepenuhnya persis dengan pernyataanpernyataan di dalam ayat tadi.

    Sewaktu para astronot itu sedang bekerja di permukaan bulan, mereka mengumpulkan 15,4 kilogram contoh-contoh batu dan tanah. Contoh-contoh ini kelak menarik banyak perhatian. Menurut laporan NASA, minat yang diperlihatkan oleh orang-orang terhadap contoh-contoh ini barangkali melampaui minat mereka terhadap semua bentuk eksplorasi ruang angkasa lainnya pada abad ke-20.

Sedikit mengenai Harun Yahya, seorang cerdas yang fenomenal dan juga kerap didakwa bermacam-macam tuntutan hukum. Banyak situs islam secara sepihak memberitakan bahwa ia dihukum karena “menghancurkan Darwinisme” namun ternyata mereka keliru, dari banyak tuntutan diantaranya adalah membuat seorang wanita dipaksa melayani 16 orang, kejadian ini direkam dan wanita itu diperas jika melaporkan akan di publikasikan! Ia juga pernah dituntut karena kepemilikan kokain dan terakhir Harun Yahya dihukum 3 tahun karena variasi kejahatan dalam pengelolaan ilegal organisasi untuk keuntungan pribadi

    […] Controversial Turkish Islamic author Adnan Oktar was sentenced to three years in prison on Friday for creating an illegal organization for personal gain, state-run Anatolian news agency said. […]

O ya..ada cara lainnya dalam menafsirkan surat 54:1, yaitu dengan menggunakan persamaan angka ajaib dunia Islam yaitu angka 19! Berikut penjelasan Dr Rashad Khalifa bagaimana angka ajaib ini bekerja di surat 54:1 yang dihubungankannya dengan pendaratan apolo 11 di bulan:

    This prophecy has come to pass on July 21 1969. Let us write those numbers down in the format used by almost all countries : 21 / 07 /1969.
    We get 21071969 and 21071969 = 19 x 1109051
    It is interesting to note that the american date of landing is coded. The lunar module landed on July 20 : 7 / 20 1969. Indeed : 7201969 = 379051 X 19.

    The moment of the fulfillment is confirmed by the hour of departure. The Lunar Module left the lunar surface at 17: 54: 1 (Universal Time) or 1: 54: 1 (EDT) and as you have seen it above, verse [54:1] is the verse that deals with the prophesy.

    So, the prophecy described in verse [54:1] was fulfilled on 21 July 1969 at 17: 54: 1 (Universal Time) (1: 54: 1 EDT) when the lunar module left the moon carrying 21 kilograms of lunar rocks.
    Let us add the Sura number (54), the verse number (1), the day (21), the month (07) and the year (1969); we get:
    54 + 1 + 21 + 7 +1969 = 2052 or 19 x 108.
    There are 4845 verses, from the beginning of the Qu’ran to verse [54:1] and 4845 = 19 x 255.

    So, nobody can deny that verse [54:1] refers to the fact that Neil Armstrong and Aldrin left the moon with parts of the moon.

Wow! Hebat kan..hehehehe..Berikut data-data dari Apolo 11:

    Launcing: July 16, 1969 13:32:00 UT (09:32 a.m. EDT) Kennedy Space Center Launch Complex 39A
    Landed on Moon: July 20, 1969 20:17:40 UT (4:17:40 p.m. EDT)
    First step: 02:56:15 UT July 21, 1969 (10:56:15 p.m. EDT July 20, 1969)
    Moon Rocks Collected: 21.7 kilograms [menurut Harun yahya 15.4kg]
    LM Departed Moon: July 21, 1969 17:54:01 UT (1:54:01 p.m. EDT)
    Returned to Earth: July 24, 1969 16:50:35 UT (12:50:35 p.m. EDT)

Koq yang dipake dasar untuk corat-coret adalah saat keberangkatan dari bulan ya? Mengapa bukan saat berangkat dari bumi misalnya atau kalau mau lebih relevan lagi adalah saat landing di bulan atau saat melangkahkan kaki untuk pertama kalinya di bulan, ternyata dijawab seperti ini:

    To answer that, one must keep the prophecy in mind: “The moon has split.” This is a metaphor. Parts of the moon have left its surface. They no longer are part of the moon.

    So, the prophecy does not refer to the landing on the moon or to the first step made by Neil Armstrong but to the fact that Armstrong and Aldrin collected 21 kilograms of lunar rocks to bring them back to earth. The prophecy was fulfilled at the very moment the Astronauts left the moon in the lunar module containing 21 kilograms of rocks that had belonged to the moon.” [When did the first prophecy come to pass?]

Alasan serta hitungan angka 19 di atas jelas sudah di buat-buat dan hanya mencocok-cocokan agar masuk pada hitungan dan surat 54. Yang lebih parah lagi, Mukjijat Bulan terbelah sama sekali bukanlah Metaphora karena menurut semua hadis sahih, peristiwa itu benar-benar Terjadi!

Kenapa Dr Rashad begitu memaksakan masalah ini?

Untuk mendapatkan jawaban ini, maka ada baiknya kita mengenal lebih jauh Muslim Jenius ini yaitu Dr. Rashad Khalifa. Di situs ini, Dr Rashad Khalifa ternyata mengaku mendapat wahyu dari jibril sebagai mesias setelah Muhammad dan menyatakan bahwa surat At taubah 9:128-129 merupakan sisipan karena ngga cocok dengan teori ajaib angka 19-nya. Bukan cuma itu, Ia-pun pernah dituntut untuk kasus perkosaan anak dibawah umur, memang sih ngga terbukti dan masih banyak lagi kejanggalan-kejanggalan Dr satu ini.

Sekarang, saatnya kita lihat sisi ajaran,
Surat Al Qur’an no. 54:1-5 termasuk Al makkiyah [surat yang turun sebelum hijrah/622M]. Beberapa mengatakan surat ini turun di tahun ke-4 setelah kenabian, namun beberapa lainnya menyatakan surat ini turun 5 tahun sebelum hijrah.

Di hadis Bukhari, Muslim dan Tirmidhi, terbelahnya bulan diriwayatkan lebih dari 4 saksi, yaitu Anas, Ibn Abbas, Abdullah bin Masud, Abdullah bin Umar dan Abu Mamar, Ini terjadi sebelum beliau hijrah bertempat  di Mina, Mekkah sebagai tanda bahwa kiamat sudah dekat. Bahkan atraksi membelah bulan saat itu, terjadi 2x. Sehingga AQ 54:1-5, bukanlah Methapora:

  • Hadis:
      Riwayat Shadaqah bin Al Fadlal – Ibnu ‘Uyainah – Ibnu Abu Najih – Mujahid – Abu Ma’mar – Abdullah bin Mas’ud: Pada zaman Rasulullah SAW bulan pernah terbelah menjadi dua bagian lalu Nabi SAW bersabda: “Saksikanlah”. [Bukhari 5.56.830/no.3364]

      Riwayat [(Abdullah bin Muhammad – Yunus – Syaiban) dan (Khalifah – Yazid bin Zurai – Sa’id) – Qatadah – Anas bin Malik: Dia bercerita kepada mereka bahwa penduduk Makkah meminta kepada Rasulullah SAW agar beliau menunjukkan ayat. Maka beliau menunjukkan kepada mereka terbelahnya bulan” [Bukhari 5.56.831/no.3365]

      Riwayat Khalaf bin Khalid Al Qurasyiy – Bakr bin Mudlar – Ja’far bin Rabi’ah – Irak bin Malik – ‘Ubaidullah bin Abdullah bin Mas’ud – Ibnu ‘Abbas: bahwa bulan pernah terbelah pada zaman Nabi SAW [Bukhari 5.56.832/no.3366]

      Riwayat Abdullah bin ‘Abdul Wahb – Bisyir bin Al Mufadldlal – Sa’id bin Abu ‘Arubah – Qatadah – Anas bin Malik, bahwa penduduk Makkah meminta kepada Rasulullah SAW agar beliau menunjukkan tanda-tanda. Maka beliau memperlihatkan kepada mereka dimana bulan terbelah menjadi dua bagian hingga dapat terlihat gua Hira dari celah diantaranya”. [Bukhari 5.58.208/no.3579]

      Riwayat ‘Abdan – Abu Hamzah – Al A’masy – Ibrahim – Abu Ma’mar – Abdullah:; Bulan terbelah saat kami sedang bersama Nabi SAW di Mina, lalu beliau bersabda: “Saksikanlah”. Kemudian sekelompok orang pergi ke atas gunung. Dan Abu adl Dluha – Masruq – Abdullah: Bulan pernah terbelah di Makkah… Dan diperkuat pula hadits ini oleh Muhammad bin Muslim – Ibnu Abu Najih – Mujahid – Abu Ma’mar – Abdullah [Bukhari 5.58.209/no.3580]

      Riwayat ‘Utsman bin Shalih – Bakr bin Mudlar – Ja’far bin Rabi’ah – ‘Irak bin Malik – ‘Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah bi Mas’ud – Abdullah bin ‘Abbas: bahwa bulan pernah terbelah pada zaman Rasulullah SAW [Bukhari 5.58.210/no.3581]

      Riwayat ‘Umar bin Hafsh – bapakku – Al A’masy – Ibrahim – Abu Ma’mar – Abdullah: “Bulan pernah terbelah” [Bukhari 5.58.221/no.3582]

      Riwayat Amru An Naqid dan Zuhair bin Harb – Sufyan bin Uyainah – Ibnu Abi Najih – Mujahid – Abu Ma’mar – Abdullah: Bulan terbelah dua bagian dimasa Rasulullah SAW, Rasulullah SAW bersabda: “Saksikan” [Muslim 39.6724/no.5010]

      Riwayat [((Abu Bakr bin Abu Syaibah, Abu Kuraib dan Ishaq bin Ibrahim) – Abu Mu’awiyah) dan (Umar bin Hafsh bin Ghiyats – ayahku) dan (Minjab bin Al Harits At Taimi – Ibnu Mushir)] – Al A’masy – Ibrahim – Abu Ma’mar – Abdullah bin Mas’ud: Saat kami bersama Rasulullah SAW di Mina, bulan terbelah menjadi dua bagian, salah satunya di belakang gunung dan yang lain di bawahnya, lalu Rasulullah SAW bersabda: “Saksikan.” [Muslim no.39.6725/no.5011]

      Riwayat Ubaidullah bin Mu’adz Al Anbari – ayahku – Syu’bah – Al A’masy – Ibrahim – Abu Ma’mar – Abdullah bin Mas’ud: Bulan terbelah dimasa Rasulullah SAW menjadi dua bagian, salah satunya menutupi gunung atau yang lainnya di atas gunung, kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Ya Allah saksikanlah” Riwayat Ubaidullah bin Mu’adz – ayahku – Syu’bah – Al A’masy – Mujahid – Ibnu Umar – nabi SAW seperti itu. Riwayat [(Bisyr bin Khalid – Muhammad bin Ja’far_ dan (Muhammad bin Basyar – Ibnu Abi Adi)] – Syu’bah (sanad dari Ibnu Mu’adz hanya saja dalam hadits Ibnu Abi Adi disebutkan: Lalu beliau bersabda: “Saksikanlah, saksikanlah.” [Muslim 39.6726-6727/no.5012]

      Riwayat Zuhair bin Harb dan Abdu bin Humaid – Yunus bin Muhammad – Syaiban – Qatadah – Anas: penduduk Makkah meminta Rasulullah SAW untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran pada mereka lalu beliau memperlihatkan terbelahnya bulan pada mereka DUA KALI. Riwayat Muhammad bin Rafi’ – Abdurrazzaq – Ma’mar – Qatadah – Anas (dengan makna hadits Syaiban) [Muslim 39.6728/no.5013. Pernyataan bahwa Muhammad memperlihatkan terbelahnya bulan “DUA KALI” ada di: Ahmad no.12678 (Riwayat Yunus Bin Muhammad – Syaiban – Qatadah – Anas bin Malik), Ahmad no.12825 (Riwayat Abdul Wahhab – Sa’id – Qatadah – Anas Bin Malik) dan Tirmidhi 1.44.3285/no. 3208 (Riwayat Abdu bin Humaid – Abdur Razzaq – Ma’mar – Qatadah – Anas) sebagai telah dekat datangnya hari kiamat]

      Riwayat [(Muhammad bin Al Mutsanna – Muhammad bin Ja’far dan Abu Dawud) dan (Ibnu Basyar – (Yahya bin Sa’id, Muhammad bin Ja’far dan Abu Dawud)] – Syu’bah – Qatadah – Anas: Bulan terbelah menjadi dua bagian. Dalam hadits Abu Dawud disebutkan: Bulan terbelah dimasa Rasulullah SAW. [Muslim 39.6729/no.5014]

      Riwayat Musa bin Quraisy At Taimi – Ishaq bin Bukair bin Mudlar – ayahku – Ja’far bin Rabi’ah – Irak bin Malik – Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud – Ibnu Abbas: Di masa Rasulullah SAW bulan pernah terbelah [Muslim 39.6730 /no.5015]

      Pertanda kiamat sudah dekat:
      Riwayat Abdurrazaq – Ma’mar – Qatadah – Anas: Para penduduk Makkah meminta bukti pada Nabi SAW, maka terbelahlah rembulan di Makkah dua kali, maka Allah berfirman: “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus.”[AQ 54.1-2] [Ahmad no.12227]

      Riwayat Ali bin Hujr – Ali bin Mushir – Al A’masy – Ibrahim – Abu Ma’mar – Ibnu Mas’ud: ketika kami bersama Rasulullah SAW di Mina, kemudian bulan terbelah menjadi dua belah, sebelah dari balik gunung dan sebelah di depan gunung. Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada kami; saksikanlah! yaitu telah dekat datangnya hari kiamat dan telah terbelah bulan. (AQ 54.1), Abu Isa: hadits ini adalah hasan shahih. [Tirmidhi 1.44.3286/no.3207]

  • Tafsir Ibn Kathir surat 54:1-5
    Sebagai salah satu tanda sudah dekatnya hari kiamat…Riwayat `Abdullah bin `Umar Al-Hafiz Abu Bakr: Al-Bayhaqi merekam bahwa `Abdullah bin `Umar berkomentar pada Kalimat Allah: (Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan) “Ini terjadi di masa hidup Rasullullah; Bulan terbelah menjadi dua bagian. Satu bagian di depan gunung dan satu bagian dibagian lainnya. Nabi berkata, (Ya Allah! Menjadi bersaksi.)” Ini dari riwayat yang Muslim dan At-Tirmidhi kumpulkan. At-Tirmidhi berkata, “Hasan Sahih.”

Cilakanya, ada suatu problem tentang apakah Muhammad mampu atau tidak melakukan keajaiban. Karena ternyata bahkan Allah di Quran, para kafir di Quran, dan juga Muhammad sendiri dalam hadis dan sirah, telah menyatakan bahwa Ia (Muhammad) tidak diberikan kemampuan untuk dapat mempertunjukan keajaiban/Mukjizat:

    Quran:
    Dan orang-orang kafir Mekah berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya mu’jizat-mu’jizat dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya mu’jizat-mu’jizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”[AQ 29.50]
    Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mu’jizat dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mu’jizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” [AQ 6.37]
    Mengapa Allah tidak berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?” [AQ 2.118]
    Orang-orang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya tanda (mu’jizat) dari Tuhannya?” [AQ 13.27]
    Bahkan mereka berkata: “mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mu’jizat, sebagai-mana rasul-rasul yang telah lalu di-utus” [AQ 21.5]
    Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami, atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca”.. [AQ 17.90-93].

    Hadis:
    ‘Abdul ‘Aziz bin Abdullah – Al Laits – Sa’id – ayahnya – Abu Hurairah – Nabi SAW: “Tidak seorang nabi pun kecuali ia diberi beberapa mukjizat yang tak bisa diserupai oleh apapun sehingga manusia mengimaninya -atau dengan redaksi ‘sehingga manusia dijadikan beriman’-, namun yang diberikan kepadaku hanyalah berupa wahyu yang Allah wahyukan kepadaku, maka aku berharap menjadi manusia yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat.” [Bukhari no.6732 dan Muslim no.217]

    Sirah Nabawiyah:
    …Tokoh-tokoh Quraisy berkata, ‘Hai Muhammad,…Oleh karena itu, berdoalah kepada Tuhanmu yang mengutusmu dengan membawa apa yang engkau bawa ini agar Dia:

    menggoncang gunung-gunung yang terasa sempit bagi kami,
    meluaskan daerah kami, mengalirkan sungai-sungai seperti Sungai Syam dan Irak untuk kami di dalamnya,
    membangkitkan nenek moyang kita, dan pasti, dan pastikan bahwa di antara nenek moyang yang dibangkitkan untuk kita adalah Qushai bin Kilab, karena ia orang tua yang benar, kemudian kita bertanya kepadanya apa yang engkau katakan; benar atau salah?

    Jika nenek moyang kita membenarkanmu dan engkau mengerjakan apa yang kami pintakan kepadamu, maka kami membenarkanmu, mengakui kedudukanmu di sisi Allah, dan bahwa Allah mengutusmu sebagai Rasul seperti yang engkau katakan.’

    Rasulullah SAW bersabda kepada mereka, ‘Aku diutus kepada kalian tidak untuk seperti itu. Sesungguhnya Allah mengutusku kepada kalian dengan membawa apa yang aku bawa. Sungguh, apa yang telah diutus kepadaku telah aku sampaikan kepada kalian. Jika kalian menerimanya, itulah keberuntungan kalian di dunia dan akhirat. Jika kalian menolaknya, aku bersabar dalam menjalankan perintah Allah Ta’ala hingga Dia memutuskan persoalan di antara kita.’

    Mereka berkata, ‘Jika engkau tidak mau mengerjakan permintaan kami, maka bangunlah untuk dirimu. Mintalah Tuhanmu:

    mengutus malaikat bersamamu yang membenarkan apa yang engkau katakan dan meminta pendapat kami tentang dirimu.

    memberikan untukmu taman-taman, istana-istana, dan kekayaan dari emas dan perak hingga engkau menjadi kaya dengannya, karena engkau berada di pasar seperti halnya kami dan mencari kehidupan seperti kami.

    Ini semua agar kami mengetahui kelebihanmu dan kedudukanmu di sisi Tuhanmu jika engkau betul-betul seorang Rasul seperti pengakuanmu.’

    Rasulullah Saw bersabda kepada mereka, ‘Aku tidak akan melakukan itu semua, dan aku tidak akan meminta itu semua kepada Tuhanku, serta aku tidak diutus kepada kalian dengan itu semua. Namun Allah mengutusku sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan–atau seperti yang beliau sabdakan. Jika kalian menerima apa yang aku bawa, itulah keberuntungan kalian di dunia dan akhirat. Jika kalian menolaknya, aku bersabar dalam menjalankan perintah Allah hingga Allah memutuskan persoalan di antara kita.’

    Tokoh-tokoh Quraisy berkata, ‘Kalau tidak begitu jatuhkan untuk kami gumpalan dari langit karena engkau mengatakan bahwa jika Allah berkehendak, Dia pasti melakukannya. Sungguh, kita tidak beriman kepadamu jika engkau tidak melakukannya.’

    Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika itu kehendak Allah pada kalian, pasti Dia melakukannya.’

    Tokoh-tokoh Quraisy berkata, ‘Hai Muhammad, apakah Tuhanmu mengetahui bahwa kami akan duduk bersamamu, kami menanyakan ini semua kepadamu, dan meminta ini semua kepadamu, kemudian Dia datang kepadamu untuk mengajarimu sesuatu yang bisa engkau jadikan sebagai bahan untuk menjawab pertanyaan kami dan Dia menjelaskan kepadamu tentang apa yang akan Dia kerjakan terhadap kami jika tidak menerima apa yang engkau bawa? Sungguh, kami telah mendapatkan informasi bahwa engkau diajari seseorang dari Yamamah yang bernama Ar-Rahman. Demi Allah, kami tidak beriman kepada Ar-Rahman. Hai Muhammad, kami telah mengajukan banyak hal kepadamu. Demi Allah, kami tidak membiarkanmu dan apa yang engkau sampaikan kepada kami hingga kami berhasil membinasakanmu atau engkau membinasakan kami.’

    Salah seorang dari mereka berkata, ‘Kami tidak beriman kepadamu hingga engkau bisa mendatangkan Allah dan para malaikat berhadapan dengan kami.’

    Ketika mereka usai berkata seperti itu kepada Rasulullah SAW, beliau berdiri dan diikuti Abdullah bin Abu Umaiyah..yang tidak lain adalah saudara misannya, dan suami Atikah bin Abdul Muththalib.

    Abdullah bin Abu Umaiyyah berkata kepada Rasulullah SAW, ‘Hai Muhammad,
    .. Mereka memintamu memberi hal-hal agar dengan yang demikian mereka mengetahui kedudukanmu di sisi Allah seperti pengakuanmu.
    Mereka memintamu, dan mengikutimu, namun engkau tidak mengabulkannya.
    Mereka memintamu mengambil sesuatu untuk dirimu sehingga dengan sesuatu tersebut, mereka mengetahui kelebihanmu atas mereka dan kedudukanmu di sisi Allah, namun engkau tidak mengabulkannya.
    Mereka meminta percepatan siksa yang engkau ancamkan kepada mereka, namun engkau juga tidak mengabulkannya–atau seperti dikatakan Abdullah bin Abu Umaiyyah.

    Demi Allah, sampai kapan pun aku tidak beriman kepadamu hingga engkau membangun tangga ke langit, kemudian engkau naik ke langit melalui tangga tersebut dan aku melihatmu tiba di sana, setelah itu engkau mengambil tempat malaikat yang memberi kesaksian untukmu bahwa apa yang engkau katakan memang benar. Demi Allah, jika engkau tidak mau melakukannya, jangan berharap aku membenarkanmu.’

    Kemudian Abdullah bin Abu Umaiyyah berpaling dari Rasulullah SAW dan beliau sendiri pulang kepada keluarganya… [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam, bab56, hal 248-251]

Bahkan saat menceritakan peristiwa ajaib Isra’ Mi’raj, para pengikut awalnya, malah berkurang, banyak yang murtad karenanya:

    ..Apa yang dikatakan Muhammad kemudian menimbulkan kesangsian juga pada beberapa orang pengikutnya, pada orang-orang yang tadinya sudah percaya. Mereka banyak yang mengatakan: Masalah ini sudah jelas. Perjalanan kafilah yang terus-meneruspun antara Mekah-Syam memakan waktu sebulan pergi dan sebulan pulang. Mana boleh jadi Muhammad hanya satu malam saja pergi-pulang ke Mekah?!

    Tidak sedikit mereka yang sudah Islam itu kemudian berbalik murtad. [“Hayat Muhammad”, Muhammad Husayn Haykal, Hal. 189]

Seolah belum cukup dengan kontradiksi tentang mampu atau tidaknya Muhammad melakukan keajaiban, klaim terbelahnya bulan, malah melebar dengan adanya klaim saksi orang luar Arab, yaitu raja Malabar, Chakrawati:

    Salah satu versi:
    Malik Ibn Dinar yang bersama 12 orang pedagang mendarat di kerala pada tahun 644 M dan berbincang-bincang dengan raja Chakrawati (Cheraman Perumal) tentang Islam dan menyebutkan peristiwa Bulan terbelah sebagai bukti kenabian Muhammad. Setelah Raja bertanya pada Astrolognya, mereka menyatakan bahwa phenomena itu juga dicatat mereka. Raja kemudian memutuskan pergi bersama Malik Dinar ke Arab, Ia kemudian bertemu NMuhammad dan ikut melaksanakan Haji terakhir Muhammad. Dalam perjalanan pulang, kapalnya karam, mayatnya terdampaR di pantai Salalah, Yaman dan dikubur di sana. [“The Judgment Against Imperialism, Fascism and Racism Against Caliphate and Islam”: Vol.1, Khondakar Golam Mowla. Note: Malik Ibn Dinar, Tabi’in, wafat tahun 748 M, yaitu 126 tahun sejak hijrahnya Muhammad di tahun 622 M]

    Versi lain:
    Sekelompok peziarah Arab pimpinan Zahiruddin bin Taqiyuddin, dalam perjalanan menuju Srilanka, mendarat di Kodungallur dan bertemu Raja Chera, Ia menerangkan tentang Nabi Muhammad dan keajaiban bulan terbelah yang juga disaksikan Raja, Raja tertarik untuk masuk Islam. Sepulangnya ziarah, bersama raja, mereka kembali. Raja kemudian bertemu Muhammad di Jeddah 6 tahun sebelum Hijrah. Ia masuk Islam dan mengubah nama menjadi Tajuddin. Setelah beberapa tahun, Ia kembali ke Malabar, namun di perjalanan Ia wafat dikubur di Shahar Muqalla (Pelabuhan Zafar) di Yaman pada tahun 622 M [“Tarikh Zuhur al Islam fil Malibar”, Muhammad Ibn Malik, turunan ke-3 Habib Ibn Malik. Problem utama dari Tarikh ini: Tidak ada satupun baik itu buku-buku sirah awal maupun kitab-kitab hadis otentik yang memberitakan masuk islamnya seorang raja/penguasa asing pada masa awal kenabian. Sumber lain kisah di atas, lihat di: “Mappila Muslims: A Study on Society and Anti Colonial Struggles”, Husain Raṇṭattāṇi, hal.25.]

    Versi lain:
    Raja bertemu Zahiruddin bin Taqiyuddin, raja tidak melihat bulan terbelah, Raja tertarik cerita bulan terbelah dan Muhammad, tertarik pada Islam, Ia ikut rombongan ziarah Zahiruddin yang pulang Mekkah, Raja tidak bertemu Nabi, Raja wafat dalam perjalanan ke Arab di perjalanan jatuh sakit, menulis wasiat kepada sharaf Ibn Malik dan Malik bin Dinar, kemudian meninggal. [“Tuhfat-ul-Mujahidin”, Zainuddin Makhdoom II, 1580 M, cucu Zainuddin Makdhum I, pendiri “Ponnani dars”, Buku pertama yang ditulis orang kerala dan dalam bahasa Arab]

    Versi lain:
    Raja yang bernama Cheraman Perumal ketika di Jeddah, Nabi menamainya Tajuddin. Raja ini kawin dengan adik perempuan raja arab dan tinggal di kota pelabuhan selama 5 tahun dan ketika kembali, Ia wafat di Yaman. [Keralopathi, Shungunny Menon menyatakan pengarang buku ini adalah Thunchaththu Ramanujan Ezhuthachan dari abad ke 17]

    Versi lain:
    Sejarahwan Andre Wink dan Annemarie Schimmel, Maududi (dalam: “Muhammad Rasullulah: A concise survey of the life and work of the founder of Islam”, 1979) dan beberapa website, mengutip sebuah manuscript bernama “Qissat Shakarwati Farmad” atau “Qissat Shakruti Firmad” karangan anonim yang diterjemahkan “Israel Oriental Studies journal” oleh Dr Yohannan Friedmann tahun 1975, namun tidak ada tanggal historisnya dan beberapa sejarahwan beropini ini tidak otentik. Dalam Manuscript, nama raja adalah Chakrawati Farmas, Ia melihat bulan terbelah dan berinisiatif ke Mekkah, masuk Islam di tangan Nabi Muhammad, pulang kembali namun wafat di Zafar in Yemen [“A Catalogue of the Arabic Manuscripts in the Library of the India Office”, Otto Loth, hal 299]

    Versi-versi lainnya lihat di sini

Kisah-kisah hoax di atas ini, tersirkulasi ulang tanpa pembuktian dan re-chek sama sekali!

Kapan kisaran kehidupan Raja India di atas ternyata bermasalah karena menurut situs ini raja Chakrawati itu hidup di Akhir abad ke 8! Bukan di sekitar 615 M – 632 M!

Chakrawati, yang seorang raja itu, bukanlah orang biasa sehingga catatan mengenai dia haruslah ada, namun berdasarkan sumber di bawah ini, catatan Raja tersebut tidak sesuai dengan tahunnya:

    Legenda Cheraman Perumal muncul di buku abad ke 16 Tuhafat Ul Mujahideen oleh Shaikh Zainuddin Makhdoom sebuah catatan ahLi sejarah Kerala, Namun tampaknya ia tidak mempercayai ke-autentik-an sejarahnya. Namun belakangan dikatakan bahwa beberapa ahli sejarah lupa untuk menambah pengakuan ini.

    Sreedhara Menon, sejarahwan, menyatakan bahwa Kerala ngga pernah punya raja bernama Cheraman Perumal dan mengutip Dr. Herman Gundert, seorang Jerman penyusun kamus pertama Malayalam-Inggris (dan juga Kakek dari Herman Hesse). Namun kelihatannya pernah ada seorang Cheraman Perumal, yang sejarahnya terselimutkan legenda. Menurut tradisi Saiva [salah satu sekte Hindu], Ia ada hubungannya dengan Sundaramurti, Pemuja terakhir dari Tiga pemuja/penyair Devaram. Ini adalah Cheraman Perumal yang berbeda yang diperkirakan meninggal di tahun 825 A.D.

    Juga ada catatan dari Kookel keloo Nair di suatu paparan menarik yang ditulis di abad ke 19, Madras Quarterly Journal of Literature and Science. Merujuk pada subyek ini, penulis mengamati bahwa penganut Jainisme dan Buddhisme, “Penduduk yang menetap di Arabia dan banyak mengunjungi Malabar; Penamaan aslinya adalah Mahajain dan seiring waktu terpolusi menjadi Magain atau Magan. Para hindu secara serampangan menyebut Musselman (muslim) sebagai Buddhist, dan dari ini menguak idea bahwa Perumal yang terakhir pindah menjadi kaum Muhammadian”. Ini dinyatakan di “The Land of the Permauls. Cochin, Its Past and Its Present.” 1863. Ch 2. P. 44, The Last “Permaul.” Dr. Francis Day.

    Tulisan lain yang juga runut dan jelas yang mengungkapkan permasalahan dari dua sisi dapat anda lihat di The myth of Cheraman Perumal’s conversion dan perumal and the pickel.

Malah ada yang nekad mengkaitkan raja India ini dengan hadis yang berasal dari Said Al Khudri:

    “3002 – ذكر إهداء ملك الهند الزنجبيل إلى النبي

    7272 – حدثنا علي بن حمشاذ العدل ، ثنا العباس بن الفضل الأسفاطي ، ومحمد بن غالب ، قالا : ثنا عمرو بن حكام ، ثنا شعبة ، أخبرني علي بن زيد ، قال : سمعت أبا المتوكل ، يحدث عن أبي سعيد الخدري ، رضي الله عنه قال : ” أهدى ملك الهند إلى رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم جرة فيها زنجبيل فأطعم أصحابه قطعة قطعة وأطعمني منها قطعة ” .

    قال الحاكم رحمه الله تعالى : ” لم أخرج من أول هذا الكتاب إلى هنا لعلي بن زيد بن جدعان القرشي رحمه الله تعالى حرفا واحدا ولم أحفظ في أكل رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم الزنجبيل سواه فخرجته .” (Mustadrak al-Hakim/kitab al-‘At’imah/Makanan, Vol.4, p.150 dan Islamweb)
    (Ali bin Hamsyad Al Adl – (Abbas bin Fadhl Al-Asfathi dan Muhammad bin Ghalib) – Amru bin Hikam – Syu’bah – Ali bin Zayd – Ayah dari Mutawakkil – Abu Said Al Khudri: “Raja dari India memberikan hadiah kepada Rasulullah SAW sebuah tembikar yang berisi jahe. Lalu Nabi SAW membagikan para sahabat dari jahe tersebut sepotong demi sepotong, dan saya makan sepotong”)

Kitab, Hadis dan Perawinya dihukumi mungkar dan lemah:

    Adz-Dzahabi: “Dalam kitab Al Mustadrak terdapat banyak hadits yang sesuai kriteria Al-Bukhari dan Muslim. Jumlahnya sekitar separuh dari isi kitab. Seperempatnya sanad yang sahih, sedangkan sisanya hadits-hadits munkar yang lemah dan tidak sahih, yang sebagiannya maudhu (palsu). ”Ini merupakan hal yang mengherankan, karena Al Hakim termasuk salah seorang ahli hadits yang brilian di bidangnya. Ada yang berkata, “Hal itu disebabkan bahwa dia menulisnya pada akhir masa hidupnya, yang saat itu dia sudah agak pelupa.” [Bbiographical encyclopedia berjudul Siyar A`lâm al-Nubalâ’ “Biographies of Outstanding Personalities”]. Dalam lain tulisan, Ia berkata: “Akan lebih baik seandainya Al-Hakim tidak pernah menyusunnya.”[“Al-Hakim Al-Naysaburi”. Sunnah.org]

    Al-Hafizh Ibnu Hajar: “Al-Hakim bersikap menggampangkan karena Ia mengkonsep kitab tersebut untuk diralat kemudian, tetapi meninggal sebelum sempat meralat dan membetulkannya” [Tarikh Funun Al Hadits karya Muhammad Abdul Aziz Al Khauli, hal. 98, cet. Dar Al Qalam]

    Untuk hadis di atas, Al-Razi dan Abu Zar’ah: hadits tersebut hadits mungkar. Sedangkan al-Haitsami dalam Majma’ al-Zawaid: Hadit seperti itu juga diriwayatkan Al-Tabrani dalam Miu’jam al-Awsath, dalam perawinya Amru bin Hikam adalah lemah. Juga diriwayat Tabrani raja tersebut adalah Raja Romawi bukan Raja India. Ibnu Abi Hatim: “…Hadis Amru bin Hikam adalah hadis mungkar..Dia mengatakan: Bagaimana Ammru bin Hikam? Dia mengatakan: tidak kuat.[Lihat lemahnya hadis, perawi dan juga Raja India atau Romawi? di: Islam QA no.168186 dan di sini]

Sekarang, kita lihat penjelasan dunia modern!

Salah satu penjelasan yang baik bahwa BULAN [tidak] PERNAH TERBELAH adalah berdasarkan sisi sains dan astronomi [lengkapnya lihat di Blog ini, Bulan pernah terbelah?]

    Kutipan 1:
    T. Djamaluddin (Peneliti Utama Astronomi dan Astrofisika, LAPAN Bandung)
    ….
    Sejauh ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukungnya. Mekanisme fisisnya pun sulit dijelaskan, karena kalau pun benda langit bisa saja terbelah atau pecah akibat efek pasang surut planet atau bintang induknya, tetapi tidak mungkin bersatu kembali. Ahli matematika Perancis Edouard Roche menyatakan ada suatu jarak minimum dari planet atau bintang induk yang bila dilampaui akan menyebabkan benda yang mengorbitnya akan pecah.

    Batas minimum itu dikenal sebagai Limit Roche yang tergantung ukuran dan kekuatan benda langit menahan gaya gravitasi planet. Bulan yang kelihatan kokoh pun akan hancur berantakan bila (karena suatu sebab) melewati Limit Roche-nya, masuk dalam orbit yang jaraknya kurang dari 18.000 km dari bumi. Saat ini (termasuk pada zaman Nabi) bulan masih berada pada jarak yang aman 384.000 km.
    ….

    Kutipan 2:
    Ma’rufin Sudibyo yang eks. Teknik Nuklir UGM:

    Jika Bulan benar-benar terbelah secara fisik maka jelas ada bekas patahannya sehingga bulan – yang saat itu kemungkinan berfase setengah lingkaran – benar-benar terbelah, bidang pembelahan itu kemungkinan besar sejajar dengan ekuator maupun bujur nol-nya. Belahan Utara dan Selatan Bulan (atau Barat dan Timur, jika bidang pembelahannya sejajar bujur nol) akan terpisah sejenak hingga berjarak minimal 120 km, untuk kemudian menyatu kembali.

    Jika ini terjadi, tentu bidang pemisahan itu masih ada jejak2nya yakni sebagai patahan panjang yang membentang sejajar ekuator Bulan maupun bujur nol. Jika suatu blok batuan mendadak terpatahkan (apalagi terpisah) untuk kemudian merekat kembali, dibutuhkan ‘lem’ teramat kuat agar patahan itu tidak bergeser lagi. Secara geologis ‘lem’ itu adalah magma yang terekstrusi keluar lewat erupsi rekahan, tentunya dengan volume sangat gigantik untuk kemudian membeku dan mengikat kedua sisi yang terpatahkan tadi. Dan karena batuan setempat mengalami kontak dengan magma Bulan, tentu terjadi proses metamorfosa kontak yang menghasilkan batuan metamorf kontak nan khas.

    Sejauh ini – merujuk NASA – vulkanisme Bulan terakhir kali terjadi jutaan tahun silam dan tak ada yang berumur Holosen (kurang dari 10.000 tahun), apalagi Resen (kurang dari 1.000 tahun). Citra2 permukaanBulan juga tidak menunjukkan jejak patahan sangat panjang yang sejajar ekuator. Demikian pula, citra2 Bulan pun tidak menunjukkan adanya sisa2 erupsi rekahan memanjang yang sejajar ekuator maupun bujur nol. Magma Bulan bersifat basaltik – mirip magma dari mantel Bumi – sehingga bila muncul ke permukaan tentunya menghasilkan endapan2 kegelapan yang mudah diidentifikasi. Misi Apollo 11, 12 dan 14 memang mendarat di dekat ekuator Bulan, namun di lokasi2 pendaratannya tidak dijumpai endapan lava basaltik “segar” produk erupsi masa Resen.

Mengenai benar atau tidaknya ada pendaratan manusia di Bulan dengan Apolo 11, maka di blog ini, anda akan temukan ulasan mengapa pendaratan manusia di bulan patut di ragukan.

Photo yang ada di sebelah ini sudah sangat menjelaskan bahwa Bulan tidak pernah terbelah!

Untuk mendapatkan arti dari guratan-guratan di Photo tersebut, maka silakan baca di website ini, setelah membaca anda akan mengetahui bahwa itu bukanlah bekas bulan yang terbelah!

Kesimpulan:
Bulan memang [TIDAK] pernah terbelah. Kisah Muhammad membelah bulan adalah Hoax

Penutup
Jika terdapat keramaian di Jum’at petang, topeng monyet datang. Ada atraksi “Sarimin pergi ke pasar” maka dunia Islam kemungkinan akan berada pada satu kesimpulan bahwa itu adalah Kebesaran Allah! Dengan merujuk ayat AQ:

    “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu[59], lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera[60] yang hina”.
    [Al Baqarah 2:65; juga di Al A’raaf 7:165 dan Al Maidah 5:60]
    [59] Hari Sabtu ialah hari yang khusus untuk beribadat bagi orang-orang yahudi.
    [60] Sebagian ahli tafsir memandang bahwa ini sebagai suatu perumpamaan , artinya hati mereka menyerupai hati kera, karena sama-sama tidak menerima nasehat dan peringatan. Pendapat Jumhur mufassir ialah mereka betul-betul beubah menjadi kera, hanya tidak beranak, tidak makan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.

Maka: “Allahuakbar! Maha Besar Allah, Sarimin adalah turunan Yahudi yang dikutuk menjadi Kera!”


Advertisements

130 thoughts on “Bulan [Tidak] Pernah Terbelah dua..”

  1. Fean,
    NASA tidak pernah mempublikasikan arca yang konon ditemukan di bulan..Publikasi itu bukan dari NASA namun klaim sepihak Dr Morris Charles, yang katanya 23 tahun kerja di NASA, keluar tahun 1987..[http://thecrit.com/2009/05/05/200000-year-old-statue-found-on-moon/]

    Tidak kah anda heran..23 tahun lamanya selama di NASA Dr MC nga klaim apapun, dan 22 tahun lagi (sejak tahun 1987) juga ngga klaim apapun?

    hasil analisis kimia sah2 saja menyatakan patung itu berusia 170 rb tahun..dan itu tetap bukan KONFIRMASI atau bukti bahwa patung itu berasal dari BULAN..Disamping itu, banyak ajaran SELAIN ajaran ABRAHAMIC menyatakan manusia SUDAH ADA lebih dari ratusan ribu tahun.

    Malah uji kimiawi itu memberikan bukti untuk kesekian kalinya bahwa manusia pertama versi Abrahamic yang ada di kisaran 5000an tahun sejak Nabi Muhammad adalah keliru dan bahkan jikapun ada yang mengklaim manusia pertama adanya di kisaran 200.000an tahun masihlah terlalu absurd.

    Jadi, klaim arca itu dan juga terbelah/tidaknya bulan..emang ngga berhubungan..

    Kemudian,
    dengan menggunakan logika kita saja..jika benar bulan pernah terbelah..Apa anda pikir tumbukan ratusan bahkan ribuan meteor kepada bulan, tidak menggeserkan belahannya?

    Karena memang bulan tidak pernah terbelah, tumbukan ribuan meteor tidak menimbulkan geseran tertentu sepanjang lingkaran bulan..

    Logika ini cukup sederhana, bukan?!

    So, kesimpulan saya sih masih sama aja tuh, BULAN emang tidak pernah TERBELAH..buktinya kita liat tiap hari, disamping semua tulisan di artikel saya yang membantah klaim bulan terbelah dari sisi catatan dan penemuan sains

  2. Bravo pak… Mungkin itu teknik org…untuk mengetest kestabilan kita u/ memakai Nalar. Coba pak wira langsung mengiyakan ……Wah …sama saja spt Kaum abramik… Nemu KapaL nabi Nuh aja (walau skrg terbukti itu bukan kapal)…dah Subanahlah…tu kan Alquran benar, Musa membelah laut (walau itu masih kemungkin2an yg kurang logis)… tu kan benar ada…, Batu melayang (walau hasil rekaan) …tu kan Islam hebat, Lafaz Allah di apel, kentang,dll, ah macam2 aja….

  3. Yup Publikasi tersebut dari Dr Morris..
    di situs yang Anda tunjukkan NASA resmi menolak publikasi tersebut namun saya cari-cari di situs NASA koq ga ada pernyataan tsb..
    Tolong kl ada yang bisa kasih link mengenai penolakan NASA atas penemuan ARCA tersebut dan kalo ada juga mengenai BULAN TERBELAH, karena keduanya awal mulanya juga dari sumber di NASA sehingga apabila tidak ada pernyataan resmi maka kedua hal tersebut masihlah bisa diperdebatkan.

    Kalau menurut logika Anda tumbukan ribuan meteor haruslah dapat menggeser belahan bulan, ini juga hal yang masih bisa diperdebatkan karena menurut logika saya tumbukan meteor (walaupun sampai ribuan atau lebih) tidak akan menggeser belahan bulan karena bekas belahan tentu harus hanya ada di level permukaan dan level dalam yang berupa bebatuan karena inti bulan yang cair sudah tentu bersatu kembali dan tidak akan terlihat bekasnya.
    JADI KESIMPULANNYA MASIHLAH ARCA BULAN DAN TERBELAHNYA BULAN MENJADI MISTERI SAMPAI SEMUA BISA MEMBUKTIKAN DENGAN KEPALA SENDIRI SEPERTI SAAT INI MANUSIA MODERN MENGAKUI BAHWA BENTUK BUMI BULAT.

  4. Fean,
    anda katakan:
    Tolong kl ada yang bisa kasih link mengenai penolakan NASA atas penemuan ARCA tersebut dan kalo ada juga mengenai BULAN TERBELAH, karena keduanya awal mulanya juga dari sumber di NASA

    saya:
    HAH!
    Pernyataan anda itu penuh pertentangan sendiri..sebelumnya tanpa membawa bukti apapun anda katakan bahwa NASA yang mempublikasikan arca [http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/08/bulan-tidak-pernah-terbelah-dua.html?showComment=1291100154918#c6847377858121283138]..setelah saya bawakan bukti bahwa itu pernyataan sepihak Dr MC, anda minta ada bukti penolakan nasa..

    Lha yang menyatakan itu berasal dari NASA saja tanpa BUKTI koq..dan hingga saat ini tidak ada statement dari nasa tentang bumi pernah/tidak terbelah..ataupun arca itu pernah dibawa dari BULAN..

    jangan kebalik2 bosss..

    Kemudian anda bikin argumen..”tumbukan meteor (walaupun sampai ribuan atau lebih) tidak akan menggeser belahan bulan karena bekas belahan tentu harus hanya ada di level permukaan dan level dalam yang berupa bebatuan karena inti bulan yang cair sudah tentu bersatu kembali dan tidak akan terlihat bekasnya.”

    Saya:
    Yah..sekarang anda sendiri malah menyatakan TIDAK AKAN TERLIHAT BEKASNYA

    lha emang ngga pernah terbelah..lantas mau dicari dimana bekasnya?

    jangan kebalik2 bosss..

  5. Boss Wira…
    Tidak ada bekasnya yang di bagian INTI Mas karenakan INTI bulan berupa magma, kalo dibagian permukaan dan lapisan bebatuan tentunya masih ada bekasnya.

    Dan kedua info tersebut menyandarkan sumbernya pada NASA, dan sebelum NASA secara officialy menyangkal maka masih akan timbul debat kusir macam gini… (Karena NASA dalam hal ini sebagai tertuduh maka sebelum NASA memberikan jawabannya tuduhan belumlah bisa dikatakan benar atau salah apalagi kita sebagai jurinya pengetahuannya tidaklah lebih lebat dari NASA saat ini)

    Dan sekali lagi kalo ada kasus rumit kaya gini ISLAM akan tetap menomor satukan AL-QURAN sebagai sumber hukum nomor satu dari pada HADIST
    sehingga tetaplah bunyi surat Al Qamar (54):1,
    [Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan]
    Saya lebih sependapat dengan pengertian ayat tersebut menurut Harun Yahya dengan pendaratan manusia kebulan dan melakukan penggalian untuk mengambil contoh bebatuan bulan, dimana pembelahan bulan diartikan sebagai proses penelitian/penggalian di bulan.

  6. Fean,
    Anda katakan: Tidak ada bekasnya di bagian intinya..

    saya:
    wuiihh…luarbiasa..penelitian anda tentunya ada rujukannya dong..bahwa magma bulan pernah diteliti manusia..

    kemudian,
    Bulak balik anda katakan bersumber dari nasa..nasa..nasa…bawa bukti dong ucapan anda..

    kasus ini sih ngga rumit..
    seperti puluhan kali saya tekankan dan sekarang saya ulang lagi dan lagi..bahwa klaim sepihak dari Quran..yaitu berdasarkan dari foto2 dari nasa tentang guratan itu..yang eh ternyata bukan belahan..catatan2 kronologis dari wilayah asing..ngga ada tuh konfirmasi bulan terbelah..

    Jadi klaim sepihak itu secara mudah udah terbukti ngga bener.

  7. Maaf Mas bukan penelitian saya itu logika saya kan sudah saya tulis di atas sebelumnya, coba di baca lagi diatas tuh…
    itukan logika sederhana benda cair di pisah dipertemukan lagi ya campur lagi ga ada bekasnya kaya MUSA membelah laut aja kan ga ada bekasnya..
    Kalo ga percaya test aja sendiri gampang koq, kalo yang keras keras kaya kayu dipatahin trus disambungin lagi ya kelihatan bekasnya…

    Nasa.. nasa.. nasa.. loh kan emang betul yang bikin cerita arca bulan dan bulan terbelah orangnya dapat sumber dari NASA bukan dari SAYA…

  8. Fean,
    logika anda ngga ngejawab..dataran di bulan benda keras..kalo PERNAH TERBELAH..pasti ada belahannya..cilakanya sampe sekarang [dari photo2 itu] nga ada tuh belahannya

    ttg musa, itu sama dongengnya dengan bulan terbelah..baca aja artikel saya di sana

    ttg arca..sekali lagi itu klaim sepihak dari dr MC..ngga pernah nasa bilang bawa arca..

    kamu mestinya mikir..kalo nasa emang bawa arca alasan apa nasa perlu nyembunyiin?

  9. Photo-photo yang saling mendukung terbelah dan tidak terbelah bulan sama sama belum cukup, dan dari blog yang Anda tunjuk mengenai KONSPIRASI PENDARATAN MANUSIA DI BULAN OLEH NASA dan situs lain juga banyak membahas teori ini, juga membuat kita tidak boleh mempercayai informasi yang diberikan begitu saja walaupun oleh institusi sekaliber NASA.

    AKHIR KESIMPULANNYA TETAP SAYA TIDAK (BELUM) BISA MENGATAKAN TEORI ANDA BENAR ATAU SALAH DAN SAYA JUGA TIDAK (BELUM) BISA MENGATAKAN TEORI BULAN TELAH TERBELAH (BENAR-BENAR DALAM ARTIAN TERBELAH MENJADI DUA) BENAR ATAU SALAH.

    Ok thanks atas jawaban-jawabannya, tentang terbelahnya laut oleh MUSA saya akan baca ntar…

    untuk apa alasan nasa nyembunyiin penemuan arca sudah pernah saya tulis di permulaan saya nulis komen diatas coba dibaca lagi..

  10. Fean,
    anda katakan,”Photo-photo yang saling mendukung terbelah dan tidak terbelah bulan sama sama belum cukup”

    Saya:
    Hah! Mana foto dukungan bulan terbelah? ngga ada tuh..silakan tunjukan jangan asbun, deh..
    dan kemudian alasan nasa menyembunyikan adalah takut bikin heboh? hehehehehe..lucu sekali alasannya..

    Saya tidak terlalu tertarik apakah anda masih percaya bualan bulan terbelah..karena artikel yang saya buat ini sudah menyajikan fakta dan foto bahwa bulan pernah terbelah..100% tidak benar..dan itu adalah final.

  11. Kan ada photonya di situsnya Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, saya juga belum yakin itu betul atau tidak…
    DI AL-QURAN SELAIN MENYEBUTKAN BULAN TERBELAH (QS.54:1), JUGA ADA MENYEBUTKAN LANGIT TERBELAH (QS.82:1, 84:1, 55:37), BATU TERBELAH (QS.2:74), BUMI TERBELAH (QS.50:44, 13:31) DAN JUGA LAUT TERBELAH (QS.44:24) dari ayat-ayat tersebut diatas adalah tentu tidak tepat jika semuanya diartikan secara harfiah dengan benar-benar terpotong menjadi dua bagian yang terpisah…
    Contoh di QS.50:44 bumi terbelah-belah menggambarkan bangkitnya manusia dari kubur masing-masing pada hari kebangkitan.
    Begitu juga tentang laut yang terbelah di jaman nabi MUSA belum tentu benar-benar terbelah dan di AL QURAN juga tidak ada menyebut angin yang membantu pembelahan laut tersebut.
    JADI DENGAN ULASAN HARUN YAHYA MENGENAI KEGIATAN PENGGALIAN TANAH/BEBETUAN DI BULAN SEBENARNYA SUDAH CUKUP MENGGAMBARKAN BULAN MEMANG TERBELAH (DALAM HAL INI OLEH MANUSIA).

  12. Fean,
    saya mau tekankan ya..jika anda berniat diskusi tidak asbun, maka semua reference statement orang agar ditampilkan hingga BISA DI CROSS CHECK..

    foto permukaan bulan beberbentuk + yg di klaim Dr ZN sebagai bukti terbelah adalah bualan menyesatkan dari seorang yang mengaku ahli geologi!

    Foto itu bukan BELAHAN namun rill bernama Ariadaeus Rille [rill = parit, lembah] yg panjang CUMA 300km dan tidak melingkar..foto itu berasal dari apollo 10. Utk penjelasan, lokasinya dan rujukan kamu bisa lihat di sini:

    http://www.astrosurf.com/lunascan/AS10-31-4645.htm

    Juga keterangan bahwa klaim belahan itu adalah ASBUN, baca aja di sini:

    http://www.islammonitor.org/index.php?option=com_content&task=view&id=3412

    Jadi, Dr. ZN, mengaku ahli geologi, dan ahli bumi namun MASIH ngga bisa BEDAKAN rill/bukan..malah berusaha menyesatkan orang lain dengan memanipulasi keterangan pada FOTO..ini sungguh tindakan memalukan dan rendah!

    Sisa dari statement mu ngga nyambung karena tidak membuktikan apapun ttg bulan terbelah.

    saya kira udah 100% jelas dari sudut manapun..klaim ini adalah klaim asbun.

  13. OK SAYA ANGGAP INFORMASI DI “http://www.astrosurf.com/lunascan/AS10-31-4645.htm” ADALAH 100% BENAR…
    JADI PHOTO DI SITUS PROF.DR.ZAGHLUL ADALAH 100% SALAH.
    MAKA SAYA HANYA BERPEGANG PADA AL QURAN YANG MENURUT ORANG ISLAM ADALAH 100% KEBENARANNYA.
    JADI SAYA COPAS LAGI TULISAN SAYA:
    DI AL-QURAN SELAIN MENYEBUTKAN BULAN TERBELAH (QS.54:1), JUGA ADA MENYEBUTKAN LANGIT TERBELAH (QS.82:1, 84:1, 55:37), BATU TERBELAH (QS.2:74), BUMI TERBELAH (QS.50:44, 13:31) DAN JUGA LAUT TERBELAH (QS.44:24) dari ayat-ayat tersebut diatas adalah tentu tidak tepat jika semuanya diartikan secara harfiah dengan benar-benar terpotong menjadi dua bagian yang terpisah…
    Contoh di QS.50:44 bumi terbelah-belah menggambarkan bangkitnya manusia dari kubur masing-masing pada hari kebangkitan.
    Begitu juga tentang laut yang terbelah di jaman nabi MUSA belum tentu benar-benar terbelah dan di AL QURAN juga tidak ada menyebut angin yang membantu pembelahan laut tersebut.
    JADI DENGAN ULASAN HARUN YAHYA MENGENAI KEGIATAN PENGGALIAN TANAH/BEBETUAN DI BULAN SEBENARNYA SUDAH CUKUP MENGGAMBARKAN BULAN MEMANG TERBELAH (DALAM HAL INI OLEH MANUSIA DAN TERBELAH DISINI TIDAK HARUS SECARA HARFIAH DENGAN BENAR-BENAR TERBELAH MENJADI DUA BAGIAN YANG TERPISAH).
    JADI TIDAK ADA YANG KESALAHAN DALAM AL-QURAN.
    YANG ADA ADALAH ANDA BANYAK MENULIS ARTIKEL SAMPAH UNTUK MENYESATKAN BANYAK ORANG DAN KEWAJIBAN SAYALAH UNTUK MENGCOUNTER PIKIRAN SESAT ANDA DENGAN LOGIKA YANG BENAR…

  14. Fean,
    anda katakan:,”.. tentu tidak tepat jika semuanya diartikan secara harfiah dengan benar-benar terpotong menjadi dua bagian yang terpisah”

    saya:
    semua ayat2 yg kamu sampaikan ngga nyambung dengan kondisi bagaimana bulan terbelah, sebagaimana HADIS2 yang berasal dari MULUT nabimu sendiri mengatakan [sebagaimana qur'an yg juga berasal dari mulut nabimu sendiri] mengatakan “bersaksilah” dan bulan terbelah menjauh!

    Hadis itu MENGUNCI semua bualan itu. Artikel ini saya buat untuk membuktikan itu SAMPAH atau bukan dan terbukti bahwa itu adalah bualan atau SAMPAH serta sekaligus juga membuktikan SAMPAH logika anda dan SAMPAH bualan Dr ZN..

    Jika anda masih mempercayai SAMPAH bulan terbelah..itu urusan anda bukan saya..karena saya sajikan artikel ini sesuai FAKTA dan BUKTI.

  15. BOS RUMUSNYA SUDAH JELAS HADITS GA BISA DIGUNAKAN UNTUK MENGALAHKAN AL-QURAN ALASANNYA SAYA ULANGI LAGI BIAR JELAS : AL-QURAN HUKUM PERTAMA.. DAN HADITS ADALAH HUKUM KEDUA..

    BOS PAKE LOGIKA LAH KALO MENELITI SEGALA SESUATU, PERKATAAN NABI “BERSAKSILAH” HANYA DITUNJUKAN UNTUK ORANG-ORANG YANG BERSAMANYA SAAT KEJADIAN ITU, JADI KALO ORANG HARI INI MENYANGKAL KEJADIAN TERSEBUT TIDAK HARUS DIHUKUM DAN DI CAP BERDOSA, MURTAD , KAFIR DAN SEGALA MACAMNYA.
    TAMBAHAN LAGI NABI TIDAK MENYURUH UMATNYA MENULIS SEGALA SESUATU DARINYA SELAIN AL-QURAN, ITULAH SEBABNYA HADITS TIDAK HARUS DIYAKINI 100% DAN JANGAN PULA DITOLAK 100% YANG HARUS DIYAKINI 100% ADALAH AL QURAN, ITU AL QURAN YANG BILANG (QS.69:51)

    DAN ANDA ADALAH ORANG YANG NGGA KONSISTEN DISATU SISI ANDA MENOLAK INFORMASI DARI UMAT YANG PERCAYA BAHWA MANUSIA BERASAL DARI KERA, SEPUPUAN DENGAN SAPI , MATAHARI MENGELILINGI BUMI DILAIN SISI LAIN ANDA PERGUNAKAN DATA/INFORMASI DARI MEREKA UNTUK MENYESATKAN UMAT YANG LAIN…
    PHOTO-PHOTO BULAN SAAT INI SEBAGIAN BESAR DARI NASA PUNYA YANG NOTABENE UMAT YANG PERCAYA MANUSIA DARI KERA, SEPUPU SAPI DAN HAL-HAL ANEH LAINNYA GIMANA MAU BILANG VALID ATAU RELIABLE DATANYA..????
    NGACA..NGACA..BOSS…

  16. Fean,
    Rumus MENJELASKAN ISLAM adalah Quran dan sunnatullah [Hadis biasanya diidentikan denan sunnatullah]..dan tercantum koq di AQ 4:59, “..taatilah Alloh dan taatilah Rosul (nya), dan ulil amri di antara kalian. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rosul (sunnahnya)..”;

    Juga di 2:129, “..mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah)..” [juga di 2:151]..juga di [33:21, 8:20, 4:69]

    Yang menolak hadis maka ia BUKAN golongan Ahlussunnah wal Jamaah..

    Nah, hadis2 yang saya tuliskan itu Seirama dengan AQ, iya menjelaskan yg tidak tertulis di AQ..perawi2nya JELAS hingga dikategorikan SAHIH..

    Kalo logikamu kamu pake..maka 100% kamu akan menolak BUALAN bahwa bulan PERNAH terbelah..

    Fean,
    Setelah saya banyak membaca AQ, HADIS dan kitab2 abrahamic, maka MENURUT SAYA, kitab2 ini cacat secara nalar dan kemanusian, Di Kitab ini, secara eksplisit di ajarkan mengenai kebencian. Juga tercantum dengan alasan dan sebab2 tertentu pemeluknya dibolehkan melakukan Pembunuhan pada manusia [dan juga khewan], mengambil paksa harta orang lain, mengawini paksa orang lain dan berkata tidak benar.

    Inilah mengapa saya konsisten menolak AQ dan kitab2 abrahamic dengan melampirkan/merujuk pada apa yang mereka sendiri TULISKAN..

    saya kira jelas, ya…

  17. semua ajaran dan kitab” yang ada sekarang sudah banyak dicampuri oleh tangan manusia.

    anda(pemilik blog) dari setiap comment yang anda beri, sepertinya anda tida percaya akan kebesaran ALLOH SWT.
    jika demikian, bagaimana anda menjelaskan awal mula ada nya seluruh alam semesta ini??
    apa anda akan menjelaskan dengan gaya ilmiah anda itu??

  18. (maaf, saya bukan wirajhana eka tapi ikut nimbrung)

    @ladoza: saya rasa jika kaum muslim tidak melakukan propaganda2 bohong dan dusta dengan ilmu gatuk2 (comot sana comot sini) dan mencari pembenaran ajarannya, blog ini mungkin tidak akan pernah diperlukan. sayangnya, it's quite the opposite.

    @ayisukae: mungkin anda perlu membuka diri terhadap ajaran2 di luar Islam, kebenaran bukan hanya monopoli Islam dan “Allah SWT” dalam Al Quran bukanlah satu2nya “persepsi” manusia terhadap Tuhan. dapatkah anda memastikan bahwa “Allah SWT” yang konon sabdanya dituangkan dalam Al Quran adalah Tuhan yang sebenar-benarnya? anda mengatakan bahwa semua ajaran dan kitab yg ada sekarang sudah dicampuri tangan manusia, berarti mungkin saja “Allah SWT” dalam Quran adalah rekaan manusia, bukan?

    @wirajhana eka: salut!

  19. Kalau anda tidak Mempercayai Bahwa BULAN itu TIDAK PERNAH TERBELAH. Itu HAK anda.

    yang JELAS KAMI KAUM MUSLIM SANGAT MEMPERCAYAI ADANYA MUKJIZAT ITU.

    SARAN SAYA. . KALAU anda ingin MENGENAL ISI DARI AL QUR'AN, JANGAN DI SATU JUZ / JANGAN 1 AYAT SAJA. dan PELAJARI HADIST2 ITU SEMUANYA, jangan cuma sedikit2 saja yang di ambil maknanya.
    BACA & CERMATI DENGAN HATI DAN FIKIRAN ANDA.

    Kami kaum muslim tidak akan bersuara kalau artikel anda itu memang benar adanya dan sesuai dengan Kaidah2 islam.

    maaf kata2 saya kurang berkenan

  20. Hati-hati umat muslim jangan terpancing fitnah mereka yang tidak tahu diri akan siapa Tuhan yang sebenarnya. Tidak usah membuang waktu untuk manusia yang memang dijauhkan dari hidayah Allah. Mereka tinggal di bumi Allah, mereka menghujatnya, sungguh tidak tahu malu. Ya Allah izinkan aku untuk menertawakan mereka kelak diakhirat.

  21. Trus gua harus bilang wooow gitu buat artikel sampah kayak gini?
    Jangan sok pintar dah, saya punya banyak tuh buku-buku tentang kepalsuan agama Budha, but I don't publish, apa kepentingan saya mengusik agama orang?

  22. KS:
    jangan terpancing fitnah mereka yang tidak tahu diri akan siapa Tuhan yang sebenarnya.

    GW:
    Agar tidak memperpanjang waktu diskusi yg tidak perlu lagi, silakan baca pelan-pelan peritiwa Isra Mira'j, di mana terdapat klaim Muhammad telah bertemu tuhan 🙂 dan dicatat penuh pertentangan dalam hadis sahihmu sendiri.

    So, dimana Nabi saat mulai Isra' Miraj?

    1. di rumah saudari sepupunya sampai fajar menjelang (Saat itu hindun, baru saja ditinggal wafat oleh suaminya dan menurut Tabari Hindun (Umm' Hani, sempat dipinang oleh Nabi namun tidak jadi)
    2. di rumahnya (Bukhari Volume 1, Book 8, Number 345, Volume 4, Book 54, Number 429)
    3. berbaring antara Al-Hatim or Al-Hijr (Bukhari Volume 5, Book 58, Number 227)

    Saat peristiwa itu terjadi apakah Nabi apakah tertidur, diantara keduanya atau dalam keadaan sadar?

    1. Tertidur/mimpi, disebut di Volume 9, Book 93, Number 608,
    2. Diantara keduanya:Bukhari Volume 4, Book 54, Number 429
    3. Tidak tidur/Sadar disebut di Ibn Sa'd's Al-Tabaqat Al-Kabir Volume I, Bukhari Volume 1, Book 8, Number 345, Volume 5, Book 58, Number 228, Volume 5, Book 58, Number 227, Tafsir Ibn Kathir: pg. 572-573)

    See,
    Bagaimana anda mampu mengetahui tuhan yg sebenernya karena bahkan Nabi anda sendiripun tidak pernah bertemu tuhan, koq.

    Itulah sebabnya, apa yang disampaikannya langsung berantakan dihajar FAKTA SAINS 🙂

  23. Perbedaan cara berpikir (mindset) antara yang menerima dengan cara Langsung dan yang Tidak Langsung,
    Yang meneriman secara langsung menggunakan IMAN, percaya engga percaya HARUS PERCAYA.
    Sedangkan yang menerima secara Tidak Langsung, mengutamakan sebuah PROSES Penyelidikan, dan tidak meng-IMAN BUTA.

    Dalam hal ini, menurut saya WE berusaha memposisikan dengan cara Tidak Langsung, yakni melakukan penyelidikan, saya pikir ini sesuai dengan dasar pengetahuan (sains) yakni penyelidikan. WE, membuat tulisan ini berdasarkan data-data yang dikumpulkan kemudian dirumuskan dan dituliskan. Saya menghargai tulisan ini, dan hendaknya bila ada pembaca yang tidak sependapat dengan tulisan ini, hendaknya mengeluarkan Argumen yang baik dan mendasar (sumber), bukan asal ucap-ucap. Karena apabila suatu kebenaran di argumenkan dengan pola pikir yang berbeda, maka tidak akan ketemu.

    Saya pikir SAINS bertujuan untuk mengurangi sedikit demi sedikit ketergantungan kita akan IMAN BUTA (kepercayaan yang tidak mendasar).

  24. buku-buku tentang kepalsuan agama Budha?
    penulis dan penerbitnya dari kalangan mana?
    kalau penulisnya dari kalangan non-buddhist, itu mah motifnya jelas-jelas me-fitnah buddhisme.
    kalau penulisnya dari kalangan buddhist, nah ane minta ente coba ungkapkan.
    seperti yang dilakukan oleh Wirajhana Eka, dia menulis tentang MEDINA (Islam) ini diambil dari tulisan-tulisan tokoh-tokoh Islam. Jadi hal ini BUKAN FITNAH!!!
    Atau jangan-jangan ANDA yang ingin melakukan FITNAH.
    Ayolah, jadi orang yang cerdas dikit..

  25. yg punya blog ini emang juga goblog,.,.,.
    manusia punya akal dan pikiran, serta manusia dapat mengatakan apa saja sesenang hatinya,.,.

    klo anda hewan dan mampu membicarakan hal ini,,
    saya akan percaya trerhadap anda blog begoo,.,.

  26. Pasti kamu shock baca ini yah 🙂
    wajar..udah terlalu lama kamu di cekoki dongeng2 di ajaranmu..jangankan membelah bulan..bahkan menyembuhkan diri dari racun di khyabar aja gak mampu 🙂
    nah baca pelan2 ya isi blog gw..biar tambah pinter dan gak mudah di bodoh2i ajaran2 dari kaum biadab. 🙂

    salam.

  27. Siapa sih yang sudah tuntas menjelajah dan meneliti bulan, BELUM ADA. Manusia cuma menduga-duga dengan sedikit modal cuma sekali dua kali menuju bulan. Sangat lemah sekali.

    Ini kenyataannya yang harus diperhatikan:
    1. Jelas sudah secara teori DIMUNGKINKAN bulan untuk terbelah, tanpa hancur berkeping-keping tersedot grafitasi bumi.
    2. Allah sebagai sang pemilik dan pencipta alam semesta, termasuk pencipta bulan, akan dengan sangat mudah untuk membelah bulan, lalu menyatukannya kembali secara sempurna sehingga seolah-olah tak pernah terbelah
    3. Mukjizat terbelahnya bulan itu adalah untuk yang memintanya, yakni para kafir Quraish, dan banyak hadis dan pengakuan mereka dalam sirat bahwa mereka telah melihat bulan terbelah, meski mungkin hanya selama sekejab, hanya 1 detik.
    Dan sangat mudah juga bagi Allah untuk menutup mata manusia lain selain kaum kafir Quraih, sehingga mereka tak ikut melihat saat terbelahnya bulan tersebut. Sehingga hanya kafir Quraish yang meminta yang melihatnya saat itu.

    Jadi semua itu dimungkinkan secara ilmilah, dimungkinkan secara science. Tergantung manusia sekarang, bagi yang tak percaya untuk meneliti langsung datang ke bulan dan secara mendalam menelitinya. Bagi muslim itu sudah terbukti benar dan terpercaya, karena mukjizat itu hanya sebagian kecil dari hal-hal besar dan mendalam dalam ajaran Islam lainnya yang telah muslim buktikan sendiri kebenarnya secara nyata. So Its your problem, not mine. Jangan menarik kesimpulan bahawa bulan tak pernah terbelah karena kalian tak bisa membuktikan bahwa bulan tak mungkin bisa terbelah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s