Kambing Hitam itu bernama Global Warming..


Anak ke 3 gw emang rada susah jika disuruh belajar, salah satu alasan aneh yang dikemukakannya adalah dia ngga bisa konsen karena udara sedang panas-panasnya tapi panasnya udara itu tetap saja tidak mengganggu konsentrasinya nongkong depan TV, nonton “Upin dan Ipin”.


GLOBAL WARMING [atau pemanasan global] sebagai alasan bukanlah monopoli anak kecil lagi, namun ternyata sudah meng-global dan dipakai untuk kejadian apapun, sebut saja misalnya:

  • Ted Turner: Di populasi manusia yang sangat berlebih ini, Manusia akan menjadi Kanibal
  • Veteran perang dunia ke-2, robert Rines ketika ngga bisa-bisa menemukan Monster lochness;
  • Saintis universitas negeri New Zealand bidang penelitian Air dan atmsfir, Jim Salinger: Kenaikan harga pada minuman bir
  • Pekembangbiakan ular phyton Burma di 1/3 daratan Amerika serikat.
  • Study dari Universitas texas: Peningkatan penderita batu ginjal di kurun waktu 30 tahun ini
  • Para saintis jepang: Paus-paus menjadi lebih kurus setelah terpaksa berpuasa 36 harian akibat karena 80% populasi makanan mereka berkurang. Pemburuan ikan paus cara menyelamatkan paus dari derita kelaparan!
  • George Burgess dari Univeristas Florida: Ikan Hiu menyerang manusia adalah dampak kenaikan temperatur air laut
  • Anggota Kongress Edward Markey dan juga 11 jenderal bintang 3 dan 4 Perubahan Iklim di somalia mengakibatkan perang saudara dan mengakibatkan jatuhnya Blackhawk di tahun 1993
  • Jon Bowermaster, National Geographic: Ribuan anak pinguin yang bulu2nya belum tumbuh, mati beku.
  • Ikan pari, yang telah menewaskan Steve Irwing, pemburu Buaya dari Australia, terlihat muncul di perairan pantai Inggris

Disamping hal-hal di atas, para vegetarian mania juga tidak ketinggalan ikut pada pesta kambinghitam ini dengan menunggangi Global warming mengajak para Omnifora menjadi herbifora yang taat!

Al Gore dan ribuan orang lainnya yang berusaha semaksimal mungkin membombastiskan ini. Simaklah pengakuan Prof. Stephen H. Schneider, seorang ahli Iklim yang juga merupakan penasehat Wa-Pres Albert Gore:

    Untuk melakukan itu [mengurangi resiko potensial terhadap bencana perubahan iklim] kita harus mendapatkan dukungan yang luas, menangkap imaginasi publik. Tentu saja terkait dengan muatan yang di liput media. jadi kita hanya menyediakan skenario yang menakutkan, memberikan pernyataan dramatik sederhana dan memunculkan sedikit keraguan yang mungkin kita punyai. (Discover Magazine, hal. 45-48, October 1989; sumber:”Climate Change: the human influence analysed“)

Pokoknya..apapun kejadiannya kambing hitamnya tetap Global Warming!

Global Warming juga dihubung-hubungkan dengan lubang Ozon. Walaupun merupakan dua hal yang berbeda namun saling pengaruhi mempengaruhi melalui keterlibatan gas-gas efek rumah kaca.

Lapisan Ozon di atmosfir kita, berasal dari radiasi sinar Ultra Violet. Sebanyak 90%nya berada di lapisan stratosfir. Fungsi sebagai pelindungi bumi dari sinar UV.

Dulu, orang mengkambinghitamkan Freon sebagai biang keladinya, namun ternyata perubahan lapisan ozon ini disebabkan oleh banyak faktor:

  • Aerosol sulfat yang berasal dari letusan-letusan gunung berapi
  • Siklus 26 bulanan angin stratosfir yang dapat mengangkat senyawa-senyawa yang dapat merusak lapisan ozon [diantaranya CFC dan Halon ini juga dikenal sebagai stratrosfic chlorin]
  • Siklus 11 tahunan sun spots atau bintik matahari atau sinar kosmis. Qing-Bin Lu, profesor fisika dan astronomi menyatakan bahwa faktor comics rays yang lebih dominan daripada sinar Ultra violet. Testimoni Prof. Fred singer, PhD, mengemukakan lebih tegas bahwa penyebabnya bukanlah CFC!
  • Yang lebih penting lagi, situs ini memberikan bukti kuat bahwa sejak dari jaman dulu juga lapisan Ozon itu perfluktuasi meningkat dan menyusut berubah-ubah secara tahunan dan periodik. Misalnya, Ia meningkat di tahun 1962 s/d 1979, Menyusut di tahun 1979 s/d 1986. Sejak tahun 1986-1997, Meningkat di tingkat yang tetap(Easton,166)

O, ya..Berbicara mengenai CFC, Amerika Serikat menetapkan bahwa penjualan CFC termasuk barang haram sejak 31 Desember 2008. Setidaknya 22.9 juta penderita asma terkena dampaknya. Banyak dari ahli Farmasi dan dokter ngga menyadari itu. Pengguna inhaler generik albuterol juga tidak menyadari bahwa inhaler itu ternyata memerlukan CFC untuk menyemprotkannya ke paru-paru mereka yang kemudian baru dapat melegakan pernafasan mereka!

Jadi, sambil menunggu senyawa pengganti lain yang lebih ramah, maka sejak itu, 22.9 juta penderita asma, untuk sementara dilarang asma dulu.

Kembali pada Global warming..

Atmosfir kita ini memiliki komposisi gas dan uap air, yaitu

  • N2 [78%an], O2 [21%an], Ar [0,9%an],
  • Sisanya yang dibawah 0,1 persen adalah CO2 [0.038%], Neon (Ne), Helium (He), Methane (CH4), Krypton (Kr), Hydrogen (H2),Nitrous oxide (N2O), Xenon (Xe), Ozone (O3), Nitrogen dioxide (N2O), Iodine (I), Carbon monoxide (CO), Ammonia (NH3)]
  • Di luar komposisi lapisan kering di atas, uap air [H20] menyumbang 0.4 %nya.

Gas-gas tersebut di atas terbentuk karena proses alami, diantaranya karena radiasi kosmis, semburan gunung berapi, meteor2 yang terbakar di atmosfir, kebakaran hutan akibat petir, tumbuh2an yang mati dan membusuk dll.

Yang disebut dengan gas-gas efek rumah kaca yang mempengaruhi suhu bumi adalah H20, CO2, CH4, N20 dan O3. Di atas sudah kita lihat bersama bahwa jumlah gas-gas dimaksud di atmospir kita sangatlah kecil. Dari jumlah yang cuilikkk itu, Kontribusi gas-gas itu terhadap efek rumah kaca adalah:

  • H20: 36-72%;
  • CO2: 9-26%;
  • CH4: 4-9%;
  • O3: 3-7%,
  • Sisanya, yaitu ethane, CFC atau Freon, Halon, jelas jumlahnya jauhhhh lebih kecil lagi

Diantara kumpulan gas-gas tersebut di atas, yaitu CO2 dan CH4 yang jumlahnya sudah suaangattt cuilikkk itu, masih juga di anggap sebagai biang keladi pemanasan global!

Namun, suatu study memaparkan bahwa tingkat CO2 di udara dan penyerapan yang dilakukan ekosistem dan lautan kita tetaplah konstan dan relatif tetap sejak tahun 1850.

Bukan cuma itu saja, jika saja satu dan lain sebab, dianggap bahwa umat manusia mampu membuat jumlah CO2 menjadi berlipat dua saja [2 x 3000 giga ton], maka peningkatan suhu yang diakibatnya hanyalah sebesar 0.55 derajat Celcius saja!

Tumbuhan-tumbuhan di laut dan darat mampu menyerap CO2 serta memproduksi O2. Peningkatan Oksigen [O2] dapat mengurangi Methane [CH4] di atmosfir yang dioksidasi dan menghasil CO2 dan H20. Tulisan lain yang menggugat pengaruh umat manusia ketika memproduksi CO2 & CH4 terhadap Global warming lihat di sini

Uraian-uraian ringkas di atas seharusnya sudah memberikan kita satu sinyalemen pasti bahwa:

  • Peningkatan jumlah gas CO2 dan CH4, yang berasal dari peternakan, buangan emisi gas kendaraan dan pertambangan ternyata TIDAK RELEVAN untuk dianggap biang kerok kenaikan suhu permukaan bumi.
  • Ajakan untuk menjadi herbifora oleh para vegetarian jelas lebih TIDAK RELEVAN, malah setiap upaya pembunuhan tanaman berarti menghambat kesempatan bumi untuk memperbaiki dirinya sendiri. Seharusnya ajakan yang benar adalah hijaukan bumi!

Jadi, Faktor-faktor yang relevan berpengaruh terhadap perubahan suhu permukaan bumi itu di antaranya:

Sun spots [bintik matahari], yang mempunyai siklus 11 tahunan. Bintik matahari ini berkaitan denga radiasi matahari, angin matahari dan juga loncatan2 magnetik. Jumlah bintik matahari yang sedikit pengaruhnya seperti pada periode maunder Minimum tahun 1645-1715, yang ketika itu bumi mengalami perode jaman es kecil berupa penurunan suhu permukaan bumi.

Ada satu efek lagi yang disebut sebagai haze efek, yaitu kumpulan partikel debu dan abu yang menghalangi sinar matahari dan mempengaruhi pula perubahan suhu bumi. Letusan Gunung berapi merupakan satu faktor yang juga berpengaruh pada perubahan lapisan ozon dan temperatur bumi, contoh:

  • Letusan gunung Laki di Bagian timur Amerika serikat tahun 1783, membuat musim dingin di Amerika serikat 4.8 derajat celcius lebih dingin dari rata-rata selama 225 tahun dan efek itu juga melanda eropa,
  • 2 Letusan gunung di Indonesia yang mempengaruhi dunia, yaitu gunung Tambora di tahun 1815 membuat musim panas di Eropa di bulan Juni s/d Agustus pada tahun 1816 menjadi bersalju dan terjadi gagal panen, kemudian letusan gunung Krakatau di tahun 1883 yang mengakibatkan berbulan2 udara mendingin dan matahari terlihat seperti saat terbenam,
  • Letusan St. Helena pada tahun 1980 mendinginkan suhu global hingga 0.1 derajat celcius, letusan Elchicon di meksiko pada tahun 1982 walaupun kecil namun muatan hempasannya mendinginkan bumi 3 s/d 5 kali letusan St. Helena
  • Letusan gunung Pinatubo di Pilipina dan Hudson pada tahun 1991 membuat suhu turun 1 derajat selama 2 tahunan

Media juga melansir berita tentang permukaan Es di kutub mencair semakin cepat yang diakibatkan oleh Global Warming!

Keadaan ini kelihatannya berkesesuaian dengan konsep Albedo, yaitu Lapisan putih es memantulkan sinar ke luar angkasa sementara air laut menyerapnya. Pemantulan itu berkisar 80%-nya dan penyerapannya berkisar 90%-nya.

Mencairnya es mengakibatkan naiknya permukaan air laut, menyerap lebih banyak sinar, suhu air menjadi semakin panas, lebih banyak lagi es yang mencair, demikian seterusnya hingga es di muka bumi ini hilang!

Namun media juga merekam bahwa selama 115 tahun ini telah terjadi siklus suhu bumi, yaitu Pendinginan bumi [1895-1932], Pemanasan bumi [1929-1969], Pendinginan bumi [1954-1976] dan pemanasan bumi lagi. Bukti rekaman medianya dapat anda lihat di bawah ini:


[Sumber: Fire and Ice]

Ada satu fakta penting yang perlu diperhatikan, yaitu Pencairan es di Artic ternyata tidaklah seburuk tahun 2007. Dr Jock Allison, PhD, ONZM menyatakan bahwa luas permukaan lautan es musim panas:

  • Tahun 1979-2000 adalah 6.7 juta km2,
  • Tahun 2007 adalah 4.1 juta km2,
  • Tahun 2008 adalah 4.7 juta km2 dan
  • Tahun 2009 adalah 5.1 juta Km2

Sehingga telah terjadi peningkatan sebanyak 20% dibandingkan tahun 2007! Sementara Luas lautan es di Artic adalah hanya 0.01% dari seluruh Es yang ada dimuka Bumi.

Ia juga menyatakan bahwa sejak di catat di tahun 1978, lautan es di Antartika mencapai record maximum di tahun 2009, yaitu sebanyak 2 juta km2 lebih banyak dari rata-rata tahun 1979-2000. Juga dikatakan bahwa kutub selatan lebih dingin 0.6 derajat Celcius dibandingkan tahun 1957 dan bahkan peningkatan es di antartika menutupi kehilangan di Artic! dan..sejak tahun 2002 mulai terjadi pendinginan global.

Sementara itu, pada konferensi Iklim Dunia yang diselenggarakan di Genewa bulan September 2009, Prof. Mojib Latif, menyatakan bahwa Bumi tidak menghangat lagi di akhir dekade ini, bahkan di 1 atau 2 dekade ini akan mendingin! [Lihat di sini]

Terakhir, jumlah saintis yang SEPAKAT VS tidak SEPAKAT pada pernyataan bahwa Pemanasan global merupakan ulah umat manusia: 17.000 VS hampir 32.000!

Kalo aja jumlah di atas dapat kita anggap sebagai skors akhir pertandingan, maka para pendukung ide bahwa manusia merupakan mahluk adi utama yang bertanggungjawab terhadap pemanasan global buru-buru-lah untuk insaf dan memohon ampun.

Ya udahlah..Tulisan ini sebenernya cuman buat curhat aja ketika anak ke-3 gw yang hanya gara-gara cuma pingin nonton “upin & ipin” di TV aja, lantas ikut-ikutan mengkambinghitamkan global warming juga

Itu aja..koq…


Sekarang Aku 40 dan Masih Juga "Idup"!!!


Life begins at forty..Ungkapan sangat terkenal itu, entah siapa yang mengawalinya..

Ada yang mengatakan di tulis oleh W B Pitkin (1878-1953), Professor Jurnalis dari Universitas Kolumbia dalam bukunya yang diterbitkan di tahun 1932.

Ada juga yang mengatakan bahwa itu adalah syair yang ditulis oleh pentolan The Beatles yaitu John Lennon dan Ringo Starr yang saat itu hendak menggapai usia ke 40, namun ironisnya, John justru wafat tertembak sebelum usia 40.

Wah..entah mana yang duluan dan benar namun banyak hal lain juga yang bisa dikait-kaitkan dengan umur 40, misalnya:

  • Khadijjah mengawini Nabi Muhammad di usia 40
  • Muhammad menjadi nabi di usia 40
  • Israel terkatung-katung di tanah orang selama 40 tahun
  • Masa pemerintahan Eliyah, Daud, Sulaiman dan
  • ..pokoknya masih banyak lagi deh…itupun juga kalo mo disambung2kan sihh..

Mmmhh…Hari pertama di usia ke-40, ku awali dengan rasa kantuk yang masih menghujam dan gendang telinga yang berdenging akibat dua buah alarm yang melengking bersamaan untuk memaksaku segera mengangkat pantat dan menjalani hari-hari lagi seperti biasa..

Maklum, ketika pindah ke rumah ini, sekolah anak-anak menjadi jauh dan kebetulan juga aku pindah kantor..Jadi, tugas antar-mengantar ini sekarang menjadi bagianku..

Ku ingat..ketika ku masih kecil dan bersekolah dulu..Orangtuaku berjibaku membangunkanku tidur agar bersekolah..ehhhhh, sekarang malah..anak2 ini yang berjibaku untuk memastikan aku bangun dan mengantarkan mereka ke sekolah..

Rupanya, keadaan tidaklah berubah banyak..and yup! That’s part of my life, now!

Buat ku, usia 40 ini merupakan suatu penanda bahwa Aku termasuk pada kelompok manusia yang super beruntung..

Lho..Koq Bisa??!

Survey yang dilakukan Kementrian kesehatan Jepang, mengatakan bahwa jika seseorang menghabiskan 2 bungkus rokok setiap harinya, maka harapan hidup orang itu rata-rata 38.1 tahun sedangkan mereka yang menghisap 1 bungkus per harinya maka harapan hidupnya rata-rata cuma 39 tahun saja!

Sementara gw nih, telah bertahun-tahun menghabiskan 2 bungkus rokok perharinya..bukan cuma rokok biasa namun rokok kretek..dan sekarang telah berumur 40 tahun!

Kemudian, dampak orang yang telah memasuki usia 40 tahun juga diteliti beragam orang. Salah satu seperti yang dilakukan Bartzokis dari Universitas Kalifornia. Ia meneliti kinerja motorik otak sekumpulan orang-orang yang berusia antara 28-80 tahun. Idenya adalah usia berpengaruh pada insulin tubuh yang pada gilirannya mempengaruhi kinerja motorik seseorang. penelitian ini dilakukan dengan cara menepuk-nepuk meja selama 10 detik. penelitian menunjukan bahwa orang yang berumur di bawah 39 tahun mempunyai jumlah tepukan lebih banyak dari mereka yang berusia di atasnya.

Setelah membaca penelitian itu..dan tentunya sebelum menulis ini..segera saja aku lakukan eksperimen yang sama dengan menepuk-nepuk meja selama 10 detik-an..dan itupun harus ku ulang lagi karena penunjuk waktunya terjatuh..setelah ku lakukan ternyata yang kudapat hanyalah kesia-sian…karena ternyata artikel itu tidak menuliskan jumlah tepukan rata-rata orang yang dibahwa usia 39 tahun!

Bukan itu saja, diisamping ke sia-siaan, juga kudapatkan rasa pedas di telapak tangan yang beradu dengan meja.

Speaking of kesia-siaan…

Aku teringat pada penggalan syair seperti ini:

    Umurku berkurang setiap hari

    sedang dosa-dosaku terus bertambah

Penggalan syair itu milik seorang Penyair, hedonis, penggemar seks dan juga pemabuk yang hidup di jaman kerajaan Abbasiyah di abad ke 8 M, pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. Penyair itu bernama al-Hasan ibn Hani al-Hakami namun dunia lebih mengenalnya dengan nama Abu Nawas, seorang tokoh yang kerap muncul di kisah 1001 Malam.

Syair itu bisa juga anda temukan pada lagu yang biasa dinyanyikan oleh Haddad Alwi dan Sulis dalam album cinta rasul:

    ..Dosa-dosaku bak butiran pasir dipantai.. Umurku berkurang setiap hari
    sedang dosa-dosaku terus bertambah..

Syair tersebut merupakan bentuk ungkapan rasa sesal Abu Nawas yang telah menyia-nyiakan waktu di kehidupannya saat ini.

Syair itu diciptakan dan dilantunkan Abu Nawas dari balik jeruji tahanannya setelah memandang matahari yang perlahan tengah terbenam. Di tempat itu, ia menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya dan menghembuskan nafas karena di racun Ismail bin Abu Sehl.

Entah apakah Abu Nawas tahu atau tidak..bisa jadi pintu ampunan masih terbuka baginya:

    Diriwayatkan oleh Abu Dharr :

    Nabi berkata, Jibril datang padaku dan memberi aku kabar baik bahwa siapa saja yang mati tanpa menyembah apapun selain Allah akan masuk surga. Aku bertanya (pada Jibril), “Walaupun dia mencuri, walaupun dia berzinah?”

    Dia menjawab, ” (Ya), “Walaupun dia mencuri, dan walaupun dia berzinah.”

    [sumber: Hadis Sahih Bukhari Vol 9, Book 93, Number 579; Vol 4, Book 54, Number 445]

Iiih gak banget deh..

Well..sayangnya ketika aku ada di teras rumah dan teringat pada penggalan syair milik Abu Nawas itu, matahari yang kulihat tidaklah seperti yang Abu Nawas lihat..Matahari saat itu, terlihat seolah tersipu malu dan berlindung dibalik tebalnya mendung yang kemudian mengguyur lebat ke permukaan bumi..

Eniwei,

Syair itu adalah pengingat yang baik bagi kita semua untuk segera memanfaatkan waktu yang masih tersisa..tidak untuk terlena..tidak untuk mengejar kesia-siaan..yang toh juga tidak kita bawa ketika ajal menjemput.

    Walaupun seseorang hidup seratus tahun tetapi tidak dapat melihat keluhuran Dhamma (Dhammamuttamam), sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat keluhuran Dhamma. [Dhammapada, Syair 115]

Note:

O, ya..Untuk khalayak yang sudah meluangkan waktunya untuk mengucapkan selamat di usiaku yang ke 40 ini..koq rasanya..mengucapkan selamat pada orang yang tengah berkurang umurnya, jadi kelihatan sangat kejam dan sadis, ya?!

Satu lagi sebelum lupa..

Mungkin anda semua bertanya-tanya..koq judul-nya ‘Sekarang Aku 40 dan Masih Juga “Idup” ‘?!

..Salah satu penjelasan jujurnya adalah karena memang benar bahwa aku sekarang berumur 40 tahun dan memang benar bahwa aku masih “Idup”…